Doakan Selalu Orang Tua Kita

Jika Dewasa Belum Aqiqah

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ijin bertanya ustadz .. Biasanya kan orang tua yg mengaqiqahkan anaknya, kalau seandainya sebaliknya, anak yang mengaqiqahkan orang tuanya. Boleh apa tidak ustadz? mohon pencerahannya terima kasih. Wassalamu’alaikum

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Bismillahirrahmanirrahim..

Tugas mengaqiqahkan adalah tugas orang tua ke anaknya, yaitu di saat anak mereka masih kecil.

Namun, demikian sebagian ulama seperti Syafiโ€™iyah dan Hambaliyah, membolehkan aqiqah diri sendiri di saat dewasa.

Dari Anas bin Malik, katanya:

ุนู‚ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนู† ู†ูุณู‡ ุจุนุฏ ู…ุง ุจุนุซ ุจุงู„ู†ุจูˆุฉ

โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengaqiqahkan dirinya setelah beliau diangkat menjadi nabi.โ€ (HR. Abdurrazaq, No. 7960)

Hadits ini sebenarnya dha’if, karena ada perawi bernama Abdullah bin Muharrar, seorang perawi yang dinilai dha’if oleh umumnya ulama. Namun, hadits ini memiliki beberapa mutaba’ah (pendukung) dari beberapa jalur lain, sehingga terangkat menjadi shahih. (Ash Shahihah, 6/502)

Ulama yang membolehkan aqiqah sesudah dewasa adalah Imam Muhammad bin Sirin, Al Hasan Al Bashri, Athaโ€™, sebagian Hambaliyah dan Syafiโ€™iyah.

Imam Ahmad ditanya tentang bolehkah seseorang mengaqiqahkan dirinya ketika sudah dewasa? Imam Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitabnya sebagai berikut:

ูˆู‚ุงู„ ุฃู† ูุนู„ู‡ ุฅู†ุณุงู† ู„ู… ุฃูƒุฑู‡ู‡

โ€œDia (Imam Ahmad) berkata: Aku tidak memakruhkan orang yang melakukannya.โ€ (Imam Ibnul Qayyim, Tuhfatul Maudud, Hal 61. Cet. 1. 1983M-1403H. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah)

Imam Muhammad bin Sirrin berkata:

ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูุนูŽู‚ู‘ูŽ ุนูŽู†ู‘ููŠ ุŒ ู„ูŽุนูŽู‚ูŽู‚ู’ุชู ุนูŽู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููŠ

Seandainya aku tahu aku belum diaqiqahkan, niscaya akan aku aqiqahkan diriku sendiri. (Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah No. 24718)

Imam Al Hasan Al Bashri berkata:

ุฅุฐุง ู„ู… ูŠุนู‚ ุนู†ูƒ ุŒ ูุนู‚ ุนู† ู†ูุณูƒ ูˆ ุฅู† ูƒู†ุช ุฑุฌู„ุง

Jika dirimu belum diaqiqahkan, maka aqiqahkan buat dirimu sendiri, jika memang kamu adalah laki-laki. (Imam Ibnu Hazm, Al Muhalla, 8/322)

Maka, solusinya adalah jika anaknya punya dana hendaknya dia menghadiahkan uangnya ke ortuanya. Lalu orangtuanya aqiqah untuk dirinya sendiri.

Demikian. Wallahu a’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Minyak Rambut yang Dilarang

Minyak Rambut Menutupi Wudhu?

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz… ingin tanya, apakah memakai minyak rambut (gatsby) dan berwudhu, wudhunya tidak sah?

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Tidak semua minyak rambut menghalangi wudhu, apalagi jika minyak tersebut cair, Rasulullah ๏ทบ pun memakai minyak rambut.

Jabir bin Samurah ditanya tentang uban Nabi ๏ทบ :

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุงุฏู‘ูŽู‡ูŽู†ูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุฏู‘ูŽู‡ูŽู†ู’ ุฑูุฆููŠูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู

Dahulu jika Beliau melumasi dengan minyak ubannya tidak terlihat, dan jika tidak memakai minyak ubannya terlihat. (HR. Muslim No. 2344)

Tapi, jika minyak rambutnya jel atau krim yang melapisi, sehingga tertutuplah rambut tersebut dengan minyak tsb, sehingga air wudhu pun tidak kena maka tidak boleh.

Imam an Nwawi Rahimahullah berkata:

ุฅุฐุง ูƒุงู† ุนู„ู‰ ุจุนุถ ุฃุนุถุงุฆู‡ ุดู…ุนุŒ ุฃูˆ ุนุฌูŠู†ุŒ ุฃูˆ ุญู†ุงุก ูˆุฃุดุจุงู‡ ุฐู„ูƒ ูู…ู†ุน ูˆุตูˆู„ ุงู„ู…ุงุก ุฅู„ู‰ ุดูŠุก ู…ู† ุงู„ุนุถูˆ ู„ู… ุชุตุญ ุทู‡ุงุฑุชู‡ ุณูˆุงุก ูƒุซุฑ ุฐู„ูƒ ุฃู… ู‚ู„

Jika sebagian anggota tubuhnya terlapisi oleh lilin, tepung, henna, dan lainnya, serta menghalangi sampainya air ke anggota tubuh yang diwudhukan, maka tidak sah wudhunya, baik yang terhalang itu sedikit atau banyak. (Al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab, 1/467)

Demikian. Wallahu a’lam.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Utang

Hutang Si Mayit Kewajiban Ahli Waris?

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Izin bertanya ustadz/ustadzah… hukum seorang isteri yg tdak mau membayarkan hutang suami yang sdah meninggal padahal siisteri bekerja sebagai PNS. A/19

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Tidak wajib, tidak lantas menjadi kewajiban ahli waris dengan hartanya, tapi sangat bagus jika ahli waris membayarkannya .., itu amal shalih yang besar bagi anak-anaknya..

Yang WAJIB adalah jika orang tua punya harta peninggalan (tirkah), maka dr situlah wajib dibayar hutangnya yg dieksekusi oleh ahli warisnya .. jika tidak cukup, maka sebaiknya dibantu oleh ahli warisnya, walau itu bukan kewajibannya ..

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah mengatakan:

ุฅุฐุง ู…ุงุช ุงู„ู…ูŠุช ูˆุชุฑูƒ ู…ุงู„ุงู‹ ูุงู„ูˆุงุฌุจ ุนู„ู‰ ูˆุฑุซุชู‡ ุฃู† ูŠุจุฏุคูˆุง ุจุชุฌู‡ูŠุฒู‡ ูˆุชูƒููŠู†ู‡ ู…ู† ุงู„ุชุฑูƒุฉ , ุซู… ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ ูŠู„ุฒู…ู‡ู… ุฅุฎุฑุงุฌ ุงู„ุฏูŠูˆู† ู…ู† ุงู„ุชุฑูƒุฉ , ุซู… ุฅุฎุฑุงุฌ ุงู„ูˆุตุงูŠุง ู…ู† ุซู„ุซ ุงู„ุชุฑูƒุฉ , ุฅู† ูƒุงู† ู‚ุฏ ุฃูˆุตู‰ ููŠ ู…ุงู„ู‡ ุจุดูŠุก ุ› ูƒู„ ุฐู„ูƒ ู‚ุจู„ ู‚ุณู…ุฉ ุงู„ุชุฑูƒุฉ ุนู„ู‰ ู…ู† ูŠุณุชุญู‚ู‡ุง ู…ู† ุงู„ูˆุฑุซุฉ

Jika seorang wafat dan meninggalkan harta maka wajib bagi ahli warisnya mengurus jenazahnya dan mengkafaninya dengan harta tirkah (peninggalannya), kemudian melunasi hutang dengan tirkah, kemudian mengeluarkan wasiat sebanyak 1/3 dari harta tirkah, itu jika memang dia ada wasiat harta, semua hal ini dilakukan sebelum harta tirkah itu dibagikan sebagai harta waris ke ahli warisnya.

(Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 200127)

Cara pembebanannya berapa bagian, tdk ada ketetapan khusus dlm syariat. Sesuai kerelaan masing2 saja dan proporsional/pantas.

Demikian. Wallahu a’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

hukum wanita yang ditinggal wafat suaminya

Wanita Yang Ditinggal Wafat Suaminya

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz izin bertanya…
Bismillah..

1. Bagaimana kah adab ziyarah kubur?
2. Jika seorang istri suami meninggal, terkait masalah iddah, berapa waktunya? apakah yg boleh dan tidak boleh dilakukan saat masa idah? Kewajiban dan haknya?
Jazakumullahu khairan

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Bismillahirrahmanirrahim

Wanita yang ditinggal wafat suaminya, mesti melewati masa ‘iddah dan ihdad (berkabung).

Masa iddahnya itu JIKA wanita sudah Menopause seperti kasus yg ditanyakan, adalah selama 3 bulan. (Lihat Ath Thalaq ayat 4)

Kalo wanita itu belum Menopause, masa iddah karena suami wafat adalah 4 bulan 10 hari. (lihat Al Baqarah ayat 234)

Wanita yang mengalami masa ‘iddah dan ihdad WAJIB berdiam dirumah sejak suaminya wafat sampai selesai masa iddahnya, dan tidak boleh bersolek atau yg semisalnya. (Al Mausu’ ah, 2/104)

NAMUN, BOLEH KELUAR jika ADA KEPERLUAN yg tidak bisa diwakili orang lain..

Jika Wanita ‘Iddah Keluar Rumah Karena Ada Keperluan

๐Ÿ“Œ Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata:

ูˆู„ู„ู…ุนุชุฏุฉ ุงู„ุฎุฑูˆุฌ ููŠ ุญูˆุงุฆุฌู‡ุง ู†ู‡ุงุฑุง , ุณูˆุงุก ูƒุงู†ุช ู…ุทู„ู‚ุฉ ุฃูˆ ู…ุชูˆูู‰ ุนู†ู‡ุง . ู„ู…ุง ุฑูˆู‰ ุฌุงุจุฑ ู‚ุงู„ : ุทูู„ู‚ุช ุฎุงู„ุชูŠ ุซู„ุงุซุง , ูุฎุฑุฌุช ุชุฌุฐู‘ ู†ุฎู„ู‡ุง , ูู„ู‚ูŠู‡ุง ุฑุฌู„ , ูู†ู‡ุงู‡ุง , ูุฐูƒุฑุช ุฐู„ูƒ ู„ู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูู‚ุงู„ : (ุงุฎุฑุฌูŠ , ูุฌุฐูŠ ู†ุฎู„ูƒ , ู„ุนู„ูƒ ุฃู† ุชุตุฏู‘ู‚ูŠ ู…ู†ู‡ , ุฃูˆ ุชูุนู„ูŠ ุฎูŠุฑุง) ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ูˆุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ

Boleh bagi wanita ‘Iddah keluar rumah di siang hari jika ada keperluan, sama saja baik karena wafat atau dicerai.

Berdasarkan riwayat dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu:

Bibiku sdh diceraikan tiga hari lamanya, dia keluar rumah untuk memotong kurmanya, dia berjumpa seorang laki-laki dan laki-laki itu melarangnya keluar. Peristiwa itu diadukan ke Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Nabi bersabda:

“KELUARLAH kamu, dan potonglah kurmamu, dan sedekahlah dengannya dan berbuat baiklah.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i)

(Al Mughni, 8/130)

๐Ÿ“Œ Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah menjelaskan:

ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ููŠ ุนุฏุฉ ุงู„ูˆูุงุฉ ู„ู‡ุง ุฃู† ุชุฎุฑุฌ ู…ู† ุจูŠุชู‡ุง ููŠ ุงู„ู†ู‡ุงุฑ ู„ู‚ุถุงุก ุญูˆุงุฆุฌู‡ุง ุŒ ูƒุงู„ุฐู‡ุงุจ ู„ู„ุทุจูŠุจ ุŒ ูˆู…ุชุงุจุนุฉ ุงู„ุฅุฌุฑุงุกุงุช ุงู„ุญูƒูˆู…ูŠุฉ ุฅุฐุง ู„ู… ูŠูˆุฌุฏ ู…ู† ูŠู‚ูˆู… ุจู‡ุง ุจุฏู„ุง ุนู†ู‡ุง ุŒ ูˆุฃู…ุง ุงู„ู„ูŠู„ ูู„ุง ุชุฎุฑุฌ ููŠู‡ ุฅู„ุง ู„ุถุฑูˆุฑุฉ

Seorang wanita yang ditinggal wafat, dia BOLEH keluar rumah saat masa ‘iddahnya di siang hari untuk memenuhi keperluannya, seperti ke dokter, mengikuti aktifitas yg ditetapkan pemerintah, jika memang tidak didapatkan orang lain sebagai penggantinya. Ada pun di malam hari tidak boleh dia keluar, kecuali darurat.

(Fatawa Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 95297)

๐Ÿ“Œ Fatwa Al Lajnah Ad Daimah

ุงู„ุฃุตู„: ุฃู† ุชุญุฏ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ููŠ ุจูŠุช ุฒูˆุฌู‡ุง ุงู„ุฐูŠ ู…ุงุช ูˆู‡ูŠ ููŠู‡ุŒ ูˆู„ุง ุชุฎุฑุฌ ู…ู†ู‡ ุฅู„ุง ู„ุญุงุฌุฉ ุฃูˆ ุถุฑูˆุฑุฉุ› ูƒู…ุฑุงุฌุนุฉ ุงู„ู…ุณุชุดูู‰ ุนู†ุฏ ุงู„ู…ุฑุถุŒ ูˆุดุฑุงุก ุญุงุฌุชู‡ุง ู…ู† ุงู„ุณูˆู‚ ูƒุงู„ุฎุจุฒ ูˆู†ุญูˆู‡ุŒ ุฅุฐุง ู„ู… ูŠูƒู† ู„ุฏูŠู‡ุง ู…ู† ูŠู‚ูˆู… ุจุฐู„ูƒ

Pada dasarnya wanita yang sedang berkabung itu di rumah suaminya yang wafat dan dia tinggal di situ. Janganlah keluar kecuali ada keperluan dan mendesak. Seperti ke rumah sakit saat sakit, membeli kebutuhannya ke pasar, roti, dan lainnya, jika tidak ada orang lain yang menjalankannya.

(Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 20/440)

๐Ÿ“Œ Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah menjelaskan:

ูู‚ุฏ ุฐู‡ุจ ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ุนู„ู…ุงุก – ูˆู…ู†ู‡ู… ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ู…ุฐุงู‡ุจ ุงู„ุฃุฑุจุนุฉ – ุฅู„ู‰ ุฃู† ู„ู„ุญุงุฏุฉ ุงู„ุฎุฑูˆุฌ ู…ู† ู…ู†ุฒู„ู‡ุง ููŠ ุนุฏุฉ ุงู„ูˆูุงุฉ ู†ู‡ุงุฑุงู‹ ุฅุฐุง ุงุญุชุงุฌุช ุฅู„ู‰ ุฐู„ูƒุŒ ูƒู…ุง ุฃู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ููŠ ุงู„ู„ูŠู„ ุฃูŠุถุง ู„ู„ุญุงุฌุฉ ุนู†ุฏ ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ูู‚ู‡ุงุกุŒ ุฅู„ุง ุฃู†ู‡ุง ู„ุง ุชุจูŠุช ุฅู„ุง ููŠ ุจูŠุชู‡ุง

Mayoritas ulama berpendapat – diantaranya adalah imam yang empat- bahwa wanita berkabung boleh keluar di siang hari dari rumahnya di waktu ‘Iddah karena wafatnya suami jika memang ada kebutuhan, sebagaimana dibolehkan juga keluar malam menurut mayoritas ahli fiqih jk ada kebutuhan, selama tidak sampai bermalam kecuali di rumahnya.

(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah no. 262162)

Demikian. Wallahu a’lam
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Hibah yang Paling Disukai

Hibah Seluruh Harta Kepada Anak, Bolehkah?

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz izin bertanya…

1. kami punya anak perempuan cuma satu, apakah boleh saya hibahkan semua harta untuk anak kami?
Hibah harus tertulis apakah cukup lisan?

2. Kalau tidak boleh, apakah adik kami yang satu bapak lain ibu juga akan menerima warisan?
Terimakasih.

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Bismillahirrahmanirrahim..

Pada prinsipnya hibah orangtua kepada anak itu dibolehkan. Asalkan memenuhi prinsip adil dan proporsional, apalagi jika anaknya lebih dari satu.

Dalam hadits diceritakan sbb:

ู‘ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูุนู’ู…ูŽุงู†ู ุจู’ู†ู ุจูŽุดููŠุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ
ุณูŽุฃูŽู„ูŽุชู’ ุฃูู…ู‘ููŠ ุฃูŽุจููŠ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู‡ูุจูŽุฉู ู„ููŠ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงู„ูู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ุจูŽุฏูŽุง ู„ูŽู‡ู ููŽูˆูŽู‡ูŽุจูŽู‡ูŽุง ู„ููŠ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู„ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุถูŽู‰ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูุดู’ู‡ูุฏูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุจููŠูŽุฏููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุบูู„ูŽุงู…ูŒ ููŽุฃูŽุชูŽู‰ ุจููŠูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูู…ู‘ูŽู‡ู ุจูู†ู’ุชูŽ ุฑูŽูˆูŽุงุญูŽุฉูŽ ุณูŽุฃูŽู„ูŽุชู’ู†ููŠ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู‡ูุจูŽุฉู ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุฏูŒ ุณููˆูŽุงู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูุฑูŽุงู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ุชูุดู’ู‡ูุฏู’ู†ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽูˆู’ุฑู

Dari An Nu’man bin Basyir radhiallahu’anhuma berkata, “Ibuku bertanya bapakku perihal sebagian hibahnya kepadaku dari hartanya kemudian dia ingin memberikannya semua kepadaku, maka ibuku berkata, “Aku tidak rela sampai kamu persaksikan kepada Nabi ๏ทบ. Maka ayahku membawaku, saat itu aku masih kecil, menemui Nabi ๏ทบ lalu berkata, “Sesungguhnya ibunya, binti Ruwahah, bertanya kepadaku tentang sebagian hibahku kepada anak ini”. Beliau bertanya, “Apakah kamu memiliki anak selain dia ini”. Bapakku menjawab, “Ya punya”.

Dia berkata, “Aku menduga beliau bersabda, “Janganlah engkau ajak aku dalam persaksian yang curang”.

(HR. Bukhari no. 2650)

Dalam hadits ini menunjukkan hibah itu dibolehkan, dan hibah itu mesti memenuhi prinsip adil.

Dalam Al Mausuโ€™ah tertulis:

ูˆูŽุงุณู’ุชูุญูุจู‘ูŽุชู ุงู„ุชู‘ูŽุณู’ูˆููŠูŽุฉู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกูุŒ ูˆูŽูŠูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู’ุญูŽู†ูŽุงุจูู„ูŽุฉู ูˆูŽู…ูŽุงู„ููƒูŒ ูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูุฌููˆุจูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุณู’ูˆููŠูŽุฉูุŒ ูˆูŽูŠููƒู’ุฑูŽู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู…ููŠุนู ุงู„ุชู‘ูŽูู’ุถููŠู„ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู’

Disukai sama rata dalam hibah menurut mayoritas fuqaha, sementara Hanabilah dan Malik dalam salah satu riwayatnya mengatakan wajib secara rata, dan semuanya mengatakan makruh melebihkan satu anak atas anak lainnya. (Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, jilid. 42, hal. 125)

Ada pun memberikan semua harta ke anak satu-satunya, padahal dia ahli waris juga, maka ini tidak diperkenankan. Sebab, ada hak ahli waris lainnya yang dikorbankan. Apalagi jika motivasinya memang sengaja melakukan itu agar ahli waris lainnya terhalang hak warisnya, ini motivasi yang tidak baik, dan juga terlarang.

Dalam Al Mausuโ€™ah juga tertulis:

ู‡ูุจูŽุชูู‡ู ุญููƒู’ู…ู ูˆูŽุตููŠู‘ูŽุชูู‡ูุŒ ููŽู„ูŽู‡ู ู‡ูุจูŽุฉู ุซูู„ูุซู ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูุŒ ูˆูŽูููŠู…ูŽุง ุฒูŽุงุฏูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฌููˆุฒู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูู…ููˆูŽุงููŽู‚ูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุฑูŽุซูŽุฉู

Hukum hibah itu sama dengan wasiat, dia boleh menghibahkan SEPERTIGA hartanya, TIDAK BOLEH lebih dari itu kecuali atas persetujuan ahli waris lainnya. (Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, jilid. 42, hal. 123)

2. Ya, saudara sebapak dapat bagian waris sebagai ashobah, karena dia hanya ada ada anak perempuan.

Demikian. Wallahu a’lam
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Salat Bagi Musafir

Shalat Jum’at Bagi Musafir

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz… Saya mau bertanya, bagaimana shalat jumat bagi musafir? Dan melakukan perjalanan setelah terbit fajar?

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Safar di hari Jumat ada beberapa keadaan:

1. Sebelum Fajar, ini sepakat semua ulama mengatakan BOLEH.

2. Sesudah shalat Jumat selesai, ini juga sepakat Boleh.

3. Sesudah adzan shalat Jumat, atau ketika adzan, maka ini disepakati haram khususnya bagi yang wajib shalat Jumat.

4. Antara Fajar dan Adzan Jumat (yaitu antara shalat subuh dan shalat Jumat, misal jam 6, 7, 8, 9, pagi WIB).. Ini diperselisihkan ulama, namun mayoritas mengatakan BOLEH.

Imam Asy Syaukani berkata:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุนูุฑูŽุงู‚ููŠู‘ู: ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู. ููŽู…ูู†ู’ ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ุนูู…ูŽุฑู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูุจูŽูŠู’ุฑู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽูˆูŽุงู…ู‘ ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุนูุจูŽูŠู’ุฏูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุฌูŽุฑู‘ูŽุงุญู ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ. ูˆูŽู…ูู†ู’ ุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ู ูˆูŽุงุจู’ู†ู ุณููŠุฑููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูู‡ู’ุฑููŠู‘ู. ูˆูŽู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฃูŽุฆูู…ู‘ูŽุฉ ุฃูŽุจููˆ ุญูŽู†ููŠููŽุฉูŽ ูˆูŽู…ูŽุงู„ููƒูŒ ูููŠ ุงู„ุฑู‘ููˆูŽุงูŠูŽุฉ ุงู„ู’ู…ูŽุดู’ู‡ููˆุฑูŽุฉ ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ุฒูŽุงุนููŠู‘ู ูˆูŽุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุจู’ู†ู ุญูŽู†ู’ุจูŽู„ู ูููŠ ุงู„ุฑู‘ููˆูŽุงูŠูŽุฉ ุงู„ู’ู…ูŽุดู’ู‡ููˆุฑูŽุฉ ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏููŠู… ู„ูู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ูุŒ ูˆูŽุญูŽูƒูŽุงู‡ู ุงุจู’ู†ู ู‚ูุฏูŽุงู…ูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑ ุฃูŽู‡ู’ู„ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…

Al ‘Iraqi berkata: “Ini adalah pendapat mayoritas ulama. Dari kalangan sahabat nabi seperti Umar bin Khathab, Zubair bin Awwam, Abu Ubaidah bin Jarrah, dan Ibnu Umar. Dari kalangan tabi’in adlh Al Hasan, Ibnu Sirin, dan Az Zuhri. Dari para imam, seperti Abu Hanifah, Malik dalam salah riwayat terkenal darinya, Al Awza’i, Ahmad dalam salah satu riwayat yang terkenal darinya, Syafi’i dalam qaul qadim (pendapat lama), Ibnu Qudamah menyebutkan dari mayoritas ulama. (Nailul Authar, jilid. 3, hal. 273)

Lalu bagaimana shalat Jumatnya? Shalat Jumat tidak wajib, bagi para musafir.

Syaikh Sayyid Sabiq menjelaskan tentang orang-orang yang tidak wajib shalat Jumat, di antaranya:

ุงู„ู…ุณุงูุฑ ูˆุฅุฐุง ูƒุงู† ู†ุงุฒู„ุง ูˆู‚ุช ุฅู‚ุงู…ุชู‡ุง ูุฅู† ุฃูƒุซุฑ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ูŠุฑูˆู† ุฃู†ู‡ ู„ุง ุฌู…ุนุฉ ุนู„ูŠู‡: ู„ุงู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒุงู† ูŠุณุงูุฑ ูู„ุง ูŠุตู„ูŠ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ูุตู„ู‰ ุงู„ุธู‡ุฑ ูˆุงู„ุนุตุฑ ุฌู…ุน ุชู‚ุฏูŠู… ูˆู„ู… ูŠุตู„ ุฌู…ุนุชู‡ุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ูุนู„ ุงู„ุฎู„ูุงุก ูˆุบูŠุฑู‡ู…

Seorang yang safar, walau pun dia berhenti untuk sementara waktu untuk mukim, sesungguhnya mayoritas ulama mengatakan bahwa seorang yang safar tidak wajib shalat Jumat, karena Nabi ๏ทบ jika sedang safar tidak shalat Jumat tapi dia shalat zhuhur dan ashar secara jamak taqdim, dan dia tidak melaksanakan shalat Jumatnya, itu juga dilakukan para khalifah dan selain mereka. (Fiqhus Sunnah, jilid. 1, hal. 303)

Namun, jikalau ikut shalat Jumat juga bagaimana? Boleh saja, namun para ulama berbeda pendapat apakah boleh shalat Jumat dijamak dengan ashar atau tidak.

Demikian. Wallahu a’lam

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Salam dalam Salat

Buang Angin Ketika Salam Shalat?

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz…ijin bertanya. Ketika shalat pada salam pertama ternyata buang angin itu bagaimana seharusnya?

Jawaban

Oleh: Faisal Kunhi MA.

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Hal ini perlu dirinci dulu, sbb:

– Jika buang anginnya di SALAM PERTAMA, baik sengaja atau tidak, maka itu BATAL, sebab salam pertama adalah rukun shalat menurut mayoritas. Kecuali, menurut Hanafiyah yang mengatakan shalat tanpa salam itu sah, tapi makruh.
(Syaikh Said Hawwa, Al Asas fis Sunnah wa Fiqhiha, 2/770)

– Jika buang angin di SALAM KEDUA, maka shalat tetap sah menurut mayoritas ulama. Sebab, salam kedua adalah sunnah, jika tanpa dilakukan maka shalat sudah sah dan cukup.

Dalilnya:

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ
ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุณูŽู„ู‘ูู…ู ูููŠ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ุชูู„ู’ู‚ูŽุงุกูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูŠูŽู…ููŠู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุดู‘ูู‚ู‘ู ุงู„ู’ุฃูŽูŠู’ู…ูŽู†ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง

Dari ‘Aisyah berkata, “Rasulullah ๏ทบ salam dalam shalatnya hanya sekali salam ke arah mukanya sedikit condong ke sebelah kanan.” (HR. At Tirmidzi no. 296, shahih)

Imam At Tirmidzi mengutip dari Imam asy Syafi’i, katanya:

ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุชูŽุณู’ู„ููŠู…ูŽุชูŽูŠู’ู†ู

Siapa yang ingin salam sekali saja silahkan, dan yang ingin salam dua kali juga silahkan.

Dalam hadits lainnya:

ุซู… ูŠูุตู„ู‘ููŠ ุฑูƒุนุชูŠู†ู ูˆู‡ูˆ ุฌุงู„ุณูŒ ุซู… ูŠูุณู„ู‘ูู…ู ุชุณู„ูŠู…ุฉู‹ ูˆุงุญุฏุฉู‹: ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงู…ู ุนู„ูŠูƒู…ุŒ ูŠุฑููŽุนู ุจู‡ุง ุตูˆุชูŽู‡ ุญุชู‘ูŽู‰ ูŠูˆู‚ูุธูŽู†ุง

Lalu Beliau shalat dua rakaat dalam keadaan duduk, kemudian salam dengan SEKALI SALAM: “Assalamu ‘Alaikum,” dengan meninggikan suara sampai membangunkan kami.(HR. An Nasa’ i. Imam Ibnul Mulaqin mengatakan: “Shahih sesuai syaratnya Imam Muslim.” Badrul Munir, 4/54)

Dalil lainnya, Imam al Qurthubi mengatakan bahwa hadits- ูˆูŽุชูŽุญู’ู„ููŠู„ูู‡ูŽุง ุงู„ุชู‘ูŽุณู’ู„ููŠู…ู Dan penghalalnya adalah salam, menunjukkan kata AT TASLIM, bermakna sekali salam (taslimah wahidah). (Tafsir Al Qurthubi, 1/262)

Artinya, jika sudah sekali salam pertama, maka sudah selesai shalatnya walau dia tidak salam kedua. Inilah pendapat jumhur sahabat nabi dan tabi’in. (Al Majmu’ Syarh al Muhadzdab, 3/481)

Imam Ibnu Qudamah mengatakan:

ูˆุงู„ูˆุงุฌุจ ุชุณู„ูŠู…ุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ูˆุงู„ุซุงู†ูŠุฉ ุณู†ุฉ ู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู…ู†ุฐุฑ : ุฃุฌู…ุน ูƒู„ ู…ู† ุฃุญูุธ ุนู†ู‡ ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุฃู† ุตู„ุงุฉ ู…ู† ุงู‚ุชุตุฑ ุนู„ู‰ ุชุณู„ูŠู…ุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ุฌุงุฆุฒุฉ

Yg wajib adalah salam yg pertama, yang kedua itu sunnah. Ibnul Mundzir mengatakan: “Telah ijma’ dari orang yang aku ketahui sebagai ulama, bahwa salam satu kali itu boleh.”
(Al Mughni, jilid. 1, hal. 396)

Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syanqithi mengatakan:

ูู„ูˆ ุฃู†ู‡ ุณู„ู‘ูŽู… ุงู„ุชุณู„ูŠู…ุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ุซู… ุฃุญุฏุซ ูุฅู† ุตู„ุงุชู‡ ุชุตุญ ูˆุชุฌุฒูŠู‡

Seandainya seseorang sudah salam pertama, lalu dia hadats maka shalatnya itu tetap sah. (Syarh Zaad al Mustaqni’, 47/8)

Demikian. Wallahu a’lam.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Allah Tuhan Alam

Hukum Memakai Poin Game Online di Marketplace

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Assalamu’alaikum. Maaf ibu admin MANIS, mau tanya, saya punya akun Shopee, dan ada seperti game siram-siram tanaman, terus dapat poin dan poin itu bisa dipakai buat bayar belanjaan.

Apakah itu termasuk harta yang halal?

Kemudian seperti cashback, yang nantinya berubah jadi poin, awalnya beli makanan pakai uang dapat cashback tapi bentuknya poin, dan poin itu ada jangka waktu pemakaian nya. Apakah itu juga halal? Terimakasih

A/12

Jawaban

Oleh: Ustadz Dr. Oni Sahroni, MA.

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Jawaban atas pertanyaan ini bisa kita pilah menjadi dua bagian, jika hadiah tersebut, pertama dari bagian game maka secara konsep fiqh, jika sumber hadiah tersebut dari perusahaan atau marketplace maka tidak ada masalah (dibolehkan). Tetapi Jika itu dari hasil kontribusi atau iuran para peserta game maka itu yang tidak dibolehkan karena itu bagian dari zero sum game (judi). Dalam kondisi ini, saat kita tidak mengetahui sumber pembayaran maka tidak dibolehkan ikut serta, disamping itu game seperti ini alat yang kurang mendidik.

Kedua, tetapi jika hadiahnya bersumber dari pembelian barang tertentu maka diperbolehkan karena itu bagian dari hadiah atau hibah atau dalam fiqh dikategorikan dengan merelakan hak.

Ketiga jika ada pilihan-pilihan termasuk tempat berbelanja maka pilihlah alat pembayaran atau tempat belanja atau marketplace yang prioritas, yang menyediakan fitur- fitur pembayaran syariah seperti yang menyediakan pembayaran melalui debit card bank syariah, kredit card bank syariah atau paylater syariah atau fintect payment syariah

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Bersuci Istinja Cebok Bersih Najis

Istinja

Pertanyaan

 

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz izin bertanya…
Setelah kencing sy langsung membersihkan kemaluan sy dengan air dan kemudian sy langsung pakai celana,
pertanyaan sy : apakah sy boleh langsung pakai celana tanpa mengelap kemaluan sy hingga kering ?

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Bismillahirrahmanirrahim..

Istinja (cebok) walau nampaknya sederhana, tapi sangat penting dalam Islam, sebab pengaruhnya pada rusaknya kesucian seseorang dari hadats. Dampaknya, tentu shalatnya tidak sah. Oleh karena itu hendaknya muslim dan muslimah serius dalam membersihkan dirinya dari najis dan hadats.

Ada pun cara istinja, bisa dengan batu sebanyak ganjil, yaitu tiga atau lebih. Ditambah dgn air maka itu lebih baik. Budaya Indonesia tidak biasa istinja dengan batu, namun dengan air. Itu sudah cukup bersih, mensucikan, itulah substansinya. Tujuan membersihkan telah tercapai walau alatnya berbeda, walau tidak dilap atau dikeringkan setelah istinja. Ini tidak masalah.

Muttahidah fil aghrad mukhtalifah fisy syakl (Sama dalam tujuan tapi berbeda dalam bentuk)

Dari Salman Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ู†ูŽู‡ูŽุงู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉูŽ ู„ูุบูŽุงุฆูุทูุŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽูˆู’ู„ูุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุณู’ุชูŽู†ู’ุฌููŠูŽ ุจูุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ูุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุณู’ุชูŽู†ู’ุฌููŠูŽ ุจูุฃูŽู‚ูŽู„ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ุฃูŽุญู’ุฌูŽุงุฑูุŒ ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุณู’ุชูŽู†ู’ุฌููŠูŽ ุจูุฑูŽุฌููŠุนู ุฃูŽูˆู’ ุจูุนูŽุธู’ู…ู

Rasulullah telah melarang kami buang air besar atau kencing menghadap kiblat, atau istinja dengan tangan kanan, atau istinja dengan kurang dari tiga batu, atau istinja dengan menggunakan kotoran hewan dan tulang. (HR. Muslim No. 262)

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

( ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽู†ู’ุฌููŠ ุจูุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ู ) ู‡ููˆูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฏูŽุจ ุงู„ูุงุณู’ุชูู†ู’ุฌูŽุงุก ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุก ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ู‡ููŠู‘ ุนูŽู†ู’ ุงู„ูุงุณู’ุชูู†ู’ุฌูŽุงุก ุจูุงู„ู’ูŠูŽู…ููŠู†ู ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงู‡ููŠุฑ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู†ูŽู‡ู’ูŠ ุชูŽู†ู’ุฒููŠู‡ ูˆูŽุฃูŽุฏูŽุจ ู„ูŽุง ู†ูŽู‡ู’ูŠ ุชูŽุญู’ุฑููŠู… ุŒ ูˆูŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุจูŽุนู’ุถ ุฃูŽู‡ู’ู„ ุงู„ุธู‘ูŽุงู‡ูุฑ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุญูŽุฑูŽุงู… ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดูŽุงุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุชูŽุญู’ุฑููŠู…ู‡ ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู†ูŽุง ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุนู’ูˆููŠู„ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุดูŽุงุฑูŽุชู‡ู…ู’ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู†ูŽุง : ูˆูŽูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽุนููŠู† ุจูุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุงู„ู’ูŠูู…ู’ู†ูŽู‰ ูููŠ ุดูŽูŠู’ุก ู…ูู†ู’ ุฃูู…ููˆุฑ ุงู„ูุงุณู’ุชูู†ู’ุฌูŽุงุก ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูุนูุฐู’ุฑู ุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุงูุณู’ุชูŽู†ู’ุฌูŽู‰ ุจูู…ูŽุงุกู ุตูŽุจู‘ูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ูŠูู…ู’ู†ูŽู‰ ูˆูŽู…ูŽุณูŽุญูŽ ุจูุงู„ู’ูŠูุณู’ุฑูŽู‰

(janganlah istinja dengan tangan kanan) ini adalah adab dalam istinja (cebok), para ulama telah ijmaโ€™ (sepakat) bahwa istinja dengan tangan kanan terlarang. Lalu, mayoritas ulama mengatakan larangan ini bermakna makruh tanzih, bukan haram. Sebagian kalangan tekstualist (ahluzh zhahir) mengatakan bahwa ini diharamkan. Para sahabat kami (Syafiโ€™iyah) juga mengisyaratkan keharamannya, namun tidak ada takwil atas isyarat mereka itu. Para sahabat kami mengatakan: disunahkan sama sekali tidak menggunakan tangan kanan dalam urusan istinja kecuali ada โ€˜udzur. Jika istinja dengan air, maka tangan kanan menyiramkan air, dan membersihkannya dengan tangan kiri.

(Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 1/421)

Jadi, walau tidak dilap dulu tidak masalah asalkan sudah yakin bersih setelah dicebok.

Demikian. Wallahu a’lam.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Apakah-Vaksinasi-Di-Perbolehkan-Haramain-Tour

Hukum Vaksinasi

Ustadz Menjawab
Selasa, 09 Oktober 2018
Ustadz Farid Nu’man Hasan
Ustadz mau tanya diluar pembahasan diatas, terkait dengan vaksinasi/imunisasi utk bayi,bgmna hukumnya menurut syari’at islam? Mohon penjelasannya ust,..syukran (# i44)
Jawaban
—————
ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู
Ada dua pendapat dalam masalah ini:
1. Mengharamkan
Jika terbukti ada unsur2 yang diharamkan, seperti Babi, baik minyak, daging, atau apa saja darinya. Dalilnya jelas yaitu keharaman Babi itu sendiri, dan  kaidah fiqih yang berbunyi:
ุฅุฐูŽุง ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุญูŽู„ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุบูŽู„ูŽุจูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู
โ€œJika Halal dan haram bercampur maka yang haramlah yang menang (dominan).โ€
Kaidah ini berasal dari riwayat mauquf dari Ibnu Masโ€™d sebagai berikut:
ู…ูŽุง ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุญูŽู„ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุฅู„ู‘ูŽุง ุบูŽู„ูŽุจูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุงู„ู’ุญูŽู„ูŽุงู„ูŽ
โ€œTidakah halal dan haram bercampur melainkan yang haram akan mengalahkan yang halal.โ€
Imam As Suyuti Rahimahullah mengomentari riwayat ini, katanya:
ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงููุธู ุฃูŽุจููˆ ุงู„ู’ููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ุนูุฑูŽุงู‚ููŠู‘ู : ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽุตู’ู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุณู‘ูุจู’ูƒููŠู‘ู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุดู’ุจูŽุงู‡ู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุธูŽุงุฆูุฑู ู†ูŽู‚ู’ู„ู‹ุง ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ู‡ูŽู‚ููŠู‘ : ู‡ููˆูŽ ุญูŽุฏููŠุซูŒ ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุฌูŽุงุจูุฑูŒ ุงู„ู’ุฌูุนู’ูููŠู‘ูุŒ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุถูŽุนููŠููŒ ุŒ ุนูŽู†ู’ ุงู„ุดู‘ูŽุนู’ุจููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ู’ู‚ูŽุทูุนูŒ . ู‚ูู„ู’ุช : ูˆูŽุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุทู‘ูŽุฑููŠู‚ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุฒู‘ูŽุงู‚ู ูููŠ ู…ูุตูŽู†ู‘ูŽููู‡ู . ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽูˆู’ู‚ููˆููŒุนูŽู„ูŽู‰ ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆุฏู ู„ูŽุง ู…ูŽุฑู’ูููˆุนูŒ . ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุงู„ุณู‘ูุจู’ูƒููŠู‘ : ุบูŽูŠู’ุฑู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุงุนูุฏูŽุฉูŽ ูููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ุตูŽุญููŠุญูŽุฉูŒ .
Berkata Al Hafizh Abul Fadhl Al โ€˜Iraqi: โ€œTidak ada asalnya.โ€ As Subki berkata dalam Al Asybah wan Nazhair, mengutip dari Al Baihaqi: ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Jabir Al Juโ€™fi, seorang yang dhaif, dari Asy Syaโ€™bi, dari Ibnu Masโ€™ud, dan hadits ini munqathiโ€™ (terputus). Aku (As Suyuthi) berkata: Abdurrazzaq dalamMushannaf-nya, telah mengeluarkannya dengan jalan ini. Itu adalah riwayat mauquf(terhenti) pada ucapan Ibnu Masโ€™ud, bukan marfuโ€™(Sampai kepada Rasulullah). Kemudian, berkata Ibnu As Subki: โ€ โ€œNamun, sesungguhnya kaidahnya sendiri,  yang ada pada hadits ini adalah shahih (benar). (Al Asybah wan Nazhair, 1/194)
Inilah yang dipilih oleh MUI kita, kalau pun mereka membolehkan karena dharurat saja, yaitu dalam keadaan memang tidak ada penggantinya yang halal, atau dalam konteks haji, hanya dibolehkan untuk haji yang wajib bukan haji sunah (haji kedua, ketiga, dst).
2. Membolehkan.
Ini pendapat dari segolongan Hanafiyah, seperti Imam Abu Jaโ€™far Ath Thahawi. Nampaknya ini juga diikuti oleh ulama kerajaan Arab Saudi.
Alasannya adalah karena ketika sudah menjadi vaksin, maka itu sudah menjadi wujud baru, tidak lagi dikatakan campuran. Sedangkan fiqih melihat pada wujud baru, bukan pada wujud sebelumnya. Dahulu ada sahabat Nabi ๏ทบ yang membuat cuka berasal dari nabidz anggur (wine). Ini menunjukkan bahwa benda haram, ketika sudah berubah baik karena proses alami atau kimiawi, maka tidak apa-apa dimanfaatkan ketika sudah menjadi wujud baru. Dianggap, unsur haramnya telah lenyap. Hal ini bagi mereka juga berlaku untuk alat-alat kosmetik dan semisalnya. Ini juga yang dipegang oleh Syaikh Al Qaradhawi Hafizhahullah.
Dari kedua pendapat ini, pendapat pertama nampak lebih hati-hati. Di sisi lain, tidaklah apple to apple menyamakan unsur Babi dalam vaksin dengan wine yang menjadi cuka. Sebab, wine berasal dari buah anggur yang halal, artinya memang sebelumna adalah benda halal. Beda dengan Babi, sejak awalnya memang sudah haram.
Pembolehan hanya jika terpaksa, belum ada gantinya yang setara, dan terbukti memang vaksin itu penting, dan pada haji pertama. Kalau ada cara lain, atau zat lain yang bisa menggantikan vaksin tersebut maka itulah yang kita pakai. Ini sekaligus menjadi tantangan bagi ilmuwan muslim untuk menemukannya.
Wallahu a’lam.