Kesungguhan Menghadapi Ramadhan

๐Ÿ“† Ahad, 01 Sya’ban 1437H / 8 Mei 2016

๐Ÿ“š MOTIVASI

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. Umar Hidayat M. Ag.

๐Ÿ“ Kesungguhan Menghadapi Ramadhan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Materi sebelumnya bisa dilihat di link berikut:

http://www.iman-islam.com/2016/05/kesungguhan-menghadapi-ramadhan.html

๐ŸŒทBagaimana dengan kita???

Rasulullah hanya 9 kali mengalami Ramadhan. Kita sudah berapa kali mengalami nya???

Tapi, kenapa hasil Ramadhannya tidak seperti para sahabat?

Dari sisi usia mestinya lebih dong.

Bahwa Puasa Ramadhan itu disyariatkan ketika pondasi kaum muslimin imannya sudah kuat. Rabithah imaniyahnya sudak aqwa.

Sehingga begitu beban berat, syariat ramadhan itu dikenakan, Rasululah dan para sabahat siap menjalankan.

๐ŸŒตNamanya beban itu tidak ada yang mau. Berat. Apa yang membuat orang selalu siap dibebani (ditaklifi, jalani syariat) karena cinta. Beban berat bisa dinikmati karena cinta.

๐ŸŒทBahkan Ramadhan pertama Rasulullah bersama sahabat ditempa dengan perang besar, yakni perang badar. Sungguh luar biasa beban beratnya. Momentum berat dan semakin berat.

๐ŸŒตSedang puasa ramadhan pertama, tidak siap perang, jumlahnya sedikit. Mungkin kalau tidak siap jika zaman sekarang mungkin bunuh diri. Tapi karena kaum muslimin telah disiapkan imannya oleh Rasulullah, maka mereka pasrah sepasrah-pasrahnya kepada Allah. Lalu keajaiban datang Allah menurunkan balatentara malaikan dari langit. Badar pun dimenangkan oleh kaum Muslimin binashrillah.

๐ŸŒทDigambarkan betapa Rasulullah merasakan begitu beratnya, hingga memotivasi para sahabatnya menjelang prang Badar. Pada waktu perang Badar, Rasulullah shallallahu’aaihi wa sallam memberikan spirit kepada pasukan Muslimin untuk berperang, seraya berkata, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak seorang pun yang ikut memerangi mereka hari ini, lalu dia terbunuh dalam keadaan bersabar dan mengharap pahala dari Allah, menyongsong (musuh) dan tidak mundur, melainkan Allah memasukkannya ke dalam surga.”

๐ŸŒตBeliau berkata lagi: “Berangkatlah menuju surga yang luasnya seisi langit dan bumi.”
Ketika itu berkatalah al-Humaim bin al-Hamam, “Wah, Wah!”

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bertanya, “Apa yang mendorongmu mengatakan wah, wah?”

Dia menjawab, “Demi Allah, tidak apa-apa wahai Rasulullah, selain aku berharap menjadi salah seorang penghuni surga tersebut.”

Beliau berkata, “Benar, sesungguhnya engkau termasuk penghuninya.”

Seketika dia langsung mengeluarkan kurma dari sisinya, lalu memakan sebagiannya kemudian berkata, “Jika aku hidup hingga memakan kurma-kurma ini sampai habis, sungguh merupakan hidup yang panjang. Lantas dia membuang semua kurma-kurma tersebut, kemudian berperang hingga akhirnya gugur sebagai syahid. (HR Muslim) [Sumber; Ar-Rahiq al-Makhtum (id) oleh Syaikh Mubarakfuri, hal. 316-317.]

๐ŸŒทMaka beban berat ini (kastratuluqubat) selain beralas cinta, mahabatullah, Rasulullah senantiasa memperkuat dirinya dengan qiyamul lail dan tilawah al quran.

๐ŸŒตDi akhir QS. 2: 185 ada kata ikmal atau kamal artinya sempurnakan Ramadhan, bukan selesaikanlah Ramadhan. Beda.

๐ŸŒทKuliah asalh lulus itu namanya selesai. Bukan sempurna. Sempurna artinya lulus dengan nilai terbaik. Mumtaz. Sempurna. Kumloud.

Bagaimana dengan kita???

๐ŸŒตIbnu jauziah mengilus trasikan Ramadhan dengan begitu eloknya. Beliau menggambarkan keadaan orang yang berpuasa dengan baik, bahwa  ucapan dan perbuatannya harum seperti harumnya minyak wangi misk!

Beliau bertutur, Maka ucapan dan perbutannya tersebut seperti bau harum yang dicium oleh orang yang duduk menemani pembawa minyak wangi misk!

Demikianlah orang yang menemani orang yang sedang berpuasa (dengan sebenar-benar puasa), niscaya akan mengambil manfaat dari pertemanannya tersebut, ia akan merasa aman dari ucapan batil, dusta, kefajiran dan kezhaliman.

๐ŸŒทInilah sesungguhnya puasa yang disyariatkan, ia tidak sekedar menahan dari makan dan minum! (Shahih Al-Wabilish Shayyib, hal. 54).

Ibnu Qudamah rahima hullah dalam ringkasan kitab Ibnul Jauzi ra yang dinamakan Mukhtashar Minhajil Qashidin, pada hal. 44, beliau menjelaskan tentang tingkatan puasa,

Dan puasa memiliki tiga tingkatan:

โฃ1. Puasa Orang Umum. Ibnu Qudamah rahima hullah mengatakan, Adapun puasa umum adalah menahan perut dan kemaluan dari menuruti selera syahwat (baca: menahan diri dari melakukan berbagai pembatal puasa, seperti makan,minum dan bersetubuh).

โฃ2. Puasa Orang Khusus (VIP).
Ibnu Qudamah rahima hullah melanjutkan penjelasannya, Dan puasa khusus adalah menahan pandangan, lisan, kaki, pendengaran, penglihatan dan seluruh anggota tubuh dari dosa-dosa.

โฃ3. Puasa Super Khusus (VVIP).
Dan adapun puasa super khusus adalah puasanya hati dari selera yang rendah dan pikiran yang menjauhkan hatinya dari Allah Subhanahu wa Taala serta menahan hati dari berpaling kepada selain Allah Subhanahu wa Taala secara totalitas!

๐ŸŒทDi tingkat manakah kita berada???

Tentu kita akan memilih yang terbaik. Karenanya untuk meraihnya kita membutuhkan persiapan dan kesiapan.

๐ŸŒตNasihat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu: Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu berkata, jika engkau berpuasa, maka puasakanlah pendengaran mu, penglihatanmu, dan lisanmu dari dusta dan maksiat. Tinggalkanlah menyakiti pembantu.

Hendaklah engkau tenang dan tenang pada saat engkau berpuasa, dan janganlah engkau jadikan harimu saat tidak berpuasa sama dengan hari saat engkau berpuasa (Mushannaf Ibnu Syaibah  – 8973).

๐ŸŒทPenjelasan Syaikh Abdur Razzaq hafizhahullah:

Ini adalah potret yang cemerlang dari bentuk-bentuk persiapan menyambut bulan Ramadhan, hal itu dikarenakan sesungguhnya puasa disyariatkan untuk melembutkan jiwa, mensucikan hati, merealisasikan takwa, menjauhi dosa serta memperbaiki hati, lisan dan anggota tubuh.

Betapa indahnya ketika seseorang menyambut bulan yang diberkahi ini dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menyambut bulan Ramadhan agar memperoleh kebaikan-kebaikan yang ada di dalamnya!

๐ŸŒตKesungguhan dalam kesiapan dan persiapan akan mempengaruhi kita dalam menjalani puasa Ramadhan. Kesiapan menyangkut kesungguhan jiwa dan mental kita, dalam menghadapi dan menjalani puasa Ramadhan.

Dan persiapan menyangkut kesungguhan kita dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung kita bisa bersungguh-sungguh menjalani puasa Ramadhan. Dan dengan demikian insya Allah akan meraih puncak ketaqwaan.

๐ŸŒทSangat tepat bila kaidah man jadda wajada (Siapa yang sungguh-sungguh pasti dapat) menjadi dasar pijakan dalam menunaikan tugas suci, puasa ini.

Kesungguhan yang menghantarkan kesuksesan dinyatakan benar bila memenuhi pra syaratnya, yakni:

๐Ÿ“šPertama, Al Fauriyah littanfidz (merespon dengan segera).

๐Ÿ”นBersambung๐Ÿ”น

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Tips Menjadi Jomblo Sholihah Smart dan Energik

๐Ÿ“† Rabu, 27 Rajab 1437 H / 4 Mei 2016 M

๐Ÿ“š MOTIVASI

๐Ÿ“ Ustadz Dr. Wido@Supraha.com

๐Ÿ“‹ TIPS MENJADI JOMBLO SHOLIHAH SMART DAN ENERGIK

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐ŸŒผ Alhamdulillaahi bi ni’matihii tatimmushshaalihaat,
Segala puji hanyalah milik Allah yang dengan nikmat-Nya sempurna seluruh kebaikan.

Menjadi jomblo juga adalah kenikmatan kok, semoga ini cara Allah mendorong kesiapan yang utuh menuju gerbang yang ditunggu.

๐ŸŒป Asyhadu an-Laa ilaaha illallaah, wa Asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Jomblo atau tidak, bukan itu persoalannya, namun apakah qalbu dan bibir ini sentiasa memperbaharui syahadah, “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Saw adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.

๐ŸŒบ Allaahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aalihii wa shahbihii ajma’iin,
Jomblo mengingatkan diri bahwa sejatinya manusia nafsi-nafsi menuju Yaumul Yaqin, maka marilah kita sentiasa bershalawat atas Nabi Muhammad Saw, keluarganya, sahabat-Nya seluruhnya.

๐ŸŒธ Yaa Akhawaat fiddiin, rahimanii wa rahiimakumullah,

๐Ÿƒ Menikah adalah 1/2 agama, perintah Allah Swt, penyeimbang kehidupan, dan peningkat ketenangan jiwa. Amal mulia ini adalah awal dari sebuah kerja besar yang tidak bisa dilalui dengan ketenangan kecuali orang-orang yang tenang.

๐Ÿƒ Persoalan utama hari ini adalah apakah memang kita sudah siap untuk menikah. Jangan-jangan jika hari ini kita menikah justru lahir banyak kemunduran padahal hidup ini untuk kemajuan. Bukankah yang terutama justru persiapan dan pembiasaan sehingga lahir berbagai kemudahan dan jalan keluar dalam kondisi jomblo atau berdua.

๐Ÿƒ Shalihah, Smart dan Energik adalah 3 kata yang memang menempel dalam diri setiap mukminah. Shalihah kemestian, smart keharusan, energik keniscayaan. Shalihah semakin berkualitas dengan sifat smart dan energik, dan setiap pilihan yang smart akan membuat energi yang semakin energik membentuk keshalihan yang paripurna.

๐Ÿƒ Shalihah, Smart dan Energik tidak terkait dengan seseorang itu jomblo atau berdua, karena dia seyogyanya sudah bersifat inherent. Namun kita perlu ingat, bahwa sesuatu yang besar adalah karena kumpulan yang kecil. Kebiasaan besar adalah kumpulan kebiasaan kecil. Terbiasa dengan yang kecil, dan tidak meremehkan yang kecil, akan menjadi jalan kemudahan bagi yang besar.

๐Ÿƒ Hal-hal penting yang dapat menjaga 3 (tiga) hal di atas perlu kita hadirkan dan upayakan keberadaannya.

โฃPertama, memelihara komunikasi dengan Allah Jalla wa ‘ala.

Ingatlah bahwa Allah Swt bersama kita, baik dalam kondisi terpuruk dan bahagia, namun kebiasaan kita dekat dengan-Nya di kondisi bahagia akan memudahkan kita dikenali-Nya di saat kita terpuruk.

Kebersamaan dengan Allah akan memberikan energi yang tak pernah henti, sehingga lahirlah pilihan-pilihan smart. Jika Adam dan Hawa baru ketemu setelah saling mencari bertahun-tahun lamanya, maka hakikatnya menunggu sang pangeran yang baru berbilang tahun, belum ada bandingannya.

โฃKedua, selalu siapkan waktu dengan orang-orang terdekat.

Tentunya orang terdekat kita adalah orang tua, adik, kakak, dan kerabat. Tapi ciptakanlah orang-orang terdekat tambahan. Mereka bisa terlahir karena kesamaan visi sehingga melahirkan gerak bersama.

Mereka pun bisa terlahir sebagai dampak dorongan diri untuk mengisi, sehingga melahirkan kebersamaan yang penuh. Jomblo punya potensi untuk lebih optimal dalam kreasi ini. Sesuatu yang akan membuat kita nyaman meski sang pangeran belum hadir.

โฃKetiga, selalu awali hari dan isi hari dengan energi positif.

Energi positif lahir berawal dari tahajjud dan subuh berjama’ah yang kita lakukan. Energi positif sempurna dengan dzikir pagi yang kita nikmati. Energi ini akan mendorong lahirnya energi turunan, sesuatu seperti keinginan untuk tersenyum ramah dan lepas kepada sesiapapun yang ditemui, bahkan menggerakan diri untuk berbuat lebih melengkapi manusia lain, dan menjaga alam sekitar. Bahkan, jika energi positif itu mampu kita tularkan kepada seluruh makhluk di sekitar kita, pantulannya akan semakin memperkaya diri sehingga energi bertambah tinggi.

โฃKeempat, Think Positive Be Passionate.

Sejatinya kita dilahirkan untuk sibuk, dan Allah berjanji akan menyaksikan kesibukan kita. Kesibukan akan mendorong kita untuk selalu berpikir positif. Kecintaan pada kesibukan akan membawa kita pada fokus kerja karena begitu menikmati. Syaithan pun mendapatkan penghalang tambahan untuk merasuki jiwa-jiwa yang sibuk. Maka temukanlah passion kita, nikmatilah, dan teruslah berkarya, karena karyamu akan semakin berkualitas kelak bersama sang pangeran.

Alhamdulillah ‘ala kulli haalin.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Kesungguhan Menghadapi Ramadhan

๐Ÿ“† Jumat, 29 Rajab 1437H / 6 Mei 2016

๐Ÿ“š MOTIVASI

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. Umar Hidayat M. Ag.

๐Ÿ“ Kesungguhan Menghadapi Ramadhan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ’ŽKita adalah para pemburu surga sekaligus buronan neraka. Maka sungguh teramat menakjubkan jika masih bias bersantai, bermalas dalam keinsyafan atasnya. ๐Ÿ’Ž
(Imam Asy-Syafii)

๐ŸŒทKetika kita menyambut untaian kata itu dengan bisikan halus dalam hati, “Ah.. itu kan Imam Asy Syafii. Ya iyalah, pantas. “
Lalu akal kita menyambut nya,
“Coba kalau Imam Asy Syafii hidup di zaman sekarang. Mungkin lain ceritanya. “

๐ŸŒตMasya Allah. Subhanallah. Astaghfirullah.

Kesadaran yang sesat dan tersesatkan. Engkau letakan di bagian mana Allah dalam hatimu.. ?
Naudzubillah stumma naudzubillah.

๐ŸŒทAl-Hafizh Ibnul Jauzi rahimahullah berkata : Barangsiapa yang memperbaiki batinnya, maka akan tersebarlah keutamaannya yang banyak dan hati akan terus menebarkan kebaikannya.

๐ŸŒตMaka hati-hatilah, jagalah batin kalian, karena jika batin telah rusak maka tidak akan bermanfaat lagi kebaikan amaliah yang tampak. (Shaidul Khathir I/206).

Berbincang tentang kesungguhan, kita harus memulai dari hati.

๐ŸŒทHai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.  (Qs. Al Baqarah ayat 183)

๐ŸŒตSetiap puasa Ramadhan datang setiap kita berbanyak ibadah mencari ridlo Allah dan puncaknya berharap mendapatkan ketaqwaan, sebagai tujuan puasa kita.

๐ŸŒทMari sejenak berhitung untuk membandingkan puasa kita. Tentang keseriusan kita mendapatkan puncak pengalaman (peak experience) spiritual, yakni taqwa.

๐ŸŒตMaka dalam persoalan ini, sungguh rasa mendalam begitu malu bila puasa kita disandingkan dengan makhluk Allah yang bernama hewan.

๐ŸŒทUmur kita sudah 40 th (ups.ada yang lebih muda yah). Lalu dikurangi masa baligh 15 th, maka kita sudah bertemu dengan puasa Ramadhan 25 kali.
Atau 25 x 30 hari = 750 hari.

๐ŸŒตJika diukur secara kuantitas kita kalah dengan puasanya hewan.

๐Ÿ”นAyam betina hanya dengan 21 hari telah sampai puncak kejayaannya menetaskan telur-telurnya. dan selama itupula seluruh potensinya berpuasa bahkan tidak kemana-mana, dikerahkan semata-mata menetaskan telur.

๐Ÿ”นUlar hanya butuh 21-40 hari dapat sampai pada titik pembaharuan ke awal kehidupannya.

๐Ÿ”นUlat cukup 14-16 hari berpuasa melakukan metamorphosis menjadi kupu-kupu nan indah yang dikagumi manusia.

๐ŸŒทCoba kita sudah berpuasa Ramadhan berapa kali?
Apa yang telah kita hasilkan dari puasa?
Sudahkah kita mencapai puncak pengalaman spiritual sebentuk taqwa?
Maka hendak mengatakan apa kita semua& dihadapan Allah kelak????

๐ŸŒตMaka apakah puasa Ramadan kita selama ini sungguh karena (perintah) Allah, atau hanya karena ia sudah menjadi tradisi (yang begitu kuat terinternalisasi sejak kita kanak-kanak)???

๐ŸŒทSeperti layaknya anak sekolah tidak mau bolos sekolah, karena sejak PAUD kita diajarkan untuk selalu masuk sekolah?

๐ŸŒตAtau bahkan seperti otomatis ritmik kehidupan bangun tidur lalu mandi, karena sejak TK diajarkan lagu bangun tidur kuterus mandi? entahlah..

๐ŸŒทNah ini dia bila itu semua sungguh terjadi. Tak salahlah kita melihat disebagian kaum Muslimin yang seakan berpuasa tapi tidak lebih dari sekedar kebiasaan.

๐ŸŒตMaka ada seseorang yang tetap berpuasa padahal ia asyik menggosip atau menggunjingkan orang, teman, atau ‘ngrasani’ dalam bathin mbatin.

๐ŸŒทMereka akan tetap bukber, tarawih, dan mengaji tiap malam, sahur dan berpuasa hingga magrib, walau mata dan telinganya melihat dan mendengar hal tak senonoh, pikiran kita mengotori akal sehat, bahkan mengutil rezeki orang lain hingga mencuri uang negara alias korupsi, lalu mendermakan sebagian kecilnya untuk infak, zakat, sumbangan masjid, panti asuhan, atau sekadar takjil gratis. Masya Allah.

๐Ÿ”นApa makna puasa bagi kita dan mereka?
๐Ÿ”นApa kesungguhan yang telah kita siapkan (targhib)?

๐ŸŒทMari Temukan Kesungguhan Diri Dalam Ramadhan-NYA.

Tentang kesungguhan (jiddiyah). Syekh Abdullah Al Azzam pernah memberikan contoh tentang istilah semampunya (mastato’tum) yang mencerminkan sepenuh-penuh kesungguh an.
Semampunya yang merupakan daya upaya yang kita kerjakan sampai Allah sendiri yang menghentikannya.

๐ŸŒตSuatu ketika sang syekh ditanya oleh seorang muridnya, โ€œYa syekh apa yang dimaksud dengan semampumu (mastato’tum). Syekh pun membawa muridnya kelapangan dan meminta mereka mengelilingi lapangan semampu mereka.
Startnya sama tapi finish dan jumlah putaran masing-masing berbeda.

๐ŸŒทAda yang 3 kali putaran sudah kecapean dan menyerah ada yang lebih dari itu. Setelah muridnya sudah menepi untuk istirahat. Syekh pun gantian berlari.

๐ŸŒตPara murid pun kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua lari mengelilingi lapangan, mereka berupaya menahan apa yang akan dilakukan syekh tapi tidak berhasil. Sang murid sudah melihat muka syeikhnya pucat pasi tanda kelelahan tapi sang murid hanya bisa berteriak dan memohon, Yaa syekh cukup!!!!,โ€  Saya tidak tega melihat yang syekh lakukan. Saya takut terjadi apa-apa sama syekh. โ€œHentikan syekh……Hentikan syekh.

๐ŸŒทTapi syekh Abdullah al-azzam terus berlari dan pada akhirnya syekh pun jatuh pingsan. Para muridnya tambah panik dan berusaha membuat syekh Abdullah al-azzam terbangun.

Beliau pun akhirnya siuman dan sadar. Beliau langsung mengatakan..
๐Ÿ’ŽInilah yang dinamakan semampu kita (mastato’ tum).
Kita berusaha maksimal sampai Allah sendiri yang akan menghentikan perjuangan kita.๐Ÿ’Ž

Subhanallah.Allahu akbar

๐ŸŒทPuasa Ramadhan itu taklif (beban). Sejarah puasa ramadhan pertama kali dilakukan Rasulullah pada 2 hijriyah.

๐ŸŒตPerintah puasa ini diturunkan, QS. 2:183, setelah 15 tahun lamanya Rasulullah mendakwahkan Islam ini. 13 di Makah 2 th di Madinah. 15 tahun Rasul menyiapkan iman yang luar biasa. Karena itu QS. 2:183 dimulai dengan kalimat , tidak langsung  Ini mengandung pelajaran yang sangat mahal bagi kita, bahwa 15 tahun Rasulullah menyiapkan iman yang mendewasa bagi para sahabatnya, sehingga siap menerima syariat. Taklif. Beban.

Sehingga saat dipanggil langsung nyaut (istijabah Al Fauriyah/ istijabah littanfidz; merespon dengan segera). Dan hasilnya elok menakjubkan.

๐ŸŒทBagaimana dengan kita???

๐Ÿ”นBersambung hari Ahad insya Allah๐Ÿ”น

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

BAGAI KAYU YANG DISANDARKAN

๐Ÿ“† Ahad, 17 Rajab 1437H / 24 April 2016

๐Ÿ“š HIKMAH

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz A. Sahal Hasan Lc.

๐Ÿ“‹ BAGAI KAYU YANG DISANDARKAN

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

  (( ูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ุฎูุดูุจูŒ ู…ูุณูŽู†ูŽู‘ุฏูŽุฉูŒ )) (ุณูˆุฑุฉ ุงู„ู…ู†ุงูู‚ูˆู†: 4)

  ู„ู…ูŽ ุดูŽุจูŽู‘ู‡ูŽ ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู’ู†ูŽ ุจูุงู„ู’ุฎูุดูุจู ุงู„ู’ู…ูุณูŽู†ูŽู‘ุฏูŽุฉู ุŸ

ู‚ูŽุฏู’ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ู ุงู„ุฅูู…ูŽุงู…ู ููŽุฎู’ุฑู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุงุฒููŠ ูููŠ ((ู…ูŽููŽุงุชููŠู’ุญู ุงู„ุบูŽูŠู’ุจู)) ูˆูŽู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡:

  “ู„ูุงุดู’ุชูู…ูŽุงู„ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุชูŽู‘ุดู’ุจููŠู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ููŽูˆูŽุงุฆูุฏูŽ ูƒูŽุซููŠุฑูŽุฉู ู„ูŽุง ุชููˆุฌูŽุฏู ูููŠ ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุฑู.

  ุงู„ุฃููˆู’ู„ูŽู‰: ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ยซุงู„ูƒูŽุดูŽู‘ุงูยป : ุดูุจูู‘ู‡ููˆุง ูููŠ ุงุณู’ุชูู†ูŽุงุฏูู‡ูู…ู’ – ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽุฌู’ุฑูŽุงู…ูŒ ุฎูŽุงู„ููŠูŽุฉูŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู – ุจูุงู„ู’ุฎูุดูุจู ุงู„ู’ู…ูุณูŽู†ูŽู‘ุฏูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุญูŽุงุฆูุทูุŒ ูˆูŽู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุฎูŽุดูŽุจูŽ ุฅูุฐูŽุง ุงู†ู’ุชูููุนูŽ ุจูู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุณูŽู‚ู’ูู ุฃูŽูˆู’ ุฌูุฏูŽุงุฑู ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุธูŽุงู†ูู‘ ุงู„ูุงู†ู’ุชูููŽุงุนูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฏูŽุงู…ูŽ ู…ูŽุชู’ุฑููˆูƒู‹ุง ููŽุงุฑูุบู‹ุง ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูู†ู’ุชูŽููŽุนู ุจูู‡ู ุฃูุณู’ู†ูุฏูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุญูŽุงุฆูุทูุŒ ููŽุดูุจูู‘ู‡ููˆุง ุจูู‡ู ูููŠ ุนูŽุฏูŽู…ู ุงู„ูุงู†ู’ุชูููŽุงุนู ..

  ุงู„ุซูŽู‘ุงู†ููŠูŽุฉู: ุงู„ู’ุฎูุดูุจู ุงู„ู’ู…ูุณูŽู†ูŽู‘ุฏูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ู„ู ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุบูุตู’ู†ู‹ุง ุทูŽุฑููŠู‹ู‘ุง ูŠูŽุตู’ู„ูุญู ู„ูุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุดู’ูŠูŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ุชูŽููŽุนู ุจูู‡ูŽุงุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุชูŽุตููŠุฑู ุบูŽู„ููŠุธูŽุฉู‹ ูŠูŽุงุจูุณูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุตู’ู„ู ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ู„ููƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุงุŒ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู ุนูŽู†ู’ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุญููŠูŽู‘ุฉู

  ุงู„ุซูŽู‘ุงู„ูุซูŽุฉู: ุงู„ู’ูƒูŽููŽุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฌูู†ู’ุณู ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณู ุญูŽุทูŽุจูŒุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: ุญูŽุตูŽุจู ุฌูŽู‡ูŽู†ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู„ูŽู‡ุง ูˆุงุฑูุฏููˆู†ูŽ [ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู: 98] ูˆูŽุงู„ู’ุฎูุดูุจู ุงู„ู’ู…ูุณูŽู†ูŽู‘ุฏูŽุฉู ุญูŽุทูŽุจูŒ ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง

  ุงู„ุฑูŽู‘ุงุจูุนูŽุฉู: ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุฎูุดูุจูŽ ุงู„ู’ู…ูุณูŽู†ูŽู‘ุฏูŽุฉูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุญูŽุงุฆูุทู ุฃูŽุญูŽุฏู ุทูŽุฑูŽููŽูŠู’ู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฌูู‡ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูŽุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุฌูู‡ูŽุฉู ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููˆู†ูŽ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู ุทูŽุฑูŽููŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุจูŽุงุทูู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฌูู‡ูŽุฉู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ูƒููู’ุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ุทูŽู‘ุฑูŽูู ุงู„ู’ุขุฎูŽุฑู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ุธูŽู‘ุงู‡ูุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุฌูู‡ูŽุฉู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู.”

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…

โฃ โ€œMereka seakan-akan kayu yang disandarkan..โ€
(QS. Al-Munafiqun: 4).

Mengapa Al-Quran mengumpamakan orang-orang munafik dengan kayu yang disandarkan?

๐Ÿ’ฆFakhruddin Al-Razi telah menyebutkan dalam tafsirnya Mafatihul Ghaib. Diantara perkataan beliau – rahimahullah :

โ€œKarena perumpaman ini mengandung faidah yang banyak yang tidak ada pada yang lain.”

โฃPertama: Berkata Az-Zamakhsyari dalam Al-Kasyaf:
โ€œDalam kebersandaran mereka, mereka diumpamakan dengan kayu yang disandarkan ke tembok (dan mereka tak lain hanyalah makhluk yang kosong dari iman dan kebaikan), karena kayu yang bermanfaat akan berada di atap, atau tembok, atau bagian bagunan lain dalam posisi yang menunjukkan manfaatnya.

Dan ketika ia dibiarkan kosong tanpa manfaat ia akan disandarkan ke dinding. Jadi diumpama kan dengannya karena tak ada manfaat..

โฃ Kedua: Kayu yang disandarkan itu asalnya adalah ranting yang lentur yang masih laik untuk dimanfaatkan, kemudian berubah menjadi keras dan kering.

Orang kafir dan munafik demikian juga, tadinya baik untuk ini dan itu lalu ia keluar dari kebaikan-kebaikan itu (kafir sesudah iman).

โฃ Ketiga: Orang-orang kafir (orang munafiq dengan kemunafikan aqidah hakikatnya kafir) adalah kayu bakar neraka.

Firman Allah: โ€œSungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahannam. Kamu pasti masuk ke dalamnya.โ€ (QS. Al-Anbiya: 98). Dan kayu yang disandarkan dibakar juga.

โฃKeempat: Kayu yang disandarkan salah satu ujungnya bersandar ke arah tertentu (tembok), dan ujung yang lain bersandar ke arah lain (tanah).

Begitulah orang munafik, dimana salah satu sisi dirinya yakni batinnya bersandar kepada orang-orang kafir sedangkan sisi lainnya yaitu kedok lahiriahnya bersandar kepada kaum muslimin.โ€

Wallahu a’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Kesungguhankan Berbuah Kesuksesan

๐Ÿ“† Ahad, 17 Rajab 1437H / 24 April 2016

๐Ÿ“š MOTIVASI

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿ“‹ Kesungguhan kan Berbuah Kesuksesan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐ŸŒตTerus dan teruslah melaju. Orang-orang yang menjalani hidupnya dengan azamnya yang besar tak lain mereka akan berusaha semaksimal mungkin meraih apa yang ia cita-citakan meski harus berkorban dengan harta dan nyawanya sekaligus.

๐ŸŒปLajunya sulit untuk dikendalikan karena tujuannya hanya satu yakni Allah Azza wa Jalla. Tak hanya rintangan yang ringan, yang berat pun sanggup ia lalui. Bagi mereka kelelahan suatu nikmat yang tiada terkira.

๐ŸŒตMereka menyadari lelah, atau sakit yang mendera raga pun jiwa di baliknya ada surga yang abadi.
Dalam kepayahannya ia tetap merealisasikan keikhlasannya. Tak peduli hujan pun badai akan tetap jalankan amanahnya.

๐ŸŒปHanya satu keyakinannya yakni ridha Allah semata. dunia baginya sebagai ajang perlombaan. Bila tak segera bergegas pasti ia akan tergilas. Bila tak segera berburu pastilah hidupnya tak menentu.

๐ŸŒตMereka orang-orang yang mempunyai cita-cita tinggi. โ€˜Isy kariman aw mut syahidan. Lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup terjajah. Ini contoh semboyang para pejuang.
Orang-orang yang bertekad baja tak pernah merasa puas dengan apa yang telah dilakukannya. kerena bila mereka puas, mereka akan berhenti. Bukan berhenti, namun selalu bergerak dan bergerak terus itulah hakikat kehidupan.

๐ŸŒปIngatlah kisah para pejuang di medan laga. Mereka tak kan gentar meski ribuan musuh sudah ada di hadapan. Pantang mundur meski darah mengucur. Allahu akbar.

๐ŸŒตAmbillah ibrah dari Perang Badar. Tepatnya tanggal 17 Ramadhan, itulah kali pertama umat Islam melakukan peperangan melawan kaum kafir Quraisy. Semangat yang membara dari kaum Muslimin kala itu terlebih Rasulullah karena itu perang pertama kali.

๐ŸŒปRasulullah membawa pasukan sejumlah 300 orang. Padahal pasukankaum kafir Quraisy berjumlah 1000 orang kala itu. Jumlah yang tidak sebanding.

๐ŸŒตKisah yang sangat monumental. Bila bukan karena doa Rasulullah yang dikabulkan. Bila bukan karena Allah yang memberi kemenangan rasanya secara rasional pasukan Muslimin tak mungkin raih kemenangan.

๐ŸŒปSaat itu Rasulullah sendiri yang memimpin Perang badar. Seperti kesaksian Ahmad, Ali r.a. menceritakan, โ€œKalian tentu telah menyaksikan bagaimana kami pada saat pecahnya perang Badar. Saat itu, kami berlindung di belakang Rasulullah Saw, sedang beliau terus membawa kami mendekati musuh. Dan beliau adalah orang yang paling berani ketika itu.โ€

๐ŸŒตDengan isnad yang sama, sebuah hadis lain menuturkan, Ketika keberanian mulai memuncak pada saat perang Badar, kami terus bergerak bersama-sama Rasulullah Saw. Bahkan, beliau adalah orang yang paling berani. Terbukti, tidak ada satu pun kaum Muslimin yang paling dekat dengan musuh selain beliau.โ€

๐ŸŒปMuslim meriwayatkan: Pada perang Badar, Rasulullah Saw berkata kepada para shahabatnya, โ€œJangan ada seorang pun di antara kalian bergerak sebelum aku memberi komando.โ€ Ibnu Katsir berkata, โ€œBeliau terjun dan terlibat langsung dalam pertempuran itu dengan segenap jiwa dan raga.

๐ŸŒตDemikian halnya dengan Abu Bakar ash-Shiddiq. Oleh karena itu, keduanya tidak hanya berjuang dengan berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam kemah saja, tetapi juga turun ke medan pertempuran dan bertempur dengan mengerahkan segala daya dan upaya.โ€

๐ŸŒปSangat spektakuler, kerja para mujahid di medan laga. Dengan perbandingan 3:10 tak mampu menggoyahkan semangatnya untuk raih kemenangan. Mereka babat habis musuh hingga menderita kekalahan.

๐ŸŒตSemangat juang yang patut dicontoh dan menjadi teladan bagi kita semua. Kisah Badar merupakan sejarah yang akan dikenang sepanjang masa.

๐ŸŒปSiang hari dengan segenap kemampuan Rasulullah pimpin pasukan dan malam hari Rasulullah berdoa tak kenal henti. Doa yang penuh harap beliau panjatkan ke hadirat Allah.

๐ŸŒตDalam firmannya, โ€œSungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu pada waktu itu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukurinya. Cukuplah jika kamu sabar dan siaga, dan mereka datang menyerang kamu seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.

๐ŸŒปIngatlah ketika kamu mengatakan kepada orang-orang Mukmin, apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit). Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kemenanganmu dan agar tenteram hatimu karenanya.

๐ŸŒตDan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Untuk membinasakan golongan orang-orang kafir, atau untuk menjadikan mereka itu hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.โ€ (Q.s. Ali โ€˜Imran [3]:123-127).

๐ŸŒปTidak ada yang tak mungkin bila Allah sudah menurunkan ketetapan-Nya. Bersama Allah kan kita raih keberhasilan.

๐ŸŒตBersama Allah kan kita raih kemenangan. Tak akan pernah kalah, nilai sebuah perjuangan. Bila menang mereka benar-benar sudah bisa mengalahkan lawannya. Namun bila mereka kalah, mereka telah bersungguh-sungguh.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Kesungguhankan Berbuah Kesuksesan

๐Ÿ“† Ahad, 17 Rajab 1437H / 24 April 2016

๐Ÿ“š MOTIVASI

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿ“‹ Kesungguhan kan Berbuah Kesuksesan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐ŸŒตTerus dan teruslah melaju. Orang-orang yang menjalani hidupnya dengan azamnya yang besar tak lain mereka akan berusaha semaksimal mungkin meraih apa yang ia cita-citakan meski harus berkorban dengan harta dan nyawanya sekaligus.

๐ŸŒปLajunya sulit untuk dikendalikan karena tujuannya hanya satu yakni Allah Azza wa Jalla. Tak hanya rintangan yang ringan, yang berat pun sanggup ia lalui. Bagi mereka kelelahan suatu nikmat yang tiada terkira.

๐ŸŒตMereka menyadari lelah, atau sakit yang mendera raga pun jiwa di baliknya ada surga yang abadi.
Dalam kepayahannya ia tetap merealisasikan keikhlasannya. Tak peduli hujan pun badai akan tetap jalankan amanahnya.

๐ŸŒปHanya satu keyakinannya yakni ridha Allah semata. dunia baginya sebagai ajang perlombaan. Bila tak segera bergegas pasti ia akan tergilas. Bila tak segera berburu pastilah hidupnya tak menentu.

๐ŸŒตMereka orang-orang yang mempunyai cita-cita tinggi. โ€˜Isy kariman aw mut syahidan. Lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup terjajah. Ini contoh semboyan

para pejuang.
Orang-orang yang bertekad baja tak pernah merasa puas dengan apa yang telah dilakukannya. kerena bila mereka puas, mereka akan berhenti. Bukan berhenti, namun selalu bergerak dan bergerak terus itulah hakikat kehidupan.

๐ŸŒปIngatlah kisah para pejuang di medan laga. Mereka tak kan gentar meski ribuan musuh sudah ada di hadapan. Pantang mundur meski darah mengucur. Allahu akbar.

๐ŸŒตAmbillah ibrah dari Perang Badar. Tepatnya tanggal 17 Ramadhan, itulah kali pertama umat Islam melakukan peperangan melawan kaum kafir Quraisy. Semangat yang membara dari kaum Muslimin kala itu terlebih Rasulullah karena itu perang pertama kali.

๐ŸŒปRasulullah membawa pasukan sejumlah 300 orang. Padahal pasukankaum kafir Quraisy berjumlah 1000 orang kala itu. Jumlah yang tidak sebanding.

๐ŸŒตKisah yang sangat monumental. Bila bukan karena doa Rasulullah yang dikabulkan. Bila bukan karena Allah yang memberi kemenangan rasanya secara rasional pasukan Muslimin tak mungkin raih kemenangan.

๐ŸŒปSaat itu Rasulullah sendiri yang memimpin Perang badar. Seperti kesaksian Ahmad, Ali r.a. menceritakan, โ€œKalian tentu telah menyaksikan bagaimana kami pada saat pecahnya perang Badar. Saat itu, kami berlindung di belakang Rasulullah Saw, sedang beliau terus membawa kami mendekati musuh. Dan beliau adalah orang yang paling berani ketika itu.โ€

๐ŸŒตDengan isnad yang sama, sebuah hadis lain menuturkan, Ketika keberanian mulai memuncak pada saat perang Badar, kami terus bergerak bersama-sama Rasulullah Saw. Bahkan, beliau adalah orang yang paling berani. Terbukti, tidak ada satu pun kaum Muslimin yang paling dekat dengan musuh selain beliau.โ€

๐ŸŒปMuslim meriwayatkan: Pada perang Badar, Rasulullah Saw berkata kepada para shahabatnya, โ€œJangan ada seorang pun di antara kalian bergerak sebelum aku memberi komando.โ€ Ibnu Katsir berkata, โ€œBeliau terjun dan terlibat langsung dalam pertempuran itu dengan segenap jiwa dan raga.

๐ŸŒตDemikian halnya dengan Abu Bakar ash-Shiddiq. Oleh karena itu, keduanya tidak hanya berjuang dengan berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam kemah saja, tetapi juga turun ke medan pertempuran dan bertempur dengan mengerahkan segala daya dan upaya.โ€

๐ŸŒปSangat spektakuler, kerja para mujahid di medan laga. Dengan perbandingan 3:10 tak mampu menggoyahkan semangatnya untuk raih kemenangan. Mereka babat habis musuh hingga menderita kekalahan.

๐ŸŒตSemangat juang yang patut dicontoh dan menjadi teladan bagi kita semua. Kisah Badar merupakan sejarah yang akan dikenang sepanjang masa.

๐ŸŒปSiang hari dengan segenap kemampuan Rasulullah pimpin pasukan dan malam hari Rasulullah berdoa tak kenal henti. Doa yang penuh harap beliau panjatkan ke hadirat Allah.

๐ŸŒตDalam firmannya, โ€œSungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu pada waktu itu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukurinya. Cukuplah jika kamu sabar dan siaga, dan mereka datang menyerang kamu seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.

๐ŸŒปIngatlah ketika kamu mengatakan kepada orang-orang Mukmin, apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit). Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kemenanganmu dan agar tenteram hatimu karenanya.

๐ŸŒตDan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Untuk membinasakan golongan orang-orang kafir, atau untuk menjadikan mereka itu hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.โ€ (Q.s. Ali โ€˜Imran [3]:123-127).

๐ŸŒปTidak ada yang tak mungkin bila Allah sudah menurunkan ketetapan-Nya. Bersama Allah kan kita raih keberhasilan.

๐ŸŒตBersama Allah kan kita raih kemenangan. Tak akan pernah kalah, nilai sebuah perjuangan. Bila menang mereka benar-benar sudah bisa mengalahkan lawannya. Namun bila mereka kalah, mereka telah bersungguh-sungguh.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Menyegerakan Kebaikan

๐Ÿ“† Rabu, 13 Rajab 1437H / 20 April 2016

๐Ÿ“š MOTIVASI

 ๐Ÿ“Pemateri:  Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿ“‹Menyegerakan Kebaikan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

โœ…Jika kita masih ingin bertahan di jalan kebaikan.
โœ…Jika kita masih bertekad untuk menegakkan  kebenaran.
โœ…Jika kita masih ingin menjadi bagian dari orang yang beriman.
โœ…Dan jika kita masih termasuk orang-orang yang mendambakan kehidupan yang aman dan damai di bawah naungan Al Quran.

โฃBergegaslah!!!

๐Ÿ”นMari kita pelihara dan tingkatkan taqwa kita.
๐Ÿ”นMari kita luangkan sejenak waktu untuk berdiri menghamba pada Nya.
๐Ÿ”นUntuk mendahulukan membaca kalam Nya.
๐Ÿ”นUntuk memrioritaskan berinteraksi dengan Nya di tengah kesibukan apapun yang kita lewati.

๐Ÿ’ฆIbnu Taimiyah berkata, Ini (tilawah dan dzikir) adalah sarapanku, kalau aku tidak sarapan dengan ini maka kekuatanku akan melemah. (Wabil Ash-shaib, 44).

Begitulah sesungguhnya kebutuhan orang mukmin.

โฃKekuatan kita itu di pagi hari. Terkadang kita lalai, sehingga tak menyadari bahwa meluangkan waktu untuk bersama dengan Allah saat pagi hari merupakan amunisi untuk bekal perjalanan sepanjang hari. Allah akan menjaga kita ketika kita mau mengawali hari dengan beramal kebaikan.

๐ŸƒLantas, sejauhmana kita sudah meluangkan waktu yang tidak lama dalam kebersamaan dengan Nya?

Apakah tidak ingin ketika kita selalu mendahulukan untuk memenuhi hak Allah dan Allah akan menyegerakan pemenuhan terhadap hak kita?

โฃBerusahalah untuk memelihara hak-hak Allah kala lapang mau pun sempit. Maka Allah akan bersama kita saat kita mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan.

Terlebih bagi siapa yang banyak berdzikir untuk memuji Allah serta membaca kalam Nya, akan dikenali suaranya. Subhanallah.

๐Ÿ’งDalam sebuah hadits, disebutkan hamba yang taat dan selalu berdzikir seta membaca Al Quran jika ditimpa suatu kesulitan para malaikat berkata, Ya Rabb, ini adalah suara yang sudah dikenal dari hamba yang dikenal. Tapi bila ada orang yang lalai  dan mengingkari hak Allah, para malaikat berkata, Ya Rabb, suara yang biasa mengingkari dari hamba yang mengingkari.

๐ŸŒทDi khutbah terakhit saat menjelang Rasulullah SAW wafat,

๐Ÿ’ฆWahai ummatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya.
Maka taati dan bertawakalah kepada-Nya.
Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al-Qurโ€™an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersamaku.๐Ÿ’ฆ

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Bagaimana Bersikap Saat Dilanda Kecewa

๐Ÿ“† Rabu, 13 Rajab 1437H / 20 April 2016

๐Ÿ“š MOTIVASI

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Abdullah  Haidir, Lc

๐Ÿ“ Bagaimana Bersikap Saat Dilanda Kecewa

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Asโ€™adallahu shobaahakumโ€ฆsemoga Allah bahagiakan Anda di pagi ini๐Ÿ˜Š

๐ŸJangan tersandera oleh kekecewaan. Jadikan dia motivasi lakukan perbaikanโ€ฆ

๐ŸKekecewaan ibarat tikungan tajam bagi seorang pembalap. Di sana dia dapat terjungkal, atau justru menyalip lawan.
Tergantung penyikapanโ€ฆ

๐ŸKekecewaan akan selalu menyapa. Sebagai isyarat, walau kita harus ikhtiar sekuat tenaga, tapi jangan menuntut segalanya harus sempurnaโ€ฆ

๐ŸKecewa sering lahir dari espektasi dan pemujaan berlebihan. Selalulah bersikap wajarโ€ฆ..tapi jangan liberalโ€ฆ:)

๐ŸKecewa tak mungkin kita hindari. Tapi kita dapat hindari sikap dan ucapan tak terkendali.

๐ŸSaat kita kecewa, banyak juga orang lain yang kecewa. Hanya saja, ada yang menatanya dengan tenang, ada yang melampiaskannya dengan berang.

๐ŸYang menyedihkan adalah kekecewaan berlebihan untuk hal-hal yang dia tidak tahu persis latar belakang masalahnya dan tidak terlibat langsung di dalamnya.

๐ŸSebagaimana kecewa, kemarahanpun sering menerpa. Jika memang harus terjadi, jangan mudah melampiaskannya. Ingat pesan nabi Muhammad salallahu โ€˜alayhi wa sallam,

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุธูŽู…ูŽ ุบูŽูŠุธุงู‹ุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฏูุฑูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃู†ู’ ูŠูู†ู’ููุฐูŽู‡ูุŒ ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุณูุจุญูŽุงู†ูŽู‡ู ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุคููˆุณู ุงู„ุฎูŽู„ุงุฆูู‚ู ูŠูŽูˆู…ูŽ ุงู„ู‚ููŠุงู…ูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุฎูŽูŠู‘ูุฑูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุญููˆุฑู ุงู„ุนููŠู†ู ู…ูŽุง ุดูŽุงุกูŽ

๐ŸŒทโ€œSiapa yang menahan amarah padahal dia mampu melampiaskannya, Allah akan panggil dia di hadapan makhluk-makhluknya yang mulia di hari kiamat, lalu dipersilahkan untuknya memilih bidadari yang dia suka.โ€
(HR. Abu Daud dan Tirmizi)

๐ŸŒทJika ada saudara kita yang sedang marah dengan saudaranya, jangan ikut-ikutan marah. Jika mampu medamaikannya, bagus. Jika tidak, cukup doakan dan diam.

๐ŸŒทSahabat akrab dari sahabat kita, layak kita akrabi. Sahabat yang sedang tidak akrab dengan sahabat kita, tidak mesti harus kita musuhi.

๐ŸJika begitu saja kita ikut memusuhi orang yang dimusuhi sahabat kita, boleh jadi di lain waktu mereka berbaikan sedangkan kita masih bermusuhan.

โฃJika Allah selamatkan kita dari sengketa yang terjadi di antara saudara-saudara kita, mestinya kita selamatkan sikap dan lidah kita dari sengketa tersebut.

โฃSemoga hati kita selalu disatukan dalam cinta karena Allah, marah dan kecewa segera sirna berganti cinta, canda dan tawaโ€ฆ

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Menganggap bahwa taubat hanya layak dilakukan apabila telah yakin bahwa dirinya tidak akan kembali bermaksiat.

๐Ÿ“† Jumat, 08 Rajab 1437H / 15 April 2016

๐Ÿ“š Motivasi

๐Ÿ“ Ustadz Abdullah Haidir Lc.

๐Ÿ“‹ KEKELIRUAN SEPUTAR TAUBAT

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Kekeliruan:

โœ…Menganggap bahwa taubat hanya layak dilakukan apabila telah yakin bahwa dirinya tidak akan kembali bermaksiat.

โœ…Menunda-nunda bertaubat karena khawatir dirinya akan mengulangi kemaksiatan yang sama.

โœ…Kian larut dalam maksiat tanpa keinginan mengurangi. Menganggap bahwa taubat tak bermanfaat selama masih suka berdosa.

โœ…Jika kembali berbuat dosa dirinya menganggap telah mempermainkn taubat dan bersikap munafik.

โœ…Lebih mengedepankan motivasi duniawi ketimbang ikhlas semata krn Allah seraya berharap ridho dan ampunanNya.

โœ…Rancu dlm memahami antar “tekad” tak kembali bermaksiat dengan “jaminan” tidak kembali bermaksiat.

โœ…Tekad tidak kembali bermaksiat adalah syarat taubat. Tapi jaminan tdk kembali bermaksiat bukan syarat taubat.

โœ…Meninggalkan kewajiban-kewajiban agama dan menjauhi majelis orang-orang saleh dan majelis zikir dengan anggapan dirinya masih penuh kotoran maksiat.

โœ…Hanya suka membesar-besarkan dosanya, lupa dengan kemurahan dan ampunan Allah yg lebih besar.

โœ…Tidak bertaubat lagi jika ternyata mengulangi maksiat dengan anggapan taubat berikutnya tidak diterima.

๐Ÿ’ฆYang benar,
โฃjika bermaksiat lagi, taubat lagi…
โฃbermaksiat lagi, taubat lagi.
โฃKalahkan setan oleh taubatmu sebelum dia mengalahkanmu dg ke-putus asa-an mu..

โฃSebelum nyawa sampai kerongkongan, atau matahari terbit dari barat, tidak ada yg menutup pintu taubat, selama ikhlas…

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Berkisah kembali tentang Uhud. Teringat kisah Nusaibah Ummu umarah.

๐Ÿ“† Jumat, 08 Rajab 1437H / 15 April 2016

๐Ÿ“š Motivasi

๐Ÿ“ Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿ“‹ Mari Kita Belajar dari Nusaibah Ummu Umarah

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐ŸBerkisah kembali tentang Uhud.
Teringat kisah Nusaibah Ummu umarah.

๐Ÿ’ฆKematiannya di Medan perang disambut oleh para penduduk langit.

Dari kejauhan langit nampak hitam berarak seolah sedang bersuka cita menyambut hadirnya sang Mujahidah yang Syahid dalam kisah Uhud.

๐ŸŒทBeliau seorang wanita yang memiliki 2 anak yang keduanya telah dipersembahkan untuk perjuangan dakwah ilallah setelah suaminya tiada ketika kedua anaknya masih belia.

๐ŸƒDengan penuh keyakinan dia serahkan anak-anaknya kepada Rasulullah untuk membantu perjuangan ini.
Keduanya pun akhirnya syahid.

๐Ÿ’ฆHingga akhirnya tiada lagi yang bisa diserahkan untuk menjadi pasukan, maka dirinyalah yang akhirnya maju ke gelanggang untuk berhadapan dengan musuh di bukit Uhud.

๐Ÿ’กSeorang ibu yang gagah berani bahkan tak ada rasa gentar sedikit pun kala harus menghadapi kaum kafir Quraisy.

Dia sempat terluka hingga tak sadarkan diri.
Ketika tersadar ia berjumpa dengan Ibnu Mas’ud.
Dia tak menghiraukan keadaan dirinya, yang pertama kali dilakukan ketika sadar adalah bertanya tentang keadaan Rasulullah.

๐ŸIbnu Mas’ud pun bercerita bahwa Rasulullah terluka hingga ada giginya yang tanggal.

โฃKecintaan yang amat sangat terhadap Rasulullah membuat gelora jihad di dalam dadanya membuncah.

Seketika Nusaibah memohon agar Ibnu Mas’ud agar meminjamkan kuda perang dan senjatanya.

Pada Awalnya Ibnu Mas’ud menolak, namun Nusaibah ummu Umarah memaksanya hingga akhirnya diberikan kuda perang dan senjata tersebut.

Seketika itu Nusaibah menuju gelanggang perang untuk melawan musuh Allah.
Dia pun berhasil membunuh salah satu tentara Quraisy.

Qadarullah tangan kanan Nusaibah terkena tebasan pedang hingga putus.
Keadaan itu tak membuatnya gentar dan semangat memudar. Justru keadaan itulah yang semakin menghadirkan semangat untuk melawan musuh.

Dengan menggunakan tangan kiri yang serba terbatas dia tetap berjuang melawan musuh.
Tak ayal lagi sang ibu pemilik 2 syahid pun harus rela kehilangan tangan kirinya.

๐ŸƒHingga akhirnya ujung kesyahidan menjadi miliknya yakni ketika pasukan Quraisy mampu menebas tubuhnya.

Masya Allah laa quwwata illa billah….

โœ…Dimana kini Nusaibah-nusaibah pencetak sejarah???

โœ…Masihkah ada wanita tangguh yang gagah tuk berjuang di sabilillah???

โœ…Atau sudah tidak ada lagi penerus perjuangan yang memiliki semangat yang menggelora selayaknya para shahabiyah di masa lampau??

๐Ÿ’ฆKetika menapaktilasi sejarah hidup mereka, diri merasa malu dan seolah tak pantas untuk bersanding dengan para syuhada’.

Mereka hidup hanya untuk Allah…. Hingga besarnya kecintaan itu mengalahkan rasa yang mendera.

Dan kita????

๐Ÿ’งSudah saatnya kita memantaskan diri hingga layak bersanding dengan para pendahulu kita di hadapan Ilahi nanti.

๐Ÿ’งSelalu berusaha untuk meneladani para shahabiyah dan mengambil hikmah agar diri tak salah melangkah.

๐Ÿ’งMenjadilah kuat agar semangat tetap melekat.
Menjadilah tegar agar jiwa kita kokoh seperti pejuang Badar.

๐Ÿ’งMari segera bergegas agar diri pantas berada di antara para mukminah pencetak sejarah Islam.

๐Ÿ”นMan jadda wa jadda….

๐Ÿ’งKehidupan akhirat yang tiada berujung jadikan sebagai inspirasi agar tetap mampu bertahan di jalan dakwah ini.

๐Ÿ’งDan miliki harapan agar menjadi pribadi dahsyat yang mampu meninggalkan jejak kebaikan melalui karya dan kiprah kita yang tiada henti di jalan Ilahi.

Wallahu musta’an

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…