Cerai Lewat BBM

✏Ustadzah Nurdiana
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹                                                        
📌Assalamuallaikum
___________________
Pertanyaan nya 
Bagaimana kalau ada suami menceraikan lwt bbm apakah sah atau tidak.selama setahun tdk mnafkahi lahir bathin.tdk ada kabar berita bahkn beredar foto2 perselingkuhannya.apa sudah sah cerai .trmksh u.jawabnnya
⬆ pertanyaan dari 🅰0⃣7⃣.                                          
___________________
Jawaban nya. 
Walaikum salam.                           
Tulisan lewat BBM sebagai  pernyataan cerai berarti yaa sudah cerai/talaq.
 ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ وَالرَّجْعَةُ
“Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius:
(1) nikah,
(2) talak, dan
(3) rujuk”.
( HR. Abu Daud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah)           
Yang harus di lakukan adalah minta klarifikasi sikap atas pernyataannya dan memfollow up legalitas status ke pengadilan agama. Supaya jelas dan tidak menggantung. 
Wa Allahu a’lam
 🌿🌺🍀🌻🍁🍄🌷🌸🌹
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih bahagia..

Suami Istri Cerai, Apakah Tetap Wajib Menafkahi Anak Angkat?

✏Ustadzah Nurdiana
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷
📌Assalamualaikum  ustadzah….sy mau nanya, begini, misal ada sepasang suami istri yg sudah 12 thn blm dikaruniai anak krn sang istri yg ada masalah, lalu mereka mengangkat ank orang lain dr bayi untuk diasuh dan dijadikan anak kandung itu bgmn hukumnya ya…?
Tapi kemudian krn suatu hal, suami istri ini bercerai,  apakah sang suami masih berkewajiban memberi  nafkah untuk anak angkatnya itu? 
Wa  alaikumsalam.                  
Di dalam konsep ajaran Islam kalau mau mengangkat anak maka statusnya tetap sebagai anak angkat, dengan kejelasan bin dari orang tua kandungnya, dan tidak bisa berubah menjadi anak kandung, Allah berfirman  dalam QS Al Ahzab ayat 4-5 “Dan, dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri); yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan yang benar. Panggilan mereka (anak angkat) itu dengan memakai nama bapak-bapak mereka, itulah yang paling adil di hadapan Allah. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudaramu seagama dan maula-maula (hamba sahaya yang di merdekakan).”
Di jelaskan  bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dari Abu Dzar RA sesungguhnya ia mendengar RasulullaKh bersabda, “Tidak seorangpun mengakui (membangsakan diri) kepada bukan ayah yang sebenarnya, sedang ia tahu bahwa itu bukan ayahnya, melainkan ia telah kufur.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam fatwanya MUI memandang, mengangkat anak hendaknya tidak lantas mengubah status (nasab) dan agamanya. Misalnya, dengan menyematkan nama orangtua angkat di belakang nama si anak. Rasulullah telah mencontohkan. Beliau tetap mempertahankan nama ayah kandung Zaid, yakni Haritsah di belakang namanya dan tidak lantas mengubahnya dengan nama bin Muhammad.                            
Dalam pertanyaan diatas ternyata akhirnya mereka bercerai, siapa  ¥ąɲǥ menanggung nafkah si anak? Biasanya saat mereka bercerai pengadilan  ¥ąɲǥ menentukan apakah bapak angkat, ibu angkat atau di kembalikan ke orang tua kandungnya ini tergantung keadaan dan kemampuan serta kemauan bapak atau ibu angkatnya, Wa Allahu a’lam 
🌺🍀🌻🍁🍄🌷🌸🌹
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih bahagia..

Wilayah Kekuasaan Turki Utsmani, Dimanakah?

✏Ust. Agung Waspodo SE.MPP

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷
           
Assalamualaikum wr wb.                       
Pertanyaan nya
Mau tanya donk ustadz..
Jangkauan wilayah atau luas area kekuasaan wilayah Turki utsmaniyah dimana saja ya? 
Sukro, member 🅰0⃣8⃣.                 
Jawaban nya                 
Wa alaikumus salam wr wb,Utk yg Turki Utsmani, wilayah terluas di era Sultan Süleyman Kanuni, 
Batas barat: Aljazair
Batas utara: perbatasan Austria
Batas selatan: Yaman dan sebagian wilayah di Mombasa, Afrika Timur
Batas timur: perbatasan Iran 
🌺🍀🌻🍁🍄🌷🌸🌹
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih bahagia..

BERJ-UANG (seri tulisan AYAH PENGEMBARA bag. 2)

📝 Pemateri: Ustadz BENDRI JAISYURRAHMAN @ajobendri
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁 🌿
Ada satu pertanyaan dalam benak anak yang ingin diajukan kepada sang ayah pengembara : “Apa yang sebenarnya dikerjakan ayah di luar sana hingga menyebabkan jarang pulang?” Tentu ayah jangan keburu sensi atas pertanyaan ini lantas buru-buru menjawab ”Kamu mau tau aja apa mau tau bingits? Ayah di luar sibuk kerja keleeeuuss. Plis deh ah”. Jreng jreng. Ini mah bukan jawaban ayah pengembara. Ini komen Alay penggembira yang biasa kita saksikan setiap pagi di tayangan musik stasiun TV swasta. Ye ye ye..la la la.
🔅Mengapa anak bertanya hal demikian? Mereka hanya ingin tahu seberapa worth it aktivitas ayah di luar hingga harus meninggalkan mereka. Naluri kecemburuan mendasari pertanyaan ini. Sebab hakikatnya setiap anak ingin senantiasa diperlakukan istimewa dan spesial meskipun gak harus pakai telor dan karetnya dua. Apa sih? Emangnya nasi goreng? Hehe. 
Mereka senantiasa menginginkan hanya diri merekalah yang jadi prioritas dari lelaki yang mereka sebut dengan ayah. Itulah kenapa rasa ingin tahu mereka akan aktivitas ayah di luar terasa amat penting. Untuk membandingkan apakah tak hadirnya ayah di rumah benar-benar memiliki nilai.
🔅Karena itu, aktivitas ayah pengembara amat mempengaruhi persepsi anak. Jika anak mengetahui ayah di luar sekedar hura-hura, berburu kesenangan demi kepuasan diri semata, semakin anak merasa tak berharga. Ayah akan dipersepsikan sebagai sosok yang cuek, egois dan tak peduli keluarga. Namun jika ayah yang tak pulang-pulang ini terdengar kabar sebagai pejuang dalam bidangnya masing-masing, bahkan namanya masyhur dibicarakan berbagai kalangan akan kegigihan dan usahanya, dibarengi dengan berderetnya penghargaan akan prestasi ayah, inilah ayah yang mengagumkan. Ayah telah membuat bangga akan dirinya. Mengharumkan nama keluarga. Hingga tanpa sungkan ia sebut dan  pamerkan aktivitas sang ayah di hadapan kawan-kawannya.
🔅Belajarlah dari sosok ayah bernama Farukh. Seorang da’i sekaligus mujahid di masa tabi’in. Tuntutan iman dan kerinduannya untuk mati syahid ‘memaksa’ ia harus tinggalkan anak yang masih dalam kandungan istrinya. Tak tanggung-tanggung. Ia tinggalkan rumah hingga hampir 30 tahun lamanya. Itu artinya selama 30 kali lebaran ia gak pulang-pulang. Ini lebih dahsyat daripada bang thoyyib yang baru 3 kali lebaran gak pulang. Jadi buat pemerhati bang thoyyib harap sabar menanti kedatangannya.
Sang anak pun tumbuh dan besar tanpa sosok ayah. Masa kecil dan remaja dilalui hanya lewat sentuhan ibu. Namun ketidakhadiran ayah di sisi ia maklumi. Bahkan mengundang puji. Seiring dengan kabar beredar bahwa sang ayah adalah mujahid yang luar biasa, pejuang tangguh dan pembela agama nomor wahid di zamannya. Jadilah sang anak berupaya mengikuti jejak ayah. Berjuang dengan cara yang beda tanpa perlu angkat senjata. Ia dikenal sebagai pendidik umat lewat ilmunya yang menderas. Dialah Rabi’ah Ar Ra’yi. Guru dari Imam Malik, Sufyan Tsauri dan ulama besar lainnya. Sosok ayah yang bertahun-tahun tak hadir menjadi inspirasi bagi sang anak meski tak pernah bersua. Sebab ia tahu, ayah meninggalkan rumah bukan sekedar mencari UANG tapi lebih luhur dari itu yakni berjUANG.
Disinilah kata kuncinya. Ayah pengembara punya misi besar yakni untuk berjUANG. Ada kata “berj” yang disandingkan dengan kata “uang”. Kalau mau dicari-cari maknanya, meskipun terkesan maksa, kurang lebih begini : “Berj” ini mirip bunyinya dengan “Burj”. Artinya menara yang tinggi. Digandengkan dengan kata “uang”. Kesimpulannya, kalau ayah mau dapat uang harus bekerja di menara yang tinggi ya? Hellow…kamu bukan herp atau cak lontong kan? Ini serius nih. Saya lagi mau berfilosofi. Maksudnya begini, seorang Ayah seharusnya selain bertanggung jawab mencari uang juga dituntut untuk mengukir nama sekaligus prestasi yang menjulang tinggi bagai menara. Semakin tinggi prestasi yang dibuat sekaligus nama baik yang diukir, makin membuat anak kagum dan bangga. Inilah kompensasi yang adil dan setara atas ketidakhadiran ayah di sisi anak khususnya dalam rentang waktu yang lama.
Jangan sampai justru kabar yang sampai ke telinga anak adalah tentang ‘kenakalan” ayah di luar. Ayah terkenal sebagai pribadi yang suka berbohong, korupsi, main perempuan, menipu banyak orang, menyakiti kawan dan dibenci rekan sekerja karena sikapnya yang menyebalkan. Ditambah dengan tak ada satupun prestasi yang diukir ayah dalam bidangnya. Bahkan sering gagal dalam tugas. Ini ayah pecundang. The loser. Hal tersebut menjadikan anak layaknya peserta MOS. Tercoreng-moreng wajahnya dengan arang seraya memakai topi yang terbuat dari panci. Digantungi karton bertuliskan “aku anak idiot” dengan tali rafia berumbai-rumbai. Dengan kata lain, perilaku ayah di luar tersebut hanya membuat anak super duper malu. Dan inilah yang membuat rasa respect kepada sosok ayah menjadi sirna.
🔅Agar anak senantiasa menjadikan ayah sebagai figur utama, maka ukirlah prestasi dengan cara terhormat dalam bidang yang ayah geluti. Tunjukkan bahwa ayah selagi di luar bukan cuma untuk senang-senang namun sedang berjuang. Setiap keberhasilan dan prestasi yang ayah peroleh di luar akan tersiar ke rumah hingga menjadi pesan pengasuhan bagi anak meski bukan berasal langsung dari lisan ayah. Kalau perlu pajanglah segala foto, penghargaan dan sertifikat yang ayah miliki berikut pernak-pernik perkakas yang dipakai selama berjuang. Dari situ anak belajar akan nilai kesungguhan, kerja keras, pengorbanan dan kemanfaatan kepada sesama. Ini amat berpengaruh dalam perjalanan hidup sang anak.
Ayah pengembara punya tekad untuk menjaga nama baik keluarga selagi di luar. Hindari perilaku yang tak terhormat. Sebab jika ayah membuat malu keluarga karena sikap yang tak elok, anak akan kecewa, malu dan minder. Hati mereka menjerit seraya berkata “aku tuh gak bisa dibeginiin”. Sambil ngambil tissue basah. Plis ayah, jaga kehormatanmu dimanapun berada selain juga jaga dompetmu agar isinya selalu utuh begitu tiba di rumah. Anak pun menyambut sumringah begitu ayah tiba. Mereka bersenandung gembira : akhirnya bang thoyyib pulang juga
Ahay. Buat yang kasmaran, ini tema udah lama ditunggu-tunggu kayaknya. Sementara bagi jomblo, judul tulisan ini aja udah menyiksa.  Rentan untuk dibully. Apa coba yang dekat dengan hati mereka? Paling ya lambung atau paru-paru dikelilingi usus besar dan usus kecil hehe…Padahal semestinya gak perlu baper. Tulisan ini masih lurus kok ngebahas relasi antara ayah dan anak. Bukan ngebahas jomblo dan jodohnya yang udah beberapa kali lebaran gak kunjung datang. Jadi santai aja vrooh..
Lagipula apa yang dirasakan oleh jomblo, dirasakan juga oleh ayah pengembara. Mereka hidup sendiri jauh dari keluarga. Meski gak sampai ngenes jejeritan, kebayang  kan bagaimana sang AYAH menjalani malam? Hanya berteman guling dan bantal. Sekalinya nyamuk datang beramai-ramai dianggap hiburan agar malam tak kesepian. Namun yang membedakan, sang ayah hatinya masih tertambat ke rumah. Kalau jomblo? Tertambat ke gadget biasanya. Betah mantengin layar berjam-jam sambil berharap akan ada aplikasi “download jodoh” di playstore #eaaa.  
Bagi ayah pengembara, berlama-lama di luar tentu amat menyiksa. Ada buah hati yang dirindukan, selain istri tentunya. Konon katanya, anak itu lebih ngangenin dibandingkan istri. Sebab anak sudah cukup bahagia jika pulang dihadiahkan balon. Sementara Istri mesti dibawain I-Phone. Kalau anak lagi sedih, cukup dipeluk dan diajak bermain. Sementara istri harus dipeluk dan diajak belanja. Beda kan?
Meski terpisah, lewat kejauhan, sosok AYAH pengembara masih bisa jalankan peran. Yakni tetap terpaut hati dengan si anak meski raga terpisahkan. Dimana anak merasakan kehadiran AYAH walau tak ada di sisinya.
Bagaimana caranya? Kita bisa belajar dari sosok AYAH luar biasa yang mencetak pemimpin hebat yang digelari oleh rakyatnya sebagai Khalifatur Rasyidin yang kelima yakni Umar bin abdul aziz. Sang AYAH, Abdul Aziz bin Marwan adalah seorang birokrat. Khalifah saat itu menunjuknya menjadi gubernur di Mesir. Sementara ia dan keluarganya telah lama bermukim di Madinah. Sebagai pribadi yang bertanggungjawab maka ia tunaikan amanah tersebut hingga tuntas. Gak tertarik ikut pencapresan. Sebab ia tak butuh pencitraan. Meski konsekuensinya ia harus rela tinggalkan anaknya seorang diri di Madinah, jauh dari pengawasannya. Sebab hanya istrinya saja yang boleh ia bawa ke Mesir.
Sebagai AYAH yang peduli, ia tak ingin anaknya melupakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Ia tahu ia sulit membagi waktunya sebagai abdi negara, khususnya dalam mengajarkan pendidikan agama kepada sang anak. Karena itu, ia menunjuk seorang ulama ternama di Madinah saat itu, sebagai guru sekaligus mentor spiritual bagi anaknya. Ulama itu bernama Syaikh Sholih bin Kaisan.
Saat hendak berangkat ke Mesir untuk tunaikan tugas hingga waktu yang lama, ia meminta kepada Syaikh Sholih tuk ajarkan anaknya agar selalu sholat tepat waktu. Hal ini atas dasar keyakinan sang AYAH bahwa sholat adalah pilar awal pembentukan karakter seorang anak. Jika sholatnya baik, maka amal yang lain pun baik. Dan jika sholatnya buruk, perilaku yang lain pun buruk. Dan demi memantau pendidikan anaknya, ia meminta Syaikh Sholih melaporkan jika ada perilaku anaknya yang harus ia evaluasi.
Setibanya dii Mesir, hari-harinya disibukkan dengan mengurus rakyatnya. Hingga suatu hari datanglah sepucuk surat Syaikh  Sholih yang memberi kabar yang tak ia sukai. Anaknya, Umar, mulai punya kebiasaan buruk yakni suka menunda-nunda sholat hingga selalu masbuk dalam sholat berjamaah. Demi mendapatkan informasi yang benar, maka Syaikh Sholih diminta untuk datang ke Mesir menceritakan ihwal anaknya.
Begitu tiba di Mesir, Syaikh Sholih berujar “Anakmu memiliki rambut panjang. Ia suka sekali menyisir rambutnya hingga melalaikannya dari waktu sholat” Setelah paham akan apa yang terjadi, maka sang AYAH menulis surat untuk anaknya, Umar. “Nak, bersamaan dengan surat ini, AYAH mengutus tukang cukur khusus dari Mesir untuk membotaki kepalamu agar kamu tak lagi terlambat sholat”
Alhasil, Umar bin Abdul Aziz muda pun langsung dibotaki begitu Syaikh Sholih tiba di Madinah. Ia  merasakan kehadiran AYAHnya lewat hukuman tersebut. Kepalanya yang plontos menjadi pengingat bahwasanya sang AYAH ternyata terus memantaunya dari kejauhan meski lewat berita yang disampaikan gurunya. Inilah contoh AYAH yang jauh di mata dekat di hati. Umar yang terlena dengan rambutnya yang membuat ia terlambat sholat harus merelakan rambutnya dicukur habis. Zaman sekarang banyak anak muda yang terlambat sholat karena sibuk ngurus batu akik, main HP atau motor kesayangannya. Kisah Umar tadi bisa jadi inspirasi buat AYAH di zaman ini apa yang semestinya dilakukan.
Kata kunci agar AYAH pengembara senantiasa dekat di hati anak adalah mengetahui kondisi anak dalam berbagai situasi. Jika dahulu, AYAH dari Umar mendapatkan kiriman informasi lewat kiriman surat, maka di zaman sekarang tentunya lebih mudah. AYAH bisa memantau anak lewat social media. Ataupun mendapatkan kabar dari istri via gadget lewat kiriman gambar atau Video. Intinya AYAH tetap tahu perkembangan anaknya setiap saat, setiap waktu.
Jangan sampai ada kejadian ketika AYAH kembali ke rumah dari pengembaraannya, mendadak diminta istri mengambil raport anak. Sang AYAH pun menyanggupi. Dengan pede berangkat ke sekolah anak dan masuk ke dalam kelas. Hingga selesai pengambilan ternyata nama anak gak juga dipanggil. AYAH lantas buru-buru menelpon istrinya seraya mengomel,
“Mah, gimana sih? Kok dari tadi papa gak dipanggil guru kelasnya?”
“Lho, memang papa dimana sekarang?”
“Papa di ruangan kelas 2A”
“Duh papa, anak kita sekarang udah kelas 6”
Duaaarr…Malu bener kan? So, jadilah AYAH pengembara yang selalu update akan perkembangan anaknya. Dan bertindaklah jika ada sesuatu yang dirasa “istimewa”. Jika diperoleh info bahwa anak sukses dalam suatu bidang, segeralah jadi orang pertama yang mengapresiasi. Atau jika anak melakukan tindakan yang tak pantas, biarlah AYAH yang bertugas mengeksekusi tuk anak kembali ke jalan yang benar. Sekali lagi, dari jauh AYAH tetap bisa mengasuh. Modalnya cuma koleksi informasi tentang anak. Meski resikonya AYAH akan dicap sebagai AYAH kepo. Takpapa. Sebab ketahuilah di dalam kepo ada kepodulian (maksa!). Dan inilah AYAH yang dibanggakan 
(bersambung)
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Mengambil Pelajaran dari Kisah Kematian

📝 Pemateri: Rochma Yulika

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Oleh: Rochma Yulika

Sungguh seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kebiasaannya.

Pernahkah kita mendengar banyak kisah tentang itu? Berikut ini adalah kisah-kisah yang mencoba menggugah hati kita untuk membiasakan diri beramal sholeh sehingga tatkala maut menjemput kitapun dalam keadaan beramal sholeh :

🌷Kisah Pertama: kisah seorang ahli ibadah Abdullah bin Idriis (190-192 H). Dari Husain Al-‘Anqozi, ia bertutur :
Ketika kematian mendatangi Abdullah bin Idris, maka putrinya pun menangis, maka Dia pun berkata: “Wahai putriku, jangan menangis! Sungguh, Aku telah mengkhatamkan al Quran dirumah ini 4000 kali” (Lihat Taariikh Al-Islaam karya Ad-Dzahabi 13/250, Ats-Tsabaat ‘inda Al-Mamaat karya Ibnil Jauzi hal 154).

🌷Kisah kedua : Kisah Abu Bakr bin ‘Ayyaasy (193 H). Tatkala kematian mendatangi Abu Bakr bin ‘Ayaasy maka saudara perempuannya pun menangis. Maka Abu Bakrpun berkata kepadanya, “Janganlah menangis, lihatlah di pojok rumah ini, sesungguhnya saudara laki-lakimu ini telah mengkhatam kan Al-Qur’an di situ sebanyak 18 ribu kali” (Lihat Hilyatul Auliyaa’ karya Abu Nu’aim 8/304 dan Taariikh Baghdaad 14/383).

💦Ahli ibadah ini Abdullah bin Idris telah mengkhatam kan Al-Qur’an sebanyak 4000 kali. Abu Bakr bin ‘Ayyaasy telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 18 ribu kali…..semuanya demi menghadapi waktu yang sangat kritis ini. waktu untuk meninggalkan dunia ke alam akhirat yang abadi.

🌷Kisah Ketiga : Kisah Aamir bin Abdillah Az-Zubair. Mush’ab bin Abdillah bercerita tentang ‘Aamir bin Abdillah bin Zubair yang dalam keadaan sakit parah:

‘Aaamir bin Abdillah mendengar muadzin mengumandangkan adzan untuk shalat maghrib, padahal ia dalam kondisi sakaratul maut pada nafas-nafas terakhir, maka iapun berkata, “Pegang tanganku ke mesjid!!” merekapun berkata, “Engkau dalam kondisi sakit !” ,

Diapun berkata,”Aku mendengar muadzin mengumandang kan adzan sedangkan aku tidak menjawab (panggilan)nya? Pegang tanganku ! Maka merekapun memapahnya lalu iapun sholat maghrib bersama Imam berjama’ah, diapun shalat satu rakaat kemudian meninggal dunia. (Lihat Taariikh Al-Islaam 8/142).

🌷Pun Anas bin Nadzir yang melihat surga di kaki bukit Uhud. Kematian yang spektakuler. Salah satu kisah yang tidak gentar menjemput kematian karena keyakinan atas janji Allah bagi orang-orang yang mati dalam jihad fi sabilillah.  Seperti halnya yang dialami Anas bin An-Nadhir yang disebabkan oleh kekuatan dan keyakinannya, membuat Anas bin An-Nadhr r.a, paman Anas bin Malik r.a. memberikan respons spontan kepada Sa’ad bin Muadz r.a. tatkala pasukan mukmin terdesak oleh musyrikin di Perang Uhud dengan ucapannya,
“Ya Sa’ad! Surga, surga…. Aku mencium baunya di bawah bukit Uhud.”

 Kemudian beliau maju menjemput syahid hingga jenazahnya tidak dapat dikenali, kecuali oleh saudara perempuannya melalui jari tangannya. (Muttafaq Alaih, Riyadhus Shalihin, Kitab Al Jihad, Hadits No 1317).

💦Imam Al-Qurthubi berkata:
“Ketahuilah sesungguhnya mengingat kematian menyebabkan kegelisahan dalam kehidupan dunia yang akan sirna ini, dan menyebabkan kita untuk seantiasa mengarah ke kehidupan akhirat yang abadi.”

🍃Iblis akan berusaha menggangu manusia meski saat ajal menjelang hingga terlepasnya nyawa. Apakah kita akan mendapatkan kemenangan atau kekalahan.

💦Berharap akan mendapatkan kebahagiaan kala perjumpaan dengan Rabb semesta alam.

Surga nan indah yang dicitakan kan dapat diraih. Wajah-wajah cerah pada hari kala berkumpul bersama saudara seiman.

Semoga semua kan jadi kenyataan.

Aamiin.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Kapan Shalat Rawatib Dilakukan?

✏Ust. Abdullah Haidir Lc,
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷             
Assalamuallaikum  wr wb, ustadz  mau bertanya berkaitan pelaksanaan shalat rawatib ( yang apabila dilaksanakan saat akan shalat sendiri) dan kapan saja shalat rawatib itu (soalnya ada sya denger shalat sunnah sebelum shalat ashar tidak ada, tapi beberapa buku ada).
Mohon penjelasannya.
Syukron. Member🅰2⃣8⃣.            
___________________
Jawabannya.                      
Wa’alaikum salam wr wb,                                              
Sholat sunah rawatib maksudnya adalah shalat sunah yang mendampingi shalat fardhu, baik sebelumnya (sering diistilahkan dg qabliah) atau sesudahnya (sering diistilahkan dg ba’diah) dan sifatnya sangat ditekankan… kalau bisa jangan ditinggal, krn Nabi biasanya melakukan hal tsb dan memberi penekanan khusus. 
Jumlahnya memang ada perselisihan, meskipun dpt dikompromikan…. ada dua riwayat; Yg satu menyebutkan 10 rakaat, yg satu lagi 12 rakaat.kedua2anya ada haditsnya… meskipun yg menyatakan 12 rakaat lebih kuat, yaitu: 2 rakaat sebelum shubuh, 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat sesudah maghrib dan 2 rakaat sesudah Isya..Adapun shalat sunah 4 rakaat sebelum Ashar, para ulama juga berbeda pendapat, antara yg menyatakan sbg rawatib, dan tidak… akan tetapi lebih kuat bukan rawatib, namun dia tetap sunah, bagus kalau dilaksanakan…. karena hadits yg menjadi landasannay diperdebatkan keshahihannya, walaupun dikuatkan keshahihannya…. 
 رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا . ” رواه الترمذي 
Semoga Allah merahmati seseorang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar.. (HR. Tirmizi)
Wallahu a’lam
 🌺🍀🌻🍁🍄🌷🌸🌹
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih bahagia..

Syarat Mrnjadi Imam

📝Roffita Sari, S.Pd.I
🌿🍀🌻🍁🌺🌸🍄🌹🌷 
Assalamualaykum ustadzah, terimakasih sebelumnya sudah mendapatkan izin gabung di Manis ☺
Ustadzah mau nanya nih, apa syarat dan keutamaan menjadi Imam shalat, sedangkan diantara kami (lk 24th 2juz ), (Pr 43th 1juz), ( Pr 22th 4juz) saya pernah dengar yang menjadi imam yang paling banyak hafalannya ?
[Nurul Laili_A32]
————-
👆jawaban: 
Wa’alaikumussalam Wr.Wb. Alhamdulillah ya Ukhti Nurul. 
Syarat – Syarat Imam Shalat Syarat Utama menjadi Imam Shalot seperti disebutkan dalam kitab Fiqh Al Islami Wa karya Syaikh Wahbah Al Zuhaili antara lain, ” Islam, Berakal, Baligh, Laki – Laki, Suci dari Hadats, Bagus Bacaan dan Rukunnya, Bukan Makmum, Sehat dan belum tua serta Lidahnya Fasih dapat mengucapakan Lafal Arab dengan tepat dan jelas. Sabda Nabi Muhammad Saw , ” Jika ada 3 (Tiga) Orang, maka hendaklah memilih salah seorang di antara mereka menjadi imam dan yang paling berhak diantara mereka ialah yang paling bagus bacaannya (HR. Muslim).”
Dalam konteks diatas. Seseorang yang paling bagus bacaannya. Selama masih ada seorang laki-laki dalam jama’ah sholat maka laki-laki 24 tahun hafal 2 juz itu yang berhak menjadi imam shalat. Jika, semua jama’ah perempuan maka perempuan 22 tahun hafal 4 juz yang berhak menjadi imam tsb.
🌿🍁🌺🌸🍄🌷🍀🌷🌹
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih Bahagia…

Bolehkah Wanita Membaca Al Quran Tanpa Menutup Aurat?

📝Ustadzah Suryanisah 
🌿🌸🌺🍁🍀🌻🍄🌷🌹
Assalamualaikum wrwb..
Afwan ustadz/ustadzah, diluar topik, tapi sangat butuh bertanya, apakah seorang muslimah diperbolehkan membaca Al Quran tanpa penutup kepala ketika sendirian di rumah? Apakah itu tidak keluar dari adab/sunnah dalam membaca Al Quran?
[Korma_03]
————-
JAWABAN:
Dalam membaca al Qur’an dibutuhkan adab. Qur’an adalah kalan Allah maka sangat penting memperhatikan adab dalam membacanya. Walau demikian hal yang ditanya boleh membaca sedemikian.
🌿🌸🌺🍁🍀🌻🍄🌷🌹
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih Bahagia…

Bila Kematian Datang, Sudahkah Kita Bersiap Menyambutnya

📝 Pemateri: Rochma Yulika
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁 
🍁Berhati-hatilah dengan lisan tanpa kita sadar akan bawa kesulitan saat diri sudah tinggal di bawah nisan. 
🍁Berhati-hatilah dengan tutur, tanpa kita tau seberapa berat siksa di dalam kubur. 
🍁Berhati-hatilah dengan mulut tanpa terasa ajal sudah datang menjemput. 
🍁Berhati-hatilah dengan lidah tanpa kita sadar tiba-tiba kita sudah tertimbun tanah. 
🍁Berhati-hatilah bersikap tanpa kita sadar sikap yang ada hadirkan azab. 
🍁Berbenah diri menjadi kewajiban agar mendapat kemuliaan sampai raga tak mampu lagi untuk digerakkan. 
kala kubur menjadi tempat tidur. 
Kala nisan menjadi kawan. 
Kala liang lahat menjadi sahabat. 
Dan kala amal menjadi bekal. 
💦 Rasulullah Saw mengingatkan dalam sabdanya. “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai Allah Swt yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh Allah Swt keridhoan-Nya bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat.
💦Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka Allah SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” 
(HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
🍃Pernahkah kita renungkan hal itu kawan…
Kematian merupakan sebuah kisah kepastian yg tak ada yg mampu merubah skenario Nya. 
Air mata, duka nestapa tak mampu hentikan alur yang sudah ditetapkan Nya. 
Ingatlah pada sebuah kampung di mana kita berasal. Ingatlah pada sebuah kampung di mana kita akan tinggal. 
Ingatlah pada sebuah kampung di mana kita akan hidup kekal. 
Langkah-langkah kaki dalam mengisi hari. Langkah-langkah kaki menapaki jalan Ilahi. Adalah langkah menuju kehidupan hakiki. 
Janganlah merasa bahwa di dunia ini adalah tempat tinggal kita. 
Janganlah merasa bahwa di dunia ini kita akan hidup selamanya. 
Bila kita mampu menyadari. 
Bila kita mampu memahami. 
Bahwa yang hidup akan mati. 
Bahwa yang hebat menjadi tak berarti. 
Dan semua akan kembali. 
Sudahkah kita mendesign akhir hidup kita? 
Sudahkah kita mengukir sejarah dengan banyak berkarya? 
Sudahkah kita berjuang tuk tegakkan kalimat Nya? 
Dan sudahkah kita berkorban dengan segala yang kita punya?
Seperti apa kematian kita?
💧Rancang dari semula. Hingga sesal tak lagi ada.
Hingga mulia jadi karunia.
Hingga syahid menjadi nyata.
Setiap detik yang kita lalui mari jadikan jembatan menuju surga. 
Setiap waktu yang kita lewati jadikan sejarah yang tak lekang ditelan masa.
💦Berkiprah dan berkontri busi di jalan Allah ini adalah bagian dari rekayasa menjemput kematian. Apakah kita mati di jalan kebaikan atau kita mati dalam kesia-siaan. 
💦Semoga jalan dakwah ini yang jadi pilihan. 
Hingga Allah datangkan sebuah ketetapan. 
Wallahu musta’an
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Kombinasi Kepemimpinan, Kelasykaran, dan Ketabahan yang Langka!

📝 Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁 
Jatuhnya Kota Esztergom – 10 Agustus 1543
Pengepungan kota Esztergom dimulai pada tanggal 25 Juli dan baru jatuh setelah 2 pekan pada hari Jumat 9 Jumadil-Awwal 950 Hijriah (10 August 1543). Kota yang sekarang berada di Hungaria ini dahulu dikepung oleh balatentara Khilafah Turki Utsmani yang dipimpin langsung oleh Sultan Suleiman I Kanuni.
📌Latar Belakang
Pengepungan ini adalah bagian dari konflik militer antara Kerajaan Habsburg dan Khilafah Turki Utsmani tidak lama setelah wafatnya pemimpin Hungaria yg bernama John Zápolya pada 20 Juli 1540. John Zápolya tunduk kepada sultan dan kematiannya mendorong para bangsawan Hungaria lainnya untuk mencari pengganti; oleh karena itu sultan berangkat untuk memastikan bahwa penggantinya adalah sosok yg dapat diajak bekerja-sama.
Era ini dalam sejarah Hungaria dikenal sebagai Perang Benteng (“Age of Castle Wars”) yang ditandai dengan Suleiman I Kanuni menguasai kota Buda dan Pest pada tahun 1541. Kedua kota tersebut memberikan keunggulan bagi Suleiman utk menguasai wilayah Hungaria bagian tengah yg dibentuk menjadi provinsi (Beylerbeylik) Buda secara resmi.
Sebagai bagian dari kesepakatan aliansi maka Perancis memperbantukan pasukannya ke bawah balatentara Turki Utsmani pada kampanye militer ke Hungaria tersebut. Pada pengepungan Esztergom ini Perancis mengirimkan kesatuan meriamnya kepada Sultan Suleiman I selama periode 1543-44. Sebagai gantinya, Suleiman I mengirimkan armadanya di bawah admiral Khairuddin Barbarosa untuk membantu Perancis mengepung kota Nice [*pernah saya muat artikelnya beberapa hari yg lalu].
📌Pengepungan
Pengepungan kota Esztergom ini merupakan kelanjutan dari strategi Suleiman I untuk memanfaatkan kelemahan Habsburg akibat gagalnya upaya Raja Ferdinand I dari Austria merebut kembali Buda pada tahun 1542. Setelah pengepungan ini berhasil, maka kota penting yang juga jatuh ke tangan Suleiman I Kanuni adalah kota “pengangkatam raja Hungaria” yaitu Székesfehérvár pada bulan September 1543. Kota-kota lain yg jatuh adalah Siklós dan Szeged yang harus diamankan oleh sultan guna melindungi Buda.
Hanya saja, Sultan Suleiman I Kanuni tidak meneruskan kampanye militernya hingga ke Wina kali ini karena ia belum mendapatkan berita tentang kemajuan agresi Perancis di Eropa bagian barat dan Laut Mediterranenan.
📌Masalah di Belahan Timur
Setelah keberhasilan kampanye militer Turki Utsmani tersebut, Charles V melalui penengahnya, Francis I, meminta perdamaian pada tahun 1545. Sultan Suleiman I nampak bersemangat untuk menyudao ketegangan di perbatasannya dengan Austria. Salah satu penyebabnya adalah bahwa ia juga harus menghadap agresi dari wilayahnya di Asia. Di perbatasan timur ini ia harus menghadapi serangan dari Kerajaan Safawi (Safavid) yg syi’ah.
Dua tahun kemudian kedua raja Habsburg, Ferdinand dan Charles V megakui kekuasaan Turki Utsmani terhadap Hungaria pada Perundingan Adrianopel tahun 157. Raja Fersinand juga menyetujui pembayaran upeti tahunan sebesar 30.000 florin emas untuk perlindungan atas sedikit wilayahnya di bagian utara dan barat Hungaria. Hungaria terus menjadi bagian dari khilafah hingga tahun 1686.
Agung Waspodo, mencatat sebuah kekaguman akan kepemimpinan Sultan Suleiman I al-Qanuni beserta generasi Turki Utsmani pada era tersebut; khususnya kesiapan mereka untuk beroperasi lama di suatu daerah menjelang musim gugur dan bahkan di dua-front. Sungguh sebuah kombinasi kualitas kepemimpinan, kesetiaan sumpah keprajuritan, serta keteguhan dukungan rakyat yg langka di dunia Islam saat ini.
Depok, 10 Agustus 2015, sdh hampir waktu zuhur.. kisah menggugah diri dari 472 tahun yg silam..
🐝🌿🌸💖🍀🌻🌷🌿🐝
Bonus :
Bagi yang berkenan dan ada keluangan waktu dimohon bersedia menyimak kajian tentang kisah kehidupan Abu Ayyub al-Anshari (ra), salah satu sahabat Nabi SAW yang berangkat sebagai angkatan pertama yg mencoba mewujudkan pembebasan Konstantinopel.
https://youtu.be/3ALuwP3Ug1A
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
💼 Sebarkan! Raih pahala…