Al-Quran Obat Fisik dan Jiwa

Hukum Membaca Basmallah Di Tengah-tengah Surat

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, ada diantara imam yang jika membaca surah yang mulainya di tengah surah misalnya Q.S Al-Baqarah yang dibacanya ayat 21 dan seterusnnya. Lalu dimulai dengan membaca Bismillaahirrahmaanir rahiiim Yaa Ayyuhannaasu’ buduu rabbakumulladzii … dstnya, demikian kalau di surah lain. Apakah boleh di mulai dengan Basmalah dulu?

Sementara yang saya ketahui yang dibaca itu Ta’aawudz bukan basmalah. Basmalah dibaca setiap awal surah kecuali surah At-taubah. Bagaimana ust. mohon pencerahannya ?

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Hal itu diperselisihkan, ada yang mengatakan sunnah dan ada pula: tidak sunnah. Tapi, tidak ada yang mengatakan terlarang.

Imam As Suyuthi Rahimahullah menjelaskan:

فَإِنْ قَرَأَ مِنْ أَثْنَاءِ سُورَةٍ اسْتُحِبَّتْ لَهُ أَيْضًا نَصَّ عَلَيْهِ الشَّافِعِيُّ فِيمَا نَقَلَهُ الْعُبَادِيُّ

Jika membaca basmalah di tengah surah, itu juga disunnahkan baginya, hal itu dikatakan oleh Imam asy Syafi’i, seperti yang dikutip oleh Al ‘Ibadiy. (Al Itqan fi ‘Ulumil Quran, jilid. 1, hal. 275)

Hal serupa juga dikatakan oleh Imam Badruddin Az Zarkasyi Rahimahullah dalam Al Burhan fi ‘Ulumil Quran, jilid. 1, hal. 386.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Hidup dan Mati Adalah Ujian

Ridha Terhadap Hadirnya Ujian

📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Ketika kita ridha dengan ketetapan-Nya maka keridhaan-Nya akan sampai kepada kita.

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allâh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya (HR. at-Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Mâjah no. 4031)

Tidak mudah memang, ketika harapan tak selaras dengan kenyataan. Perih, sedih, merintih pun terasa makin menyesakkan. Namun penyadaran diri harus segera dilakukan dengan berucap, “Ya Allah aku ridha dengan apa yang Engkau hadirkan, walau terasa berat kuberharap Engkau menguatkan.”

Lepaskan segala rasa.
Berserah hanya pada-Nya. Tunduk dan patuh dengan titah-Nya.
Insya Allah akan mudah bertemu jalan keluarnya.

Jangan pernah berpikir bahwa segala masalah kitalah yang mampu menyelesaikan. Tapi segera genapkan keimanan sehingga diri tunduk dalam kepasrahan.

Keridhaan kita sebagai hamba, akan berbuah banyak kebaikan. Dan jika sampai Allah meridhai maka banyak hal yang akan kita dapatkan.

Pertama, merasa mudah dalam mengerjakan berbagai hal yang diperintahkan Allah SWT sehingga Allah SWT memudahkannya dalam menerima berbagai bentuk kebaikan.

Kedua, seorang Muslim jika ditimpa musibah atau malapetaka, maka dia tetap tenang dan bersabar melalui masalah yang dihadapi.

Hal itu sebagaimana Surat Al-Baqarah Ayat 177. Allah SWT berfirman, “…dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Ketiga, mendapatkan ketenangan dan keyakinan terhadap janji Allah SWT mengenai pertolongan yang diberikan-Nya.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (QS. Al-Fath Ayat 18).

Keempat, tidak khawatir terhadap kehidupan di dunia ini, dan percaya bahwa sudah ada jaminan Allah SWT sebab Dia-lah yang menjamin penghidupan bagi hamba-hambanya.

Kelima, tidak pernah merasa bosan bersimpuh kepada Allah SWT dengan berzikir dan membaca Alquran. Wallahul musta’an

Selayak Nabi Musa yang tak tahu jalan mana ketika terpojok di pinggir laut merah. Lantas dengan petunjuk Allah beliau berdoa,

اللَّهُمَّ , لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى , وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ , وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Ya Allah segala puji bagimu, hanya kepadamu kami mengadu atas kesulitan yang kami hadapi, dan engkaulah penolong kami.
Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Masya Allah laa quwwata Illa Billah

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Menyerupakan Allah dengan Makhluk

Kaum Mujasimah Dan Kesesatannya

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, mohon penjelasan tentang kaum Mujasimah, katanya golongan sesat dalam Islam, apakah kesesatannya? Siapa tokohnya ? Dan sikap atau pernyataan seperti apa yg dianggap menyerupai paham Mujasimah dan harus dihindari ?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Al Mujassimah, diambil dari kata Al Jism – الجسم, yang artinya badan, tubuh, jasmani.

Sekte atau firqah ini meyakini dan memahami Allah Ta’ala memiliki fisik dan tubuh sebagaimana manusia atau makhluk, istilahnya anthromorfisme.

Hujjah mereka adalah ayat-ayat dan hadits-hadits tentang sifat-sifat Dzatiyah Allah Ta’ala, yang menyebut bahwa Allah Ta’ala memiliki wajah, tangan, jari, betis,.. Dan sifat-sifat fi’liyah seperti Allah Ta’ala berlari, turun, bersemayam, tertawa, malu,..

Ayat dan hadits yang seperti itu, dipahami oleh mereka secara apa adanya, sama dengan makhluk, sehingga kelompok ini juga terjatuh pada paham musyabbihah, yaitu paham yang menyerupakan Allah Ta’ala sama dengan makhluk.

Mereka bukan hanya sesat, tapi difatwakan kafir oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Imam Ibnu Hamdan Al Hambali Rahimahullah berkata:

لا يشبه شيئا ولا يشبهه شيء، ومن شبهه بخلقه فقد كفر، نص عليه أحمد. وكذا من جسَّم، أو قال: إنه جسم لا كالأجسام. ذكره القاضي. اهـ

Dia tidak serupa dengan sesuatu, dan sesuatu tidak ada yang serupa denganNya. SIAPA YANG MENYERUPAKAN ALLAH DENGAN MAKHLUK MAKA KAFIR, ini dikatakan oleh Imam Ahmad. Begitu pula yang mengganggap Allah itu jism, atau yang berkata: “Allah itu jism, tapi bukan seperti jism-jism.” Hal ini disebutkan oleh Al Qadhi. (Nihayatul Mubtadi’in fi Ushuluddin, 1/31)

Imam Asy Syafi’i Rahimahullah berkata:

لا يُكَفَّرُ أهلُ القِبلَةِ واستَثنى المجَسّم

Tidaklah Ahlus Sunnah mengkafirkan Ahlul Qiblah kecuali Al Mujassim. (Dikutip oleh Imam As Suyuthi tanpa sanad, Al Asybah wan Nazhair, hal. 488)

Bahkan Imam Ibnu Taimiyah yang sering dituduh Mujassimah berkata:

فثبت أن المجسم مشبه، وكل مشبه كافر بالإجماع، فالمجسم كافر

Telah pasti bahwa mujassim itu musyabbih, dan setiap musyabbih itu adalah kafir berdasarkan ijma’, maka mujassim itu kafir. (Mawqif Ibnu Taimiyah minal Asya’irah, 3/971)

Jadi, siapa yang mengatakan “Allah itu punya wajah seperti wajah manusia”, “Allah berjalan seperti jalanku”.. Maka, ini musyabbih dan mujassim sekaligus dan kafir.

Yang DIPERDEBATKAN adalah mereka yang berkata:

– Allah Ta’ala menyebut diriNya punya wajah, tangan, mata, maka kami mengimani, meyakini, membenarkannya, seperti yang Dia ceritakan sendiri tentang diriNya, tanpa mengingkarinya, tanpa menyerupakan dengan apa pun, tanpa mengubahnya, dan tanpa mentakwilnya.

Keyakinan di atas, diklaim sebagai aqidah salaf oleh sebagian imam. Siapa yang mengingkari adanya, maka sama juga ta’thil (mengingkari sifat), sebagaimana orang-orang Jahmiyah.

Sementara bagi Asy’ariyah dan Maturidiyah, keyakinan di atas juga termasuk mujassimah dan musyabbihah. Karena ketika menetapkan bahwa Allah Ta’ala memiliki wajah, tangan, dll, pasti dibenak manusia secara alami dan otomatis akan ada muncul “gambaran”, walau dikatakan tidak sama dengan makhluk, tetaplah itu sudah menyamakan dengan makhluk.

Oleh karena itu Asy’ariyah memahami ayat-ayat tentang sifat dengan mentakwilnya, dengan takwil yang pantas bagiNya, apalagi ketika Islam dan Al Quran sudah tersebar ke negeri-negeri non Arab tentunya penyebutan “fisik” pada sifat Allah, akan membawa deskripsi tertentu dalam benak pembacanya.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Menyayangi dan Disayangi

KETELEDORAN ORANG TUA MENGUBAH ANAK MENJADI NAKAL

📝 Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Teledor alias sembrono, atau menganggap remeh terhadap pendidikan anak akan menimbulkan dampak negatif kepada pertumbuhan kepribadian dan sikap anak.

Seharusnya urusan rumah tangga dan pendidikan anak itu sama pentingnya dengan urusan pekerjaan di kantor, sehingga orang tua selalu memberikan perhatian yang seimbang untuk semua urusan di dalam rumah atau di luar rumah, dan berusaha untuk mensukseskan semuanya.

Namun, ada orang tua yang menganggap pekerjaan di kantor itu paling penting, maka waktunya diprioritaskan hanya untuk kesuksesan pekerjaannya dan tidak untuk kesuksesan keluarga dan pendidikan anak. Sehingga sering mengabaikan proses pendidikan yang benar kepada anak. Maka muncullah sikap teledor terhadap pendidikan anak yang mengakibatkan anak berubah menjadi nakal.

Adapun sikap teledor yang harus dihindari oleh kedua orang tua dalam pendidikan anak sebagai berikut :

1. Kurang perhatian kepada anak sehingga tidak terlalu peduli kepada permasalahan anak.

2. Tidak sempat terlibat langsung dalam mengisi pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara spritual, moral, intelektual, psikis, fisik dan sosialnya. Sebab tidak sempat menemani anak beribadah berjamaah, memberikan nasihat, bermain, mengajak jalan- jalan di waktu libur, mendampingi anak belajar di rumah atau berangkat ke sekolah, mengambil raport dari gurunya, mendengarkan curhatnya, dan lain-lain.

3. Membiarkan anak berkembang sendirian tanpa arahan orang tua, sebab mereka tidak punya waktu untuk memberikan jawaban dan bimbingan terhadap berbagai pertanyaan atas keingin tahuan anak.

4. Bersikap cuek terhadap perilaku anak sehingga anak kurang mampu membedakan perilaku yang baik, dan perilaku yang salah. Maka anak berubah menjadi malas, tidak disiplin, tidak bersemangat dalam belajar, berkata kasar dan berdusta.

5. Komunikasi yang buruk, karena dilakukan di waktu yang singkat dan terburu-buru.

6. Anak merasakan tidak mendapatkan cinta, kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya.

7. Menampakkan ketidak harmonisan dengan pasangan dengan kata-kata yang kasar dan sikap yang keras.

8. Membiarkan anak berteman dalam lingkungan yang buruk.

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Niat Seorang Mukmin Lebih Baik Dari Amalannya

Pahala Wakaf Al-Qur’an Tapi Al-Qur’an Tidak Ada Yang Membaca

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, ketika seseorang berwakaf mushaf al-Quran lalu mushaf tersebut tidak ada yang baca, bagaimana terkait pahalanya..??

Atau misalkan seseorang mewakafkan karpet ke masjid lalu ketika karpet tersebut diganti dengan yang baru otomatis yang lama kan tidak dipakai lagi, apakah pahala wakafnya terputus atau bagaimana ustadz??

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Niat seseorang untuk waqaf, lalu dia pun melakukannya, walau harta yang diwaqafkan tidak dipakai karena masalah teknis, semoga Allah tetap mendatangkan pahala baginya..

Sebagaimana keumuman hadits:

إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له

Jika manusia mati terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya. (HR. Muslim)

Juga hadits lainnya:

نِيَّةُ الْمُؤْمِنِ خَيْرٌ مِنْ عَمَلِهِ

“Niat seorang mu’min lebih baik dari pada amalnya.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir, 6/185-186, dari Sahl bin Sa’ad as Saidi. Imam Al Haitsami mengatakan: “ Rijal hadits ini mautsuqun (terpercaya), kecuali Hatim bin ‘Ibad bin Dinar Al Jursyi, saya belum melihat ada yang menyebutkan biografinya.” Lihat Majma’ Az Zawaid, 1/61)

Solusi lain, yaitu dipindahkan saja ke tempat atau masjid yang lebih membutuhkan.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Kemunafikan

Khusyuk Dalam Kemunafikan

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Sahabat Abu Dardaa radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,

استعيذوا بالله من خشوع النفاق

“Berlindunglah kalian kepada Allah dari khusyuk kemunafikan!”

Ada seorang yang bertanya kepadanya, “Apa itu khusyuk kemunafikan?”

Abu Dardaa berkata,

أن يرى الجسد خاشعاً و القلب ليس بخاشع

“Jasad yang terlihat khusyuk, namun hati tidaklah khusyuk.”

📚 Shifatush Shafwah, hlm. 177

®️ PENJELASAN:

1. Hati-hati berpura-pura  baik padahal hatimu jahat,  berpura-pura suci padahal hatimu kotor, berpura-pura ulama padahal ia penjahat berbaju ulama.

2. Ibnu Katsir mengatakan,

النفاق هو إظهار الخير وإسرار الشر

“Kemunafikan adalah menampakkan kebaikan dan menyembunyikan kejahatan.” (Tafsir Ibn Katsir)

3. Seburuk-buruk manusia adalah mereka yang khusyuk dalam melakukan kemaksiatan dan kemunafikan.

4.Hendaklah kita malu jika tidak khusyuk dan serius dalam merencanakan kebaikan karena mereka para penjahat telah serius melakukan keburukan.

5.Kemunafikan terbagi menjadi dua :

A). Nifaq akbar (kemunafikan besar), yaitu orang yang lahirnya terlihat beriman namun batin dan hatinya sama sekali tidak mengimani rukun iman yang enam. Kemunafikan seperti ini yang banyak ditemukan di saat hidupnya Rasulullah Saw dan mereka mendapatkan ancaman hukuman untuk disiksa di kerak neraka.

Allah berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS. Annisa: 145)

B). Nifaq asghar (kemunafikan kecil), yaitu sifat munafik dalam perbuatan seperti suka berdusta jika bicara atau ingkar janji jika bicara.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ عَلاَمَاتِ الْمُنَافِقِ ثَلاَثَةٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ

“Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, dusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, ia khianat.” (HR. Muslim no. 59)

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Doa Memohon Ampun Karena Khilaf

Tidak Sengaja Membaca Al-Qur’an Saat Junub

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, apa hukumnya jika dalam keadaan junub tapi tak sengaja membaca alquran, karena setiap hari mp3 murotal dirumah selalu menyala, kadang pula keceplosan baca sendiri.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Junub membaca Al-Quran tanpa menyentuhnya, boleh menurut sebagian ulama seperti Ibnu Abbas, Said bin Jubeir, Al Hasan, Ibnu Hazm, dll. Sebab, di hati seorang mukmin (ditambah lagi jika dia Hafizh) sudah bersemayam Al-Quran.

Sebagian besar ulama tetap melarang, namun menurut mereka pun jika tidak sengaja, keceplosan, atau lupa, tentu tidak masalah.

Allah Ta’ala berfirman:

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah (tidak sengaja).” (Q.S. Al Baqarah 286).

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

firasat orang yang beriman

Firasat; Nyata Atau Khurafat?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, apakah firasat itu termasuk khurafat?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Firasat itu ada dan bukan khurafat (mitos).

Nabi ﷺ bersabda:

اتَّقُوا فِرَاسَةَ الْمُؤْمِنِ فَإِنَّهُ يَنْظُرُ بِنُورِ اللَّهِ ثُمَّ قَرَأَ
{ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ }

Hati-hatilah dengan firasat orang beriman, karena dia melihat dengan cahaya Allah. Kemudian Nabi ﷺ membaca: “Sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda bagi orang yang MUTAWASSIMIN” (HR. At Tirmidzi no. 3127, Dhaif)

Imam At Tirmidzi berkata:

وَقَدْ رُوِيَ عَنْ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي تَفْسِيرِ هَذِهِ الْآيَةِ
{ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ }
قَالَ لِلْمُتَفَرِّسِينَ

Diriwayatkan dari sebagian ulama tentang tafsir dari ayat “Sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda bagi orang yang MUTAWASSIMIN”, yaitu _mutafarrisin_ (orang-orang yang memiliki firasat). (Sunan At Tirmidzi no. 3127)

Hadits di atas, walau dhaif secara sanad, namun isinya dapat diterima sebab realita menunjukkan demikian.

Sehingga ada ulama yang mengatakan:

والمهمّ أن حديث الفراسة مقبول، والوقائع المذكورة تؤيِّده

Yang penting, bahwasanya hadits tentang firasat ini Maqbul (bisa diterima), dan beragam realita yang sudah diceritakan mendukung hal itu. (selesai)

Imam Ibnul Qayyim menceritakan beragam firasatnya Imam Asy Syafi’iy. (Miftah Dar As Sa’adah, 2/234)

Begitu pula yg dikisahkan oleh Imam Al Ghazaliy. (Al Ihya’, 2/59)

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

wakaf tanah yang tidak sesuai syariat

Waqaf Tanah Untuk Bangun Gereja

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz…
Apakah boleh seorang Muslim mewaqafkan tanahnya untuk dibangun gereja?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bismillah wal hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa Ba’d.

Waqaf tanah untuk mendirikan gereja tidak diperkenankan menurut para fuqaha. Hal itu termasuk waqaf yang diharamkan.

Dalam Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, disebutkan:

فقد يكون الوقف فرضا وهو الوقف المنذور كما لو قال: إن قدم ولدي فعلي أن أقف هذه الدار على ابن السبيل، وقد يكون مباحا إذا كان بلا قصد القربة، ولذا يصح من الذمي ولا ثواب له، ويكون قربة إذا كان من المسلم
وقد يكون الوقف حراما كما لو وقف مسلم على معصية كوقفه على كنيسة

Waqaf bisa menjadi WAJIB (FARDHU) yaitu waqaf yang dinadzarkan, misal seseorang berkata: “Jika anakku datang maka aku akan waqafkan rumah ini untuk Ibnu Sabil”

Waqaf menjadi MUBAH (BOLEH) jika tidak ada maksud untuk qurbah (pendekatan diri kepada Allah). Oleh karena itu SAH waqafnya kafir dzimmi tapi tidak berpahala. Tapi menjadi qurbah jika pelakunya muslim.

Waqaf menjadi HARAM jika untuk maksiat, seperti seorang muslim WAQAFNYA UNTUK GEREJA.
(Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyah, jilid. 44, hal. 112)

Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan:

ولا يصح بالاتفاق وقف المسلم على جهة معصية كأندية الميسر ودور اللهو وجمعيات الإلحاد والضلال، لأنه ليس قربة في نظر الإسلام

Tidak sah berdasarkan kesepakatan ulama, waqafnya seorang muslim untuk maksiat, seperti tempat judi, rumah hiburan, dan tempat perkumpulan ateisme dan kesesatan, karena itu bukan ibadah dalam pandangan Islam.
(Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu, jilid. 10, hal. 7646)

Demikian. Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Doakan Selalu Orang Tua Kita

Doa Kita Adalah Ilham Dari-Nya

📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

ما ألهم الله عبدًا أن يدعوه إلا رغبة منه بالاستجابة

Allah tidak memberi ilham pada seorang hamba untuk berdo’a kecuali karena Allah ingin mengabulkan do’a itu.

PENJELASAN:

1. Doa yang sering kita panjatkan adalah petunjuk dari Allah bahwa Ia ingin mengabulkan doa tersebut.

2. Berdoa itu seperti mengayuhkan sepeda, perlahan demi perlahan akan sampai ke tempat yang kita tuju.

3. Jangan menuntut Allah agar menyegarkan doamu dikabulkan, tetapi tuntutan dirimu agar pantas menjadi insan yang dikabulkan doanya.

4.عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَيْسَ شَىْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ»

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah dibandingkan doa.'” (HR. Tirmidizi).

Karena di dalam doa ada harapan dan optimisme  dan kita diajarkan hanya berharap kepada-Nya.

5.قال شيخ الإسلام ابن تيمية – رحمه الله -: [القلوب الصادقة والأدعية الصالحة هي العسكر الذي لا يغلب]~

Ibnu Taimiyyah berkata, “Hati yang tulus dan doa yang baik adalah tentara yang tidak bisa dikalahkan.”

6. قال أبو الدرداء رضي الله عنه : من يُكثر قرع الباب يُوشك أن يُفتح له، ومن يُكثر الدعاء يُوشك أن يستجاب له]~

Abu al-Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata: “Barang siapa yang banyak mengetuk pintu maka akan segera dibukakan baginya, dan barang siapa yang banyak berdoa akan segera dikabulkan.”

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678