Ada Yang Lebih Dahsyat Dari Sekedar Terbelahnya Lautan

Rabu, 11 Muharrom 1438H / 12 Oktober 2016

MOTIVASI

Pemateri: Ust. Abdullah Haidir Lc.

Ada Yang Lebih Dahsyat Dari Sekedar Terbelahnya Lautan

Tahukah anda peristiwa besar yang terekam di hari Asyuro?

Ya, dialah peristiwa fantastis yang menjadi mukjizat Nabi Musa as, saat beliau dan kaumnya ingin kabur dari kezaliman Fir’aun, namun akhirnya terhadang laut Merah sementara Fir’aun dan bala tentaranya kian mendekat di belakang siap melumatkan mereka.

Di saat genting tersebut, Allah perintahkan Nabi Musa as memukulkan tongkatnya di laut Merah. Lalu lautan terbelah dua, maka Nabi Musa dan pengikutnya menyusuri dasar lautan hingga akhirnya mereka selamat hingga ke seberang.

Sementara Fir’aun dan balatentaranya, saat mereka menempuh jalan yang sama, Allah satukan kembali lautan tersebut dan binasalah mereka.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal sepuluh Muharram yang kemudian dikenal dengan istilah hari Asyura. Nabi Musa as sebagai berpuasa di hari itu sebagai rasa syukurnya dan kemudian diabadikan dalam syariat Islam sebagai puasa Asyura.

Kita yang membaca kisah ini tentu akan takjub dan membayangkan betapa dahsyatnya pemandangan terbelahnya lautan sehingga dasarnya dapat dilalui.

Tapi tahukah anda yang lebih menakjubkan dari hal itu?

Dia adalah istiqamah. Keteguhan berada di jalan Allah serta keteguhan memperjuangkannya.
Maka, sebesar ketakjuban kita dengan sebuah mukjizat, sebesar itu pula atau bahkan lebih besar lagi, ketakjuban kita terhadap istiqamah.

Mengapa demikian? Karena mukjizat tidak akan lahir kecuali dari istiqamahnya seorang Nabi Allah Taala dalam menjalankan dan memperjuangkan syariatNya. Sementara, tidak semua Nabi dan tidak semua orang saleh mengalami kejadian luar biasa sehingga menyelamatkan dirinya. Nabi Zakaria as dibunuh di tengah dakwahnya, Ashhabul Ukhdud dibakar hidup bersama keimanannya, Hamzah bin Abdul Muthalib dibunuh dan dicabik-cabik di tubuhnya dalam jihadnya.
Akan tetapi satu perkara yang menyatukan mereka sekaligus menjadi sebab kemuliaannya, yaitu istiqamah di jalan Allah Taala.

Mukjizat mungkin ada mungkin tidak, karomah mungkin ada mungkin tidak, kejadian luar biasa mungkin ada mungkin tidak, tapi istiqamah, harus ada dan tidak boleh tidak!

Beginilah seharusnya kita memandang dan menilai, apalagi di tengah berbagai ragam tingkah polah manusia kini dan berbagai trik penipuan dan pengelabuan masa sekarang. Betapapun sepintas tampak hebat, luar biasa atau istimewa, tetap saja penilaian standar kita adalah apakah semua itu dibangun di atas landasan istiqmah di atas syariat Allah taala atau tidak.

Bahkan, Ibnu Katsir dalam tafsirnya saat menafsirkan surat Al-Baqarah: 34, mengutip ucapan Laits bin Saad dan Imam Syafii rahimahullah;

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَمْشِي عَلَى الْمَاءِ وَيَطِيرُ فِي الْهَوَاءِ فَلَا تَغْتَرُّوا بِهِ حَتَّى تَعْرِضُوا أَمْرَهُ عَلَى الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ

“Jika kalian melihat seseorang dapat berjalan di atas air dan terbang di udara, janganlah kalian terpesona sebelum menilai perkaranya dengan Al-Quran dan Sunah.”

Dengan cara pandang seperti ini, maka tidak akan kita temukan seorang muslim yang terpedaya hanya karena sesuatu yang sepintas menggambarkan kehebatan, luar biasa atau mampu menampilkan sesuatu yang lain dari biasanya, jika tidak ada indikasi atau bukti bahwa semua itu paralel dengan istiqamahnya di jalan Allah Taala.

Maka, jika demikian, apa yang dianggap luar biasa, bukanlah kebaikan, bukan pula karomah, apalagi mukjizat dari Allah Taala.

Sebaliknya, seorang muslim hendaknya menjunjung tinggi keistiqamahan di jalan Allah, walau sepintas tidak hebat, tidak luar biasa dan tidak ada yang fantastis. Cukuplah istiqamah itu sendiri menjadi sesuatu yang luar biasa baginya dan dia berusaha untuk mewujudkannya.

Dahulu para ulama mengatakan,

الاِسْتِقَامَةُ خَيرٌ مِنْ أَلْفِ كَرَامَةٍ

“Istiqamah lebih baik dari seribu karomah….”

Maka, sembari kita hidupkan puasa Asyuro, hendaklah kita ambil ibrah (pelajaran) tentang benang merah sumber kemuliaan dari Allah Taala,  yaitu; Istiqamah atau keteguhan dalam menjalankan syariat Allah dan memperjuangkannya.

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ (سورة فصلت:
30)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih dan gembirakanlah mereka dengan surge yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat: 30)

Wallahu A’lam

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Jangan “Mati Gaya” Di Hadapan Promotor Kemunkaran….

📆 Rabu, 26 Dzulhijjah 1437H / 28 September 2016
📚 MOTIVASI

📝 Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir Lc.
📋  Jangan “Mati Gaya” Di Hadapan Promotor Kemunkaran….
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Seringkali kita dihadapkan  pada sebuah kenyataan dimana kemunkaran dipromosikan secara terbuka.
Kemunkaran yang oleh sebagian orang dipahami sebagai perbuatan yang kalaupun ada yang berani melakukannya, maka dia dilakukan secara tersembunyi, itupun masih panas dingin.
Namun kini mereka sudah menyatakan resmi menganut ideologi Iblis; “Kalo saya sesat, maka orang lain pun harus sesat!”
Jadilah dia promotor kemunkaran.

Di antara senjata ampuh yang sangat mereka andalkan sejak dahulu dan apalagi sekarang adalah membentuk opini yang dapat melemahkan daya pikir masyarakat dan akhirnya secara bertahap masyarakat digiring pada sikap dan keinginan yang mereka bentuk. Dibuatlah berbagai alibi dan teori yang sekilas tampak ilmiah dan solutif, padahal dibalik itu menyimpan kebusukan yang sangat menyengat.
Kekufuran mereka tawarkan atas nama kebebasan berfikir dan berkeyakinan, free seks mereka jajakan atas nama seks sehat dan pencegahan AIDS, kemusyrikan disuguhkan atas nama seni dan budaya, dll. 
Sementara di sisi lain, secara sistematis dan massif dengan berbagai sarana media dan dukungan dana  tak terbatas, mereka berupaya menyudutkan orang-orang yang ingin komitmen mengamalkan agamanya. Berbagai isu mereka angkat; Terorisme, islam militant, Islam arab, wahabi, Islam transnasional, Islam garis keras, Islam politik, dll. 
Jika diperhatikan dengan seksama, semua itu tak lain upaya untuk ‘menggertak’ umat agar jangan ‘terlalu akrab’ dengan agamanya dan membelanya.

Di sisi lain, banyak di kalangan umat ini yang ‘terhenyak’ menyaksikan gempuran demi gempuran para promotor kemunkaran, sehingga mereka menjadi ‘mati gaya’, seperti tidak dapat berbuat apa-apa selain ‘ngelus-ngelus dada’.
Di sisi lain, ada sebagian pihak yang menempatkan sifat-sifat  kelembutan dan sopan santun dalam masalah ini bukan pada tempatnya.

Maka lengkaplah sudah setting yang mereka inginkan, promotor kemungkaran tampak sangat militan dan di atas angin berhadapan dengan orang-orang baik yang lemah tanpa mau berbuat apa-apa selain keselamatan dirinya.
Inilah yang dikhawatirkan oleh Umar bin Khatab radhiallahu anhu yang terungkap dalam doanya,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَلَدِ الْفَاجِرِ وَعَجْزِ الثِّقَةِ

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari militansi orang durhaka dan lemahnya orang-orang baik.” 

Di alam bebas seperti ini dan saluran komunikasi dan informasi terbuka lebar, sudah tidak sepantasnya kita mengandalkan pengingkaran dalam hati sebagai langkah penolakan terhadap kemungkaran.
Selain itu merupakan gambaran selemah-lemahnya iman, juga karena Rasulullah saw melarang kita untuk tampak lemah di hadapan kekufuran dan kemungkaran.
Karena itu, saat pertama kali umrah, Rasulullah saw memerintahkan para shahabatnya untuk membuka pundak kanannya dan berlari-lari kecil saat thawaf, agar orang kafir melihat bahwa kaum muslimin kuat. Hal mana kemudian dikenal sebagai sunah dalam thawaf qudum bagi laki-laki.

Dalam peristiwa perang Uhud, ketika pasukan kaum muslimin terdesak akibat kelalaian pasukan pemanah dan Rasulullah saw terluka, orang-orang kafir ingin merontokkan mentalitas pasukan muslim.
Abu Sufyan yang ketika itu masih kafir berteriak, “Mana Muhamad, mana Abu Bakar, Mana Umar?”
Maka Umar berkata, “Ya Rasulullah, bolehkah saya menjawabnya?” Jawab Rasulullah, “Ya”. Maka ketika Abu Sufyan berteriak,

اعْلُ هُبَل
  
“Hidup Hubal (berhala mereka)

Umar menjawab,
الله أَعْلَى وَأَجَل

“Allah lebih tinggi dan lebih mulia.”

Abu Sufyan balik berkata,

يَومُ بِيَومِ بَدْر، إِنَّ الأَيَّامَ دُوَل، وَإِنَّ الْحَرْبَ سِجَال

“Hari ini adalah pembalasan perang Badar, hari-hari silih berganti, perang kadang kalah kadang menang.” 

Umar menjawab,

لاَ سَوَاءَ ، قَتْلاَنَا فِي الْجَنَّةِ ، وَقَتْلاَكُمْ فِي النَّارِ

“Tidak sama, orang yang terbunuh di antara kami masuk surga, orang yang terbunuh di antara kalian masuk neraka.” (dikutip dari riwayat Ahmad dan Hakim)

Lihatlah bagaimana Umar bin Khatab atas izin Rasulullah saw tidak diam menghadapi provokasi orang-orang kafir, bahkan di saat mereka terdesak sekalipun.
Lihat pula bagaimana pilihan kata-katanya yang singkat namun berbobot serta tidak menampakkan kelemahan sama sekali. Bahkan Ibnu Abbas yang meriwayatkan hadits tersebut mengatakan bahwa peristiwa tersebut sebagai kemenangan yang istimewa.

Harus kita bedakan antara orang yang berbuat maksiat karena kelalaian atau ketergelinciran. Kepada mereka hendaknya kita nasehati baik-baik, tersembunyi dan tidak dibongkar aibnya dan jangan dicela.
Tapi kepada mereka yang terang-terangan mempromosikan kemungkaran, kesesatan dan kekufuran di tengah masyarakat muslim dan sering mengolok-olok nilai-nilai syariat dan orang yang berusaha mengamalkannya, baik tersirat atau tersurat, tidak ada tempat untuk bersikap lemah lembut kepada mereka, tidak ada tempat untuk menutupi makar dan konspirasi mereka, bahkan seharusnya kedok mereka dibongkar, argument-argument mereka dipatahkan dan celotehan-celotehan mereka harus dibalas tegas.
Tidak perlu anarkis, tidak perlu angkat senjata,  tapi bantahlah seruan kesesatan mereka, bergabunglah dalam poros-poros kebaikan, nyatakanlah sikap dan jangan lemah. Inilah medan “perang” kita!

Abu Bakar Ash-Shidiq yang terkenal kelembutannya dan air matanya selalu meleleh, tak dapat menahan amarahnya ketika harus berhadapan dengan para provokator dan promotor kemungkaran.
Saat beliau menjadi khalifah dan berhadapan dengan sekelompok masyarakat yang terang-terangan terang-terangan murtad, sebagian lagi terang-terangan menolak membayar zakat, sebagai pemimpin dia memutuskan untuk memerangi mereka. Ketika sebagian shahabat berusaha mencegahnya dengan asumsi bahwa mereka masih muslim, Abu Bakar Ash-Shidiq memberikan jawaban memuaskan hinggga para shahabat menerimanya.
Bahkan ketika Umar bin Khatab ikut-ikutan menasehati Abu Bakar Ash-Shiddiq agar bersikap lemah lembut terhadap mereka, maka dengan tegas Abu menjawab,

جَبَّارٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خَوَارٌ فِي اْلإِسْلاَمِ .  بِمَاذَا أَتَأَلَّفُهُمْ ؟ بِشِعْرٍ مُفْتَعِلٍ أَمْ بِقَوْلٍ مُفْتَرِى ؟!

    “(Apakah engkau) perkasa saat masih jahiliah, namun justeru lemah setelah masuk Islam, dengan apa aku berbaik-baik dengan mereka, dengan syair yang dibuat-buat atau dengan ucapan dusta?!”

(Tuhfatu Ash-Shiddiq Fi Fadhli Abi Bakar Ash-Shiddiq, Ali Al-Maqdisi)

Jika promotor kemungkaran berkeliaran di tengah-tengah kita, sementara kita tidak terusik sama sekali untuk menghadangnya, periksalah kembali dimana iman kita diletakkan?!

*”Selamat Berperang!”*
Wallaahu a’lam.
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Kebenaran itu….

📆 Rabu, 12 Dzulhijjah 1437H / 14 September 2016
📚 MOTIVASI

📝 Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir Lc.
📋  Kebenaran itu….
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Kebenaran..
bukan kisah roman yang asyik dibaca atau ditonton,
tapi dia sesuatu yang harus digenggam dan diperjuang kan…
Kebenaran…
bagi penjahat adalah ancaman,
bagi pejuang adalah medan pengorbanan….
Kebenaran itu…
kulitnya sering terasa pahit memberatkan,
namun isinya manis menyehatkan…
Kebenaran itu,
seringkali ketika datang tak ada yang mempedulikan bahkan mengundang cacian,
tapi ketika pergi semua merasa kehilangan…
Kebenaran,
bukan sampah berserakan yang dimana saja dengan mudah kau temukan,
tapi dia bak mutiara yang tak kau dapati kecuali menyelami lautan…
Jika kebenaran tak juga membuatmu berani berjuang,
setidaknya rasa malu mencegahmu jadi pecundang….
Wallahu A’lam.
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Meniti Hari Tuk Kehidupan Hakiki

📆 Jumat, 7 Dzulhijjah 1437H / 9 September 2016
📚 MOTIVASI

📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika
📋  Meniti Hari Tuk Kehidupan Hakiki
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Berbekal keyakinan tuk meniti perjalanan.
Meski kita tak pernah tahu apa yang ada di hadapan.
Menguatkan asa bagai mengukir di atas batu.
Sesulit apa pun tetap berjuang dan tak pernah kenal jemu.
Tak ada yg mustahil dalam dunia ini jika ada kata usaha.
Karena sesungguhnya mustahil itu tidak ada.
Keterbatasan diri untuk mengetahui yang tak pasti mengajarkan pada kita untuk senantiasa dalam penjagaan.
Meski beralas keraguan, meski beratap ketidakpastian.
Tetap melangkah menjemput cita dengan berbekal keimanan.
Tak secuil keinginan tuk menyerah walau terkadang harus berlelah.
Tak sedikit pun mundur walau tubuh akan hancur.
Tak selintas pikiran tuk buang harapan walau harus berkawan kesulitan, pun berteman rintangan.
Seringkali kita gagal lantaran kita disibukkan berbincang tentang kegelapan, bukan mencari lilin untuk jadi penerangan.
Seringkali pula kita ramai mencari kesalahan, bukan mencari titik terang yang mengantarkan pada kebenaran.
Terlalu naif bila kita disibukkan melihat cela teman .
Buruk budi bila hanya ingin cari perselisihan.
Tak pernah kita sadari musuh sudah siap menyerang.
Tak pernah kita peduli lawan sudah bersiaga untuk menantang.
Menata diri jadi bagian kewajiban setiap insan.
Untuk layak bila kan menghadap Tuhan.
Hanya amal dan perbuatan yang bisa dibawa saat tiba kematian.
Jangan sampai kita mengalami kerugian.
Hingga berakhir pada jalan kesesatan yang menelungkupkan kita pada nyala
api yang telah dikobarkan.
Semua harus beralaskan keimanan yang kokoh kepada Rabb pencipta alam semesta ini.
Bukanlah keimanan jika masih ada keraguan. Bukanlah ketakwaan bila masih ada penolakan.
Memilih menjadi pribadi yang tsabat agar selamat dunia hingga akhirat.
Hidup bersama dalam bahagia karena bisa berjumpa dengan kekasih sejati kita,
Dialah Allah subhanahu wata’ala.
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Tegar Melangkah di Jalan yang Benar

📆 Jumat, 30 Dzulqo’dah 1437H / 2 September 2016
📚 *MOTIVASI*

📝 Pemateri: *Ustadzah Rochma Yulika*
📋 *Tegar Melangkah di Jalan yang Benar*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Inilah dunia fana.
Ia nampak begitu mempesona dan tak kuasa diri menolak keindahannya.
Gundah hati  menapaki hari. Kadang lelah tak terperi. Letih dan sedih mengisi hari. Merasai perjalanan hidup ini.
Dalam sujudku.
Selalu ku bermunajat pada sang Penentu.
Tuk senantiasa kuatkan hatiku.
Tuk selalu tuntun langkahku. Agar tak tertipu oleh dunia yang semu.
Ketika hasrat dan taat berpadu dalam relung jiwaku.
Tetap istiqamah tuk menjadi penolong agama Mu
Allahu akbar…
_Jadikan kami manusia-manusia yang tegar saat yang lain terlempar._
_Jadikan kami manusia-manusia tangguh saat yang lain rapuh._
_Jadikan kami manusia-manusia kuat saat yang lain tersesat._
_Dan jadikan kami manusia-manusia mulia saat yang lain terperdaya oleh dunia._
Allahu akbar…
Teringat akan kisah perang Badar. Jiwa-jiwa ksatria yang tak pernah gentar.
Meski musuh berjumlah jauh lebih besar. Namun panji Islam tetap kan berkibar
_Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi._
_”Dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya, apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. (Al Anfal:60)._
Wallahu musta’an.
Seperti kisah berikut ini.
Lelaki renta yang setia menjalani segala amanah yang ada di pundaknya.
Meski melangkah saja tak kuasa, beliau tetap bisa memberikan wejangan kepada anak-anak didiknya.
Meski di kursi roda, semangatnya mampu mengguncang dunia.
Setiap ungkapan yang terucap mempunyai kekuatan yang luar biasa.
Hatinya yang bersih, keikhlasannya yang tulus, dan semangatnya yang membara menjadikan kalimat yang terlontar selalu penuh makna.
Tak lain semuanya dilakukan lantaran keyakinan penuh bahwa Allah pasti akan memberikan kemenangan bagi umat Islam.
Kursi roda setia menemani beliau mengerjakan tugas beratnya.
Tahukah Anda siapakah beliau?
Tak lain dan tak bukan adalah *Syekh Ahmad Yasin*, pemimpin gerakan _Hamas di Palestina_ yang berjuang melawan kekejaman Zionis Yahudi.
Namanya masih kita kenal meski sudah cukup lama beliau meninggalkan dunia ini.
Kenangan akan semangat nya mampu menginspirasi kita semua.
Keteguhannya dalam membela kebenaran dan menegakkan keadilan sungguh tiada terkira.
Perlulah kita mencontoh semangatnya, keteguhan nya, dan keyakinannya.
Meski lelah, letih dan segala kekurangan yang ia miliki takkan pernah menyurutkan keteguhannya di jalan kebaikan. Bersemangat membela kebenaran. Berjuang mencegah kemungkaran.
Begitu pula, ada kisah lain lagi. Ada seseorang yang aktif memperjuangkan keberadaan umat Islam serta memurnikan ajaran-Nya.
Beliau ditanya seberapa besar modal untuk membangun yang dia cita-citakan beserta para muridnya. Dengan lantang beliau menjawab, _“Bukan harta yang menjadi modal, tetapi keimanan dan ketakwaan yang ada pada dada kami yang akan mewujudkannya.”_
Beliau adalah *Hasan al-Banna* yang mendirikan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir yang memiliki keinginan untuk menyatukan umat yang terpecah-belah.
Para kader pendukungnya bukan orang-orang kaya yang sanggup mengeluarkan infak, melainkan orang-orang yang memiliki semangat yang luar biasa.
Bahkan mereka rela makan dengan sederhana untuk keluarganya.
Mereka mengutamakan infak untuk membesarkan nama dan kejayaan Islam.
Masya Allah, bila semua tak berbekal keyakinan dan kepasrahan kepada Rabb-Nya mereka takkan mampu menjalaninya.
Sahabat Surgaku…..
Bersama Allah solusi itu ada…
Allah Dzat yang memiliki segala sesuatu yang mampu menghadirkan keberkahan dari setiap rezeki yang didapatkan oleh makhluk-Nya.
Keberkahan tak terukur dengan ukuran manusia. Tak terjangkau oleh hitungan logis manusia. Menakjubkan memang. Hingga terkadang uang 1 juta menjadi jauh lebih bisa mencukupi dibanding 10 juta.
Begitu pula kekuatan pasukan perang Badar yang berjumlah 300 orang Muslim sanggup mengalahkan 1000 musuh.
Inilah solusi bila ada keyakinan dalam hati. Yakinlah bersama Allah kita bisa.
Hidup memberi seratus alasan untuk menangis, tetapi Allah akan memberi seribu alasan untuk tersenyum.
Keyakinan akan perniagaan yang tak pernah rugi membuat generasi Rabbani tak kenal henti memperjuang kan diin mulia ini. Merenda asa, mengukir prestasi, meneguhkan jati diri, menggenapkan ketaatan pada ilahi begitulah ciri pejuang sejati.
Tak pernah menyerah ketika kaki sudah melangkah. Lantaran semua sudah diawali dengan basmalah.
Tak menghindar meski harus terkapar. Tak mundur selangkah meski harus berdarah-darah.
Jiwa-jiwa mereka tangguh meski kadang terjatuh. Keterjatuhan tak membuat mereka merana lantaran baginya dengan keterjatuhan itu mereka bisa belajar tentang hidup sesungguhnya.
Jiwa-jiwa mereka kokoh, sekokoh karang di laut yang tak mudah goyah, yang tak mudah runtuh.
Lantaran jiwa mereka telah terisi oleh kecintaan pada sang pemilik alam semesta. *Ibnul Jauzi* dalam bukunya, Shifatus Shafwah, dengan sangat baik hati menyebutkan perkataan *Syumait bin Ajlan* yang menjadi bukti bahwa sejatinya kekuatan orang mukmin ada di hatinya, bukan pada anggota badannya.
Syumaith berkata,
_“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menjadikan kekuatan orang mukmin ada pada hatinya, tidak pada anggota badannya._
_Tidakkah kalian melihat orang tua yang lemah, dia mampu berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari sedangkan pemuda tidak bisa melakukannya.”_
(Shifatus Shafwah : III/341)
Begitulah setiap kisah dari pendahulu kita bisa menjadikan kita banyak mengambil hikmah.
Bukan hanya para nabi dan rasul, maupun para shahabat, melainkan salafush shalih pun kisahnya bisa kita jadikan pegangan dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.
Wallahu A’lam bis Shawab
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Ingatlah… Lupakanlah…

 Rabu, 28 Dzulqo’dah 1437H / 31 Agustus 2016
 *MOTIVASI*

 Pemateri: *Ustadz Abdullah Haidir Lc.*

 *Ingatlah… Lupakanlah…*

❣ _Selalulah ingat orang yang pernah menolongmu, lupakan orang yang pernah engkau tolong._
 _Selalulah ingat dosa-dosa yang telah kau lakukan, lupakan menghitung pahala yang telah kau kumpulkan.._
❣ _Selalulah ingat nikmat surga saat kau dapati keletihan dan beratnya menjaga iman dan amal, lupakan lezat dan keindahan maksiat berbanding dengan pedihnya azab akhirat…_

 _Selalulah ingat orang yang pernah engkau sakiti, lupakan orang yang pernah menyakitimu._

❣ _Selalulah ingat, nikmat-nikmat yang pernah kau dapatkan, lupakan duka dan luka yang pernah kau rasakan…_
 _Selalulah ingat orang-orang yang pernah mengajarimu, lupakan orang-orang yang pernah engkau ajari…_
❣ _Selalulah ingat harta yang belum engkau sedekahkan, lupakan harta yang telah engkau infakkan…_
 _Selalulah ingat orang-orang yang kekurangan dan ditimpa nestapa, lupakan khayalan-khayalanmu tentang orang-orang yang diberi kelebihan dunia…_
❣ _Selalulah ingat ilmu yang belum kau amalkan, lupakan amal dari ilmumu yang telah engkau laksanakan.._
 _Selalulah ingat akhirat yang kian dekat mendatangimu, lupakan dunia yang telah pergi meninggalkanmu…_
❣ _Selalulah ingat… isteri/suamimu yang halal bagimu dan setia mendampingimu, lupakan laki-laki/wanita yang haram bagimu dan berupaya merayumu serta memikat hatimu_
 _Selalulah ingat bayang-bayang keberhasilan dari kerja kerasmu, lupakan bayang-bayang kegagalan yang pernah menghampirimu…._
❣ _Selalulah ingatlah nasehat dan kritik membangun untukmu, lupakan pujian sanjungan yg dapat menjatuhkanmu._
Wallahu A’lam bis Shawab

Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
Sebarkan dan raihlah pahala …

Bila Kita…

📆 Rabu, 21 Dzulqo’dah 1437H / 24 Agustus 2016
📚 *MOTIVASI*

📝 Pemateri: *Ustadz Abdullah Haidir Lc.*
📋 *Bila kita…..*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
_Bila kita….._
Bila kita semangat menempuh jalan tuk meraih kebahagiaan dunia,
_Mestinya kita lebih semangat menempuh jalan meraih kebahagiaan akhirat…_
Bila kita sedih dengan hilangnya berbagai peluang dunia,
_Mestinya kita jauh lebih sedih dengan hilangnya berbagai peluang akhirat…_
Bila kita gembira saat menerima,
_Mestinya kita lebih bergembira dalam memberi…._
_Bila kita rajin menabung untuk mendirikan rumah mungil di dunia,_
Mestinya kita lebih rajin menabung untuk membangun istana megah di surga..
Bila pandangan kita sangat jeli melihat kekurangan dan aib orang lain,
_Semestinya kita lebih jeli memandang aib dan kekurangan sendiri…_
Bila kita lihat ada orang yang semangat menyebarkan kebatilan,
_Mestinya kita lebih semangat menyebarkan kebenaran…_
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Persaudaraan Ini…

📆 Ahad, 11 Dzulqo’dah 1437H / 14 Agustus 2016
📚 *MOTIVASI*

📝 Pemateri: *Ustadz Abdullah Haidir Lc.*
📋 *Persaudaraan Ini…*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
🌹Persaudaraan hakiki, bukan semata karena kita terlahir dari rahim yang sama
🌿Tapi lebih karena kita *bersaudara berlandaskan iman dan takwa …*
🌹Karena Bersaudara berdasarkan kerabat bukan pilihan, tapi takdir dan ketentuan…
🌿Tapi *bersaudara karena Allah* adalah pilihan, sekaligus kewajiban dan tuntutan…
🌹Persaudaraan karena kerabat semata, hanya berlaku di dunia fana..
🌿Persaudaraan karena iman dan takwa, kan berlanjut hingga alam baka…
🌹 _Berbaik-baiklah terhadap saudara, itu lambang baiknya keimanan…_
🌿Rawatlah keimanan, itu prinsip dasar merawat persaudaraan…
🌹Yang paling indah adalah; di dunia, persaudaraan tetap utuh mesra…
Sedang di akhirat, berkumpul di surgaNya dalam canda tawa…
🌿 *Allahumma allif baina quluubina wahdinaa subulassalaam…*
_Ya Allah satukan hati kami dan berilah kami petunjuk di jalan-jalan keselamatan_
Aamiin Ya Robbal ‘Aalamiin..
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Ambil Kesempatan Terbaik

📆 Jumat, 02 Dzulqo’dah 1437H /  05 Agustus 2016
📚 *MOTIVASI ISLAM*

📝 Ustadzah *Rochma Yulika*
📋 *Ambil Kesempatan Terbaik*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Sahabat Surgaku….
❣Keindahan dunia akan nampak MEMPESONA bila mata ini masih terbuka.
💟Lakukan karya TERBAIK dalam hidup kita selama kesempatan masih ada.
❣ *Tak kan ada KESEMPATAN kedua dalam kisah perjalanan manusia.*
Dan bila tiba masanya tak kan ada yng bisa menghindarinya.
Hanya amal kebajikan yg jadi teman SEJATINYA.
💟Kerugian bila hati tertambat pada dunia.
Tujulah akhirat dunia pun kan kita dapat.
Bila hanya dunia yang jadi tujuan ingatlah bahwa hidup di dunia hanya sesaat lewat.
❣ *Hasal Al Bisri* Menasihati kita,
_”Siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya dengan meninggalkan kepentingan hidup di akhirat, maka Allah Swt akan memberikan enam sangsi, tiga di dunia dan tiga lagi di akhirat._
🌺Tiga di dunia yaitu:
(1) angan-angan yang tidak ada habisnya. 
(2) ketamakan yang luar biasa berkobar-kobarnya sehingga tidak ada qanaah sedikitpun.
(3) dicabut kelezatan ibadah darinya.
🌼Adapun tiga di akhirat ialah
(1) keguncangan pada hari kiamat. 
(2) kekerasan dalam hisab.
(3) kerugian yang berkepanjangan.
💟Kesempatan belum tentu berulang apalagi kesempatan kita untuk beramal.
❣Karena hidup ini dibatasi oleh ajal. Maka jangan sampai diri terjungkal kala diri tiada punya amal untuk menuju kehidupan kekal.
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
💼 Sebarkan! Raih pahala…
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Apa yang membuat kita siap menjalani ujian itu?

📆 Ahad,  26 Syawal 1437 H / 31 Juli 2016 M

📚 *Motivasi Islam*

📝 Ustadzah Rochma Yulika

📋  *Apa yang membuat kita siap menjalani ujian itu?*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌺Bila kita sadari setiap peristiwa hidup ini tak luput dari rencana-Nya. Bahkan sehelai daun yang jatuh tak lepas dari pandangan-Nya pula.

🌼Kadang suasana tak mudah kita ubah namun rasa yang muncul dalam menyikapi suasana bisa mudah kita rubah. Keimanan yang sangat besar di dalam dada akan menjadi landasan hidup. Segala aral yang melintang tak mampu membuat kita terlarut dalam kesedihan dan penyesalan.

🌺Pasti ada hikmah di balik setiap musibah. Ada kemudahan setelah kesulitan. Karena dengan ujian itu kita akan tahu reputasi kita. Kita akan tahu kualitas kita. Kita akan tahu daya tahan imunitas kita. Kita akan tahu sportivitas dan optimisme kita. Dan dengan ujian itu sesungguhnya kita sedang merancang masa depan kita.

🌼Mari kita bersama mulai melangkah dengan meyakini ujian itu pasti datang. Gelombangnya boleh jadi makin hari makin besar dan dahsyat sesuai dengan tingkat kiprah dan keimanan kita. Fitnah dan mighnah akan datang seiring dengan disiapkannya kenikmatan, bila tak di dunia insyaallah di surga kan bisa mendapatinya.

🌺Bila kita bisa mengarungi gelombang itu bukan berarti telah berhasil meraih kemenangan namun pastilah akan datang lagi cobaan. Semuanya itu tak lain untuk meningkatkan derajat kita di mata Allah.

🌼Bila ujian-ujian itu telah terlampaui insya Allah akan sirna kepedihan hati berganti ketenangan dan kedamaian yang merupakan bagian dari perjalanan menuju surga-Nya.

🌺Cobaan dan ujian memang adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan manusia. Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang tak mengalaminya. Karena memang hal ini pun juga telah disebutkan banyak di dalam ayat Al Quran.

🌼Cobaan dan ujian tentu ada dalam dua bentuk yaitu kesedihan dan kebahagiaan. Kesedihan seperti kurangnya harta, ditinggalkan oleh orang yang disayangi atau tertimpanya bencana atau penyakit yang tak kunjung sembuh adalah bentuk ujian yang tak diharapkan oleh kebanyakan orang. Karena memang semuanya membawa pada keadaan yang tak mengenakkan.

🌺Sedangkan bentuk ujian yang kedua adalah dimana semuanya berada pada hal yang mengenakkan. Misalnya banyaknya harta benda yang dimilki, usaha yang dijalankan sukses dan selalu menghasilkan untung besar. Memilki banyak anak yang sehat dan pintar. Semuanya adalah bentuk ujian yang terkadang tak banyak disadari oleh kita karena memang di balik semuanya tersimpan kebahagiaan bukan kesedihan.

🌼Dalam menghadapi kedua hal tersebut, manusia dinilai oleh Allah. Sejauh mana mereka akan senantiasa mampu bersabar dan bersyukur dalam menjalaninya.  Dan dari penilaian inilah Allah akan menentukan banyak sediktnya pahala yang akan di dapat oleh manusia tersebut.

🌺Jika memang ia dapat melewatinya dengan baik dan benar tentu akan mendapatkan nilai yang baik. Dan nilai yang baik ini akan membawanya kepada surganya Allah. Sebaliknya jika manusia dalam menghadapi semua cobaan dan ujian itu tidak berhasil dengan benar maka yang didapat adalah nilai yang buruk dimana nilai ini akan menjerumuskan manusia ke neraka yang begitu menyiksa.

🌼Mengolah rasa dalam menyikapi keadaan menjadi kewajiban kita agar ketahanan diri dalam meyikapi masalah yang hadir lebih bijaksana.

Wallahu A”lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Dipersembahkan oleh:
website: www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis