Uncategorized

Suami Perokok Berat, Tak Nyaman Berhubungan Intim

πŸŽ€ Ustadzah Menjawab πŸŽ€
✏ Ustadzah Dra Indra Asih

πŸ“†Kamis, 28 April 2016 M
                  21 Rajab 1437 H
πŸŒΊπŸπŸ‚πŸŒ»πŸŒΏπŸŒΉπŸŒ·πŸ„

Assalamualaikum ustadz/ah..
Apakah berdosa jika saya tidak melayani suami dengan maksimal dikarenakan ada beberapa faktor yang menjadi kendala. Suami saya adalah seorang perokok berat, padahal sebagaimana yang kita tahu merokok adalah hukumnya haram. Sementara saat ini saya menderita bronkhitis dan beberapa keluhan penyakit lainnya. Saya melihat suami saya juga mulai batuk2 dan nafasnya sangat bau karbon akibat rokok sehingga kalau berhubungan suami istri saya kurang maksimal dan tdk semangat, bahkan kadang saya menolak. Saya sudah menyuruh suami berhenti tapi beliau menolak bahkan sampai kadang terbersit dipikiran saya untuk minta cerai tapi saya memikirkan banyak kemudharatan jika kami bercerai. Bagaimana saya harus bersikap dalam hal ini ustad/ustadzah? Mohon pencerahannya. Jazakumullah

Jawaban :
—————

Wa’alaikumsalam wr wb..
Selama berkomitmen untuk bertahan menjadi istri, maka berlaku bahwa:

Menolak suami yang mengajak berhubungan intim tentu saja adalah perbuatan yang haram dilakukan oleh seorang istri. Allah dan Rasul-Nya tidak mencintai seorang wanita berlaku seperti itu kepada suaminya.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:
“Apabila laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian ia menolak untuk datang lalu laki-laki itu tidur semalam dalam keadaan marah kepadanya, maka ia dilaknat oleh malaikat sampai subuh.”
(HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Dari Abdullah bin Abu Aufa, ia berkata: Tatkala Muadz tiba dari Syam, maka sujudlah ia kepada nabi saw.Lalu Nabi bertanya,
“Apakah ini hai Muadz?
Muadz menjawab, “Aku telah datang ke Syam kemudian kujumpai mereka pada sujud kepada uskup-uskup dan panglima-panglima mereka, lalu aku ragu-ragu dalam hatiku untuk berbuat seperti itu terhadapmu.”
Kemudian Rasulullah saw bersabda,”Janganlah engkau lakukan itu, karena sesungguhnya kalau seandainya aku (boleh) menyuruh seseorang sujud kepada selain Allah, tentu aku suruh perempuan sujud kepada suaminya. Demi Dzat yang diri Muhammad dalam kekuasaan-Nya, tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya dan kalau seandainya suaminya menghendaki dirinya sedang ia di atas kendaraan, maka ia tidak boleh menolaknya.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Melaksanakan ketaatan kepada Allah dalam melayani suami memang tidak selamanya menyenangkan dan mulus-mulus saja. Ada kesulitan dan kelemahan-kelemahan sang istri ketika menjalankannya. Namun, jika seorang istri meniatkannya untuk beribadah hanya kepada Allah, lalu dia memohon kepada Allah agar diberi kemudahan dalam ketaatan tersebut, niscaya Allah akan memberikan kemudahan dan keberkahan dalam hubungan suami istri tersebut. Istri akan melayani suami dengan sukacita dan bersungguh-sungguh hingga membuat suami puas terhadap dirinya. Maka Surga menjadi hak bagi sang istri.
Wallahu a’lam.

πŸŒΊπŸ€πŸŒ·πŸŒ»πŸ„πŸπŸŒΉ

Dipersembahkan oleh:
www.imas-manis.com

πŸ’ΌSebarkan! Raih pahala…

Tags
Show More

Related Articles

3 Comments

  1. Betul. Apalagi bau rokok untuk orang yg tidak merokok sangat mengganggu. Bagaimana bisa melayani dgn maksimal?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close