Hidup dan Mati Adalah Ujian

WARNA-WARNA UNTUK PAKAIAN MUSLIMAH

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Dra Indra Asih.

Bismillahirrahmanirrahiim

Perempuan dan lelaki sama dalam permasalahan hukum selama tidak ada dalil yang membedakan antara perempuan dan lelaki dalam hukum.

Demikian juga yg terkait hukum asal dalam warna-warna pakaian adalah halal dan diperbolehkan, kecuali jika ada dalil yang melarang warna-warna tersebut bagi lelaki dan/atau perempuan.

Mengenai dalil warna-warna yang dibolehkan adalah sebagai berikut :

๐Ÿ”ณHitam

Telah datang dalam hadits Ummu Salamah radhiallahu ‘anhaa ia berkata

:ยซ ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู†ูŽุฒูŽู„ูŽุชู’ ?ูŠูุฏูŽู†ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽู„ุงูŽุจููŠุจูู‡ูู†ู‘ูŽ? ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู†ูุณูŽุงุกู ุงู„ุฃู†ู’ุตูŽุงุฑู ูƒูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุคูˆุณูู‡ูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุบูุฑู’ุจูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูƒู’ุณููŠูŽุฉู ยป

Tatkala turun firman Allahย  (Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka) maka keluarlah para wanita dari kaum Anshoor, seakan-akan di atas kepala-kepala mereka ada pakaian seperti burung-burung gagak”
(HR Abu Dawud)

Ummu Salamah menyamakan kain khimar yang ada di atas kepala-kepala para wanita yang dijadikan jilbab dengan burung-burung gagak menunjukkan warna hitamnya.

Dalil lain adalah hadits Ummu Kholid, ia berkata

ยซ ุฃูุชูŠ ุงู„ู†ุจูŠู‘ู ุจุซูŠุงุจู ููŠู‡ุง ุฎูŽู…ูŠุตุฉู ุณูˆุฏุงุกู ุตุบูŠุฑุฉูŒ ูู‚ุงู„:ยซ ู…ูŽู† ุชูŽุฑูŽูˆู† ุฃู† ู†ูƒุณูˆูŽ ู‡ุฐู‡ู ยปุŸ ูุณูƒุชูŽ ุงู„ู‚ูˆู…ู. ู‚ุงู„:ยซ ุงุฆุชููˆู†ูŠ ุจุฃู…ู‘ู ุฎุงู„ุฏู ยปุŒ ูุฃุชูŠูŽ ุจู‡ุง ุชูุญู…ู„ุŒ ูุฃุฎุฐ ุงู„ุฎู…ูŠุตุฉูŽ ุจูŠุฏู‡ู ูุฃู„ุจูŽุณูŽู‡ุง ูˆู‚ุงู„: ุฃุจู’ู„ููŠ ูˆุฃุฎู„ูู‚ูŠ. ูˆูƒุงู† ููŠู‡ุง ุนูŽู„ู…ูŒ ุฃุฎุถุฑู ุฃูˆ ุฃุตูุฑ ยป

Nabi diberikan baju-baju, diantaranya ada khomiisoh kecil yang berwarna hitam.
Maka nabipun berkata, “Menurut kalian kepada siapakah kita berikan kain ini?”.
Orang-orang pada diam, lalu Nabi berkata,
“Datangkanlah kepadaku Ummu Kholid !”, maka didatangkanlah Ummu Kholid dalam keadaan diangkat (karena masih kanak-kanak), lalu Nabipun mengambil kain tersebut dengan tangannya lalu memakaikannya kepada Ummu Kholid dan berkata,
“Bajumu sudah usang, gantilah bajumu”. Pada kain tersebut ada garis-garis (corak) berwarna hijau atau kuning.
(HR Al-Bukhari, Abu Dawud, dan Ahmad)

๐Ÿ€ Hijau

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari bahwasanya Rifa’ah menceraikan istrinya maka istrinyapun dinikahi oleh Abdurrahman bin Az-Zubair Al-Qurozhi.

Aisyah radhiallahu ‘anhaa berkata,

ูˆุนู„ูŠู‡ุง ุฎูู…ุงุฑูŒ ุฃุฎุถุฑุŒ ูุดูƒูŽุชู’ ุฅู„ูŠู‡ุงุŒ ูˆุฃุฑูŽุชู‡ุง ุฎูุถุฑุฉู‹ ุจุฌู„ุฏู‡ุง..ย  “

Ia memakai khimar berwarna hijau, maka iapun mengadu kepada Aisyah dan memperlihatkan kepada Aisyah adanya warna kehijau-hijauan di kulitnyaโ€ฆ.”
(HR Al-Bukhari)

๐ŸŒน Merah

Hanya boleh untuk perempuan dan tidak boleh bagi lelaki.

Dalilnya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhu, ia berkata :

ุฑูŽุฃูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุซูŽูˆู’ุจูŽูŠู’ู†ู ู…ูุนูŽุตู’ููŽุฑูŽูŠู’ู†ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ:ยซ ุฃูŽุฃูู…ู‘ููƒูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽุชู’ูƒูŽ ุจูู‡ูŽุฐูŽุงุŸ ยป ู‚ูู„ู’ุชู: ุฃูŽุบู’ุณูู„ูู‡ูู…ูŽุงุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ:ยซ ุจูŽู„ู’ ุงุญู’ุฑูู‚ู’ู‡ูู…ูŽุง

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam melihatku memakai dua belah baju yang mu’ashfar.
Maka Nabi berkata, “Apakah ibumu memerintahmu untuk memakai baju ini?”.
Aku berkata, “Aku cuci kedua baju ini?”,
Nabi berkata, “Bahkan bakarlah kedua baju itu”
(HR Muslim)

Dan yang dimaksud dengan dua buah baju mu’ashfar adalah dua baju yang dicelup dengan celupan berwarna merah (atau dicelup dengan warna kuning yang terbuat dari tumbuhan tertentu).

Imam An-Nawawi berkata tentang sabda Nabiย  “Adapun perintah Nabi untuk membakar baju tersebut karena sebagai hukuman dan sikap keras terhadapnya dan terhadap orang lain agar meninggalkan perbuatan seperti ini.

Dalil yang lain yang menunjukan akan hal ini adalah hadits ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata,

ู‡ูŽุจูŽุทู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณูŽู„ู‘ูŽู… ู…ูู†ู’ ุซูŽู†ููŠู‘ูŽุฉู ูุงู„ู’ุชูŽููŽุชูŽ ุฅู„ูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŠู‘ูŽ ุฑูŽูŠู’ุทูŽุฉูŒ ู…ูุถูŽุฑู‘ูŽุฌูŽุฉูŒ ุจุงู„ู’ุนูุตู’ููุฑู ูู‚ุงู„: ู…ูŽุง ู‡ุฐูู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽูŠู’ุทูŽุฉู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽุŸ ููŽุนูŽุฑูŽูู’ุชู ู…ูŽุง ูƒูŽุฑูู‡ูŽุŒ ูุฃูŽุชูŽูŠู’ุชู ุฃู‡ู’ู„ููŠ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฑููˆู† ุชูŽู†ู‘ููˆุฑู‹ุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ููŽู‚ูŽุฐูŽูู’ุชูู‡ูŽุง ูููŠู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุฃุชูŽูŠู’ุชูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุฏูุŒ ูู‚ุงู„: ูŠูŽุง ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ู’ุชูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽูŠู’ุทูŽุฉูŽุŒ ูุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑู’ุชูู‡ูุŒ ูู‚ุงู„: ุฃู„ุงูŽ ูƒูŽุณูŽูˆู’ุชูŽู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุถูŽ ุฃู‡ู’ู„ููƒูŽ ูุฅู†ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุจูŽุฃู’ุณ ุจูู‡ู ู„ูู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ยป

โ€œKami turun bersama Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam dari Tsaniyyah. Kemudian beliau menoleh kepadaku dengan keadaan memakai pakaian lembut yang dicelup dengan ushfur.
Maka beliau bertanya: โ€œApa ini yang engkau pakai?โ€
Maka akupun mengetahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukainya.
Akupun mendatangi keluargaku dalam keadaan mereka menyalakan api tanur dan aku lemparkan baju itu ke dalamnya.
Kemudian aku mendatangi beliau pada besok harinya.
Beliau bertanya: โ€œBagaimana nasib bajumu?โ€
Maka aku ceritakan apa yang aku lakukan pada baju itu.
Maka beliau berkata: โ€œKenapa engkau tidak memakaikan baju itu pada sebagian keluargamu. Karena baju tersebut tidak apa-apa jika dipakai wanita.โ€
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad)

๐ŸŒป Kuning

Diperbolehkan bagi kaum lelaki dan tidak ada larangan untuk perempuan.

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhumaa ia berkata

ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ุตู‘ููู’ุฑูŽุฉู ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุขู„ูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตู’ุจูุบู ุจูู‡ูŽุง ููŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูุญูุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุตู’ุจุบูŽ ูุจู‡ูŽุง

Adapun warna kuning maka aku telah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelupkan pakaian ke warna kuning, maka aku suka untuk mencelupkan pakaian dengan warna kuning
(HR Al-Bukhari, Abu Dawud, Ahmad).

Dan dalam sunan Abu Dawud dari Ibnu Umar beliau berkata

ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตู’ุจูุบู ุจูู‡ูŽุง ุซููŠูŽุงุจูŽู‡ู ูƒูู„ู‘ูŽู‡ูŽุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุนูู…ูŽุงู…ูŽุชูŽู‡ู

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencelupkan seluruh pakaiannya ke warna kuning, bahkan sorban beliau juga”
(HR Abu Dawud)

โ˜ Putih

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

ุงู„ู’ุจูุณููˆุง ู…ูู†ู’ ุซููŠูŽุงุจููƒูู…ู ุงู„ู’ุจูŽูŠูŽุงุถูŽ ูุฅู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุซููŠูŽุงุจููƒู…ู’ุŒ ูˆูŽูƒูŽูู‘ูู†ููˆุง ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽูˆู’ุชูŽุงูƒูู…

“Pakailah pakaian-pakaian kalian yang berwarna putih, sesungguhnya itu merupakan pakaian kalian yang terbaik, dan hendaknya kalian mengkafani mayat-mayat kalian dengan kain putih”
(HR Abu Dawud, At-Thirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

๐ŸŒˆ Warna bermotif

Hadits yang menjelaskan bahwa sebagian shahabiyat memakai pakaian yang bermotif/bercorak.

โ€˜Aisyah radhiallahu โ€˜anha berkata,

ูƒู†ุง ู†ุณุงุก ุงู„ู…ุคู…ู†ุงุช ูŠุดู‡ุฏู† ู…ุน ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฌุฑ ู…ุชู„ูุนุงุช ุจู…ุฑูˆุทู‡ู† ุซู… ูŠู†ู‚ู„ุจู† ุฅู„ู‰ ุจูŠูˆุชู‡ู† ุญูŠู† ูŠู‚ุถูŠู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ู„ุง ูŠุนุฑูู‡ู† ุฃุญุฏ ู…ู† ุงู„ุบู„ุณ

โ€œDahulu wanita-wanita mukminah biasa menghadiri shalat subuh bersama Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Mereka menutupi tubuh dan kepala (mereka) dengan โ€œmuruthโ€ mereka.
Kemudian (mereka) kembali ke rumah-rumah mereka ketika telah menyelesaikan shalat. Tidak ada seorang pun mengenal mereka karena gelap.โ€
(HR. Bukhari dan Muslim)

“ุจู…ุฑูˆุทู‡ู†” : ุงู„ู…ุฑุท -ุจูƒุณุฑ ุงู„ู…ูŠู…- ูƒุณุงุก ู…ุฎุทุท ุจุฃู„ูˆุงู†. ูˆุฒุงุฏ ุจุนุถู‡ู… ุฃู†ู‡ุง ู…ุฑุจุนุฉ

Muruth adalah jamak dari mirath artinya adalah pakaian yang bergaris-garis dengan garis yang berwarna, dan sebagian ulama menambahkan bahwasanya pakaian tersebut kotak-kotak.
(Taisir โ€˜allaam Syarh Umdatil Ahkaam Kitab ash Shalat Bab al Mawaqit)

๐Ÿ’ก Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya :

Apakah boleh seorang wanita menggunakan jilbab selain warna hitam?

Beliau โ€“rahimahullah- menjawab :

“Seakan-akan penanya berkata : Apakah boleh seorang wanita memakai khimar (penutup jilbab bagian atas kepala?) selain berwarna hitam?.

Jawabannya adalah : boleh.

Boleh perempuan untuk memakai khimar yang selain berwarna hitam dengan syarat khimar tersebut tidak seperti gutrohnya lelaki (gutroh adalah kain penutup kepala yang sering digunakan oleh penduduk Arab Saudi).

Kalau khimar tersebut seperti gutrohnya lelaki maka hukumnya haram karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para lelaki yang meniru-niru perempuan dan melaknat perempuan yang menyerupai kaum lelaki.

Jika khimarnya berwarna putih akan tetapi wanita tersebut tidak memakainya sebagaimana cara pakai lelaki maka jika penggunaan khimar berwarna putih tersbut merupakan adat penduduk negerinya maka tidak mengapa untuk dipakai.

Adapun jika pemakaian khimar putih tidak biasa menurut adat mereka maka tidak boleh dipakai karena hal itu merupakan pakaian syuhroh (ketenaran/tampil beda) yang terlarang” (Fatwa Nuur “alaa Ad-Darb)

๐Ÿ’Ž KESIMPULAN:

Hadits-hadits diatas menunjukan akan bolehnya memakai pakaian berwarna hitam, hijau, dan merah bagi perempuan dengan nash dari Nabi, dan ini juga berlaku bagi kaum lelaki berdasarkan hukum asal yang telah lalu penjelasannya.

Kecuali warna merah yang khusus boleh bagi perempuan.

Adapun warna putih dan kuning serta warna lain boleh juga bagi perempuan dengan dasar hukum asal tentang bolehnya menggunakan seluruh warna karena tidak ada dalil yang melarangnya atau mengkhususkannya.

๐ŸŒฟ๐ŸŒด๐ŸŒฟ๐ŸŒด

Dipersembahkan oleh : manis.id

๐Ÿ“ฒ Follow IG MANIS: http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Pemilik Kurban Boleh Memakan Daging Kurbannya Sendiri

Bolehkah Makan Daging Qurban Lebih Dari 3 Hari?

๐Ÿ“ Pemateri: Dra. Indra Asih

Kesimpulan yang salah muncul ketika kita membaca hadits yang merupakan potongan hadits:

ู…ูŽู†ู’ ุถูŽุญู‘ูŽู‰ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ููŽู„ุงูŽ ูŠูุตู’ุจูุญูŽู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุซูŽุงู„ูุซูŽุฉู ูˆูŽููู‰ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ู ุดูŽู‰ู’ุกูŒ

Siapa di antara kalian berqurban, maka janganlah ada daging qurban yang masih tersisa dalam rumahnya setelah hari ketiga. (HR. Bukhari).

Bagaimana cara yang benar bagi kita untuk memahami hadits ini?

Dan faktor kesalahan sebagian besar kita dalam hal ini bukan karena tidak berdalil dengan hadits shahih, melainkan karena kekurangan dalil alias hanya membaca satu dua dalil, itupun hanya sepotong-sepotong.

Kalau kita selami hadits di atas, kita dengan mudah akan menemukan jawabannya.

Larangan itu sifatnya sementara saja, dan kemudian larangan itu pun dihapus.

Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama atas dihapuskannya larangan ini, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abdil Bar di dalam kitab Al-Istidzkar.

Memang benar bahwa di jalur riwayat dan versi yang lain, disebutkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahuanhu tidak mau memakan daging hewan udhiyah, bila sudah disimpan selama tiga hari.

ุนูŽู†ู’ ุณูŽุงู„ูู…ู ุนูŽู†ู ุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽย  ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูย  ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู„ูุญููˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฃูŽุถูŽุงุญููŠ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซู . ู‚ุงู„ ุณุงู„ู… : ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ู’ุจู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ู„ูุญููˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฃูŽุถูŽุงุญููŠ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซู

Dari Salim dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW melarang kamu memakan daging hewan udhiyah yang sudah tiga hari. Salim berkata bahwa Ibnu Umar tidak memakan daging hewan udhiyah yang sudah tiga hari (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun Ibnu Hajar Al-Asqalani di dalam Fathul Bari mengutip penjelasan Asy-Syafiโ€™i, beliau menyebutkan bahwa kemungkinan Ibnu Umar belum menerima hadits yang menasakh(menghapus) larangan itu.

Terusan dari hadits di atas adalah :

ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ู ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุจูู„ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู†ูŽูู’ุนูŽู„ู ูƒูŽู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ุนูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุถูู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุฃูŽุทู’ุนูู…ููˆุง ูˆูŽุงุฏู‘ูŽุฎูุฑููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฌูŽู‡ู’ุฏูŒ ููŽุฃูŽุฑูŽุฏู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ุชูุนููŠู†ููˆุง ูููŠู‡ูŽุง ยป

Ketika datang tahun berikutnya, para sahabat mengatakan,
โ€Wahai Rasulullah, apakah kami harus melakukan sebagaimana tahun lalu?โ€
Maka beliau menjawab, โ€(Adapun sekarang), makanlah sebagian, sebagian lagi berikan kepada orang lain dan sebagian lagi simpanlah.
Pada tahun lalu masyarakat sedang mengalami paceklik sehingga aku berkeinginan supaya kalian membantu mereka dalam hal itu.โ€
(HR. Bukhari)

Jadi jelaslah bahwa kenapa Nabi SAW pada tahun sebelumnya melarang umat Islam menyimpan daging hewan udhiyah lebih dari tiga hari. Karena saat itu terjadi paceklik dan kelaparan dimana-mana. Beliau ingin para shahabat berbagi daging itu dengan orang-orang, maka beliau melarang mereka menyimpan daging agar daging-daging itu segera didistribusikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Tetapi tahun berikutnya, ketika mereka menyimpan daging lebih dari tiga hari, Rasulullah SAW membolehkan. Karena tidak ada paceklik yang mengharuskan mereka berbagi daging.

Hadits di atas juga dikuatkan dengan hadits lainnya, sebagai berikut :

ูƒูู†ู’ุชู ู†ูŽู‡ูŽูŠู’ุชููƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ู„ูุญููˆู…ู ุงู„ุฃูŽุถูŽุงุญูู‰ ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซู ู„ููŠูŽุชู‘ูŽุณูุนูŽ ุฐููˆ ุงู„ุทู‘ูŽูˆู’ู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุทูŽูˆู’ู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ููŽูƒูู„ููˆุง ู…ูŽุง ุจูŽุฏูŽุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุทู’ุนูู…ููˆุง ูˆูŽุงุฏู‘ูŽุฎูุฑููˆุง

โ€œDulu aku melarang kalian dari menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari agar orang yang memiliki kecukupan memberi keluasan kepada orang yang tidak memiliki kecukupan.
Namun sekarang, makanlah semau kalian, berilah makan, dan simpanlah.โ€
(HR. Tirmizi)

Jadi daging hewan qurban, hukumnya boleh dimakan kapan saja, selagi masih sehat untuk dimakan.

Apalagi sekarang di masa modern ini, sebagian umat Islam sudah ada yang mengkalengkan daging qurban ini, sehingga bisa bertahan cukup lama.

Karena sudah dikalengkan, mudah sekali untuk mendistribusikannya kemanapun, dengan tujuan untuk membantu saudara kita yang kelaparan, entah karena perang atau bencana alam.

Walau pun afdhalnya tetap lebih diutamakan untuk orang-orang yang lebih dekat, namun bukan berarti tidak boleh dikirim ke tempat yang jauh tapi lebih membutuhkan.

Jadi boleh saja memakan daging qurban, walau pun sudah tiga tahun yang lalu disembelihnya, yang penting belum melewati batas kadaluarsa.

Wallahu a’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

berdoa setelah membaca alfatihah

Doa Yang Paling Cepat Diijabah

๐Ÿ“ Dra, Indra Asih

Sebaik-baik doโ€™a adalah doโ€™a hari Arafah (9 Dzulhijjah). Maksudnya, doโ€™a ini paling cepat diijabahi.

Dari โ€˜Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนู’ุชูู‚ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูููŠู‡ู ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ู…ูู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูŠูŽุฏู’ู†ููˆ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูุจูŽุงู‡ูู‰ ุจูู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽุง ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ู‡ูŽุคูู„ุงูŽุกู

โ€œDi antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?โ€ (HR. Muslim).

Dari โ€˜Amr bin Syuโ€™aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู ุฏูุนูŽุงุกู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ

โ€œSebaik-baik doโ€™a adalah doโ€™a pada hari Arafah.โ€ (HR. Tirmidzi).

Apakah keutamaan doโ€™a ini hanya khusus bagi yang wukuf di Arafah?

Apakah berlaku juga keutamaan ini bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji?

Mustajabnya doโ€™a tersebut adalah umum, baik bagi yang berhaji maupun yang tidak berhaji karena keutamaan yang ada adalah keutamaan pada hari.

Sedangkan yang berada di Arafah (yang sedang wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah), ia berarti menggabungkan antara keutamaan waktu dan tempat.

Doโ€™a ini bagi yang wukuf dimulai dari siang hari selepas matahari tergelincir ke barat (masuk shalat Zhuhur) hingga terbenamnya matahari.

Semoga Allah memudahkan kita untuk menyibukkan diri dengan doโ€™a pada hari Arafah.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ
Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berkumpul Bersama Keluarga di Surga

Memulai dan Melanggengkan Kemesraan di Rumah

๐Ÿ‘คDra. Indra Asih

ูˆูŽุนูŽุงุดูุฑููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู

โ€œDan bergaullah dengan mereka (istri-istri kalian) dengan baik.โ€ (QS. An Nisaโ€™: 19).

ูˆูŽู„ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูุซู’ู„ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู

โ€œDan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang maโ€™ruf.โ€ (QS. Al Baqarah: 228).

Dari โ€˜Aisyah, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฎูŽูŠู’ุฑููƒูู…ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑููƒูู…ู’ ู„ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑููƒูู…ู’ ู„ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‰

โ€œSebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yangย  paling berbuat baik pada keluargakuโ€ (HR. Tirmidzi).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengenai surat An Nisaโ€™ ayat 19 di atas, โ€œBerkatalah yang baik kepada istri kalian, perbaguslah amalan dan tingkah laku kalian kepada istri. Berbuat baiklah sebagai engkau suka jika istri kalian bertingkah laku demikian.โ€ (Tafsir Al Qurโ€™an)

Berbuat maโ€™ruf adalah kalimat yang sifatnya umum, tercakup di dalamnya seluruh hak istri.
Lihatlah contoh Nabi kita, beliau memanggil โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anha, sang istri tercinta dengan panggilan Humaira, artinya wahai yang pipinya kemerah-merahan.ย  Karena putihnya โ€˜Aisyah, jadi pipinya biasa nampak kemerah-merahan.

Dari โ€˜Aisyah, ia berkata,

ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ุญูŽุจูŽุดูŽุฉู ุงู„ู…ุณู’ุฌูุฏูŽ ูŠูŽู„ู’ุนูŽุจููˆู’ู†ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ููŠ ูŠูŽุง ุญูู…ูŽูŠู’ุฑูŽุงุก ุฃูŽุชูุญูุจู‘ููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู†ู’ุธูุฑููŠ

โ€œOrang-orang Habasyah (Ethiopia) pernah masuk ke dalam masjid untuk bermain, lantas Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memanggilku, โ€œWahai Humaira (artinya: yang pipinya kemerah-merahan), apakah engkau ingin melihat mereka?โ€ (HR. An Nasai).

So sweet…

Marilah jaga terus kemesraan yang terasa demikian hangat pada saat awal pernikahan, sampai seterusanya, walaupun sudah menginjak usia pernikahan yang cukup lamapun.
Jangan sampai panggilan sayang ketika awal-awal pernikahan berganti dengan panggilan yang tidak menyenangkan istri.

Dari Muโ€™awiyah Al Qusyairi radhiyallahu โ€˜anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽู†ู’ ุชูุทู’ุนูู…ูŽู‡ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุทูŽุนูู…ู’ุชูŽ ูˆูŽุชูŽูƒู’ุณููˆูŽู‡ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุงูƒู’ุชูŽุณูŽูŠู’ุชูŽ โ€“ ุฃูŽูˆู ุงูƒู’ุชูŽุณูŽุจู’ุชูŽ โ€“ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุถู’ุฑูุจู ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูู‚ูŽุจู‘ูุญู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู‡ู’ุฌูุฑู’ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ููู‰ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู

โ€œEngkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumahโ€
(HR. Abu Daud).

Mudah-mudahan Allah terus makin menumbuhkembangkan cinta antara kita dengan pasangan kita.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : manis.id

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Mukmin Itu Akrab dan Diakrabi

Akhlaq Terhadap Istri Tercinta

๐Ÿ‘คUstadzah Indra Asih

Islam Agama Akhlak

โ€œุจูุนูุซู’ุชู ู„ูุฃูุชูŽู…ูู‘ู…ูŽ ุตูŽุงู„ูุญูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุฎู’ู„ุงูŽู‚ูโ€

โ€œAku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.โ€(H.R. Al-Hakim).

Sedemikian besar Islam memperhatikan perealisasian akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Islam tidak hanya menjelaskan hal ini secara global, namun juga menerangkannya secara terperinci.
Islam menjelaskan secara rinci bagaimana akhlak seorang muslim kepada Rabb-nya, keluarganya, tetangganya, bahkan kepada hewan dan tetumbuhan sekalipun.

Hal yang tidak terlepas dari pembahasan adalah penjelasan tentang barometer akhlak mulia. Kapankah seseorang itu berhak dinilai memiliki akhlak mulia?

Qudwah kita, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย  dalam sabdanya,

โ€œุฎูŽูŠู’ุฑููƒูู…ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑููƒูู…ู’ ู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑููƒูู…ู’ ู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ููŠโ€

โ€œSebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku.โ€ (H.R. Tirmudzi).

Beberapa contoh kemuliaan akhlak Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam terhadap keluarganya.

Sebagai teladan umat, amatlah wajar jika praktik keseharian Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dalam bergaul dengan keluarganya kita pelajari. Dan tentu saja lautan kemuliaan akhlak beliau terhadap keluarganya tidak bisa dikupas dalam tulisan sederhana ini.

Oleh karena itu, di sini kita hanya akan menyampaikan beberapa contoh saja.

1. Turut membantu urusan pekerjaan istri

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam untuk ikut turun tangan membantu pekerjaan para istrinya.

ุนูŽู†ู’ ุนูุฑู’ูˆูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูู„ู’ุชู ู„ูุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ูŠูŽุง ุฃูู…ูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุฃูŠ ุดูŽูŠู’ุกูŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนู ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ูย  ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: โ€œู…ูŽุง ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ูููŠ ู…ูู‡ู’ู†ูŽุฉู ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ูŠูŽุฎู’ุตููู ู†ูŽุนู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽูŠูุฎููŠู’ุทู ุซูŽูˆู’ุจูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุฑู’ููŽุนู ุฏูŽู„ู’ูˆูŽู‡ูโ€

Urwah bertanya kepada Aisyah, โ€œWahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tatkala bersamamu (di rumahmu)?โ€ Aisyah menjawab, โ€œBeliau melakukan seperti apa yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya. Beliau mengesol sandalnya, menjahit bajunya dan mengangkat air di ember.โ€ (H.R. Ibnu Hibban).

Subhanallah!

Di tengah kesibukannya yang luar biasa padat berdakwah, menjaga stabilitas keamanan negara, berjihad, mengurusi ekonomi umat dan lain-lain, beliau masih bisa menyempatkan diri mengerjakan hal-hal yang mungkin dipandang rendah oleh banyak suami di zaman ini!

Andaikan saja para suami-suami itu mau mempraktekkan hal-hal tersebut, insyaAllah keharmonisan rumah tangga mereka akan langgeng.

2. Berpenampilan prima di hadapan istri dan keluarga

Berikut Aisyah, salah satu istri Rasul shallallahu โ€˜alahi wa sallam menyampaikan pengamatannya;

โ€œุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุจูŽูŠู’ุชูŽู‡ู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ุจูุงู„ุณูู‘ูˆูŽุงูƒูโ€

โ€œNabi shallallahu โ€˜alahi wa sallam jika masuk ke rumahnya, hal yang pertama kali beliau lakukan adalah bersiwak.โ€ (H.R. Muslim).

Bersiwak ketika pertama kali masuk rumah??!

Suatu hal yang mungkin tidak pernah terbetik di benak banyak suami. Tetapi, begitulah cara Nabi kita shallallahu โ€˜alahi wa sallam menjaga penampilannya di hadapan istri dan putra beliau.
Ini hanya salah satunya lho! Dan beginilah salah satu potret kemuliaan akhlak Rasulullah kepada keluarganya.

3. Tidak bosan untuk terus menasehati istri dan keluarga

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengingatkan,

โ€œุฃูŽู„ุงูŽ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽูˆู’ุตููˆู’ุง ุจูุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุงโ€

โ€œIngatlah, hendaknya kalian berwasiat yang baik kepada para istri.โ€ (H.R. Tirmidzi).

Timbulnya riak-riak dalam kehidupan rumah tangga merupakan suatu hal yang lumrah. Namun, jika hal itu sampai mengotori keharmonisan jalinan kasih sayang antara suami dan istri, atau bahkan menghancurkan bahtera pernikahan, tentulah sangat berbahaya. Agar mimpi buruk itu tidaklah terjadi, seyogyanya ditumbuhkan budaya saling memahami dan kebiasaan saling menasehati antara suami dan istri.

Oleh karenanya, benih-benih kesalahan yang ada dalam pasangan suami-istri hendaknya tidaklah didiamkan begitu saja hanya karena dalih menjaga keharmonisan rumah tangga. Justru sebaliknya, kesalahan-kesalahan itu harus segera diluruskan.

Dan tentunya hal itu harus dilakukan dengan cara yang elegan:
tutur kata yang lembut, raut muka yang manis dan metode yang tidak menyakiti hati pasangannya.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678