HUKUM MENCIUM ALKOHOL​


​Assalamu’alaikum ustadz/ah.. Bagaimana hukumnya jika Saat puasa tetapi mencium cium alkohol karena untuk memastikan kandungan alkohol sudang hilang Saat melakukan penelitian di laboratorium​

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🔑 Memasukkan udara dengan seluruh unsurnya dilakukan baik saat berpuasa maupun tidak berpuasa, dan batalnya puasa bukanlah karena udara yang dihirup namun sesuatu yang masuk ke dalam tenggorokan

📌 Menghirup alkohol secara khusus perlu diteliti dampak buruknya terhadap jasad dan akan ditentukan hukumnya berdasarkan hasil penelitian, namun ini tidak terkait batal atau tidaknya berpuasa

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Gadai


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Saya ingin bertanya.Ditempat kami banyak terjadi transaksi gadai,yg di gadaikan kbanyakan tanah sawah,ladang dan kebun.
Sistim nya yg punya tanah pinjam uang dg jmlah tertentu dlm jngka waktu yg disepakati kedua blah pihak.yg meminjamkan uang akan menggarap tanah smpai uang nya di kembalikan dlm jangka waktu yg tlah di tentukan dg jumlah yg sama pada saat di pinjamkan.
Yg ingin saya tanyakan APA HUKUM NYA TRANSAKSI CARA BEGITU? (i17)

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Pemegang harta gadai tidak boleh manfaatkan harta gadaian, sebab itu riba.

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah berkata:

عقد الرهن عقد يقصد به الاستيثاق وضمان الدين وليس المقصود منه الاستثمار والربح، وما دام ذلك كذلك فإنه لا يحل للمرتهن أن ينتفع بالعين المرهونة، ولو أذن له الراهن، لانه قرض جر نفعا، وكل قرض جر نفعا فهو ربا.

Akad gadai adalah akad yg dengannya bermaksud untuk menjaga dan menjamin hutang, ​bukan untuk mengambil keuntungan dan hasil,​ ​selama akadnya seperti itu maka dilarang si pemberi pinjaman memanfaatkan harta gadaian, walaun diizinkan oleh penggadai,​ karena itu menjadi pinjaman yang membuahkan untung, ​maka setiap untung didapatkan dari pinjaman maka itu riba.​ (Fiqhus Sunnah, 3/156)
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Penyakit Nifaq (Munafik) juga Mengancam Manusia yang Shalih secara Sosial​


Ketika al-Jullas ibn Suwayd ibn ash-Shamit mengambil ‘Umayr ibn Sa’d sang yatim sebagai anak asuh yang dipeliharanya maka ia dikenal sebagai orang yang shalih hubungan sosialnya.

Ketika ia meragukan kebenaran risalah yang dibawa Nabi Muhammad ShalalLaahu’ alayhi wa Sallam, anak asuhnya mengingatkannya untuk bertaubat. Meski mengambil risiko terusir, ‘Umayr tetap mengutamakan kemuliaan Nabinya jauh diatas bapak asuhnya. Ternyata ​keshalihan sosial tetap harus ditopang oleh keshalihan pribadi.​

Ketika Nabi Muhammad ShalalLaahu’ alayhi wa Sallam memanggil al-Jullas, ia bersumpah tak pernah mengucapkan apa yang dilaporkan ‘Umayr. Lalu turunlah Surah at-Tawbah ayat ke-74 mencela al-Jullas dan sumpah palsunya:

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا ۚ وَمَا نَقَمُوا إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مِنْ فَضْلِهِ ۚ فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَهُمْ ۖ وَإِنْ يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Mereka (orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakiti Muhammad). Sungguh, mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir setelah Islam, dan menginginkan apa yang mereka tidak dapat mencapainya; dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya) sekiranya Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertobat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di bumi.”

Bahkan ayat di atas juga mencela sikap al-Jullas yang enggan berangkat ke Pertempuran Tabuk karena alasan tidak mampu harta. Dengan penuh rasa malu akhirnya al-Jullas meminta maaf kepada Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam dan ‘Umayr serta bertaubat.

Baguslah, nampaknya ancaman Allah Subhanahu wa Ta’ala akan adzab dunia hingga akhirat (عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ) masih membuatnya takut untuk terus berbohong. Ibnu Hisyam maupun Ibnu Sa’d mencatat al-Jullas ibn Suwayd ibn ash-Shamit bertaubat secara baik di penghujung hidupnya.

Agung Waspodo, bagaimana dengan dirimu?
Apa yang membuat kita terus bertahan dalam keshalihan?

Manggarai, 13 Oktober 2017

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

MEMBUMIKAN ISLAM DI INDONESIA​


​Assalamualaikum, ustadz saya mau bertanya, bagaimana cara membumikan Islam di Indonesia dengan sesuai Al Quran dan As Sunnah, dan siapa yg pertama kali orang yg membumikan Islam di indonesia? Jazakumullah khairan katsiron​

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🔑 ​Islam hadir memang dihadirkan agar membumi, karena Islam syariat untuk bumi. Membumikannya adalah dengan berpandukan ​Sirah Nabawiyah​, mengumpulkan inspirasi-inspirasi dari seluruh dimensi hidup Nabi, dan memilih yang paling sesuai untuk diterapkan sesuai konteks zamannya.​

📌 Islam hadir di Indonesia bukan karena niatan perdagangan, namun karena niatan kuat dakwah dimanapun kaum muslimin meraih sebuah negeri. Kita mengetahui Barus dari Rihlah Ibn Batutah, kita mengetahui Serambi Makkah dan kerajaan-kerajaan Islam berdiri besar dan menyatukan, dan kita pun kenal Wali Songo yang oleh sebagian manusia yang tergesa-gesa baru-baru ini menyatakan keberadaan mereka sebagai sesuatu yang fiktif

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Menjadi Generasi "Sekarang"​


Ketika menjumpai kondisi yang negatif atau terpuruk, kita sering menggunakan pendekatan motivatif futuristik. Misalnya, saat melihat kondisi umat Islam secara umum di Timur, Barat, Utara dan Selatan, hampir semuanya seolah terstigmatisasi negatif. Belum lagi, bila bicara tentang krisis kemanusiaan yang dahsyat di abad ini. Suriah dan Rohingya, adalah kasus-kasus besar yang mengimbuhi masalah berat sebelumnya, Palestina yang juga belum terlihat ujung solusinya. ​Biasanya, untuk melipur lara tak jarang kita mengalihkan semangat juang ke generasi setelah kita.​ Maka secara otomatis, itu sama dengan mengatakan bahwa ​diri kita tidaklah hadir sebagai solusi.​

Atau kurang percaya diri tampil memberi solusi dan justru banyak berharap pada generasi akan datang.

Jika estafet ini berlanjut, maka tidak mustahil kendala yang sama akan dialami oleh generasi setelah kita. Mereka akan melakukan estafet masalah dan estafet harapan. Mereka pun saat menjadi “sekarang” akan mengatakan bahwa solusinya ada di generasi “mendatang”. Demikian terjadi dan akan terus tak berujung.

​Maka, sudah saatnya umat Islam ini mengatakan dan mendoktrin dirinya bahwa dialah generasi sekarang yang harus hadir sebagai solusi, bukan keturunannya.​

Benar, mereka akan melanjutkan, tapi bukan sekedar melanjutkan mimpi saja. Namun, lebih pada melanjutkan aksi nyata yang mengatrol prestasi umat ini.

Maka, semangatnya adalah semangat “SEKARANG”. Lakukan sekarang, mulai dari yang mungkin untuk dimulai. Kemudian lakukan secara komunal dan masif.

Belajarlah semangat “sekarang” ini dari Zulaikha, “Berkata isteri Al Aziz:
​“Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar” (QS. Yusuf: 51)​

Pendekatan ​“sekarang”​ bisa lebih membuka diri untuk melakukan pendekatan introspektif dibanding menyalahkan orang lain.

Dengan pendekatan tersebut, seseorang tidak fokus pada masalah atau penyebab masalah. Ia akan fokus pada mencari solusi dan jalan keluar.

Lihat pula apa yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang terus mempertahankan spirit juangnya,

​“Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS. Al-Anfal: 66)​

Maka permasalahannya terletak pada manajemen harapan. Kitalah yang seharusnya mengharapkan untuk menyaksikan diri terlibat langsung terhadap penyelesaian masalah yang saat ini terjadi. Kalau pun itu tidak terjadi maka generasi setelah kita akan meningkatkan usahanya lebih gigih dank eras lagi.

Mentalitas “sekarang” ini jugalah yang akan mendesak dan mengusir kebiasaan menunda dan inferior (rasa rendah diri) serta tak percaya dengan kemampuan yang Allah berikan.

Jika melihat secara internal, setiap manusia selalu dibekali keistimewaan oleh Allah dengan segudang potensi positif dan prestasi. Jika melihat kepada eksternal, maka seseorang akan menempatkan diri secara proporsional. Ia tak sombong dengan tetap menghormati orang lain (tidak terlalu merasa superior), tidak juga merasa buruk jika dibandingkan orang lain.

Semangat inilah yang dimiliki oleh para sahabat Nabi Muhammad saw. Kuburan mereka menyebar ke pelosok dunia, karena jiwa ekspansif yang termotivasi menyebar kebaikan. Mereka pun tak pernah takut kepada selain Allah, dengan segala keterbatasan. Jadilah, mereka disegani kemudian membuka pintu dakwah dan kemenangan bagi generasi setelahnya.

Jadilah Umar atau Shalahuddin yang akan menaklukan kezaliman di Baitul Maqdis dan sekitarnya. Atau setidaknya bisikkan pada diri ini, akan benar-benar menyaksikan kehadiran Umar atau Shalahuddin tak lama lagi.

AlLâhu al-Musta’ân

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Taklid Pada Satu Imam


Assalamualaikum ustadz/ah….Bagaimanakah tanggapan ustad pada orang yang taklid pada satu imam…? i05

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal Hamdulillah ..

Bagi orang kebanyakan, taqlid kepada madzhab itu jauh lebih baik dibanding taklid kepada hawa nafsunya sendiri.

Bahkan bagi para ulama yang belum Mujtahid pun disarankan bermazhab agar memiliki paradigma berpikir yang baku.

Imam Al Bujairimi Rahimahullah mengatakan:

كل من الأئمة الأربعة على الصواب و يجيب تقليد واحد منهم ..

Seluruh imam yg 4 berada pd kebenaran, dan wajib taqlid kpd salah satu dari mereka .. (Hasyiyah Al Bujairimi, 1/59)

Beliau juga berkata:

ولا يجوز تقليد غيرهم فى افتاء أو قضاء

Tidak boleh taqlid kepada selain mereka dalam fatwa dan qadha ​(Ibid)​

Hal ini dikarenakan telah terujinya empat madzhab. Hatta ulama-ulama yang nampaknya “bebas madzhab”, seperti Syaikh bin Baaz, Syaikh Utsaimin, Syaikh Shalih Fauzan .. mereka pun asas fiqihnya adalah Hambali.

Syaikh Sayyid Sabiq, Syaikh Al Qaradhawi, .. asas fiqih mereka adalah Hanafi. Dll.

Yg terlarang adalah FANATIK BUTA. Memusuhi yang lain, atau tidak mau mengakui yang lain saat yg lain berada dalam posisi lebih benar.

Al Bujairimi mengatakan:

و يجوز الانتقال من مذهب لغيره ولو بعد العمل

Dan dibolehkan berpindah dari madzhabnya ke madzhab lainnya walau dilakukan setelah amal perbuatannya .. ​(Ibid)​

Nasihat bagus dari Syaikh Abdul Fatah Rawah al Makky Rahimahullah:

(انه) يجوز تقليد كل واحد من الآئمة الآربعة رضي الله عنهم ويجوز لكل واحد آن يقلد واحدا منهم فى مسالة ويقلد اماما آخر في مسالة آخرى ولا يتعين تقليد واحد بعينه في كل المسائل . اذا عرفت هذا فيصح كل حج واحد من الاصناف المذكور على قول بعض الائمة.

“Bahwa sesungguhnya diperbolehkan taklid (menginkuti) pendapat dari salah satu Imam madzhab yang empat (Syafi’i, Maliki, Hanafi, Hambali), dan ​setiap orang boleh saja mengikuti salah satu dari pendapat mereka dalam satu masalah dan mengikuti pendapat Imam lainnya dalam masalah yang lain.​ Tidak ada ketentuan yang mengharuskan mengikuti satu Imam Mazhab dalam semua masalah. Jika engkau telah mengetahui ketentuan ini maka sudah benar setiap masalah haji yang disebutkan (diputuskan) berdasarkan salah satu pendapat para Imam Madzhab”. ​(Al Ifshah ‘ala Masailil Idhah ‘alal Madzahib al Arba’ah, hal. 219)​
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Kemandirian Ekonomi, Pola Konsumsi Mata Rantai Kebangkitan Islam di Turki​

Ketika Turgut Özal meluncurkan paket liberalisasi ekonomi pada tahun 1983 sepintas sepertinya merugikan Republik Turki. Ternyata, beliau sedang melepaskan perlindungan hukum atas sedikit perusahaan kroni pemerintah sekuler. Beliau sedang memberikan kesempatan bersaing bagi pebisnis Turki yang mulai sadar akan identitas keislaman.

Lahirnya MÜSİAD sebagai wadah bagi pebisnis Islamis ini memicu gelombang kebangkitan ekonomi masyarakat Turki, khususnya di pedesaan. Mereka memanfaatkan jaringan Hemşerilik serta tarekat sufi sebagai basis perdagangan yang lebih dekat dengan praktik bisnis Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam.

Bukan tanpa tantangan, tentu saja kiprah MÜSİAD mendapatkan perlawanan dari asosiasi pebisnis kroni pemerintah sekuler seperti TÜSİAD. Salah satu karakteristik kemandirian ekonomi adalah rasa percaya diri untuk mengambil keputusan yang mulai berseberangan dengan pemerintah sekuler. Kepercayaan diri ini mereka tuangkan dalam ruang politik yang semakin kondusif di tengah ketergantungan ekonomi Turki kepada Eropa.

Salah satu tarekat yang besar yang muncul pada periode ini adalah İskenderpaşa Cemaati yang didirikan oleh Mehmed Zahid Kotku ketika menjadi imam untuk masjid İskender Paşa di Distrik Fatih, İstanbul. Süleyman Demirel, Turgut, bahkan Necmettin Erbakan adalah anggota dari tarekat ini. Pertemuan mereka yang membahas aspek sosial, ekonomi, dan politik bahkan kerap diselenggarakan di Caprice Hotel, berbintang lima di kota Aydın.

Pergerakan dan kebangkitan Islam tidak lagi hanya berpusat di dergah atau rumah tarekat, namun sudah merambah ruang publik yang selama ini “dimiliki kaum sekuler” di Republik Turki. Seiring dengan peningkatan ekonomi maka berubah pula pola konsumsi para Islamis. Fashion menjadi pembeda bukan hanya dari kaum sekuler yang menentang hijab; namun juga antar kelompok tarekat dalam barisan Kaum Islamis itu sendiri. Aspek yang paling menonjol adalah perubahan busana para perempuan yang mulai secara sadar mengenakan hijab di ruang publik. Sebuah “tabrakan” tak terelakkan.

Selasa, 10 Oktober 2017.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

SHALAT KETIKA ADZAN BELUM USAI​


Assalamualaikum, bertanya….si fulan sholat ketika panggilan adzan belum selesai berkumandang gimana ya hukumnya? bukankah kita sebaiknya berdoa saat adzan selesai?’’ ’baru sholat.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🔑 ​Shalatnya sah namun adabnya kurang disempurnakan, berprasangka baik mungkin ada hal yang membuatnya terburu-buru​

📌 Menjawab do’a setelah adzan adalah bagian dari kesempurnaan adab Muslim sekaligus memanfaatkan waktu mustajab

ثِنْتَانِ مَاتُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ تَحْتَ الْمَطَرِ

​Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan.​ (HR. Hakim)

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Hati Insan, Diantara Ketaatan dan Kemaksiatan​


Dalam salah satu hadits disebutkan:

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ (رواه مسلم)

​Dari Abdullah bin ‘Amru bin Ash ra berkata, bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya hati anak cucu Adam (semua manusia) itu berada di antara dua jari Allah Yang Maha Rahman. Allah Subhanahhu wa Ta’ala akan memalingkan hati siapa saja menurut kehendak-Nya.” Kemudian Rasulullah Saw berdoa, ‘Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu.” (HR. Muslim, hadits no 4798)​

​Hikmah Hadits:​

1. Hati setiap manusia berada diantara dua pilihan, berada di jalan ketaatan atau berada dalam jalan kemaksiatan.

Terkadang hati merasa nyaman dan senang dalam ketaatan kepada Allah Swt, bahkan terasa “hampa” bila sejengkal saja jauh dari-Nya.

Namun terkadang juga hati larut dalam kealpaan, tenggelam dalam jurang kemaksiatan, dan terkubur dalam hawa nafsu yang mengekang.

Itulah kondisi hati manusia, yang bahkan dalam riwayat lain digambarkan sebagai berukut: ​Fitnah akan dipaparkan pada hati manusia bagaikan tikar yang diurai sehelai demi sehelai. Mana pun hati yang dihinggapi oleh fitnah, niscaya akan terlekat padanya bintik-bintik hitam.​

​Begitu juga mana pun hati yang tidak dihinggapinya, maka akan terlekat padanya bintik-bintik putih sehingga hati tersebut terbagi dua: sebagian menjadi putih bagaikan batu licin yang tidak lagi terkena bahaya fitnah, selama langit dan bumi masih ada.​
​Sedangkan sebagian yang lain menjadi hitam keabu-abuan seperti bekas tembaga berkarat, tidak menyuruh kebaikan dan tidak pula melarang kemungkaran kecuali sesuatu yang diserap oleh hawa nafsunya.” (HR. Muslim, no 207)​

2. Maka bisa jadi, ada seseorang yang hidup sekian lama dalam ketaatan kepada Allah Swt, namun pada akhirnya ia justru jauh dari Allah, na’udzubillah min dzalik.

Sebaliknya, ada juga seseorang yang sekian lama hidup jauh dari Allah, bergelimang dengan kemaksiatan, namun pada akhirnya justru ia dekat dan kembali pada Allah.

Kondisi tersebut tertuang dalam riwayat sbb ;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ الزَّمَنَ الطَّوِيلَ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ ثُمَّ يُخْتَمُ لَهُ عَمَلُهُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ الزَّمَنَ الطَّوِيلَ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ ثُمَّ يُخْتَمُ لَهُ عَمَلُهُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ (رواه مسلم)

​Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda “Ada seseorang yang mengamalkan amalan ahli surga pada waktu yang sangat lama, lalu ia menutup akhir hidupnya dengan amalan ahli neraka. Ada pula seseorang yang mengerjakan amalan ahli neraka pada waktu yang sangat lama, namun kemudian ia menutup akhir hidupnya dengan amalan ahli surga. (HR. Muslim, no 4791).​

3. Itulah maknanya bahwa hati setiap insan berada diantara dua jari Allah yang Maha Rahman, karena setiap orang tidak mengetahui bagaimana akhir dan kesudahan dalam kehidupannya. Apakah berarkhir dalam ketaatan, ataukah dalam kemaksiatan.

Maka, supaya hati tetap dalam ketaatan kepada Allah, hendaknya setiap kita senantiasa berusaha untuk ​selalu istiqamah dalam kebaikan, bermulazamah bersama para mukhlashin (orang-orang yang ikhlas), serta memperbanyak doa​ sebagaimana yg diajarkan Nabi Saw:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِك

​Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu.”​

Mudah-mudahan kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang hatinya senantiasa istiqamah dalam ketaatan kepada Allah Swt, hingga kelak Allah Swt memanggil kita dalam kondisi husnul khatimah.

Amiiin Ya Rabbal Alamiiin

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Anak yang Introvert


Aslm wrwb. Ustadz afwan klo menghadapi anak yg terlalu introvert boleh gak di ruqyah atau di bacakan ayat kursy atau mungkin ada cara yg lain…jazakalloh khoyr

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Perlu diketahui penyebab introvert-nya, penyebab mengapa ananda lebih sering berdiam diri, murung, dan sulit bersosialisasi.

Hal yang dapat dilakukan adalah, Ayah dan Bunda harus berkomitmen membantu Ananda membangun kepercayaan dirinya. Ingat, di usia dasar, masa pertumbuhan, dorong anak agar dapat aktif bergerak dengan tidak memberikannya games handphone. Jadikan kita sebagai sahabat mereka, sehingga mereka nyaman dengan kita. Di usia ini, jangan jejali ananda dengan banyak mata pelajaran yang membuatnya lelah, kecuali fokus pada pelajaran adab dan iman saja.

Selain sering mengajak ananda pada jenis-jenis lingkungan baru, coba mulai dilihat bakat Ananda. Siapkan pujian dan hadiah saat Ananda mampu menghadirkan Adab Islami, sekecil apapun. Berikan kepercayaan bertanggung jawab dalam beberapa hal, dan jangan terlalu over protective.

Bacakan kisah-kisah para pejuang kepadanya dengan menarik, dan dorong ia untuk dapat tampil menjadi mujahid.

Adapun ayat-ayat Quran secara umum adalah obat jiwa dan jasad. Khusus ayat kursi, baik dibaca saat pagi dan petang bersama Al-Ma’tsurāt, dan bersamai ananda membacanya sebelum tidur.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA