Ali Imran 119

Ketika Fitnah Bertaburan Dalam Kehidupan

📝 Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

عن حُذَيْفَة بْن الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي، فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ شَر؟ٌّ قَالَ نَعَمْ ، فَقُلْتُ هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْر؟ٍ قَالَ نَعَمْ ، وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ ؟ قَالَ قَوْمٌ يَسْتَنُّونَ بِغَيْرِ سُنَّتِي، وَيَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي، تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِر،ُ فَقُلْتُ هَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ؟ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّم،َ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا، فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا، قَالَ نَعَمْ قَوْمٌ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا، قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا تَرَى إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ؟ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُم،ْ فَقُلْتُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ ؟ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ عَلَى أَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ (رواه مسلم)

Dari Hudzaifah bin Yaman ra berkata, “Biasanya para sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kebajikan. Namun aku bertanya kepada beliau tentang keburukan, karena khawatir keburukan tersebut akan menimpaku. Lalu aku bertanya, “Wahai Rasulullah! Kami dahulu berada dalam kejahilan dan keburukan, karena itu Allah Ta’ala menurunkan kebaikan (agama) ini kepada kami. Apakah mungkin sesudah kebaikan ini akan munul lagi keburukan?” beliau menjawab: “Ya.” Lalu aku bertanya lagi, “Apakah setelah itu akan ada lagi kebaikan?” beliau menjawab, “Ya, akan tetapi ada cacatnya! Aku bertanya, “Apa cacatnya?” Beliau bersabda, “Akan muncul suatu kaum yang mengamalkan sunnah selain dari sunnahku, dan memimpin rakyat tanpa hidayah petunjukku, kamu mengetahui mereka tapi kamu mengingkarinya.” Aku bertanya lagi, “Apakah setelah itu akan ada keburukan lagi?” Jawab beliau: “Ya. Yaitu orang-orang yang menyeru menuju neraka Jahannam, barangsiapa memenuhi seruannya maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka itu.” Maka aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah! Tunjukanlah kepada kami ciri-ciri mereka.” Beliau menjawab: “Kulit mereka seperti kulit kita dan berbicara dengan bahasa kita.” Aku bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana arahan anda seandainya aku menemui hal yang demikian?” Jawab beliau, “Tetaplah kamu bersama jama’ah kaum muslimin dan imam (pemimpin) mereka.” Aku bertanya lagi, “Jika tidak ada jama’ah dan imam?” beliau menjawab: “Tinggalkan semua golongan meskipun kamu menggigit akar kayu sampai ajal menjemputmu, dan kamu masih tetap pada keteguhanmu.” (HR. Muslim, hadits no. 3434)

®️ Hikmah Hadits ;

1. Keutamaan Khudzaifah ra; dimana beliau bertanya kepada Nabi ﷺ, tentang keburukan lantaran khawatir keburukan tersebut akan menimpa mereka. Juga dimaksudkan agar ketika diketahui keburukan-keburukan tersebut, umat bisa mengantisipasinya dengan baik dan tidak terjerumus padanya.

2. Bahwa kebaikan dan keburukan adalah dua hal yang bertentangan yang tiada pernah kan bertemu selama-lamanya. Namun keduanya akan selalu datang silih berganti, seiring berjalannya waktu dan zaman. Dan kita semua diperintahkan untuk senantiasa konsisten pada kebaikan, kendatipun fitnah dan kegelapan telah merajalela menguasai kehidupan.

3. Bahwa akan muncul kelak, para penyeru (baca ; tokoh) yang mengajak dan menjerumuskan manusia pada kenistaan dan menyesatkan mereka dari jalan Allah Swt. Mereka berpenampilan dan bertutur kata sama seperti kaum muslimin pada umumnya. Namun pada hakekatnya mereka menggiring manusia ke dalam neraka Jahanam. Maka siapa yang mengikuti mereka maka kelak akan turut dilemparkan ke dalam Jahanam.

4. Pentingnya bersama-sama dengan jamaah kaum muslimin, karena dengan bersama akan menjadi sebab datangnya rahmat Allah Swt. Serta urgensi istiqa

mah di jalan Allah Swt, kendatipun harus bertahan dengan menggigit akar kayu sekalipun.

Wallahu a’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jangan Menunda Pembayaran

Denda Terlambat Datang ke Pondok Pesantren

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, Kalau misalnya pondok pesantren menerapkan denda 50rb/hari krna anak pulang, dan orang tua membayarnya apakah uang tsb halal ustadz? A/01

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz DR Oni Sahroni, MA

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Halal ; Jika ada biaya karena keterlambatan tersebut, maka boleh di ambil sebagai pendapatan lembaga. Tapi jika tidak ada biaya, maka sebagai infak disalurkan untuk dhuafa dan kegiatan sosial

Untuk lebih detailnya bisa dilihat pada tulisan di link berikut ini:

Sanksi/denda (ta’zir)
https://www.instagram.com/p/CDL2prtsLEc/

Ganti rugi (ta’widh)

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678