JILBAB DALAM DUA AYAT ALLAH


Ustadz Wido Supraha

Assallammuallaikum bolehkah ana minta perbedaan tafsir mengenai QS Al Ahzab ayat 59 dan An Nur ayat 31. Mengapa ada perbedaan dalam perintah berhijab dalam 2 ayat Al Quran tersebut Jazakallah khoir sebelumnya

**

🔓 JAWABAN

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Kedua ayat yang mulia tersebut saling menguatkan dan saling menyempurnakan satu sama lainnya. Terkadang di masa lalu khimar hanya dipakai budak sahaya, sementara wanita merdeka menambahkannya dengan jilbab. Namun, baik budak sahaya maupun wanita merdeka, sama-sama diwajibkan untuk menutupi kepala mereka

1⃣ Q.S. an-Nur [24] ayat 31:

وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِہِنَّ‌ۖ

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya”

Penjelasan:
📌 Kata ‘خُمُرِ’ dalam ayat di atas merupakan bentuk jamak dari ‘khimar’ yang bermakna agar menutupi rambut, leher, dan anting-anting mereka. [Ibn Jarir ath-Thabari].

Kata ‘خُمُرِ’ ini merupakan kain yang digunakan untuk menutupi, yakni menutupi kepala, itulah yang oleh orang banyak disebut kerudung. Sebuah kerudung yang luas hingga menutupi dadanya, gunanya untuk menutupi bagian tubuh di bawahnya seperti dada dan tulang dada serta agar menyelisihi model wanita Jahiliyyah. [Ibn Katsir]

📌 Ummul Mukminin ‘Aisyah r.a. menceritakan bahwa tatkala turun ayat ini, para shahabiyah Muhajirin saat itu bersegera menyobek kain mantel mereka hingga ke sisi samping dan difungsikan sebagai kerudung. (HR. Bukhari No. 4758).
Atas dasar kebersegeraan wanita Quraisy di ataslah sehingga Aisyah memuliakan keutamaan mereka.

🔑 Wanita harus menutup kepala dan seluruh badan, khususnya pada bagian dada untuk menutupi rambut, leher dan bagian-bagian sekitar dada. Sebab turun ayat ini, kaum wanita di masa Jahiliyah ketika menutupi kepala dengan kerudung, kerudung diselimpangkan ke belakang punggung. [Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Wasith]

2⃣ Q.S. Al-Ahzab [33] ayat 59:

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزۡوَٲجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡہِنَّ مِن جَلَـٰبِيبِهِنَّۚ

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya [4] ke seluruh tubuh mereka”

Penjelasan:
📌 Yang dinamakan dengan jilbab adalah qina’ (kudung) di atas khimar. (Sa’id bin Jubair) Jilbab adalah ar-rida, kain penutup di atas kerudung. Ini pendapt Ibn Mas’ud, Ubaidah, Qatadah, Hasan al-Bashri, Sa’id bin Jubair, Ibrahim an-Nakha’i, ‘Atha’ al-Khurasani dan selain mereka. Jilbab sama dengan izar, yakni kain saat ini. [Ibn Katsir]

📌 Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh [Al-Jauhari]. Kata ‘جَلَـٰبِيبِ’ adalah bentuk jamak dari ‘jilbab’ yang berarti pakaian yang menutupi seluruh bagian tubuh wanita. [Jalalain]

📌 Wajah wanita bukanlah aurat yang wajib ditutup.

🔑 Jilbab adalah pakaian yang menutup seluruh badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan. … Hijab syar’i memiliki batasan-batasan yang proporsional, tidak berlebihan, dan tidak terlalu menyepelekan, menunjukkan peradaban mulia, tidak menghalangi aktivitas wanita, dan berperan di setiap aktivitas penting yang berguna bagi masyarakat dan umat. [Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Wasith]

Wallahu a’lam.

Neraka Itu Kekal


📚 Aqidah

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Dalil-dalil yang menunjukan keabadian neraka adalah:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

📌 Sesungguhnya orang-orang kafir, baik Ahli Kitab dan Kaum Musyrikin, mereka berada di neraka jahanam kekal selamanya di dalamnya, mereka itulah seburuk-buruknya makhluk. (QS. Al Bayyinah: 6)

Ayat lainnya:

وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا

📌 Allah telah menyediakan bagi kaum munafiq laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir, neraka jahanam mereka kekal abadi di dalamnya. (QS. At Taubah: 68)

Imam Ibnu Hazm Rahimahullah mengatakan tentang adanya ijma’ (konsensus) keabadian Neraka menurut aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah:

وان النَّار حق وَأَنَّهَا دَار عَذَاب أبدا لَا تفنى وَلَا يفنى أَهلهَا أبدا بِلَا نِهَايَة وَأَنَّهَا أعدت لكل كَافِر مُخَالف لدين الإسلام وَلمن خَالف الْأَنْبِيَاء السالفين قبل مبعث رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم وَعَلَيْهِم الصَّلَاة وَالتَّسْلِيم
📌Sesungguhnya nereka itu benar adanya, dia adalah negeri azab yang abadi, tidak pernah rusak begitu pula dengan penghuninya tidak pula fana, dia ada selamanya tidak ada akhirnya. Neraka disediakan untuk semua orang kafir yang menyelisihi agama Islam, dan siapa pun yang menyelisihi para nabi terdahulu sebelum diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. (Imam Ibnu Hazm, Maratibul Ijma’, Hal. 173. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Wallahu A’lam

Membenci Arab Sama Dengan Membenci Nabi Muhammad ﷺ



📚 Fiqih dan Hadits

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Ada yang mengaku Muslim tapi dia sangat benci dengan Arab ..
Ada yang posisinya sebagai pemimpin ormas Islam tapi benci ke ubun-ubun dengan Arab ..

Apakah Anda termasuk di dalamnya … ???

Jika non muslim membenci Arab, kaum Liberal membenci Arab .. maklumlah itu, sebab itu batu loncatan menyerang Islam dengan menyerang Arab, .. bukankah sering keluar dari mulut mereka hinaan-hinaan kepada umat Islam dengan sebutan Onta, Orang Gurun, dan sebagainya ..

Tapi, Kalian yang mengaku Muslim … ? Sangat tidak masuk akal jika ikut membenci Arab, sebab Nabi kalian orang Arab, kitab Suci kalian berbahasa Arab, Shalat kalian berbahasa Arab, arah Kiblat kalian ada di Mekkah, Arab …, lalu kalian membenci Arab, maka wajar rasanya jika kami meragukan ketulusan keislaman kalian ..

Ketahuilah .., membenci Arab sama juga membenci Nabi Muhammad ﷺ.

Nabi ﷺ bersabda :
تبغض العرب فتبغضني

📌Engkau membenci Arab maka kau telah membenciku. (HR. At Tirmidzi No. 3927, katanya: hasan. Ahmad No. 23731, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 6995, katanya: shahih)

Dalam sebagian riwayat yang dha’if, digelari munafiq dan kufur bagi para pembenci Arab.

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

لَا يُبْغِضُ الْعَرَبَ إِلَّا مُنَافِقٌ

📌Tidaklah membenci Arab kecuali orang-orang munafiq.

(HR. Ahmad No. 614. Didha’ifkan oleh Imam Ibnul Jauzi (Al ‘Ilal Al Mutanahuyah, 1/295), Syaikh Syuaib Al Arnauth (Ta’liq Musnad Ahmad No. 614), Syaikh Al Albani, dll, karena ada dua perawi dha’if seperti Zaid bin Jabirah dan Dawud bin Hushain)

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah ﷺ:

وحب العرب إيمان وبغضهم كفر

📌Mencintai Arab adalah keimanan membencinya adalah kekufuran. (HR. Ath Thabarani dalam Al Awsath No. 2537, Al ‘Uqailiy dalam Adh Dhu’afa No. 451. Para ulama mendha’ifkannya, dalam sanadnya terdapat Al Haitsam bin Jamaz, yang telah didha’ifkan Yahya bin Ma’in, Ahmad, dan Al Bazzar. Lihat Majma’ Az Zawaid, 1/89)

🔑Jadi, membenci Arab atau Ajaran Nabi Muhammad ﷺ ?

Ketika Galau Menghampiri

Ustadzah Dwi Hastuti Rakhmawati S.Psi

Assalamualaikum ustadz/ah..
Gmn yaa utk menghilangkan rasa kegalauan pada diri ini? Terkadang kesedihan kegalauan itu menghampiri. # A 44

Jawaban
—————

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Setiap manusia diberkahi emosi oleh Allah SWT. Mulai dari emosi sedih,marah,kecewa,senang,cinta dan jijik. Emosi ini tidak bisa dihilangkan dalam diri hanya perlu dikendalikan agar emosi ini bisa “berjalan” dengan wajar. Emosi seperti air sungai. Jika ditahan maka suatu saat akan meluap keluar sungai sehingga menyebabkan banjir. Air sungai hanya perlu diarahkan sehingga bisa mengalir di aliran yang tepat dan sekitarnya dapat merasakan manfaat air tersebut. Sama halnya dengan emosi diri…perlu dikendalikan agar emosi bisa tersalurkan dengan sehat.

Kalau yang ditanyakan Ananda tadi ada perasaan galau dan sedih perlu dicek lagi ada masalah apakah dengan Ananda?adakah tuntutan-tuntutan dari lingkungan sekitar yang memicu munculnya galau?adakah harapan dan keinginan yang sedang dinanti saat ini oleh Ananda? Coba muhasabah diri…

Emosi akan muncul jika ada “penyebabnya”. Cari apa penyebab kegalauan tadi. Jika sudah menemukan penyebabnya cari solusi supaya ketenangan bisa didapatkan. Jangan lupa untuk memohon pertolongan Allah SWT untuk menemukan ketenangan. Banyak dzikir dan tilawah akan membantu menemukan ketenangan hati. Semoga bermanfaat

Wallahu a’lam.

Ya Allah…Ini Yang Membuatku Malas Beribadah


📒 Al-Qur’an

📝 Ustadz Farid Nu’man Hasan

回● Imam Hasan Al Bashri Rahimahullah berkata:

إذا لم تقدر على قيام الليل ولا صيام النهار فاعلم أنك محروم قد كبلتك الخطايا.

“Jika kamu tidak mampu shalat di malam hari dan shaum di siang hari, ketahuilah bahwa kamu telah terhalang mendapat rahmat Allah, disebabkan kamu telah terbelenggu oleh maksiat”. (Tathbiiq Hikam wa Aqwaal Al Hasan Al Bashri No. 26)

回● Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:

أن المعاصي تزرع أمثالها، وتولد بعضها بعضا، حتى يعز على العبد مفارقتها والخروج منها، كما قال بعض السلف: إن من عقوبة السيئة السيئة بعدها، وإن من ثواب الحسنة الحسنة بعدها

Sesungguhnya maksiat akan menumbuhkan maksiat baru yang semisal, saling susul menyusul. Sampai seseorang itu lemah dan sulit keluar darinya. Sebagaimana perkataan sebagian salaf:

“Di antara bentuk hukuman dari sebuah keburukan adalah adanya keburukan setelahnya, dan di antara bentuk pahala kebaikan adalah adanya kebaikan setelahnya.” (Al Jawab Al Kaafiy, Hal. 36. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Tidak Ada Ketaatan kepada Makhluk untuk Bermaksiat kepada Khaliq


📚 SIROH & KELUARGA

📝 Pemateri: Ustadzah Eko Yuliarti Siroj

  قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِنَ الرُّسُلِ وَمَا أَدْرِي مَا يُفْعَلُ بِي وَلا بِكُمْ إِنْ أَتَّبِعُ إِلا مَا وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (QS Al-Ahqof:15)

Ayat ini turun terkait dengan Saad bin Abi Waqqos dan ibunya Hamnah binti Sufyan bin Umayyah. Ayahanda Saad wafat dan tinggallah ibunda mengasuh dan mendidiknya bersama saudaranya. Cahaya Islam terbit dan Saad memeluk Islam di usianya 17 tahun. Saad salah satu panglima kaum muslimin dan penunggang kuda yang mahir dan terkenal. Dia adalah pahlawan Qadisiyah, penantang kisra dan penakluk Irak. Ketika Abu Lu’luah Al Majusy menusuk Umar bin Khottob Ra, Umar Al-Faruq menunjuk enam orang sahabat untuk menangani urusan khilafah. Dan Saad bin Abi Waqqos adalah salah satunya. Umar berwasiat; jika Saad tidak menjadi khalifah maka ia harus menjadi salah satu gubernur. Saad juga salah satu paman Nabi Saw dan orang yang sangat menjaga Nabi. Ia hampir mengikuti seluruh peperangan dan menyaksikan baiatur Ridwan.

Alkisah ketika Saad masuk Islam, ibunya Hamnah berkata:”Wahai Saad, aku mendengar engkau menyimpang. Demi Latta…Aku tidak akan berlindung dari terik matahari dan angin yang bertiup kencang. Aku tidak akan makan dan minum hingga engkau mengingkari Muhammad dan kembali kepada keyakinanmu semula.” Saad mengabaikan permintaan ibunya dan ia berkata:”Jangan lakukan semua itu wahai ibu. Sesungghnya aku tidak akan meninggalkan agamaku selamanya.” Saad sangat mencintai ibunya. Dan Hamnah benar-benar melakukan apa yang dikatakannya. Setelah tiga hari berlalu tanpa makan, minum dan tidak berteduh, iapun jatuh pingsan.

Saad menyampaikan berita ini kepada Rasulullah Saw dan turunlah ayat
وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ   
“Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al-Ankabut:8) dan
وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (QS Al-Ahqof:15) dan ayat lain
وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (١٤) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Ak kembalimu.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Lukman :14-15)

Saad bercerita tentang turunnya ayat 15 dari surat Luqman itu :”Aku sangat berbakti kepada ibuku. Ketika aku masuk Islam, ibuku berkata:”Wahai Saad, aku tidak akan makan tidak akan minum sampai aku mati. Biarlah orang-orang mengatakan engkau pembunuh ibunya.” Aku berkata:”Jangan lakukan itu ibu. Aku tidak akan meninggalkan agamaku karena apa yang kau lakukan.” Mulailah ia mogok makan sehari semalam. Aku menemuinya dan mengatakan…’Demi Allah…ketahuilah ibu jika engkau punya seratus jiwa dan jiwa itu keluar satu demi satu, tidak akan aku tinggalkan agama ini karenanya. Jika engkau mau makanlah, jika engkau mau tinggalkanlah makan.’ Demi mendengar ucapanku seperti itu, iapun makan dan turunlah ayat ini.

Hukum Pernikahan yg Tidak direstui Istri Pertama


Ustadz Slamet Setiawan

Assalamu’alaikum Ustadz/ah..
Ustadz/Ustadzah, saya mau bertanya bagaimana hukum pernikahan yang tidak direstui istri pertama? # A03
Jazakumullah

Jawaban :
—————-

Secara syariah Islam boleh. Tapi secara negara tidak boleh artinya, tanpa ijin istri pertama, maka perkawinan tidak bisa didaftarkan ke KUA (Kantor Urusan Agama). Jadi hanya bisa dilakukan secara siri.

Adapun prosedur poligami menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) adalah sebagai berikut:

Alasan Syarat dan prosedur Poligami

Kompilasi Hukum Islam (KHI) memuat masalah Poligami ini pada bagian IX dengan judul, Beristeri lebih dari seorang yang diungkap dari Pasal 55 sampai 59.
Pada dasar aturan pembatasan, penerapan syarat-syarat dan kemestian campur tangan penguasa yang diatur dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 diambil alih seluruhnya oleh KHI. Keberanian KHI mengambil alih aturan tersebut merupakan langkah maju secara dinamis aktualisasi hukum Islam ibidang poligami. Keberanian untuk mengaktualkan dan membatasi kebebasan poligami didasarkan atas alasan ketertiban umum. Lagi pula, jika diperhatikan ketentuan Qs. Surat Al-Nisa’: 3 derajat hukum poligami adalah kebolehan. Kebolehan inipun kalau ditelusuri sejarahnya tergantung pada situasi dan kondisi masa permulaan Islam.

Pada pasal 55 dinyatakan :
1. Beristeri lebih dari satu orang pada waktu bersamaan, terbatas hanya sampai empat orang isteri.
2. Syarat utama beristeri lebih dari seorang, suami harus mampu berlaku adil terhadap isteri-isteri dan anak-anaknya.
3. Apabila syarat utama yang disebutkan pada ayat (2) tidak mungkin dipenuhi, suami dilarang beristeri lebih dari seorang.

Lebih lanjut dalam KHI Pasal 56 dijelaskan :
1. Suami yang hendak beristeri lebih dari satu orang harus mendapat izin dari Pengadilan Agama.
2. Pengajuan permohonan izin dimaksud pada ayat (1) dilakukan menurut tata cara sebagaimana diatur dalam bab VIII Peraturan Pemerintah nomor 9 Tahun 1975.
3. Perkawinan yang dilakukan dengan isteri kedua, ketiga atau keempat tanpa izin Pengadilan Agama, tidak mempunyai kekuatan hukum.

Dari Pasal-pasal di atas, KHI sepertinya tidak berbeda dengan Undang-undang perkawinan. Kendatipun pada dasarnya Undang-undang perkawinan dan KHI mengambil prinsip monogami, namun sebenarnya peluang yang diberikan untuk poligami juga terbuka lebar.

Pada pasal 57 dijelaskan :
Pengadilan Agama hanya memberi izin kepada suami yang akan beristeri lebih dari seorang apabila :
a. Isteri tidak menjalankan kewajiban sebagai isteri.
b. Isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan.
c. Isteri tidak dapat melahirkan keturunan.

Tampak pada pasal 57 KHI di atas, Pengadilan Agama hanya memeberikan izin kepada suami yang akan beristerilebih dari seorang apabila terdapat alasan-alasan sebagaimana disebut dalam Pasal 4 Undang-undang Perkawinan. Jadi pada dasarnya pengadilan dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

Dalam Pasal 58 ayat (1) KHI menyebutkan : Selain syarat utama yang disebut pada pasal 55 ayat (2) maka untuk memperoleh izin Pengadilan Agama, harus pula dipenuhi syarat-syarat yang ditentukan pada pasal 5 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974.

Selanjutnya padaPasal 59 juga digambarkan betapa besarnya wewenang Pengadilan Agama dalam memberikan keizinan. Sehingga bagi isteri yang tidak mau memberi persetujuan kepada suaminya untuk berpoligami, persetujuan itu dapat diambil alih oleh Pengadilan Agama. Lebih lengkapnya bunyi Pasal tersebut sebagai berikut :

Dalam hal isteri tidak mau memberikan persetujuan, dan permohonan izin untuk beristeri lebih dari satu orang berdasarkan atas salah satu alasan yang diatur dalam pasal 55 ayat (2) dan 57, Pengadilan Agama dapat menetapkan tentang pemberian izin setelah memaksa dan mendengar isteri yang bersangkutan dipersidangkan Pengadilan Agama, dan terhadap penetapan ini isteri atau suami dapat mengajukan banding atau kasasi.

Masalah enggannya isteri memberikan persetujuan dapat saja terjadi kendatipun ada alasan yang digunakan suami seperti salah satu alasan yang terdapat pada Pasal 57. Namun tidak jelasnya ukuran alasan tersebut, contohnya, tuduhan suami bahwa isterinya tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai seorang isteri, si isteri dapat menyangkal bahwa ia telah melaksanakan tugas dengan baik, akibat tidak ada ukuran perdebatan bisa terjadi dan isteri tetap tidak mau memberikan persetujuannya. Dalam kasus ini, Pengadilan Agama dapat memberi penetapan keizinan tersebut. Tampak sekali posisi wanita sangat lemah.

Kendati demikian, terlepas dari kritik yang muncul berkenaan dengan beberapa persoalan poligami, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa perundang-undangan Perkawinan Indonesia tentang Poligami sebenarnya telah berusaha mengatur agar laki-laki yang melakukan poligami adalah laki-laki yang benar-benar
(1) mampu secara ekonomi menghidupi dan mencukupi seluruh kebutuhan (sandang-pangan-papan) keluarga (Isteri-isteri dan anak-anak), serta (2) mampu berlaku adil terhadap isteri-isterinya sehingga isteri-isteri dan anak-anak dari suami poligami tidak disia-siakan.
Demikian juga perundang-undangan indonesia terlihat berusaha menghargai isteri sebagai pasangan hidup suami. Terbukti, bagi suami yang akan melaksanakan poligami, suami harus lebih dahulu mendapatkan persetujuan para isteri.

Pada sisi lain peranan Pengadilan Agama untuk mengabsahkan praktik poligami menjadi sangat menentukan bahwan dapat dikatakan satu-satunya lembaga yang mempunyai otoritas untuk mengizinkan poligami. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam.

Khulu’


Ustadz Farid Nu’man

Assalamualaikum
ustadz mau nanya tentang khulu.. wanita minta khulu pd suaminya bagaimana hukumnya keshariaannya apakah harom dipegang?
Dari i-11
Jazakalloh

Jawaban :
—————–

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal Hamdulillah ..

Khulu’ (cerai karena gugatan pihak istri) -jika memang sudah selesai dan putus perkaranya di pengadilan- maka keduanya sudah putus hubungan, setara dengan talaq ba’in kubra. Tidak boleh rujuk kecuali si wanita sudah nikah dgn yang lain lalu cerai lagi secara alami bukan rekayasa.
Dan khulu’, si wanita mesti memulangkan mahar yang dulu pernah diberikan. Status mereka seperti laki dan wanita lain saja, bukan siapa2 lagi.

Wallahu a’lam.

MENJADI GENERASI TANGGUH

📙 Pengembangan Diri & Motivasi

📝 Ustadzah Dina & Tim

⇨Mengapa perlu menjadi generasi tangguh?

◇●◇ Tahukah kawan bhw setiap generasi memiliki tantangan zaman yg berbeda

◆Dan semakin hari, tantangan akan semakin sulit.

⇨Apalagi di Era digital seperti sekarang ini dimana teknologi mampu menembus ruang dan waktu. Sehingga dengan mudah dan cepat terjadi benturan budaya.

⇨Hal-hal yang dulu dianggap tidak layak diketahui orang banyak maka sekarang bisa dengan mudah diketahui oleh orang banyak.

⇨ Sayangnya, bukan hanya konten baik tetapi juga konten yg buruk.

⇨Perubahan jaman ini tentu berdampak pada ⇨Perkembangan generasi muda suatu bangsa.

Bila kurang tangguh maka bisa jadi suatu saat sudah tidak ada lagi budaya tersebut atau orang yang mengenal budaya tersebut.

Apa yang disebut pemuda tangguh?

Beberapa kriteria utk bisa disebut tangguh :
◆ Mandiri
◆ Percaya diri
◆ Pantang menyerah
◆ Taat pd Allah.
◆ Istiqomah dlm ajaran Islam.

Nah dr hasil penelitian terbukti bahwa orang- orang yang sukses adalah orang yg tangguh.

Maka untuk bisa mencapai kesuksesan tiada lain pilihannya adalah harus menjadi pemuda yg tangguh.

Apa yang bisa dilakukan untuk membentuk diri menjadi pribadi yang tangguh?

Sesuai dengan kriteria tangguh, maka yang pertama harus dilakukan adalah mendekatkan diri pada Allah dan bergantung hanya pada Allah. Sikap ini otomatis akan memunculkan kemandirian juga percaya diri..yang membuat ia menjadi pemuda yang berani dan punya keyakinan yang kuat.

Berikutnya adalah bagaimana ia sedapat mungkin berupaya untuk menyelesaikan kewajiban, urusannya sendiri. Tidak mengandalkan orang lain. Dengan berusaha mandiri akan terasah kemampuan menyelesaikan masalah dan ketrampilan mengambil keputusan. Dengan begitu ia tidak mudah terpengaruh atau ikut-ikutan teman atau lingkungan yg belum tentu baik.

● Beberapa poin
berikut ini penting dalam membangun ketangguhan :

●◇● Memiliki tujuan hidup yang jelas
●◇● Mengenali kelebihan dan kekurangan diri
●◇◆ Percaya diri
●◇● Mau belajar dari kesalahan
●◆◇ Memiliki kemampuan mengendalikan emosi
●◆● Senantiasa muraqabatullah merasa dalam pengawasan Allah SWT, sehengga berusaha menjaga agar pikiran, perasaan, dan perbuatan adalah dalam rangka ketaatan

Nah, sudah siap ya untuk menjadi pribadi tangguh??

⇨ Harus siap!!!
Karena kesuksesan masa depan ada di tangan para pemuda.

Selamat berlatih ketangguhan untuk mempersiapkan diri menjadi the next leader
Allahu Akbar!

Mengenal kitab Riyadhus Shalihin

Mengenal kitab Riyadhus Shalihin*KAJIAN KITAB*

Pemateri: Ustadz Arwani Amin Lc. MPH

RIYADHUS SHALIHIN (1)

Insya Allah dalam kajian pendahuluan ini kita akan membahas:

❣Apa itu kitab Riyadhus Shalihin?

❣Siapa penyusun kitab Riyadhus Sholihin?

❣Apa motivasi yang mendorong penyusunan kitab ini?

❣Bagaimana susunan kitab dan

❣Apa saja keistimewaan dari kandungan kitab Riyadhus Sholihin?

Materi dari buku berbahasa Arab bisa dilihat dibawah ini.

Insya Allah Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian *AUDIO* di bawah teks materi berikut.

Selamat menyimak.

❣🔺❣🔺❣🔺❣🔺❣

*تعريف بكتاب رياض الصالحين*

اسمه:
رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين

مؤلفه:
الإمام يحيى بن شرف النووي الدمشقي(٦٣١-٦٧٦ ه‍)

تصنيفه:
هو من كتب الحديث كما تجلّى من عنوانه، وفيه ما يحتاج إليه المسلم في حياته اليومية من الأخلاق والأداب والفضائل. وعلى هذا يصحّ أن يصنّف أيضا في كتب الأخلاق والرقائق.

الدافع على تأليفه:
وقد أفصح المؤلّف في مقدّمة الكتاب الدافع الذي حمله على تأليفه، وهو التعاون على الخير والدلالة عليه ونصح الأمة ورجاء صالح الدعوات من كل من ينتفع به.

هندسته:
وأما البناء الهندسي لهذا الكتاب أنّه يتكوّن من ١٩ كتابا، بدءا بكتاب المقدّمات واختتاما بكتاب المنثورات والملح. وتحت كل كتاب أبواب، وعددها ٣٧٢ بابا، وفي كل باب أحاديث يبلغ عددها١٨٩٨ حديثا حسب الترقيم في كتاب نزهة المتقين.

من مزاياه:
١. الأحاديث التي يضمّها الكتاب ثابتة ويحكم عليها العلماء بالصحة أو الحسن والجودة.
٢. من أفضل الكتب الجامعة للأخلاق ، والآداب ، والفضائل ، وهو زاد لكل من يسلك النهج القويم إلى رضوان رب العالمين.
٣. كتب الله له القبول بين العلماء وطلاب العلم والأمة قديما وحديثا. وهذا من علامات إخلاص المؤلف.
٤. اعتنى العلماء بمعالجته تحقيقا وتخريجا وشرحا، مثل كتاب دليل الفالحين (في ٤ مجلدات) وكتاب نزهة المتقين (في مجلدين).
٥. قلّما تخلو مساجد العالم ومدارسه ومعاهده وجامعاته من تدريس هذا الكتاب.
٦. ترجم إلى لغات العالم.
٧. حوى بين دفتيه أهم ما يحتاج إليه المسلم في حياته اليومية.
٨. كثير من العلماء يحثّون طلاب العلم على حفظه.
٩. تدريس الكتاب في المساجد يوميّا حديثا حديثا يعين روّادها على فهم الدين والاستقامة عليه.

وصلى الله على أحبّ عباد الله إلينا نبيّنا محمد وآله وصحبه وسلّم، والحمد لله رب العالمين.

(كتبه راجي عفو ربّه أرواني أمين سوفار الإندونيسي/ آخر ذي القعدة ١٤٣٧ه‍).