Bagaimana Memuliakan Ortu & Mertua


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah …. Bagaimana cara memuliakan orang tua sedangkan sang anak sudah tinggal jauh dari orang tua nya, Apa kah memuliakan mertua termasuk memuliakan orang tua ,seperti memuliakan orang tua sendiri???
Bagaimana cara memuliakan orang tua???
🅰3⃣3⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Ukhty kondisi zaman sekarang seharusnya jarak bukan lagi masalah, alat komunikasi sekarang sudah canggih dan bisa video call, alat transportasipun sudah menjangkau ke pelosok. Sehingga apa bila ortu jauh, dalam rangka memuliakannya kita bisa melakukan hal-hal berikut , diantaranya:

1. Memberi perhatian dengan menyapanya setiap hari dengan SMS, telpon atau video call.
2. Mendoa kan setiap habis sholat. Doa untuk orangtua :
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” [Al-Israa’ : 23-24] 3. Mengirimkan hadiah atau dana untuk keperluan ortu.
4. Menjalin hubungan dengan kerabat ortu.
5. Mengunjungi ortu disaat ada kelapangan waktu dan dana.

Memuliakan mertua hakekatnya juga sama seperti memuliakan orang tua sendiri karena setelah kita menikah orang tua suami otomatis jadi orang tua kita, dalam wasiat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Muadz bin Jabal Radhiyallahu anhu :

وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ (رواه الترمذي)

“Pergaulilah orang dengan akhlak yang baik”. [HR.Tirmidzi]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.”
Qs. Al-Isro : 7.

Di hadits juga di jelaskan berbuat baik kepada ortu merupakan amal yang utama,
Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9] ,

Jadi saat kita baik kepada mertua ,maka apa yang kita lakukan membuat suami senang, sehingga suamipun akan melakukan kebaikan yang serupa buat ortu kita.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Pakaian yang Baik untuk Muslimah

Assalamu’alaikum ustadz/ah….
Saya ingin bertanya seputar ketentuan baju yg hrs dikenakan oleh seorang muslimah? .., syukron.., 🅰2⃣8⃣.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang sudah memberikan banyak nikmat dan anugerah Nya, semoga Allah senantiasa memberi kesempatan untuk kita belajar Islam dan kemauan serta kekuatan untuk mengamalkan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu diantaranya berpakaian yang islami.

🌸 Sebagai seorang muslimah tentunya tidak sama di dalam berpakaian dengan mereka yang non muslim atau wanita pada umum nya. Allah Swt, dalam firman-ya:

يبَنِيْ~ ادَمَ قَدْاَنْزَلْنَاعَلَيْكُمْ لِبَاثًايُوَارِيْ سَوْاتِكُمْ وَرِيْشًاوَلِبَاسُ التَّقْوى

ذلِكَ خَيْرٌ طْذلِكَ مِنْاايتِ الله لَعَلَّهُمْ يَذَّكَُّرُوْنَ ﴿ الأءاف : ٢٦﴾

“Wahai anak Adam! Susungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagaimu tetapi takwa itulah yang lebih baik.  Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalui ingat.” (Q.S. Al-A’raf:26)

Kriteria yang wajib dipenuhi oleh Muslimah dalam berpakaian . Didalam kitab Fiqh Wanita, karangan Ibrahim Muhammad Al-Jamal adalah :
1⃣ Menutupi seluruh badan selain wajah dan kedua telapak tangan.

“Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjukkan kepada muka dan telapak tangan hingga peregelangannya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Aisyah)

2⃣ Tidak ketat sehingga masih menampakkan bentuk tubuh yang ditutupinya.

3⃣ Tidak tipis temaram sehingga warna kulit masih bisa dilihat.

4⃣ Tidak menyerupai pakaian laki-laki
“Nabi SAW melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu dawud dan Nasa’I)

5⃣ Tidak berwarna mencolok sehingga menarik perhatian orang

6⃣ Tidak menyerupai pakaian wanita kafir, di hadits dikatakan, “ Siapa saja yang meniru-niru perbuatan suatu kaum, berarti dia telah menjadi pengikutnya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

7⃣ Dipakai bukan dengan maksud memamerkannya atau sombong.

Selain kriteria di atas, perlu diingat bahwa pemakaian kerudung harus sampai menutup dada.
Hal ini disebutkan secara gamblang dalam surat An-Nuur : 31,

“… dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.”

Di ayat lain Allah berfirman :
“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang bagus setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A`râaf, (7):31).

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Serba Serbi


Assalamu’alaikum Ustadz/ah..
1. Jika saudara laki2 atau ayah kita murtad, bagaimana hukum mengenai aurat di hadapannya? Apakah tetap sama, atau akan dikenakan seperti bukan mahrom?

2. Afwan sy mau brtanya mewakili pertanyaan teman: Hukum mencatok rambut dengan tujuan ingin merapikan rambut saja dan tidak bertujuan untuk dilihat oleh orang lain hukumnya haram atau tidak?
Jazakumullah Ustadzah
Pertanyaan dari A03

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

1. Allah Ta’ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 31, yang artinya,

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka.”

Mahram adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan dan pernikahan.
Tidak berubah karena murtad.

2. Hukum meluruskan rambut atau catok sangat terkait dengan konteksnya, namun hukum asalnya mubah (dibolehkan).

Jika tujuan dan dampaknya negatif maka hukumnya haram.
Sebaliknya, jika tujuan dan dampaknya positif maka dibolehkan, bahkan dianjurkan,

Jadi dibolehkan
– jika tujuannya untuk merawat tubuh dan menjaga keindahan bukan untuk maksiat atau agar dilihat
– obat yang digunakan harus halal.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Kwitansi Palsu..


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Ada guru yg kerja di yayasan pribadi milik seseorang, sekolah ngadain acara yg dpt uang dr yayasan, lalu guru2nya irit2 cari harga murah supaya​ dpt sisa lalu dimasukkan kas guru, lah di akhir laporan dibikin kwitansi palsu utk uang sisa itu. Alasannya cari sisa uang kegiatan untuk ngisi kas guru :
1. Setiap kegiatan yg berhub dg sekolah atau yayasan tdk ada uang transport atau makan utk guru2, katanya akan dimasukkan ke gaji tapi ternyata tdk ada jd pakai uang kas
2. Utk fasilitas sekolah pakai uang guru karena​ dr yayasan uang gak turun
3. Beli seragam guru yg baru dikasih yayasan 3 atau 5tahunan.
Intinya dana dr yayasan susah turunnya walaupn yg dilakukan guru2 utk kemajuan sekolah

Apakah yg mereka lakukan benar ? Minta dalilnya ya, terima kasih
dari member A01

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Bismillah wal Hamdulillah…

Terlepas dari yayasan tersebut yg nampaknya bakhil dan zalim, tetaplah jangan dibalas dengan kezaliman juga ..

Membuat kwitansi palsu jelas terlarang.

Itu adalah Al Ghisy (menipu), berbohong, dan termasuk memakan harta secara batil. Dan ini jelas keharamannya dan keras ancamannya.

Ibrahim Al Harbi Rahimahullah berkata:

فَالغِشُّ أَنْ يُظْهِرَ شَيْئَاً وَيُخْفِىَ خَلاَفَهُ أَوْ يَقُولَ قَوْلاً ويَخْفِىَ خِلاَفَهُ فَذَلَكَ الغِشُّ

Maka, Al Ghisy adalah menampakkan sesuatu dan menyembunyikan sesuatu yang berbeda dengannya, atau mengatakan perkataan dan menyembunyikan yang berbeda dengannya. Itulah Al Ghiys. (Gharibul Hadits, 2/658)

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (29) وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا (30

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil,kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. dan Barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, Maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. An Nisa: 29-30)

Nabi ﷺ bersabda:

ومن غشنا فليس منا

Dan barang siapa yang menipu kami maka dia bukan golongan kami.(HR. Muslim No. 101)
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

logo manis4

Mengelola Dana Umat

Pertanyaan

Assalamuallaikum wr wb ustadz/ah…
1. Saya mau tanya hukum memotong tabungan 5% dari wali murid haram apa tidak? Sedangkan itu sdh sepakat dari awal. Kalau mau nabung potongannya 5%.

2. Bagaimana hukumnya kita sebagai rakyat menikmati fasilitas pemerintah yg di biayai oleh pajak..? Pajak jg dr macam2 usaha, spt ada usaha pabrik minuman keras, perusahaan makanan yg belum ada label halal, dll.

Jawaban

Oleh: Ustadz Rikza Maulan Lc. M.Ag

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

1. Seharusnya tidak boleh tabungan dipotong 5% oleh guru/ sekolah kecuali apabila jelas keperluannya dan atas persetujuan kedua belah pihak. Misalnya utk keperluan wisuda, buku, dsb. Adapun jika tdk ada keperluan yang jelas, maka tidak boleh, krn berarti mengambil hak orang lain secara bathil.

2. Hukum asalnya adalah bahwa pemerintah wajib memberikan layanan kepada masyarakat secara maksimal dan baik. Dan kewajiban masyarakat adalah membayar pajak, dan kewajiban2 lainnya. Adapun dalam hal terdapat pajak yg digunakan utk layanan namun dan ada yg bersumber dari yg tidak halal, maka hukum asalnya tetap boleh selama pajak yg bersumber dari yg halalnya masih mayoritas. Dalam kaidah disebutkan
للأكثر حكم الكل

Hukum digeneralisir bagi yang terbanyak. Terlebih urusan pelayanan menjadi kewajiban pemerintah. Seharusnya pemerintah bisa memilahkan pendapatan negara yg halal dan yang non halal, agar memberikan kenyamanan bagi masyarakat muslim.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Bapakku Masih Non Muslim..


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Bagaimana hukum nya bila seorang anak perempuan muslim yg mempunyai bapak yg non muslim, apakah binti nya tetap memakai nama bapak ataukah memakai nama ibu
Dan bagaimana jika nanti si anak akan menikah
Krn sang bapak non muslim, siapa nanti yg akan menikah kan
Jika ada si anak di lamar oleh seseorang.. apakah si bapak yg non muslim itu turut ber peran?
Dan bagaimana bila si anak menikah.. waktu akad, bapak kandung yg non muslim ini di mana posisi nya

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal Hamdulillah …

Penyandaran nasab mesti ke ayah kandungnya yg sah, walau dia non muslim.

Sebagaimana dulu Zaid bin Haritsah, anak angkat Nabi ​Shallallahu’Alaihi wa Sallam​ dipanggil menjadi Zaid bin Muhammad.

Lalu turunlah ayat yg meluruskan itu:

ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَٰكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah. (Qs. Al-Ahzab: 5)

Untuk wali nikah, syarat sahnya adalah muslim. Maka, ayahnya tidak boleh menjadi wali. Tp ayahnya tentu bisa diposisikan sebagai sesepuh keluarga.

Maka, boleh diwalikan oleh pamannya yg muslim, kalau tidak ada maka saudara kandungnya yg muslim, kalau tidak ada maka wali hakim, yaitu wali yg ditunjuk oleh negara.

Ini sesuai hadits Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​:

السلطان ولي من لا ولي لها

​Sultan (negara) adalah wali bagi wanita yang tidak mempunyai wali.​ (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, dll. Hasan)
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Membaca Al Qur'an sambil Berbaring​


Boleh membaca Al Qur’an atau berdzikir baik duduk, berdiri, atau berbaring ..

Berdasarkan ayat berikut:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Qs. Ali ‘Imran: 191)

Imam An Nawawi ​Rahimahullah​ berkata tentang hadits yang ditanyakan:

فيه جواز قراءة القرآن مضطجعا ومتكئاً

​Pada hadits ini menunjukkan bolehnya membaca Al Qur’an secara berbaring dan bersandar.​ ​( ​Al Minhaj Syarh Shahih Muslim​ 3/211)​

Syaikh Shalih Al Fauzan menjelaskan:

قراءة القرآن من المضطجع لا بأس بها سواء كان مضطجعًا على السرير أو على الأرض . لا بأس بذلك فيتلو الإنسان القرآن على أي حال كان . قائمًا أو قاعدًا أو مضطجعًا

Membaca Al Qur’an bagi orang yang berbaring di atas kasur atau lantai tidak apa-apa. Tidak masalah manusia membaca Al Qur’an dalam posisi bagaimana pun. Berdiri, duduk, dan berbaring. ​( ​Al Muntaqa min Fatawa Al Fauzan​)​

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid ​Hafizhahullah​ menjelaskan:

لا حرج في قراءة القرآن من المصحف والإنسان مستلقي .

​Tidak apa-apa membaca Al Qur’an dari mushaf dan orang itu sambil berbaring.​ ​( ​Al Islam Su’aal wa Jawaab​ no. 124757)​

Demikian. Wallahu a’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Haruskah di Rayakan???


Assalamualaikum wr wb ustadz…. minta penjelasannya tentang :
1. hukum perayaan ulang tahun
2. hukum perayaan hari jadi pernikahan.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Hukum merayakan milad.
Dalam hal ini, para ulama kontemporer berbeda pendapat.

📌 Pertama. HARAM.
Alasannya ini merupakan budaya kafir yg dilarang untuk diikuti. Jika diikuti maka tasyabbuh bil kuffar (menyerupai orang kafir). Apa pun cara dan wujudnya, maka tdk boleh, baik hari ultah manusia, lembaga, ormas, bahkan negara. Sehingga, jika yg pokoknya tidak boleh maka turunannya jg demikian, termasuk mengucapkan selamat, walau sdh dimodiv dengan doa-doa kebaikan. Bagi mereka itu merupakan mencampurkan haq dan batil.

Alasan lain karena Nabi, para sahabat, para imam madzhab tdk pernah menyontohkan bahkan tidak pernah membahasnya.

Ini dianut sebagian ulama Arab Saudi, dan yg mengikutinya, dan juga kelompok salafi.

📌 Kedua, BOLEH, dengan syarat. Mereka menolak cara pendalilan golongan pertama. Ini pendapat sebagian ulama Arab Saudi juga seperti Syaikh Salman Al Audah, atau Mufti Qathar seperti Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, dan lainnya.

Bagi mereka ini masalah duniawi, tidak terkait ibadah, yg hukum asalnya adalah mubah, kecuali ada dalil khusus yg melarang. Bagi mereka tidak ada dalil khusus yg melarangnya.
Lalu, alasan lainnya ayat:
wa basysyarnaahu bighulaamin haliim .. dan kami berikan kabar gembira kepada Ibrahim atas lahirnya anak yang penyabar.

Ayat ini menunjukkan bolehnya bergembira dengan kelahiran, dan tentunya berlaku juga dengan mengingat hari kelahiran.

Lalu, Nabi pernah ditanya tentang puasa hari senin, Beliau menjawab: itulah hari aku dilahirkan. (Hr. Muslim)

Jd, ini menunjukkan bolehnya mengingat hari kelahiran. Kalau pun, ini berasal dr Barat, mrk menganggap tidak apa-apa mengambil istilah dari luar Islam, tp isinya diganti dgn cara Islam. Hal ini pernah nabi lakukan, yaitu ketika nabi mengubah makna RUHBANIYAH/kependetaan yg telah dicela Allah dlm Al Quran. Jadi, walau istilah ini buruk, akhirnya oleh nabi istilah ini dipakai dgn isi yang diubah, sabdanya:
ar ruhbaniyatu fi ummati al jihad fisabilillah, kependetaan umatku adalah jihad fisabilillah.

Tp mereka memberi syarat: tidak boleh ada maksiat di dalamnya, meninggalkan yang wajib, hura-hura (nyanyi2), pemborosan, ikhtilat, tiup lilin, dan kejelekan lainnya.

Kalau isinya adalah mauizhah hasanah, atau hanya ucapan tahniah dan doa saja agar hidupnya berkah, sehat, dan semisalnya, tidak apa apa bagi mereka.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Suami yang Mencari-cari Kesalahan Istri


Assalamu’alaikum ustadz/ah.. mau tanya dalam surat annisa, 34 disebutkan bahwa seorang suami tidak boleh mencari-cari kesalahan seorang istri yang sudah berusaha tuk menjadi istri solehah, apa hukuman dari Allah bagi suami yang selalu mencari kesalahan istrinya walau si istri sudah menjelaskan bahwa itu hanya prasangka saja dari suami dan terus berusaha menyakiti hati sang istri, kemudian langkah apa yang harus dilakukan oleh istri menghadapi sikap suami yang seperti itu? Jazakillah khoir ustd/ah

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Dalam suatu hadits riwayat al Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasalam melarang laki-laki yang bepergian dalam waktu yang lama, pulang menemui keluarganya di waktu malam. Hal itu karena dikhawatirkan laki-laki tersebut akan mendapati berbagai kekurangan dan cela istrinya. Dan barangsiapa mencari-cari aib saudara sesama muslim, Allah akan mencari-cari aibnya. Barangsiapa dicari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walaupun dia berada di ruang tersembunyi dalam rumahnya.

Dan ingatlah sabda Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam,

لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

“Janganlah seorang suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya.” (HR Muslim)

“dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina,padahal mereka tidak mempunyai saksi saksi selain diri mereka sendiri,maka kesaksian satu orang dari mereka adalah bersumpah empat kalli dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang benar (dalam tuduhannya)  dan kelima kalinya (ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinya jika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta.” (QS.An-Nuur, 24:6-7)

Ayat tersebut memberi ketentuan untuk melindungi istri dari tuduhan suami. Karena tuduhan itu dapat merusak kehormatan dan harga diri istri. Oleh karena itu,perlu dilakukan pengaturan ketat agar suami tidak sembarangan menuduh istrinya berzina tanpa bukti yang dipertanggung jawabkan menurut syariat Islam.

Dari mu’awiyah Al-Qusrayiri,ia berkata:”saya pernah datang kepada Rosulullah saw.’ Ia berkata lagi:’saya lalu bertanya:’Ya Rosulullah,apa saja yang engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri-istri kami? ’Beliau bersabda:’…janganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka.’” (HR Abu Dawud)

Nabi saw melarang para suami menjelek jelekan atau merendahkan martabat istri. Suami dilarang menggunakan kata yang bernada merendahkandan menghina martabat istri baik di hadapannya maupun dihadapan orang lain. Walaupun istri berasal dari keluarga yang lebih rendah status ekonominya dibanding dirinya.

Hendaknya seorang suami bersabar dan menahan diri dari kekurangan yang ada pada istrinya, juga ketika istri tidak melaksanakan kewajibannya dangan benar. RasulullahShalallahu’alaihi wasalam bersabda,

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ

“Bersikap baiklah kepada para istri. Karena mereka tercipta dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atas. Jika kamu hendak meluruskannya niscaya kamu akan mematahkannya. Dan jika kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Maka bersikap baiklah kepada para istri.” (Muttafaqun’alaih)

Hadits ini memiliki pelajaran yang sangat agung, diantaranya; meluruskan bengkoknya istri harus dengan lembut sehingga tidak mematahkannya, namun juga tidak dibiarkan saya karena jika dibiarkan dia tetap bengkok. Apalagi jika bengkoknya itu bisa menjalar menjadi kemaksiatan atau kemungkaran.

Usahakan berkomunikasi dengan lembut dan penuh kesabaran pada suami.
Biasanya, masalah banyak muncul karena masalah komunikasi.

Wallahu a’lam.

Puasa Ayyamul Bidh


Assalamualaikum wr wb.Ustadz/ustadzah…,
Mohon penjelasan dari materi di bawah ini yang saya dapat dari group sebelah…,
Apa hadistnya, apa manfaatnya selain yang di sebutkan di bawah ini?
Terima kasih
Wassalamualaikum wr wb.

​Jangan Lupa Besok Puasa Tiga Hari..​

​Disunnahkan puasa tiga hari setiap bulan, yaitu setiap tanggal 13, 14 dan 15 bulan-bulan Hijriyyah.​

​Namanya puasa Ayyaamul Bidl atau hari-hari terang ketika Bulan Purnama.​

​Niatnya, puasa sunnah Ayyaamul Bidl.​

​Keutamaannya banyak, diantaranya sebagai bekal akhirat, seperti puasa sebulan [kalau dikerjakan rutin setiap bulan, seperti puasa setahun] dan baik untuk kesehatan..​

​Diantara Dalil-Dalilnya:​

​Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam berwasiat kepada tiga orang Sahabat Beliau supaya puasa tiga hari setiap bulan, yaitu; Abu Hurairah, Abu Darda’ dan Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhum.​
​[HR. Bukhari, Muslim, dll]​

​Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda kepada Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘Anhuma,​
​”Dan berpuasalah tiga hari pada setiap bulan.​ ​Karena sesungguhnya kebaikan itu akan (dilipatkan) dengan sepuluh (kali) lipat.​ ​Oleh karenanya engkau seolah-olah berpuasa selama sebulan penuh.”​
​[HR. Bukhari dan Muslim]​

​Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda kepada Sahabat Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu​ ​tentang pelaksanaannya:​
​“Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam setiap bulannya maka berpuasalah pada (tanggal) 13, 14 dan 15 (maksudnya bulan hijriyyah).”​
​[HR. Tirmidzi dengan sanad hasan].​

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🌻☘Puasa Ayyamul Bidh (Tgl 13,14,15 tiap bulannya di bulan-bulan Hijriyah)☘🌻

💦💥💦💥💦💥💦

Ayyamul bidh artinya hari-hari yang putih terang, karena saat itu hari di waktu bulan sedang purnama. Ini juga hari-hari istimewa dalam Islam.

1⃣ Saat itu dianjurkan bagi kita untuk berpuasa

Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Kekasihku (Nabi) Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berwasiat kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dua rakaat ketika Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.(HR. Bukhari No. 1981, Muslim No. 721. Lafaz ini adalah milik Bukhari)

Kapankah tiga hari itu? Dari Abu Dzar Al Ghifari Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَصُومَ مِنْ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ الْبِيضَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk berpuasa dalam satu bulannya sebanyak tiga hari, ayyamul bidh: tanggal 13, 14, dan 15.

(HR. An Nasa’i No. 2422, 2423, lihat juga dalam As Sunan Al Kubranya An Nasa’i No. 2730, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 3848, Ibnu Hibban No. 943, lihat Mawarid Azh Zham’an. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ No.673)

2⃣ Nilai puasanya jika dilakukan tiap bulan sama seperti puasa Ad Dahr (sepanjang tahun)

Dari Jarir bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Beliau bersabda:

صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ وَأَيَّامُ الْبِيضِ صَبِيحَةَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Berpuasa tiga hari setiap bulannya, adalah puasa sepanjang tahun, dan hari ayyamul bidh yang terang benderang itu adalah pada hari 13, 14, dan 15. (HR. An Nasa’i No. 2420. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam At Ta’liq Ar Raghib, 2/84)

Wallahu a’lam.