RIYADHUS SHALIHIN (38)​


​Bab Sabar – Obat Marah​

Hadits:

وعن سُلَيْمَانَ بن صُرَدٍ – رضي الله عنه – ، قَالَ : كُنْتُ جالِساً مَعَ النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ، وَرَجُلانِ يَسْتَبَّانِ ، وَأَحَدُهُمَا قدِ احْمَرَّ وَجْهُهُ ، وانْتَفَخَتْ أوْدَاجُهُ ، فَقَالَ رَسُول اللهِ – صلى الله عليه وسلم – :

إنِّي لأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ ، لَوْ قَالَ : أعُوذ باللهِ منَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ ، ذَهَبَ منْهُ مَا يَجِدُ .
فَقَالُوا لَهُ : إنَّ النَّبيَّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : تَعَوّذْ باللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ مُتَّفَقٌ عَلَيهِ .

Artinya:

Dari Sulaiman bin Shurad r.a., katanya:
“Saya duduk bersama Nabi s.a.w. dan di situ ada dua orang yang saling mencaci-maki antara seorang dengan kawannya.

Salah seorang dari keduanya itu telah merah padam mukanya dan membesarlah urat lehernya.

Maka Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat yang apabila diucapkannya, tentulah hilang kemarahannya, yaitu andaikata ia mengucapkan: “A’udzu billahi minasy syaithanir rajim,” tentulah lenyap apa yang ditemuinya itu.

Orang-orang lalu berkata padanya – orang yang merah padam mukanya tadi:
“Sesungguhnya Nabi s.a.w. bersabda: “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.”

(Muttafaq ‘alaih)

☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO di bawah ini.

Selamat menyimak.

DOWNLOAD MP3 KAJIAN KITAB DISINI

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *