Kitab Ath Thaharah (bersuci) (9) – Bab Al Miyah (Tentang Air) (Bag.1)

๐Ÿ“† Selasa,  6 Jumadil Akhir 1437H / 15 Maret 2016
๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits
๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ 
๐Ÿ“šHadits ke 9:
ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฑูŽุฌูู„ู ุตูŽุญูุจูŽ ุงูŽู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ู‚ูŽุงู„ูŽ: – ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – “ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุบู’ุชูŽุณูู„ูŽ ุงูŽู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุจูููŽุถู’ู„ู ุงูŽู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู, ุฃูŽูˆู’ ุงูŽู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุจูููŽุถู’ู„ู ุงูŽู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู, ูˆูŽู„ู’ูŠูŽุบู’ุชูŽุฑูููŽุง ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง – ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽู‡ู ุฃูŽุจููˆ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ. ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุณูŽุงุฆููŠู‘ู, ูˆูŽุฅูุณู’ู†ูŽุงุฏูู‡ู ุตูŽุญููŠุญูŒ
๐Ÿ“Œ                Dari seorang laki-laki, sahabat NabiShallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, dia berkata: โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melarang seorang wanita mandi dengan air  sisa yang dipakai laki-laki, atau seorang laki-laki terhadap air sisa yang dipakai wanita, dan hendaknya mereka menyiduk air bersama-sama.โ€ Dikeluarkan oleh Abu Daud, An Nasaโ€™i, dan isnadnya shahih.
๐Ÿ“šTakhrij Hadits:
-๐Ÿ”น          Imam Abu Daud dalam Sunannya No. 81, dan ini adalah lafaz beliau
-๐Ÿ”น          Imam An Nasaโ€™i dalam Sunannya No. 238
-๐Ÿ”น          Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 23132
-๐Ÿ”น          Imam Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 869
๐Ÿ“šStatus Hadits:
-๐Ÿ”น          Imam Ibnu Hajar mengatakan dalam kitab ini: shahih.
-๐Ÿ”น          Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan: isnadnya shahih. (Taโ€™liq Musnad AhmadNo. 23132)
-๐Ÿ”น          Syaikh Al Albani mengatakan: shahih. (Shahih wa Dhaif  Sunan At Tirmidzi No. 238)
๐Ÿ“šKandungan Global hadits ini:
                Hadits ini memiliki beberapa  pelajaran:
๐Ÿ“‹1โƒฃ .       Hadits ini diriwayatkan dari seorang sahabat nabi yang tidak disebutkan siapa dia?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah mengatakan:
ูˆู‡ูˆ ู…ุฌู‡ูˆู„ ู„ูƒู† ุฌู‡ุงู„ุฉ ุงู„ุตุญุงุจูŠ ู„ุง ุชุถุฑ ู„ุฃู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ูƒู„ู‡ู… ุซู‚ุงุฉ ูƒู„ู‡ู… ู„ุง ูŠู…ูƒู† ุฃู† ูŠูƒุฐุจ ุนู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…
๐Ÿ“ŒDia tidak diketahui, tetapi tidak diketahuinya identitas seorang sahabat nabi tidaklah mengapa, karena semua sahabat nabi adalah terpercaya, tidak mungkin mereka mendustakan riwayat dari RasulullahShallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam. (Asy Syarh Al Mukhtashar โ€˜Ala Bulughil Maram, 2/7)
Lalu, siapakah sahabat nabi ? Telah banyak penjelasan dari para ulama, di antaranya tercatat dalam Al Qamus Al Fiqhiysebagai berikut:
                Imam Al Jurjani Rahimahullahmengatakan:
ู…ู† ุฑุฃู‰ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ูˆุทุงู„ุช ุตุญุจู‡ุŒ ูˆุฅู† ู„ู… ูŠุฑูˆ ุนู†ู‡
๐Ÿ“ŒSiapa saja yang melihat Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dan bersahabat dalam waktu yang lama, walau pun mereka tidak meriwayatkan hadits darinya.  
                Pendapat ahli hadits, mayoritas ahli fiqih baik salaf dan khalaf, dan yang shahih dari Madzhab Syafiโ€™iyah, Hanabilah, dan Ibadhiyah, sahabat nabi adalah:
ู‡ูˆ ูƒู„ ู…ุณู„ู… ุฑุฃู‰ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ุŒ ุณูˆุงุก ุฌุงู„ุณู‡ุŒ ุฃู… ู„ุง.
๐Ÿ“Œ                Dia adalah setiap muslim yang melihat Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, sama saja apakah dia pernah duduk bersamanya atau tidak.
                Imam Saโ€™id bin Al Musayyib Radhiallahu โ€˜Anhu (menantu Abu Hurairah), menjelaskan:
ู…ู† ุฃู‚ุงู… ู…ุน ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุณู†ุฉุŒ ูุตุงุนุฏุงุŒ ุฃูˆ ุบุฒุง ู…ุนู‡ ุบุฒูˆุฉ.
๐Ÿ“ŒSiapa saja yang menetap bersama Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam selama setahun atau lebih atau berperang bersamanya dalam sebuah peperangan. 
Menurut madzhab Malikiyah:
ู…ู† ุงุฌุชู…ุน ุจุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุญูŠุงุชู‡ุŒ ู…ุคู…ู†ุง ุจู‡ุŒ ูˆู…ุงุช ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ.
๐Ÿ“ŒSiapa saja yang berkumpul bersama Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dalam hidupnya, dia mengimaninya, dan mati dalam keadaan demikian.
Sebagian ahli ushul mengatakan:
ู…ู† ู„ู‚ูŠ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ุณู„ู…ุงุŒ ูˆู…ุงุช ุนู„ู‰ ุงู„ุงุณู„ุงู…ุŒ ุฃูˆ ู‚ุจู„ ุงู„ู†ุจูˆุฉ ูˆู…ุงุช ู‚ุจู„ู‡ุง ุนู„ู‰ ุงู„ุญู†ููŠุฉุŒ ูƒุฒูŠุฏ ุจู† ุนู…ุฑูˆ ุจู† ู†ููŠู„ุŒ ุฃูˆ ุงุฑุชุฏ ูˆุนุงุฏ ููŠ ุญูŠุงุชู‡.
๐Ÿ“ŒSiapa saja yang berjumpa NabiShallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sebagai seorang muslim, dan dia mati dalam Islam, atau dia hidup sebelum masa kenabian dan mati sebelum masa kenabian dalam keadaan agama yang hanif, seperti Zaid bin Amru bin Nufail, atau orang yang murtad dan kembali kepada Islam pada masa hidupnya (Nabi).(Lihat Syaikh Saโ€™diy Abu Jaib, Al Qamus Al Fiqhiy, Hal. 208. Cet. 2, 1988M. Darul Fikr)
Syaikh โ€˜Athiyah Muhammad Salim menjelaskan:
ู…ู† ุฑุขู‡ ูˆู„ูˆ ู„ุญุธุฉ ูˆู‡ูˆ ู…ุคู…ู† ุจู‡ ูˆู…ุงุช ุนู„ู‰ ุงู„ุฅุณู„ุงู…
๐Ÿ“ŒSiapa saja yang melihatnya walau sesaat dan dia mengimaninya dan dia mati dalam keadaan Islam. (Syarh Bulughul Maram, 7/178)
Sedangkan mayoritas ulama terdahulu dan belakangan mengatakan:
ู‡ูˆ ุฃู† ุงู„ุตุญุงุจูŠ ู…ู† ู„ู‚ู‰ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ุคู…ู†ุง ุจู‡ ูˆู…ุงุช ุนู„ู‰ ุงู„ุงุณู„ุงู…
๐Ÿ“ŒSahabat nabi adalah siapa saja yang berjumpa dengan Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam yang mengimaninya dan dia mati dalam keadaan Islam. (Imam Al โ€˜Ijliy, Maโ€™rifah Ats Tsiqat, hal. 95. Cet. 1, 1985M-1405H. Maktabah Ad Dar)
Dan inilah definisi yang anggap kuat oleh Al Hafizh Ibnu Hajar. (Al Ishabah fi Tamyizish Shahabah, 1/7)
๐Ÿ“‹2โƒฃ .       Dalam hadits ini terdapat larangan bagi kaum laki-laki (suami) untuk mandi dengan berendam menggunakan air sisa kaum wanita (istri), dan sebaliknya.   Tetapi, menurut sebagian ulama larangan ini adalah untuk pendidikan saja, bukan menunjukkan haram. Melainkan sebagai bimbingan kepada suami istri agar lebih melahirkan keakraban di antara mereka berdua.
Berikut ini keterangannya:
ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… -ู†ู‡ู‰ ุฃู† ูŠุบุชุณู„ ุงู„ุฑุฌู„ ุจูุถู„ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุฃูˆ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุจูุถู„ ุงู„ุฑุฌู„ ูˆู„ูŠุบุชุฑูุง ุฌู…ูŠุนุง ู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุฃูุถู„ ูˆุงู„ู…ุดุฑูˆุน ูŠุนู†ูŠ ู…ุซู„ุง ุฑุฌู„ ูˆุฒูˆุฌุชู‡ ุนู†ุฏู‡ู…ุง ุฅู†ุงุก ูŠู…ูƒู† ุฃู† ูŠุบุชุณู„ ุงู„ุฑุฌู„ ู‚ุจู„ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุซู… ุชุฃุชูŠ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ูุชุบุชุณู„ ุฃูˆ ุชุบุชุณู„ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุซู… ูŠุฃุชูŠ ุงู„ุฑุฌู„ ููŠุบุชุณู„ ูู†ู‡ู‰ ุงู„ู†ุจูŠ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ู†ู‡ูŠ ุฅุฑุดุงุฏ ู„ุง ู†ู‡ูŠ ุชุญุฑูŠู… ูˆุฃู…ุฑ ุจุญุงู„ ุฃูุถู„ ู…ู† ู‡ุงุชูŠู† ุงู„ุญุงู„ุชูŠู† ูˆู‡ู‰ ุฃู† ูŠุบุชุฑูุง ุฌู…ูŠุนุง ููŠุฌู„ุณ ุงู„ุฑุฌู„ ุฅู„ู‰ ุฌุงู†ุจ ุงู„ุฅู†ุงุก ูˆุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุฅู„ูŠ ุงู„ุฌุงู†ุจ ุงู„ุฃุฎุฑ ู„ุฃู† ู‡ุฐุง ุฃูˆูุฑ ู„ู„ู…ุงุก ูˆุฃุฌู…ุน ู„ู„ู‚ู„ุจ ูˆุฃุดุฏ ู„ู„ู…ุญุจุฉ ุจูŠู† ุงู„ุฒูˆุฌูŠู† ูˆู„ู‡ุฐุง ุฃุฑุดุฏ ุงู„ู†ุจูŠ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… -ุฅู„ู‰ ุฐู„ูƒ
๐Ÿ“ŒBahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melarang seorang suami mandi dengan bekas air istrinya, atau seorang istri memakai sisa air laki-laki, dan hendaknya mereka berdua menyiduk air bersama-sama. Inilah yang lebih utama yakni dan disyariatkan, yakni misalnya seorang suami dan istrinya  yang memiliki   sebuah bejana yang memungkinkan suami mandi dulu sebelum istrinya, kemudian datang istrinya lalu dia mandi, atau si istri mandi duluan kemudian datang suaminya lalu dia mandi, maka larangan Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam adalah larangan untuk bimbingan bukan larangan pengharaman, atau Beliau memerintahkan  cara yang lebih utama dibanding dua cara tersebut, yakni dengan menyiduk bersama-sama. Si suami duduk di hadapan bejana dan si istri di sisi lainnya, karena hal ini  bisa mengambil air lebih banyak, menyatukan hati, dan menguatkan cinta di antara suami istri. Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam membimbing ke arah sana.     (Asy Syarh Al Mukhtashar, 2/7)
Ulama lain ada yang memahami bahwa larangan ini adalah benar adanya, tetapi makruh tanzih, sebagaimana penjelasan nanti. Ada pula yang mengatakan bahwa larangan ini adalah larangan menggunakan air bekas yang terjatuh dari anggota badan.
๐Ÿ“‹3โƒฃ .       Al Fadhl secara bahasa artinya lebih. Maka, dalam konteks pembahasan ini, Fadhl adalah air lebih yang berada di dalam wadah (bak, ember, kolam kamar mandi) yang sebelumnya dipakai mandi. Bukan air menetes dari anggota tubuh, kalau itu dinamakan air mustaโ€™mal.
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Bagaimana Infaq yang Benar?

โœ Ustadz Farid Nu’man

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒป๐Ÿ€๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒน

Pertanyaan Korma 5
Assalamu ‘alaikum wrwb.

1. Member MANIS A23
Bagaimana seharusnya menurut syari’at tentang pembayaran infaq, sedekah dan zakat apakah setelah pemotongan kebutuhan tiap bulan atau disisihkan dl untuk infaq, sedekah dan zakat?

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒพ๐ŸŒพ

๐Ÿ“Œ Sedekah dan Infaq ada sedikit perbedaan. ๐Ÿ“ŒSedekah itu ibadah harta dan non harta
๐Ÿ“Œ Utk yg harta, seperti ayat: khudz min amwaalihim shadaqatan – ambillah dr harta mereka sedekahnya (zakat) ..

๐Ÿ“ŒDalam hadits Abu Daud, Ahmad, dll, dari Sa’ad bin ‘Ubadah, Beliau bertanya: ayyu shadaqah afdhal? – sedekah apa yang paling baik?, nabi menjawan: saqiyul maa’ – memberikan air.

๐Ÿ“Œ untuk yg non harta, sebagaimana dalam beberapa hadits, misal dlm Shahih Muslim: inna fi budh’i ahadikum shadaqah – dikemaluan kalian ada sedekah. Atau dalam Shahih Bukhari: kalimatuth thayyibah shadaqah – perkataan yang baik adalah sedekah.

๐Ÿ“Œ Sedangkan infaq adalah ibadah harta saja. Seperti ayat: wa mimma razaqnaahum yunfiquun – dan orang2 yang menginfakan apa yang Kami rezekikan …

๐Ÿ“Œatau hadits doa malaikat: Allahumma a’thi munfiqan khalafa – Ya Allah, berikanlah ganti bagi org yg berinfaq. HR. Bukhari

๐Ÿ“Œ Persamaannya adalah pada keduanya ada yang WAJIB dan SUNNAH.

๐Ÿ“Œ Yang Wajib seperti zakat dan belanja dari suami kepada istri, juga sedekah yg  dinadzarkan, kaffarat, dan semisalnya.

๐Ÿ“Œ yang Sunnah, seperti sedekah dan infaq kpd org yang sdg kesulitan, sumbangn membangun masjid, dll.

๐Ÿ“Œ mana yang di dahulukan? Maka yg wajib didahulukan dibanding yang sunnah

๐Ÿ“Œ Jika sama2 wajib, seperti zakat dan nafkah kpd keluarga, maka zakat didahulukan, sebab sedekah yang membawa manfaat pribadi dan org banyak secara bersamaan didahulukan dibanding sedekah yg bermanfaat utk diri sndiri. TAPI ini terjadi jika sudah NISHAB dan HAUL,  jika belum maka kebutuhan keluarga didahulukan.

Wallahu a’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia..

Bagaimana Sebenarnya Asuransi Syariah Itu?

โœUst. Rikza Maulana Lc. M.Ag
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท
๐Ÿ–Assalamualaikum ustadz/ah…
1) Tentang kehalalan asuransi syariah..banyak yg meragukannya..pertanyaannya : bgmn sebenarnya asuransi syariah itu?dan bila meragukan..dimana letak keraguannya? Mohon penjelasannya.
2) ttg bermain saham, kehalalan dan keharamannya
3) tentang reksa dana, menurut sudut pandang islam.    
member ๐Ÿ…ฐ0โƒฃ7โƒฃ            
 _________________
Jawabannya.                    
Wa’alaikumsalam wr wb,                                                
1โƒฃ. Asuransi yg dijalankan secara konsep taawuni (sharing of risk) adalah boleh secara syariah. Krn sdh menghilangkan unsur maisir (gambling), gharar (ketidakjelasan) dan riba (bunga) dan dibangun atas pondasi tabarru’ (derma). Kebolehannya sdh menjadi ijma ulama, yg diputuskan dalam majma fiqh al islami di Jeddah. Sehingga asuransi yg sdh menjalankan prinsip operasionalnya secara syariah, sdh tidak perlu diragukan lagi kebolehannya. 
2โƒฃ, Saham  yg dijalankan secara syariah diperbolehkan. Adapun saham yg tidak syariah, maka bertransaksinya adalah haram, krn mengandung unsur maisir (gambling). 
3โƒฃReksadana  juga sama, yg dijalankan berdasarkan prinsip shariah hukumnya boleh. Sedangkan yg ribawi, maka tidak boleh.
Wallahu A’lam
 ๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

QS. Al-Muzammil (Bag.1)

๐Ÿ“† Senin, 5 Jumadil Akhir1437H / 14 Maret 2016

๐Ÿ“š Tadabbur Al-Qur’an
๐Ÿ“ Dr. Saiful Bahri, M.A
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ 
๐Ÿ“šMukaddimah: Persiapan Mental
Surat Al-Muhzamil diturunkan Allah di Makkah setelah surat Al-Qalam (Nรปn), kecuali ayat terakhir diturunkan di Madinah[1]. Yaitu ayat yang menasakh (menghapus) hukum wajib shalat malam kecuali bagi Nabi Muhammad saw. Surat ini tidak memiliki nama selainโ€œal-Muzammilโ€ yang berarti orang berselimut, yaitu melingkarkan kain di tubuhnya[2], atau berselimut si waktu malam[3]. Surat ini diturunkan diawal โ€“ awal masa risalah beliau. Sebagai shock terapi bagi Rasul saw, yang saat itu menggigil dan kemudian berselimut, sakit, dan ketakutan, juga saat tidur dan beristirahat di waktu malam. Maka Allah memerintahkannya untuk bangun dan bankit menyampaikan risalah Allah, apapun resikonya[4].
๐Ÿ“Œโ€œHai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sebahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah a-Qurโ€™an itu dengan perlahan-lahanโ€. (QS. 73: 1-4)
Sebuah perintah yang diturunkan Allah, sebagai pembekalan efektif Shalat malam dan membaca al-Qurโ€™an . Karena Allah sedang menyiapkan seorang dai dan nabi yang tangguh. Dan karena nantinya tantangan yang dihadapinya tidak ringan.
Shalat malam atau yang sering dikenal dengan qiyรขmullail merupakan bentuk pembekalan yang efektif. Ada perlawanan terhadap keinginan hawa nafsu di sana. Saat orang sedang enak tidur atau bersembunyi dibalik ketakutanya, justru Allah memerintahkan untuk melawannya. โ€œBangunlahโ€. Menariknya Allah memberikan perkiraan waktu yang ideal untuk latihan penguatan mental ini. Dari sejak โ€œal-lailaโ€ [5] yang berarti seluruh malam [6] , kecuali sedikit. Ini untuk tingkatan pertama. Kemudian, Allah menurunkannya menjadi standar. Qiyรขmullail ini pertama kali diwajibkan, kemudian dinasakh dengan ayat ke 20 [7]. Adapun Imam Syafiโ€™i, Muqatil bin Sulaiman dan Ibnu Kรฎsรขn mendukung pendapat Aisyah ra yang menyatakan kewajiban diatas dihapus dengan turunya kewajiban shalat lima waktu[8]. Dengan kebiasaan bangun pada waktu malam seperti ini seseorang akan benar-benar manpu melawan dirinya. Inilah persiapan dan penguatan mental yang sangat bagus.
Setelah itu perintah untuk menartilkan bacaan Al-Qurโ€™an, bertujuan agar selain untuk bisa dipahami dengan mudah, juga supaya lebih terasa dan memungkinkan untuk dijiwai. Yaitu bacaan yang dibaca dengan pelan โ€“ pelan sehingga memberi hak yang cukup dalam mengartikulasikan bacaan huruf-huruf al-Qurโ€™an juga hukum-hukum yang berkaitan dalam membacanya (tajwid), panjang pendeknya, idghรขm izh-hรขrnya dan sebagainya.
Mengenai alasan, betapa pentingnya malam bagi seorang nabi juga para dai. Allah menegaskannya di ayat keenam dan tujuh. ๐Ÿ“Œโ€œSesungguhnya bangun diwaktu malam adalah lebih tepat (supaya khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak)โ€. (QS.73: 6-7)
Dengan suasana yang hening akan membantu seseorang dan memudahkannya dalam mengatur suasana hatinya supaya sesuai dengan ritme bacaan al-Qurโ€™an yang dibacanya. Sehingga hati bisa mengikuti gerak mulut. Sementara diwaktu siang, kondisi seperti ini sangat langka untuk didapatkan. Karena banyak urusan dan orang tergesa โ€“ gesa dalam urusannya. Kata โ€œas-sabhuโ€ aslinya berjalan cepat di dalam air. Untuk mengambarkan betapa sulitnya kondisi dalam kesibukan. Ini kiasan untuk orang yang berpergian[9]dan banyak urusannya.
๐Ÿ“šTugas Berat Siap Menanti
Setelah itu tugas yang berat pun tidak akan membebani atau menjadi tanggungan yang berlebihan.karena pemikul amanahnya benar-benar telah siap.baik dalam menerima atau menyampaikan risalah,ataupun menanggung resiko yang akan ditemuinya sebagai konsekuensi dakwah tersebut.โ€™โ€™sesungguhnya kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang beratโ€™.(QS.73:5) Qatadah berpendapat,bahwa yang dimaksud dalam ayat ini adalah hukuman-hukum Allah.sebagian ahli tafsir yang lainnya menerjemahkannya dengan janji dan ancaman Allah [10].
๐Ÿ“Œโ€˜โ€™Sebutlah nama tuhanmu,dan beribadahlah kepadanya dengan penuh ketekunanโ€™โ€™(QS.73:8)
Tugas berat selain di atas, perlu penambahan bekal lagi.berdzikir.dengan mengingat Allah selalu,juga akan menguatkan mental Rasulullah dalam menjalankan misi risalahnya,bahwa Allah maha kuat, maka siapapun takkan mampu melawannya. Allah lah sebaik-baik penolong. Allah maha mendengar, sebaik hamba-nya. Allah maha penyayang, dan kisahnya takkan pernah memiliki batas.
Dengan berdzikir, kita akan semakin mengenal Allah.Semakin menatapkan keimanan dan keyakinan kita sebagai penerus risalah Nabi saw.Itulah yang dikehendaki Allah dalam membekali kekasihnya, Muhammad saw.
 ๐Ÿ“Œโ€˜โ€™(Dia-lah) Tuhan masyrik dan magrhib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah dia sebagai Pelindungโ€™โ€™. (QS.73:9)
Karena dzikir ini merupakan salah satu sumber kekuatan seorang mukmin dalam kondisi apapun. Senada dengan pesan arif Ibnu โ€˜Atha illah as-Sakandary[11], โ€˜โ€™Jangan tinggalkan berdzikir. Sebab kelalaianmu saat berdzikir. Semoga allah berkenan mengangkat derajatmu dari dzikir yang penuh dengan kelalaian menuju dzikir yang penuh kesadaran. Dan dari dzikir yang penuh kesadaran menuju dzikir yang disemangati oleh kehadiran-Nya menuju dzikir yang meniadakan segala sesuatu selain-Nya. Dan yang demikian itu bagi Allah bukanlah merupakan sesuatu yang sulitโ€ [12]. Hanya tinggal kita membiasakannya dan mau terus berusha.
๐Ÿ“šSikap Terabik Dalam Menghadapi Rintangan Dakwah
๐Ÿ“Œโ€œDan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baikโ€™โ€™. (QS. 73:10)
Kenilaian kelembutan Allah dengan bersabar. Dengan kesabaran ini akan semakin membuat seseorang dekat dengan Allah.Dan semakin membuatnya kokoh serta istiqomah. Keyakinan terhadap takdir Allah, juga akan membantu kita dalam bersabar dan membuat segala rintangan menjadi sebuah bumbu kehidupan. Justru akan terasa lebih manis [13].
Sabar merupakan salah satu bentuk kepasrahan yang positif.Bukan sikap menyerah atau apatis dalam merespon sebuah masalah. Maka siakap sabar seperti ini akan semakin membuat seseorang kuat. Dan akan semakin dewasa dalam mengambil sikap. Karena ia telah mengalahkan ego dan perasaannya.
Bagaimana tidak, bukankah yang memerintah bersikap sabar telah memberikan jaminan. Dia akan membuat perhitungan terhadap orang-orang yang selalu menyakiti dan menghalangi Rasulullah saw. Mendustakan risalahnya dan memandangkan permusuhan terhadap risalah yang diembannya. Maka biarlah Allah yang mengurusi mereka.
๐Ÿ“Œโ€œDan biarkan Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentarโ€. (QS. 73: 11)
Allah tangguhkan mereka. Sebenarnya agar mereka mau berpikir untuk bertaubat dan menyadari kekeliruannya. Kemudian segera memperbaiki kesalahannya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Mereka semakin menjadi-jadi, memusuhi Rasulullah dan orang-orang yang mengikuti dakwahnya. Menindas dan menyakiti mereka, baik secara fisik ataupun dengan tekanan dan teror psikis yang mereka terus lancarkan.
๐Ÿ“šUntuk Para Pendusta
๐Ÿ”นBersambung๐Ÿ”น
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Bolehkan Melakukan Suntik Putih?

โœUstadzah Nurdiana
๐Ÿ“ŒAssalamualaikum…                    
Ustadzah bolehkah kita melakukan suntik putih ato memakai sabun pemutih u memutihkan kulit? apakah diperbolehkan dalam islam?              
     
Jawaban nya.        
              
Wa’alaikum salam wr wb,                                                      
Kebanyakan perempuan pada umumnya  beranggapan kulit putih, identik dengan cantik, dan setiap perempuan pastinya ingin dibilang cantik, perbedaannya terletak pada pensikapan dia menerima realitas diri, ada yang bersyukur apapun keadaannya dan banyak yang kufur sehingga terjebak dengan bujuk rayu syaithan,
Firman Allah Swt.: 
{ูˆูŽู„ุขู…ูุฑูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ููŽู„ูŽูŠูุจูŽุชู‘ููƒูู†ู‘ูŽ ุขุฐูŽุงู†ูŽ ุงู„ุฃู†ู’ุนูŽุงู…ู}
dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya. (An-Nisa: 119) 
Menurut Qatadah, As-Saddi, dan selain keduanya, yang dimaksud ialah membelah telinga binatang ternak untuk dijadikan tanda bagi hewan 
{ูˆูŽู„ุขู…ูุฑูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ููŽู„ูŽูŠูุบูŽูŠู‘ูุฑูู†ู‘ูŽ ุฎูŽู„ู’ู‚ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู}
dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. (An-Nisa: 119) 
Ibnu Abbas mengatakan, yang dimaksud dengan mengubah ciptaan Allah dalam ayat ini ialah mengebiri binatang ternak.
Hal yang sama diriwayatkan dari Ibnu Umar, Anas, Sa’id ibnul Musayyab, Ikrimah, Abi Iyad, Qatadah, Abu Saleh, As-Sauri. Hal ini telah dilarang oleh hadis yang menceritakan hal tersebut.
Al-Hasan ibnu Abul Hasan Al-Basri mengatakan, yang dimaksud ialah mentato binatang ternak. Di dalam kitab Sahih Muslim telah disebutkan adanya larangan membuat tato pada wajah. Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah melaknat orang yang berbuat demikian.
Di dalam hadis sahih dari Ibnu Mas’ud disebutkan bahwa Allah melaknat wanita tukang tato dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alisnya dan yang meminta dicabuti, wanita yang melakukan pembedahan untuk kecantikan lagi mengubah ciptaan Allah Swt.
Kemudian Ibnu Mas’ud mengatakan pula, “Ingatlah, aku melaknat orang yang dilaknat oleh Rasulullah Saw.,” untuk konteks kekinian juga termasuk orang yang suntik putih, berbeda dengan sabun pemutih atau pencerah sepanjang dzat yang dipergunakan dijamin kehalalannya, maka hukumnya boleh karena sabun tersebut hanya memutihkan dalam arti cerah, bersih dan tidak merubah keaslian warna kulitnya, sementara suntik putih dilarang karena punya efek samping negatif tuk kesehatan dan merubah ciptaan Allah dengan merubah warna.
Wa Allahu a’lam
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

Andai Ini Hari Terakhirku

๐Ÿ“† Ahad, 4 Jumadil Akhir 1437H / 13 Maret 2016
๐Ÿ“š Tazkiyatun Nufus
๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Umar Hidayat M. Ag
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ
๐ŸŒทBuat sekujur jasad ini yang tak selamanya ada. 
Buat lisan ini yang selamanya tak mampu bicara. 
Buat jiwa ini yang tak selamanya bersemayam di dalam dada. 
๐ŸŒทIa bakal berlalu pergi tinggalkan kehidupan. 
Hanya goresan nama yang tertera di sebuah nisan. 
Dan semua tak akan kembali yang ada hanya sesal tak berkesudahan. 
“Ya Rabb, beri aku waktu dan kesempatan sejenak saja. 
Ya Rabb, aku takut seperti kata Sang Nabi: ‘Celakah! Celakalah orang yang bertemu dengan bulan ramadhan namun dosanya masih belum diampuni Allah!” HR Ath_Thabrani
๐ŸŒทAndai ini hari terakhirku…
Akan kugenapkan azzamku, betapapun rasa berat menghantuiku, dan rasa malas yang melenakanku. 
๐ŸŒทAndai ini hari terakhirku…
Aku ingin menempatkan diriku dalam nasihat Imam Syafi’
“Kita adalah pemburu surga dan buronan neraka. 
Sungguh menakjubkan jika masih bisa bersantai dalam perjalanannya menuju keinsyafan. 
๐ŸŒทAndai ini hari terakhirku…
Tentu shalatku akan kupelihara, kulakukan dengan penuh khusyu’ lagi tawadhu’. 
Malam pun kan kusibukkan dengan tarawih, Qiyamullail, bertahajud, bertilawah, bersedekah, juga memperbaiki ukhuwah. 
๐ŸŒทAndai ini hari terakhirku…
Berharap semua amal kan menjadi bekal terbaik untuk menghadap Nya. 
Hingga raih kemudahan kala melakukan perjalanan menuju kehidupan yang baka. 
Wallahu musta’an
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Sumber Ungkapan โ€œPemimpin Kafir Yang Adil Lebih Baik Dari Pemimpin Muslim Yang Zalimโ€

๐Ÿ“† Ahad, 4 Jumadil Akhir 1437H / 13 Maret 2016

๐Ÿ“š Tsaqofah

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir, Lc

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ ๐ŸŒฟ

Akhir-akhir ini beredar ungkapan yang sangat disukai suatu โ€˜kaumโ€™ demi memuluskan jalan bagi seorang kafir untuk memimpin negerinya.

Mereka menyebar perkataan yang mereka klaim sebagai perkataan Ali ra, yaitu, โ€œPemimpin kafir yang adil lebih utama dari pemimpin muslim yang zalim.โ€

Siapa muslim yang tidak mengormati Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu?!

Semua mencintai dan memuliakannya. Maka akan tampak sekali betapa kata-kata tersebut akan memberikan pengaruh kaum muslimin, terutama yang awam.

Tahukah anda, dibalik kata-kata itu ada racun syiah? Jangan marah duluโ€ฆ.๐Ÿ˜Š sini saya jelaskan.

Ungkapan itu bukan perkataan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu, tapi perkataan seorang tokoh ulama (baca: pendeta) syiah yang bernama Ali bin Musa bin Jaโ€™far bin Thawus, dikenal dengan sebutan Sayyid Ibnu Thawus, Tokoh ulama Syiah asal Irak yang lahir tahun 589. Lengkapnya silakan lihat Wikipedia.

Pintarnya mereka (baca: liciknya) adalah ketika menyebut sumber ungkapan tersebut hanya menulis Ali ra saja, tidak menyebut nasabnya dengan lengkap, agar para pembaca mengira bahwa itu adalah ungkapan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu, tentu tujuannya agar mudah diterima masyarakat.

Kapan kata-kata itu diucapkan?

Anda ingat sejarah kelam yang menimpa dunia Islam saat keruntuhan Khilafah Bani Abbasiyah di Baghdad?

Yap, itu terjadi pada tahun 656 H = 1258 M. Saat itu pasukan Tatar yang dipimpin panglima kafir dan bengis yang bernama Hulagu Khan, menyerbu Baghdad dan menaklukkannya.

Baghdad luluh lantak dan porak poranda, perpustakaan-perpustakaan yang menyimpan kitab-kitab berharga mereka musnahkan, penduduknya mereka bantai, sehingga ada yang memperkirakan satu juta warga Baghdad terbunuh. Kelam sekali.

Nah, suatu kali, Hulagu Khan mengumpulkan para ulama Baghdad untuk meminta fatwa mereka (hebat, orang kafir minta fatwa), mana yang lebih utama, pemimpin kafir yang adil atau pemimpin muslim yang zalim? Para ulama saat itu diam tak berfatwa. Sangat boleh jadi karena kondisinya sangat dilematis, karena di hadapan mereka ada pemimpin kafir yang kejam sedang berkuasa dan dapat berbuat apa saja, sementara mereka yakin bahwa seorang kafir tidak boleh diangkat sebagai pemimpin.

Namun akhirnya Ali bin Thawus ini berani mengeluarkan fatwanya dengan menyatakan bahwa pemimpin kafir yang adil lebih utama dari pemimpin muslim yang zalim.

Kisah ini tercatat dalam kitab-kitab karangan kaum Syiah sendiri, di antaranya; Al-Adab As-Sulthaniyah, karangan Ibnu Thaqthaqi.

Ini teks arabnya dari kitab tersebut:

ู„ู…ุง ูุชุญ ุงู„ุณู„ุทุงู† ู‡ูˆู„ุงูƒูˆ ุจุบุฏุงุฏ ููŠ ุณู†ุฉ ุณุช ูˆุฎู…ุณูŠู† ูˆุณุชู…ุงุฆุฉ ุฃู…ุฑ ุฃู† ูŠุณุชูุชู‰ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฃูŠู‡ู…ุง ุฃูุถู„: ุงู„ุณู„ุทุงู† ุงู„ูƒุงูุฑ ุงู„ุนุงุฏู„ ุฃู… ุงู„ุณู„ุทุงู† ุงู„ู…ุณู„ู… ุงู„ุฌุงุฆุฑ ุŸ ุซู… ุฌู…ุน ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุจุงู„ู…ุณุชู†ุตุฑูŠุฉ ู„ุฐู„ูƒ ุŒ ูู„ู…ุง ูˆู‚ููˆุง ุนู„ู‰ ุงู„ูุชูŠุง ุฃุญุฌู…ูˆุง ุนู† ุงู„ุฌูˆุงุจ ูˆูƒุงู† ุฑุถูŠู‘ู ุงู„ุฏูŠู† ุนู„ูŠ ุจู† ุทุงูˆูˆุณ ุญุงุถุฑุงู‹ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุฌู„ุณ ูˆูƒุงู† ู…ู‚ุฏู…ุงู‹ ู…ุญุชุฑู…ุงู‹ ุŒ ูู„ู…ุง ุฑุฃู‰ ุฅุญุฌุงู…ู‡ู… ุชู†ุงูˆู„ ุงู„ูุชูŠุง ูˆูˆุถุน ุฎุทู‡ ููŠู‡ุง ุจุชูุถูŠู„ ุงู„ุนุงุฏู„ ุงู„ูƒุงูุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุณู„ู… ุงู„ุฌุงุฆุฑ ุŒ ููˆุถุน ุงู„ู†ุงุณ ุฎุทูˆุทู‡ู… ุจุนุฏู‡. -ุงู„ุขุฏุงุจ ุงู„ุณู„ุทุงู†ูŠุฉ ู„ุงุจู† ุงู„ุทู‚ุทู‚ูŠ/-2

Jadi ucapan tersebut tidak bersumber dari Al-Quran, hadits, perkataan shahabat dan para ulama salaf dari kalangan Ahlussunah wal jamaah. Tapi dari mulut seorang syiah yang memang berkepentingan dengan ucapan tersebut saat itu.

Mengapa? Karena mereka sedikit atau banyak termasuk yang berperan atas kejatuhan Khilafah Abbasiah, tentu disamping faktor-faktor lain. Karena kelompok syiah terus merongrong penguasa Bani Abbasiah.

Tercatat dalam sejarah ada perdana menteri pada masa akhir Khilafah Bani Abbasiah yang bernama Ibnu Alqami yang secara diam-diam berkonspirasi dengan Hulagu Khan untuk menyerang Baghdad dan meruntuhkan kekhalifahan Bani Abbasiah, dengan harapan setelah itu dia diserahkan kekuasaan atas Baghdad.

Namun setelah pasukan Hulagu Khan menguasa Baghdad, kekuasaan itu tak diberikan kepadanya dan bahkan dia sendiri dibunuh.

Kematian tragis seorang pengkhianat.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Peminjam Ridho Membayar Bunga Pinjaman Karena Merasa Tertolong

โœUst. Rikza Maulana Lc. M.Ag
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท
Assalamualaikum.                
___________________
Pertanyaan nya.            
1โƒฃ. maaf, mau tanya tentang riba lebih lanjut…
jika orang yg dihutangi merasa tertolong atas peminjaman bagaimana? dan, kelebihan pengembalian hutang tidak menjadi masalah. termasuk pemberian gandum dan sebagainya itu. ridho memberi karna rasa terimakasih.
jika seperti itu, apakah hukumnya masih riba?
โฌ† pertanyaan dari A 28
2โƒฃ  Kl jual beli tp di kredit 10x bgm?krn setiap penjual pasti mengambil untung..
โฌ† pertanyaan dari A 10.                                                    
___________________
Jawabannya.                                   
Wa alakum salam wr wb.                                             
1โƒฃ. Saling ridho itu merupakan syarat lanjutan dalam akad, dan dia terkait dengan syarat sebelumnya. Artinya dia tdk bisa berdiri sendiri. Kalau substansi akadnya batal, maka sudah pasti akadnya tdk sah walaupun saling ridho. Maaf, penjual narkoba dengan pembelinya, bisa jadi saling ridha, saling butuh dan saling ikhlas ketika transaksi. Tapi ia batal karena objeknya haram. Maaf juga antara wanita tuna susila dengan lelaki hidung belang, bisa jadi saling ridho dalam transaksi asusila, tapi jelas batal demi hukum karena objek jasa nya haram. Pun demikian dengan riba, antara peminjam dan peminjam adalah batal, tidak sah serta berdosa meskipun mereka salimg ridho.
2โƒฃ.  Hukum jual beli cicil (kredit) hukum asalnya adalah boleh, dengan syarat tidak ada riba/bunga di dalamnya dan disepakati du awal akad. Penjual boleh saja menjual dgn harga lebih tinggi atau mengambil keuntungan lebih besar pada transaksi jual beli secara cicil selama tidak menggunakan bunga dan ada kesepakatan harga jual di awal kontrak dengan pembeli. Jika keuntungan dikaitkan dengan bunga, maka hukumnya menjadi riba.
Wallahu A’lam 
๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

Hak Susmi Terhadap Penghasilan Istri

โœUstadzah Nurdiana
Assalamuallaikum.         
___________________
Pertanyaan nya,        
Apa  hak-hak suami thd penghasilan/pendapatan/istri yg bekerja/usaha dg dukungan/disuruh dan di ridhoi swami nya? ๐Ÿ…ฐ0โƒฃ8โƒฃ.                        
___________________
Jawaban nya,               
Wa alaikum salam wr wb.                              
Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman:
ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู ู‚ูŽูˆู‘ูŽุงู…ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุขุกู ุจูู…ูŽุง ููŽุถู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจูŽุนู’ุถูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถู ูˆูŽุจูู…ูŽุขุฃูŽู†ููŽู‚ููˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูู…ู’
โ€œKaum lelaki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum lelaki) atas sebagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (kaum lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta merekaโ€. [an Nisaa`/4 : 34].
Menurut Ibnul Qayyim rahimahullah, sudah menjadi Ijmaโ€™ ulama, ayah (suami)lah yang menafkahi anak-anak, tanpa dibarengi oleh ibu (isteri)LAZIMNYA suami bertanggung jawab mencari nafkah dan memiliki kesiapan untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Tidak sekadar menerima nafkah dari suami, istri juga harus siap mengelola keuangan keluarga secara keseluruhan. Namun, bagaimana jika suami tidak bekerja dan berpenghasilan sedangkan istri memiliki penghasilan? Apakah harta itu menjadi milik suami juga?
Islam membebankan pemberian nafkah keluarga ada di pundak para suami bukan para istri. Oleh karena itu, dituntut kepada para suami untuk keluar rumah mencari karunia Allah demi memenuhi kewajiban tersebut. Adapun besar pemberian nafkah tidaklah ditentukan besarnya akan tetapi disesuaikan dengan kadar kemampuan mereka.
Itu sudah sangat jelas disebutkan Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah: 233, โ€œDan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma`ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.โ€ Dan Surat Ath Thalaq: 6,  โ€œTempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.โ€
Abu Dawud meriwayatkan dari Mu`awiyah Al-Qusyairi dari ayahnya, ia berkata; aku katakan; wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang diantara kami atasnya? Beliau berkata: โ€œEngkau memberinya makan apabila engkau makan, memberinya pakaian apabila engkau berpakaian.โ€
Adapun terhadap para istri dikarenakan tidak ada kewajiban padanya untuk memberikan nafkah kepada keluarganya maka tidak ada kewajiban baginya untuk bekerja mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Nah, bagaimana jika istri bekerja dan mendapatkan uang? Apakah uang istri sama dengan uang suami?
Pada hakekatnya, uang suami adalah uang istri juga, dan uang istri adalah uang suami juga. Itu jika kita menghayati nilai-nilai pernikahan. Namun, dalam sisi hukum, memang ada kategorinya masing-masing. Yakni, uang suami adalah uang yang dia hasilkan sendiri, dan demikian istri.
Jadi, memang, secara hukum pun seorang suami, atau istri, tidak ada kaidah untuk meminta izin saat mau membelanjakan uangnya.
Namun, dalam pernikahanโ€”dan kehidupan manusia pada umumnyaโ€”ada kaidah moral yang juga mesti diperhatikan.
Misalnya, ketika suami merasa tidak sreg dengan belanja istri yang tanpa izinnya, maka secara moral, istri harus izin dahulu kepadanya, supaya tidak terjadi kesalahpahaman.
Demikian pula sebaliknya. Pernikahan adalah persatuan, maka satukanlah jiwa suami dengan suami istri. Jangan sampai pernikahan terganggu hanya karena hal yang sebenarnya sepele.
Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, bahwa Hindun binti Utbah mengadukan perihal suaminya (Abu Sufyan) kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œWahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan adalah seseorang yang pelit. Dia tidak memberikan harta yang cukup untuk kebutuhanku dan anak-anakku, kecuali jika aku mengambilnya tanpa sepengetahuannya.โ€
Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menasihatkan, โ€œAmbillah hartanya, yang cukup untuk memenuhi kebutuhanmu dan anak-anakmu, sewajarnya.โ€Ayat dan hadis di atas memberikan konsekuensi sebaliknya; wanita tidak berkewajiban memberikan hartanya kepada suaminya, karena harta istri berhak untuk dimiliki oleh istri, tanpa harus memberikan sebagian dari hartanya tersebut kepada suaminya. Dengan demikian, wanita berhak mengeluarkan hartanya untuk kepentingannya atau untuk sedekah, tanpa harus meminta izin kepada suaminya.
Di antara dalilnya adalah hadis dari Jabir bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berceramah di hadapan jamaah wanita, โ€œWahai para wanita, perbanyaklah sedekah, karena saya melihat kalian merupakan mayoritas penghuni neraka.โ€ Kemudian, para wanita itu pun berlomba-lomba menyedekahkan perhiasan mereka, dan mereka melemparkannya di pakaian Bilal. (H.R. Muslim)
Kesimpulannya: Suami secara fiqih tidak punya hak atas harta istri dan bila istri mengeluarkan harta tuk anak atau suami maka hitungannya SEDEKAH, tapi dalam berumah tangga jalinlah hubungan yang harmonis tidak hanya dari pendekatan fiqih tapi bagaimana menghargai dan menghormati suami sebagai bagian kesempurnaan ibadah.                                          Wa Allahu a’lam.
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
disingkat oleh WhatsApp]

Apa yang Dolakukan Istri Ketika Mendapat Talak Suami?

๐Ÿ“Ustadzah Dra.Indra Asih
๐ŸŒฟ๐Ÿ„๐Ÿ๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒน
1. Apa yang harus dilakukan seorang istri ketika mendapat talak 1/2 dari suami?
2. Bagaimana cara shalat hajat ? Adakah surat khusus yang dibaca setelah baca al fatihah?
3. Bagaimana dengan koperasi simpan pinjam yang mana jika anggota meminjam 500,000 misal di cicil 10 x jadi bayarnya  55000 plus jasa nya setiap bulan tetapi di saat ada kendala tidak bisa bayar pokoknya tapi di kenakan jasanya yang 5000?
[MaNis_A29]
JAWABAN:
๐ŸŒฟ Pertanyaan 1
ู„ุทูŽู‘ู„ุงู‚ู ู…ูŽุฑูŽู‘ุชูŽุงู†ู ููŽุฅูู…ู’ุณูŽุงูƒูŒ ุจูู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุฃูŽูˆู’ ุชูŽุณู’ุฑููŠุญูŒ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู
 โ€œTalak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang baik atau menceraikan dengan baikโ€ (Al-Baqarah: 229)
Dan selama itu suami berhak merujuk kembali walaupun tanpa persetujuan istri.
Allah Taโ€™ala berfirman,
ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุทูŽู„ู‘ูŽู‚ูŽุงุชู ูŠูŽุชูŽุฑูŽุจู‘ูŽุตู’ู†ูŽ ุจูุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู†ู‘ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ู‚ูุฑููˆุกู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุญูู„ู‘ู ู„ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒู’ุชูู…ู’ู†ูŽ ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุฃูŽุฑู’ุญูŽุงู…ูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู‘ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู‘ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑู ูˆูŽุจูุนููˆู„ูŽุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽู‚ู‘ู ุจูุฑูŽุฏู‘ูู‡ูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏููˆุง ุฅูุตู’ู„ูŽุงุญู‹ุง
โ€œWanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quruโ€™ (masa โ€˜iddah). Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu (masa โ€˜iddah), jika mereka (para suami) menghendaki ishlahโ€ (Al Baqarah: 228).
Jangan segera berpisah
Suami istri bahkan diperintahkan tetap tinggal satu rumah. Dengan demikian suami diharapkan bisa menimbang kembali untuk melihat istrinya yang tetap di rumah dan mengurus rumahnya.
Demikian juga istri diharapkan mau ber-islah karena melihat suami tetap memberi nafkah dan tempat tinggal.
Dan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,
ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽููŽู‚ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ููƒู’ู†ูŽู‰ ู„ูู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฅูุฐูŽุงูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽุฌู’ุนูŽุฉู .
โ€œNafkah dan tempat tinggal adalah hak istri, jika suami memiliki hak rujuk kepadanya.โ€ (Hadits shahih. Riwayat An-Nasaโ€™i)
Allah Taโ€™ala berfirman,
ู„ูŽุง ุชูุฎู’ุฑูุฌููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุจููŠููˆุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู†ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ุชููŠู†ูŽ ุจูููŽุงุญูุดูŽุฉู ู…ูุจูŽูŠู‘ูู†ูŽุฉู
โ€œJanganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang.โ€ QS. Ath Thalaq: 1.
Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan,
ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู: {ู„ูŽุง ุชูุฎู’ุฑูุฌููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุจููŠููˆุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ุง ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู†ูŽ} ุฃูŽูŠู’: ูููŠ ู…ูุฏู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุนูุฏู‘ูŽุฉู ู„ูŽู‡ูŽุง ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ุณู‘ููƒู’ู†ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ู…ูŽุง ุฏูŽุงู…ูŽุชู’ ู…ูุนู’ุชูŽุฏู‘ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ู‡ูุŒ ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฎู’ุฑูุฌูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ุงู„ู’ุฎูุฑููˆุฌู ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูุนู’ุชูŽู‚ูŽู„ูŽุฉูŒ (3) ู„ูุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌู ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง.
โ€œYaitu: dalam jangka waktu iddah, wanita mempunyai hak tinggal di rumah suaminya selama masih masa iddah dan tidak boleh bagi suaminya mengeluarkannya. Tidak bolehnya keluar dari rumah karena statusnya masih wanita yang ditalak dan masih ada hak suaminya juga (hak untuk merujuk).โ€
Istri yang ditalak rajโ€™iy (talak 1 atau 2) berdosa jika keluar dari rumah suami
Al-Qurthubi rahimahullah menafsirkan,
: ุฃูŠ ู„ูŠุณ ู„ู„ุฒูˆุฌ ุฃู† ูŠุฎุฑุฌู‡ุง ู…ู† ู…ุณูƒู† ุงู„ู†ูƒุงุญ ู…ุง ุฏุงู…ุช ููŠ ุงู„ุนุฏุฉ ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ุง ุงู„ุฎุฑูˆุฌ ุฃูŠุถุงู‹ ุงู„ุญู‚ ุงู„ุฒูˆุฌ ุฅู„ุง ู„ุถุฑูˆุฑุฉ ุธุงู‡ุฑุฉุ› ูุฅู† ุฎุฑุฌุช ุฃุซู…ุช ูˆู„ุง ุชู†ู‚ุทุน ุงู„ุนุฏุฉ
โ€œyaitu tidak boleh bagi suami mengeluarkan istrinya dari rumahnya selama masih masa iddah dan tidak boleh bagi wanita keluar juga karena (masih ada) hak suaminya kecuali pada keadaan darurat yang nyata. Jika sang istri keluar maka ia berdosa dan tidaklah terputus masa iddahnya.โ€
๐ŸŒฟPertanyaan 2
Ulama yang menganjurkan adanya shalat hajat berdalil dengan hadits dari โ€˜Utsman bin Hunaif sebagai berikut.
ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ุถูŽุฑููŠุฑูŽ ุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑู ุฃูŽุชูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงุฏู’ุนู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ููŠ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนูŽุงูููŠูŽู†ููŠ. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ู’ ุดูุฆู’ุชูŽ ุฃูŽุฎูŽู‘ุฑู’ุชู ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุดูุฆู’ุชูŽ ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุงุฏู’ุนูู‡ู’. ููŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃูŽ ููŽูŠูุญู’ุณูู†ูŽ ูˆูุถููˆุกูŽู‡ู ูˆูŽูŠูุตูŽู„ูู‘ู‰ูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽูŠูŽุฏู’ุนููˆูŽ ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู: ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุชูŽูˆูŽุฌูŽู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ู†ูŽุจููŠูู‘ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉู. ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒ ุฅูู†ูู‘ูŠ ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽูˆูŽุฌูŽู‘ู‡ู’ุชู ุจููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูููŠ ุญูŽุงุฌูŽุชููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ู„ูุชูู‚ู’ุถูŽู‰. ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ููŽุดูŽููู‘ุนู’ู‡ู ูููŠูŽู‘
Seorang buta datang kepada Nabi lalu mengatakan, โ€œBerdoalah engkau kepada Allah untukku agar menyembuhkanku.โ€ Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengatakan, โ€œApabila engkau mau, aku akan menundanya untukmu (di akhirat) dan itu lebih baik. Namun, apabila engkau mau, aku akan mendoโ€™akanmu.โ€ Orang itu pun mengatakan, โ€œDoโ€™akanlah.โ€ Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam lalu menyuruhnya untuk berwudhu dan memperbagus wudhunya serta shalat dua rakaat kemudian berdoa dengan doa ini, โ€œYa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafaโ€™atnya untukku.โ€ (HR. Ibnu Majah no. 1385 dan Tirmidzi no. 3578. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Shalat hajat tersebut dua rakaโ€™at sebagaimana pendapat dari ulama Malikiyah, Hambali dan masyhur dalam pendapat Syafiโ€™iyah.
Waktu pelaksanaan shalat hajat tidak ada waktu khusus dan pelaksanaan dua rakaโ€™at sama seperti shalat sunnah lainnya, tidak ada tata cara khusus.
Adapun doโ€™a yang dibaca, bisa mengamalkan apa yang disebutkan dalam hadits di atas:
ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุชูŽูˆูŽุฌูŽู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุจูู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ู†ูŽุจููŠูู‘ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉู. ูŠูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูุŒ ุฅูู†ูู‘ูŠ ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽูˆูŽุฌูŽู‘ู‡ู’ุชู ุจููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ูŠ ูููŠ ุญูŽุงุฌูŽุชููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ู„ูุชูู‚ู’ุถูŽู‰. ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ููŽุดูŽููู‘ุนู’ู‡ู ูููŠูŽู‘
โ€œYa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan Muhammad Nabiyyurrahmah. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap kepada Rabbku denganmu dalam kebutuhanku ini agar ditunaikan. Ya Allah, terimalah syafaโ€™atnya untukku.โ€
๐ŸŒฟPertanyaan 3
Jika anggota atau pihak lain yang mengajukan pinjaman pada koperasi, lalu dikenai tambahan dari koperasi, ini dihukumi riba. Karena setiap utang piutang yang ditarik keuntungan, maka itu adalah haram. Itu berarti bunga dari simpan pinjam tersebut adalah riba.
Kaidah baku dalam memahami riba adalah perkataan Fudhalah bin Ubaid radhiallahu โ€˜anhu, yang mengatakan,
ูƒู„ ู‚ุฑุถ ุฌุฑ ู…ู†ูุนุฉ ูู‡ูˆ ุฑุจุง
โ€œSetiap piutang yang memberikan keuntungan maka (keuntungan) itu adalah riba.โ€
Demikiaan juga keterangan Abdullah bin Sallam. Beliau mengatakan, โ€œApabila kamu mengutangi orang lain, kemudian orang yang diutangi itu memberikan fasilitas layanan membawakan jerami, gandum, atau pakan ternak maka janganlah menerimanya, karena itu riba.โ€ (HR. Bukhari)
Berdasarkan keterangan di atas maka apa pun bentuk kelebihan yang diberikan oleh orang yang berutang karena konsekuensi utangnya maka statusnya adalah riba, baik yang menerima itu adalah pihak perorangan atau organisasi, semacam koperasi.
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ๐ŸŒป๐ŸŒผ๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…