Dimakan Oleh Kata-kata Sendiri

Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Ketika kota Konstantinopel sudah semakin terjepit oleh perluasan wilayah Turki Utsmani maka Kardinal Isidore dituntut untuk menggalang kekuatan.
Perlu diketahui bahwa bangsa Yunani waktu itu terpecah dan diduduki oleh berbagai kota Italia. Isidore ingin mengangkat kembali keharuman sejarah Yunani ketika dahulu mereka pernah menaklukkan kota Troya (Troy). Tanpa berfikir terlalu panjang maka bangsa Turki disamakan dengan bangsa Troya. Turki dianggap keturunan Teucri; moyang Troya.

Beres, kan!

Ternyata tidak juga, sejarah tidak dapat dicegah! Hadits Latuftahanna tetap terjadi sebagaimana nubuwwat Nabi SAW. Sultan muda bernama Mehmet menjadi “falani’mal amir” pembebas kota kaisar tersebut.

Kini kota Konstantinopel sudah beralih tangan dan Byzantium terpecah-pecah. Kembali, gereja Orthodox membutuhkan bantuan dari bangsa-bangsa Eropa sebelah barat. Semalas-malasnya para bangsawan Eropa waktu itu, masih tersisa penghormatan simbolis terhadap kepausan gereja Katholik.

Namun sayang, trauma panjang Perang Salib (Crusades) di Palestina-Syria-Mesir masih membekas. Gelora perang yang dikobarkan gereja Katholik sudah meredup auranya. Titah gereja berupa Papal Bull sudah tidak sesakral 200 tahunan yang lalu. Bahkan, kota-kota Italia menjalin hubungan dagang pragmatis dengan Turki Utsmani sejak sebelum Latuftahanna. Business as usual, katanya!

Diantara yang paling melemahkan kedudukan kekaisaran Byzantium adalah pendapat gereja Katholik bahwa bangsa Yunani sedang dihukum oleh Tuhan. Mereka dihukum atas kezaliman dan kebrutalan di Troya dulu. Memori buruknya perlakuan Byzantium atas pasukan salib dua abad yang lalu seakan terbayar lunas. Laonicus Chalcocondylas kecewa berat akan persepsi ini. Bahkan, paus Pius III juga gencar merevisi bahwa Teucri bukan Turcae.

Namun, semua bangsawan Eropa berhitung cermat. What’s in it for me? Mereka bertanya dalam hati, saya dapat apa dengan memerangi Turki Utsmani? Perang Salib Baru yang digadang paus dan kardinal tak kunjung konkrit.

Sultan Mehmet II Fatih bukan seorang pemimpin yang mudah ditebak. Beliau bahkan menyempatkan mengunjungi situs Troya beberapa bulan setelah Latuftahanna. Beliau tidak lama di sana, hanya menyempatkan untuk berkata, *”kami sudah balaskan kekalahan Troya.”* _Tanpa wartawan dan internet pun, ucapan itu sampai ke telinga bangsawan Eropa._ Mereka semakin ragu, mereka berhitung lagi!

🔸 *_Ternyata beliau banyak membaca! Sedangkan kita terlalu asyik dengan drama kehidupan media sosial_*  🔹

Perempatan Pemuda-bypass,
Jakarta, 6 Oktober 2016

Tidak Ada Kejayaan Tanpa Hantaman, Tidak Ada Persatuan Tanpa Kesatuan Harapan, Tidak Ada Bangsa Besar Tanpa Pemimpin Besar

Pemateri: *Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP*

Kamis, 19 Dzul-Hijjah 804 Hijriah

🌐 Pertempuran di Ankara – 20 Juli 1402

Pertempuran yg terjadi di padang rumput Çubuk, dekat ibukota Turki sekarang yaitu Ankara. Pertempuran ini merupakan baku hantam terbesar antara Khilafah Turki Utsmani dengan Kesultanan Timur.

Pada pertempuran ini kedua pemimpin tertinggi, Sultan Bayezid I dan Sultan Timur (Lang, Lenk, Lame) berhadap-hadapan memimpin pasukannya masing-masing di garis terdepan. Pada era ini, menjadi pemimpin harus siap dituntut maju memimpin perang ke meda laga.

✳ *Lesson #1* pemimpin adalah teladan.

Pertempuran, dimana jumlah pasukan Timur 4 kali lipat lebih banyak tersebut, berakhir dengan kekalahan telak pada pihak Khilafah Turki Utsmani. Bahkan menyebabkan tertangkapnya Sultan Bayezid I. Kekalahan ini juga diwarnai dengan sejumlah pengkhianatan pada barisan Turki Utsmani dari elemen kavaleri Tatar. Turut membelot juga adalah kesatuan berkuda Sipahi lokal dari beberapa beylik Turki.

✳ *Lesson #2* pemimpin yang cakap senantiasa waspada akan potensi pengkhianatan.

Pengkhianatan adalah penyakit bagi setiap peradaban yg hendak maju memimpin dunia. Ia bagaikan sebuah proses untuk menempa masyarakat dan pemimpin dari suatu bangsa. Jika berhasil, maka bangsa tersebut berpeluang menjadi besar. Seberapa cepat dan tangkas mengatasinya merupakan salah satu indikator kertahanan bangsa tersebut. Dengan ketahanan itu maka terpelihara peradaban.

✳ *Lesson #3* pengkhianatan harus diatasi secara cepat dan tangkas.

Namun, pertempuran tidak seimbang ini terus berlanjut, bahkan hampir sepekan kontingen pengawal sultan bertahan dalam kepungan di pebukitan Çubuk. Pada akhirnya, satu-persatu mereka menemui ajalnya hingga sultan jatuh tertawan. Sultan Bayezid I bergelar Yıldırım akhirnya wafat setelah 1 tahun dalam tawanan dan jenazahnya dikirim kembali ke anaknya Mehmed Çelebi setelah Sultan Timur sendiri wafat juga.

✳ *Lesson #4* menyesali suatu keadaan tidak akan mengubahnya, belajar lebih baik untuk membangun masa depan.

Kesedihan adala keniscayaan dalam sebuah kekalahan, namun hal itu tidak perlu terlalu lama bagi bangsa yg besar. Pembelajaran atas sebab-sebab kekalahan menjadi prioritas yg lebih utama ketimbang ratapan kesedihan komunal.

Masa hilanganya kepemimpinan Khilafah Turki Utsmani dikenal dalam sejarah sebagai “interregnum.” Masa ini berlalu dengan konsolidasi ulang oleh salah seorang anak mendiang sultan, yg kemudian dikenal sebagai Sultan Mehmed I. Gelarnya adalah Çelebi, seorang yang cepat dan tangkas sebagai pemersatu. Khilafah Turki Utsmani kembali bergerak, tumbuh, dan terus berkembang sampai 2-3 abad setelah itu.

✳ *Lesson #5* setiap masa memiliki tokohnya, jadilah manusia yang berperan besar di zamannya.

Dari seorang pemimpin yg laju kerjanya sangat “secepat kilat” sesuai gelar Yıldırım-nya lalu lahirlah seorang pemimpin pemersatu yg cerdas mengatasi masa genting seperti Mehmed I bergelar Çelebi yg berarti “cerdas.” Mungkin ada benarnya, bahwa buah tidak jatuh begitu jauh dari pohonnya; kebaikan melahirkan kebaikan.

📚 _*Lalu apa peran kita dalam era keterpurukan Ummat Islam sekarang ini?*_

Agung Waspodo, pagi sebelum silaturrahim di wilayah Depok dan sekitarnya.. 613 tahun kemudian!
Depok, 20 Juli 2015

Sekolah Pengawal Peradaban – Sekolah Menengah Atas Militer

🌐 _Delapan pelajaran dari sejarah institusi pendidikan militer dari era kekhilafahan hingga republik_

Sekolah Menengah Atas Militer Kuleli didirikan pada tanggal 21 September 1845 pada Era Turki Utsmani. Nama aslinya adalah Mekteb-i Fünun-ı İdadiye dan bertempat di Barak umum militer Maçka dan markas kavaleri, kekhilafahan Turki Utsmani, İstanbul.

Selama waktu perluasan dan peremajaan gedung, proses pendidikan dilangsungkan pada kios berjajar Çinili Köşk. Gedung ini pula menjadi markas Band Militer Kenegaraan, Mızıka-i Hümayun. Karena keterbatasan tempat, maka kios tersebut juga menjadi markas Kesatuan Logistik dan Komunikasi, Zülüflü Baltacılar Ocağı. Setelah gedung utama rampung, proses pendidikan baru dilaksanakan pada tahun kedua dengan prosesi peresmian langsung oleh Sultan Abdul Majid pada tanggal 10 Oktober 1846.

💡 *Lesson #1* peradaban memerlukan pengawalan.

Pada tahun 1868 keempat sekolah menengah atas militer digabungkan dengan nama barunya Umum Mekteb-i İdadî Şahane. Sekolah gabungan ini menempati barak Galatasaray. Namun upaya penyatuan ini kandas dan keempat sekolah dipecah lagi.  Kedua sekolah Mekteb-i Fünun-ı İdadîye dan Sekolah Menengah Atas Kelautan, Deniz İdadîsi, menempati barak Kuleli pada tahun 1872. Penggabungan keduanya diberi nama baru Kuleli İdadîsi.

💡 *Lesson #2* spesialisasi sekolah militer sesuai cabang kematraan.

Pada perang Russia-Turki Utsmani tahun 1877-78 sekolah ini diubah fungsi menjadi rumah-sakit militer karena berada di tapi Selat Bosphorus yang strategis. Para siswa dipindahkan ke gedung kadet Akademi Militer di Pagaltı, bagian İstanbul lainnya. Setelah perang usai para siswa dipulangkan, tapi ke gedung di Çengelköy. Di gedung tersebut mereka kembali digabung kali ini dengan siswa Sekolah Menengah Atas Kemiliteran Medik, Askeri Tıbbiye İdadîsi, pada tahun 1879.

💡 *Lesson #3* selalu ada kesiapan multi fungsi dan fleksibilitas peruntukan bangunan.

Sebagian bangsal rumah-sakit militer yang berada di gedung tepi selat juga direalokasi ke tempat ini karena semakin padat. Untuk menjaga ketertiban dan sanitasi, akhirnya rumah-sakit militer tersebut seluruhnya dipindahkan ke Istana Beylerbeyi. Untuk kepentingan spesialisasi, maka sekolah Menengah Atas Militer Medik kembali dipisahkan dan menempati lokal baru di area Haydarpaşa pada tahun 1910.

💡 *Lesson #4* pendidikan tidak boleh berhenti dengan alasan apapun.

Pada Perang Balkan 1912-13, barak Kuleli kembali diubah fungsi menjadi rumah-sakit militer. Siswa sekolah menengah atas kembali dipisah. Sebagian ditempatkan di Sekolah Menengah Atas Putri Adile di Kandili, lainnya ke Istana Beylerbeyi. Pada akhir peperangan semua kembali ke gedungnya masing-masing pada tahun 1913.

💡 *Lesson #5* membiasakan siswa kadet militer hidup prihatin itu perlu.

Sepanjang Perang Dunia Pertama, sekolah ini dipindahkan ke Rumah Yatim milik Greek Orthodox di Pulau Büyükada Island, lepas pantai kota İstanbul. Pada akhir Perang Dunia Pertama, siswa kembali dipindahkan. Kali ini atas perintah Inggris sesuai ketentuan Perjanjian Mudros. Pulau tersebut menjadi tempat transit bagi anak yatim dan pengungsi Armenia yang dideportasi keluar dari wilayah Turki.

💡 *Lesson #6* kekalahan bukan sebuah pilihan yang positif dalam perang; namun belajar dari kekalahan adalah mutlak.

Siswa sekolah menengah atas militer kembali berpidah-pindah dari tenda-tenda di bawah Jembatan Sünnet di Kağıthane, sebulan kemudian ke markas polisi di Maçka. Karena gedung polisi tersebut akan diduduki Inggris, siswa dipindahkan lagi ke Sekolah Polisi Gendarmerie dekat Istana Beylerbeyi pada tanggal 26 Desember 1920. Setelah Turki berhasil menang dalam Perang Kemerdekaan 1919-22 maka dicapailah Perjanjian Lausanne 1923. Salah satu butir perjanjian adalah Inggris memgevakuasi diri dari barak Kuleli. Siswa kembali ke rumah awal mereka dengan bangga pada tanggal 6 Oktober 1923.

💡 *Lesson #7* siswa kadet sejatinya adalah pejuang.

Sekolah bersejarah ini berubah menjadi Sekolah Menengah Atas Sipil berdasarkan peraturan pendidikan Tevhid-i Tedrisat pada tahun 1924. Sekolah tersebut diubah namanya menjadi Sekolah Menengah Atas Kuleli. Tidak lama, pada akhir tahun 1924, sekolah ini kembali menjadi sekolah militer atas pertimbangan nasionalisme dengan nama Sekolah Menengah Atas Kuleli hingga kini.

💡 *Lesson #8* sekularisasi militer yang sudah menyusup sejak lama dalam tubuh kekhilafahan semakin menjadi setelah kehancuran kekhilafahan.

Sepanjang netralitas Republik Turki pada Perang Dunia Kedua, sekolah ini dipindahkan ke kota Konya mulai bulan Mei 1941. Perpindahan ini sejalan dengan rencana mobilisasi darurat. Gedung yang ditinggalkan siswa kembali menjadi rumah-sakit militer berkapasitas 1000 tempat tidur. Di tempat yang sama, juga ditempatkan Pusat Komando Transportasi Militer Bosphorus.

Sekolah kembali ke tempatnya semua pada penghujung perang, persisnya pads tanggal 18 Agustus 1947. Sekolah bersejarah ini menerapkan kurikulum sains pada tahun akademik 1975-76. Setelah itu, secara bertahap menerapkan sistem pra perguruan tinggi. Masa studi ditingkatkan dari 3 menjadi 4 tahun dengan penambahan kelas persiapan unuversitas.

❔ Bagaimana dengan sekolah-sekolah kita, seberapa besar perjuangannya?

Pionir Aplikasi Teknologi Syuhada Kedirgantaraan Khilafah

Pemateri: *Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP*

Pernah ke Damaskus dan Ziarah ke Pusara Sultan Shalahuddin al-Ayyubi? Pernah Melihat Tiga Kuburan Bersimbol Turki Utsmani di Dekatnya?

Begini ceritanya.. ketiga jenazah yang dikuburkan di dalam kompleks pusara sultan Shalahuddin al-Ayyubi itu bukan sembarangan tentunya. Mereka adalah Letnan Laut (Bahriye Yuzbaşısı) Fethi Bey, Letnan Satu Artileri (Topçu Mülazım-ı Ula) Sadık Bey, dan Letnan Dua Artileri (Topçu Mulazım-ı Saniye) Nuri Bey.

💡 *Lesson #1* jadilah syahid, insyaaAllah dekat dengan  para syuhada.

Mereka bertiga adalah pionir angkatan udara Turki Utsmani yang ditugaskan untuk terbang dari İstanbul ke perbatasan Mesir untuk mengintai persiapan Sekutu menjelang meletusnya Perang Dunia Pertama.

💡 *Lesson #2* Kaum Muslimin harus menguasai setiap matra kemiliteran.

Namun takdir menentukan lain, pada etape ke-10 dari misi panjangnya tersebut terjadi kesalahan teknis yang menyebabkan kedua pesawat yang mereka tumpangi jatuh. Pesawat pertama, Blériot XI, yang dipiloti oleh Fethi Bey dan navigator Sadık Bey jatuh tidak jauh dari Danau Tiberias, 27 Februari 1914.

💡 *Lesson #3* perhitungkan risiko dan siapkan perbekalan, namun serahkan dirimu kepada Allah dengan sepenuh hati.

Pesawat kedua, Deperdussin B, yang dipiloti İsmail Hakki Bey dan navigator Nuri Bey yang meneruskan penerbangan pengintaian jatuh karena sebab teknis di laut Mediterranean tak jauh dari pantai kota Jaffa, 11 Maret 1914. Hanya Nuri Bey yang wafat dalam kecelakaan ini.

💡 *Lesson #4* syahidnya rekan seperjuangan tidak boleh menyurutkan, justru mengobarkan, semangat juang.

Turki Utsmani mengumumkan perang pada bulan November 1914 kepada pihak Sekutu setelah banyak keputusan politik dunia dan pertimbangan regional. Para syuhada dirgantara telah memberikan teladan sebelum pecah perang dunia tersebut.

Setelah dishalatkan di Masjid Umayyah di Damaskus, mereka bertiga dimakamkan di tempat terhormat tersebut sebagai bentuk penghargaan tinggi kepada ketiga pionir penerbangan dalam sejarah Dunia Islam.

💡 *Lesson #5* monumen maupun prasasti kepahlawanan adalah untuk menyemangati mereka yang masih hidup dan berjuang; adapun para syuhada sudah mendapatkan tempat yang layak disisiNya.

Mereka diantar dengan kawalan militer dan penghormatan tinggi dari penduduk yang memadati lokasi pekuburan. Mereka berdua adalah syuhada pertama dari angkatan udara, sebuah cabang angkatan perang yang masih baru dalam teknologi dunia.

Tugu peringatannya juga dibangun di distrik Fatih di kota İstanbul pada 2 April 1914 dan baru selesai pada tahun 1916. Tugu tersebut dikenal sebagai Monumen Syuhada Penerbangan (Aviation Martyr’s Monument) yang awalnya disebut “Tayyare Şehitleri Abidesi” lalu diubah pada menjadi “Hava Şehitleri Anıtı.”

💡 *Lesson #6* bumi Syam adalah tanah yang bersimbah darah para syuhada; tidak ada tempat untuk pemimpin syi’ah Nusairiyah di sana.

❔ Jika terobosan teknologi dan aplikasinya dalam berbagai bidang ilmu terapan merupakan sesuatu yang Islami maka Turki Utsmani sudah memulainya. Apakah kita juga?

Turki Utsmani Mempelopori Penerbangan Militer dan Kebebasan Rasial

Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

*Penerbang Militer Muslim Asal Afrika Pertama ; Ahmet Ali Çelikten*

Ahmet Ali Çelikten terlahir dengan nama İzmirli Alioğlu Ahmed (1883) juga mendapat nama legendaris sebagai Arap Ahmet Ali atau İzmirli Ahmet Ali. Beliau adalah penerbang pada era Turki Utsmani dan bisa jadi beliau adalah penerbang berkulit hitam pertama dalam sejarah penerbangan militer. Nenek Ahmet Ali berasal dari Bornu (sekarang berada dalam wilayah Nigeria) dan neneknya didatangkan ke İstanbul sebagai budak.

Ahmet Ali terlahir di propinsi Aidin dari ibu yang bernama Zenciye Emine Hanım dan ayahnya Ali Bey. Ia belajar pada Sekolah Teknik Kelautan Haddehane Mektebi untuk menjadi seorang pelaut militer pada tahun 1904. Beliau lulus empat tahun kemudian sebagai Mülazim-i Evvel atau setingkat Letnan Dua.

Beliau melanjutkan pendidikan pada Sekolah Penerbang Kelautan untuk menguasai seni dan teknik sebagai penerbang militer di Deniz Tayyare Mektebi yang didirikan pada 25 Juni 1914 di daerah Yeşilköy. Beliau mendapatkan wing penerbangnya pada tahun 1915. Setelah lulus beliau masuk ke dalam Angkatan Udara kekhilafahan Turki Ustmani.

Beliau memulai kedinasan aktif di angkatan udara pada bulan November 1916. Pada tanggal 18 Desember 1917 ia dikirim ke Berlin dalam kepangkatan Yüzbaşı (kapten) untuk menuntaskan pendidikan kepenerbangan tingkat mahir.

Memasuki Perang Dunia Pertama ia menikahi Hatice Hanım kelahiran 1897 yang merupakan seorang imigran dari Preveza yang sekarang berada di wilayah Yunani. Beliau wafat pada tahun 1969 sedangkan isterinya diberkahi hidup yang panjang hingga ke tahun 1991.

Agung Waspodo,
Depok, 9 Desember

Lağımcı, Kesatuan Tak Dikenal.. Doa Sunyi Bagi Mereka Semua..

Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Dalam setiap kemenangan dan keberhasilan.. yang sering tidak terbilang atau bahkan terlupakan adalah kegagalan dan kekalahan yang jauh dari pentas utama.

Sesunyi pujian dan pengakuan bagi para syuhada kesatuan bawah-tanah Lağımcı dari Turki-Utsmani yg berlatih bersama angkatan bersenjata Serbia dari Novo-Brdo.

Sejenak saya bersikap tegak sempurna dan hormat kepada mereka – prajurit tak dikenal – yang gugur berbilang banyak di bawah bumi İstanbul. Gugur dalam lorong-lorong sempit terkena serangan lawan, tertimbun ambruknya langit-langit terowongan, maupun yang meletakkan jiwanya untuk meledakkan sumbu pendek mesiu di bawah dinding2 kota yg diisyaratkan dalam hadits Latuftahanna.

Dalam kamus saya, kalian semua selalu saya kenang.. Nabi (saw) bersabda “Latuftahanna al-Qusthanthiniyyah, falani’mal amiir, amiiruha, walani’mal jaysh, dzaalikal jaysh” yg berarti “Pasti kalian akan bebeaskan Konstantinopel, maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya (yg membebaskannya) dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya (bersamanya).”

Menimba kesadaran sejarah melalui konsim pembebasan kota Konstantinopel, oleh Sultan Mehmed II bergelar Fatih, 29 Mei 1453.

Perwira Tinggi Militer & Keluarganya – Hijab dalam Dunia Kemiliteran Turki Utsmani

📆 Kamis, 09 Safar 1438H / 10 November 2016

📚 SIROH DAN TARIKH

📝 Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌐 Stasiun Kereta-api, İstanbul

Setelah digulingkannya Sultan Abdülhamid II Han pada tahun 1909 oleh kelompok CUP maka keputusan untuk perang setelah itu tidak lagi menjadi kendali sultan. Secara nominal penerusnya, Sultan Mehmed V Reşat, tidak memiliki kekuatan untuk mencegahnya.

Perang yang merugikan adalah ketika Italia menginvasi Libya pada tahun 1910. Perang pendek namun heroik itu belangsung kurang lebih setahun. Terputusnya jalur darat dan lemahnya angkatan laut kekhilafahan Turki Utsmani menjadi sebagian penyebab kekalahan operasional.

Foto ini mengabadikan saat kembalinya beberapa perwira tinggi beserta keluarganya pada tahun 1912. Mereka dikembalikan ke İstanbul setelah menjadi tawanan perang Italia selama setahun. Jika kita perhatikan seksama, maka isteri serta keluarga perempuan perwira ini masih mengenakan hijab penuh serta bercadar.

Foto ini merekam generasi militer Turki yang masih memegang kuat prinsip hijab. Institusi kekhilafahan masih tetap ada hingga 12 tahun lagi setelah foto ini diambil. Setelah itu sekularisasi pada Republik Turki menghapus dan melarang hijab, dimulai dari para perwira tinggi militer.

Saat ini sebagian mendung di Turki mulai sirna, di negeriku mendung masih menggelayuti Ummat

 ✳🇲🇨 Selamat Hari Pahlawan Nasional  🇲🇨✳

“Insaf-lah! Barang siapa mati, padahal belum pernah berperang, bahkan hatinya berhasrat perangpun tidak, maka matinya ia di atas cabang kemunafikan.” Jend. Soedirman.

“Andai tidak ada kalimat takbir, saya tidak tahu dengan apa membakar semangat pemuda melawan penjajah.” Bung Tomo.

Peran Turki di Irak, Ketika Pemimpin Kaum Muslimin Punya Kekuatan dan Bukan Boneka Asing

Kamis, 03 Safar 1438H / 3 November 2016

SIROH DAN TARIKH

Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

🌐 İstanbul, Turki

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, kembali menegaskan pentingnya Turki terlibat pada pertempuran pembebasan Mosul dari tangan ISIL. Meskipun Mosul (al-Mawshil) berada di dalam wilayah negara Irak, beliau menyatakan bahwa “Turki memiliki tanggung-jawab sejarah di wilayah ini.”

💡 Sebagai seorang pembaca sejarah amatiran, sulit rasanya untuk tidak kagum dengan Erdoğan dan tim sejarah di belakangnya. Duh, ngiri sekali dengan narasi sejarah yang sedang dibangun dalam tubuh balatentara Republik Turki sekarang. Beliau sepertinya masih menahan diri, seharusnya bukan hanya Mosul namun Baghdad hingga Basra itu dulu urusan Turki. Iya seratus satu tahun yang lalu, bendera Turki Utsmani masih berkibar di muara Sungai Tigris sekitar tahun 1915.

Berbicara di Ankara, hari Selasa kemarin, beliau menyatakan bahwa Turki tidak ingin terlibat dalam konflik sektarian di Irak. Namun, menyuarakan pentingnya memperkuat bangsa Arab Sunni dan Kaum Türkmen di Mosul. “Turki ingin ada di meja perundingan sekaligus di lapangan, ada alasan kuat untuk itu,” tandas Erdoğan.

💡 Cantik sekali bahasa diplomasinya. Tentu beliau mengarahkan telunjuknya pada dominasi agama Syi’ah yang kini mengendalikan pemerintah boneka Amerika Serikat di Baghdad.

Pasukan gabungan Irak dan Kurdi semakin maju mengunci Mosul setelah merebut sekitar 20an kampung dari tangan ISIL yang juga rekayasa AS. Dalam pidatonya, presiden Erdoğan mengingatkan agar milisi Syi’ah tidak dilibatkan dalam pertempuran mengingat kejahatan HAM yang mereka telah perlihatkan pada operasi militer di bagian Irak lainnya. Beliau menegaskan lagi bahwa, “tigapuluh ribu milisi syi’ah yang dikenal fanatik itu harus siap dengan apa yang mereka akan hadapi (angkatan bersenjata Turki),” jika memaksakan diri hadir di Mosul.

💡 *Pernyataan yang tegas oleh seorang pemimpin negeri Kaum Muslimin yang melek terhadap percaturan politik Iran dan milisi syi’ah-nya.* Pantas jika beliau dicintai bukan hanya oleh rakyat Turki, namun oleh Kaum Muslimin di berbagai penjuru dunia. Khususnya, negeri Kaum Muslimin yang sampai hari ini terpaksa dipimpin oleh boneka serta barut pilihan asing.

Dua pekan sebelumnya, parlemen Turki telah mensahkan perpanjangan satu tahun bagi pengerahan pasukan ke Syria dan Irak. Parlemen juga menyetujui pengerahan 2 ribu pasukan melintasi perbatasan Irak untuk memerangi organisasi terorisme.

Seperti yang terlihat pada foto di atas, telah ditempatkan 500 pasukan elit Turki di Markas Bashiqa, sebelah utara Irak, guna melatih pasukan milisi Sunni lokal. Mereka akan dikerahkan untuk membantu pembebasan atas kota Mosul.

Beberapa hari sebelum itu, perdana menteri Irak, Haider al-Abadi, mengecam tindakan Turki dan meminta UN Security Council untuk membahasnya. Presiden Erdoğan menanggapinya dengan mengatakan, “pemerintah Irak sebaiknya fokus untuk menghadapi pasukan ISIL dan PKK saja, daripada bicara keras dan sombong kepada Turki.”

Bahkan, mantan penasihat militer Turki di Irak mengatakan kepada al-Jazeera, “Ankara memposisikan Baghdad sebagai pemain asing untuk urusan Mosul. Turki melihat Baghdad sebagai kekuatan syi’ah dukungan Iran yang hendak menguasai Mosul yang mayoritas Islam.” Ia menambahkan, “jika Baghdad diperbolehkan masuk dengan mengerahkan kekuatan sejauh dari Iran, maka Turki lebih berhak untuk masuk ke Mosul yang secara historis terhubung kepada Turki sejak lama.”

Kritik juga datang dari John Kirby, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, pekan lalu: “semua negara tetangga harus menghormati kedaulatan perbatasan Irak.” Amerika Serikat akan memainkan peran sebagai kekuatan udara dalam rencana penyerangan ISIL di Mosul nanti. Kirby juga mengajak semua pihak untuk fokus pada penghancuran Da’esh (ISIL).

Erdoğan menanggapi komentar Kirby, “jika kalian bisa datang dari jauh karena merasa terpanggil oleh retorika Baghdad, okelah. Tetapi Turki juga memiliki perbatasan dengan Irak sepanjang 350 km dan selalu dalam posisi terancam.” Beliau menambahkan, “secara historis kami punya tanggung-jawab di Mosul, maka kami akan berada di sana!”

💡 Erdoğan tentu sedang menceramahi petinggi AS tersebut bahwa Mosul pernah menjadi bagian dari Turki (Utsmani) selama lebih dari 400 tahun. Baru pada tahun 1918 kemarin diduduki Inggris pada akhir Perang Dunia Pertama. Secara yuridis, Mosul adalah bagian dari Turki yang dipaksakan menjadi salah satu propinsi Irak yang digarap oleh Inggris dan Perancis.

Menurut Gurcan, AS agak meradang karena Turki mau hadir di Mosul secara independen dan bukan di bawah ketiak Amerika Serikat. Turki bersikeras untuk menahan milisi Syi’ah serta elemen militer Kurdi yang pro-PKK masuk ke Mosul. Perdana Menteri Turki, Binali Yıldırım, juga akan mengerahkan dukungan serangan udara kepada milisi yang mereka latih di markas Bashiqa.

Amerika Serikat sepertinya tidak keberatan atas rencana Turki, selama AS tetap memegang peran dominan di wilayah tersebut. Dibutuhkan kejelian sebuah diplomasi tingkat tinggi Dari pihak Turki untuk mengelola ini semua.

Upaya menurunkan ketegangan bilateral antara Turki dan Irak sudah dilancarkan menurut menteri luar negeri Turki, Mevlüt Çavuşoğlu. Delegasi Irak dijadwalkan tiba di Ankara pada akhir pekan ini. Çavuşoğlu menegaskan perlunya pendekatan diplomatik pada lawatannya ke Azerbaijan. Ia menegaskan hal tersebut setelah Under-Secretary dari Kementerian Luar Negeri Turki, Umit Yalçın, melawat ke Baghdad hari Senin kemarin.

💡 Walau diplomasi dikuatkan, tujuan akhir Turki tentu saja peggelaran militer serupa seperti di Suriah ketika Operasi Euphrates Shield yang sukses kemarin.

Agung Waspodo, bisa tersenyum pagi ini, alhamdulillah masih ada berita bagus di jagad Dunia Islam..
Depok, 19 Oktober 2016

Jika Terpaksa Mundur, Lakukan Dengan Elegan Jika Sudah Memukul Mundur, Jangan Beri Kesempatan Bertahan

Kamis, 26 Muharram 1438H / 27 Oktober 2016

SIROH DAN TARIKH

Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

Salerno – Foothold in Europe, David Mason, Ballantine’s Illustrated History of the Violent Century – Battle Book no. 24, New York: 1972.

Buku tipis ini membahas lengkap Operasi Avalanche yang merupakan pendaratan Sekutu di wilayah “sepatu” Italia yang diduduki Jerman. Operasi militer yang digelar bersamaan dengan Operasi Slapstick ini adalah kelanjutan dari Operasi Husky (Juli 1943) dan Baytown (September 1943) melewati pertengahan Perang Dunia Kedua.

Karena pendaratan Sekutu dan pukulan balik Vietinghoff sudah sering dibahas, maka saya hendak menulis sedikit saja pelajaran tentang bagaimana taktik mundur-teraturnya Jerman setelah itu. Jenderal Clark yang memimpin Operasi Avalanche juga menguatkan persepsi saya tentang kemahiran Jerman dalam hal ini ketika mengatakan: “Kesselring was a master of delaying tactics.”

Ketika perintah mundur turun lewat tengah hari, maka pada malamnya hampir semua elemen tempur Jerman sudah bergerak. Yang tersisa hanyalah kesatuan jaga mundur (rearguard elements) yang memang bertugas untuk melindungi gerak mundur utama.

*Lesson #1* jika terpaksa mundur, lakukanlah dengan teratur dan terhormat.

Garis mundur balatentara Jerman adalah sepanjang Sungai Volturno. Persiapan untuk menjadikan garis itu sebagai basis pertahanan berikutnya yang kuat pasti membutuhkan waktu. Pasukan yang mundur mendapat tugas ganda disamping menyelamatkan kesatuannya; yaitu menahan laju pengejaran Sekutu. Setiap bukit dan lembah diubah menjadi medan tempur yang menguntungkan pihak yang bertahan. Kota Naples terpaksa ditinggalkan dan dibumi-hanguskan oleh Jerman agar Sekutu tidak dapat langsung memanfaatkannya, terutama fasilitas pelabuhan.

*Lesson #2* bertempur sambil mundur adalah satuan tindakan terkoordinasi dalam suasana chaos yang tak menentu; hanya jiwa korsa, disiplin, dan kepemimpinan yang mumpuni yang berpeluang mencegah pecahnya kepanikan.

Faktor cuaca pun tidak mendukung laju gerak balatentara Sekutu dengan hadirnya musim hujan dan badai yang menjadikan jalanan seperti kubangan lumpur. Pasukan Sekutu harus memulai lagi perjuangannya merebut sejengkal demi sejengkal bumi Italia. Namun yang sudah pasti, balatentara Jerman kini terdesak mundur, Jenderal McCreery menginstruksikan kepada Korps X bahwa: “once we have the enemy on the run, we will keep him moving.”

*Lesson #3* jika lawan sudah limbung, jangan beri dia waktu dan ruang untuk kembali kokoh. Terus kejar dan hujani serangan sampai jatuh tak berkutik.

Agung Waspodo, berharap hari ini penuh keberkahan kembali
Depok, 18 Oktober 2016

Keringat Dingin Perwira Khilafah di Pelabuhan Inggris

Kamis, 19 Muharram 1438H / 20 Oktober 2016

SIROH DAN TARIKH

Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

Dermaga Armstrong Whitworth, Inggris

Kapten Rauf Bey berusaha menahan kegelisahannya pagi itu. Beliau bersama sepasukan pelaut terlatih sedang berjalan bergegas menuju gerbang galangan kapal laut Inggris. Tugas penting yang mereka panggul pagi itu cukup menimbulkan kecemasan bersama.

Pada pagi yang sama, 2 Agustus 1914, pemerintahan kudeta CUP (Turki Muda) telah menandatangani pakta aliansi rahasia dengan Jerman dan Austria-Hungaria. Sebuah perang dunia sepertinya tidak terelakkan lagi. Pertimbangan utama pucuk pimpinan Turki Muda adalah kecuriagaan mereka pada ketulusan Inggris dan Perancis jika pecah perang. Semua pihak di İstanbul sepakat bahwa Russia adalah musuh utama kekhilafahan Turki Utsmani. Hampir semua meyakini bahwa Inggris maupun Perancis tidak akan sepenuh hati membela Turki Utsmani menghadapi Russia.

Lesson #1 ketika akan bermain politik dan diplomasi, mainkanlah dengan baik sehingga tidak terbaca oleh siapa pun. Ketika langkah kedua dan ketiga begitu mudah diprediksi maka sesungguhnya sudah kalah.

Kapten Rauf Bey adalah seorang perwira laut yang ditugaskan untuk menjemput dan mengawaki kapal perang modern yang baru saja selesai dibuat di galangan Armstrong Whitworth. Kapal ini merupakan upaya untuk menyaingi program peremajaan kekuatan laut Russia dan Yunani. Tidak tanggung-tanggung, kapal over-contract angkatan laut Brazil itu, akan diberi nama Sultan Osman I. Nama masyhur yang diambil dari Osman Gazi sang pendiri kekhilafahan Turki Utsmani (Osmanlı).

Lesson #2 kemandirian dalam memproduksi alat utama sistem pertahanan (alutsista) militer adalah tulang panggung kekuatan diplomasi; jika lemah maka lemah pula opsi diplomasi yang tersedia.

Selain kontrak pembuatan kapal Sultan Osman I, Inggris juga menerima order pembuatan kapal kelas Dreadnought melalui perusahaan Vickers. Baik perusahaan Vickers maupun Armstrong Whitworth memiliki kekuatan lobby pada Kementerian Luar Negeri Inggris untuk menerima order tersebut. Kedua perusahaan khawatir bisnis akan lari ke Jerman jika angkatan bersenjata Inggris terlalu kaku dengan kebijakan luar negerinya.

Lesson #3 bisnis adalah bagian dari diplomasi; ketika kekhilafahan Turki Utsmani telat seabad mendorong entrepreneurship perusahaan swasta dalam negeri maka hanya ada opsi ketergantungan dengan perusahaan swasta asing.

Disamping itu, yang lebih membuat Kapten Rauf Bey cemas adalah besarnya arti kapal perang ini bagi masyarakat umum Turki Utsmani. Kapal perang ini juga didanai melalui penggalangan umum yang dikenal sebagai Donanma-yı Osmanlı Muavenet-i Milliye Cemiyeti. Banyak sekali anak-anak sekolah yang mengumpulkan dari menyisihkan uang jajan mereka sejak 1909. Kini sebentar lagi, 1914, anak-anak sekolah dan majelis ta’lim serta dergah tariqat di seluruh kekhilafahan Turki Utsmani akan menyaksikan kegagahan kapal perang mereka.

Lesson #4 walau terlihat nasionalistik, namun penggalangan dana umum untuk pembelian alutsista militer menunjukkan lemahnya fundamental ekonomi suatu negeri.

Ketika sampai di depan gerbang, Kapten Rauf Bey diberitahu bahwa kedua kapal tidak boleh diambil. Keduanya direkuisisi paksa oleh Angkatan Laut Inggris untuk mengimbangi ancaman perang besar yang diduga akan segera pecah. Betapa jatuhnya perasaan beliau. Tidak ada yang dapat mereka lakukan untuk mengubah itu. Mengambil paksa pun diluar kemungkinan saat itu.

Di kemudian hari diketahui, bahwa rekomendasi penyerobotan kontrak swasta itu datang dari First Sea Lord yang bernama Winston Churchill. Pejabat tinggi urusan angkatan laut yang menerima laporan intelijen tentang meningkatnya jumlah personil militer Jerman di İstanbul sepanjang musim panas 1914.

Lesson #5 Churchill akan merasakan buah dari kesombongannya ketika pasukan Inggris dan ANZAC mengalami kegagalan di pantai Gallipoli satu tahun kemudian.

Kekecewaan anak-anak dan masyarakat penggalang dana tidak hanya sampai di situ. Turki Utsmani berada pada pihak yang kalah dalam Perang Dunia Pertama yang tidak lama setelah itu berkecamuk. Pemerintah Inggris maupun kedua perusahaan kontraktor swastanya tidak pernah mengembalikan kapal maupun nilai kontraknya. Sebuah perampokan besar Inggris sebelum perang pecah yang luput dari catatan sejarah Ummat Islam.

Ahad pagi yang mendungnya enggan berlalu,
Depok, 16 Oktober 2016