MEMBERI UANG KEPADA PENGAMEN

๐ŸŒUstadzah Menjawab
โœUstadzah Dra.Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ’๐ŸŒป๐ŸŒท๐Ÿ„๐ŸŒน

#Member A13#

Assalamu’alaikum mau nanya ustadz/ah….
Kalau pengamen nih ngamen trus pandangan dalam Islam nya bagaimana ya kalau kita ngasih duit ke dia nya? Entah itu pengamen dari kalangan anak-anak atau mas-mas/mbak-mbak.
Jazakillah

—————-

JAWABAN:

Sedapat mungkin tidak usah diberi, gunakan cara halus dan aman sehingga dia tidak tersinggung saat kita tolak.

Tapi jika ingin bersedekah padanya, jangan biarkan ia bernyanyi. Sebelum ia menyanyi, atau saat ia baru saja memulai menyanyi, segera saja datangi, serahkan uang sedekah itu.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ’๐ŸŒป๐ŸŒท๐Ÿ„๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

BOLEHKAH MENSTERIL BINATANG PELIHARASN?

๐ŸŒUSTADZAH MENJAWAB
โœUstadzah Dra.Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ„๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Pertanyaan dari korma 3:

 Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Saya ingin menanyakan bagaimana hukum mensteril binatang seperti kucing. Karena jika tidak disteril jumlahnya semakin banyak dan tidak terurus …
Terima kasih

Jawaban:

Jika populasi kucing terlalu banyak dan mengganggu, sementara sterilisasi tidak sampai menyakitinya, tidak masalah sterilisasi kucing.

Kalangan Hanafi menyatakan bahwa sterilisasi atau pengebirian pada binatang boleh. Sebab, ia memberikan manfaat baik bagi manusia maupun bagi binatangnya sendiri.

Kalangan Maliki juga membolehkan karena berpengaruh pada kualitas dagingnya yang menjadi baik.

Kalangan Syafii membedakan antara binatang yang boleh dimakan dan tidak. Untuk binatang yang dimakan maka hukumnya boleh selama tidak mendatangkan kebinasaan. Sementara untuk binatang yang tidak dimakan, maka dilarang.

Ahmad ibn Hambal pernah berujar, “Aku tidak suka jika dikebiri. hal itu lantaran ada larangan menyakiti binatang.”

Dapat disimpulkan bahwa dibolehkan sterislisasi pada binatang, jika:

– Mendatangkan manfaat baik bagi manusia maupun binatang itu sendiri.

– Menghilangkan bahaya dan gangguan yang ada.

– Dilakukan dengan cara yang tidak menyakiti.

– Tidak merusak populasinya.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ„๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

SUAMI MENCARI KESALAHAN ISTRI

๐ŸŒ USTADZAH MENJAWAB
โœ Ustadzah Dra.Indra Asih
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ’๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
Pertanyaan dari Korma 3:
Assalamu’alaikum.. mau tanya dalam surat annisa, 34 diatas bahwa seorang suami tidak boleh mencari-cari kesalahan seorang istri yang sudah berusaha tuk menjadi istri solehah, apa hukuman dari Allah bagi suami yang selalu mencari kesalahan istrinya walau si istri sudah menjelaskan bahwa itu hanya prasangka saja dari suami dan terus berusaha menyakiti hati sang istri, kemudian langkah apa yang harus dilakukan oleh istri menghadapi sikap suami yang seperti itu? Jazakillah khoir ustd/ah
JAWABAN:
Dalam suatu hadits riwayat al Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wasalam melarang laki-laki yang bepergian dalam waktu yang lama, pulang menemui keluarganya di waktu malam. Hal itu karena dikhawatirkan laki-laki tersebut akan mendapati berbagai kekurangan dan cela istrinya. Dan barangsiapa mencari-cari aib saudara sesama muslim, Allah akan mencari-cari aibnya. Barangsiapa dicari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walaupun dia berada di ruang tersembunyi dalam rumahnya.
Dan ingatlah sabda Rasulullah shalallahuโ€™alaihi wasalam,
ู„ูŽุง ูŠูŽูู’ุฑูŽูƒู’ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŒ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู‹ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฎูู„ูู‚ู‹ุง ุฑูŽุถููŠูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุขุฎูŽุฑูŽ
โ€œJanganlah seorang suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya.โ€ (HR Muslim)
“dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina,padahal mereka tidak mempunyai saksi saksi selain diri mereka sendiri,maka kesaksian satu orang dari mereka adalah bersumpah empat kalli dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang benar (dalam tuduhannya)  dan kelima kalinya (ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinya jika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta.โ€ (QS.An-Nuur, 24:6-7)
Ayat tersebut memberi ketentuan untuk melindungi istri dari tuduhan suami. Karena tuduhan itu dapat merusak kehormatan dan harga diri istri. Oleh karena itu,perlu dilakukan pengaturan ketat agar suami tidak sembarangan menuduh istrinya berzina tanpa bukti yang dipertanggung jawabkan menurut syariat Islam.
Dari muโ€™awiyah Al-Qusrayiri,ia berkata:โ€saya pernah datang kepada Rosulullah saw.โ€™ Ia berkata lagi:โ€™saya lalu bertanya:โ€™Ya Rosulullah,apa saja yang engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri-istri kami? โ€™Beliau bersabda:โ€™โ€ฆjanganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka.โ€™โ€ (HR Abu Dawud)
Nabi saw melarang para suami menjelek jelekan atau merendahkan martabat istri. Suami dilarang menggunakan kata yang bernada merendahkandan menghina martabat istri baik di hadapannya maupun dihadapan orang lain. Walaupun istri berasal dari keluarga yang lebih rendah status ekonominya dibanding dirinya.
Hendaknya seorang suami bersabar dan menahan diri dari kekurangan yang ada pada istrinya, juga ketika istri tidak melaksanakan kewajibannya dangan benar. RasulullahShalallahuโ€™alaihi wasalam bersabda,
ุงุณู’ุชูŽูˆู’ุตููˆุง ุจูุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุฎูู„ูู‚ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ุถูู„ูŽุนู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุนู’ูˆูŽุฌูŽ ุดูŽูŠู’ุกู ูููŠ ุงู„ุถู‘ูู„ูŽุนู ุฃูŽุนู’ู„ูŽุงู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ุฐูŽู‡ูŽุจู’ุชูŽ ุชูู‚ููŠู…ูู‡ู ูƒูŽุณูŽุฑู’ุชูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฒูŽู„ู’ ุฃูŽุนู’ูˆูŽุฌูŽ ููŽุงุณู’ุชูŽูˆู’ุตููˆุง ุจูุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู
โ€œBersikap baiklah kepada para istri. Karena mereka tercipta dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atas. Jika kamu hendak meluruskannya niscaya kamu akan mematahkannya. Dan jika kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Maka bersikap baiklah kepada para istri.โ€ (Muttafaqunโ€™alaih)
Hadits ini memiliki pelajaran yang sangat agung, diantaranya; meluruskan bengkoknya istri harus dengan lembut sehingga tidak mematahkannya, namun juga tidak dibiarkan saya karena jika dibiarkan dia tetap bengkok. Apalagi jika bengkoknya itu bisa menjalar menjadi kemaksiatan atau kemungkaran.
Usahakan berkomunikasi dengan lembut dan penuh kesabaran pada suami.
Biasanya, masalah banyak muncul karena masalah komunikasi.
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒป๐ŸŒท๐Ÿ„๐ŸŒน๐Ÿ’
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Bagaimana Cara Rujuk?

๐Ÿ“Ustadzah Dra. Indra Asih
============================
๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Assalaamu ‘alaikum wrwb.
Mohon maaf, ustadz, mohon pencerahannya, bagaimana cara rujuk setelah istri menerima talak 1, cara rujuk setelah talak 2 dan cara rujuk setelah talak 3. Matur nuwun…

Tambahan pertanyaan:
Saya dan suami sering berbeda pendapat, kalau sudah tidak menemui titik temu suami sering mengisyaratkan perpisahan, contohnya menyuruh saya utk mengurus prosesnya ke pengadilan atau menyuruh saya utk melakukan gugatan. Apakah itu sudah termasuk talak?

=========================

Jawabannya :

Talak itu ada dua macam yaitu:

talak rojโ€™iy, talak yang bisa kembali rujuk ketika masa โ€˜iddah

talak ba-in, talak yang tidak bisa kembali rujuk kecuali:

dengan akad yang baru

atau setelah menikah dahulu dengan laki-laki lain pada wanita yang ditalak tiga

Hukum Seputar Rujuk dan Talak Rojโ€™iy

1. Rujuk ada pada talak rojโ€™iy (setelah talak pertama dan talak kedua), baik talak ini keluar dari ucapan suami atau keputusan qodhi (hakim).

2. Rujuk itu ada jika suami telah menggauli istrinya. Jika talak itu diucap sebelum menyetubuhi istri, maka tidak boleh rujuk berdasarkan kesepakatan para ulama. Alasannya adalah firman Allah Taโ€™ala,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุฅูุฐูŽุง ู†ูŽูƒูŽุญู’ุชูู…ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุซูู…ู‘ูŽ ุทูŽู„ู‘ูŽู‚ู’ุชูู…ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู…ูŽุณู‘ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ููŽู…ูŽุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูุฏู‘ูŽุฉู ุชูŽุนู’ุชูŽุฏู‘ููˆู†ูŽู‡ูŽุง ููŽู…ูŽุชู‘ูุนููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุณูŽุฑู‘ูุญููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ุณูŽุฑูŽุงุญู‹ุง ุฌูŽู…ููŠู„ู‹ุง

โ€œHai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan- perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka โ€˜iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. Maka berilah mereka mutโ€™ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik- baiknyaโ€ (QS. Al Ahzab: 49).

3. Rujuk dilakukan selama masih dalam masa โ€˜iddah. Jika โ€˜iddah sudah habis, maka tidak ada istilah rujuk โ€“berdasarkan kesepakatan ulama- kecuali dengan akad baru. Karena Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุทูŽู„ู‘ูŽู‚ูŽุงุชู ูŠูŽุชูŽุฑูŽุจู‘ูŽุตู’ู†ูŽ ุจูุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู†ู‘ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ู‚ูุฑููˆุกู

โ€œWanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quruโ€™ (masa โ€˜iddah)โ€ (QS. Al Baqarah: 228).

Kemudian Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุจูุนููˆู„ูŽุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ู ุจูุฑูŽุฏู‘ูู‡ูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏููˆุง ุฅูุตู’ู„ูŽุงุญู‹ุง

โ€œDan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu (masa โ€˜iddah), jika mereka (para suami) menghendaki ishlahโ€ (QS. Al Baqarah: 228).

Yang namanya rujuk adalah ingin meneruskan kepemilikan (istri). Kepemilikan di sini putus setelah berlalunya masa โ€˜iddah dan ketika itu tidak ada lagi keberlangsungan pernikahan.

4. Perpisahan yang terjadi sebelum rujuk bukanlah karena nikah yang batal karena faskh. Seperti nikah tersebut batal karena suami murtad.

5. Perpisahan yang terjadi bukan karena hasil dari membayar kompensasi seperti dalam khuluโ€™ (istri menuntut cerai di pengadilan dan diharuskan membayar kompensasi).

6. Rujuk tidak bisa dibatasi dengan waktu tertentu sesuai kesepakatan suami-istri, semisal rujuk nantinya setelah 8 tahun. Sebagaimana nikah tidak bisa dengan syarat waktu sampai sekian bulan, begitu pula rujuk.

Tidak Disyaratkan Ridho Istri Ketika Suami akan Rujuk

Perlu dipahami bahwa rujuk menjadi hak suami selama masih dalam masa โ€˜iddah, baik istri itu ridho maupun tidak. Karena Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุจูุนููˆู„ูŽุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ู ุจูุฑูŽุฏู‘ูู‡ูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏููˆุง ุฅูุตู’ู„ูŽุงุญู‹ุง

โ€œDan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu (masa โ€˜iddah), jika mereka (para suami) menghendaki ishlahโ€ (QS. Al Baqarah: 228).

Dan hak rujuk pada suami ini tidak bisa ia gugurkan sendiri. Semisal suami berkata, โ€œSaya mentalakmu, namun saya tidak akan pernah rujuk kembaliโ€. Atau ia berkata, โ€œSaya menggugurkan hakku untuk rujukโ€. Seperti ini tidak teranggap karena penggugurannya berarti telah merubah syariโ€™at Allah. Padahal tidak boleh seorang pun mengubah syariโ€™at Allah. Padahal Allah Taโ€™ala telah menyebutkan,

ุงู„ุทู‘ูŽู„ูŽุงู‚ู ู…ูŽุฑู‘ูŽุชูŽุงู†ู ููŽุฅูู…ู’ุณูŽุงูƒูŒ ุจูู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุฃูŽูˆู’ ุชูŽุณู’ุฑููŠุญูŒ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู

โ€œTalak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang maโ€™ruf atau menceraikan dengan cara yang baikโ€ (QS. Al Baqarah: 229).

Dalam rujuk tidak disyaratkan ridho istri. Karena dalam ayat lain, Allah Taโ€™ala berfirman,

ููŽุฃูŽู…ู’ุณููƒููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูู…ูŽุนู’ุฑููˆูู

โ€œMaka rujukilah mereka dengan baikโ€ (QS. Ath Tholaq: 2).

Dalam ayat ini hak rujuk dijadikan milik suami. Dan Allah menjadikan rujuk tersebut sebagai perintah untuk suami dan tidak menjadikan pilihan bagi istri.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Wajib rujuk jika suami mentalak istrinya ketika haidh sebagaimana dijelaskan dalam hadits Ibnu โ€˜Umar yang telah lewat dan akan dijelaskan detail pada masalah talak bidโ€™iy.

2. Rujuk tidak disyaratkan ada wali dan tidak disyaratkan mahar. Rujuk itu masih menahan istri sehingga masih dalam kondisi ikatan suami-istri.

3. Menurut mayoritas ulama, memberi tahu istri bahwa suami telah kembali rujuk hanyalah mustahab (sunnah). Seandainya tidak ada pernyataan sekali pun, rujuk tersebut tetap sah. Namun pendapat yang hati-hati dalam hal ini adalah tetap memberitahu istri bahwa suami akan rujuk. Karena inilah realisasi dari firman Allah,

ููŽุฃูŽู…ู’ุณููƒููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูู…ูŽุนู’ุฑููˆูู

โ€œMaka rujukilah mereka dengan baikโ€ (QS. Ath Tholaq: 2).

Yang dikatakan rujuk dengan cara yang maโ€™ruf adalah memberitahukan si istri. Tujuan dari pemberitahuan pada istri adalah jika si istri telah lewat โ€˜iddah, ia bisa saja menikah dengan pria lain karena tidak mengetahui telah dirujuk oleh suami.

4. Ketika telah ditalak rojโ€™iy, istri tetap berdandan dan berhias diri di hadapan suami sebagaimana kewajiban seorang istri. Karena ketika ditalak rojโ€™iy, masih berada dalam masa โ€˜iddah, istri masih tetap istri suami. AllahTaโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุจูุนููˆู„ูŽุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ู ุจูุฑูŽุฏู‘ูู‡ูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏููˆุง ุฅูุตู’ู„ูŽุงุญู‹ุง

โ€œDan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu (masa โ€˜iddah), jika mereka (para suami) menghendaki ishlahโ€ (QS. Al Baqarah: 228). Dandan dan berhias diri seperti ini tentu akan membuat suami untuk berpikiran untuk rujuk pada istri.

Cara Rujuk

1. Rujuk dengan ucapan

Tidak ada beda pendapat di antara para ulama bahwa rujuk itu sah dengan ucapan. Seperti suami mengatakan, โ€œSaya rujuk padamuโ€ atau yang semakna dengan itu. Atau suami mengucapkan ketika tidak di hadapan istri dan ia berkata, โ€œSaya rujuk pada istrikuโ€.

Lafazh rujuk ada dua macam: (1) shorih (tegas), (2) kinayah (kalimat samaran).

Jika lafazh rujuk itu shorih (tegas) seperti kedua contoh di atas, maka dianggap telah rujuk walau tidak  dengan niat. Namun jika lafazh kinayah (samaran) yang digunakan ketika rujuk seperti, โ€œKita sekarang seperti dulu lagiโ€, maka tergantung niatan. Jika diniatkan rujuk, maka teranggap rujuk.

2. Rujuk dengan perbuatan

Para ulama berselisih pendapat dalam masalah ini.

Ada yang mengatakan bahwa dengan melakukan jimaโ€™ (hubungan intim) dan melakukan muqoddimahnya (pengantarnya) seperti mencium dengan syahwat baik diniatkan rujuk atau tidak, maka rujuknya terjadi.

Ada juga ulama yang mensyaratkan harus disertai niat dalam jimaโ€™ dan muqoddimah tadi.

Ada yang berpendapat pula bahwa rujuk adalah dengan jimak saja baik disertai niat atau tidak.

Dalam pendapat yang lain, rujuk itu hanya terjadi dengan ucapan, tidak dengan jimaโ€™ dan selainnya.

Pendapat yang pertengahan dalam masalah ini adalah rujuk itu terjadi cukup dengan jimaโ€™ namun dengan disertai niat. (pendapat Imam Malik, salah satu pendapat Imam Ahmad dan pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah). Alasannya karena setiap amalan tergantung pada niatnya.

Apakah Rujuk Butuh Saksi?

Allah Taโ€™ala berfirman,

ููŽุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบู’ู†ูŽ ุฃูŽุฌูŽู„ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ููŽุฃูŽู…ู’ุณููƒููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุฃูŽูˆู’ ููŽุงุฑูู‚ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูุฏููˆุง ุฐูŽูˆูŽูŠู’ ุนูŽุฏู’ู„ู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’

โ€œApabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamuโ€ (QS. Ath Tholaq: 2).

Yang rojih โ€“pendapat terkuat- dalam hal ini adalah rujuk tetap butuh saksi bahkan diwajibkan berdasarkan makna tekstual dari ayat (pendapat Imam Syafiโ€™i yang lama, salah satu pendapat dari Imam Ahmad, pendapat Ibnu Hazm dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.)

Talak Rojโ€™iy Mengurangi Jatah Talak

Sudah kita ketahui bahwa batasan talak adalah tiga kali. Jika seseorang telah mentalak istri sekali, maka masih tersisa kesempatan dua kali talak. Jika suami itu rujuk, maka tidak menghapus talak yang terdahulu. AllahTaโ€™ala berfirman,

ุงู„ุทู‘ูŽู„ูŽุงู‚ู ู…ูŽุฑู‘ูŽุชูŽุงู†ู ููŽุฅูู…ู’ุณูŽุงูƒูŒ ุจูู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุฃูŽูˆู’ ุชูŽุณู’ุฑููŠุญูŒ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู

โ€œTalak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang maโ€™ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.โ€ (QS. Al Baqarah: 229)

Talak ba-in dibagi dua: (1) talak ba-in shugro (kecil) dan (2) talak ba-in kubro (besar).

Pertama: Talak ba-in shugro (kecil)

Talak ba-in shugro adalah talak di mana suami tidak memiliki hak untuk rujuk pada istri kecuali dengan akad yang baru.

Ketika itu ikatan suami istri terputus dan istri menjadi wanita asing, bukan lagi milik suami. Talak ba-in shugro ini tidak mengharuskan istri menikah dengan pria lain lalu halal bagi suami yang dulu. Jika ingin menyambung ikatan pernikahan, cukup dengan akad dan mahar yang baru.

Kapan jatuh talak ba-in shugro?

Pertama

Ini berarti jika saat malam pertama, suami belum sempat menggauli istrinya, lantas ia ceraikan, maka jatuhlah talak yang disebut talak ba-in sughro. Saat ini tidak ada lagi istilah talak. Jika ia ingin kembali pada mantan istrinya, maka harus dengan mahar dan akad yang baru. Dalilnya adalah firman Allah Taโ€™ala,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุฅูุฐูŽุง ู†ูŽูƒูŽุญู’ุชูู…ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุซูู…ู‘ูŽ ุทูŽู„ู‘ูŽู‚ู’ุชูู…ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู…ูŽุณู‘ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ููŽู…ูŽุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูุฏู‘ูŽุฉู ุชูŽุนู’ุชูŽุฏู‘ููˆู†ูŽู‡ูŽุง

โ€œHai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan- perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka โ€˜iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannyaโ€ (QS. Al Ahzab: 49).

Kedua: Perceraian dengan jalan khuluโ€™.

Di mana istri menyerahkan harta sebagai kompensasi atas gugatan cerai yang ia lakukan, maka terhitung talak ba-in shugro menurut jumhur (mayoritas ulama). Artinya, jika suami ingin kembali pada istri yang dulu, maka harus dengan ridho istri, lalu dengan akad dan mahar yang baru.

Ketiga: Berbagai bentuk perceraian yaitu dengan jalan iilaโ€™, cerai karena โ€˜aib atau dhohor (bahaya).

Intinya, bentuk talak ba-in sughro masih boleh suami menjalin hubungan rumah tangga dengan mantan istrinya, namun tidak lagi dengan rujuk ketika masa โ€˜iddah. Akan tetapi, harus dengan akad dan mahar yang baru

Kedua: Talak ba-in kubro (besar)

Talak ba-in kubro adalah talak di mana suami tidak bisa kembali kepada istri baik pada masa โ€˜iddahnya begitu pula setelah masa โ€˜iddah kecuali dengan akad dan mahar baru, dan setelah mantan istri menikah dengan laki-laki lain.

Ada dua syarat agar suami pertama bisa kembali pada mantan istrinya:

Mantan istri harus menikah dengan laki-laki lain dengan pernikahan yang sah, bukan pernikahan yang dibuat-buat atau dengan nikah muhallil, yaitu suami kedua sengaja menikahi mantan istri tadi supaya ia halal kembali pada suami pertama.

Mantan istri sudah digaulii oleh suami kedua sebelum berpisah dan kembali pada suami pertama.

Talak ba-in kubro terjadi pada satu jenis perpisahan, yaitu ketika istri telah ditalak sebanyak tiga kali. Dalilnya adalah firman Allah Taโ€™ala,

ุงู„ุทูŽู‘ู„ูŽุงู‚ู ู…ูŽุฑูŽู‘ุชูŽุงู†ู ููŽุฅูู…ู’ุณูŽุงูƒูŒ ุจูู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุฃูŽูˆู’ ุชูŽุณู’ุฑููŠุญูŒ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู  โ€ฆ ููŽุฅูู†ู’ ุทูŽู„ูŽู‘ู‚ูŽู‡ูŽุง ููŽู„ูŽุง ุชูŽุญูู„ูู‘ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุฏู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽู†ู’ูƒูุญูŽ ุฒูŽูˆู’ุฌู‹ุง ุบูŽูŠู’ุฑูŽู‡ู

โ€œTalak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang maโ€™ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain.โ€ (QS. Al Baqarah: 229-230).

Pertanyaan tambahan: belum jatuh talak

1. tidak ada dalil yang menganjurkan  ketika memakamkan jenazah.

2. Afwan kurang paham tentang harta pusaka, karena ada yang berpendapat itu tidak masuk waris tapi hibah, hingga tidak ada pemberlakuan hukum waris di situ

3.
ุงุฏู’ุนููˆู‡ูู…ู’ ู„ูุขุจูŽุงุฆูู‡ูู…ู’ ู‡ููˆูŽ ุฃูŽู‚ู’ุณูŽุทู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุขุจูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ููŽุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ููƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ูˆูŽู…ูŽูˆูŽุงู„ููŠูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฌูู†ูŽุงุญูŒ ูููŠู…ูŽุง ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ุชูู…ู’ ุจูู‡ู ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ู…ูŽุง ุชูŽุนูŽู…ู‘ูŽุฏูŽุชู’ ู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู’ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุบูŽูููˆุฑู‹ุง ุฑูŽุญููŠู…ู‹ุง

Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; Itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, panggilah mereka sebagai saudara-saudaramu seagama atau maulamu. Tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab: 5)

Maula artinya mantan budak. Ketika ada seorang budak X yang dimerdekakan si A, maka penyebutannya, X maula A. Dulu ada sahabat bernama Bilal, dimerdekakan Abu Bakr. Sehingga bisa disebut, Bilal maula Abu Bakr.

Surat Al-Ahzab ayat 5 ini sekaligus menghapus perlakuan adopsi masa silam. Anak angkat yang dulu dinasabkan ke ortu asuh, nasabnya harus dikembalikan ke ortu asli. Termasuk juga tidak berlaku hubungan saling mewarisi, tidak bisa jadi mahram, dan wali nikah.

Bahkan Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memberi ancaman yang sangat keras bagi orang yang mengubah nasab. Dalam hadis dari Saโ€™d, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallambersabda,

ู…ู† ุงุฏุนู‰ ุฅู„ู‰ ุบูŠุฑ ุฃุจูŠู‡ ูˆู‡ูˆ ูŠุนู„ู… ุฃู†ู‡ ุบูŠุฑ ุฃุจูŠู‡ ูุงู„ุฌู†ุฉ ุนู„ูŠู‡ ุญุฑุงู…

โ€œSiapa yang mengaku anak seseorang, sementara dia tahu bahwa itu bukan bapaknya maka surga haram untuknya.โ€ (HR. Bukhari)

Tentu saja dosa ini tidak ditimpakan pada si anak saja. Termasuk orang yang mengajarkan kepada si anak nasab yang salah, dia mendapatkan dosa atau bahkan sumber dosa. Karena dialah yang meretas perubahan nasab pertama kalinya.

4. Kata sedekah dalam bahasa syariat mencakup sedekah wajib dan sedekah sunah.

Sedekah wajib istilah lainnya adalah zakat. Sedangkan sedekah sunah, itulah yang kita kenal dengan kata โ€™sedekahโ€™.

Ketika Allah taโ€™ala menjelaskan golongan yang berhak menerima zakat dalam al-Quran, Allah menyebut zakat dengan kata โ€™sedekahโ€™.

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽู‚ูŽุงุชู ู„ูู„ู’ููู‚ูŽุฑูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุงโ€ฆ ุงู„ุฃูŠุฉ

โ€œSedekah hanya diberikan untuk orang fakir, muskin, amilโ€ฆ.. โ€ (QS. At-Taubah: 60)

Ulama berbeda pendapat mengenai hukum memberikan zakat mal kepada orang kafir. Mayoritas ulama melarang hal itu.

Secara umum, sedekah yang kita keluarkan, sangat dianjurkan agar diberikan kepada muslim yang baik dan kurang mampu. Sehingga harta yang kita berikan kepadanya, akan membantunya untuk melakukan kebaikan dan ketaatan.

Hanya saja, mayoritas ulama โ€“ dan ini pendapat yang kuat โ€“ berpendapat, sedekah sunah boleh diberikan kepada orang kafir.

An-Nawawi mengatakan,

ูŠุณุชุญุจ ุฃู† ูŠุฎุต ุจุตุฏู‚ุชู‡ ุงู„ุตู„ุญุงุก ูˆุฃู‡ู„ ุงู„ุฎูŠุฑ ูˆุฃู‡ู„ ุงู„ู…ุฑูˆุกุงุช ูˆุงู„ุญุงุฌุงุช ูู„ูˆ ุชุตุฏู‚ ุนู„ู‰ ูุงุณู‚ ุฃูˆ ุนู„ู‰ ูƒุงูุฑ ู…ู† ูŠู‡ูˆุฏูŠ ุฃูˆ ู†ุตุฑุงู†ูŠ ุฃูˆ ู…ุฌูˆุณูŠ ุฌุงุฒ

Dianjurkan agar sedekah itu diberikan kepada orang sholeh, orang yang rajin melakukan kebaikan, menjaga kehormatan dan dia membutuhkan. Namun jika ada orang yang bersedekah kepada orang fasik, atau orang kafir, di kalangan yahudi, nasrani, atau majusi, hukumnya boleh. (al-Majmuโ€™).

ู„ุง ูŠูŽู†ู’ู‡ูŽุงูƒูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูู‚ูŽุงุชูู„ููˆูƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุฎู’ุฑูุฌููˆูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฏููŠูŽุงุฑููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุจูŽุฑู‘ููˆู‡ูู…ู’ ูˆูŽุชูู‚ู’ุณูุทููˆุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’

โ€œAllah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu..โ€

Lebih dari itu, jika sedekah yang kita berikan kepada saudara non muslim ini akan menjadi sebab dia masuk islam, insyaAllah akan menghasilkan pahala yang besar.

5. Seorang wanita dibolehkan terlihat sebagian auratnya di depan laki-laki yang menjadi mahram baginya serta di depan sesama wanita muslimah. Sedangkan kepada laki-laki yang bukan mahram dan juga dengan sesama wanita tapi yang bukan muslimah, maka yang boleh terlihat hanya wajah dan kedua tapak tangannnya saja.

Mahram Karena Mushaharah (besanan/ipar) Atau Sebab Pernikahan

Ibu dari isteri (mertua wanita) dengan menantu laki-lakinya.

Anak wanita dari isteri (anak tiri) dengan ayah tirinya.

Isteri dari anak laki-laki (menantu perempuan) dengan mertua laki-lakinya.

Isteri dari ayah (ibu tiri) kepada anak tiri laki-lakinya.

Pertanyaan berikutnya

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga bersabda

๏บ‡๏บซ๏บ ๏บŸ๏บŽ๏บ€๏ป›๏ปข ๏ปฃ๏ปฆ ๏บ—๏บฎ๏บฟ๏ปฎ๏ปฅ ๏บฉ๏ปณ๏ปจ๏ปช ๏ปญ๏บง๏ป ๏ป˜๏ปช ๏ป“๏บฐ๏ปญ๏บŸ๏ปฎ๏ปฉ ๏บ‡๏ปป ๏บ—๏ป”๏ปŒ๏ป ๏ปฎ๏ปฉ ๏บ—๏ปœ๏ปฆ ๏ป“๏บ˜๏ปจ๏บ”
๏ป“๏ปฒ ๏บ๏ปท๏บญ๏บฝ ๏ปญ๏ป“๏บด๏บŽ๏บฉ ๏ป›๏บ’๏ปด๏บฎ

โ€œJika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian
ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.โ€ (HR. Tirmidzi)
Hadits di atas ditujukan kepada si wali wanita (yang berhak menikahkan orang yang berada dalam
perwaliannya) bukan kepada si pelamar.

Sedangkan si wanita itu sendiri ia berhak menolak atau membatalkan lamaran (khitbah) walaupun orang yang melamarnya adalah seorang laki-laki yang shalih (baik agamanya) namun ia tidak menyukainya.

Hal ini berdasarkan hadits : seorang janda tidaklah dinikahkan sehingga dimintai pendapatnya. Tidak pula seorang gadis
dinikahkan kecuali setelah diminta izinnya…”( HR.
Bukhari, Muslim dan tirmidzi, hasan shahih).

Dalam hadits lain dikatakan, ada seorang gadis
menemui Rasulullah lalu bercerita tentang ayahnya
yang menikahkannya dengan orang yang tidak ia
sukai, maka Rasulullah memberi hak kepadanya
untuk memilih…. [HR Ahmad, Abu Dawud, & Ibnu
Majah)

๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ
================================

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia

BOLEHKAH MENJUAL RUMAH KEPADA ORANG UNTUK DITINGGALI ISTRI SIMPANANNYA?

โœUstadzah Dra.Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Assalamualaikum. … saya Rika dari Tangerang mau bertanya. Saat ini didekat rumah saya dijadikan TPS oleh pemerintah setempat (yang hanya berjarak 500mtr). Ini membuat bau yang sangat semerbak dan membuat anak-anak sakit-sakitan bahkan sering dirawat. Rencana rumah akan saya jual cepat. Tetapi saat ini pembeli yang berminat ada 2 orang. Yang pertama, orang cina. Saya khawatir apabila dibeli olehnya, karena lingkungan sekitar saya muslim. Yang kedua, ABRI tetapi peruntukan rumahnya untuk istri simpanan nya.
Harus pilih yang mana agar saya diridhai Allah. Terima  kasih.

***

Kalau dari data yang disampaikan, berarti pilihannya yang ABRI yaa.. Dalam Islam tidak ada istilah istri simpanan. Mungkin maksudnya istri ke 2 dari laki-laki yang berpoligami tanpa izin istri atau menghindari sangsi dari instusi tempat ybs bekerja.
Mudah-mudahan membeli rumah buat istri ke 2 nya dalam rangka menunaikan keadilan sebagai suami.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Bolehkah Istri Mengajukan Gugatan Cerai ke Suami ?

โœUstadzah Dra. Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน.  
                                                                 
Assalamuallaikum Saya ingin bertanya apa yang harus di lakukan bila seseorang mengalami kehidupan seperti ini :
Ceritanya ttg kehidupan keluarga, suaminya kawin lg dan memang sdh pernah minta izin ke istrinya  tapi istrinya pernah memohon agar jgn dulu krn dia blm sanggup menerima dan anak masih bayi. Kemudian terjadi perdebatan sengit. Suami berkata kalau mereka  nikah dulu bukan krn cinta tapi krn dipertemukan oleh MR.

Suami sering menuduh Istrnya  tdk perawan karena di malam pertama mereka,si istri tdk keluar darah.

Suaminya tetap kawin lagi dan mengabaikan perasaan isterinya, dan istrinya  bilang kalau memang itu keputusannya maka istrinya  meminta agar jangan  pernah meminta dia utk melayaninya lg.
Si istri bertahan demi anak2 mereka
(Anak mereka pada tahun itu 3 org).
Cerita rumit ini terus berlanjut sampai sekarang, si suami kemudian menceraikan isteri keduanya (dari istri kedua mereka punya anak 2) dan kejadian ini rupanya berulang kembali, pd tahun2013 si suami menikah lagi, menikah siri dgn teman kerjanya.
Hal ini baru diketahui oleh istri pertama  selang 2 bln dr kejadian (mendapat kabar dr temannya)
Si istri pertama menangis dan bertanya kenapa suaminya melakukan itu lg (wkt itu mereka sdh bertambah anak jd 5 ).Setelah didesak oleh si istri pertama, suaminya kembali mengungkit ttg malam pertama mereka itu

Sekarang si istri pertama dalam kondisi sangat tertekan krn meminta suaminya menceraikan baik2 dan biarlah mereka tetap jaga hub krn masih ada anak2, tapi suaminya berkata sampai mati takkan menceraikan dia. (skrg si istri siri itu lg hamil besar).

Pertanyaan nya bolehkah ia mengajukan gugatan cerai krn dia takut berdosa krn dia tdk mau melayani suaminya lg ?
si suami seringkali blg apapun terjadi dia tetap akan kawin lagi.
Utk info nafkah lahir istri pertama  sering bermasalah juga, istri pertama  PNS  jadi dia punya gaji sendiri.
 Jazakumullah atas jawaban nya
 ๐Ÿ…ฐ0โƒฃ9,    

๐ŸŒฟJawabannya :
Kami sangat prihatin dengan kondisi keluarga yang seperti ini, siapapun yang mengalami pasti akan sangat berat, tapi percayalah bersama kesulitan pasti ada kemudahan dan tidaklah Allah memberi ujian kecuali ia aka sanggup menjalaninya.

1. Bolehkah istri mengajukan gugatan cerai k suami ?

Pertama dalam sebuah hadits sahih riwayat Abu Dawud Tirmidzi, Ibnu Hibban dari Tsauban, Nabi bersabda:

ุฃูŽูŠู‘ูู…ูŽุง ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุณูŽุฃูŽู„ูŽุชู’ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ุทูŽู„ุงู‚ู‹ุง ูููŠ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ุจูŽุฃู’ุณู ููŽุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุฑูŽุงุฆูุญูŽุฉู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉ

Artinya: Perempuan yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab maka haram baginya bau surga.

Hadits kedua juga hadis sahih riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas:

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŽ ุซูŽุงุจูุชู ุจู’ู†ู ู‚ูŽูŠู’ุณู ุฃูŽุชูŽุชู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ : ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุซูŽุงุจูุชู ุจู’ู†ู ู‚ูŽูŠู’ุณู ู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ุชูุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูููŠ ุฎูู„ูู‚ู ูˆูŽู„ุงุฏููŠู†ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู‘ููŠ ุฃูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุงู„ู’ูƒููู’ุฑูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: (ุฃูŽุชูŽุฑูุฏู‘ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุญูŽุฏููŠู‚ูŽุชูŽู‡ู ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ : ู†ูŽุนูŽู…ู’ . ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ุงู‚ู’ุจูŽู„ู’ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠู‚ูŽุฉูŽ ูˆูŽุทูŽู„ู‘ูู‚ู’ู‡ูŽุง ุชูŽุทู’ู„ููŠู‚ูŽุฉู‹).

Artinya: Dari Ibnu Abbas r.a. diceritakan: Istri Tsabit bin Qais datang menemui Rasulullah dan ia berkata: โ€œWahai Rasulullah, aku tidak mencela suamiku Tsabit bin Qais baik dalam hal akhlak maupun agamanya. Hanya saja aku khawatir akan terjerumus ke dalam kekufuran setelah (memeluk) Islam (karena tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai istri)โ€. Rasulullah bersabda:โ€ Apakah kamu bersedia mengembalikan kebun itu kepada suamimu? Wanita itu menjawab: โ€œSaya bersediaโ€, lalu Rasulullah berkata kepada suaminya: โ€œAmbilah kebun itu dan ceraikan istrimuโ€

Dalam hadits pertama Nabi melarang istri meminta cerai tanpa sebab yang dapat dibenarkan. Sedangkan dalam hadis kedua, seorang Sahabat wanita meminta cerai dari suaminya tanpa menyebutkan sebab apapun bahkan ia memuji akhlak dan agama suaminya dan Nabi mengijinkan dan menyuruh suaminya menceraikannya.

Kesimpulan yang dapat diambil dari hadis di atas adalah bahwa memang betul tidak boleh istri meminta cerai pada suami tanpa sebab yang dibenarkan syariah. Artinya, kalau istri melakukan gugat cerai karena sebab yang syar’i, maka itu dibolehkan. Dan termasuk sebab atau alasan yang dibolehkan bagi seorang istri untuk meminta cerai pada suami adalah apabila tidak ada lagi rasa cinta dan sayang yang dimiliki istri pada suaminya sebagaimana secara jelas digambarkan dalam hadis kedua. Termasuk sebab yang syar’i adalah istri tidak suka karena perilaku suami yang tidak taat agama, atau tidak suka pada kepribadiannya, atau istri merasa tidak mampu tinggal bersamanya walaupun suami bagus pekertinya dan taat pada agama.

2. Memang tidak dinafikan, menikah untuk kali kedua, ketiga dan keempat merupakan satu perkara yang disyariatkan. Akan tetapi ramai di kalangan lelaki yang mengamalkan poligami tidak memenuhi kewajiban-kewajiban terhadap isteri dengan benar. Terutamanya isteri yang pertama dan anak-anaknya. Padahal Allah SWT telah berfirman,
โ€œKemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kahwinilah) seorang saja.โ€ (An Nisa: 3).
Suami boleh bernikah lagi tetapi sekiranya ia tidak mampu untuk berlaku adil, dan tidak boleh memikul tanggungjawab, lebih baik melupakan niat untuk menikah lagi demi kebahagiaan bersama.

3.  Alhamdulillah istri pertama punya penghasilan sendiri, sehingga untuk meringankan beban bathinnya kami sarankan untuk mengikhlaskan, memaafkan semua yang telah terjadi, yakinlah akan perhitungan Allah, bahwa Allah Maha teliti, selalu doakan supaya suami insyaf dan menyadari semua kesalahannya, dengan kita selalu mendoakannya, ini sekaligus jd ladang pahala buat istri, selama suami belum menyadari kekeliruannya ikhlaskan untuk menafkahi kebutuhan hidup anak-anak, walaupun sesungguhnya itu kewajiban ayah sebagai kepala keluarga. Kehidupan ini ibarat roda berputar, tidak selalu kita mengalami kesulitan terus menerus yakinlah badai pasti berlalu, hari tidak selalu malam, matahari pasti akan terbit, sebelum ia terbit Raihlah setiap peluang amal sholeh yang mampu kita lakukan, Bersyukurlah atas setiap kejadian yanh kita alami karena Allah tidak akan menguji kecuali di titik lemah kita, dengan semua kejadian ini kita bisa merasakan tarbiyah Robbani langsung dari Allah sebagai bukti kasih sayang kepada hambaNya, Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒป

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia

Berkumpul Bersama Keluarga di Surga

POTRET KASIH SAYANG RASULULLAH ๏ทบ DALAM PENDIDIKAN ANAK I (1): MENCIUM DAN MEMELUK ANAK

Oleh: Ustzh. Dra. Indra Asih

Anas Bin Malik ra berkata :

ยซู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุจูุงู„ู’ุนููŠูŽุงู„ู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽยปุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ู ู…ูุณู’ุชูŽุฑู’ุถูุนู‹ุง ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุนูŽูˆูŽุงู„ููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูุŒ ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู†ู’ุทูŽู„ูู‚ู ูˆูŽู†ูŽุญู’ู†ู ู…ูŽุนูŽู‡ู ููŽูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชูŽ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูŠูุฏูŽู‘ุฎูŽู†ูุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุธูุฆู’ุฑูู‡ู ู‚ูŽูŠู’ู†ู‹ุงุŒ ููŽูŠูŽุฃู’ุฎูุฐูู‡ู ููŽูŠูู‚ูŽุจูู‘ู„ูู‡ูุŒ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนูยป

โ€œAku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih sayang kepada anak-anak dari pada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Putra Nabi (yang bernama) Ibrahim memiliki ibu susuan di daerah Awaali di kota Madinah. Maka Nabipun berangkat dan kami bersama beliau. lalu beliau masuk ke dalam rumah yang ternyata dalam keadaan penuh asap. Suami Ibu susuan Ibrahim adalah seorang pandai besi. Nabipun mengambil Ibrahim lalu menciumnya, lalu beliau kembaliโ€ (HR Muslim)

Dari โ€˜Aisyah ra ia berkata :

ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุนู’ุฑูŽุงุจูู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ุชูู‚ูŽุจูู‘ู„ููˆู†ูŽ ุงู„ุตูู‘ุจู’ูŠูŽุงู†ูŽ ุŒ ููŽู…ูŽุง ู†ูู‚ูŽุจูู‘ู„ูู‡ูู…ู’ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃูŽูˆูŽุฃูŽู…ู’ู„ููƒู ู„ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุฒูŽุนูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽู„ู’ุจููƒูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉูŽ

โ€œDatang seorang Arab Badui kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam lalu berkata, โ€œApakah kalian mencium anak-anak laki-laki?, kami tidak mencium merekaโ€. Maka Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata, โ€œAku tidak bisa berbuat apa-apa kalau Allah mencabut rasa rahmat/sayang dari hatimuโ€ (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Abu Hurairah ra berkata :

ู‚ูŽุจูŽู‘ู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ู‘ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽ ุจู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูู‰ูู‘ ุŒ ูˆูŽุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุงู„ุฃู‚ู’ุฑูŽุนู ุจู’ู†ู ุญูŽุงุจูุณู ุงู„ุชูŽู‘ู…ููŠู…ูู‰ูู‘ ุฌูŽุงู„ูุณู‹ุง ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฃู‚ู’ุฑูŽุนู : ุฅูู†ูŽู‘ ู„ูู‰ ุนูŽุดูŽุฑูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู„ูŽุฏู ู…ูŽุง ู‚ูŽุจูŽู‘ู„ู’ุชู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ุŒ ููŽู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู…ูŽู†ู’ ู„ุง ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู ู„ุง ูŠูุฑู’ุญูŽู…ู

โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mencium Hasan bin โ€˜Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqroโ€™ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqroโ€™ berkata, โ€œAku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kuciumโ€. Maka Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallampun melihat kepada Al-โ€˜Aqroโ€™ lalu beliau berkata, โ€œBarangsiapa yang tidak merahmati/menyayangi maka ia tidak akan dirahmatiโ€ (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits di atas diperlihatkan bahwa mencium anak kecil, menggendongnya, ramah kepadanya merupakan hal yang mendatangkan rahmat Allah.
โ€œBarangsiapa yang tidak merahmati maka tidak dirahmatiโ€, yaitu barangsiapa yang tidak merahmati manusia maka ia tidak akan dirahmati oleh Allah Azza wa Jalla.

Mencium anak-anak kecil sebagai refleksi dari rahmat dan sayang kepada mereka, apakah mereka anak-anak kita ataukah cucu-cucu kita dari putra dan putri kita atau anak-anak orang lain. Dan hal ini akan mendatangkan rahmat Allah dan menjadikan orang tua memiliki hati yang menyayangi anak-anak.

Semakin seseorang rahmat/sayang kepada hamba-hamba Allah maka ia semakin dekat dengan rahmat Allah.

Jika Allah menjadikan rasa rahmat/kasih sayang dalam hati seseorang maka itu merupakan pertanda bahwa ia akan dirahmati oleh Allahโ€ฆโ€

โ€œMaka hendaknya seseorang menjadikan hatinya lembut, ramah, dan sayang (kepada anak-anak).

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik dan mulia akhlak dan adabnya. Suatu hari beliau sedang sujud maka datanglah Hasan bin Ali bin Abi Tholib, lalu Hasanpun menaiki pundak Nabi yang dalam kondisi sujud. Nabipun melamakan/memanjangkan sujudnya. Para sahabat heran. Mereka berkata :

ู‡ูŽุฐูู‡ู ุณูŽุฌู’ุฏูŽุฉูŒ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุทูŽู„ู’ุชูŽู‡ูŽุงุŒ ููŽุธูŽู†ูŽู†ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ุญูŽุฏูŽุซูŽ ุฃูŽู…ู’ุฑูŒุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูŠููˆุญูŽู‰ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ

โ€œWahai Rasulullah, engkau telah memperpanjang sujudmu, kami mengira telah terjadi sesuatu atau telah diturunkan wahyu kepadamuโ€,

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata kepada mereka,

ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ูŽู‘ ุงุจู’ู†ููŠ ุงุฑู’ุชูŽุญูŽู„ูŽู†ููŠุŒ ููŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃูุนูŽุฌูู‘ู„ูŽู‡ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽู‚ู’ุถููŠูŽ ุญูŽุงุฌูŽุชูŽู‡ู

โ€œBukan, tetapi cucuku ini menjadikan aku seperti tunggangannya, maka aku tidak suka menyegerakannya hingga ia menunaikan kemauannyaโ€ (HR Ahmad dan An-Nasaai)

Pada suatu hari yang lain Umamah binti Zainab putri Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam yang masih kecil dibawa oleh Nabi ke masjid. Lalu Nabi sholat mengimami para sahabat dalam kondisi menggendong putri mungil ini. Jika beliau sujud maka beliau meletakkannya di atas tanah, jika beliau berdiri maka beliau menggendongnya. Semua ini beliau lakukan karena sayang kepada sang cucu mungil. Padahal bisa saja Nabi memerintahkan Aisyah atau istri-istrinya yang lain untuk memegang cucu mungil ini, akan tetapi karena rasa kasih sayang beliau. Bisa jadi sang cucu hatinya terikat senang dengan kakeknya shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, maka Nabi ingin menenangkan hati sang cucu mungil.

Pada suatu hari Nabi sedang berkhutbah, lalu Hasan dan Husain (yang masih kecil) datang memakai dua baju. Baju keduanya tersebut kepanjangan, sehingga keduanya tersandung-sandung jatuh bangun tatkala berjalan. Maka Nabipun turun dari mimbar lalu menggendong keduanya di hadapan beliau (di atas mimbar) lalu beliau berkata:

ุตูŽุฏูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ุงูŽุฏููƒูู…ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ู†ูŽุธูŽุฑู’ุชู ุฅูู„ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽูŠู’ู†ู ุงู„ุตูŽู‘ุจููŠูŽู‘ูŠู’ู†ู ูŠูŽู…ู’ุดููŠูŽุงู†ู ูˆูŽูŠู’ุนู’ุซูุฑูŽุงู†ู ููŽู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุตู’ุจูุฑู’ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู‚ูŽุทูŽุนู’ุชู ุญูŽุฏููŠู’ุซููŠ ูˆูŽุฑูŽููŽุนู’ุชูู‡ูู…ูŽุง

โ€œMaha benar Allah. Sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian adalah fitnahโ€, aku melihat kedua anak kecil ini berjalan dan terjatuh, maka aku tidak sabar hingga akupun memutuskan khutbahku dan aku menggendong keduanyaโ€ (HR At-Thirmidzi)
Kemudian beliau melanjutkan khutbah beliau (lihat HR Abu Dawud)

Hendaknya kita membiasakan diri kita untuk menyayangi anak-anak dan membiasakan mengekspresikan rasa sayang tersebut berupa ciuman dan pelukan dan tentu saja, ย pelukan kitaโ€ฆciuman kitaโ€ฆ.akan mendatangkan pahala dan rahmat Allah.

Selain itu, banyak penelitian telah membuktikan betapa besar pengaruh dari sentuhan, pelukan dan ciuman orang tua terhadap tumbuh kembang anak termasuk kecerdasan anak.

1. Sentuhan dari orang yang kita sayangi akan meningkatkan jumlah hemoglobin di dalam darah. ย  Hemoglobin merupakan salah satu bagian dari tubuh yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk jantung dan otak. Suplai hemoglobin yang meningkat ini dipercaya secara ilmiah akan mempercepat proses penyembuhan setelah sakit.

2. Pada bayi prematur, pelukan dari sang ibu bisa membuatnya lebih kuat dan mempercepat perkembangan tubuh serta otak. Penelitian dari Bliss Hospital di Montreal, bayi prematur yang dipeluk ibu jadi lebih cepat kuat, sehat dan besar ketimbang hanya ditempatkan di inkubator.

3. Penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Epidemiology and Community Health mengungkapkan fakta bahwa bayi yang sedari lahir selalu diberi sentuhan (pelukan, ciuman, belaian) pertanda kasih sayang oleh orangtuanya tumbuh menjadi pribadi yang tak mudah stres.

4. Dr. Coolam yang melakukan penelitian kepada ribuan orang membuktikan bahwa ciuman di pagi hari melahirkan keistimewaan dan susunan kimiawi tertentu, seperti memberikan perasaan senang dan lapang.

5. Penelitian yang dilakukan psikolog Edward R. Christopherson. Ph.D, ย menemukan bahwa pelukan lebih efektif daripada pujian atau ucapan sayang karena membuat anak merasa dicintai dan dihargai serta memberikan kedekatan dan kekuatan getaran batin antara orangtua dan anak.

6. Dalam bukunya โ€˜The Hug Therapyโ€™, psikolog Kathleen Keating menyebutkan bahwa pelukan juga dapat meningkatkan kecerdasan otak dan IQ anak serta dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi stres.

Tidak hanya itu, sentuhan penuh kasih sayang yang diberikan orang tua juga dapat berdampak secara kognitif pada anak. Sambil memeluk dan membelai kepala anak, orang tua dapat memberi masukan mengenai hal-hal baik yang perlu dilakukan olehnya. Masukan-masukan dalam situasi positif semacam itu akan lebih mudah diproses dalam pikirannya.

Semoga Allah memperkuat kesabaran kita sebaga orang tua dalam mendidik anak-anak kita hingga mampu untuk menjadi orang tua yang mendidik penuh dengan ekspresi kasih sayang.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Romantis Tahajud Bersama

SUASANA ROMANTIS DALAM KELUARGA RASULULLAH SAW

Pemateri: Ustadzah. Dra. Indra Asih

Suasana harmonis sangat ditentukan dengan kerja sama yang bagus antara suami istri dalam menciptakan suasana yang kondusif dan hangat, tidak membosankan, apalagi menjemukan.

Rasulullah adalah sosok manusia yang paling sempurna akhlaknya di antara makhluk ciptaan Allah. Beliau merupakan sosok teladan terbaik dalam membina keluarga, sehingga patut dijadikan contoh bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, Rasulullah shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam tidak pernah memukul siapapun dengan tangannya, tidak pada perempuan, tidak juga pada pembantu, kecuali perang di jalan Allah.

Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga ketika diperlakukan sahabatnya secara buruk tidak pernah membalas, kecuali kalau ada pelanggaran atas kehormatan Allah, maka ia akan membalas atas nama Allah.

(HR Muslim).

Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam adalah manusia yang paling sibuk. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pemimpin pemerintahan negara, memimpin ribuan tentara, menghabiskan waktunya untuk agama, tetapi beliau tetap meluangkan waktu bersama istri dan keluarga, sesuai sabdanya:

โ€œOrang terbaik di antara kalian (suami) adalah yang terbaik bagi keluarganya dan akulah di antara kalian yang paling baik terhadap keluargaku, tidak memuliakan wanita kecuali orang yang hina,โ€

(HR Ibnu Asakir dari Ali bin Abi Thalib).

Gambaran bagaimana suasana romantis beliau bersama istrinya nampak pada:

1. Panggilan Kesayangan

Suasana mesra dalam rumah tangga Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ialah ia memanggil โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha dengan panggilan kesayangan dan mengabarkan kepadanya berita yang membuat perasaan โ€˜Asiyah menjadi ย sangat bahagia.

โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha bercerita sebagai berikut, pada suatu hari Rasรปlullรขh berkata kepadanya.

ูŠูŽุง ุนูŽุงุฆูุดู, ู‡ูŽุฐูŽุง ุฌูุจู’ุฑููŠู’ู„ู ูŠูู‚ู’ุฑูุฆููƒู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ูŽ

โ€œWahai โ€˜Aisy Malaikat Jibril tadi menyampaikan salam buatmu.โ€

(HR Muttafaqun โ€˜alaihi).

Kita masih sering mendengar suami yang memanggil istrinya seenaknya saja. Bahkan ada yang memanggil istrinya dengan cacat dan kekurangannya.

Kalau begitu sikap suami, mungkinkah keharmonisan dapat tercipta?

Mungkinkah akan tumbuh rasa cinta istri kepada suami?

2. ย Mandi Bersama

Suami-istri diperbolehkan mandi bersama dalam satu ruangan meski masing-masing saling melihat aurat pasangannya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, ia berkata;

ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุบู’ุชูŽุณูู„ู ุฃูŽู†ูŽุง ูˆูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฅูู†ูŽุงุกู ูˆูŽุงุญูุฏู

Aku biasa mandi berdua bersama Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dari satu bejana. (HR Bukhari).

Dalam redaksi yang lain disebutkan Aisyah radhiyallahu โ€˜anha berkata:

โ€œAku pernah mandi berdua bersama Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dari satu wadah yang terletak di antara aku dan beliau.

Tangan kami berebutan menciduk air yang ada di dalamnya. Beliau menang dalam perebutan itu, sampai aku katakan, โ€œSisakan untuk sayaโ€ฆSisakan untuk sayaโ€ฆ!

Kami dalam keadaan junub.โ€ (HR Bukhari Muslim)

3. ย  Makan dan Minum dalam Satu Tempat

โ€˜Aisyah radhiallahu โ€˜anha menuturkan:

ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุดู’ุฑูŽุจู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุญูŽุงุฆูุถู, ููŽุฃูู†ูŽุงูˆูู„ูู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠูŽ ููŽูŠูŽุถูŽุนู ููŽุงู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽูˆู’ุถูุนู ูููŠู‘ ูˆูŽ ุฃูŽุชูŽุนูŽุฑู‘ูŽู‚ู ุงู„ุนูŽุฑูŽู‚ูŽ ููŽูŠูŽุชูŽู†ูŽุงูˆูŽู„ูู‡ู ูˆูŽ ูŠูŽุถูŽุนู ููŽุงู‡ู ูููŠ ู…ูŽูˆู’ุถูุนู ูููŠู‘

โ€œSuatu ketika aku minum, ketika itu aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rasulullah dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya.โ€ (HR Muslim)

Begitulah kemesraan dapat tercipta, yaitu menciptakan rasa saling memiliki. Sepiring berdua, segelas berdua, makan berjamaโ€™ah serta beberapa hal lain yang dianjurkan oleh Rasulullah agar dilakukan bersama oleh suami istri!

Dengan demikian akan tercipta rasa saling memahami satu sama lain.

4. ย  Mencium Kening Istri

Dalam kesempatan lain Rasulullah saw tidak malu untuk bermesraan walaupun hanya sekedar mencium istri sebelum keluar rumah.

Diriwayatkan oleh โ€˜Aisyah radhiallahu โ€˜anha bahwa ia berkata:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠูŽ ู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ู†ูุณูŽุงุฆูู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฃู’

“Sungguh Rasulullah pernah mencium salah seorang istri beliau baru kemudian berangkat menunaikan shalat tanpa memperbaharuhi wudhuโ€

(HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Budaya mencium istri agaknya masih asing di tengah masyarakat kita, khususnya masyarakat timur. Bahkan masih banyak yang menggapnya tabu, mereka mengklaimnya sebagai budaya barat.

Tentu saja mencium istri yang kita maksud di sini bukanlah mencium istri di depan umum atau di hadapan orang banyak. Sebenarnya banyak sekali hikmah sering-sering mencium istri.

Sering kita lihat sepasang suami istri yang saling cuek. Kadang kala si suami pergi tanpa diketahui oleh istrinya kemana suaminya pergi. Buru-buru melepasnya dengan ciuman, menanyakan kemana perginya saja tidak sempat. Sang suami keburu pergi menghilang, kadang kala tanpa pamit dan tanpa salam!? Coba lihat bagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bergaul dengan istri-istri beliau. Sampai-sampai Rasulullah menyempatkan mencium istri beliau sebelum berangkat ke masjid.

5. ย Beribadah Bersama

โ€œDan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. kami tidak meminta rezqi kepadamu, kamilah yang memberi rezqi kepadamu dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.โ€ (QS Thaha [20]: 132).

Dalam kesempatan lain, โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha menceritakan:

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฑูŽุงู‚ูุฏูŽุฉูŒ ู…ูุนู’ุชูŽุฑูุถูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ููุฑูŽุงุดูู‡ู, ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠููˆุชูุฑูŽ ุฃูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽู†ููŠ

โ€œRasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat malam sementara aku tidur melintang di hadapan beliau. Beliau akan membangunkanku bila hendak mengerjakan shalat witir.โ€ (HR Muttafaqun โ€˜alaihi)

Abu Hurairah radhiyallรขhu โ€˜anhu meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah bahwa beliau bersabda:

ุฑูŽุญูู…ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ู‚ูŽุงู…ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ูˆูŽุฃูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูŽู‡ู ููŽุตูŽู„ู‘ูŽุชู’ ููŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุจูŽุชู’ ู†ูŽุถูŽุญูŽ ูููŠ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ูŽุง ุงู„ู…ูŽุงุกูŽ,ุฑูŽุญูู…ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู…ูŽุชู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ููŽุตูŽู„ู‘ูŽุชู’ ูˆูŽุฃูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽุชู’ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุง ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ููŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุจูŽู‰ ู†ูŽุถูŽุญูŽุชู’ ูููŠ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ุงู„ู…ูŽุงุกูŽ

โ€œSemoga Allah merahmati seorang suami yang bangun pada malam hari untuk mengerjakan shalat malam lalu membangunkan istrinya untuk shalat bersama. Bila si istri enggan, ia memercikkan air ke wajah istrinya (supaya bangun). Semoga Allah Subhanahu wa Taโ€™ala merahmati seorang istri yang bangun pada malam hari untuk mengerjakan shalat malam lalu membangunkan suaminya untuk shalat bersama. Bila si suami enggan, ia memercikkan air ke wajah suaminya (supaya bangun)”

(HR Ahmad).

6. Ramah dan Lembut

Masing-masing pihak suami istri harus bertekad untuk bersikap ramah dan lembut kepada pasangannya, bersenda gurau dengannya, dan bercanda dengannya.

Umar bin Khaththab radhiyallahu โ€˜anhu, meskipun mempunyai sifat keras dan tegas, mengatakan: โ€œSudah selayaknya seorang laki-laki menjadi seperti anak kecil di tengah keluarganya. Bila dia di tengah kaumnya, maka hendaknya dia menjadi seorang laki-laki.โ€

Aisyah radhiyallรขhu โ€˜anha menceritakan, โ€œAdalah Rasulullah ketika bersama istri-istrinya, beliau adalah manusia lembut dan paling pemurah. Gampang tertawa dan gampang tersenyum.โ€ (HR Ibnu Asakir)

Berlaku lemah lembutlah dalam menjalankan kehidupan supaya keharmonisan dapat tercapai dalam lingkungan keluarga, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

โ€œJanganlah seorang mukmin (suami) membenci seorang mukminah (istri). Jika ia tidak menyukai salah satu akhlaknya, ia pasti ridha kepada akhlaknya yang lain.โ€
(HR Muslim)

Sikap ramah dan lembut Rasulullah ditunjukkan kepada keluarganya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersenda gurau dengan istri dan anak-anaknya, menghibur, dan mema’afkan kesalahan mereka, menyebar senyum bahagia serta mengisi rumah mereka dengan hal-hal yang menyenangkan.

Suatu ketika Anas bin Malik, pembantu beliau melukiskan keadaan keadaan beliau dengan mengatakan, โ€œAku telah melayani Rasulullah selama sepuluh tahun. Selama itu belum pernah beliau menegur atas apa yang aku lakukan, โ€œMengapa kamu tidak melakukan ini?โ€ Beliau juga beliau belum pernah mengatakan kepadaku sesuatu yang belum aku kerjakan, โ€œMengapa kamu belum melakukan ini?โ€

Kasih sayang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menembus hati orang-orang terdekat yang pernah berinteraksi dengan beliau, sehingga setiap jiwa selalu merindukannya.

Oleh karena itu, berlemah lembutlah pada keluarga supaya kehangatan dan kemesraan keluarga dapat tercapai sebagaimana keluarga Rasulullsh shallallahu alaihi wa sallam.

7. ย Memberi Hadiah

Saling memberi hadiah diantara suami istri โ€“terutama hadiah dari suami untuk istri- merupakan salah sebab makin mendalamnya rasa cinta di antara keduanya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โ€œHendaknya kalian sering memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.โ€ (HR Bukhari)

Hadiah merupakan ekspresi kasih sayang dan mampu mencairkan kebekuan dan rutinitas hubungan manusia.

Hadiah tidak disyaratkan berupa barang-barang kepemilikan yang mahal lagi mewah karena tujuan dari hadiah pada awalnya adalah mengekspresikan kasih sayang dan kesatuan. Hal ini dapat diwujudkan dalam materi hadiah dengan nilai seberapa pun. Tapi jika hadiah tersebut berupa sesuatu yang mahal, maka itu akan menyebabkan kebahagiaan berlipat ganda dan kasih sayang makin bertambah.

8. ย Memahami Kecemburuan Istri

Rasa cemburu dianggap sebagai watak dasar para wanita, tidak ada wanita yang selamat dari watak ini, bahkan para Ummahat al-Mukminin yang merupakan istri-istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Aisyah selalu mencemburui Khadijah radhiyallahu โ€˜anha walaupun ia tidak pernah bertemu dengan Khadijah.

Aisyah mengingkari pujian dan sanjungan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada Khadijah dengan mengatakan,

โ€œAllah telah memberikan ganti yang lebih baik darinya.โ€ (Ini ucapan Aisyah radhiyallahu โ€˜anha. HR Bukhari dan Muslim)

Kecemburan yang baik memengaruhi hubungan mesra suami istri dengan syarat tidak berlebihan dalam cemburu, namun proporsional dan penuh pertimbangan.

Dengan demikian, cemburu menjadi indikator rasa cinta pasangan kepada pasangannya, disinilah cemburu itu akan nampak indah. Untuk itu suami harus bersikap proporsional dalam masalah ini, dan tidak boleh berburuk sangka, dan mencari-cari kesalahan.

Aisyah radhiyallahu โ€˜anha pernah cemburu pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ia menceritakan sendiri bahwa pada suatu malam Rasulullah pergi dari sisinya. Ia berkata,

โ€œAku mencemburuinya karena jangan-jangan beliau mendatangi salah satu istrinya. Lalu datanglah beliau dan melihat keadaanku.

Rasulullah bersabda, โ€œApakah engkau cemburu?โ€

Jawabku, โ€œApakah orang sepertiku tidak pantas untuk cemburu terhadap orang sepertimu?โ€

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โ€œSungguh setanmu telah datangโ€. (HR Muslim dan Nasaโ€™i)

Aisyah radhiyallรขhu โ€˜anha juga pernah berkata, โ€œAku tidak melihat yang pandai memasak seperti Shafiyah. Ia memasak makanan untuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam saat beliau ada dirumahku.

Timbullah rasa cemburuku, aku merebut piring yang berisi makanan tersebut dan membantingnya sampai pecah. Tetapi aku menyesal, lalu berkata, โ€œYa Rasulullah, apa kifarat bagi perbuatan yang telah aku lakukan?โ€

Nabi shallallรขhu alaihi wa sallam menjawab, โ€œGantilah piring itu dengan piring yang serupa, demikian pula makanannya.โ€

(HR Abu Dawud dan Nasaโ€™i)

9. ย Mengajak Istri Bermusyawarah

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajak istri-istrinya bermusyawarah dalam banyak urusan. Beliau sangat menghargai pendapat-pendapat mereka.

Padahal wanita pada masa jahiliyah, sebelum datangnya Islam diperlakukan seperti barang dagangan semata, dijual dan dibeli, tidak dianggap pendapatnya, meskipun itu berkaitan dengan urusan yang langsung dan khusus dengannya.

Islam datang mengangkat martabat wanita, bahwa mereka sejajar dengan laki-laki, kecuali hak kepemimpinan keluarga, berada di tangan laki-laki.

Allah Azza wa Jalla ย berfirman: โ€œDan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang maโ€™ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.โ€ (QS al Baqarah [2]: 228)

Pendapat dari Ummu Salamah radhiyallahu โ€˜anha pada peristiwa Hudaibiyah, membawa berkah dan keselamatan bagi umat Islam. Ummu Salamah memberi masukan kepada Nabi agar keluar menemui para sahabat tanpa berbicara dengan siapa pun, langsung menyembelih hadyu atau seekor domba dan mencukur rambutnya. Ketika beliau melaksanakan hal itu, para sahabat dengan serta-merta menjalankan perintah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, padahal sebelumnya mereka tidak mau melaksanakan perintah Rasul, karena mereka merasa pada pihak yang kalah pada peristiwa itu. Mereka melihat bahwa syarat yang diajukan kaum kafir Quraisy tidak menguntungkan kaum muslimin.

10. Bercanda dengan Istri

Bercanda dengan istri akan memupuk rasa kasih sayang terhadap istri dan keluarga, disamping itu juga bercanda akan melepaskan rasa penat ketika selesai bekerja di luar rumah.

Dengan bercanda kita akan sangat mudah tersenyum dan ketawa. Namun tidaklah ketawa berlebihan karena hal itu akan membawa mudharat.

Canda Rasulullah bersama istri dan keluarganya dilakukan saat sedang melakukan perjalanan dan saat sedang berada di rumahnya.

Aisyah radhiyallahu โ€˜anha meriwayatkan, bahwa pernah ia bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Maka aku mengajak Beliau lomba lari dan aku berhasil mendahului beliau dengan kedua kakiku. Ketika aku menjadi gemuk, aku mengajak Beliau lomba lari lagi. Akhirnya Beliau berhasil mengalahkan aku dan bersabda, โ€œIni sebagai balasan atas perlombaan yang dulu itu.”
(HR Abu Dawud)

Masya Allah…

Indahnya suasana rumah teladan kita Rasulullah shallahu alaihi wa sallam. Semoga kita bisa membangun kemesraan dan romantisme di dalam rumah kita, hingga keluarga yang harmonis bukan hanya potret dan mimpi.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Hijrah Itu Menguras Rasa

MEMAKNAI HIJRAH DENGAN BER-HIJRAH

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah DRA. INDRA ASIH

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Sabda Nabi SAW:

๐Ÿ”Žโ€œIlmu yang pertama kali diangkat adalah kekhusuโ€™anโ€ ๐Ÿ”

(diriwayatkan oleh Thabrani dengan sanad Hasan)

Perjalanan alam semesta dan dunia, berputar terus, berpindah dari satu proses ke proses yang lain.

Berpindah dari satu era ke era yang lain, dengan perbedaan manusia yang menghuninya dan kecenderungan mereka yang tentu saja juga mengalami perubahan sejalan dengan perbedaan kekhasan mereka dari masa ke masa.

Kita adalah penghuni dunia sekarang.
๐Ÿ”นDunia yang serba ย cepat, praktis dan efisien.
๐Ÿ”นDunia yang menjanjikan dan menyajikan berbagai arena dan fasilitas yang sungguh-sungguh sangat mengasyikkan dan canggih.
๐Ÿ”นDunia yang dipenuhi dengan perkembangan teknologi yang begitu menawan dan semuanya menantang kita untuk mencoba dan menikmatinya.

Teknologi komunikasi dan transportasi yang memungkinkan kita menggenggam dunia ini hanya dalam hitungan detik, dalam arti ย hanya dalam hitungan detik saja, kita sudah bisa ada dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dari satu negeri ke negeri lain.

Mencermati hadits di awal tulisan ini, apa yang Nabi saw sabdakan terbukti benar adanya sekarang.

Sedikit demi sedikit tanpa kita menyadarinya seluruh diri kita, seluruh indera kita sudah begitu terbiasa dan menikmati bahkan kecanduan ย hiruk-pikuk dan gemerlap suasana dunia modern ini.

Luluh lantak bangunan kekhusuโ€™an pada diri kita.

Habis kandas persediaan energi pembangkit khusuโ€™an kita.

Ketika sholat, kita ibarat “mayat” atau “robot” yang sedang melakukan aktifitas tanpa makna. Kosong.

Kemudian, kita terburu-buru menyelesaikannya dan akhirnya, bersegera kembali pada ย berbagai judul dan kesibukan kita.

Di masa seperti ini, sungguh memaknai HIJRAH dengan kembali merebut KEKHUSU’AN kita dalam memaknai hidup dan tugas kehidupan kita yang hakiki yang diembankan oleh Allah swt pada kita, merupakan suatu hal yang sangat penting tapi sulit.

Memaknai HIJRAH berupa ๐Ÿ”นkeluar dari alur gemerlap dan kesibukan yang melalaikan dan
๐Ÿ”นkembali masuk pada nuansa keheningan dan kekhusuโ€™an,
untuk menapaki sisa-sisa waktu yang masih Allah karuniakan pada kita.

Hingga hidup kita kembali pada suasana semata-mata hanya untuk mengagungkan dan meninggikan Allah swt.

Tentu saja keheningan dan kekhusuโ€™an secara hakiki.

Bukan keheningan dan kekhusuโ€™an yang membuat kita hanya memojokkan diri kita di tempat-tempat sholat kita.

Tapi hening dan khusu’ di tengah keramaian dan kesibukan kita untuk beramal dan berbuat sebanyak-banyaknya untuk memberikan kebaikan dan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita.

๐Ÿ”‘ Setidaknya ada beberapa langkah yang bisa kita coba untuk proses hijrah kita tersebut.

๐Ÿƒ1โƒฃ. MEMILIH

Di dalam al Qurโ€™an surat Al Kahfi ayat 29, Allah SWT menuntun kita dan menyerahkan pilihan itu pada kita dengan konsekuensinya.

“Dan katakanlah:
Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.
Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka.
Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.”

Mari kita berusaha untuk menentukan pilihan terbaik, pilihan yang paling disukai oleh Allah.

Apakah yang dimaksud dengan pilihan terbaik?

Contoh:
Jika ada seseorang melakukan kesalahan pada kita. Ada beberapa sikap yang bisa kita ambil.

๐Ÿ”นPilihan pertama: tidak marah. Ini baik.

๐Ÿ”นPilihan kedua: memaafkan. Ini lebih baik.

๐Ÿ”นPilihan ketiga: membalas kesalahan seseorang dengan kebaikan. Inilah pilihan terbaik.

๐Ÿƒ2โƒฃ. MENERIMA

Yaitu melapangkan hati kita untuk ikhlas menerima pilihan terbaik yang sudah kita putuskan.

Allah berfirman: โ€œBarangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.

Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit.

Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.โ€
(QS. Al Anโ€™am : 125)

๐Ÿƒ3โƒฃ. MEMUTUSKAN

Yaitu berarti kita memilih dan melapangkan hati kita bukan hanya pada satu atau dua hal saja, tapi berusaha menerapkannya pada keseluruhan aspek dalam hidup kita.

Di dalam QS. Al Anโ€™am ayat 162, Allah swt berfirman:

โ€œKatakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.โ€

๐Ÿƒ4โƒฃ. MENEGUHKAN.

Yaitu memohon agar Allah mengokohkan keputusan jalan hidup kita sesuai dengan firman Allah swt.:

โ€œWalaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.
Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.โ€
(QS. Al Anfal : 63)

๐Ÿƒ5โƒฃ. MENIKMATI

Caranya dengan menjadikan diri kita terus konsisten dengan 4 hal yang sudah kita lakukan sebelumnya.

Jika kita berhasil, maka kita bisa meraih kembali sumber kenikmatan dan kebahagian hidup kita.

โ€œSesungguhnya orang-orang yang mengatakan: โ€œTuhan kami ialah Allahโ€ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:

โ€œJanganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.โ€ (QS. Fushilat:30)

Siapkah Kita Berhijrah?
Siapkah Kita Untuk Berbahagia?

Mari sama-sama kita raih janji Allah swt:

โ€œโ€ฆ.dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.โ€

Wallahu A’lam.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berkumpul Bersama Keluarga di Surga

Sudahkah Kita Menjadi Orang Tua yang Sholih?

๐Ÿ“ Pemateri: Dra. Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ู„ูŽูŠูŽุฑู’ููŽุนู ุงู„ุฏู‘ูŽุฑูŽุฌูŽุฉูŽ ู„ูู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‰ ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุจูุงุณู’ุชูุบู’ููŽุงุฑู ูˆูŽู„ูŽุฏููƒูŽ ู„ูŽูƒูŽ

โ€œSesunguhnya Allah taโ€™ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga. Kemudian dia akan berkata, โ€œWahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku?

Maka Allah menjawab, โ€œHal itu dikarenakan doโ€™a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.โ€ (HR. Ahmad).

Allah taโ€™ala langsung membebankan tanggung jawab pendidikan anak kepada kedua orang tua.

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู‚ููˆุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ููŠูƒูู…ู’ ู†ูŽุงุฑู‹ุง ูˆูŽู‚ููˆุฏูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุงู„ู’ุญูุฌูŽุงุฑูŽุฉู (ูฆ)

โ€œHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.โ€ (At Tahrim: 6).

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga memikulkan tanggung jawab pendidikan anak ini secara utuh kepada kedua orang tua.

Dari Ibnu radhiallahu โ€˜anhu, bahwa dia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ุฑูŽุงุนู ูˆูŽูƒูู„ู‘ููƒูู…ู’ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ู ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุฑูŽุงุนู ูˆูŽู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฑูŽุงุนู ูููŠ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุชูู‡ู

โ€œSetiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggunjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.โ€ (HR. Bukhari).

๐Ÿ”‘ Tanggung jawab pendidikan anak ini harus ditangani langsung oleh kedua orang tua.

Sedangkan para pendidik yang mendidik anak di sekolah-sekolah, hanyalah partner bagi orang tua dalam proses pendidikan anak.

Pendidikan yang diberikan orang tua merupakan pemberian yang berharga bagi sang anak, meski terkadang hal itu jarang disadari.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Hakim, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ุง ู†ุญู„ ูˆุงู„ุฏ ูˆู„ุฏู‡ ุฃูุถู„ ู…ู† ุฃุฏุจ ุญุณู†

โ€œTiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.โ€ (HR. Al Hakim).

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠู‘ูŽุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑู‘ูŽุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง (ูงูค)

โ€œYa Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.โ€ (Al Furqan: 74).

๐Ÿ”‘ Jika kita menginginkan anak-anak shalih, maka kita juga harus menjadi orang yang shalih. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Ada pepatah Arab yang bagus mengenai hal ini,

ูƒูŠู ุงุณุชู‚ู… ุงู„ุธู„ ูˆ ุนูˆุฏู‡ ุฃุนูˆุฌ

๐Ÿ”…โ€œBagaimana bisa bayangan itu lurus sementara bendanya bengkok?โ€๐Ÿ”…

Kita selaku orang tua adalah bendanya sedangkan anak-anak kita adalah bayangannya. Jika diri kita bengkok, maka anak pun akan bengkok dan rusak. Dan sebaliknya, jika diri kita lurus, maka insya Allah anak-anak akan lurus.

Allah taโ€™ala berfirman,

ุฐูุฑูู‘ูŠู‘ูŽุฉู‹ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุถู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุณูŽู…ููŠุนูŒ ุนูŽู„ููŠู…ูŒ

โ€œKeturunan itu sebagiannya merupakan (turunan) dari yang lain.โ€ (Ali Imran: 34).

Maksud dari ayat di atas adalah orang tua yang baik, sumber yang baik, insya Allah akan menghasilkan keturunan yang baik pula.

Kelak di surga, Allah taโ€™ala pun akan mengumpulkan sang anak bersama orang tua mereka yang shalih, meskipun amalan sang anak tidak dibanding amalan orang tua.

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽุชู’ู‡ูู…ู’ ุฐูุฑูู‘ูŠู‘ูŽุชูู‡ูู…ู’ ุจูุฅููŠู…ูŽุงู†ู ุฃูŽู„ู’ุญูŽู‚ู’ู†ูŽุง ุจูู‡ูู…ู’ ุฐูุฑูู‘ูŠู‘ูŽุชูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู„ูŽุชู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ูƒูู„ู‘ู ุงู…ู’ุฑูุฆู ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽ ุฑูŽู‡ููŠู†ูŒ (ูขูก)

โ€œDan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.โ€ (Ath Thuur: 21).

Allah taโ€™ala memasukkan anak-anak orang mukmin ke dalam surga dengan syarat mereka juga beriman.

Betapa menyenangkannya, jika kita berkumpul bersama keluarga kita di surga sebagaimana kita berkumpul di dunia ini.

Meskipun amal ibadah sang anak tidak sepadan dengan kedua orang tuanya, amalnya kurang daripada orang tuanya, namun Allah tetap memasukkan keturunannya ke dalam surga.

Mengapa? Karena keshalehan kedua orang tuanya.

Betapa penting menjadikan pribadi kita, yaitu orang tua, menjadi pribadi yang shalih, sampai-sampai salah seorang yang shalih pernah mengatakan,

ูŠุง ุจู†ูŠ ุฅู†ูŠ ู„ุฃุณุชูƒุซุฑ ู…ู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ู„ุฃุฌู„ูƒ

โ€œWahai anakku, sesungguhnya aku memperbanyak shalat karenamu (dengan harapan Allah akan menjagamu).โ€

Ada seorang tabiโ€™in yang bernama Saโ€™id ibn al-Musayyib rahimahullah juga pernah berkata,

ุฅู†ูŠ ู„ุฃุตู„ูŠ ูุฃุฐูƒุฑ ูˆู„ุฏูŠ ูุฃุฒูŠุฏ ููŠ ุตู„ุงุชูŠ

โ€œAda kalanya ketika aku shalat, aku teringat akan anakku, maka aku pun menambah shalatku (agar anak-anakku dijaga oleh Allah taโ€™ala).โ€

๐Ÿ‚Semoga Allah mudahkan kita untuk mampu menjadi pribadi yang baik, taat kepada Allah dan shalih, kita jalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-larangan-Nya dengan harapan nantinya Allah taโ€™ala menjaga dan memelihara anak-anak kita.๐Ÿ‚

Aamiin Ya Mujiibassaailiin..

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678