Lebih Sesat dari Hewan Ternak

Fa’tabiruu Ya Ulil Abshaar !!

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

📌 Ada manusia mengolok-olok cadar, gamis, jenggot, dan jidat hitam, tp dia membiarkan pakaian seksi dan umbar aurat … Fa’tabiruu ya ulil Abshaar!!

📌 Ada manusia habis waktunya mendebatkan sampaikah bacaan Al Fatihah kepada mayit, tapi dia tidak pernah menyampaikan bacaan doa untuk saudaranya terzalimi di Palestina, Rohingnya, Uighur, dan lainnya … Fa’tabiruu ya Ulil Abshaar !!

📌 Ada manusia yang rajin mengoleksi kesalahan saudaranya yang sudah mau shalat setelah lama dia meninggalkannya, tp dia mendiamkan keluarganya sendiri yang tidak mau shalat di depan hidungnya … Fa’tabiruu ya Ulil Abshaar!!

📌 Ada orang yang meributkan hukum membunuh cicak, nyamuk, dan lalat, tp tidak pernah sibuk terhadap tertumpahnya darah kaum muslimin di daerah minoritas di berbagai belahan dunia … Fa’tabiruu Ya Ulil Abshaar !!

📌 Semua ini terjadi karena gagal fahamnya terhadap Fiqih Aulawiyat (Fiqih Prioritas) .. Fa’tabiruu ya ulil Abshaar!!

Wallahul Muwaffiq Ilaa aqwamith Thariq

Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Wajib Mengikuti Gerakan Imam

Salah Dalam Mengucapkan I’tidal, Sah Kah Shalat?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, tadi ada kejadian unik, saat kami shalat Berjamaah, mungkin karena grogi, sang imam yang ditunjuk salah dalam mengucapkan i’tidal, seharusnya dibaca samiallahuliman hamidah, beliau malah bertakbir, kejadian ini berulang hingga rakaat ke 3, dan baru dibenarkan saat rakaat ke 4 setelah makmum mengingatkan, sayangnya setelah shalat sang imam tidak sujud sahwi. Pertanyaan Saya adalah, apakah shalat kami tetap sah? Bolehkah setelah salam kami (makmum) sujud sahwi sendiri tersebab sang imam tidak melakukannya?

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Takbir intiqal (takbir antar gerakan shalat) adalah sunnah menurut mayoritas ulama, kecuali Hanabilah yang mengatakan wajib. Namun, semua sepakat tidak mengucapkannya tidak sampai membatalkan shalat. Termasuk salah ucap disaat antara sami’allah dan takbir. Ini bukan pembatal shalat.

Sebagian ulama mengatakan wajib sujud sahwi, sebagian mengatakan tidak.

ما هو حكم من قال الله أكبر عند الرفع من الركوع؟

يقال إن صلاته صحيحة ولا شيء عليه وهذا على رأي أكثر أهل العلم، لأن حكمها عندهم ليست من الفرض أو الركن الأساسي في الصلاة بل هي تكبيرة انتقالية وحكمها مندوب.

Apa hukum orang yang mengucapkan ALLAHU AKBAR, saat bangun ruku’?

Dikatakan bahwa hal itu shalatnya tetap sah dan tidak ada masalah. Inilah pendapat mayoritas ulama, karena menurut mereka ini sunnah, bukan wajib dan bukan rukun asasi dalam shalat. Takbir ini hukumnya adalah mandub (anjuran/sunnah).

Untuk kehati-hatian adalah tetap sujud sahwi jika imam tersebut tidak meralatnya saat itu juga. Tapi jika dia meralatnya langsung membaca Sami’allahu dst, maka tidak sujud sahwi.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Allah Maha Berkehendak

Letak Posisi Kepala Mayat Ketika Dishalatkan

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, salah satu yang menjadi polemik di masyarakat yaitu tentang letak/posisi kepala mayit ketika di shalatkan. Ada yang mengatakan kepala mayit berada di arah Utara dan ada juga yang mengatakan ke arah selatan. Jadi mana yang betul ustadz?

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bismillahirrahmanirrahim..

Kepala mayit mengarah utara, hanya saja para ulama berbeda dalam posisi imamnya.

Madzhab Syafi’i mengatakan jika mayit laki-laki, posisi kepala mayit di bagian kiri imam. Mayit perempuan, posisi kepala mayit sebelah kanan imam, jadi imam sejajar dengan leher atau dada mayit.

Ada pun madzhab Malikiyah tidak membedakan jenazah laki-laki dan perempuan, keduanya sama saja yaitu posisi kepala mayit di sebelah kanan imam.

فقد ذهب الشافعية إلى أن الإمام يقف عند رأس الميت الذكر ووسط المرأة، ويجعل رأس الذكر إلى جهة يساره ورأس المرأة إلى جهة يمينه قال البجيرمي رحمه الله تعالى: ويوضع رأس الذكر لجهة يسار الإمام ويكون غالبه لجهة يمينه خلافا لما عليه عمل الناس الآن، أما الأنثى والخنثى فيقف الإمام عند عجيزتهما ويكون رأسهما لجهة يمينه على عادة الناس الآن.

ولم يفرق المالكية بين الذكر والأنثى بل يجعل رأسهما عن يمين الإمام، كما في مختصر خليل وشروحه

Wallahu A’lam


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Allah Tuhan Alam

Berhala Salah Satu Tempat Jin, Salahkah Pernyataan ini?

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

Dalam Shahih Bukhari tertulis:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، «صَارَتِ الأَوْثَانُ الَّتِي كَانَتْ فِي قَوْمِ نُوحٍ فِي العَرَبِ بَعْدُ أَمَّا وَدٌّ كَانَتْ لِكَلْبٍ بِدَوْمَةِ الجَنْدَلِ، وَأَمَّا سُوَاعٌ كَانَتْ لِهُذَيْلٍ، وَأَمَّا يَغُوثُ فَكَانَتْ لِمُرَادٍ، ثُمَّ لِبَنِي غُطَيْفٍ بِالْجَوْفِ، عِنْدَ سَبَإٍ، وَأَمَّا يَعُوقُ فَكَانَتْ لِهَمْدَانَ، وَأَمَّا نَسْرٌ فَكَانَتْ لِحِمْيَرَ لِآلِ ذِي الكَلاَعِ، أَسْمَاءُ رِجَالٍ صَالِحِينَ مِنْ قَوْمِ نُوحٍ، فَلَمَّا هَلَكُوا أَوْحَى الشَّيْطَانُ إِلَى قَوْمِهِمْ، أَنِ انْصِبُوا إِلَى مَجَالِسِهِمُ الَّتِي كَانُوا يَجْلِسُونَ أَنْصَابًا وَسَمُّوهَا بِأَسْمَائِهِمْ، فَفَعَلُوا، فَلَمْ تُعْبَدْ، حَتَّى إِذَا هَلَكَ أُولَئِكَ وَتَنَسَّخَ العِلْمُ عُبِدَتْ

Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma bahwanya; Berhala-berhala yang dahulu di agungkan oleh kaum Nabi Nuh, di kemudian hari tersebar di bangsa Arab. Wadd menjadi berhala untuk kamu Kalb di Daumah Al Jandal. Suwa’ untuk Bani Hudzail. Yaghuts untuk Murad dan Bani Ghuthaif di Jauf tepatnya di Saba`. Adapun Ya’uq adalah untuk Bani Hamdan. Sedangkan Nashr untuk Himyar keluarga Dzul Kala’. Itulah nama-nama orang Shalih dari kaum Nabi Nuh. Ketika mereka wafat, SYETAN membisikkan kepada kaum mereka untuk mendirikan berhala pada majelis mereka dan menamakannya dengan nama-nama mereka. Maka mereka pun melakukan hal itu, dan saat itu berhala-berhala itu belum disembah hingga mereka wafat, sesudah itu, setelah ilmu tiada, maka berhala-berhala itu pun disembah.”

(HR. Bukhari no. 4920)

Imam Ibnu Katsir menyebutkan tentang Jin wanita yang keluar dari berhala ‘Uzza yang disembah di sebuah rumah, dan jin wanita itu dibunuh oleh Khalid bin Walid Radhiyallahu’ Anhu.

Berikut ini kisahnya:

وَقَدْ رَوَى الْوَاقِدِيُّ وَغَيْرُهُ أَنَّهُ لَمَّا قَدِمَهَا خَالِدٌ لِخَمْسٍ بَقِينَ مِنْ رَمَضَانَ فَهَدَمَهَا
وَرَجَعَ فَأَخْبَرَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: ” مَا رَأَيْتَ؟ ” قَالَ: لَمْ أَرَ شَيْئًا.
فَأَمَرَهُ بِالرُّجُوعِ، فَلَمَّا رَجَعَ خَرَجَتْ إِلَيْهِ مِنْ ذَلِكَ الْبَيْتِ امْرَأَةٌ سَوْدَاءُ نَاشِرَةٌ شَعْرَهَا تُوَلْوِلُ فَعَلَاهَا بِالسَّيْفِ وَجَعَلَ يَقُولُ: يَا عزى كُفْرَانَكِ لَا سُبْحَانَكِ إِنِّي رَأَيْتُ اللَّهَ قَدْ أَهَانَكِ ثُمَّ خَرَّبَ ذَلِكَ الْبَيْتَ الَّذِي كَانَتْ فِيهِ، وَأَخَذَ مَا كَانَ فِيهِ مِنَ الْأَمْوَالِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَأَرْضَاهُ، ثُمَّ رَجَعَ فَأَخْبَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: ” تِلْكَ الْعُزَّى وَلَا تعبد أبدا “

ِAl Waqidi dan lainnya meriwayatkan bahwa saat Khalid mendatangi berhala (patung) ‘Uzza di lima hari sisa bulan Ramadhan, dia menghancurkannya, lalu dia pulang dan mengabarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Lalu, Rasulullah bertanya:

“Apa yang kamu lihat?”

Khalid menjawab: “Aku tidak lihat apa-apa.”

Maka, Rasulullah memerintahkannya untuk kembali, saat dia kembali ke rumah itu, dari rumah tersebut keluar seorang wanita hitam yang rambutnya berantakan lalu Khalid membunuhnya dengan pedang dan berkata: “Wahai ‘Uzza kami kafir kepadamu dan kau bukan maha suci. Aku melihat Allah menghinakanmu.”

Lalu rumah itu dirubuhkan yang mana wanita itu ada di dalamnya, lalu Khalid menyelamatkan harta yang ada di dalamnya, lalu mengabarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , lalu beliau bersabda: “Itulah ‘Uzza dan tidak akan lagi disembah selamanya.”

(Imam Ibnu Katsir, Sirah An Nabawiyah, jilid. 3, hal. 597)

Maka, menyebut berhala atau patung tempat bertenggernya jin apakah sebuah kesalahan atau penistaan?

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Makanlah yang Halal

Seluruh Bagian Dari Babi Adalah Haram

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz izin bertanya…
Di dalam Al Qur’an hanya disebutkan, “Telah diharamkan daging babi dan seterusnya“, lalu bagaimanan dengan kulitnya, lemaknya dan yang lain-lain; apakah boleh digunakan?

Jawaban

Oleh: Faisal Kunhi

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Walaupun Al Qur’an hanya menyebut daging babi, tetapi yang diharamkan adalah seluruh dari bagian babi; dalam kaidah tafsir disebutkan,

“ إطلاق الجزء وإرادة الكل “

Disebutkan sebagian tetapi yang dimaksudkan adalah seluruhnya, karena daging adalah hal yang paling dominan dimakan oleh mereka yang suka mengkonsumsinya.

Allah berfirman,

“حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ “

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al Maidah: 3).

Dr. Yusuf Al Qaradhawi berkata, “Naluri manusia yang sehat pasti menganggap babi itu kotor dan membencinya karena makanan yang paling disukai babi adalah kotoran dan benda-benda najis. Kedokteran modern telah menetapkan bahwa memakan daging babi sangat membahayakan manusia di seluruh kawasan, terutama di kawasan yang beriklim panas Sebagaimana dibuktikan oleh penelitian ilmiah bahwa memakan daging babi merupakan salah satu sebab timbulnya cacing pita yang membahayakan.”

Di antara peneliti ada yang mengatakan, “Membiasakan makan daging babi dapat melemahkan semangat terhadap hal-hal yang terhormat. Karenanya kita melihat orang-orang kafir begitu mudahnya meminumkan keras, berzina dan lain sebagainya.”

Babi tidak dipelihara oleh bangsa Arab dan dipandang kotor oleh bangsa-bangsa Phoenica, Ethiopia dan Mesir. Bagi orang Yahudi, daging babi dilarang untuk dimakan. Dr. E. A. Widmer menulis dalam “Good Healt” bahwa, “Daging babi adalah bahan makanan yang banyak dimakan tetapi dia sangat berbahaya. Tuhan tidak melarang Yahudi mengkonsumsinya, melainkan untuk menunjukkan kekuasaan-Nya.”

Babi sangat kuat dorongan sexualnya. Jantannya boleh jadi menunggangi betinanya yang sedang makan rumput. Si betina boleh jadi menempuh ratusan mil, sedang si jantan terus menungangginya; babinya juga tidak punya rasa cemburu kepada pasangannya, maka bersyukurlah kepada Allah yang mengharamkan kita untuk memakan babi; itu semua adalah rahmat-Nya untuk kita semua.

Wallahu A’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berbuat Kebajikan

Masa Depan Milik Umat Ini

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

Allah Ta’ala berfirman:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَهُمُ ٱلَّذِي ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنٗاۚ

Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai, dan setelah itu menggantikan rasa takut mereka dengan rasa aman.

(QS. An-Nur, Ayat 55)

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالرِّفْعَةِ وَالدِّينِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فِي الْأَرْض

Dari Ubay bin Ka’b dia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda:

“Berilah kabar gembira kepada umat ini dengan kejayaan, kemuliaan, agama, pertolongan dan kekuasaan di muka bumi.”

(HR. Ahmad no. 20273, Al Hakim dalam Al Mustadrak no. 7862, beliau berkata: Shahih. Disepakati keshahihannya oleh Imam Adz Dzahabi)

ِ عَنْ أَنَسٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ أُمَّتِي مَثَلُ الْمَطَرِ لَا يُدْرَى أَوَّلُهُ خَيْرٌ أَمْ آخِرُهُ

Dari Anas berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, “Perumpamaan umatku seperti hujan, tidak diketahui (apakah) yang baik pada permulaannya ataukah akhirnya.”

(HR. At Tirmidzi no. 2869, At Tirmidzi berkata: hasan)

Beberapa Pelajaran:

1. Orang beriman dan beramal shalih adalah pewaris sah kekuasaan di muka bumi, yang melalui mereka Allah Ta’ala memberikan manusia kesejahteraan dan keamanan, serta menghilangkan rasa takut.

2. Iman yang benar dan kuat, dan amal shalih yang benar, menjadi syarat yang tidak bisa ditawar untuk kejayaan umat Islam.

3. Iman di sini adalah keimanan yang memunculkan rasa cinta kepada Allah, Rasul, Islam, jihad, dan sesama muslim secara mendalam yang memunculkan pribadi yang rela mati demi kejayaannya, dan menjadikan akhirat adalah tujuan, dunia adalah persinggahan.

4. Amal shalih di sini tidak terhenti pada ibadah ritual, berakhlak baik, dan menghidupkan sunnah, tetapi juga mengumpulkan segenap “sebab-sebab” sunnatullah yang nyata untuk terwujudnya kejayaan. Seperti penguasaan pada ekonomi, militer, media, dan politik.

5. Kekuasaan dan kejayaan pernah dialami umat ini dalam kurun waktu satu milenium, hampir meliputi dua pertiga luas daratan bumi. Tidak ada satu pun tanah melainkan di sana berkumandang adzan. Kita punya peluang dan seperangkat sumber daya yang sama untuk mengembalikan masa-masa itu.

6. Benar bahwa sebaik-baiknya zaman adalah zaman Rasulullah ﷺ dan para sahabat, lalu tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Namun, itu tidak berarti umat ini diajarkan pesimis. Sebab, walau kita tidak sehebat mereka tetapi Rasulullah ﷺ memberitakan kejayaan tetap bagi umat ini.

7. Umat ini diumpamakan bagaikan hujan, maksudnya adalah dari sisi manfaatnya kepada manusia. Ada pun keutamaan (afdhaliyah) maka umat terdahulu jelas lebih utama. (Lihat Tuhfah al Ahwdzi, jilid. 8, hal. 305). Itulah yang tidak diketahui mana yang lebih baik generasi awal atau akhir.

8. Tidak ragu lagi, umat terdahulu berjuang dalam peletakan batu pertama dan awal pembangunan, lalu umat setelahnya berkorban dalam menyebarkan dan mengokohkan. Semua yg mereka lakukan patut diapresiasi, semoga Allah Ta’ala berikan ampunan atas kesalahannya dan membalas dengan pahala atas kebaikannya.

Demikian. Wallahul Muwaffiq Ilaa aqwamith Thariq

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Darurat Membolehkan yang Dilarang

Terkait Vaksin Yang Haram, Apakah Boleh Kita Divaksin?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz saya mau bertanya, Mohon pencerahanya terkait vaksin yg haram, apakah boleh kita di vaksin? syukron. I/18

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ada perbedaan pandangan antara MUI dengan lembaga fatwa lainnya.

Bahtsul Masail NU menetapkan bahwa Astrazeneca itu halal, sebab keberadaan unsur babi seperti yang dianggap MUI, sudah tidak ada saat vaksin itu terwujud. Dengan kata lain, sdh sama sekali tidak ada unsur babinya sedikit pun.

Di beberapa negera, pfizer sudah difatwakan halal bahkan sudah sejak 2020, seperti di Inggris, juga di Arab Saudi. MUI sendiri belum menjelaskan apa alasan pengharamannya. Tidak ada keterangan bahwa MUI telah menelitinya, tapi sekadar belum memberikan status halal. Semoga ada perkembangan baru, atau berita lain yang menjelaskan apa alasannya.

Tapi, di sisi lain MUI sendiri tetap membolehkan, dgn alasan darurat. Walau ini pun tidak berarti tanpa perdebatan di mata pakar syariah. Sebab, pilihan begitu banyak dengan jumlah yang juga banyak.

Seandainya ada yang mau memakainya dgn meyakini rekomendasi para ulama yang menyatakan halal, tidak apa-apa. Itu tidak diingkari.

Wallahu A’lam
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Hijrah Itu Menguras Rasa

Hijrah itu Menguras Rasa

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

📝 Pemateri: Ustadz Umar Hidayat, M.Ag

Yang termahal dalam hidup kita adalah hidayah. Yang menguras rasa dalam hidup kita adalah hijrah. Tetapi tanpa hidayah hijrah tak ada artinya.

Sungguh hijrah itu menguras rasa. Berkali menyusuri jalan rumah lama bayangan masa lalu berebut menyuarakan dirinya. Semua kenangan yang pernah terjadi bertutur dengan ikhlasnya. Ada cerita sedih, ada bahagia. Ada cerita penuh tawa, pun isak tangis mendera. Semua berlomba mencuri rasa dalam hati.

Sudahlah, relakan dan ikhlaskan semuanya. Yang sudah terjadi ya… terjadilah. Berat memang melangkah untuk pindah. Berhijrah. Berhijrah menyusuri lapak baru, mengukir sejarah hidup baru.

Begitupun yang dirasakan Rasulullah saat hijrah meninggalkan kota Mekah yang dicintainya. Rasulullah melangkah menyusuri padang pasir meninggalkan Mekah. Begitu telah melintasi perbatasan meninggalkan Mekah, Rasulullah sedih dan membalikan badan menghadap ke Mekah lalu berkata;

“Demi Allah, wahai Mekah. Engkau adalah negeri yang paling aku cintai, tetapi masyarakatmu mengusirku darimu.” (HR. Ibnu Majah)

Rasulullah menggunakan bahasa yang begitu dekat “aku-kamu” menanda begitu dekatnya Rasulullah dengan Mekah. Ada kedekatan emosional yang luar biasa. Begitu sedih Rasulullah berpisah dengan Mekah. Maka tak salah bila saat Rasulullah sudah di Madinah merindukan Mekah. Saat ada kafilah dagang dari Mekah datang ke Madinah Nabi selalu bertanya; sedang musim apa di Mekah?

Tetapi semua itu tidak meruntuhkan semangat dan bulatnya tekad Nabi untuk berhijrah. Hijrah pada akhirnya selalu akan menguras rasa. Karena Nabi sangat yakin atas jalan yang ditempuh Allah ridloi dan pasti Allah menolongnya. Laa tahzan Inna Allaha ma’ana (qs. At Taubat;40).

Jika ingin hijrahnya sukses, maka bulatkan tekad, pastikan jalan hijrah yang benar, dan yakinlah pertolongan Allah pasti datang. Dan diantara cara membulatkan tekad itu adalah menguras rasa apa yang harus ditinggalkannya.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Doakan Selalu Orang Tua Kita

Jika Dewasa Belum Aqiqah

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ijin bertanya ustadz .. Biasanya kan orang tua yg mengaqiqahkan anaknya, kalau seandainya sebaliknya, anak yang mengaqiqahkan orang tuanya. Boleh apa tidak ustadz? mohon pencerahannya terima kasih. Wassalamu’alaikum

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bismillahirrahmanirrahim..

Tugas mengaqiqahkan adalah tugas orang tua ke anaknya, yaitu di saat anak mereka masih kecil.

Namun, demikian sebagian ulama seperti Syafi’iyah dan Hambaliyah, membolehkan aqiqah diri sendiri di saat dewasa.

Dari Anas bin Malik, katanya:

عق رسول الله صلى الله عليه وسلم عن نفسه بعد ما بعث بالنبوة

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengaqiqahkan dirinya setelah beliau diangkat menjadi nabi.” (HR. Abdurrazaq, No. 7960)

Hadits ini sebenarnya dha’if, karena ada perawi bernama Abdullah bin Muharrar, seorang perawi yang dinilai dha’if oleh umumnya ulama. Namun, hadits ini memiliki beberapa mutaba’ah (pendukung) dari beberapa jalur lain, sehingga terangkat menjadi shahih. (Ash Shahihah, 6/502)

Ulama yang membolehkan aqiqah sesudah dewasa adalah Imam Muhammad bin Sirin, Al Hasan Al Bashri, Atha’, sebagian Hambaliyah dan Syafi’iyah.

Imam Ahmad ditanya tentang bolehkah seseorang mengaqiqahkan dirinya ketika sudah dewasa? Imam Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitabnya sebagai berikut:

وقال أن فعله إنسان لم أكرهه

“Dia (Imam Ahmad) berkata: Aku tidak memakruhkan orang yang melakukannya.” (Imam Ibnul Qayyim, Tuhfatul Maudud, Hal 61. Cet. 1. 1983M-1403H. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Imam Muhammad bin Sirrin berkata:

لَوْ أَعْلَمُ أَنَّهُ لَمْ يُعَقَّ عَنِّي ، لَعَقَقْتُ عَنْ نَفْسِي

Seandainya aku tahu aku belum diaqiqahkan, niscaya akan aku aqiqahkan diriku sendiri. (Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah No. 24718)

Imam Al Hasan Al Bashri berkata:

إذا لم يعق عنك ، فعق عن نفسك و إن كنت رجلا

Jika dirimu belum diaqiqahkan, maka aqiqahkan buat dirimu sendiri, jika memang kamu adalah laki-laki. (Imam Ibnu Hazm, Al Muhalla, 8/322)

Maka, solusinya adalah jika anaknya punya dana hendaknya dia menghadiahkan uangnya ke ortuanya. Lalu orangtuanya aqiqah untuk dirinya sendiri.

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Minyak Rambut yang Dilarang

Minyak Rambut Menutupi Wudhu?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… ingin tanya, apakah memakai minyak rambut (gatsby) dan berwudhu, wudhunya tidak sah?

Jawaban

Oleh: Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Tidak semua minyak rambut menghalangi wudhu, apalagi jika minyak tersebut cair, Rasulullah ﷺ pun memakai minyak rambut.

Jabir bin Samurah ditanya tentang uban Nabi ﷺ :

كَانَ إِذَا ادَّهَنَ رَأْسَهُ لَمْ يُرَ مِنْهُ، وَإِذَا لَمْ يُدَّهَنْ رُئِيَ مِنْهُ

Dahulu jika Beliau melumasi dengan minyak ubannya tidak terlihat, dan jika tidak memakai minyak ubannya terlihat. (HR. Muslim No. 2344)

Tapi, jika minyak rambutnya jel atau krim yang melapisi, sehingga tertutuplah rambut tersebut dengan minyak tsb, sehingga air wudhu pun tidak kena maka tidak boleh.

Imam an Nwawi Rahimahullah berkata:

إذا كان على بعض أعضائه شمع، أو عجين، أو حناء وأشباه ذلك فمنع وصول الماء إلى شيء من العضو لم تصح طهارته سواء كثر ذلك أم قل

Jika sebagian anggota tubuhnya terlapisi oleh lilin, tepung, henna, dan lainnya, serta menghalangi sampainya air ke anggota tubuh yang diwudhukan, maka tidak sah wudhunya, baik yang terhalang itu sedikit atau banyak. (Al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab, 1/467)

Demikian. Wallahu a’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678