Tata cara mubahalah​


Assalamualaikum ustadz… Apakah itu Muhaballah dan bagai mana tata caranya…
Jika ada suatu kasus yg mnimpa A kmudian smua org mnghujat… lalu si A ber muhaballah.. apakah yg mnghujat kena imbasnya? Makasi ustadz

Jawaban
~~~~~~~~~~~~~~~~

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh .

Bukan Muhaballah .. tapi Mubaahalah, Yaitu:

أَن يجتمع القوم إِذا اختلفوا في شيء فيقولوا : لَعْنَةُ الله على الظالم منا .

Berkumpulnya sekelompok rangka ketika mereka berbeda pendapat dalam suatu hal, lalu mereka berdoa: ​Semoga laknat Allah atas orang yang zalim di antara kita.​

​(Lihat Lisaanul ‘Arab, 11/71)​

Hal ini disyariatkan dalam rangka menerangkan yg hak dan membuktikan yang batil, setelah hujjah disampaikan kepada orang yang dianggap berada dalam kebatinan.

Dalilnya adalah:

فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (QS. Ali Imran: 61)

Mujahadah ini Sunnah dilakukan kepada orang yg keras kepala dan membangkang kepada Al Haq. Imam Ibnul Qayyim berkata:

السُّنَّة فى مجادلة أهل الباطل إذا قامت عليهم حُجَّةُ اللهِ ولم يرجعوا ، بل أصرُّوا على العناد أن يدعوَهم إلى المباهلة ، وقد أمر اللهُ سبحانه بذلك رسولَه

Adalah Sunnah mendebat orang-orang yg di atas kebatilan, jika sudah ditegakkan hujjah-hujjah agama Allah kepada mereka tp mereka belum rujuk dari kesalahannya, bahkan jika mereka melakukan pembangkangan maka hendaknya lakukan mubahalah kepada mereka, hal itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan RasulNya.

​(Zaadul Ma’ad, 3/643)​

Mubahalah ini berlaku umum, tidak hanya saat mendebat orang kafir. Tetapi jika kepada orang Islam yang menyimpang dan jahat.

Para ulama di ​Al Lajnah Ad Daimah​ mengatakan:

ليست المباهلة خاصة بالرسول صلى الله عليه وسلم مع النصارى ، بل حكمها عام له ولأمته مع النصارى وغيرهم ؛ لأن الأصل في التشريع العموم ، وإن كان الذي وقع منها في زمنه صلى الله عليه وسلم في طلبه المباهلة من نصارى نجران فهذه جزئية تطبيقية لمعنى الآية لا تدل على حصر الحكم فيه

Mubahalah bukan Kekhususan bagi Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ bersama Nasrani saja, tapi juga berlaku umum bagi umatnya baik dengan Nasrani atau selainnya.

Sebab, hukum asal dari tasyri’ (pensyariatan) adalah berlaku umum, walau pun kejadian nyatanya di zaman Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ merupakan ajakan kepada Nasrani Bani Najran secara khusus, tapi penerapan hukum yg ada tidaklah dibatasi.

​(Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 4/203-204)​

Syarat-syarat mubahalah adalah:

1. Ikhlas karena Allah Ta’ala, bukan untuk mencari ketenaran, tapi membuktikan kebenaran.

2. Sudah disampaikannya hujjah kepada pihak yang menyelisihi kebenaran.

3. Pihak yang menyelisihi memang membangkang dan melawan

4. Hanya dalam masalah agama yang urgen, bukan masalah perselisihan fiqih yang memang para ulama sdh sejak lama tidak sama pendapatnya. Atau masalah bukan pada masalah-masalah sepele dan tidak penting, misal mubahalah hanya karena perbedaan lebih dulu mana ayam atau telurnya.

Demikian. Wallahu a’lam

Menjual Tanah Wakaf dan Memalsukan Kwitansi


Assalamualaikum wr wb, Ustadz…

1. Di sekitar tempat tinggal ada bangunan sekolah+perumahan guru yg sudah bertahun2 lamanya,info nya lahan yg dipakai adalah hasil waqaf,kemudian belakangan,oleh si pemilik,lahan2 yg ada perumahan gurunya dijual,yg tersisa hanya lahan yg ada bangunan sekolah dan halamannya,. Bagaimana hukumnya status jual beli perumahan tsb?

2. Bila si fulan diminta oleh perusahaan/instansi tempat bekerja untuk membeli barang,misal harga barang 1jt,kmudian diadakan tawar menawar sehingga harga menjadi 900rb,namun di kwitansi si fulan meminta agar harga tetap ditulis 1jt (100rb nya untuk fulan),bagaimana hukumnya? Manis🅰2⃣8⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala rasulillah wa ba’d:

1⃣ Jika benar itu adalah tanah waqaf, maka penjualan tersebut tidak lepas dari dua kemungkinan:

📌 Dijual untuk kepentingan pribadi, maka ini haram, bahkan termasuk dosa besar. Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang beriman, janganlah kalian memakan harta kalian yang ada di antara kalian, dengan cara yang bathil.” (QS. An Nisa: 29)

📌 Dijual untuk dipindahkan, lalu dibelikan tanah waqaf baru, agar tetap terpelihara amanah waqafnya. Ini tidak apa-apa.

2⃣ Kasus seperti itu tidak boleh. Sebab:

📌 “Walaa ta’aaanuu ‘alal itsmi wal ‘udwaan” – Jangan saling bantu dalam dosa dan kejahatan. (QS. Al Maidah: 2)

📌 Nabi Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda: “Man ghasysyanaa falaisa minnaa” – barang siapa yang menipu kami maka bukan golongan kami.” (HR. Muslim No. 101)

Wallahu a’lam.

Manusia Tempat Salah Lupa

⁉UMM (Ustadz Menjawab MFT)

📆 Jum’at , 26 Rabbiul Awwal 1439 / 15 Desember 2017

💝🌼💝🌼💝🌼💝🌼💝

🍃🌸 Manusia Tempatnya Salah dan Lupa🌸🍃

💢💢💢💢💢💢

Assalamu’alaikum. Ustadz, ada keterangan bahwa manusia adalah tempat kesalahan dan lupa. Apakah ini hadits atau keterangan ulama?Jazaakallaah khair. (0416523xxxx)

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh …

Bunyinya: _Al Insaan mahalul Khatha’ wan Nisyaan_ – Manusia tempatnya salah dan lupa.

Ini adalah pepatah dan bukan hadits. Tetapi, ada hadits yg mirip dgn itu, yaitu:

َ كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya.
*(HR. At Tirmidzi no. 2499,  Hasan)*

Demikian. Wallahu a’lam

🌷🌴🌱🌾🌵🌸🍃🍄

✍ Farid Nu’man Hasan
🔊 Join channel: bit.ly/1Tu7OaC
🅿️ Fanspage: https://facebook.com/ustadzfaridnuman
❄️ Kunjungi Website Resmi: alfahmu.net

💝🌼💝🌼💝🌼💝🌼💝
Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Iklan dan Kenyataan Barang Beda


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah…Iklan yang berlebihan ini sangat banyak terjadi, yang ditampilkan hanya yang baiknya saja.
Jadi bagaimana, apakah kita haram membelinya?
bgmn kita bijak menyikapi iklan yg bombastis ataupun bgmn kita sbg pembeli hrs bijak membedakan antara kebutuhan/demand dg keinginan/needs.
Syukron. Manis 05

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Soal iklan, jika produsen mengiklankannya tdk sesuai dg kenyataan, maka haram baginya. Adapun pembelinya tdk berlaku halal haram thd sebuah barang terkait dgn iklannya.. kalaupun dipermasalahkan halal haramnya, mungkin terkait dg kandungan barang tsb atau dg proses transaksinya… apakah boleh atau tidak.

Wallahu a’lam.

Mengajarkan Anak Sholat..


Assalamualaikum wr wb Ustadz/ah…saya mau bertanya, bagaimana cara nya supaya anak mau sholat anak saya laki laki 9 thn alhmdulilah kami brdua sdh mncontohkan dan suami saya jg slalu mngajak sholat ke mesjid trkadang anak saya tdk mau k mesjid maunya d rumah apalg klau dia baru pulang sekah dan suami saya suka mmaksakn hrus kemesjid trus jadi ribut, mohon solusinya Ustadz / Ustadzah dan bagaimana saya harus bersikap ?

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

1. Berdialog santai dg anak tentang karakter Al Mushollin

Ajak anak membuka Al-Qur’an Surat Al-Ma’arij (70) mulai dari ayat 11 hingga 34. Berikan pengantar seperti bunyi ayat 11 hingga 21, bahwa pada hari kiamat, ada orang yang sangat ingin menebus dirinya dari siksa api neraka, dengan anaknya, atau dengan istrinya, atau dengan saudaranya, atau dengan keluarganya, bahkan kalau perlu dengan semua manusia di bumi. “Biarlah mereka masuk neraka semua, asalkan saya bisa selamat”, begitu kira-kira.

Mereka masuk neraka karena selama hidup di dunia, selalu menyikapi sesuatu tidak pada tempatnya. Jika mereka mendapat kesulitan, mereka selalu berkeluh kesah, menggerutu, ngambek, marah atau memukul. Jika mereka mendapat kebaikan atau kekayaan, mereka pelit bukan main, sombong, atau boros. Apapun yang terjadi, sikap mereka selalu negatif.

Masuk dan beri penekanan pada ayat ke 22 : “Ilaal musholliin, Kecuali orang-orang yang mendirikan sholat (secara berkesinambungan).”

Hanya orang-orang yang berkarakter Al-Mushollin yang bisa selamat dari api neraka.

Dengan suasana santai tanyalah, apakah sholatnya selama ini sudah bisa masuk kategori Al-Mushollin atau belum, misalnya : Menurutmu kalau sholatnya sambil bercanda, masuk golongan Al-Mushollin tidak?

Kalau sholat sengaja ditelat-telatin, masuk golongan Al-Mushollin tidak?

Buat daftar terperinci tentang sikap sholatnya selama ini, dan diskusikan satu per satu dgnya mana yang menurutnya sudah masuk kategori Al Mushollin dan mana yang belum.

Tanyakan apakah ia ingin masuk golongan Al-Mushollin atau tidak.
Bantu ia melakukan evaluasi apa saja yang harus ia perbaiki dari sholatnya.

2. Ajak anak berdiskusi ttg Al-Qur’an Surat Thaha (20) ayat 14 : “Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah shalat, untuk mengingat Aku.”

Tanyakan pada anak, apakah selama sholat dia ingat kepada Allah?

Jika anak menjawab belum, maka berbincanglah dari hati ke hati mengapa dia belum bisa mengingat Allah selama sholat.

Bantu anak mengevaluasi sholatnya, lalu lakukan diskusi dengan memancing ide anak kira-kira apa yang bisa ia lakukan agar sholat berikutnya lebih bisa mengingat Allah.

Ajak dia utk melaksanakan idenya sendiri. Lakukan terus perbincangan ini dari hati ke hati, minimal sekali dalam sehari. Jika belum juga terlihat hasilnya, bersabarlah tanpa berhenti berusaha.

“Dan perintahkanlah keluargamu untuk shalat dan bersabarlah kamu dalam melakukannya.” (QS Thaha (20) : 132)

3. Mendoakan anak dan mengajaknya berdoa agar istiqomah dalam sholat.
Bersamaan dengan usaha kita memotivasi anak, jangan lupa mengajarinya doa Nabi Ibrahim a.s.

“Rabbiij’alnii muqiimash-shalaati wamin dzurrii-yatii, rabbanaa wataqabbal du’aa”, Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang selalu mendirikan shalat, demikian juga anak keturunanku. Ya Tuhanku, perkenankan do’aku.” (QS. Ibrahim (14) : 40)

Wallahu a’lam.

Baca Surat Yasin ato Al Kahfi u Amalan Hari Jum'at??


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah…. Mau bertanya, tentang amalan amalan utama yang dilakukan di hari jumat. Adakah hadist shohih untuk membaca surat yasin, atau surat al kahfi. Dan bagaimana hukumnya yasinan. Syukran.
Manis 05

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

من قرأ سورة الكهف ليلة الجمعة أضاء له من النور فيما بينه وبين البيت العتيق

Terkait surat yg sunah dibaca pada hari Jumat, riwayat yg shahih adalah sunah membaca surat Al-Kahfi.

Adapun surat Yasin, tdk didapatkan secara khusus hadits yang menyebutkan disunahkannya membaca surat Yasin pada hari Jumat. Namun ini masalah ringan. Kalau kita sdh paham, sebaiknya bacalah surat Al-Kahfi. Bagi mereka yg masih terbiasa baca surat Yasin, silakan disampaikan baik2 bahwa sunahnya adalah membaca surat Al-Kahfi. Namun jk dia masih juga membaca surat Yasin, jangan terlalu diingkari apalagi dimusuhi….

Wallahu a’lam.

Pengobatan Alternatif


Assalamuallaikum wrwb ustadz/ah…Ibu ana lagi sakit,waktu di periksa dokter,kata dokternya asam urat tinggi jadi kaki ibu ana membengkak dan sakit diluruskan dan dibawa berjalan,namun keluarga tidak puas dengan perkembangan ibu ana setelah keluar dari rumah sakit,mereka mengobati ibu ana dengan obat kampung
Obat kampungnya seperti ke dukun,ana tidak melihat langsung kepada siapa ipar ana itu meminta obat,karena saat itu hanya dia yg mengurus,kami hanya menunggu obat dirumah.
Yg ingin ana tanyakan :

1. Obat-obatan nya dari daun asam yg di iris2 trus di kasih asam kampung sama air,saat ingin mengoleskan obat itu di bacakan dulu Al fatihah,3 kul dan di tutup dengan Al fatihah lagi. Saat mengoleskan hanya membaca ayat kursi baris terakhir yg walaa ya’udhuhu,saat ana tanya kenapa cuma baris terakhir alasannya kalau dibaca dari awal nanti syetannya masuk lagi,apakah itu benar?

2. Ana sudah mengingatkan keluarga kalau rasulullah tidak pernah menggunakan media daun asam sama asam untuk pengobatan,tapi abang ana malah marah2 dan mengeluarkan kata2 kasar saat ana jelaskan,jika seperti itu apakah ana boleh berlepas diri dari apa yg mereka lakukan?
Syukran.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

1⃣Memang banyak daun yang punya khasiat untuk menurunkan asam urat,yang populer untuk asam urat biasanya daun salam.
Dalam pengobatan ini kenapa dipakai daun asam,dan asamnya mungkin sbg kompres untuk menghilangkan bengkaknya krn salah satu manfaat daun asam bs meningkatkan imun. Terkait dengan bacaan-bacaan, hukum dasarnya terlarang kecuali sesuai syariat.

Diriwayatkan oleh ‘Aisyah bahwa
“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa membaca kedua surat tersebut (An Naas dan Al Alaq) dan meniupkannya pada kedua telapak tangannya, mengusapkan pada kepala dan wajah dan anggota badannya.”

Dari Abu Said bahwa
“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dahulu senantiasa berlindung dari pengaruh mata jin dan manusia, ketika turun dua surat tersebut, Beliau mengganti dengan keduanya dan meninggalkan yang lainnya” (HR At-Tirmidzi).

2⃣Betul daun asam kah? Daun asam kan kecil2,jd tdk perlu di iris krn sudah kecil2, saya pikir untuk bijaknya kita bersikap kepada kakak yang notabene kelak sebagai pengganti ortu kita harus hormat dan santun, tidak mudah mengomentari sesuatu yang kita tidak tahu secara pasti. Berprasangka baik lah dan kalaupun mau menegur lihat sikon dan pemilihan kata yang tepat, jaga hubungan Silaturahim, kalau nyata dan jelas mereka melakukan kesyirikan anti bisa .Berlepas diri dengan pengingkaran yang kakak anti lakukan.

Wallahu a’lam.

Toleransi dengan Umat Non Muslim..


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
1. Apakah boleh menghadiri kebaktian utk orang yg meninggal, pada saat akan dikuburkan..?
(org yg mninggalnya itu papahnya sendiri)

2. Sejauhmana toleransi yg dibolehkan dlm Islam, utk menghormati peribadatan non Islam, posisi kita sbg anak/mantu nya, yg tdk enak kalau tdk menghadiri..
Syukron.
🅰0⃣9⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

1⃣ 🍁Boleh ta’ziyah kepada non muslim yang wafat apalagi keluarga sendiri , dan itu merupakan pendapat mayoritas ulama.

Demikian ini keterangannya:

يجوز للمسلم أن يعزي غير المسلم في ميته وهذا قول جمهور أهل العلم وذكر العلماء عدة عبارات تقال في هذه التعزية منها :

– أخلف الله عليك ولا نقص عددك .

– أعطاك الله على مصيبتك أفضل ما أعطى أحداً من أهل دينك . المغني 2/46 .

– ألهمك الله الصبر وأصلح بالك ، ومنها : أكثر الله مالك وأطال حياتك أو عمرك 

– ومنها لا يصيبك إلا خير . أحكام أهل الذمة 1/161 .

Boleh bagi seorang muslim berta’ziyah kepada mayat non muslim. Ini adalah pendapat jumhur ulama. Para ulama menyebutkan beberapa ucapan yang bisa diucapkan ketika berta’ziyah kepada mereka. Di antaranya:

🔸 Semoga Allah menggantikan untukmu dan tidak mengurangi jumlahmu (maksudnya supaya tetap ada harta untuk membayar jizyah, pen)

🔹 Semoga Allah memberikan kepadamu hal yang lebih baik dibanding pemberian seorang dari pemeluk agamamu. (Al Mughni, 2/46)

🔸 Semoga Allah memberikanmu kesabaran dan memperbaiki keadaanmu, dan di antaranya juga: semoga Allah memperbanyak hartamu dan memanjangkan hidup dan usiamu.

🔹 Juga: semoga tidak ada yang menimpamu kecuali kebaikan. (Ahkam Ahludz Dzimmah, 1/161).

📚 Lihat Al Khulashah fi Ahkam Ahli Adz Dzimmah, 3/149

Tapi, kebolehannya memiliki beberapa patokan:

1⃣ Tidak ikut pada acara ritualnya, maka ambil posisi yang selamat ketika kebaktian dimulai, seperti di luar area acara.

2⃣ Tidak mendoakan ampunan bagi mereka

3⃣ Tidak merendahkan diri di sana seakan mereka adalah kelompok yang benar

Jika kita tidak mampu menjaga hal-hal ini, maka sebaiknya tidak berta’ziyah, demi menjaga keselamatan aqidah kita.
2⃣🍁 Kita diperintah untuk berbuat baik dan adil kepada mereka, non muslim, yang bukan harbi (memerangi kaum muslimin).

Allah Ta’ala berfirman:
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. (QS. Al Mumtahanah: 8)

Silahkan kita menyapa, memberikan makan, dan kebaikan lainnya. Ada pun zona aqidah, seperti peribadatan, kita dibatasi oleh “Lakum Diinukum wa liyaddiin” ..

Keperluan ortu non muslim yang sedang sakit, pengobatannya, diantarkan ke RS, mendoakan kesembuhan, adalah al birr, kebaikan yang dianjurkan kepada mereka juga.

Wallahu a’lam.

Hukum Mewarnai Rambut


Assalamu’alaikum ustadzah… saya mau tanya,Kalau kita mewarnai rambut boleh/tidak? Apa hukumnya?Terima kasih.
[ A 12 ]

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

1. Mewarnai atau menyemir rambut (Arab: khidob; shibgoh) hukumnya boleh dalam Islam dengan syarat asal bahan yang dibuat mengecat rambut suci, tidak najis dan tidak membahayakan.

2. Karena mewarnai rambut itu boleh, maka wudhu, mandi junub dan shalatnya sah.

Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi dan Nasai Nabi bersabda:

غَيِّرُوا الشَّيْبَ وَلاَ تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ

Artinya: Rubahlah (warna) uban dan jangan serupakan dirimu dengan Yahudi.

Dalam menjelaskan hadits ini Al-Mubarakpuri dalam kitab Tuhfadzul Ahwadzi hlm. /354 menjelaskan bahwa mewarnai rambut yang sudah uban itu sunnah sebagaimana dilakukan oleh sebagian Sahabat seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab; sedang sebagian yang lain seperti Ali bin Abu Thalib tidak melakukannya.

Adapun warna yang dipakai hendaknya selain warna hitam karena ada larangan dari Nabi. Dalam hadits sahih riwayat Muslim dan lainnya (selain Bukhari dan Tirmidzi) diriwayatkan:

جيء بأبي قحافة يوم الفتح إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وكأن رأسه ثغامة فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : اذهبوا به إلى بعض نسائه فلتغيره بشيء وجنبوه السواد

Artinya: tatkala Abubakar membawa ayahnya Abu Kuhafah ke hadapan Nabi pada hari penaklukan Makkah, sedang Nabi melihat rambutnya bagaikan pohon tsaghamah yang serba putih buahnya maupun bunganya, maka Nabi bersabda: … ubahlah ini (uban) tetapi jauhilah warna hitam.

Dalam menanggapi larangan cat rambut warna hitam dalam hadits tersebut, ulama berbeda pendapat: ada yang menghukumi haram seperti Imam Nawawi ada juga yang menghukumi makruh (Lihat: Nailul Autar, 1/152).

Dalam kitab Al-Halal wal Haram fil Islam, Yusuf Qardhawi sepakat dengan pendapat yang makruh terutama bagi mereka yang usianya belum terlalu tua. Namun ia menganjurkan pada orang yang sudah sangat tua agar menghindari warna hitam. Qardhawi berkata: “Termasuk yang membolehkan menyemir dengan warna hitam ini ialah segolongan dari ulama salaf termasuk para sahabat, seperti: Saad bin Abu Waqqash, Uqbah bin Amir, Hasan, Husen, Jarir dan lain-lain.”

Adapun warna yang disunnahkan adalah merah atau merah kehitaman sesuai dengan hadits Nabi Riwayat Tarmizi dan Ashabussunan yang menganjurkan mewarnai rambut dengan bahan inai atau katam.

​​PENDAPAT ULAMA FIKIH EMPAT MAZHAB TENTANG SEMIR RAMBUT​​

​​🌿1. SEMIR RAMBUT DENGAN WARNA SELAIN HITAM​​

Ulama 4 mazhab (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hambali) sepakat atas bolehnya menyemir atau mewarnai rambut dengan warna coklat atau merah baik dengan bahan inai, katam, atau lainnya. Imam Nawawi (mazhab Syafi’i) dalam Al-Majmuk, hlm. 1/293-294, menyatakan:

يسن خضاب الشيب بصفرةٍ، أو حُمرةٍ، اتفق عليه أصحابنا، وممن صرَّح به الصيمري، والبغوى، وآخرون

Artinya: Sunnah mewarnai rambut uban dengan warna kuning atau merah, ulama mazhab Syafi’i sepakat atas hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Shaiari, Al-Baghawi dan yang lain.

Pendapat mazhab lain lihat: Mazhab Hanafi dalam Al-Fatawa Al-Hindiyah 44/45 dan Ad-Durrul Mukhtar 6/422. Mazhab Maliki dalam Al-Fawakih Ad-Dawani ala Risalati Abi Zaid Al-Qairuwani 8/191 dan Al-Istidzkar 8/439. Mazhab Hambali dalam Al-Mughni 1/105 dan Kashaful Qinak ala Matnil Iqnak 1/204.

​​🌿2. SEMIR RAMBUT DENGAN WARNA HITAM​​

​A. BOLEH UNTUK TUJUAN JIHAD MELAWAN KAFIR​
Ulama empat mazhab sepakat atas bolehnya semir rambut dengan warna hitam dalam keadaan jihad (perang membela agama). Imam Syarwani (mazhab Syafi’i) dalam Hawasyi As-Syarwani 9/375 berkata:

وهو (أي صبغ الشَّعر) بالسَّواد حرامٌ، إلا لمجاهدٍ في الكفار، فلا بأس به

Artinya: Mengecat rambut dengan warna hitam adalah haram kecuali bagi mujahid (pelaku jihad) atas kaum kafir maka boleh.

Pendapat serupa dari literatur klasik mazhab Syafi’i lihat dalam kitab Mughnil Muhtaj 4/293; Raudhah Talibin 1/364; Tuhfatul Muhtaj 41/203.

Pendapat dari mazhab lain atas bolehnya cat rambut warna hitam bagi mujahid lihat: Mazhab Hanafi dalam Al-Fatawa Al-Hindiyah 44/45; Mazhab Maliki dalam Al-Fawakih Ad-Dawani 8/191; Mazhab Hambali

​B. HARAM SEMIR WARNA HITAM DENGAN TUJUAN PENIPUAN​
Ulama sepakat atas haramnya menyemir rambut dengan tujuan menipu. Seperti seorang lelaki tua menyemir rambut saat hendak menikah agar disangka masih muda oleh wanita yang akan dinikahinya. Ini juga berlaku bagi wanita yang menyemir rambut dengan tujuan agar dikira masih muda oleh lelaki yang akan menikahinya. Rerensi lihat: Mazhab Hanafi dalam Al-Fatawa Al-Hindiyah 44/45; Mazhab Maliki dlam Al-Fawakih Ad-Dawani 8/191; Mazhab Hambali dalam Matolib Ulin Nuha 1/195.

​C. MAKRUH SEMIR RAMBUT WARNA HITAM DENGAN TUJUAN BUKAN PENIPUAN​
Mayoritas ulama mazhab empat berpendapat makruh mengecat rambut uban dengan warna hitam dengan tujuan bukan penipuan (kalau penipuan haram). Ini adalah pendapat mazhab Hanafi, Maliki, dan sebagian ulama Syafi’i (sebagian lain mengharamkan), dan Hambali. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk 1/294 menjelaskan perbedaan ulama mazhab Syafi’i dalam soal ini:

اتفقوا على ذم خضاب الرأس أو اللحية بالسَّواد، ثم قال الغزالي في الإحياء، والبغوى في التهذيب، وآخرون من الأصحاب، هو مكروه، وظاهر عباراتهم: أنه كراهة تنـزيه

Artinya: Ulama Syafi’iyah sepakat mencela semir rambut kepala atau jenggot dengan warna hitam. (Tapi) Al-Ghazali berkata dalam Ihya Ulumiddin dan Al-Baghawi dalam At-Tahdzib dan ulama Syafi’i yang lain bahwa hukumnya makruh tanzih.

Pendapat mazhab lain lihat: Mazhab Hanafi dalam Hasyiyah Ibnu Abidin 6/422; Mazhab Maliki dalam Al-Istidzkar 8/439; Mazhab Hambali dalam As-Syarhul Kabir 1/133.

​D. SEMIR RAMBUT WARNA HITAM BOLEH​
Sebagian ulama non-mazhab menyatakan bahwa semir rambuat warna hitam hukumnya boleh sebagaimana dikutip oleh Yusuf Qardhawi di atas.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Darah Haidh


Assalaamu’alaikum wrwb ustadz/ah ..saya bingung ini termasuk darah apa.. Sepertinya lagi gangguan hormon (note:menggunakan KB spiral).
Awal bulan sudah haid 4 hari cuma flek saja ( yg biasanya sampe 7 hari dan ada yg derasnya).
Tapi sekarang (tgl 21) keluar flek lagi..
Apa saya harus batalkan shaum saya? Dan masih wajib sholat tidak ya?
Terima kasih.
(Member A13)

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Batasan masa haid, biasanya memang menjadi persoalan tersendiri bagi wanita, karena ini berhubungan dengan darah istihadhah. Jika melewati batasan ini, maka akan dianggap darah penyakit.

Tidak ada batasan waktu yang pasti, baik batasan minimal atau maksimalnya

​Ada ulama yg mempertegas memberikan, yaitu:​

Batasan minimal haid adalah 24 jam dan maksimalnya 15 hari. Umumnya wanita siklus haid 6-7 hari. Untuk dihukumi haid, ia harus berusia minimal 9 tahun dan darah keluar bisa secara terus menerus atau terputus-putus dalam rentang waktu itu. Jika darah keluar kurang dari 24 jam dan lebih dari 15 hari, maka bukan dihukumi darah haid melainkan darah istihadhah.

Hitungan ini memang sebenarnya mudah, makanya jika muslimah haid lebih dari maksimal haidnya, maka lebih afdolnya memeriksakan kepada tenaga kesehatan untuk memastikan apakah itu darah haid atau istihadhah, apalagi sudah melewati masa 15 hari.

Untuk mengecek apakah darah tersebut sudah suci atau belum bisa dengan cara mudah, yakni tempelkan tisu atau kapas bersih, atau pembalut di kemaluan wanita. Apabila masih ada bercak darah, maka harus dipastikan terlebih dahulu apakah itu darah haid (jika belum melebihi masa kebiasaan haid), atau darah penyakit, jika lebih dari 15 hari.

​Jika haid tidak teratur, bagaimana cara menetapkan batas sucinya?​

Siklus wanita haid memanglah tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan dalam sebulan ada 28-31 hari dengan siklus 1-15 hari dan rata-rata 6-7 hari waktu haid. Karena hal demikian, tentu masa suci (tanggal dan masanya) tiap wanita berbeda-beda dan bisa berubah-ubah.

Bila wanita yang haid mulai ragu-ragu, maka hendaklah menetapkan mana yang pasti. Berpegangan pada apa yang diyakini, bukan yang membuat ragu saat menetapkan masa suci.

Dalam kaidah fiqh menyebutkan sesuatu yang yakin (pasti), tidak dapat dihilangkan dengan sesuatu yang meragukan.

Untuk kasus ukhty tsb, dari masanya mencirikan haid. Apalagi kalau darahnya tidak merah segar.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA