PENYAKIT AIN

Ustadz Menjawab
Ahad, 15 Oktober 2016
Ustadzah Rochma Yulikha

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
afwan saya mau nanya, bagaimana penjelasan tentang penyakit ain?
benarkah kalo ada yang mengagumi kita bisa menyebabkan terkena penyakit tsb? kemudian bgaimana kita mencgah dah mengobatinya???
Dan apa benar bisa melalui foto yg d upload d medsos?

A39

Jawaban
——-

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Dari Ibnu Abbas
rodhiyallohu anhu, Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Ain (mata jahat) itu benar-benar adanya, jika seandainya ada sesuatu yang mendahului qodar,maka akan didahului oleh ain.Apabila kamu diminta untuk mandi maka mandilah. (hadist riwayat Muslim)

Penyakit ‘Ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata,yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya.

Dari Amir bin Robi’ah rodhiyallohu anhu :

Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

‘Ain dapat terjadi meskipun tanpa kesengajaan pelakunya

Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat. Sahabat-sahabat kami dari kalangan ahli fiqh menyatakan, :Sesungguhnya bila diketahui ada orang yang melakukan hal itu, maka penguasa kaum muslimin harus memenjarakannya, lalu dipenuhi seluruh kebutuhannya hingga akhir hayat.”

Namun terkadang pengaruh buruk ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shollallohu alaihi wa sallam, padahal hati mereka terkenal bersih,tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ain ini dapat terjadi diantara mereka.

Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, dia berkata bahwa Amir bin Robi’ah melihat Sahl bin Hunaif sedang mandi, lalu berkatalah Amir : ‘Aku tidak pernah melihat (pemandangan) seperti hari ini, dan tidak pernah kulihat kulit yang tersimpan sebagus ini” Maka terpelantinglah Sahl. Kemudian Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam mendatangi Amir. Dengan marah beliau berkata :”Atas dasar apa kalian mau membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan (kepada yang kau lihat)? Mandilah untuknya!Maka Amir mandi dengan menggunakan suatu wadah air, dia mencuci wajahnya,dua tangan,kedua siku,kedua lutut,ujung-ujung kakinya,dan bagian dalam sarungnya. Kemudian air bekas mandinya itu dituangkan kepada Sahl, lantas dia sadar dan berlalulah bersama manusia. (HR Malik dalam Al-Muwaththo 2/938, Ibnu Majah 3509, dishahihkan oleh Ibnu Hibban 1424. Sanadnya shohih,para perawinya terpercaya,lihad Zadul Ma’ad tahqiq Syu’aib al-Arnauth dan Abdul Qodir al-Arnauth 4/150 cetakan tahun 1424 H)

Wallahu a’lam.

Akhwat Shalat Jum’at?

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Ida Faridah
15-Oktober-2016
=====================

Assalamualaikum. Mau nanya. Jika akhwat melakukan shalat jumat apakah harus juga melakukan shalat dhuhur? Syukron

MFT A05
===========

Jawaban
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sholat jum’at adalah sholat fardu dua raka’at yang dilakukan pada hari jum’at diwaktu dzuhur sesudah dua khotbah.

Sholat jum’at merupakan fardhu ain (kewajiban pribadi) bagi setiap muslim kecuali wanita dan musyafir. Dalil wajibnya sholat jum’at terdapat dalam a-Qur’an surat al-jumu’ah ayat 9, hadist Nabi saw dan ijmak ulama.

Karna yang wajib sholat jum’at adalah laki-laki maka perempuan tidak wajib sholat jum’at, adapun jika perempuan melaksanakan sholat jum’at hukumnya boleh dan tidak usah sholat dzuhur lg

والله اعلم بالصواب

KISAH PENANGGGALAN

Ustadz Menjawab
Sabtu, 15 Oktober 2016
Ustadzah Novria Flaherti, S.si

KISAH PENANGGGALAN

Assalamu’alaikum wr.wb. afw ukht.  sekiranya prtanyaan saya ini agak lancang saya berlindung kpd Allah SWT  dan memohon ampun kepada-Nya krn ktrbatasan ilmu saya, dan di sisi lain kita juga diwajibkan utk brtanya kpd ahli ilmu ttg suatu hal yg kita tdk mengetahuinya agar tdk trjerumus dlm kesesatan krn ktidaktahuan kita. prtanyaan saya, bagaimana bisa pd zaman nabi Musa As sdh diketahui 10 muharram beliau brpuasa pdhl penanggalan hijriyah baru di mulai sejak hijrahnya nabi Muhammad SAW ke Madinah dari Mekkah. dan penanggalan itu juga baru di buat pd zaman khalifah Umar bin Khattab RA. mohon diberi penjelasan yg disertai dalil yg kuat agar kami masyarakat yg awam akan ilmu agama dpt memahamu dgn sebenar2nya. syukron wa jazakillah khairon katsiran 😊

Jawaban :
————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Memang benar bahwa bahwa penetapan kalender hijriah dibuat pada masa khalifah Umar bin Khatab.

Khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun di mana hijrahnya Nabi Muhammad dari
Mekkah ke Madinah.

Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622.

Sistem penanggalan sdh ada sejak awalnya manusia dibumi, Allah menciptakan manusia dilengkapi dgn Akal dan fikiran. Diciptakannya matahari dan bulan, melainkan terdapat tanda2 kebesarannya bagi orang2 yang berfikir

Bukti sistem penaggalan berdasarkan bulan/lunar/hijriah sudah ada semenjak dulu berdasarkan dalil dibawah ini:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram…”
(At Taubah, 9 : 38)

Dalam satu riwayat dikatakan bahwa sistem kalender yang lunar atau hijriah atau yg menggunakan acuan bulan sudah dipakai sejak adanya nabi Ibrohim, sejak adanya perintah berhaji dan qurban

Berdasarkan dalil dibawah ini:

“Orang-orang bertanya kepadamu tentang hilal. Wahai Muhammad katakanlah: “Hilal itu adalah tanda waktu untuk kepentingan manusia dan badi haji.” (QS. Al-Baqarah: 189)

Sebelum penanggalan hijriyah ditetapkan, masyarakat Arab dahulu menjadikan peristiwa-peristiwa besar sebagai acuan tahun. Tahun renovasi Ka’bah misalnya, karena pada tahun tersebut, Ka’bah direnovasi ulang akibat banjir. Tahun fijar, karena saat itu terjadi perang fijar. Tahun fiil (gajah), karena saat itu terjadi penyerbuan Ka’bah oleh pasukan bergajah. Oleh karena itu kita mengenal tahun kelahiran Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dengan istilah tahun fiil/tahun gajah.

Terkadang mereka juga menggunakan tahun kematian seorang tokoh sebagai patokan, misal 7 tahun sepeninggal Ka’ab bin Luai.” Untuk acuan bulan, mereka menggunakan sistem bulan qomariyah (penetapan awal bulan berdasarkan fase-fase bulan)

Inilah bukti-bukti bahwa sistem penanggalan baik mengacu kepada matahari atau bulan sudah lama adanya, bahkan sebelum adanya Islam masuk ke bangsa Arab..

Allahu ‘Alam bisshowab

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Agar Tidak Malas Shalat

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Novria
14 Oktober 2016
=====================

السلام عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saya nayla dari baubau…mau tanya bagaimana caranya biar ga malas sholat. Trus usia kayak saya 11 tahun keluar rumah wajib pake jilbab kah? trimakasih kak

Nayla, grup 03

=============
Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sholat terutama sholat 5 waktu merupakan kewajiban manusia terhadap Tuhanya. Sholat merupakan landasan pokok dan merupakan aktualisasi makna iman yang bersemayam didalam hati. Sholat juga merupakan perwujudan nyata dari keimanan kepada yang ghaib. Sholat juga merupakan bukti penyembahan seorang hamba kepada penciptanya. Dalam hal ini Allah SWT berfirman dalam surat Adz-Dzariat ayat 56:

.ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍﻟْﺈِﻧْﺲَ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan untuk menyembah kepadaku”. [Adz
Dzariyat [51] : 56].

selain itu shalat juga dijadikan pembeda antara seorang muslim dan orang kafir. Banyak hadits shahih meriwayatkan begitu pentingnya solat bagi seorang hamba, diantaranya ;

 “Batas antara hamba dan kekufuran adalah sholat” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).

“Batas antara seseorang dan kemusyrikan adalak sholat” (HR Muslim)

“Ikatan antara mereka dan kita adalah sholat, barang siapa meninggalkannya maka ia telah kafir” (HR Tirmidzi dan Nasa’i).

Hadist-hadist diatas bermakna seorang bisa dikatakan muslim apabila ia sudah mendirikan sholat, dan seorang dikatakan kafir apabila ia tidak melaksanakan sholat. Solat menjadi pembeda antar seorang muslim dgn orang kafir.

Ada banyak cara agar tidak malas melaksanakan solat, beberapa diantaranya;

1. Jadikan sholat sebagai kebutuhan bukan sekedar kewajiban

Sholat bukan hanya dijadikan sebagai kewajiban saja,tetapi hendaknya juga dijadikan sebagai kebutuhan. karena jika sholat hanya dijadikan sebagai kewajiban, hal inilah yang bisa menjadi beban. Dan apabila kita bisa menjadikanya sebagai kebutuhan maka akan terasa ringan.

2. Jangan Menunda sholat

Selain pahala sholat yang berkurang. Menunda sholat juga dapat menambah rasa malas. Hal inilah yang biasa dilakukan syetan untuk membujuk dan menggoda manusia. awalnya syetan hanya membujuk untuk menunda, lalu syetan akan mengalihkan pikiran manusia agar lupa terhadap sholatnya misalnya tidur.

3. Perbanyak Mengingat Allah/Dzikir

Dzikir/mengingat Allah akan menghidupkan hati sedangkan hati yang hidup akan selalu dekat dengan Tuhannya. Tidak berdzikir atau tidak mengingat Allah maka akan menyebabkan hati menjadi mati, jika hati kita mati maka syetan akan selalu mengendalikan hidup kita.

4. Mengingat Kematian

Setiap yang bernyawa pasti mati. Dengan mengingat kematian  akan menimbulkan rasa takut kepada Allah

5. Perbanyak mencari ilmu tentang keutamaan sholat

Setiap kita harus mengetahui makna dan hakikat solat, urgensi dari solat yang dilakukan, dan konsekwensi dari meninggalkan solat. Dengan cara menuntut ilmu kita akan mengetahuinya. Ilmu bisa diperoleh dari membaca buku dan menghadiri majelis ilmu.

6. Bergaul dengan orang yang soleh

Bergaul dengan orang sholeh akan memotivasi kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang diperintakan Allah kepada kita.

Rasulullah bersabda:
Janganlah kalian berkumpul, kecuali dengan orangbyang beriman. Jangan sampai ada yang menyantap makananmu, kecuali orang yang bertaqwa (HR Tirmidzi)

7⃣Menjauhkan diri dari orang-orang yang suka berbuat kerusakan/orang yang lalai

Janganlah berteman dengan orang-orang  yang suka berbuat kerusakan atau orang-orang yang lalai dari mengingat Allah.

Apakah usia 11 tahun sudah wajib pake jilbab keluar rumah??

Berdasarkan firman Allah SWT   dalam QS. An-Nur ayat 31, yang artinya:

“Katakanlah kepada wanita-wanita beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan Vernia mereka kecuali yang (biasa) tampak daripadanya“.

Juga dalam QS. Al-Ahzab ayat 59 yang artinya:

 “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka menjulurkan khimarnya (jilbab) ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“.

Nabi saw juga bersabda:

“Ada dua macam golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya: Sekelompok laki-laki yang menggenggam cambuk seperti ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang dan berlenggak lenggok. Dikepalanya ada sesuatu seperti punuk onta. Mereka itu tidak akan masuk surga dan tidak juga mencium baunya surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak yang sangat jauh“. (HR. Muslim)

Perintah hijab diwajibkan bagi wanita yang sudah akil baligh, akil baligh pada anak perempuan ditandai dengan keluarnya darah haid. Tetapi alangkah baiknya pembiasaan menggunakan hijab sejak maka kanak-kanak agar ketika kewajiban telah sampai kepadanya, yaitu telah akil baligh maka berhijab akan menjadi kebiasaan yang mudah untuk dilakukan. Banyak anak perempuan sdh akil baligh pada umur 11 tahun bahkan banyak juga pada umur 10 tahun, jadi umur 11 tahun sdh berkewajiban utk menggunakan hijab keluar rumah, tidak hanya keluar rumah tetapi berhijab dari orang-orang yang bukan muhrim kita, misalnya saudara sepupu.

والله اعلم بالصواب

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

MENOLAK PEMIMPIN ZHALIM

Ustadz Menjawab
Jum’at, 14 Oktober 2016
Ustadz Wido Supraha

MENOLAK PEMIMPIN ZHALIM

“Kafir itu zolim, mari tolak pemimpin zolim.”
Tapi mengapa partai Islam yg harusnya sangat paham tentang ini malah mengusung calon pemimpin dr non-Islam?? Mohon penjelasanya Ustadz.

Jawab :

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Pertanyaan Anda dapat ditanyakan langsung kepada Dewan Syariah dari Struktur Kepengurusan Partai Islam setempat, karena mereka yang lebih memahami sekaligus bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil

Secara umum, setiap keputusan fiqh membutuhkan pemahaman yang utuh terhadap situasi dan kondisi medan peperangan politik yang dihadapi. Keputusah fiqh juga diawali dengan komunikasi dan upaya sinergi sehingga lahir komitmen untuk kebaikan dakwah Islam secara umum di masa jangka panjang.

Berdasarkan seluruh informasi yang didapat, umumnya ahli syari’ah akan menggunakan Ushul Fiqh sebagai metodologi istinbath hukum, dan menimbang-nimbang antara ragam timbangan yang ada, sehingga kemudian memutuskan pilihan yang dianggap terbaik bagi dakwah Islam di wilayahnya setempat.

Saya cukupkan pada jawaban normatif dan umum terhadap pertanyaan ini, dikarenakan ini menyangkut keputusan syar’i yang tentunya pembuat keputusan lebih memahami konteks dan latar belakang keputusannya. Berprasangka baik kepada para ahli syari’at kita dahulukan dalam hal ini. Wallahul musta’an.

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Perbedaan Penanggalan

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Novria
Kamis, 13 Oktober 2016
=====================

السلام عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ana mau bertanya nihh, kan diindonesia nih adaa sperti kelompok islam contohx muhammadiyah, sy mau tanya, biasanya klo muhammadiyah itu idul fitrinya biasaa lebih awal daripda wktu yg ditentukan pmerintah, tapi kan dalam alqur’an ada dijelaskan bahwa patuhi lah pemerintahmu, lantas, bgaimna pndangan kakak😊

MFT ikhwan 02
=============
Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Perbedaan itu terjadi karena acuan dalam menafsirkan metode penentuan awal bulan, yaitu ru’yah dan hisab.

1⃣ Ru’yah adalah kegiatan untuk melihat hilal (penampakan bulan sabit) di ufuk langit sebelah barat sesaat setelah matahari terbenam untuk menentukan permulaan bulan baru. Dalam konteks ini, hilal menempati posisi sentral sebagai penentu bulan baru dalam kalender Hijriah.

Hal ini sebagaimana firman Allah:
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia… (QS. Al Baqarah: 189)

Hilal itu sendiri hanya dapat terlihat setelah proses ijtima’, yaitu proses ketika bulan berada satu kedudukan dalam satu garis dengan  matahari dan bumi. Ketika ijtima’ terjadi, bulan berada di antara bumi dan matahari. Pada saat bulan bergeser dan sebagian permukaannya menerima cahaya matahari yang terlihat berbentuk seperti lengkuk cahaya yang sangat halus, itulah yang dinamakan hilal.

Ru’yah sendiri terdapat perbedaan dalam penentuan irtifa’ (ketinggian) bulan. Satu kelompok berpendapat bahwa hilal dapat dilihat bila irtifa’ nya minimal 2 derajat. Kelompok lainnya menyatakan irtifa’ itu tidak boleh kurang dari 6 derajat. Berdasarkan metode ini, masing-masing kelompok berijtihad dalam penentuan tanggal 1 Syawal.

Berdarkan hadits Rasulullah:
Berpuasalah kamu sekalian karena melihat bulan (awal Ramadhan). Dan berbukalah kamu sekalian karena melihat bulan (Idul Fitri). Bila hilal tertutup awan di atasmu, maka genapkanlah ia menjadi tiga puluh hari. (HR. Muslim)

2⃣ Hisab merupakan proses penetapan awal bulan dengan menggunakan metode ilmu hitung menghitung.

Berdasarkan Firman Allah:
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). {QS. Yunus: 5}

Hisab ini mulai berkembang sejak masa Dinasti Abbasiyah (abad ke-8 M). Sedangkan Ru’yah dapat dipahami melalui prediksi/perkiraan posisi bulan dalam ilmu hisab. Awal dan akhir bulan tidak ditentukan oleh irtifa’ (ketinggian) hilal. Jika menurut ilmu hisab hilal telah tampak, berapa pun ketinggiannya maka hitungan bulan baru sudah masuk.

Demikianlah penjelasan mengapa terjadi perbedaan-perbedaan dalam penetapan bulan baru Hijriah di kalangan umat Islam. Namun kedua hal tersebut memiliki pijakan yang kuat berdasarkan Al Quran dan Hadits. Pilihlah menurut keyakinan berdasarkan nalar dan pengetahuan.

Al-Ustadz Hasan Al-Banna Rahimahullah menjelaskan -setelah Beliau menerangkan sebab-sebab perselisihan fiqih di antara umat Islam:

“Bahwa sebab-sebab itu membuat kita berkeyakinan bahwa upaya penyatuan dalam masalah furu’ adalah pekerjaan mustahil, bahkan bertentangan dengan tabiat agama ini. Allah menghendaki agar agama ini tetap terjaga dan abadi, dan dapat mengiringi kemajuan zaman. Untuk itu agama ini harus muncul dalam warna yang mudah, fleksibel dan lentur, tidak jumud atau keras.” (Majmu’ah Ar Rasa-il, hal. 26)
Dalam Risalah Al-Khamis beliau juga berkata:

“Bahwa perselisihan dalam masalah furu’  merupakan masalah yang mesti terjadi. Hal itu karena dasar-dasar Islam dibangun dari ayat-ayat, hadits-hadits dan amal, yang kadang dipahami beragam oleh banyak pikiran. Karena itu, maka perbedaan pendapat pun tetap terjadi pada masa sahabat dulu. Kini masih terjadi dan akan terus terjadi sampai hari kiamat. Alangkah bijaknya Imam Malik ketika berkata kepada Abu Ja’far, tatkala Ia ingin memaksa semua orang berpegang pada Al-Muwatha’ (himpunan hadits karya Imam Malik), “Ingatlah bahwa para sahabat Rasulullah telah berpencar-pencar di beberapa wilayah. Setiap kaum memiliki ahli ilmu. Maka apabila kamu memaksa mereka dengan satu pendapat, yang akan terjadi adalah fitnah sebagai akibatnya.”

Bukanlah aib dan cela manakala kita berbeda pendapat. Tetapi yang aib dan cela adalah sikap fanatik (ta’ashub) dengan satu pendapat saja dan membatasi ruang lingkup berpikir manusia. Menyikapi khilafiyah seperti inilah yang akan menghimpun hati yang bercerai berai kepada satu pemikiran. Cukuplah manusia itu terhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim adalah muslim, seperti yang dikatakan oleh Zaid radhiallahu ‘anhu. (Ibid, hal. 187)

InsyaAllah perbedaan penetapan idul fitri tidak apa-apa ya, tidak berdosa jika kita mengikuti salah satu ulama yang kita percayai. Yang paling penting bagaimana sikap kita saling menghormati dalam perbedaan tersebut selama tidak bertentangan dengan Qur’an dan Sunnah

والله اعلم بالصواب

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Beruntung Memiliki Istri Sholihah

ISTRI SEDANG HAIDH DIAJAK BERJIMA’

Pertanyaan

Assalamualaikum….. saya mau tanya sama ustadz/ah manis,
Jika istri sedang haidh, kan dlarang berjima, tapi kbutuhan suami intens, sedangkan istri masa haidhnya lama. Pertanyaannya:

1. Bersenang2 dgn dtutup kain yang dmaksud hadits saat istri Rasulullah sedang haidh itu bgmn?

2. Bgmn hukum oral seks? Saya ga paham knp ad yang mbolehkan meski bukan tempatnya? Dan bukankah madzi itu najis & haram bila tertelan?

3. Bgmn jika suami mmakai k*nd*m saat menggauli istri yang haidh?
Terima kasih

Jawaban

Oleh: Ustadzah Yani

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Islam adalah agama yang sempurna. Sempurna syariat-Nya, yang lahir maupun batin. Sebagaimana dalam firman Allah….

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu”
(QS.  Al-Maidah: 3)

Diantara kesempurnaan Islam adalah, adanya aturan dan hukum-hukum bagi wanita yang sedang haid.

Allah Ta’ala berfirman

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid.Katakanlah,’Haid itu adalah suatu kotoran’.Oleh karena itu hendaklah engkau menjauhkan diri dari  wanita di waktu haid,dan janganlah kamu mendekati mereka,sampai mereka suci.Apabila mereka telah suci,maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu”
(QS.  A-Baqarah: 222)

ayat diatas menjelaskan bahwa Allah mengabarkan tentang bahaya nya berhubungan suami istri saat haidh, krna darah yg keluar adalah darah kotor. adapun bahaya yg akan di hadapi jika kita tetap melakukannya,
Berikut ini beberapa alasan ilmiah, tidak diperbolehkannya menggauli istri yang sedang haid:

1. Berisiko lebih tinggi terkena infeksi atau tertular penyakit dibandingkan melakukan hubungan seks di luar masa menstruasi

Saat menstruasi, kondisi leher rahim akan terbuka sehingga memungkinkan darah untuk masuk ke dalamnya. Hal tersebut memudahkan bakteri untuk menuju rongga panggul.

Suami juga lebih mungkin untuk menularkan penyakit HIV dan hepatitis ke pasangan saat kondisi seperti ini karena lebih banyak cairan tubuh/darah.

2. Infeksi jamur dan bakteri
Saat menstruasi, kadar potential Hydrogen (pH) vagina lebih rendah, maka tingkat keasamannya pun berkurang. Kondisi tersebut lebih mungkin untuk infeksi jamur atau bakteri.

Parasit trichomonas vaginalis misalnya berkembang empat kali lipat saat haid dan dapat menyebabkan infeksi saluran kelamin lelaki dan wanita.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa perpindahan parasit ini hanya terjadi melalui hubungan seksual suami istri saat haid dan akibat seks bebas di barat yang tanpa memperdulikan kondisi haid wanita.

3. Tertutupnya kedua saluran rahim yang menyebabkan bisa terjadinya kehamilan di luar rahim atau kemandulan total

Kehamilan di luar rahim sangat bahaya yang berujung kepada kematian wanita hamil.

Infeksi reproduksi lelaki dan wanita yang menjalar ke saluran air kencing, kantung kencing, saluran ginjal dan ginjal yang merupakan organ manusia yang paling sensitif. Infeksi organ ini sangat menyakitkan dan berlangsung lama, di samping akan membawa kepada perkembangan berbagai bahaya yang sulit di obati.

4. Wanita pada masa haid berada dalam kondisi lemah, lemas, depresi, dan sulit berfikir, dan  hal ini menghalanginya untuk memilih alternatif dan keputusan yang tepat

Jelasnya bahwa kondisinya tidak cocok untuk hubungan seksual.

5. Menyebabkan sejumlah penyakit pada alat kelamin suami dan istri, seperti penyakit kencing nanah, syiphilis, infeksi kandung kencing , dan infeksi alat reproduksi yang berakibat pada kemandulan

Di tambah dengan berbagai kanker, seperti kanker leher rahim, kanker prostat, kanker kandung kencing, dan kanker ginjal.

Sungguh banyak hikmah yang terkandung dari larangan berhubungan suami istri di kala haid.

Lalu bagaimana jika suami tetap berhasrat untuk berhubungan suami istri??

Ada banyak untuk untuk memuaskan suami ketika sang istri sedang haidh. Karena islam tidak menghukumi fisik wanita haid sebagai benda najis yang selayaknya dijauhi, sebagaimana praktek yang dilakukan orang yahudi. Anas bin Malik menceritakan,

أن اليهود كانوا إذا حاضت المرأة فيهم لم يؤاكلوها ولم يجامعوهن في البيوت فسأل الصحابة النبي صلى الله عليه وسلم فأنزل الله تعالى : ويسألونك عن المحيض قل هو أذى فاعتزلوا النساء في المحيض…

Sesungguhnya orang yahudi, ketika istri mereka mengalami haid, mereka tidak mau makan bersama istrinya dan tidak mau tinggal bersama istrinya dalam satu rumah. Para sahabatpun bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. kemudian Allah menurunkan ayat, yang artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah bahwa haid itu kotoran, karena itu hindari wanita di bagian tempat keluarnya darah haid…” (Surat Al-Baqoroh).

Dengan demikian, suami masih bisa melakukan apapun ketika istri haid, selain yang Allah larang dalam Al-quran, yaitu melakukan jima ( hubungan suami istri). misalnya adalah :

Pertama

Interaksi dalam bentuk bermesraan dan bercumbu selain di daerah antara pusar sampai lutut istri ketika haid.
Interaksi semacam ini hukumnya halal dengan sepakat ulama. A’isyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حِضْتُ يَأْمُرُنِي أَنْ أَتَّزِرَ، ثُمَّ يُبَاشِرُنِي

“Apabila saya haid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhku untuk memakai sarung kemudian beliau bercumbu denganku.” (HR. Ahmad 25563, Turmudzi 132 dan dinilai shahih oleh Al-Albani)*

Hal yang sama juga disampaikan oleh Maimunah radhiyallahu ‘anha,

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَاشِرُ نِسَاءَهُ فَوْقَ الْإِزَارِ وَهُنَّ حُيَّضٌ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercumbu dengan istrinya di daerah di atas sarung, ketika mereka sedang haid.” (HR. Muslim 294)

Kedua

Interaksi dalam bentuk bermesraan dan bercumbu di semua tubuh istri selain hubungan intim dan anal seks. Interaksi semacam ini diperselisihkan ulama.

1. Imam Abu Hanifah, Malik, dan As-Syafii berpendapat bahwa perbuatan semacam ini hukumnya haram. Dalil mereka adalah praktek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana keterangan Aisyah dan Maimunah.

2. Imam Ahmad, dan beberapa ulama hanafiyah, malikiyah dan syafiiyah berpendapat bahwa itu dibolehkan. Dan pendapat inilah yang dikuatkan An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (3/205).

Diantara dalil yang mendukung pendapat kedua adalah

a. Firman Allah

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari Al-Mahidh..”

Ibn Utsaimin mengatakan,

Makna Al-Mahidh mencakup masa haid atau tempat keluarnya haid. Dan tempat keluarnya haid adalah kamaluan. Selama masa haid, melakukan hubungan intim hukumnya haram. (As-Syarhul Mumthi’, 1/477)

Ibn Qudamah mengatakan,

فتخصيصه موضع الدم بالاعتزال دليل على إباحته فيما عداه

Ketika Allah hanya memerintahkan untuk menjauhi tempat keluarnya darah, ini dalil bahwa selain itu, hukumnya boleh. (Al-Mughni, 1/243)

b. Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ketika para sahabat menanyakan tentang istri mereka pada saat haid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا النِّكَاحَ

“Lakukanlah segala sesuatu (dengan istri kalian) kecuali nikah.”
(HR. Muslim 302)

Ketika menjelaskan hadis ini, At-Thibi mengatakan,

إِنَّ الْمُرَادَ بِالنِّكَاحِ الْجِمَاعُ

“Makna kata ‘nikah’ dalam hadis ini adalah hubungan intim.”
(Aunul ma’bud, 1/302)

Hubungan intim disebut dengan nikah, karena nikah merupakan sebab utama dihalalkannya hunungan intim.

c. Disebutkan dalam riwayat lain, bahwa terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melakukan praktek yang berbeda seperti di atas

Diriwayatkan dari Ikrimah, dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا أراد من الحائض شيئا ألقى على فرجها ثوبا

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak melakukan hubungan intim dengan istrinya yang sedang haid, beliau menyuruhnya untuk memasang pembalut ke kemaluan istrinya.”
(HR. Abu Daud 272 dan Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan: Sanadnya kuat)

Lalu bagaimana dengan oral sex dalam islam?? mengapa ada yang membolehkan dan ada yang mengharamkan??

“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman,” (QS. Al Baqoroh : 223)

Kita sama-sama sudah bolak-balik membuka semua referensi halal yang berhubungan dengan jima. Termasuk oral seks—suatu aktivitas yang sangat dianjurkan dalam literatur medis Barat.

Islam adalah agama yang komprehensif (menyeluruh), ayat di atas menunjukkan betapa Islam memandang jima sebagai sesuatu yang moderat sebagaimana karakteristik dari Islam itu sendiri. Ia tidaklah dilepas begitu saja sehingga manusia bisa berbuat sebebas-bebasnya dan juga tidak diperketat sedemikian rupa sehingga menjadi suatu pekerjaan yang membosankan.

Salah satu aktivitas jima yang sering dibicarakan orang adalah oral seks, atau kegiatan jima yang melibatkan kontak antara mulut dengan alat kelamin.

Menurut para ahli seksologi Barat, oral seks biasanya dilakukan sebagai rangsangan.

Namun, banyak yang mempertanyakan apakah benar aktivitas ini dilakukan menurut syariat Islam?

Mengenai hal ini beberapa ulama pun berpendapat:

Menurut menurut Prof. DR. Ali Al Jumu’ah dan Dr. Sabri Abdur Rauf (Ahli Fiqih Univ Al Azhar), oral seks boleh dilakukan oleh pasangan suami istri selama hal itu memang dibutuhkan untuk menghadirkan kepuasan mereka berdua dalam berhubungan.

Hal itu juga disampaikan oleh Sheikh Muhammad Ali Al-Hanooti, mufty dalam Islamawarness.net. Dirinya mengatakan, bahwa oral seks diperbolehkan dalam Islam, menurutnya, bahwa yang diharamkan dalam jima’ (hubungan jima) hanya ada tiga hal, di antaranya: Anal seks, berhubungan jima saat istri sedang haid atau menstruasi dan  jima pasca istri melahirkan (masa nifas). Sedangkan di luar ketiga hal itu, hukumnya halal.

Namun, ada juga sebagian ulama yang beranggapan bahwa oral seks hukumnya haram. Contohnya seperti mufti Saudi Arabia bagian Selatan, Asy-Syaikh Al`Allamah Ahmad bin Yahya An-Najmi, ia berpendapat bahwa isapan istri terhadap zakar suaminya (oral seks) adalah haram, dikarenakan kemaluannya itu bisa memancarkan cairan  madzi. Para ulama telah bersepakat bahwa madzi adalah najis. Jika ia masuk ke dalam mulutnya dan tertelan sampai ke perut maka akan dapat menyebabkan penyakit.

Adapun Syeikh Yusuf al Qaradhawi memberikan fatwa bahwa oral seks  selama tidak menelan madzi yang keluar dari kemaluan pasangannya maka ia adalah makruh dikarenakan hal yang demikian adalah salah satu bentuk kezhaliman (di luar kewajaran dalam berhubungan).

Jadi tinggal terserah Anda, pendapat mana yang menurut Anda mau Anda laksanakan

Allahu ‘alam bishowab

Wallahu a’lam.


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

ANJING SEBAGAI HEWAN PEMBURU

Ustadz Menjawab
Rabu, 12 Oktober 2016
Ustadz Farid Nu’man

ANJING SEBAGAI HEWAN PEMBURU

Assalamu’alaikum pak ustadz…
Bisa dijelaskan QS. Al Ma’idah: 4..?
Bagaimana jika hewan pemburu itu adalah anjing (dan kebanyakan hewan pemburu adalah anjing), apakah halal dimakan…?
Mohon penjelasannya ustadz…
syukron katsiran

Jawaban
——-

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Di antara hewan untuk berburu memang anjing, hal ini tertera dalam banyak hadits. Tentunya hasil buruannya halal dimakan jika memenuhi syarat.

Berikut ini contohnya:

Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلَّا كَلْبَ زَرْعٍ أَوْ غَنَمٍ أَوْ صَيْدٍ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ

  “Barangsiapa yang memelihara anjing, kecuali anjing penjaga tanaman, atau penjaga ternak, *atau anjing pemburu,* maka berkuranglah pahalanya setiap harinya satu qirath.”   (HR. Muslim No. 1574, 56)

  Dalam riwayat Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, disebutkan berkurang pahalanya dua qirath.

 مَنْ اقْتَنَى كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ مَاشِيَةٍ أَوْ ضَارِيَةٍ نَقَصَ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطَانِ

  Barang siapa yang memelihara seekor anjing bukan untuk menjaga ternak  *atau bukan untuk dilatih berburu,* maka berkuarang dari pahalanya setiap hari sebanyak dua qirath.  (HR. Bukhari No. 5480)

Tentang ukuran satu qirath, hanya Allah Ta’ala yang tahu sebagaimana yang dikatakan Imam An Nawawi dan Imam Sulaiman bin Khalaf Al Baji Rahimahumallah.

Dari Abdullah bin Mughaffal bahwa Rasulullah Shallallahu “Alaihi wa Sallam:
ثُمَّ رَخَّصَ فِي كَلْبِ الصَّيْدِ وَكَلْبِ الْغَنَمِ

“Kemudian beliau memberi  keringanan terhadap ANJING PEMBURU dan anjing penjaga kambing”.   (HR. Muslim No. 1573, 48)

Secara umum anjing dimakruhkan ada dipekarangan seorang  muslim, kecuali pemburu/pelacak, penjaga kebun dan ternak.

ada tiga jenis anjing yang dibolehkan.

  Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah menjelaskan:

والكلب هنا هو الحيوان المعروف وظاهر الحديث أنه يشمل الكلب الذي يباح اقتنائه وغيره والكلاب التي يباح اقتنائها ثلاثة أنواع .
1- كلب الحرث يعني يكون للإنسان بستانا ويجعل فيه كلبا يحرث البستان عن الذئاب والثعالب وغيرها .
2- كلب الماشية يكون عند الإنسان ماشية في البر يحتاج إلى حمايتها وحفظها يتخذ كلبا ليحميها من الذئاب والسباع ومن السراق ونحوهم لأن بعض الكلاب معلم إذا أتي شخص أجنبي نبح حتى ينتبه صاحبه له
3- كلب الصيد يتخذ الإنسان كلبا يعلمه الصيد ويصيد به

“Anjing dalam konteks hadits ini adalah hewan yang telah dikenal, secara zahirnya hadits ini mencakup anjing yang dibolehkan untuk disimpan (dipelihara) dan lainnya.”

Anjing yang diperbolehkan untuk dipelihara ada tiga jenis:

Pertama -> Kalbul Hartsi (Anjing Ladang),  yaitu   manusia menempatkannya di kebun, dan menjadikannya sebagai penjaga dari anjing hutan, serigala, dan lainnya.

Kedua -> Kalbul Maasyiyah (Anjing penjaga peternakan),  yaitu manusia memiliki hewan ternak yang hidupnya di darat, mereka membutuhkan perlindungan dan penjagaan, maka dijadikanlah anjing untuk menjaga hewan ternaknya dari ganggunan anjing hutan, serigala, pencuri, dan semisalnya. Sebab sebagian anjing telah diajarkan jika datang seorang asing, maka dia akan menggonggong  sehingga pemiliknya terjaga.

Ketiga -> Kalbul Shayd (Anjing Pemburu), manusia memanfaatkannya untuk diajarkan berburu dan berburu dengannya.
(Asy Syarh Al Mukhtashar ‘ala Bulughil Maram,2/8. Mawqi’ Al Islam)

Bagaimana Syaratnya?

Tentu hewan yang diburu adalah hewan yang halal dimakan. Lalu, cara berburunya sesuai syariat yaitu dengan membaca bismillah saat melepasnya berburu.

Allah Ta’ala berfirman:

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Mereka menanyakan kepadamu: “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?”. Katakanlah: “Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan Sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.
(QS. Al Maidah: 4)

Tidak usah khawatir dengan bagian tubuh hasil buruan yang tercabik oleh taringnya, cukup bersihkan saja, atau potong dan buang bagian itu.
Jika liurnya najis (sbgmn pendapat Hanafi, Syafi’i, dan Hambali), dia bisa dibersihkan dengan cara yang nabi ajarkan, atau buang saja seperti yang saya sampaikan.

Hal ini serupa dgn daging babat, tentu tahu kan soto babat? Babat merupakan tempatnya kotoran, tapi dibersihkan sebersih-bersihnya dan bisa dimakan.

Wallahu a’lam.

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Menangis Ketika Shalat

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Novria
11 Oktober 2016/10 Muharam 1438 H
=====================

Assalamualaikum kak, boleh tanya tak??
” kalau menangis ketika sholat itu , sholatnya batal atau tidak?”

A09
=============
Jawaban

Allah SWT berfirman, “Dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam: 58).

Dalam hadits disebutkan, dari ‘Abdullah bin Asy-Syikkhir, ia berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat, ketika itu beliau menangis. Dari dada beliau keluar rintihan layaknya air yang mendidih.” (HR. Abu Daud no. 904 dan Tirmidzi dalam Asy-Syamail Al-Muhammadiyah no. 322. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit keras, ada seseorang yang menanyakan imam shalat kemudian beliau bersabda, “Perintahkan pada Abu Bakr agar ia mengimami shalat.”

‘Aisyah lantas berkata, ”Sesungguhnya Abu Bakar itu orang yang sangat lembut hatinya. Apabila ia membaca Al-Qur’an, ia tidak dapat menahan tangisnya.”Namun beliau bersabda, “Tetap perintahkan Abu Bakr untuk menjadi imam.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 713 dan Muslim no. 418).

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Anak Perempuan Pulang Malam, Boleh Nggak?

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Novria
10 Oktober 2016/ 09 Muharam 1438 H
=====================

Anak Perempuan Pulang Malam, Boleh Nggak?

Assalamualaikum kakak,,aku juga mau tanya nih.
Gimana menurut kakak” kalo anak perempuan kyk sya usia 13/14,,ikut pda perguruan silat sprti itu,,kan itu biasanya pulang nya malam sekitar jam10an..

========
Jawaban

Berdasarkan hadits Nabi SAW

المرأة عورة، فإذا خرجت استشرفها الشيطان

“Wanita itu aurat, ketika ia keluar, setan akan memperindahnya” (HR. At Tirmidzi)

Dan dibolehkan bagi wanita untuk keluar ketika ada kebutuhan yang tidak bisa digantikan oleh orang lain, selama ia tetap berpegang dengan adab-adab syar’iyyah ketika keluar. Diantaranya yaitu dengan tidak ber-tabarruj dan tidak bersolek.  Dalam hadits riwayat Al Bukhari:

قد أذن الله لكن أن تخرجن لحوائجكن

“Allah telah mengizinkan bagi kalian (para wanita) untuk keluar memenuhi kebutuhan kalian”

Dan  wajib ditemani oleh mahram-nya dan terlebih dahulu meminta izin kepada orang tua sebelum bepergian. Dan  ditemani oleh ayah atau saudara laki2, atau saudara perempuan atau orang lain yang masih mahram seperti paman atau bibi.

Tapi lbh baik jika silatnya yg siang hari aja, krna bagaimanapun kurang baik anak2 perempuan pulang malam.

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
– Telegram : @majelismanis
– Fans Page : /majelismanis
– Twitter : @grupmanis
– Instagram : @majelismanis
– Play Store : Majelis Iman Islam
– Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c