Setiap Prestasi ada Bebannya, Setiap Gelar ada Amanahnya

📆 Kamis, 20 Dzulhijjah 1437H / 22 September 2016
📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ustadz AGUNG WASPODO, SE MPP*
📝 *Setiap Prestasi ada Bebannya, Setiap Gelar ada Amanahnya*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
⏰ İstanbul, 23 hari setelah pembebasan
Konstantinopel dibebaskan oleh balatentara Turki Utsmani dibawah pimpinan Sultan Mehmet II tanggal 29 Mei 1453. Melalui perjuangan lintas enam generasi kepemimpinan, cita-cita mulia yang panjang itu diperkenankan oleh Allah Rabb semesta alam. Nubuwwat Nabi SAW terwujud sudah. Lalu apa setelah itu?
✳ *Lesson #1* barangsiapa yang tidak mampu menghargai para pendahulunya, tidak akan dikenang oleh para penerusnya.
Sejarawan Tursun Beğ mencatat dalam Kitab Tevarih Ebülfeth hanya dibutuhkan satu hari untuk memastikan terhentinya seluruh pertikaian. Konflik terbatas masih berlangsung di beberapa perkampungan Yunani yang terus melawan di pelosok Konstantinopel. Mereka mungkin tidak mengetahui kabar penyerahan kekaisaran. Kaisar Constantine XI Palaiologos pun belum ditemukan jasadnya.
✳ *Lesson #2* perjuangan itu panjang dan hampir tidak ada jedanya, hanya manusia terkadang merasa butuh rehat padahal satu kakinya pun belum menginjak surga Allah SWT.
Sepanjang 23 hari setelah saat bersejarah itu kekhawatiran sultan muda adalah ditegakkannya keadilan bagi semua. Keahlian bagi penduduk Byzantium maupun pasukannya. Walau semua penduduk berstatus tawanan, namun tetap memiliki hak untuk diperlakukan secara adil. Seluruh pasukan berhak atas ghanimah dan itu tidak boleh dikurangi sedikitpun
✳ *Lesson #3* kemenangan kadang membutakan dengan segala perayaan dan kemegahannya; seringlah menyusuri lorong dekil lagi berdebu agar kenyataan itu engkau lihat bukan engkau dengar.
Beberapa hal yang mendapat perhatian khusus adalah membentuk kesatuan mitigasi yang dikepalai oleh Süleyman Beğ. Kesatuan ini membuka tenda untuk menerima segala pengaduan kesewenangan yg diderita penduduk Yunani. Beberapa penindakan atas prajurit pelakunya tercatat dalam sejarah. Apakah keseluruhan balatentara Turki Utsmani itu manusia sempurna, tentu saja tidak. Namun, tingkat keterkendalian mereka sangat mencengangkan.
✳ *Lesson #4* keadilan harus ditegakkan walau yang engkau bela adalah musuh bebuyutan sekalipun.
Hal lain yang mendapat perhatian ekstra dari Sultan Mehmet II adalah memastikan seluruh bagian dari benteng kota yang rusak diperbaiki segera. Tenaga kasar untuk itu dikerahkan dari penduduk laki-laki berusia 17-40 tahun. Mereka semua berstatus tawanan. Namun, yang jarang dicatat adalah bahwa mereka semua diupah untuk pekerjaan itu. Sejarawan kontemporer, mendiang Halil İnalcık, menyebutkan angka 6 Asper per hari. Angka yang luar biasa! Karena itu sejumlah yang diterima oleh setiap pasukan khusus Janissary. Banyak diantara mereka yang menembus kemerdekaannya dengan akumulasi upah tersebut.
✳ *Lesson #5* dalam ketertawanan pun penduduk Yunani mendapatkan haknya untuk merasakan keadilan dari risalah ini.
Hal yang juga telah lama direncanakan oleh sultan adalah memindahkan penduduk Turki Utsmani ke kota tersebut. Prioritas utama diberikan kepada para pedagang, industriawan, dan pemilik profesi lainnya. Mereka yang bersedia pindah secara sukarela dengan biaya sendiri ke Istanbul diberikan kebebasan untuk memilih area serta rumahnya. Mereka yang pindah melalui program relokasi harus menerima dimanapun ditempatkan. Status seluruh properti di dalam Konstantinopel setelah pembebasan adalah milik sultan sampai diserahkan kepada penduduk yang berhak. Sebagian tawanan berhasil menebus kembali tempat tinggalnya dan hak itu ditegakkan.
✳ *Lesson #6* keadilan sosial ditegakkan seiring dengan kebijakan menghidupkan kembali geliat kota baru İstanbul di atas reruntuhan Konstantinopel yg sirna.
Setelah semua urusan penunjang lainnya diamanahkan kepada orang kepercayaan, barulah sultan kembali ke ibukota di Edirne pada tanggal 21 Juni 1453. Para ulama bermusyawarah dan memutuskan bahwa gelar Fatih ditambahkan sekitar awal tahun 1454. Gelar “sang pembebas” adalah sebuah amanah yang diemban Mehmet II. Para ‘ulama baru sepakat dengan gelar itu setelah mengevaluasinya selama lebih dari 7 bulan. Secara status İstanbul baru resmi menjadi ibukota pada tahun 1459 atau 6 tahun kemudian.
✳ *Lesson #7* setiap gelar dunia yang kita sandang akan diminta pertanggung-jawabannya di Hari Akhir.
❓ *Lalu apa gelar kita bagi ummat ini?*
Jakarta, mendung di Jalan Pramuka Raya
8 September 2016
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Mengusahakan Masa Depan Bekerja untuk Masa Kini serta _Memahami Masa Lalu

📆 Kamis, 13 Dzulhijjah 1437H / 15 September 2016
📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ustadz AGUNG WASPODO, SE MPP*
📝 *Mengusahakan Masa Depan Bekerja untuk Masa Kini serta _Memahami Masa Lalu_*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
*Jejak Kotor Venice dan Genoa pada Sejarah Konstantinopel*
Tiga kali permintaan menyerah ditawarkan oleh Sultan Mehmet II agar kota Konstantinopel tidak hancur dan penduduknya dapat diselamatkan. Tiga kali pula tawarannya ditolak oleh utusan kaisar Constantine XI Palaiologos. Pertempuran kini tidak dapat dielakkan dan sultan berpacu dengan waktu. Halil İnalcık, sejarawan Turki Utsmani kontemporer, menyebutkan tiga faktor yang mencemaskan sultan: armada Venice yang sudah melaut, balatentara Hungary di perbatasan, serta labilnya sadrazam (kepala menteri, Grand Vizier) Çandarlı Halil Paşa yang sudah lama beliau curigai. Sultan harus mempersingkat kepungannya atas ibukota Byzantium atau bahaya besar mengancam.
💡 *Lesson #1* sebagai pemimpin, waktu tidak selalu bersamamu, maka bersamailah Allah Ta’ala yang menguasai seluruh hajat manusia.
💡 *Lesson #2* waspada tidak hanya kepada lawan, namun juga atas mereka yang sudah mulai menunjukkan tanda keletihan dari panjang dan beratnya perjalanan da’wah.
Setelah pembebasan Konstantinopel, Sultan memanggil Lucas Notaras, megadux kekaisaran yang selamat dari ganasnya pertempuran. Sebagai megadux, yaitu kepala penasihat kaisar, ia menuturkan bahwa kaisar beberapa kali ingin menyerah. Apa yang menyebabkan hal itu tidak terjadi?
Tursun Beg, sejarawan Turki Utsmani yang menyertai Sultan Mehmet II dalam pengepungan Konstantinopel mencatat dalam kitabnya Tarih-i-Ebülfeth bahwa kaisar sebenarnya realistis akan kelemahannya. Sejarawan bernama Critoboulos, yang hidup semasanya juga membenarkan hal tersebut dari sisi Byzantium. Kaisar Constantine XI menyadari bahwa dengan menyerah, kehormatan dirinya akan terjaga dan penduduknya terselamatkan dari status perbudakan.
💡 *Lesson #3* kepastian hukum merupakan dambaan bagi kawan maupun lawan, hal itu dapat menjadi faktor penjaminan yang dibutuhkan lawan ketika mereka menyadari kesalahannya dan siap menyerah; keadilan adalah perintah Allah SWT.
Namun, berulang kali pula niat kaisar untuk menyerah kepada sultan Turki Utsmani itu digagalkan oleh para komandan militer Latin. Sosok yang paling keras menentang penyerahan adalah Giovanni Giustiniani Longo dari Genoa. Ia mewakili berbagai ambisi gereja Katolik dan kepentingan dagang kota-kota independen Italia lainnya. Ia mengepalai pasukan sukarelawan koalisi Italia yang mempertahankan dinding kota Konstantinopel. Sejarawan Byzantium, Critoboulos, menilai mereka ini sebenarnya hanya melindungi kepentingan dagangnya saja. Tidak lebih.
💡 *Lesson #4* setiap koalisi pasti ada mata rantai kelemahannya, temukan itu dan sebesar apapun nampaknya lawanmu akan dapat dipatahkan.
Sejak jatuhnya Konstantinopel kepada koalisi pasukan salib pada tahun 1204 M, kekuatan militer Byzantium telah merosot kekuatan, kepercayaan diri, serta pamornya. Setelah kemalangan Byzantium tanggal 13 April 1204 itu, kekaisaran terpecah menjadi menjadi tiga dinasti: Laskar di Nicaea (İznik), Comnena di Trebizond, dan Doukas di Epiros.
Perang Salib Keempat telah memakan tuannya sendiri. Rombongan militer Latin dari Eropa Barat yang bertujuan merebut kembali al-Quds di Palestina malah dibelokkan secara licik oleh Venice ke Konstantinopel. Baru limapuluh tujuh tahun kemudian, pada tahun 1261 kota simbolik Byzantium tersebut berhasil direbut oleh pewaris tahta, Michael VIII Palaiologos.
💡 *Lesson #5* mempelajari lawan sama pentingnya dengan mempelajari diri, karena menguasai diri adalah sebagian dari penguasaan atas lawan.
Ketetapan Allah SWT seperti yang terjanjikan dalam nubuwwat Rasulullah SAW baru terwujud pada era Sultan Mehmet II. Pada tahun 1453, untuk kedua kalinya Konstantinopel beralih tangan. Kali ini, beralih ke pangkuan Kaum Muslimin Turki Utsmani. Kali ini, untuk selamanya sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits Latuftahanna yang masyhur tersebut.
❔ Bagaimana dengan intensitas kebersamaan kita kepada Allah SWT?
Depok, disapa oleh sejuknya pagi
7 September 2016
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Lemah Ekonomi, Semakin Mudah Dihancurkan

📆 Kamis, 06 Dzulhijjah 1437H / 08 September 2016
📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ustadz AGUNG WASPODO, SE MPP*
📝 *Lemah Ekonomi, Semakin Mudah Dihancurkan*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
🌐 İstanbul, Turki Utsmani 
Pembangunan pusat area Grand Bazaar (Kapalı Çarşısı) dimulai pada musim dingin tahun 1455, dua tahun setelah Konstantinopel dibebaskan oleh Sultan Mehmed II Fatih. Beliau mendirikan satu pojok khusus untuk para penjual tekstil dan batu akik yang dikenal dengan Cevâhir Bedestan atau Bezzâzistan-ı Cedîd. 
💡 *Lesson #1* peradaban tidak sempurna kecuali sudah berdiri pasar yang didominasi Kaum Muslimin, sebagaimana para sahabat Muhajirin dahulu minta ditunjukkan pasar Yastrib. 
Pembangunan Bedesten dirampungkan pada musim dingin tahun 1460, persis lima tahun. Fasilitas ini diserahkan sultan sebagai waqaf bagi Masjid Aya Sofia.
💡 *Lesson #2* sewa kios di pasar menjadi sumber waqaf bagi pemeliharaan masjid; pasar tidak boleh jauh dari orientasi penghambaan kepada Allah SWT dan penyantunan bagi mustadhafin. 
Diantara area bazaar yang paling terkenal adalah: Esir Pazarı atau pasar budak, Bit Pazarı atau pasar barang seken, dan pasar panjang Uzun Çarşı yang mendampingi berbagai kios di bawah satu atap yang memanjang. Pasar buku Sahaflar Çarşısı baru dipindah mendekat ke Beyazid Camii setelah gempa bumi di İstanbul tahun 1894.
💡 *Lesson #3* semua komoditas perdagangan harus dikuasai Kaum Muslimin. 
Pada tahun 1545 pada masa Sultan Süleyman I dibangun pula pasar lain bernama Sandal Bedesten yang khusus menjual benang tenun berwarna kayu Sandal. Nama lain bazaar ini adalah Küçük Cedit/Yeni Bedesten dan letaknya di sebelah utara. 
Beberapa waktu kemudian, seluruh pedagang tekstil dari bazaar yg lama dipindahkan ke Sandal Bedesten. Sedangkan Cevahir Bedesten khusus untuk kios barang perhiasan dan barang mewah. Pada awalnya kedua area ini terpisah dan berkembang sedemikian rupa hingga menyatu di sebelah Beyazid Camii, menurut pengakuan pelancong Perancis pada abad ke-16 Pierre Cardis. 
💡 *Lesson #4* pemerintah tidak boleh lengah dari perhatian terhadap pasar. 
Pada awal abad ke-17 Kapalı Çarşısı sudah seperti bentuknya sekarang dan telah menjadi pusat peredaran dan persinggahan barang se-Eropa. Tercatat 2 jalan utama yang memotong di tengah bazaar dan satu jalan besar yang mengelilinginya. Secara keseluruhan terdapat 67 ruas jalan di dalamnya dengan nama sesuai barang yang diperdagangkan. Terdapat beberapa tempat terbuka untuk menyelenggarakan shalat rawatib berjamaah di dalamnya, 5 masjid, 7 pancuran air dan tempat wudhu, serta 18 pintu Gerbang. Gerbang ini memiliki jadwal waktu buka dan tutup. Dari sistem inilah berkembang konsep “Pasar Tertutup” yang dikenal sebagai Kapalı Çarşısı. 
💡 *Lesson #5* perdagangan harus menjadi pemersatu Kaum Muslimin di seluruh dunia serta menjadi alat penguasaan perekonomian dunia.
Pada tahun 1638, penjelajah Turki bernama Evliya Çelebi mencatat bahwa terdapat 3000 kios di dalamnya dengan sekitar 300 gudang penyimpanan (han) di beberapa caravanserai di sekitarnya dengan fasilitas gudang 2-3 tingkat dan ruang penginapan khusus pedagang luar kota. Pada tahun itu belum semua bagian bazaar memiliki atap. Atap mulai dibangun untuk melindunginya dari kebakaran dan musibah gempa bumi yang sering menimpa wilayah ini. 
Revolusi industri pada abad ke-19 secara perlahan mengalahkan volume perdagangan bazaar ini. Kapitulasi Eropa atas sentra produksi menciderai pasokan bahan baku yang dibutuhkan bazaar. Kemunduran tidak dapat dielakkan, sehingga pada 1850 terjadi penurunan biaya sewa kios hingga sepersepuluhnya. 
💡 *Lesson #6* kekalahan perdagangan adalah sumber kesulitan dan faktor pelemah bagi sektor lain pada tubuh peradaban Ummah. 
Lahirnya kelas borjuis baru menyebabkan reorientasi pusat perdagangan kembali ke Eropa dan keluar dari Turki Utsmani. Kalangan borjuis minoritas Yunani, Armenia, dan Yahudi memindahkan kiosnya ke Pera dan Galata. Kapalı Çarşısı semakin terpuruk dan kekhilafahan Turki Utsmani mulai mengalami kemunduran. 
💡 *Lesson #7* toleransi beragama tidak boleh melemahkan penguasaan mayoritas atas perekonomian. 
📚 Apakah kita semua sudah menjadi pedagang yg berjiwa entrepreneur? 
Agung Waspodo, pulang dari pengajian dan olahraga rutin Ahad pagi. 
Depok, 4 September 2016
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Tidak Ada Kejayaan Tanpa Hantaman* , *Tidak Ada Persatuan Tanpa Kesatuan Harapan* , *Tidak Ada Bangsa Besar Tanpa Pemimpin Besar

📆 Kamis, 29 Dzulqo’dah 1437H / 01 September 2016
📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ustadz AGUNG WASPODO, SE MPP*
📝 *Tidak Ada Kejayaan Tanpa Hantaman* ,
*Tidak Ada Persatuan Tanpa Kesatuan Harapan* ,
*Tidak Ada Bangsa Besar Tanpa Pemimpin Besar*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
🌐 *Pertempuran di Ankara – 20 Juli 1402*
Pertempuran yg terjadi di padang rumput Çubuk, dekat ibukota Turki sekarang yaitu Ankara. Pertempuran ini merupakan baku hantam terbesar antara Khilafah Turki Utsmani dengan Kesultanan Timur.
Pada pertempuran ini kedua pemimpin tertinggi, Sultan Bayezid I dan Sultan Timur (Lang, Lenk, Lame) berhadap-hadapan memimpin pasukannya masing-masing di garis terdepan. Pada era ini, menjadi pemimpin harus siap dituntut maju memimpin perang ke meda laga.
💡 *Lesson #1* pemimpin adalah teladan.
Pertempuran, dimana jumlah pasukan 4 kali lipat lebih banyak tersebut, berakhir dengan kekalahan telak pada pihak Khilafah Turki Utsmani. Bahkan menyebabkan tertangkapnya Sultan Bayezid I. Kekalahan ini juga diwarnai dengan sejumlah pengkhianatan pada barisan Turki Utsmani dari elemen kavaleri Tatar. Turut membelot juga adalah kesatuan berkuda Sipahi lokal dari beberapa beylik Turki.
💡 *Lesson #2* pemimpin yang cakap senantiasa waspada akan potensi pengkhianatan.
Pengkhianatan adalah penyakit bagi setiap peradaban yg hendak maju memimpin dunia. Ia bagaikan sebuah proses untuk menempa masyarakat dan pemimpin dari suatu bangsa. Jika berhasil, maka bangsa tersebut berpeluang menjadi besar. Seberapa cepat dan tangkas mengatasinya merupakan salah satu indikator kertahanan bangsa tersebut. Dengan ketahanan itu maka terpelihara peradaban.
💡 *Lesson #3* pengkhianatan harus diatasi secara cepat dan tangkas.
Namun, pertempuran tidak seimbang ini terus berlanjut, bahkan hampir sepekan kontingen pengawal sultan bertahan dalam kepungan di pebukitan Çubuk. Pada akhirnya, satu-persatu mereka menemui ajalnya hingga sultan jatuh tertawan. Sultan Bayezid I bergelar Yıldırım akhirnya wafat setelah 1 tahun dalam tawanan dan jenazahnya dikirim kembali ke anaknya Mehmed Çelebi setelah Sultan Timur sendiri wafat juga.
💡 *Lesson #4* menyesali suatu keadaan tidak akan mengubahnya, belajar lebih baik untuk membangun masa depan.
Kesedihan adalah keniscayaan dalam sebuah kekalahan, namun hal itu tidak perlu terlalu lama bagi bangsa yg besar. Pembelajaran atas sebab-sebab kekalahan menjadi prioritas yg lebih utama ketimbang ratapan kesedihan komunal.
Masa hilanganya kepemimpinan Khilafah Turki Utsmani dikenal dalam sejarah sebagai “interregnum.” Masa ini berlalu dengan konsolidasi ulang oleh salah seorang anak mendiang sultan, yg kemudian dikenal sebagai Sultan Mehmed I. Gelarnya adalah Çelebi, seorang yang cepat dan tangkas sebagai pemersatu. Khilafah Turki Utsmani kembali bergerak, tumbuh, dan terus berkembang sampai 2-3 abad setelah itu.
💡 *Lesson #5* setiap masa memiliki tokohnya, jadilah manusia yang berperan besar di zamannya.
Dari seorang pemimpin yg laju kerjanya sangat “secepat kilat” sesuai gelar Yıldırım-nya lalu lahirlah seorang pemimpin pemersatu yg cerdas mengatasi masa genting seperti Mehmed I bergelar Çelebi yg berarti “cerdas.”
Mungkin ada benarnya, bahwa buah tidak jatuh begitu jauh dari pohonnya; kebaikan melahirkan kebaikan.
❔ Lalu apa peran kita dalam era keterpurukan Ummat Islam sekarang ini?
Agung Waspodo, pagi sebelum silaturrahim di wilayah Depok dan sekitarnya.. 613 tahun kemudian!
Depok, 20 Juli 2015
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Perang Pasti Membawa Kehancuran bagi Semua Namun Kemerdekaan Tidak Selalu Menguntungkan bagi yang Berkorban paling Banyak

📆 Kamis, 23 Dzulqo’dah 1437H / 25 Agustus 2016

📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP*

📝 *Perang Pasti Membawa Kehancuran bagi Semua Namun Kemerdekaan Tidak Selalu Menguntungkan bagi yang Berkorban paling Banyak*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

*Tragedi Pemimpin Pengkhianat *

Setelah kekalahan Turki Utsmani pada akhir Perang Dunia Pertama, tidak hanya berdampak pada lepasnya berbagai propinsi luar kekhilafahan namun terjadi invasi atas wilayah inti Anatolia. Dilemahkannya kedudukan serta dinihilkannya kekuasaan khalifah oleh golongan Turki-Muda menurunkan daya konsolidasi perjuangan rakyat semesta. Kekacauan negeri menjadi diluar kendali Turki-Muda dengan bermainnya berbagai kekuatan asing yang sudah lama menginginkan tumbangnya kekhilafahan Ummat Islam. 

*Lesson #1* ketika syura dan institusi keummatan diabaikan maka apa yang dimulai secara sepihak biasanya merugikan semua. 

*Lesson #2* pertikaian internal selalu mudah untuk mendapatkan dukungan dari pihak eksternal. 

Dalam kondisi genting seperti ini, terjadilah pemberian mandat oleh Sultan Mehmet VI Vahidedin kepada perwira yang bernama Mustafa Kemal untuk menggalang perlawanan untuk Perang Kemerdekaan. Dengan mandat tersebut ia mengobarkan perlawanan semesta untuk mengusir pendudukan Armenia, Perancis, Italia, Yunani, dan pendudukan koalisi atas İstanbul. Rakyat merapatkan barisan masih atas pertimbangan mandat kekhilafahan. Atas pertimbangan perlunya basis konsolidasi yang aman dari jangkauan musuh maka Ankara dinobatkan menjadi ibukota.

*Lesson #3* orang terbaik di suatu era belum tentu baik di era berikutnya. 

*Lesson #4* oleh karena itu orang yang religius harus selalu tampil dan berkinerja unggul agar ummat tidak terpaksa menerima pilihan buruk yang disodorkan. 

Gambar ini menunjukkan sebuah lokomotif pejuang kemerdekaan Turki yang menjadi korban serangan tentara Yunani. Serangan tersebut terjadi di dekat kota Uşak pada jalur utama kereta-api antara Ankara dan İzmir, 1923, AND. 

Setelah berhasil memukul mundur pendudukan atas wilayah inti Anatolia, legasi kekhilafahan Turki Utsmani perlahan dihapus dari ingatan rakyat Turki. Mustafa Kemal yang telah menjadi pahlawan bagi Republik Turki bahkan mendapatkan gelar Atatürk; sang bapak Turki. Pada tahun 1922 Atatürk melalui Grand National Assembly (Türkiye Büyük Millet Meclisi) menghapus kesultanan, 1924 kekhilafahan dicoret, 1925 pengajian dan tarekat dilarang, 1927 topi Fez lambang persatuan diperkarakan, 1928 aksara Arab dan lafaz adzan diganti, dan 1935 seluruh nama belakang diturkikan.

*Lesson #5* momentum kelemahan institusi Ummat menjadi awal penghancurannya oleh sosok yang disangka bagian dari Ummat.

*Lesson #6* tidak sepantasnya Ummat tertipu lagi oleh sosok pemimpin yang khianat di era penipuan media yang nyata. 

Pagi sendu
Depok, 22 Agustus 2016
Agung Waspodo

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Ketika Ketabahan Kaum Muslimin Telah Menurun Kegagalan Terjadi Beruntun

πŸ“† Kamis, 15 Dzulqo’dah 1437H / 18 Agustus 2016

πŸ“š *SIROH DAN TARIKH*

πŸ“ Pemateri: *Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP*

πŸ“ *Ketika Ketabahan Kaum Muslimin Telah Menurun Kegagalan Terjadi Beruntun*

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

*Kisah Pengepungan Nicaea 109 Hijriyah (Rabiul Awwal-Rabiul Akhir), 727 Masehi (Juli-Agustus)*

Pengepungan kota Nicaea pada tahun 727 Masehi tercatat sebagai sebuah kegagalan pada masa Daulah Umayyah dalam menguasai kota penting pada theme (distrik militer Byzantiun) wilayah Opsician.

Sejak kegagalan pengepungan terhadap kota Konstantinopel pada tahun 717-718 sebelumnya, Daulah Umayyah telah melancarkan berbagai serbuan ke hampir seluruh area Asia Kecil (Asia Minor).

Pada tahun 727 M, sebuah balatentara kekhilafahan yang dipimpin oleh seorang anak khalifah sendiri bermanuver cepat menembus wilayah pedalaman Asia Kecil.

Sebelum memulai pengepungan kota Nicaea pada bulan Juli, balatentara ini berhasil membumihanguskan 2 benteng di perbatasan guna mengamankan jalur logistik ke belakang.

Setelah bertahan selama 40 hari dan kota tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kekalahan, balatentara Kaum Muslimin mundur kembali ke wilayahnya. Sungguh berbeda dengan angkatan sebelumnya yang bertahan tahunan ketika mengepung Konstantinopel. Bertahannya kota ini mengangkat pamor kaisar Leo III Isaurian yang mengklaim kemenangan ini sebagai penguatan atas Kebijakan Iconoclastic-nya yang menghapuskan semua lukisan berbentuk manusia pada gereja-gereja Byzantium.

Pengepungan ini menandai titik balik dalam sejarah serbuan Daulah Umayyah. Disamping itu, munculnya berbagai ancaman serta tantangan di sepanjang perbatasannya yang terbentang jauh telah menyedot perhatian khalifah dari front ini.

_*Later Belakang -Melemahnya Konsistensi Perjuangan, Efek Kegagalan Latuftahanna*_

Setelah kegagalan pengepungan atas Konstantinopel, ibukota Byzantium, antara tahun 717-718 M, kedua pihak menyepakati periode perdamaian yang pendek. Daulah Umayyah mendapatkan sedikit waktu untuk mengembalikan kekuatan militernya yang berkurang sekaligus menumpas pemberontakan Yazid ibn Al-Muhallab.

Ketika pertempuran di sepanjang perbatasan pecah kembali dua tahun kemudian, strategi militer Daulah Umayyah telah bergeser dari doktrin penaklukan kepada penyerbuan. Sejak itu, walau serbuan terus dilancarkan secara rutin setiap musim semi dan panas melintasi Pegunungan Taurus namun intensitasnya telah jauh menurun. Terkadang serbuan itu terkoodinasi dengan manuver angkatan laut yang biasanya diteruskan dengan serbuan pada musim dingin.

Serbuan Kaum Muslimin ini berhasil menghancurkan banyak benteng milik Byzantium di sepanjang perbatasan, namun sepertinya tidak ada kebijakan untuk menduduki wilayah sebelah barat Pegunungan Taurus secara permanen. Keberhasilan tersebut tidak terakumulasi dalam Penguasaan wilayah, patut disayangkan.

Reaksi kekaisaran Byzantium juga amat pasif karena mereka sendiri terus memupuk kekuatan untuk mengatasi lemahnya sumber daya kekaisaran dibandingkan dengan kekhilafahan. Strategi militer yang diterapkan oleh Byzantium adalah untuk tidak menghadapi balatentara kekhilafahan secara frontal namun mundur secara taktis ke berbagai jaringan perbentengan yang tersebar di area Asia Kecil.

Naiknya khalifah Hisyam (b. 723-43) membawa angin segar bagi operasi militer dengan meningkatnya kembali skala penyerbuan. Salah seorang panglima yang paling terkenal pada masa itu adalah Mu’awiyah ibn Hisyam, salah satu anak khalifah sendiri. Beliau memimpin langsung ekspedisi militer pada tahun 725 dan 726 yang mampu menjangkau hingga Dorylaion. Turunnya keluarga khalifah ke medan perang adalah suatu prestasi memasuki penghujung masa kekhilafahan Daulah Umayyah.

_*Pengepungan Tahun 727 – Harapan yang Terlalu Cepat Sirna*_

Pada musim panas 727 Masehi, Mu’awiyah ibn Hisyam kembali memimpin ekspedisi militer bersama besar dengan elemen terdepan dipimpin oleh ‘Abdullah al-Battal yang tercatat bahkan dalam kronikel sejarah Theophanes the Confessor dari Byzantium; namun terlalu berlebihan ketika mencatat jumlah balatentara Daulah Umayyah Sebanyak 100.000 pasukan. Theophanes juga mencatat adanya panglima nomor dua bernama Amr yang tidak ditemukan dalam catatan sejarah Kaum Muslimin.

Gebrakan pertama balatentara Mu’awiyah ini menghancurkan benteng Gangra di Paphlagonia serta Ateous di Phrygia yang dikenal dalam kitab sejarah Kaum Muslimin sebagai Tabya. Pada penyerangan ini kontingen Muslimin dari kota Antioch mengalami korban besar.

Pada akhir bulan Juli kesatuan terdepan yang dipimpin oleh al-Battal sampai di luar kota Nicaea. Artabasdos sebagai count di kota ini memilih untuk bertahan di dalam benteng kota. Kaum Muslimin menggempur kota dengan persenjataan berat selama 40 hari, bahkan berhasil merontokkan sebagian dinding pertahanan kota. Namun kota tersebut tetap bertahan hingga akhir pengepungan.

Pada akhir bulan Agustus, balatentara Kaum Muslimin memutuskan untuk mundur dengan membawa tawanan serta rampasan perang yang banyak. Ada catatan sejarah lain yang ditulis oleh Michael the Syrian yang mengklaim penduduk kota Nicaea akhirnya mundur sebelum pasukan Kaum Muslimin kembali dan menghancurkan kota; hal inj jelas keliru.

_*Dampak Kekalahan bagi Kedua Pihak*_

Mundurnya balatentara Kaum Muslimin ini menjadikan Kaisar Leo III meneruskan kebijakan agresifnya mengejar sampai ke perbatasan. Setelah ini, balatentara Daulah Umayyah tidak pernah lagi menyerbu sedalam itu ke wilayah Asia Minor.

Balatentara andalan Daulah Umayyah yang berasal dari Syam-Jazirah diputuskan beralih medan ke Pegunungan Kaukasus menghadapi bangsa Khazar. Namun kekalahan besar Kaum Muslimin dari bangsa Khazar pada tahun 730 menyebabkan ancaman di sepanjang front utara semakin nyata. Terlebih dengan disepakatinya aliansi antara Byzantium dan Khazar melalui pernikahan dinasti antara anak Leo III yang bernama Constantine V dengan putri Irene dari Khazar.

Periode serbuan tahun 730an hanya bersama kecil di sepanjang perbatasan yang tidak membahayakan lawan sama sekali. Pada periode berikutnya, tahun 740an, Daulah Umayyah menggelar kembali ekspedisi militer berskala besar. Namun, kekuatan militer Byzantium sudah berhasil memperkuat diri dan menimpakan kekalahan atas Kaum Muslimin di Pertempuran Akroinon.

Perenungan atas kelemahan Kaum Muslimin,
Siang hari Menjelang Akhir Ramadhan 1437 Hijriyah,
Depok, 3 Juli 2016

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸπŸŒΉ

Dipersembahkan oleh:
website: www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

πŸ’Ό Sebarkan! Raih pahala…

Ketika Energi Negatif Dipositifkan dengan Tanggung Jawab

📆 Kamis, 08 Dzulqo’dah 1437H / 11 Agustus 2016
📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP*
📝 *Ketika Energi Negatif Dipositifkan dengan Tanggung Jawab*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
*_Six Lessons in Leading during Hardships_*
Ketika sebagian orang mulai gemar mengolok-olok gubernur Kufah yang waktu itu dijabat oleh Sa’id ibn ‘Amru, maka amirul mu’minin mengusir mereka ke Syam.
أنهم تكلموا بكلام قبيح في مجلس سعيد بن عامر
*Lesson #1* semua pejabat publik hampir pasti mendapat kritik dan olokan atas kinerjanya; get use to it. 
Mereka yg diusir ini bukan sembarang orang, melainkan kesembilannya disebut sebagai “jama’ah qira’ah” menandakan kepiawaiannya membaca al-Qur’an.
جماعة من قراء أهل الكوفة
*Lesson #2* kritikus pada umumnya bukan praktisi, namun tidak selalu mereka tak berilmu. 
Secara khusus, amirul mu’minin menyurati gubernur Syam yang juga kerabatnya sendiri dengan panduan kebijakan dalam memperlakukan mereka yg terusir ini. Dua wasiatnya kepada Mu’awiyah ibn Abi Sufyan (ra) adalah menghormati (akrimuhum) dan ramah (ta’allafahum) kepada mereka. Mu’awiyah (ra) pun menaati wasiat tersebut dengan baik seraya mengingatkan mereka tentang tiga hal:
1⃣ Menghormati pendapat mayoritas
2⃣ Menjauhi fanatik terhadap pendapat sendiri
3⃣ Menghindari kebiasaan eksklusif
فكتب إليه عثمان إلى معاوية أمير الشام أنه قد أخرج إليك جماعة قراء من أهل الكوفة فأنزلهم و أكرمهم و تألّفهم، 
و وعظهم و نصحهم فيما يعتمدونه من اتباع الجماعة وترك الإنفراد و الإبتعاد
*Lesson #3* pemimpin harus punya “sumbu yang panjang, agar tidak mudah meledak” karena mereka harus lebih tabah dan sabar dalam pelaksanaan amanahnya. 
Setelah beberapa waktu, penyakit kelompok itu kambuh lagi bahkan semakin menjadi. Kini yang menjadi sasaran olok-olok mereka bahkan termasuk serangan terhadap pribadi amirul mu’minin sendiri.
ويستمر ن على جهالتهم و حماقتهم..  و كانوا يشتمون عثمان و سعيد بن العاص 
*Lesson #4* problem dan pelakunya itu sudah ada jadwal kambuhnya, apakah para pemimpin tahu jadwalnya? Always be prepared for anything from anyone!
Untuk menghindari godaan mengambil keputusan yang keras, Mu’awiyah (ra) kembali mengusir mereka. Kali ini mereka diasingkan ke al-Jazirah dibawah pengawasan gubernur ‘Abdurrahman ibn Khalid ibn al-Walid. Dibawah beliau, kelompok ini lebih terekendali syahwat kalamnya. Prestasi beliau mengelola propinsinya diakui oleh amirul mu’minin dengan mempromosikannya utk menjabat posisi gubernur Hims yang berbatasan dengan ancaman dari Bangsa Rum (Byzantium). 
فلما خرجوا من دمشق أووا إلى الجزيرة فاجتمع بهم عبد الرحمن بن خالد بن الوليد – وكان نائباً على الجزيرة 
*Lesson #5* orang yang kurang kerjaan cenderung banyak omongan, give them a challenge or two! 
Ikut bersama ‘Abdurrahman ibn Khalid ibn al-Walid pindah ke Hims adalah kelompok tadi. Mereka ini ditempatkan beliau di wilayah pesisir dengan tugas khusus dan penggajian yang khusus pula.
فقدموا عليه حمص، فأمرهم بالمقام بالساحل ،و أجرى عليهم الرزق
*Lesson #6* if you’re really good and sincere at what you do, even the most critical of your opponents shall follow you. Lihat Turki dan Erdoğan kemarin, lihatlah tanpa emosi dan prasangka. 
Al-Hafiz Ibnu Katsir dalam kitabnya al-Bidayah wa n-Nihayah vol 7 halaman 160 mencatat rapi persitiwa ini yang terjadi di Era Khalifah ‘Utsman ibn ‘Affan (ra) pada tahun 33 Hijriyah.
Masuk stasiun kereta-api Tebet, 
1 Agustus 2016

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
website: www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Pertempuran di Sarmada, Lapangan Berdarah


πŸ“† Kamis, 01 Dzulqo’dah 1437H / 04 Agustus 2016

πŸ“š *SIROH DAN TARIKH*

πŸ“ Pemateri: *Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP*

πŸ“ *Kebangkitan Melawan Pasukan Salib*

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

*Pertempuran di Sarmada, Lapangan Berdarah*

28 Juni 1119

Pertempuran ini juga dikenal sebagai Ager Sanguinis dimana pasukan salibis dibawah Roger of Salerno dari kota Antioch ditumpas habis oleh balatentara Najmuddin Ilghazi Ibn Artuq yang berkedudukan di Mardin. Beliau berasal dari Bani Artuqi yang berpusat di Aleppo.

*Latar Belakang*

Peperangan antara basis pasukan Salibis di Antioch dengan penguasa Kaum Muslimin di Aleppo dan Musul sudah berlangsung lama. Roger of Salerno yang memimpin Antioch sebagai regent bagi Bohemond II tidak membina hubungan baik dengan Baldwin II dari Edesaa maupun Pons dari Tripoli.

_*Lesson #1 selalu bersatu*_

Kemenangan Roger atas ekspedisi pendudukan Bursuq ibn Bursuq di Pertempuran Sarmin tahun 1115 semakin membuat ia percaya diri secara berlebihan.

_*Lesson #2 jangan pernah melupakan Allah SWT*_

Pada tahun 1117, kota Aleppo dipimpin oleh Ilghazi yang bergelar Atabeg (Atabik) dari Bani Artuqi. Setahun kemudian Roger berhasil menguasai Azaz yang menjadikan kota Aleppo kehilangan titik pertahanan strategis. Oleh karena itu, Ilghazi merasa perlu menyerang Antioch guna mengembalikan keseimbangan teritorial pada tahun 1119.

_*Lesson #3 selalu siap siaga*_

Roger maju menyongsong kekuatan Ilghazi bersama Bernard of Valence, patriarch gereja Latin di Antioch. Bernard menasihatinya untuk bertahan di Artah sebagai titik pertahanan yang kokoh serta memanggil bantuan dari Baldwin yang kini naik menjadi Raja Jerusalem. Namun, entah situasi maupun harga diri Roger yang tinggi menyebabkannya mengabaikan kedua nasihat baik ini.

_*Lesson #4 dengarkan nasihat*_

Roger mendirikan tenda di jalur Sarmada sementara Ilghazi mengepung benteng al-Atharib. Roger mengirim sebagian pasukannya dibawah Robert of Vieux-Pont untuk mematahkan kepungan itu. Ilghazi mundur secara sengaja untuk memancing pasukan Robert ke dalam jebakan yang menghabisi mereka.

*Pertempuran*

Ilghazi juga sebenarnya sedang menunggu bala bantuan dari Emir Damaskus dari Bani Buri, namun waktu semakin mendesaknya untuk memanfaatkan momentum. Beliau memilih untuk melancarkan serbuan mendadak melalui jalur-jalur kecil yang tidak lazim guna mengepung kekuatan Roger pada malam 27 Juni.

_*Lesson #5 selalu kreatif dan berinisiatif*_

Roger telah keliru menempatkan kemah bagi 700 knights dan 3000 pasukan infanterinya pada posisi lembah berhutan lebat dengan jalur keluar yang sangat terbatas. Serangan malam lagi mendadak ini menyebabkan Roger tergesa membentuk 5 divisi dalam formasi berbentuk huruf “V”  menghadap pasukan utama Ilghazi.

Ketika pasukan Ilghazi masih menunggu aba-aba serang, hakim Abu al-Fadhl ibn al-Khasyab mendahului menyerbu dalam pakaian ulamanya bersenjatakan tombak panjang. Sebelum ulama senior ini maju, IA menyempatkan membakar kesemangatan dengan membacakan ayat al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW tentang keutamaan jihad perang.

_*Lesson #6 ulama adalah pejuang baris depan*_

Sebagaiaman dicatat oleh Kamaluddin, sejarawan Aleppo pada masa itu, para prajurit profesional Bani Artuqi menangis tersedu dibuatnya. Mereka ini adalah prajurit veteran berbagai palagan yang merindukan kematian di medan juang. Mereka maju bersama ulama masyhur ini dalam formasi tempur yang rapi menuju barisan pasukan Salibis.

_*Lesson #7 surga ada di bawah kilatan pedang*_

Pertempuran dimulai dengan saling tembak antara pasukan panah kedua pihak. Pada awalnya, sayap kanan serta barisan tengah Bani Artuqi kocar-kacir berhadapan dengan pasukan Roger yang juga tersemangati oleh para pemuka gereja yang turun tempur seperti Peter dan Geoffrey the Monk.

Namun Allah SWT berkehendak lain, sayap kiri pasukan Bani Artuqi berhasil mendesak pasukan Robert of St. Lo dan barisan turcopoles ke bagian tengah sehingga tombul kekacauan. Keadaan berbalik memberikan keunggulan bagi Kaum Muslimin pada hari itu.

_*Lesson #8 jangan pernah menyerah*_

Kini pasukan Salibis terkepung akibat pecahnya kedisiplinan serta ditambah dengan tewasnya Roger pada posisi bertahan yang terakhir. Dari keseluruhan pasukan hanya tersisa 2 knight sehingga pertempuran di Sarmada ini dikenal oleh sejarawan Eropa sebagai palagan berdarah atau Ager Sanguinis dalam istilah Latin.

*Kesudahan*

Pertempuran ini menjadi bukti bahwa Kaum Muslimin dapat mengalahkan pasukan Salibis yang secara kualitas individual lebih superior, tanpa bantuan kekuatan Seljuk.

Patut disayangkan bahwa Ilghazi tidak meneruskan kemenangan ini dengan mengepung Antioch yang nyaris tidak berkekuatan. Namun dengan kemenangan ini maka Atharib, Zerdana, Sarmin, Ma’arat an-Nu’man, serta Kafr Tab jatuh menyusul.

Siang hari, sambil menunggu servis kendaraan
Lenteng Agung, 9 Juli 2016
Agung Waspodo

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸπŸŒΉ

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

πŸ’Ό Sebarkan! Raih pahala…

Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Sebuah Operasi Setengah Hati* *Kegagalan Beruntun yang Menandai Babak Akhir

πŸ“† Kamis, 23 Syawal 1437H / 28 Juli 2016

πŸ“š SIROH DAN TARIKH

πŸ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

πŸ“ *Sebuah Operasi Setengah Hati*
*Kegagalan Beruntun yang Menandai Babak Akhir*

πŸŒΈπŸ€πŸŒ·πŸ’πŸ’πŸŒ·πŸ€πŸŒΈ

*_Penyerangan Pulau Gozo, Juli 1551_*

Pada tanggal 18 Juli 1551 Masehi, kekhilafahan Turki Utsmani mengalami kegagagalan dalam menundukkan sarang bajak laut Order of St. John di Pulau Malta. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengamankan jalur pelayaran Kaum Muslimin di Laut Mediterranean. Pulau Gozo menjadi sasaran berikutnya dalam daftar ancaman teratas.

Pada tahun 1551 angkatan perang Turki Utsmani lebih dahulu membebaskan kota Tripoli di pantai Afrika Utara sehingga rencana bajak laut Order of St. John menjadikannya markas kedua mereka kandas. Dengan keberhasilan itu pula, secara taktis serangan ke Pulau Gozo menjadi perlu.

*Malta*

Panglima Perang Turki Utsmani untuk misi ini adalah Sinan Paşa yang didampingi oleh admiral Sal’a Reis dan Dragut Reis. Pada awalnya pendaratan di Pulau Malta dilancarkan ke arah Marsamxett, namun hanya dengan kekuatan 10 ribuan pasukan ternyata dinilai tidak cukup untuk menundukkan Birgu dan benteng St. Angelo yang terlalu kuat.

*Lesson #1* _tentukan prioritas, seimbangkan dengan kemampuan_

Perhatian balatentara Turki Utsmani kini beralih kepada kota Mdina yang terletak di pegunungan sebelah barat pulau. Melihat perkembangan ini, garnizun perim oak Order of St. John di Mdina dibawah Fra Villeganion mengumpulkan penduduk di desa sekitar untuk memusatkan kekuatan di dalam benteng kota.

*Lesson #2* _bergeraklah lebih cepat daripada lawan_

Kesigapan lawan serta kedatangan armada bantuan yang berani menyerang armada Turki di Teluk Marsamuchetto membuat balatentara Turki Utsmani kehilangan momentum. Standar operasi berikutnya adalah beralih pada sasaran sekunder yaitu Pulau Gozo.
Gozo

Pertahanan lawan di Pulau Gozo jauh lebih rendah di bawah gubernur Gelatian de Sessa yang tidak berdaya menghadapi kepungan balatentara Turki Utsmani. Ia berusaha melobi Sinan Paşa, namun di tolak secara mentah.

Setelah kepungan selama beberapa hari, benteng utama di Pulau Gozo menyerah dimana 300 orang sempat meyusup keluar. Selebihnya, 6 ribuan orang termasuk pasukan dan gubernurnya ditangkap sebagai tawanan perang. Sebagian besar mereka menjadi budak yang diangkut menuju Tripoli pada tanggal 30 Juli.

*Lesson #3* _kuasai dan jangan puas dengan rebutan kecil_

*Konsekuensi*

Pulau Gozo yang nyaris tak berpenghuni setelah itu mendapatkan perhatian prioritas untuk didiami kembali oleh para bajak laut Order of St. John. Dibutuhkan 150 tahun lagi untuk mendapatkan populasi sebanyak sebelum 1551.

Serangan ini mendorong dibentuknya komisi perbaikan sistem pertahanan kedua pulau yang terdiri dari dua orang ilmuan perbentengan Leone Strozzi dan Pietro Pardo. Pajak ditingkatkan pada masa grandmaster Juan de Homedes untuk perbaikan serta peningkatan kualitas pertahanan dan pengadaan kesatuan Dejma pengawas pantai.

*Lesson #4* _selalu meluangkan waktu untuk evalusi dan membenahi diri_

Kedua benteng St. Michael dan St. Elmo ditingkatkan struktur pertahanannya sebagaimana bastion di Mdina dan Birgu atas rekomendasi komisi tersebut. Pertahanan baru dibangun di Senglea.

Kegagalan operasi ini mendorong serangan berskala lebih besar pada tahun 1565, namun friksi antar pimpinan serta jauhnya garis logistik menyebabkan ia juga kandas. Dua serangan berikutnya pada 1613 dan 1709 juga dilancarkan setengah hati atas Pulau Gozo; keduanya kandas lagi.

Tanda-tanda melemahnya balatentara Turki Utsmani mulai nyata di front ini.

Hari kedua bulan Syawal 1437 H, bertepatan dengan 7 Juli 2016, Depok yang cerah

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸ€πŸ˜‹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

πŸ’Ό Sebarkan! Raih pahalanya

Tujuh Pelajaran (lain) dari Kudeta Turki yang Gagal

πŸ“† Kamis, 16 Syawal 1437H / 21 Juli 2016

πŸ“š *SIROH DAN TARIKH*

πŸ“ Pemateri: *Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP* (Peneliti Sejarah Islam, Narator Napaktilas Fatih)

πŸ“ *Tujuh Pelajaran (lain) dari Kudeta Turki yang Gagal*

πŸŒΈπŸ€πŸŒ·πŸ’πŸŒΈπŸ€πŸŒ·πŸ’πŸŒΈ

Salah seorang tersangka otak kudeta militer di Turki kemarin pernah menjadi atas militer untuk Israel. Nama jenderal AkΔ±n Γ–ztΓΌrk terdapat dalam daftar tersangka otak kudeta militer yang kandas kemarin. Ia pernah menjadi kepala staf angkatan udara Turki dan menjadi salah satu dari sekurangnya 5 jenderal yang ditahan kemarin.

*Lesson #1* _setiap orang yang akan ditugaskan berhubungan dengan Israel harus mendapatkan persiapan ideologi yang matang; karena mereka berhadapan dengan entitas yang memiliki kekuatan memengaruhi loyalitas dan integritas siapa saja._

Jenderal AkΔ±n Γ–ztΓΌrk pernah menjadi atase militer bagi kedutaan Turki di Tel Aviv periode 1998-2000. Ia telah turun dari jabatan kepala staf angkatan udara tahun kemarin namun tetap menjabat pada Supreme Military Council. Badan tinggi militer ini berfungsi sebagai pengelola karir militer seluruh angkatan bersenjata Turki; sebuah badan strategis.

*Lesson #2* _semakin tinggi jabatan maka semakin tinggi pula tantangan dan godaannya; pendidikan kesetiaan dan integritas kepribadian harus menjadi prioritas bagi seluruh pejabat tinggi._

Termasuk diantara jenderal yang ditahan adalah komandan Balatentara Kedua, jenderal Adem Huduti yang termasuk paling senior yg ditangkap sejauh ini. Balatentara Kedua ini berpangkalan di kota Malatya yang mencakupi pertahanan perbatasan Turki dengan Syria, Irak, dan Iran. Komandan garnizun Malatya, kolonel Avni Angun dan komandan Balatentara Ketiga jenderal Erdal Γ–ztΓΌrk juga ditahan.

*Lesson #3* _rotasi jabatan serta pengeloaan karir yang cermat menjadi penting untuk menjaga profesionalisme kerja serta loyalitas pejabat negara._

Kudeta ini diduga telah dipersiapkan cukup lama dengan daftar perwira militer yang akan ditugaskan mengambil alih fungsi kegubernuran serta badan kenegaraan lainnya. Rencana kudeta yang belum tuntas ini terpaksa dimajukan untuk mengantisipasi pergantian pejabat militer yang akan diputuskan bulan Agustus ini oleh Supreme Military Council.

*Lesson #4* _dinas intelijen harus senantiasa meningkatkan sensitivitas pantau terhadap tanda dan upaya kudeta serta menempatkan kepentingan negara di atas golongan._

Pasukan yang setia kepada pemerintah Erdoğan menumpas kantong-kantong pemberontak hingga Sabtu malam setelah massa memenuhi seruan presiden untuk turun dan menguasai jalan-jalan. Pasukan pemberontak mulai terlihat menyerahkan diri dan meninggalkan tank baja yang mereka kerahkan dalam kudeta militer yang gagal ini.

*Lesson #5* _kepemimpinan yang bersih, kabinet yang profesional, tata kerja yang minim pencitraan, serta keberhasilan pendidikan kewarganegaraan, disamping kesejahteraan masyarakat, adalah sebuah keharusan dalam mewujudkan publik yang berdaya._

Korban yang jatuh sementara ini diperkirakan sejumlah 161 jiwa termasuk di dalamnya masyarakat yang menolak kudeta militer yang terakhir pernah berhasil 30 tahun sebelumnya. Pemerintah mengumumkan telah menahan 2.389 orang yang diduga kuat terlibat dalam proses percobaan kudeta ini dari pangkat terendah hingga perwira tinggi termasuk aktor sipil yang mendukung.

*Lesson #6* _kejahatan hanya akan berjaya jika kebaikan hanya diam dan berpangku tangan, baik diam maupun bertindak ada resikonya; sehingga seluruh komponen bangsa yang masih waras perlu bergabung untuk tumbangkan potensi tumbuhnya junta militer yang menciderai proses demokrasi dan merugikan semua pihak yang bermain sesuai aturan._

Para pemberontak mengerahkan sejumlah kendaraan lapis baja dan helikopter militer serta menggunakannya untuk menyerang pusat intelijen negara serta gedung parlamen Turki. Kekuatan militer pemberontak ini diduga telah gagal menculik presiden serta mengancam jiwa sejumlah perwira tinggi militer yang diperkirakan tetap loyal kepada pemerintahan yang terpilih secara sah melalui proses yang demokratis.

*Lesson #7* _keselamatan pimpinan tertinggi negara merupakan tanggung jawab yang diemban oleh pasukan pengamanan presiden (paspampres) yang profesional dengan integritas yang tinggi; tugas mulia penuh resiko ini harus diisi oleh pasukan yang berakhlak mulia dan jauh dari sifat buruk manusia pada umumnya._

Bagaimana dengan negeri Indonesia yang kita cintai bersama? Apakah ketujuh hikmah pelajaran tersebut bisa kita temukan?

Depok, menjelang subuh
Pertengahan Syawal 1437 H
Ketujuh Lessons oleh Agung Waspodo

Sumber berita: HΓΌrriyet dan Haaretz

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸ€πŸ˜‹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

πŸ’Ό Sebarkan! Raih pahalanya