Barisan Perfeksionis Itu Selalu Ada Bersama Ummat

๐Ÿ“† Kamis, 14 Rajab 1437H / 21 April 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐Ÿ“ Barisan Perfeksionis Itu Selalu Ada Bersama Ummat

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Catatan Awal April, Antara Tahun 2016 dan 1453

Sejak dua hari yg lalu, 2 April, 563 tahun yang silam, barisan terdepan kepanduan sultan Mehmed II telah berdatangan ke pinggiran barat dinding kota Konstantinopel. Mereka telah menduduki titik-titik strategis yang telah dipilih sejak perencanaan teknis ditetapkan dua tahun sebelumnya. Tenda sultan juga sudah disiapkan di bukit Maltepe yang berhadapan tidak jauh dari Istana Blachernae. Mengharukan, selalu ada angkatan muda pegiat dan pelopor kebaikan dalam tubuh Ummat ini. Membanggakan, selalu ada pundak-pundak muda diantara Kaum Muslimin yang siap menanggung beban berat perjuangan da’wah dengan hati yang ringan.

Mereka menjadi pengarah bagi 80-200 ribu balatentara Turki Utsmani yang menyusul di belakangnya. Mereka memastikan setiap kesatuan berada di zonanya dan setiap perbekalan mengalir sesuai jalur logistiknya. Mereka telah memetakan jalur serbu, rute evakuasi korban, jadwal dapur umum, agenda ta’lim ruhi, serta musholla lokal dan jadwal imam. Mereka juga memastikan dermaga di BeลŸiktaลŸ, รœskรผdar (Scutari), dan Studios telah siap menampung armada laut Turki Utsmani. Mereka juga telah menandai jalur tebang mendaki yang akan mengitari Galata. Mencengangkan, selalu ada shaf para perfeksionis yang membimbing ummat menuju kejayaannya.

Diantara yang menjadi fokus perhatian mereka adalah mengamankan zona khusus yang akan ditempati kanon Urbanus. Senjata bermesiu dengan kaliber terbesar dan proyektil terberat di zamannya menjadi keunggulan teknologi tersendiri bagi Kaum Muslimin. Untuk menghadirkan alat militer tercanggih mereka telah memastikan jalan, jembatan, serta hewan dan awak penariknya siap sepanjang rute aman. Mengharu-birukan, selalu ada barisan para salihin yang dengan kadar keihsanannya membuat mereka dipuji oleh Nabi SAW sejak Perang Khandaq dalam hadits Latuftahanna delapan abad sebelumnua.

Turut bersama rombongan kepanduan ini adalah gurunda Mehmed II muda yang bernama Aq ลžemsettin (Ak Syamsuddin). Beliau memiliki agenda khusus yaitu mengamankan zona pusara seorang sahabat Nabi SAW. Abu Ayyub al-Anshari (ra) telah lebih dahulu menghadap Allah Ta’ala di medan palagan ini 800 tahun sebelumnya. Peletakan batu pertama kompleks peziarah sudah dicanangkan sebagai bagian dari penghormatan atas ke-13 angkatan Latuftahanna sebelumnya. Menggetarkan, selalu ada alim-ulama yang mempertautkan kisah kepahlawanan masa lampau dengan gelora perjuangan masa kini.

Bagian Pertama, Latuftahanna
Menyongsong Napak Tilas Fatih

Sebelum dan sesudah waktu subuh,
Depok, 4 April 2016
Agung Waspodo

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Junudan Lam Tarawha (Tentara Allah yang Tak Terlihat)

๐Ÿ“† Kamis, 14 Rajab 1437H / 21 April 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐Ÿ“ Junudan Lam Tarawha (Tentara Allah yang Tak Terlihat)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

 20 Maret, 1389 tahun yg lalu, miladiyah:

Kaum Muslimin bersama Rasulullah SAW telah bertahan 27 hari di belakang parit. Mereka menggali parit pertahanan (khandaq) utk mempertahankan eksistensi peradaban Islam di kota Madinah yang baru berumur 5 tahun.

Pengepungan oleh kaum Musyrikin Quraisy dan sekutunya (ahzab) Banu Ghatafan itu mengalami kebuntuan. Frustasi berkepanjangan koalisi yg juga melibatkan Yahudi itu semakin diliputi perpecahan serta kecurigaan di kalangan mereka sendiri. Setelah krisis itu mendekati puncaknya, dikirimlah Nu’aim ibn Mas’ud oleh Rasulullah SAW utk mengadu berbagai kepentingan lawannya.

๐Ÿ”…Tengoklah betapa perpecahan justru menghebat di barisan Kaum Muslimin sekarang ini. Mulailah mencari titik temu diantara ahlus sunnah wal jama’ah dan janganlah biarkan kita meruncing dalam perbedaan.

Taktik itu berhasil dan Allah SWT menggenapkan azab kepada musuhNya dengan mengirimkan angin kencang (riihan) serta tentaraNya yang tidak nampak (junudan lam tarawha). Pertolongan Allah Ta’ala itu dekat, amat dekat, namun hal itu tidak menghentikan usaha Rasul dan para sahabatnya untuk berjuang. Mereka generasi terbaik telah berjuang tanpa kenal lelah dan berkorban sampai batas-batas terujung. Begitu pula harusnya kita pada generasi penghujung masa..

Manggarai, jam delapan pagi, 2 April 2016
Agung Waspodo menuju acara Latuftahanna*..

*(Red : penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al Fatih, 23 April 2016 08:00-11:00 di Great Saladdin Square – Margonda Depok)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Konsekuensi Sebuah Perjanjian (Kisah Perjanjian Hudaibiyah, Bagian Ketiga)

๐Ÿ“† Kamis, 7 Rajab 1437H / 14 April 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐Ÿ“ Konsekuensi Sebuah Perjanjian
(Kisah Perjanjian Hudaibiyah, Bagian Ketiga)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Janji setia (bai’ah) di Hudaibiyah itu dimulai oleh 2 sahabat Nabi SAW yang bernama Abu Sinan al-Asadi (ra) dan Salamah ibn al-Akwa (ra). Mereka berdua berjanji 3 kali untuk siap hingga titik darah penghabisan di jalan Allah pada bagian depan, tengah, maupun akhir dari barisan Kaum Muslimin. Demikian tingginya animo pembelaan terhadap Rasulullah SAW di kalangan sahabat pada masa tersebut membuktikan betapa mulianya generasi as-Sabiqunal Awwalun.

Perjanjian Kesetiaan ini dilaksanakan di bawah sebuah pohon dimana Rasul SAW diapit oleh ‘Umar (ra) dan Ma’qil ibn Yasar (ra). Allah SWT memuji peristiwa ini dan mengabadikannya pada Surah al-Fath (48) ayat ke-18: “Sesungguhnya, Allah meridhai atas orang-orang mukmin ketika mereka berbai’at kepadamu (Muhammad) di bawah pohon. Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberikan balasan dengan kemenangan yg dekat,” Demikianlah penghargaan tertinggi dari Allah Ta’ala pantas didapatkan oleh generasi terbaik dari Ummat ini.

Melihat teguhnya pendirian Kaum Muslimin serta kesiapan mereka untuk berjuang sampai titik Sarah penghabisan, kaum Musyrikin Quraisy menyadari bahwa rombongan ini tidak dapat dicegah begitu saja. Oleh karena itu, mereka mengirimkan lagi utusan untuk meminta perdamaian dengan sejumlah syarat.
๐Ÿ”…Tarkadang, permasalahan ummat ini tidak membutuhkan terlalu banyak strategi kecuali teguh dalam pendirian serta konsisten dengan ajaran Islam.

Hasil perjanjian (sulhun) Hudaibiyah berisikan 5 butir kesepakatan:

1โƒฃ Kaum Muslimin harus balik arah dan pulang ke Madinah, akan tetapi tahun depan mereka boleh umroh ke Makkah selama tiga hari,

2โƒฃ Kaum Muslimin ketika kembali tidak boleh bersenjata kecuali pedang yang tersimpan di dalam sangkurnya dan diletakkan di dalam tas,

3โƒฃ Seluruh agresivitas Perang antara Kaum Muslimin dan Musyrikin Quraisy dihentikan selama 10 tahun, kedua belah pihak hidup dalam kedamaian dan tidak saling serang,

4โƒฃ Jika seorang dari Quraisy berpindah ke barisan Muhammad tanpa persetujuan sukunya, maka ia harus dikembalikan; sedangkan jika seorang dari Madinah berpindah ke barisan Quraisy maka ia tidak dikembalikan,

5โƒฃ Siapapun yang hendak bergabung ke barisan Muhammad atau mengikat perjanjian dengannya maka ia bebas melakukannya; sebagaimana halnya dengan siapapun yang ingin bergabung dengan Quraisy atau mengikat perjanjian dengan mereka maka ia bebas melakukannya.

Secara sepintas perjanjian ini sepertinya merugikan Kaum Muslimin sehingga ada sahabat yang sulit menerima kenyataan tersebut. Namun, Rasulullah SAW menerimanya dengan berbagai pertimbangan yg matang dan jauh ke depan.

Bersambung ke bagian keempat

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Ketika Kesetiaan Kaum Muslimin Ditempa Sekali Lagi (Kisah di Hudaibiyah Bagian Kedua)

๐Ÿ“† Kamis, 7 Rajab 1437H / 14 April 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐Ÿ“ Ketika Kesetiaan Kaum Muslimin Ditempa Sekali Lagi
(Kisah di Hudaibiyah Bagian Kedua)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Bagian 1 :  https://t.co/8vNVhSkuHN

Informasi yang dibawa kembali oleh ‘Urwah kepada pemuka Quraisy tentang khidmatnya para sahabat kepada perintah Rasulullah SAW ternyata menjadi pemecah kepentingan kaum musyrikin. Sebagian kalangan tetua Quraisy ingin berunding dengan Kaum Muslimin. Segolongan kaum mudanya berhasrat untuk berperang selagi Kaum Muslimin dalam keadaan lemah persenjataan. Kesatuan Kaum Muslimin merupakan kekuatan tersendiri yang mampu memecah-belah soliditas musuh-musuhnya; namun kini soliditas Kaum Muslimin yg melemah.

Golongan muda kaum Musyrikin Quraisy mencoba menyusup ke dalam perkemahan Kaum Muslimin di Hudaibiyah. Namun ketatnya pengawalan seksi pengamanan yg dipimpin oleh Muhammad ibn Maslamah (ra)  berhasil menangkap agen penyusup ini. Mereka ini diputuskan Rasulullah SAW utk dibebaskan untuk menyampaikan pesan bahwa kafilah ini bertujuan damai. Dalam konteks inilah turunnya ayat ke-24 dari Surah al-Fath (48) yg berbunyi:

“dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) darimu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah setelah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu Kerjakan.”

Masyarakat Islam adalah sekumpulan manusia yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW yang dengan keduanya hidup mereka menjadi damai dan tenteram; namun bukan berarti mereka ini lalai dari pengamanan maslahat umum dan tidak juga lengah dari kesiagaan.

Setelah berselang beberapa waktu tanpa ada kepastian maka Rasulullah SAW hendak mengutus ‘Umar ibn al-Khaththab (ra) utk bernegosiasi dengan Kaum Musyrikin Quraisy. Namun, mengingat berbagai pertimbangan dan masukan dari ‘Umar (ra) sendiri, maka Rasulullah SAW akhirnya mengutus ‘Utsman ibn ‘Affan (ra) sebagai utusannya. Rasulullah SAW senantiasa mempertimbangkan keutamanan maupun keunggulan sahabatnya dalam setiap penugasan; beliau juga menerima masukan yang diberikan kepadanya.

‘Utsman (ra) kembali menegaskan niat dan tujuan damai yg dibawa Kaum Muslimin yang dipimpin Rasulullah SAW kepada para pemuka Quraisy. Namun, pihak Quraisy bersikeras utk tidak memberikan izin. Sebaliknya, mereka membujuk ‘Utsman (ra) dengan imbalan hak berumroh bagi dirinya sendiri jika ia mau mempengaruhi Rasulullah SAW utk mengurungkan tujuannya. Hal ini ditampik ‘Utsman (ra) dengan tugas dengan perkataannya yg masyhur “bagaimana aku bisa menikmatinya (umroh) ketika baginda Rasulullah SAW dan Kaum Muslimin dihalangi atas itu (umroh). Karakter seorang mu’min adalah mengutamakan kepentingan umum Kaum Muslimin diatas maslahat diri pribadinya.

Alotnya negosiasi ini menyebabkan keresahan di kalangan Kaum Muslimin serta kekhawatiran mereka atas keamanan jiwa ‘Utsman (ra). Untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan maka para sahabat diambil perjanjiannya untuk setia melindungi keselamatan Rasulullah SAW dari potensi ancaman Kaum Musyrikin Quraisy. Bai’at ini dikenal dalam sejarah sebagai Bai’atur Ridwan. Kehidupan masyarakat Muslimin sudah sepatutnya mengacu kepada kedisiplinan serta keseriusan generasi sahabat dalam menjunjung tinggi kecintaan kepada baginda Rasulullah SAW.

Bersambung ke bagian ketiga..

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Ketika Kaum Musyrikin Quraisy Pertama Kali Mengakui Eksistensi Kaum Muslimin di Madinah

๐Ÿ“† Kamis, 29 Jumadil Akhir 1437H / 7 April 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐Ÿ“ Ketika Kaum Musyrikin Quraisy Pertama Kali Mengakui Eksistensi Kaum Muslimin di Madinah

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Berawal dari mimpi Rasul SAW memasuki kota Makkah dengan aman maka dimulailah perjalanan 1500 sahabat untuk melaksanakan umroh pertama kalinya. Mereka demikian bergembira dalam menyongsong kerinduan akan kampung halaman setelah 6 tahun berhijrah. Turut bersama Rasulullah SAW adalah isterinya yg bernama Ummu Salamah. Kerinduan adalah sebuah perayaan yang sangat manusiawi yang juga dirasakan oleh para sahabat.

Sesampainya mereka di Dhul Hulaifah, semua laki-laki mengenakan kain ihram adapun pedang yg mereka bawa semua tersimpan dalam sangkurnya karena bukan ekspedisi militer. Kesatuan pengintai yg dikirim Rasulullah SAW membawa berita bahwa jalan menuju Makkah telah diblokade oleh pasukan elit Quraisy yg juga mengerahkan kekuatan para Budak berkulit hitam. Dalam berbagai kesempatan, Rasulullah SAW selalu berupaya mengumpulkan data intelijen secara sistematik.

Khalid ibn al-Walid yg dikerahkan para pemuka Quraisy bersama 200 pasukan berkuda bermaksud menyerang secara mendadak pada waktu zuhur. Namun Allah SWT mewahyukan dibolehkannya sholat Khauf dimana sebagian sahabat bersiaga dengan senjata mereka ketika sebagian lain shalat; momen genting tersebut terselamatkan. Kecenderungan kepada perdamaian tidak pernah menjadikan Kaum Muslimin lengah akan ancaman lawannya.

Rasulullah SAW mengubah arah perjalanan mereka ke Tsaniyatul Marar hingga sampai ke sebuah sumur tua yg mulai mengering di daerah al-Hudaibiyah dimana mereka mendirikan tenda. Mu’jizat Allah SWT turun berupa mengalir derasnya kembali air di sebuah cerukan yang ditancapi anak panah oleh Rasulullah SAW. Ini adalah sebuah contoh perencanaan yang maksimal dan dengannya Allah Ta’ala turunkan bantuan sesuai dengan waktunya.

Ketika berkemah di sini, Kaum Quraisy mengirim 3 utusan berturut-turut. Ketika utusan ketiga, ‘Urwa ibn Mas’ud ats-Tsaqafi, menginap diantara Kaum Muslimin, ia menduga bahwa para sahabat pasti meninggalkan beliau pada saat genting nantinya. Namun setelah menyaksikan secara langsung bagaimana interaksi diantara Kaum Muslimin ia berubah pandangan. Ketika ia kembali ke Kaum Musyrikin Quraisy, ia berkata “aku sudah pernah melihat istana Kaisar serta Raja-Raja, namun belum pernah suatu kaum setia, mencintai, menghormati, dan rela berkorban utk pemimpinnya daripada Kaum Muslimin.

Bersambung..

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Keimanan Selalu Menuntut Pengorbanan

๐Ÿ“† Kamis, 29 Jumadil Awal 1437H / 7 April 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐Ÿ“ Keimanan Selalu Menuntut Pengorbanan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Di pelabuhan Syaibah, pesisir Laut Merah inilah para sahabat generasi paling awal mu’minin membuktikan keimanan mereka kepada Allah Ta’ala.

Setelah terus bertahan dalam ancaman, aniaya, siksaan, hingga pembunuhan sekian lama di kota Makkah maka diturunkan kepada mereka Surah al-Kahfi. Menurut para mufassirin surah ini mengandung 3 hikmah yg memberikan isyarat untuk mencari tempat untuk mengamankan keimanan mereka:

1. Kisah Ashabul Kahfi: menjahui kezaliman penguasa semata untuk mengamankan keimanan mereka dan Allah SWT memberkahi usaha sungguh-sungguh itu serta membukakan jalan dikemudian hari,

2. Kisah Khaidir dan Nabi Musa (as): mengupayakan segala macam ikhtiar untuk menghindari konfrontasi yang belum perlu dan juga belum diperintahkan kehadapan penguasa yang zalim dengan sebuah target yaitu kembali dengan kekuatan,

3. Kisah Dzulqarnain: pentingnya peran seorang Raja yg beriman kepada Allah Ta’ala, tegas dan adil, lagi perkasa dalam melindungi rakyatnya dari berbagai macam gangguan dan marabahaya.

Setelah itu baru diturunkan ayat ke-10 dari Surah az-Zumar (38) yaitu: “Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Than mu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Para mufassirin menyepakati bahwa ayat ini yg mendorong Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat berhijrah ke Habasyah di seberang pantai ini di benua Afrika.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Hadiah Sebagai Sarana Diplomasi dan Upaya Untuk Melengahkan Lawan!

๐Ÿ“† Kamis, 22 Jumadil Akhir 1437H / 31 Maret 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Kisah Jatuhnya Syam kepada Turki Utsmani
Pertempuran Marj-Dabiq – 24 Agustus 1516

Pertenpuran ini ditulis juga sebagai Marj Dฤbiq (dalam bahasa ‘Arabi: ู…ุฑุฌ ุฏุงุจู‚โ€Ž, yang bermakna “the meadow of Dฤbiq” atau Padang Rumput Dฤbiq; dalam bahasa Turki: Mercidabฤฑk Muharebesi) adalah bentrok militer bersejarah di Timur-Tengah. Lokasi pertempuran ini ada di Desa Dฤbiq sekitar 44 km sebelah utara kota Aleppo (Halab), Syria.

Pertempuran ini adalah bagian awal dari peperangan antara Khilafah Turki Utsmani melawan Kesultanan Mamluk sepanjang tahun 1516-1517 yang berakhir dengan kemenangan pada Turki Utsmani. Konsekuensi kekalahan Mamluk di Marj-Dabiq adalah lepasnya seluruh wilayah Syam. Bahkan setelah kekalahan total Kesultanan Mamluk nantinya serta jatuhnya Mesir dan Hijaz barulah secara resmi Turki Utsmani menyandang titel Khadimul-Haramain; pelayan Kedua Tanah Suci.

๐Ÿ‡๐ŸฟPersiapan Perang

Sultan Al-Asyraf Qansuh al-Ghawri sempat menghabiskan musim dingin 1515 hingga musim semi 1516 menyiapkan pasukannya guna bergerak maju ke perbatasan Turki Utsmani di sebelah timur Anatolia yang konon ingin berpindah haluan ke Mesir. Karena mengantisipasi adanya perlawanan dari Turki Utsmani maka ia mempersiapkan diri secara maksimal; tentu berita kekalahan Kerajaan Safawi di Chaldiran tahun sebelumnya (tulisan tentang Chaldiran baru saja saya muat beberapa menit yang lalu) menjadi salah satu pertimbangan persiapan ini.

Ketika ia hendak berangkat, tibalah utusan dari Yavuz Sultan Selim I yang membawa berita persahabatan yang menjanjikan untuk menunjuk wakil dari Mesir sebagai penguasa wilayah perbatasan antara Turki Utsmani dan Mamluk. Sultan al-Asyraf menginginkan bahwa perbatasan, khususnya propinsi Dulkadir dalam wilayah Turki Utsmani, tunduk pada perintahnya atas nama Mamluk yang berkuasa di Mesir. Diantara janji yang juga dibawa oleh utusan Sultan Selim I adalah membuka perbatasan untuk perlintasan perdagangan dan bahkan menyerahkan sebagian wilayah taklukan bekas Safawi kepada al-Asyraf.

๐Ÿ‡๐ŸฟKeberangkatan dari Kairo

Memasuki awal musim panas, pada hari Ahad 16 Rabi’uts Tsani 922 Hijriah (18 Mei 1516), al-Asyraf berangkat dari Kairo bersama pasukan yang banyak termasuk 20 ribu pasukan berkuda kelas berat; yang tidak ia miliki adalah kesatuan meriam lapangan. Al-Asyraf menugaskan Tuman Bey II sebagai pemimpin di Kairo selama ia memimpin ekspedisi tersebut; keberangkatan yang mewah dengan pertunjukan yang meriah melepas keberangkatan pasukan al-Asyraf. Ikut bersama pasukan ini tidak kurang dari 15 amir, kesatuan kawal kesultanan 5.000 kavaleri Mamluk, dan satuan milisi Beduin (Badw, Badui) lainnya yang bergabung di sepanjang perjalanan di Syam.

๐Ÿ”…Khilafah ‘Abbasiyah di Kairo

Pada rombongan terkawal paling belakang terdapat Khalifah al-Mutawakkil III dari Daulah ‘Abbasiyah. Daulah ‘Abbasiyah berdiri di Kairo setelah Baghdad dihancurkan oleh Mongol pada tahun 1258. Kesultanan Mamluk menerima dan melindungi institusi kekhalifahan pada tahun 1261 ketika Sultan Baybars I al-Bunduqdฤrฤซ secara resmi mengangkat Khalifah al-Mustanshir sebagai pelanjut Daulah ‘Abbasiyah di Kairo.

Dalam rombongan belakang ini terdapat juga Ahmed yang merupakan keponakan Selim I yang memiliki hak atas kekhilafahan Turki Utsmani. Al-Asyraf membawa serta Ahmed dengan tujuan dapat menarik simpati para pemimpin dari pihak lawannya. Al-Asyraf melaju pelan sehingga baru sampai ke Damakus pada tanggal 9 Juni. Ia pun diterima di kota ini dengan karpet terbentang serta perayaan besar lagi mewah yang disediakan oleh Amir Sibay, gubernur Mamluk untuk Damaskus. Setelah itu ia terus bergerak menuju kota Hims dan Hammah dengan penerimaan yang sama mewahnya hingga persiapan menuju Aleppo (Halab).

Diantara yang menyebabkan lambannya pasukan Mamluk yang dahulu terkenal gesit adalah bahwa setiap pasukan membawa perlengkapam dan persenjataan dalam jumlah yang berlebihan. Hal ini disebabkan oleh besarnya pembagian bonus dana perang yang diberikan oleh al-Asyraf kepada setiap pasukan elit kavalerinya berupa; 100 dinar, 4 bulan gaji ke depan, serta dana pembelian unta.

๐Ÿ”…Diplomasi

Sementara itu tiba pula utusan dari pihak Turki Utsmani dengan membawa hadiah yang mahal kepada al-Asyraf maupun al-Mutawakkil III serta para pemuka lainnya. Disampaikan oleh utusan bahwa Sultan Selim I memelas untuk diberikan gula khas Mesir serta kue dan gula-gula lainnya. Di kemudian hari ternyata ditemukan bahwa aksi diplomasi ini ditujukan agara al-Asyraf dan para pemimpin Mamluk menganggap remeh Sultan Selim I yang justru sedang bersiap tempur tanpa disadarinya.

Utusan dari al-Asyraf datang ke tenda Selim I dengan membawa hadiah ala kadarnya sebagai balasan merendahkan utusan sebelumnya. Sultan Selim I mengerti pesan simbolik pelecehan itu dan menangkap utusan serta mengembalikannya setelah dicukur hingga gundul dan ditunggangkan di atas keledai. Balasan ini mengangetkan al-Aysraf yang mengira Sultan Selim I akan tunduk dan patuh pada perintahnya begitu saja.

๐Ÿ“ŒGejalan Pengkhianatan pada Barisan Mamluk

Di kota Aleppo, gubernur Mamluk yang dijabat oleh Khair Bey menerima rombongan al-Asyraf dengan kemewahan yang sama dengan kota-kota sebelumnya untuk menyembunyikan perjanjiam rahasianya dengan Sultan Selim I. Penduduk Aleppo sebenarnya tidak menyukai al-Asyraf karena kekejamannya terhadap Aleppo di masa silam.

Kurang hangatnya penerimaan penduduk Aleppo sangat kontras dibandingkan dengan jamuan Kair Bey sehingga para penasihat al-Asyraf memberi masukan agar ia siaga. Al-Asyraf merasa tidak nyaman di Aleppo kemudian mengambil lagi janji setia para komandan dengan membagikan hadiah kepada mereka; sebagian yang tidak atau kurang mendapatkan bagian mulai merasa tersisihkan. Pertimbangan untuk menangkap Khair Beg Malbai karena tingkah-lakunya yang mencurigakan sudah disampaikan kepada al-Asyraf namun perintah itu digagalkan oleh Amir Janberdi Al-Ghazali.

โš”Pertempuran

Pada hari Rabu 21 Rajab 922 Hijriah (20 Agustus 1516) pasukan Mamluk sudah sampai di padang rumput Marj-Dabiq sekitar 1 hari perjalanan dari Aleppo. Al-Asyraf yang tiba lebih dahulu di tempat ini tidak segera menyusun barisan tempurnya sehingga kehadiran pasukan Turki Utsmani yang datang belakangan masih dapat memilih lokasi yang menguntungkannya.

Pertempuran dimulai dengan serbuan kavaleri Mamluk yang legendaris itu, sayap kanan dipimpin Amir Sibay dari Damaskus dan sayap kiri dipimpin Amir Khair Beg Malbai. Serangan keras ini berhasil memukul mundur sayap kiri Turki Utsmani setelah dibantu oleh infanteri Panglima Amir Su’dun; bahkan dalam catatan resmi diperoleh keterangan bahwa Selim I sudah mempertimbangkan untuk mundur. Namun, barisan meriam lapangan Turki Utsmani berhasil menewaskan panglima Amir Su’dun dan gubernur Amir Sibay dalam serangan balasan. Pada kondisi genting ini, sebenarnya Mamluk masih dapat meneruskan terjangan jika barisan kavaleri sayap kirinya terus mendesak maju. Hanya saja, Amir Kahir Beg Malbai menarik pasukannya sesuai komitment rahasianya dengan Selim I pada situasi tersebut sehingga sisa kavaleri dan infanteri Mamluk kini justru terkepung. Hampir semuanya terbunuh dengan tembakan jitu Janisari yang kini dilengkapi dengan senapan api Musket yang canggih untuk zamannya. Kavaleri Mamluk yang legendaris itu tercabik-cabik oleh peluru meriam lapangan yang ditembakkan secara terkoordinir dari berbagai arah membentuk “kill zone” yang mematikan.

๐Ÿ“ŒKepanikan dan Tutupnya Gerbang Aleppo

Sisa pasukan Mamluk di garis belakang mundur secara panik karena sinyal komando mundur ditiupkan oleh Amir Khair Beg Malbai ketika barisan masih mencoba bertahan. Sia-sialah upaya menyusun ulang barisan karena kini semua pasukan sibuk menyelamatkan dirinya masing-masing. Masalah semakin bertambah karena kota Aleppo atas perintah Amir Kahir Beg Malbai menutup pintu gerbangnya. Sultan al-Asyraf Qansuh al-Ghawri terbunuh ketika ia mengalami stroke selagi menunggangi kudanya dan jatuh.

Khalifah al-Mutawakkil III memilih untuk menyerah dan berpindah pihak berikut beberapa amir yang sedari awal tidak merasa diperhatikan oleh Sultan al-Asyraf. Ada beberapa versi tentang akhir hayat al-Asyraf; pertama ia wafat karena stroke dan kepalanya dipenggal oleh pengawalnya untuk dikubur agar tidak menjadi tropi bagi lawan, kedua ia melarikan diri dan terbunuh bersama pengawalnya tapi tidak dapat ditemukan jazadnya, dan ketiga ia terbunuh dan dipenggal oleh pasukan Turki Utsmani yang hampir mendapatkan hukuman dari Selim I karena ia tidak menginginkan penistaan seperti itu.

๐Ÿ”…Kesudahan

Yavuz Sultan Selim I masuk dan diterima oleh penduduk Aleppo sebagai sang pembebas dari kekejaman mendiang al-Asyraf. Sultan Selim I menerima dengan hangat Khalifah al-Mutawakkil III namun ia memarahi para ‘ulama yang menurut Selim i tidak berhasil menasihati sang sultan yang bertindak semena-mena di wilayah Syam serta tidak memerangi syi’ah di Kerajaan Safawi.

Tidak lama setelah itu Damaskus pun membuka gerbangnya dan Mesir menyusul untuk ditaklukan karena basis Mamluk masih ada di wilayah tersebut.

Agung Waspodo, mencatat berbagai taktik diplomasi yang menyebabkan al-Asyraf menjadi lengah dan Selim I menjadi sangat diuntungkan oleh kelengahan lawannya.. Indonesia pun sering terkesima dengan diplomasi berpura-pura baik dari negeri-negeri lain yang tidak menginginkan majunya negeri kita, negeri-negeri itupun telah menanam agennya di dalam pemerintahan Indonesia untuk mengalahkan semangat juang bangsa kita dari dalam.. taktik lama yang masih relevan hingga 501 setelah itu.. besok

Depok, 23 Agustus 2015.. sebentar lagi tengah malam..

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Komandan Yang Tertidur Dalam Pertempuran!

๐Ÿ“† Kamis, 15 Jumadil Akhir 1437H / 24 Maret 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Pendaratan di Teluk Suvla: 6-15 Agustus 1915

Pendaratan di Teluk Suvla (Suvla Bay) adalah pendaratan amfibi dari Laut Aegean ke pesisir Gallipoli pada rentang Suvla dalam Serangan Bulan Agustus. Serangan ini adalah upaya terakhir Sekutu untuk memecah kebuntuannya pada Kampanye Militer di Gallipoli. Pendaratam yg dimulai pada Jum’at malam 24 Ramadhan 1333 Hijriah (6 Agustus 1915) secara khusus ditujukan untuk membuat terobosan lebih jauh dari posisi pendaratan sebelumnya di Sektor ANZAC sekitar 8 km di selatannya.

๐Ÿ“ŒLatar Belakang

Walau hanya menghadapi perlawanan yg ringan, pendaratan Sekutu di Suvla sudah terlihat salah kelola sejak permulaan dan dengan cepat berubah menjadi kondisi kunci-mengunci seperti yg sudah te4jadi sebelumnya di sektor ANZAC dan Helles.

Pada hari Ahad 4 Syawal 1333 Hijriah (15 Agustus), setelah sepekan lebih tanpa adanya keputusan yg jelas serta aktivitas yg nyata, komandan Inggris di Suvla, Let. Jend. Sir Frederick Stopford dilepaskan dari jabatannya. Kepemimpinannya merupaka salah-satu yg terburuk dalam Perang Dunia Pertama di pihak Sekutu.

๐Ÿ“ŒPerencanaan

Penyerangan itu dimulai dengan sebuah serangan pengalihan di sektor Helles yg kemudian dikenal sebagai Pertempuran Kebun Anggur di Krithia (the Battle of Krithia Vineyard) dan di sektoe ANZAC dikenal sebagai Pertempuran Pinus Tunggal (the Battle of Lone Pine).

Pendaratan itu direncanakan pada jam 20.00 malam atau satu jam setelah dua kolom serbuan terkoordinasi menembus keluar dari sektor ANZAC menuju sasaran dataran tinggi Sarฤฑ Baฤฑr.

Ketika Stopford diperlihatkan tentang rencana tersebut pada awal 22 Juli ia sangat yakin akan keberhasilannya, namun Kepala Staf-nya, brig. Jend. Hamilton Reed tidak seyakin pimpinannya; ia adalah Kastaf ini berhasil memengaruhi atasannya. Reed adalah seorang perwira artileri dengan dekorasi Bintang Viktoria di dadanya yg ia peroleh pada Perang Boer. Ia mengatakan bahwa sebuah penyerbuan atas posisi parit lawan tidak akan berhasil tanpa dukungan tembakan artileri. Walau pengintaian udara menunjukkan tidak adanya parit pertahanan itu, namun Stopford tetap membatasi capaian serangan. Perintah yg “tidal jelas” turun bagi Divisi Ke-11 untuk menyerang dimana komandannya May. Jend. Frederick Hammersley sampai detik terakhir masih belum yakin apakah tanah tinggi itu wajib dikuasai atau pilihan.

๐Ÿ“ŒPihak Turki Utsmani

Komandan Balatentara Ke-5 Turki Utsmani yg diberikan kepada Jend. Otto Liman von Sanders sudah merasakan akan adanya serbuan ini melalui laporan peningkatan jumlah pasukan di sektor tersebut dari pantauan lapangan. Upaya pengelabuan Inggris sedikit berhasil mengalihkan 3 divisi Turki Utsmani ke sisi Asia dan 3 lagi ke bagian utara Semenanjung Gallipoli di sektor Bulair.

Sektor Suvla dipertahankan olrj 3 batalion yg dikenal sebagai Detasemen Anafarta yg dipimpin oleh seorang perwira kavaleri asal Bavaria, Mayor Wilhelm Wilmer. Ia memiliki satu tugas saja yaitu menahan serangan lawan sampai tiba bala bantuan, namum ia tidak diberi satuan senapan-mesin dan hanya sedikit artileri saja. Ia membentuk tiga titik pertahanan di Kiretch Tepe, Hill-10, dan Chocolate Hill berikut titik pantau di Lala Baba.

๐Ÿ“ŒPendaratan

Pendaratan gelombang pertama di Pantai-B (B-Beach) oleh brigade ke-32 dan ke-33 tepat pukul 20.00 dan berhasil merebut posisi Lala baba namun dengan korban yg besar. Setelah itu Brigade Ke-34 mendarat di Pantai-A (A-Beach) namun lebih berantakan karena kesalahan teknis dimana sebagian kapal tersangkut pada karang dan posisi pendaratan bergeser. Sebagian pasukan ada yang mendarat di pantai yg curam dengan air sampai sebatas leher. Gelobang inipun dengan mudah ditekan oleh artileri dan tembakan sniper dari garis pertahanan Turki Utsmani. Resimen Manchester bisa dikatakan yg terbaik dalam pendaratan ini dengan berhasil mencapai Kiretch Tepe dengan korban 200 personil.

Di tempat lain pendaratan yg dilakukan pada tengah malam mengalami masalah yang lebih banyak. Para perwira kesulitan menemukan titik sasaran mereka dalam kegelapan, masalah baru timbul ketika cahaya yg dipantulkan oleh bulan justru menjadikan pasukan Inggris target bagi sniper Turki Utsmani. Hill-10 baru bisa direbut keesokan hari setelah jumlah personil yg mendarat bertambah dan pasukan Turki Utsmani mundur sebelum subuh.

๐Ÿ“ŒKepemimpinan Sekutu

Masalah lain timbul karena Stopford memilih untuk memimpin pendaratan dari atas kapal HMS Jonquil dan, lebih parah, adalah ketika pendaratan berlangsung ia justru tertidur. Laporan pertama yg ia terima sekitar jam 04.00 pagi adalah ketika Komandan Unwin meminta pendaratan di Teluk Suvla dihentikan. Berbagai laporam baik dari wartawan perang Ellis Ashmead-Bartlett maupun buku yang ditulis oleh Kap. Cecil Aspinall-Oglandar menyatakan betapa porak-porandanya komando serta situasi di lapangan pada tanggal 7 Agustus.

๐Ÿ“ŒMenjelang Akhir

Pada tanggal 7 Agustus kemajuan sangat minim, bahkan teriknya hari itu serta belum turunnya logisitik membuat banyak prajurit yang kehausan serta kesatuan diam tanpa perintah. Satu-satunya capaian yang jelas pada hari itu adalah kedua bukit di sebelah timur Danau Asin, namun korban yang jatuh dari pihak Sekutu mencapai 1.700 personil pada 24 jam pertama.

Pada jam 19.00 Willmer melaporkan kepada von Sanders: “tidak ada semangat untuk berperang dari pihak lawan, kalaupun mereka bergerak maju itu dengan kecepatan malu-malu..” Von Sanders memiliki banyak waktu untuk menggerakkan divisi ke-7 dan ke-12 Turki Utsmani pimpinan Feizi Bey dari Bulair di utara ke Suvla di selatan.

Stopford tidak turun dari kapalnya ke pantai sama sekali pada 7 Agustus. Prajurit dan para perwira dibiarkannya tanpa perintah dan arahan sehingga banyak nyawa meregang tanpa alasan.

Agung Waspodo, betapa mahalnya nilai seorang pemimpin, masih sangat dan akan terus relevan walau sudah berlalu 100 tahun, lewat 5 hari..

Depok, 11 Agustus 2015, pagi yg cerah..

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Perjanjian yang Merontokkan Turki Utsmani, Melahirkan Republik Turki, dan Menaikkan Mustafa Kemal

๐Ÿ“† Kamis, 8 Jumadil Akhir 1437H / 17 Maret 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Baca untuk sedikit memahami masa genting itu: Perjanjian Sรจvres – 10 Agustus 1920

Perjanjian ini adalah satu dari serangkaian perjanjian yg diadakan oleh negara-negara pemenang Perang Dunia Pertama untuk menekan negara-negara Central Powers kepada kehendaknya. Perjanjian Sรจvres ini ditandatangani pada hari Selasa 25 Dzul-Qa’dah 1338 Hijriah (10 Agustus 1920) di pabrik keramik di Sรจvres, Paris.
Perjanjian ini menjadi awal dari pengeratan atas serta penghancuran Khilafah Turki Utsmani.

๐Ÿ“ŽPenghancuran Khilafah Turki Utsmani

Butir-butir perjanjian ini yang begitu menyakitkan bagi Turki Utsmani karena dilandasi oleh dendam atas kekalahan negara-negara Sekutu pada Kampanye Militer di Gallipoli. Butiran yang menunjukkan hal tersebut adalah menyatakan bahwa “negara” Turki yang baru harus melepaskan seluruh wilayah Turki Utsmani yang penduduknya tidak berbudaya Turki berikut sebagian wilayah Turkinya yg strategis. Butir perjanjian yang paling brutal adalah wilayah Turki Utsmani di bagian timur dari Mediterranean yg semuanya dikerat serta diperuntukkan bagi Mandat Inggris bagi Palestina dan Mandat Perancis bagi Syria.

๐Ÿ“Ž Efek pada Nasionalisme Turki

Butiran perjanjian ini mendidihkan rasa permusuhan serta meningkatkan sentimen nasionalisme bangsa Turki. Sebagai bentuk kebencian atas keputusan dan keputusasaan ini terlihat pada tindakan mencabut hak kewarganegaraan atas keempat perwakilan resmi Turki Utsmani yg menandatangani (signatories) perjanjian tersebut. Keempat orang tersebut adalah Rฤฑza Tevfik, Menteri Utama (Grand Vizier) Damat Ferid Pasha, duta besar Hadi Pasha, dan Menteri Pendidikan ReลŸid Halis; mereka berempat diutus oleh Sultan Mehmed VI.

Pencabutan status kewarganegaraan keempat orang utusan tersebut dilakukan oleh Perwakilan Tinggi Nasional (Grand National Assembly) yg dipimpin oleh Mustafa Kemal. Butiran perjanjian yg begitu keras itu akhirnya mendorong meletusnya Perang Kemerdekaan Turki (Turkish War of Independence) yang bertujuan untuk mengusir seluruh pasukan pendudukan Sekutu di tanah bekas Turki Utsmani. Perang ini kemudian berakhir setelah disepakatinya Perjanjian Lausanne yg butirnya dapat diterima oleh Mustafa Kemal dan pasukan nasionalis Turki yg dipimpinnya. Perjanjian Lausanne lah yang kemudian melahirkan Republik Turki.

๐Ÿ“ŽPerjanjian Lain dan Kesepakatan Rahasia

Dalam perspektif yang sama, Perjanjian Versailles (28 Juni 1919) yg ditandatangani oleh Jerman dirancang untuk menghalangi seluruh konsensinya atas mendiang Khilafah Turki Utsmani, termasuk diantara yang paling penting adalah pelarangan atas hak perekonomian serta hak perdagangan bagi Jerman di wilayah Turki Utsmani.

Disamping itu, Perancis, Inggris, dan Italia juga menyepakati Perjanjian Tiga Pihak (“Tripartite Agreement”) pada tanggal yg sama untuk memastikan konsensi kepentingan Inggris atas sumber minyak dan perdagangan di seluruh bekas wilayah Turki Utsmani. Termasuk diantaranya adalah pengambil-alihan sejumlah perusahaan Jerman kepada sejumlah perusahaan Tripartite yg kemudian beroperasi di bekas wilayah Khilafah Turki Utsmani.

๐Ÿ“ŒBeratnya Butiran Sรจvres

Butiran yg dipaksakan pada Perjanjian Sรจvres atas Turki Utsmani terbukti lebih keras daripada butiran pada Perjanjian Versailles atas Jerman. Negosiasi terbuka pasca Perjanjian Versailles antar Sekutu berlangsung selama hampir 15 bulan yang dimulai dari Konferensi Perdamaian Paris hingga ke Konferensi London dan baru menemukan bentuknya setelah Konferensi San Remo pada bulan April 1920.

๐Ÿ“ŽPerjanjian Rahasia Lainnya

Perancis, Italia, dan Inggris sudah secara rahasia membagi dan mengerat wilayah Khilafah Turki Utsmani bahkan sejak 1915. Namun, pelaksanaannya mundur akibat sulitnya mendapatkan kesepakatan antar negara Sekut itu sendiri dan pada akhirnya dipengaruhi oleh efek dari Pergerakan Kemerdekaan Turki.

Perjanjian Sรจveres ini dibekukan selama Perang Kemerdekaan Turki hingga pihak-pihak yang bertikai dapat menyepakati kembali butirannya yg termaktub di dalam Perjanjian Lausanne yg ditandatangani dua kali pada tahun 1923 dan 1924.

Negara Sekutu besar yang diperkecualikan dalam Perjanjian Sรจvres adalah Amerika Serikat. Russia juga tidak masuk dalam Perjanjan Sรจvres ini karena sudah memiliki negosiasi terpisah pada Perjanjian Brest-Litovsk 1918 langsung dengan Turki Utsmani. Pada perjanjian Brest-Litovsk itu, atas tekanan langsung dari Menteri Utama (Grand Visier waktu itu) Talat Pasha maka Turki Utsmani memperoleh kembali wilayah yg dirampas oleh Russia pada Perang Russia-Turki Utsmani 1877-78. Wilayah yg dikembalikan kepada Turki Utsmani adalah Ardahan, Kars, and Batumi. Sir George Dixon Grahame dari Inggris, Alexandre Miller dari Perancis, dan Count Lelio Bonin Longore dari Italia turut menandatangani perjanjian itu.

Agung Waspodo, tertegun betapa diplomat dan diplomasi menjadi prajurit tempur di meja perundingan dan dampaknya bisa lebih dahsyat daripada kemenangan di medan perang, baru sedikit memahami setelah 95 tahun kemudian.. belum satu abad hal ini terjadi, kawan!

Depok, 10 Agustus 2015.. hampir masuk waktu maghrib.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Bagaimana Awal Legenda Mustafa Kemal Agar Tidak Semua Tentangnya Menjadi Bias

๐Ÿ“† Kamis, 8 Jumadil Akhir 1437H / 17 Maret 2016
๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH
๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ 
Pertempuran di Chunuk Baฤฑr 7-19 Agustus 1915
Pertempuran yg dikenal oleh bangsa Turki sebagai Conk Bayฤฑrฤฑ Muharebesi adalah bagian dari Kampanye Militer di Semenanjung Gallipoli yg dilancarkan oleh Sekutu pada Perang Dunia Pertama melawan Khilafah Turki Utsmani.
๐Ÿ“Ž Fase Awal
Pada tanggal 26 Ramadhan 1333 Hijriah (8 Agustus 1915) bala tentara Sekutu mengirimkan beberapa kesatuannya untuk merebut area bebukitan yg bernama Chunuk Baฤฑr. Pada sore harinya, mereka yg telah menduduki puncak tersebut diperkuat oleh 2 grup dari Resimen Berkuda Auckland dari Divisi ANZAC.
Pasukan dari gelombang pertama ini merasakan gencarnya hujan artileri Turki Utsmani dan tembakan-tembakan terarah sehingga mereka terpaksa ditarik mundur serta digantikan posisinya pada jam 20.30 oleh Batalion Otago dari Selandia Baru dan Resimen Berkuda Wellington dari ANZAC. Hampir 24 jam hujan tembakan setelah itu menyebankan mereka ini juga digantikan posisinya pada jam 20.00 tanggal 9 Agustus keesokan harinya. Gelombang pengganti itu terdiri dari Resimen Loyal North Lancashire dan Batalion ke-5 dari Resimen Wiltshire. Pasukan yg diberangkatkan pada gelombang pengganti kedua ini nantinya hampir semua tewas pada serangan besar-besaran pada pagi hari Selasa tanggal 28 Ramadhan 1333 Hijriah (10 Agustus) yg dipimpin oleh Mustafa Kemal.
๐Ÿ“ŽLatar Belakang
Menguasai Chunuk Baฤฑr atau “ร‡anak Bayฤฑrฤฑ” (“Tebing Ceruk”) yg kini dikenal sebagai “Conk Bayฤฑrฤฑ”) adalah puncak kedua dari Pebukitan Sarฤฑ Baฤฑr yg termasuk ke dalam sasaran sekunder Serangan Bulan Agustus. Serangan ini dimaksudkan untuk menjadi pemecah keadaan sama kuat.
Penguasaan atas Chunuk Baฤฑr merupakan satu-satunya kesuksesan Sekutu sepanjang kampanye di Gallipoli. Namun keberhasilan itu pun sulit dipertahankan karena lokasinya tidak mudah untuk dipertahankan dari arah penyerangan pihak Sekutu. Bukit tersebut dapat direbut kembali oleh pasukan Turki Utsmani dan setelah itu tidak lepas kembali sampai akhir peperangan.
โš” Pertempuran
Kesempatan untuk mendapatkan kemenangan secara cepat di Chunuk Baฤฑr menguap ketika sekitar jam 08.00 pihak Turki Utsmani sudah mulai menembaki pasukan Selandia Baru yg baru mendaki di sekitar area “The Spur.” Komandan Divisi Ke-9  Let.Kol. Hans Kannengieber berkebangsaan Jerman sendiri telah mendaki bukit dan mengarahkan pembuatan parit pertahanannya dengan cekatan.
Pasukan Selandia Baru yg bergerak pada siang hari, mendaki lereng bukit yg terjal, serta dihadapkan pada pertahanan pihak Turki Utsmani yg semakin menguat ini semakin kehilangan kesempatannya walau perintah serang tetap dikeluarkan oleh Jend. Godley melalui Johnston.
Johnston memerintahkan Batalion Auckland untuk menyerang dan sekitar 100 pasukan selamat sampai area “The Pinnacle” untuk segera menggali pertahanan. Jika menengok ke belakang, terdapat 300 pasukan yg gugur untuk sampai ke tempat tersebut sejak mereka memulai pendakian dari “The Apex.” Johnston memerintahkan Let. Kol. William Malone untuk terus menyerang namun ia menolak dengan alasan tidak ingin membahayakan prajuritnya dengan serangan siang hari; ia berjanji akan menjalankan perintah tersebut pada malam harinya.
Keesokan harinya, Ahad 26 Ramaadhan 1333 Hijriah (8 Agustus) hujan tembakam dari kapal perang Sekutu pada dini hari sekitar jam 03.00 menghantam puncak Chunuk Baฤฑr tersebut. Setelah itu laju gerakan pasukan mendaki bukit hampir tidak mengalami perlawanan karena pasukan Turki Utsmani keluar dari area tersebut untuk mencari perlindungan. Tanah di area tersebut sangat keras sehingga pasukan Turki Utsmani tidak sempat menggali parit lebih dalam untuk membangun bunker anti hujan artileri.
โš” Sulitnya Bertahan di Chunuk Baฤฑr
Pasukan Sekutu kemudian juga merasakan bahwa mempertahankan Chunuk Baฤฑr bukan sesuatu yg mudah. Di area tersebut hanya mungkin digali pertahanan di sela-sela bebatuan cadas. Puncak bukit itu juga sangat terbuka untuk diserang hujan artileri dari posisi garis-pertahanan utama Turki Utsmani dari dua arah, yaitu “Battleship Hill” di bagian selatan dan Bukit-Q di utaranya.
Jika rencana umum Sekutu berjalan sesuai rencana, pada saat itu seharusnya Bukit-Q sudah lebih dahulu dikuasai. Memang benar bahwa besok elemen pasukan Gurkha telah menguasainya namun mereka tidak pada posisi untuk membantu pasukan di Chunuk Baฤฑr.
๐Ÿ‡๐Ÿฟ Serangan Balik Turki Utsmani
Sekutu tidak perlu menunggu lama, karena pada jam 05.00 pasukan Turki Utsmani telah memulai serangan balik mereka. Curamnya jurang bukit tersebut membuat pasukan Turki Utsmani dapat bergerak hingga mendekati 20 m dari parit lawan tanpa terdeteksi. Serangan dalam jarak yg cukup dekat itu memaksa pasukan Selandia Baru untuk bertahan habis-habisan. Bahkan tidak jarang senapan ditembakkan berulang-kali hingga popor kayunyapun memanas dan tidak mungkin dipegang terlalu lama. Bayonet bermain karena gelombang serangan Turki Utsmani tidak dapat semuanya dihentikan. Bantuan dari pihak Sekutu tidak mudah untuk mencapai posisi ini. Tidak jarang pasukan Sekutu justru terkena tembakan artileri teman dari garis belakang. Pada akhirnya Turki Utsmani berhasil mengatasi sisi timur pertahanan bukit tersebut dan beberapa pasukan Selandia Baru tertawan.
Sisi timur tersebur dengan segera diperkuat dengan hadirnya elemen dari Divisi Ke-8 yg datang dari Helles di selatan semenanjung. Seiring dengan berubahnya gambaran taktis dari keseluruhan kampanye Sekutu di Gallipoli, maka Jend. Otto Liman von Sanders memberikan kepercayaannya kepada Kol. Mustafa Kemal untuk memimpin pertahanan di sektor Teluk Suvla dan Sarฤฑ Baฤฑr.
๐Ÿ‡๐Ÿฟ Serbuan Akhir Turki Utsmani
Pada pagi hari Selasa, 28 Ramadhan 1333 Hijriah, Kol. Mustafa Kemal memimpin serangan umum balatentara Turki Utsmani dalam beberapa gelombang. Jika bukit Chunuk Baฤฑr, satu-satunya keberhasilan Sekutu pada Serangan Bulan Agustus, berhasil direbut kembali olehnya maka peperangan ini bisa dikatakan selesai. Rencana Kemal tidak terlalu muluk namun diharapkan efektif; yaitu mengalahkan lawan dengan mengandalkan jumlah berkali lipat lebih banyak. Bedanya dengan Godley yg memimpin dari kapal yg jauh dari garis pertempuran, Kemal memimpin pada garis depan. Bahkan konon ia pernah tertembak lawan, namun jam-kantong yg terbuat dari besi menyelamatkan dadanya sehingga peluru tidak menembus dirinya.
Secara umum terdapat sekitar 2.000 pasukan sekutu yg bertahan di puncak Chunuk Baฤฑr dan tebingnya dengan sekitar 3.000 di area “The Farm” dari Brigade Baldwin. Pasukan Turki Utsmani menyapu batalion Lancashire dari puncak Chunuk Baฤฑr sampai ke prajurit terakhir. Sedangkan batalion Wiltshire dipukul mundur dari tebingnya sehingga banyak juga yg jatuh ke dalam jurang. Pasukan Turki Utsmani membanjiri hingga ke lembah “Rhododendron Spur” dan bahkan memukul mundur New Army.
Perubahan keadaan yg sedemikian drastis memaksa satuan senapan mesin Selandia Baru yg berada di “The Apex” memutar arah tembakan untuk menghujani serbuan masif ini untuk mencegah mereka menguasai “The Sour.” Penembak senapan mesin Sekutu sudab tidak dapat lagi membedakan antara pasukan kawan dan lawan. Mereka terpaksa menembaki siapa saja, termasuk rekan mereka dari New Army yg mundur panik bersama dengan laju pasukan Turki Utsmani. Pasukan Turki Utsmani berhasil mencapai sisi lain dari lembah tersebut di area “The Farm” dan menghabisi Brigade Baldwin yg berjumlah 1.000 di sana dan sisanya mundur tak tentu arah.
Agung Waspodo, mulai sedikit memahami mengapa Mustafa Kemal begitu mudah menjadi tenar dan dielukan oleh masyarakat Turki pada era berikutnya. Ia menjadi legendaris sejak masih menjabat sebagai perwira menengah di Gallipoli.. setelah 100 tahun lebih 24 menit kemudian.
Depok, 8 Agustus 2015, tengah malam lewat sedikit.. maklum baru bisa sekarang karena kemarin cukup padat agendanya..
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…