Membentuk Mental Pemenang

Jum’at, 24 Syawal 1437 H/ 29 Juli 2016
Pengembangan Diri dan Motivasi
Ustadzah Wiwit, Ustadzah Dina, Ustadzah Heni
 *Membentuk Mental Pemenang*
==============================

Assaalaamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh
Hai sobat muda, salam semangat perubahan!! 
Senang sekali kita bisa bersua lagi di grup manis for teen ini.
setelah di pekan sebelumnya, kita tak bersua  mohon maaf yaa 
Oke, materi kali ini adalah…..
MEMBENTUK MENTAL PEMENANG
Sebelumnya, yuk kita coba resapi dulu yang berikut ini.
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ
_Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan._
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
_Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan._ (Huud : 15-16)
Sob, kalau kita coba pahami ayat diatas, mudah banget ya kalo Alloh pingin buat dunia kita lapang selapang lapangnya.
Begitu juga sebaliknya, sangat mudah bagi Alloh membuat hidup kita disempitkan sesempit sempitnya.
Ayat 15-16 jelasin tentang keadaan orang yg beramal hanya untuk dunia. Gak ridho ama jatahnya di dunia, dan kalaupun berdoa, minta semua dibayar didunia
Orang yg beramal demi kehidupan dunia dan perhiasannya, ia akan mendapat balasan pekerjaannya di dunia dengan sempurna dan ia di dunia nggak mungkin dirugikan.
Pernah ngerasa ibadah semangat cuma pas keliatan orang (riya)? Padahal kalo sendiri malesnya minta ampun?Motor butut dah diganti mobil, tetep aja susah solat jamaah..rejeki nambah tetep aja sedekah kurang dari 10 persen penghasilan?
Nah..hati hati
Sob..jangan jangan Alloh lgi ngasih semua jatah kita, tpi alloh lgi habisin semua di dunia tapi dicabut keberkahan dan ampunan di akhirat.
Al Aufi dalam Tafsir ibnu katsir menjelaskan ayat diatas khusus buat yg beramal tapi riya :
“Orang orang yg suka riya, kebaikan mereka dibalas di dunia dan mereka tidak akan dizalimi sedikitpun. Barangsiapa yg melakukan atau tidak amal baik untuk dunia, misal puasa,shalat, tahajud hanya untuk kepentingan dunia, maka Allah berkata , _”Aku akan memenuhi pahala dunia yg ia cari, namun amalnya itu rusak karna tujuannya dunia dan di akhirat nanti ia termasuk yg merugi”_
Sob,
Entah sampe kapan kita akan hidup. Itupun kalo dihitung, gak tau lah sudah berapa lama usia kita isi dengan ketaatan.
So, supaya kita tdk mjd org yg merugi, kita perlu membentuk mental kita menjadi mental pemenang
mental pemenang berarti mengejar SUKSES AKHIRAT terlebih dulu, baru mengejar SUKSES dunia
Yuk Mari mendekat kpd Alloh, agar hubungan kita ama Alloh makin erat.. 🙂

www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala

Kita Segera Buktikan

📆 Jumat, 10 Syawal 1437H / 15 Juli 2016

📚 *MOTIVASI*

📝 Ustadzah Rochma Yulika

📝 *Kita Segera Buktikan*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌼Kalau bukan karena keharusan untuk bekerja  keras, maka Abdurahman ibn ‘Auf tak usah repot melangkahkan kakinya membersamai Rasulullah ke Madinah dan tak secuil pun harta yang ia bawa.

🌺Dan ketika sampai di Madinah ia menyusuri lorong-lorong pasar dengan keyakinan penuh dan matanya yang setajam pisau tuk membedah peluang dinar dan dirham dihadapannya. Padahal ia masih sangat belia. Hingga akhirnya mampu mengubah papa-nya menjadi harta berlimpah.

🌼Ia pun menikahi gadis Madinah, membeli rumah dan perabotannya serta Rasulullah tersungging senyaum padanya.

🌺Apakah Abdurahman ibn ‘Auf orang miskin?
Bukan karena tak punya harta. Karena bagi Abdurahman ibn ‘Auf tak sulit untuk hanya sekedar memborong kuda terbaik untuk mengantarkannya ke Madinah. Bukan.

🌼Tapi lantaran Allah dan RasulNya merindukan kerja kerasnya. Ia menjadi mulia karenanya.

🌺Kalau bukan karena keharusan untuk bekerja keras, maka Christopher Colombus tak usah repot-repot mengarungi samudra dan melawan menerjang dahsyatnya badai untuk menemukan benua Amerika.

🌼Dengan keyakinan yang penuh akhirnya puluhan bahkan ribuan orang kini mengenang jasanya.

🌺Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan begitu saja, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.s. at-Taubah : 16).

🌼Akan nampak di mata kita siapa yang sekiranya mau bersungguh-sungguh atau yang bermalas-malasan. Rasulullah pernah bersabda tentang nilai utama kerja cepat dan bahaya kerja lambat dalam sabdanya: “Barang siapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya maka tidak akan dipercepat hartanya.” (HR. Muslim).

🌺Kita tunjukkan komitmen kita di jalan dakwah ini dengan bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas, bekerja mawas, bekerja ikhlas dan bekerja penuh produktivitas.

🌼Supaya Allah ridla memberikan kepada kita di kehidupan yang tiada berbatas dengan kemuliaan yang tiada kita mampu membalas.

Wallahul musta’an

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

KEGAGALAN

 Jum’at, 10 Syawal 1437 H/ 15 Juli 2016
Pengembangan Diri dan Motivasi
 TIM Psikologi
 *KEGAGALAN*
========================

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Apa kabar bro and sist???
Semoga selalu dalam perlindungan-Nya dan Allah berkehendak memberikan hidayah kepada kita semua supaya kita tetap dalam naungan Islam. Aamiin
Kali ini materi hari Jumat bertemakan *KEGAGALAN*
Sudah pernah merasa gagal? 
Gimana rasanya Gagal?
Enak?atau Malu?
Setiap manusia pasti merasakan kegagalan. Bahkan bayi yang baru lahir saja sering merasa gagal…liat aja kalau punya ponakan,adik atau ada bayi yang baru belajar jalan,sudah dipastikan jatuh bangun dalam proses bisa jalan sendiri. Bayi tersebut akan tersenyum senang ketika bisa berjalan dengan sempurna. 
Proses menjadi _*”Bisa”*_ terkadang membutuhkan trial and error. Seberapa lama proses tersebut,tergantung bagaimana setiap orang menyikapi tentang kegagalan. Belakangan berita tentang bunuh diri Akibat kegagalan sering bermunculan.  Pelajar yang bunuh diri karna nilainya jelek,mahasiswa bunuh diri karena skripsinya di tolak,seorang yang bunuh diri karena ditolak cintanya dan lainnya. 
Perlukah sampai melakukan hal itu?
Gagal bukanlah suatu hal yang memalukan. Gagal adalah proses dari belajar untuk menjadi Mampu. Pengelolaan gagal dengan efektif akan menghasilkan kemampuan baru. 
Bagaimana cara mengelola kegagalan?
Yuukkk…disimak 
1. Perlunya bermuhasabah diri jika terjadi kegagalan. Sudahkah apa-apa yang dilakukan sesuai dengan ajaran-Nya?. Sudahkah sebelum melakukan hal apapun selalu berkompromi dengan Allah? Tanya pada hati yang paling dalam dan jujur dengan diri sendiri. 
2. Evaluasi diri. Mana yang buruk dalam diri sendiri dan mana yang baik dalam diri sendiri. Terkadang perlu membuka telinga dan kelapangan hati untuk mendengar kritikan orang lain. Tetapi tidak perlu mengikuti semua omongan atau harapan orang lain. Perlu di pilah-pilih dengan cermat. 
3. Jika peristiwa dan masalah lalu terulang lagi,lakukan dengan cara yang berbeda. 
4. Hal yang buruk dalam diri tidak mudah untuk dihilangkan sepenuhnya. Apalagi sudah menjadi kebiasaan. Syaraf otak yang begitu rumit di dalam kepala tersambung kuat jika satu perilaku dilakukan setiap hari. Bagaimana bila ada banyak perilaku buruk?dan itu dilakukan setiap hari? Syaraf otak terjalin kuat dan membutuhkan waktu yang lama untuk melepas. Itulah salah satu sebab menuju perilaku baik membutuhkan proses yang cukup panjang. Istiqomah adalah solusinya. 
5. Tak perlu menanyakan sampai kapan diri ini berubah dan sudahkah ada perubahan. Do it!! And Di it!!! Suatu saat hasil perubahan itu akan terasa. Bisa jadi tahu dari komentar orang lain atau ada sesuatu lain dalam diri sendiri
6. Mulai dari diri sendiri,mulai dari yang terkecil dan mulai dari sekarang(Aa Gym).
7. Bersyukurlah kepada Allah karena setiap perubahan yang terjadi tak lepas dari Kuasa-Nya. 
Silahkan dibuka Al-Qur’annya dan cari surat Al-An’am ayat 54. Ayat tersebut menjelaskan Bahwa luasnya ampunan dari Allah. Tapi..eitss…Maha Pengampun Allah jangan disalah gunakan lho ya…Dengan seribu alasan yang berujung ucapan “khan Allah Maha Tahu dan Pengampun” kemudian tak ingin berubah diri… buka lagi lembaran Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 10. Azab Allah itu pedih Bro and Sist…
*TERUSLAH BERUSAHA BERUBAH MENUJU KEBAIKAN KARENA KEBAIKAN PERLU DIUSAHAKAN*
*TERUSLAH BELAJAR KARENA PERUBAHAN AKAN SELALU ADA*
 
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala…

Tazkirah Ramadan

📆 Ahad, 29 Sya’ban 1437H / 05 Juni 2016

📚 *Motivasi*

 📝 *Ust. Abdullah Haidir Lc.*

 📋 *Tazkirah Ramadan*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Ramadan Sudah Dekat, ada beberapa hal untuk saling mengingatkan;

❣ *1. Jangan tunggu saat berbuka di depan televisi*

Saat-saat berbuka adalah saat-saat yang indah, apakah untuk tilawah atau zikir dan doa, ataukah untuk bercengkrama dengan keluarga… tontonan televisi dapat membuyarkan itu semua….

❣ *2. Hati2 dengan agenda buka bersama*

Buka bersama adalah budaya yang baik untuk menghangatkan hubungan.

Namun harus selektif, kalaupun hadir, usahakan terhindar dari kemungkaran dan jangan sampai meninggalkan shalat berjamaah dan shalat taraweh…

Bagaimana teknisnya, silakan diatur masing-masing.

Ingat….
Ramadan bukan hanya syahrushshiyam…bulan puasa….tapi juga syahrul qiyam….bulan qiyamullail…taraweh.

Sebagaimana kita tidak ingin ada hari yang puasanya terlewat…mestinya kita juga tidak sudi ada malam yang qiyamnya terlewat….

❣ *3. Menu hidangan berbuka*

Sedapat mungkin bersikap wajar dalam hidangan berbuka.

Buka puasa bukan saatnya melampiaskan nafsu makan yang tertunda sejak pagi…

Baik secara syar’i, kesehatan, ekonomi dan sosial, berbuka secara berlebihan adalah tidak baik.

Upayakan ikuti sunah dalam berbuka, jika ada ruthab (kurma setengah masak), makanlah ruthab terlebih dahulu.
Jika tidak ada, makanlah kurma terlebih dahulu.

Jika tidak ada, minumlah air bening….sebagaimana Nabi shallallahu alaih wa sallam melakukan hal itu.

Kendali diri salah satunya justru ditentukan saat berbuka.

❣ *4. Bersiaplah berbagi*

Betapa besar anjuran berbagi di bulan Ramadan.

Rasulullah saw yang sudah dikenal paling dermawan, lebih dermawan lagi jika sudah masuk Ramadan.

Di samping hal ini akan semakin melengkapi Ramadan kita, tidak hanya membangun hubungan terbaik kepada Allah, tapi juga membangun hubungan terbaik kepada sesama…

❣ *5. Persiapan lebaran*

Jangan sampai memalingkan kita dari amaliah Ramadan…
Justeru semakin menjelang akhir Ramadan, harus semakin tinggi frekwensi ibadahnya…. hingga dianjurkan i’tikaf.

Wallahu a’lam bishshawab…

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Spasi Kehidupan

📆 Jumat, 27 Sya’ban 1437H /  03 Juni 2016

📚 *Motivasi*

 📝 *Ust. Abdullah Haidir Lc.*

 📋 *Spasi Kehidupan*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌷Dulu, kita pernah diajarkan bahwa rel kereta itu harus diberi jarak/spasi satu sama lain, agar tersedia ruang utk memuai.

☘Spasi dalam tulisan juga dibutuhkan, utk keindahan dan kemudahan memahami. Bayangkan kalau tulisan tidak ada spasinya…

🌷Begitulah kurang lebih yang juga kita butuhkan dalam hidup ini: *Spasi kehidupan.*

☘Ruang yg harus kita kosongkan untuk diisi sesuai kebutuhan..

🌷Hidup ini sangat beragam, berwarna, berkelindahan, penuh konsideran. Beratlah kala dipahami mutlak-mutlakan, serba dikotomis dan hitam putih.

☘Spasi dalam kehidupan dapat kita maknai sebagai ruang permakluman, toleransi, ruang diskusi, mencari konsideran, mencari hikmah, dll.

🌷Ketika kita melihat anak istri tidak menurut, langsung kita vonis mereka durhaka, itu pertanda kita tidak punya spasi kehidupan.

☘Tapi, jika di tengah kekecewaan menghadapi hal tsb, kita tetap memberi ruang untuk memahami alasan mereka bersikap spt itu, itulah *spasi kehidupan..*

🌷Ibnu Mubarak berkata, “Jika istri dan hewan tunggangan saya tdk menurut, saya melihatnya sebagai indikasi ketakwaan yang sedang turun..”

☘Ketika kita memuji seseorang, jangan lupa sediakan spasi dalam diri kita tentang sisi kemanusiaannya yg berpotensi salah dan khilaf…

🌷Sehingga jika memang suatu saat ada kesalahan yg terbukti dia lakukan, kita tdk berapologi atau berbalik 180 derajat memusuhinya…

☘Pun sebaliknya, jika kita tdk menyukai sikap seseorang, hendaknya tetap memberikan *spasi* utk memahami alasannya, latar belakangnya, atau lainnya.

🌷Apalagi kalau masalahnya sangat terbuka untuk membrikan ruang interpretasi dan yg menyampaikannya memilki kapasitas ilmu dan pengalaman..

☘Ketiadaan spasi kehidupan inilah yg menjadikan setiap perbedaan berujung dengan benturan, kata-kata keji atau bahkan kekerasan, dlm semua dimensi..

🌷Spasi kehidupan ini bukan berarti tidak punya prinsip. Prinsip itu harus, tapi terukur, tidak membabi buta serta tetap menghormati pihak lain.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Bila Tilawah Lebih utama dari Doa

📆 Jumat, 27 Sya’ban 1437H /  03 Juni 2016

📚 *Motivasi*

 📝 *Ustadzah Rochma Yulika*

 📋 *Bila Tilawah Lebih utama dari Doa

*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌷Berdoa tanpa usaha sama artinya dengan bohong.
Berusaha tanpa berdoa artinya sombong

☘Keduanya saling melengkapi aagar terpenuhi harapan diri.
Tak akan kecewa hati karena keinginan tercukupi

🌷Doa adalah permohonan, pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq.

☘Doa itu intinya adalah ibadah, doa adalah senjata, doa adalah obat, doa adalah pintu segala kebaikan.

🌷Dengan banyak berdoa banyak urusan terselesaikan, banyak kesempitan terlapangkan, banyak masalah akan teruraikan.

☘Doa yang utama kala kita memperbanyak tilawah Al Quran.

🌷Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman :

“Barang siapa yang sibuk membaca Al Qur’an dan dzikir kepada Ku dengan tidak memohon kepada Ku, maka ia Aku beri sesuatu yang lebih utama dari pada apa yang Aku berikan kepada orang yang minta”.

Kelebihan firman Allah atas seluruh perkataan seperti kelebihan Allah atas seluruh makhlukNya”.(Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

☘Dalam sebuah kisah…
Muhammad Bin Qais mengatakan:
“Diberitahukan kepadaku bahwa ketika seorang bangun pada malam hari untuk mengerjakan sholat Tahajjud, maka berkah dari Surga akan diturunkan untuknya. Para malaikat akan turun untuk mendengarkan lantunan bacaan Al Qurannya.

Mereka berada di rumah tersebut serta semua makhluk yang ada di atmosfer ini akan mendengarkan bacaannya.

☘Ketika dia telah menyelesaikan sholat dan duduk untuk berdoa, maka para malaikat akan mengelilinginya dan membaca aamiin untuk doanya tersebut.

🌷Setelah dia selesai mengerjakan sholat tahajjud dan beristirahat, maka akan ada seruan yang ditujukan padanya, ‘seorang hamba yang telah melaksanakan ibadah dengan baik tidur dengan penuh kenikmatan”

☘Apapun persoalan hidup kita, apakah kita sedang bahagia atau sedih, tetaplah berdoa kepada Allah. Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah, karena doa adalah masa depan kita. Doa adalah kekuatan kita, doa adalah senjata kita.

☘Perhatikan ada-adab berdoa, dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

SELF CONCEPT aliyas KONSEP DIRI

Jum’at, 28 Sya’ban 1437 H/ 03 Juni 2016
Pengembangan Diri dan Motivasi
 Ustadzah Wiwit, Ustadzah Dina, Ustadzah Heni
 SELF CONCEPT aliyas KONSEP DIRI
================================

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Hai temans, how are you today? always keep smiling and positive thinking, okay?! 
Boys and girls, kali ini kita akan bahas tentang……. 
 SELF CONCEPT aliyas KONSEP DIRI
Setiap orang ingin dirinya sukses; dalam belajar, bergaul, karir, keluarga, dan seterusnya
Perlu kamu tahu, bahwa langkah awal kesuksesan adalah mengenal dan mempelajari kualitas diri kita
Mengenal diri berarti:
Memahami kondisi fisik dgn segala kualitas dan proses yg mempengaruhinya,
Memahami pikiran, emosi, dan motivasi diri,  Memahami pikiran dan perilaku sosial sebagai hasil interaksi dengan orang lain
KONSEP DIRI merupakan potret diri secara mental, yakni bagaimana seseorang melihat, menilai, dan menyikapi dirinya
Untuk menggali konsep dirimu; coba jawablah pertanyaan berikut ini :
~ Siapakah kamu?
~ Apa tujuan hidupmu?
~ Apa impian yang ingin kamu capai?
~ Apa saja kelebihan dan kekuranganmu?
….. dst
#coba pikirkan dan tuliskan jawabanmu#
❓❔❓❔❓❔❓❔❓
Sebagai seorang MUSLIM, kita punya PANDUAN lho untuk membentuk konsep diri kita
To answer that questions, please open your Quran
Siapa dirimu?
sebaik-baik ciptaan Allah Swt.
” _Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya_” (QS At Tin: 4)
Apa tujuan hidupmu?
” _Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mrk beribadan pada-Ku_” (QS Adz Dzariat : 56)
Baca Quran, belajar Islam, dan teruslah menuntut ilmu, dan kamu akan semakin bisa menjawab pertanyaan² berikutnya dgn lebih jelas, lengkap, dan sempurna
” _Hai orang² yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan_” (QS. Al Hasyr : 18)
it isn’t enough to be your self, but it’s more important to be your better self
See you next time, friends 
Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala….

Ikhlas Itu Menguatkan Langkah

📆 Ahad,  8 Sya’ban 1437 H / 15 Mei 2016 M

📚 MOTIVASI

📝 Ustadzah Rochma Yulika

📋 Ikhlas Itu Menguatkan Langkah

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌵Bekerjalah untuk hidup, untuk ibadah. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari yang dekat, mulailah sekarang juga.

🌷Dalam surat Al Mulk ayat 2 Allah berfirman, “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

🌵Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.”

🌷Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”

🌵Mari memaknai ikhlas.
Ikhlas itu bagai matahari yang selalu menyinari bumi tiap hari tanpa berharap balas sedikit pun. Selalu mendatangkan kebermanfaatan bagi semua makhluk di dunia ini.
Sebenarnya ikhlas dari hati yang paling dalam mampu memengaruhi banyak hal.

🌷Misalkan jika seorang yang memasak dengan ikhlas bukan sekadar karena kewajiban atau pekerjaan, makanan yang ia buat rasanya jauh lebih nikmat meskipun dengan bumbu yang sederhana. Seperti kasih ibu pada anaknya. Tak pernah seorang ibu meminta ganti rasa sakit kala melahirkannya.

🌵Tak ada orangtua yang meminta balasan dari harta yang dikeluarkannya. Seperti halnya matahari yang selalu menyinari bumi tiada henti.
Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam dada manusia.

🌷Bersandarlah atas segala masalah kehidupan hanya pada Allah. Tak kita pungkiri, raga kita berpijak di bumi. Tak hanya kebajikan yang ada, kejahatan pun merajalela.

🌵Namun demikian, tetapkan hatimu untuk mengingat akhirat dan segala yang terjadi dalam kehidupan yang hakiki.

🌷Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” (Q.s. al-An’am [6]: 162).

🌵Keikhlasan merupakan energi tersendiri karena Dia pemilik segala urusan. Ikhlas adalah intisari dari keimanan kita kepada Allah.

💦Mari menjadi pribadi yang ikhlas agar apa yang kita lakukan berbalas.

Wallahul musta’an.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Beberapa Hal Tentang Bulan Sya’ban (2)

📆 Ahad,  8 Sya’ban 1437 H / 15 Mei 2016 M

📚 MOTIVASI

📝 Ustadz Abdullah Haidir Lc.

📋 Beberapa Hal Tentang Bulan Sya’ban (2)

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

📚Qadha puasa Ramadan

🌵Apa kaitannya qadha puasa Ramadan dengan bulan Sya’ban?

Aisyah radhiallahu anha berkata,

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ ، الشُّغُلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم

“Aku dahulu memliki hutang puasa Ramadan, aku tidak dapat mengqadanya kecuali di bulan Sya’ban, karena sibuk melayani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.” (Muttafaq alaih)

🌷Berdasarkan hadits ini, umumnya para ulama berpendapat bahwa kesempatan melakukan qadha puasa Ramadan terbuka hingga bulan Sya’ban sebelum masuk bulan Ramadan berikutnya. Namun, jika tidak ada alasan khusus, seseorang  dianjurkan segera mengqadhanya.

🌵Bahkan sebagian ulama menyatakan agar mendahulukan qadha Ramadan sebelum puasa Syawal atau puasa sunah lainnya. Sebab berdasarkan hadits Aisyah di atas, dia baru sempat melakukan qadha di bulan Sya’ban, karena ada alasan, yaitu melayani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

🌷Maka pemahamannya, jika seseorang tidak memiliki alasan atau uzur syar’i, hendaknya dia menyegerakan membayar qadha puasanya.

(Lihat: Syarah Muslim, Imam Nawawi, 8/21, Fathul Bari, 4/189)

🌵Apabila hutang puasa itu belum juga terbayar hingga bertemu Ramadan berikutnya karena ada  alasan tertentu yang membuatnya tidak dapat mengqadha puasa Ramadan sebelumnya, maka tidak ada kewajiban apa-apa baginya selain mengqadha puasanya setelah Ramadan berikutnya.

🌷Jika tidak ada halangan bagi seseorang untuk mengqadha puasanya, namun tidak juga dia lakukan hingga datang Ramadan berikutnya, maka hendaknya dia bertaubat  dan istighfar atas kelalaiannya menunda-nunda kewajiban. Disamping itu, dia tetap harus mengqadhanya setelah bulan Ramadan berikutnya.

🌵Sebagian ulama mengharuskan orang seperti itu untuk memberikan setengah sha’ makanan  pokok (sekitar  1,5 kg) kepada seorang miskin untuk setiap satu hari puasa yang dia tinggalkan sebagai peringatan atas kelalaiannya, disamping kewajiban mengqadha puasanya. Berdasarkan ijtihad para shahabat dalam masalah ini.

🌷Namun sebagian lain berpendapat tidak ada kewajiban akan hal tersebut, karena tidak ada nash yang dengan tegas menetapkannya. Akan tetapi ijtihad tersebut dianggap baik.

(Fathul Bari, 4/189, Al-Ilmam Bisyai’in min Ahkam Ash-Shiyam, Syekh Abdul Aziz Ar-Rajihi, 30)

🌵Jika telah masuk bulan Sya’ban, hendaknya setiap muslim mengingatkan dirinya atau orang-orang terdekat (khususnya kaum wanita yang umumnya suka memiliki hutang puasa) apabila memiliki hutang puasa Ramadan sebelumnya, agar segera ditunaikan sebelum datang Ramadan berikutnya.

📚Puasa Di Akhir Sya’ban

🌷Sehari atau dua hari terakhir bulan Sya’ban sebelum Ramadan, dinamakan sebagai Yaumusy-Syak (hari keraguan).

🌵Dikatakan demikian, karena pada hari tersebut tidak jelas apakah sudah masuk bulan Ramadan atau belum. Pada hari tersebut, seseorang dilarang berpuasa jika tujuannya sekedar ingin hati-hati agar tidak ada hari yang tertinggal dari bulan Ramadan.

🌷Yang diperintahkan adalah memastikan datangnya bulan Ramadan dengan terlihatnya hilal Ramadan. Kalau hilal tidak terlihat, maka bulan Sya’ban digenapkan menjadi tiga puluh hari berdasarkan riwayat shahih dalam masalah ini.

🌵Namun dibolehkan berpuasa pada hari tersebut (sehari atau dua hari sebelum Ramadan) apabila pada hari itu bertepatan dengan hari-hari sunnah berpuasa yang biasa dia lakukan (seperti Senen dan Kamis), atau dia berpuasa karena hendak membayar qadha puasanya, atau nazar atau kaffarat.

🌷Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

لا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ ، إلاَّ رَجُلاً كَانَ يَصُومُ صَوْماً فَلْيَصُمْهُ (متفق عليه

 “Jangan kalian mendahulukan Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari (sebelumnya). Kecuali seseorang yang (memang seharusnya/biasanya) melakukan puasanya pada hari itu. Maka hendaklah ia berpuasa.” (Muttafaq alaih).

🌵Di antara hikmah pelarangan ini adalah agar ada pemisah antara puasa Ramadan yang fardhu dengan puasa-puasa sunah sebelum dan sesudahnya.

🌷Maka, dilarang puasa sehari atau dua hari sebelumnya dan dilarang pula puasa sehari sesudahnya, yaitu pada hari Idul Fitri.

(Lihat: Syarah Muslim, Imam Nawawi, 7/194, Latha’iful Ma’arif, hal. 151, Syarh Umdatul Ahkam, Syekh Jibrin, 30/2)

Wallahu ta’ala a’lam.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَعْبَانَ وَوَفِّقْنَا فِيهِ ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Yaa Allah, berilah kami barokah dan taufiq di bulan Sya’ban, dan pertemukan kami dengan Bulan Ramadan..”

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Beberapa Hal Tentang Bulan Sya’ban

📆 Jumat,  6 Sya’ban 1437 H / 13 Mei 2016 M

📚 MOTIVASI

📝 Ustadz Abdullah Haidir Lc.

📋 Beberapa Hal Tentang Bulan Sya’ban

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌷Bulan Sya’ban adalah bulan ke 8 dalam penanggalan Hijriah. Terletak antara dua bulan yang mulia, yaitu Rajab dan Ramadan.

Karenanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ketika ditanya tentang bulan Sya’ban,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاس عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ

“Inilah bulan yang sering disepelekan orang, terdapat antara Rajab dan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Nasa’i, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 1898)

📚 Keistimewaan Bulan Sya’ban dan Puasa Di Dalamnya

Keistimewaan bulan Sya’ban, dinyatakan dalam kelanjutan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di atas;

وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

💦 _Dia adalah bulan diangkatnya amal-amal (manusia) kepada Tuhan semesta Alam_ . Maka aku ingin ketika amalku sedang diangkat, aku sedang berpuasa.” (HR. Ahmad dan Nasa’i, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 1898)

Karena itu, berdasarkan riwayat shahih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpuasa pada sebagian besar hari di bulan Sya’ban. Sebagaiman perkataan Aiysha radhiallahu anha,

… فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ (متفق عليه

“Aku belum pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasanya dalam sebulan selain bulan Ramadan, dan tidak aku lihat bulan yang di dalamnya *beliau paling banyak berpuasa selain bulan Sya’ban*.”

💦Dalam riwayat Bukhari (1970) dari Aisyah radhiallahu anha, dia berkata,
“Tidak ada bulan yang Nabi shallallahu alaihi wa sallam lebih banyak berpuasa di dalamnya, selain bulan Sya’ban. Sesungguhnya beliau berpuasa Sya’ban seluruhnya.”

🌵Maksud hadits ini adalah bahwa beliau berpuasa pada sebagian besar hari-hari di bulan Sya’ban, berdasarkan perbandingan riwayat-riwayat lainnya yang menyatakan demikian.

🌷Dalam ungkapan bahasa Arab, seseorang boleh mengatakan ‘berpuasa sebulan penuh’ padahal yang dimaksud adalah ‘berpuasa pada sebagian besar hari di bulan itu’.

🌵Ada juga yang memahami bahwa kadang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh di bulan Sya’ban, tapi kadang (di tahun lain) beliau berpuasa sebagian besarnya.

🌷Ada pula yang mengatakan bahwa pada awalnya beliau berpuasa pada sebagian besar bulan Sya’ban, namun pada akhir hidupnya beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.

💎Penafsiran pertama lebih kuat, berdasarkan riwayat-riwayat lain yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sering berpuasa di bulan Sya’ban melebihi puasa di bulan lainnya, dan bahwa Beliau belum pernah berpuasa sebulan penuh selain Ramadan.

 Wallahua’lam.

(Lihat: Fathul Bari, 4/213)

📚Berdasarkan hadits di atas, keutamaan puasa di bulan Sya’ban memiliki dua alasan;

❣  Karena di bulan ini amal manusia diangkat untuk dilaporkan.

❣  Karena bulan ini dianggap sebagai bulan yang banyak disepelekan orang, karena terletak di antara dua bulan utama.

Beribadah di saat orang lalai (kurang memperhatikan), memiliki keutamaan lebih dibanding beribadah disaat yang lainnya semangat beribadah. Meskipun kedua-duanya adalah kebaikan.

🌵Puasa di bulan Sya’ban, selain hikmah yang disebutkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hadits di atas, oleh para ulama juga dimaknai sebagai penyambutan dan pengagungan terhadap datangnya bulan Ramadan.

🌷Karena ibadah-ibadah yang mulia, umumnya diawali oleh pembuka yang mengawalinya. Seperti ibadah haji diawali dengan persiapan ihram di miqat, atau ibadah shalat yang diawali dengan bersuci dan persiapan-persiapan lainnya yang dimasukkan dalam syarat-syarat shalat. Di samping hal ini akan membuat tubuh mulai terbiasa untuk menyambut ibadah puasa sebulan penuh di bulan Ramadan.

🌵Di sisi lain, Para ulama menyebutkan bahwa ibadah puasa di bulan Sya’ban, ibarat shalat Rawatib (sebelum dan sesudah) shalat Fardhu. Sebab sebelum Ramadan disunnahkan banyak berpuasa di bulan Sya’ban, dan sesudah Ramadan, disunnahkan berpuasa enam hari bulan Syawwal.

(Lihat: Tahzib Sunan Abu Daud, 1/494, Latha’iful Ma’arif, 1/244)

📚Malam Nishfu Sya’ban (pertengahan  Sya’ban)

🌵Terkenal di tengah masyarakat keutamaan malam nishfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban).

Hadits-hadits terkait dalam masalah ini sebagian dikatagorikan dha’if (lemah), bahkan sebagian lagi dikatagorikan maudhu (palsu) oleh para ulama hadits. Khususnya hadits-hadits yang mengkhususkan ibadah tertentu pada malam tersebut atau hadits-hadits yang menjanjikan jumlah dan bilangan pahala atau balasan tertentu bagi yang beribadah di dalamnya.

🌷Akan tetapi, ada sebuah hadits yang berisi tentang keutamaan malam Nisfhu Sya’ban yang bersifat umum, tanpa mengkhususkan ibadah-ibadah tertentu. Yaitu hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Sesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam Nisfhu Sya’ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang musyrik atau orang yang sedang bertengkar (dengan saudaranya).”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1390). Dalam Zawa’id Ibnu Majah, riwayat ini dinyatakan dha’if karena adanya perawi yang dianggap lemah.

🌷Namun hadits ini juga diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir dari shahabat Mu’az bin Jabal (215). Ibnu Hibban juga mencantumkan dalam shahihnya (5665), begitu pula Imam Ahmad mencantumkan dalam Musnadnya (6642). Al-Arna’uth dalam ta’liq (komentar)nya pada dua kitab terakhir tentang hadits tersebut, berkata, “Shahih dengan adanya syawahid (riwayat-riwayat semakna lainnya yang mendukung).”

🌵Al-Albani memasukkan hadits ini dalam kelompok hadits-hadits shahih dalam kitabnya Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (1144), juga dalam kitabnya Shahih Targhib wa Tarhib (1026).

🌷Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Adapun malam Nishfu Sya’ban, di dalamnya terdapat keutamaan.” (Mukhtashar Fatawa Mishriyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 291)

🌵Karena itu, ada sebagian ulama salaf dari kalangan tabi’in di negeri Syam, seperti Khalid bin Ma’dan dan Luqman bin Amir  yang menghidupkan malam ini dengan berkumpul di masjid-masjid untuk melakukan ibadah tertentu.

Dari merekalah kemudian kaum muslimin membudayakan berkumpul di masjid-masjid pada malam Nisfhu Sya’ban dengan melakukan ibadah tertentu untuk berdoa dan berzikir.  Ishaq bin Rahawaih menyetujui hal ini dengan berkata, “Ini bukan bid’ah”

🌷Akan tetapi, sebagian ulama Syam lainnya, di antaranya Al-Auza’i yang dikenal sebagai Imam ulama Syam, tidak menyukai perbuatan berkumpul di masjid-masjid untuk shalat dan berdoa bersama pada malam ini, namun mereka membenarkan seseorang yang shalat khusus pada malam itu secara pribadi (tidak bersama-sama).

Pendapat ini dikuatkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali, begitu juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

🌷Lebih keras dari itu adalah pandangan mayoritas ulama Hijaz, sepeti Atha, Ibnu Mulaikah, juga ulama Madinah dan pengikut Mazhab Maliki, mereka menganggapnya sebagai perbuatan bid’ah.

(Lihat: Latha’iful Ma’arif, Ibnu Rajab Al-Hambali, hal. 151, Mukhtashar Fatawa Al-Mishriyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 292)

🌵Namun, jika seseorang qiyamullail pada malam itu sebagaimana qiyamullail disunnahkan pada umumnya malam, atau berpuasa di siang harinya karena termasuk puasa  Ayyamul Bidh (pertengahan bulan) yang disunnahkan, maka hal tersebut jelas tidak mengapa.

📚Qadha puasa Ramadan

🔹Bersambung, Ahad pagi Insya Allah..🔹

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…