Menikah Menghilangkan Stress

Proses Ta’aruf dan Larangannya

Pertanyaan

Assalamu alaikum..
Boleh dijelaskan cara proses taaruf dalam mencari jodoh? Dan larangan2 nya.(MANIS I-09)

Jawaban

Oleh: Ustadzah. EKO YULIARTI SIROJ

๐Ÿ“ ๐Ÿ”นJumhur (mayoritas) ulama menyebutkan bahwa diperbolehkan bagi seorang laki-laki melihat muka perempuan yang hendak dipinang.

๐Ÿ”นTentu melihatnya secara wajar. Dalam satu atau dua kali pertemuan.

๐Ÿ”นPertemuannya tidak boleh berdua tapi harus ditemani mahrom) dan tidak boleh sampai menimbulkan fitnah untuk pihak laki-laki.

๐Ÿ”นMisalnya dengan melihat foto ukuran close up dan foto tersebut sering dilihat/dilihat berulang-ulang ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰ hingga menimbulkan angan-angan yang jauh di benak laki-laki.

๐Ÿ“๐Ÿ”นTidak ada aturan baku dalam proses ta’aruf.

๐Ÿ”นJika pengenalan cukup dengan mengetahui biodata dan melihat sekilas/dari jauh calon pasangan, tentu lebih baik.

๐Ÿ”นTapi jika ada sesuatu yang ingin diketahui secara spesifik, mengadakan pertemuan terencana dengan ditemani salah seorang teman atau kerabat dari salah satu pihak atau kedua pihak juga diperbolehkan.

๐Ÿšฆ๐Ÿšฆโš  โ˜โ˜โ˜โš ๐Ÿšฆ๐Ÿšฆ
๐Ÿ“๐Ÿ”นHati2 dengan pemanfaatan gadget dalam berta’aruf.

๐Ÿ”นKarena didunia maya sepasang manusia bisa berkomunikasi intensif tanpa saksi/pengawasan siapapun (kecuali Allah).

๐Ÿ”นUsahakan untuk mengenal/komunikasi langsung didampingi seorang atau lebih saksi.

๐Ÿ”นJangan menggunakan gadget japri bila tidak terpaksa.

๐Ÿ”นKalaupun terpaksa maka berta’awudz kepada Allah mohon perlindungan & petunjuknya agar tidak terjerumus pada komunikasi intensif tanpa batas.

Wallohu a’lam bis showwab.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

ilmu tasawauf

Bagaimana Hukum Mempelajari Ilmu Tasawuf?

Pertanyaan

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ustadz, saya mau bertanya, ketika tarikat (tasawuf) itu merupakan sesuatu yang menjadi penyempurna ibadah, apa hukum mempelajarinya apakah wajib atau bagaimana?

Jawaban

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Bismillahirrahmanirrahim

Ilmu Tasawwuf (ahli tasawwuf disebut sufi) adalah “lembaga” keilmuan sebagaimana yang lainnya seperti ilmu fiqih, ilmu aqidah, ilmu sejarah, ilmu tafsir, ilmu hadits, dan lainnya.

Ilmu tasawwuf menitikberatkan pada pembinaan akhlak dan spiritualitas (tarbiyah akhlaqiyah wa ruhiyah). Inilah bagian yang luput dari perhatian para ulama yang umumnya menitikberatkan hukum-hukum lahiriyah. Sebagian orang ada yang lebih menyukai penamaannya adalah ilmu akhlak dan jiwa. Sebab, penamaan tasawwuf dianggap sesuatu yang bercitra negatif lantaran perilaku sebagian sufi, khususnya sufi di abad pertengahan yang telah keluar dari rel sufi generasi pertama.

Tidak ada sepakat para sejarawan dari mana asal muasal istilah tasawwuf. Ada yang menyebutnya dari Ash Shuf (wol) karena pakaian yang mereka pakai terbuat dari bahan wol dan kasar yang menunjukkan ketidakcintaan mereka kepada dunia. Ada juga yang mengatakan berasal dari kata: Ahlush Shufah, yaitu sekelompok sahabat nabi yang hidup sederhana di emperan masjid nabawi.

Ada baiknya, kita mencermati dahulu perjalanan tasawwuf. Syaikh Hasan al-Banna bercerita:

ุญูŠู† ุงุชุณุน ุนู…ุฑุงู† ุงู„ุฏูˆู„ุฉ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ูŠุฉ ููŠ ุตุฏุฑ ุงู„ู‚ุฑู† ุงู„ุฃูˆู„ุŒ ูˆูƒุซุฑุช ูุชูˆุญุงุชู‡ุง ูˆุฃู‚ุจู„ุช ุงู„ุฏู†ูŠุง ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ู…ู† ูƒู„ ู…ูƒุงู†ุŒ ูˆุญุจุจุช ุฅู„ูŠู‡ู… ุซู…ุฑุงุช ูƒู„ ุดูŠุกุŒ ูˆูƒุงู† ุฎู„ููŠุชู‡ู… ุจุนุฏ ุฐูƒ ูŠู‚ูˆู„ ู„ู„ุณุญุงุจุฉ ููŠ ูƒุจุฏ ุงู„ุณู…ุงุก: ุดุฑู‚ูŠ ุฃูˆ ุบุฑุจูŠ ูุญูŠุซู…ุง ูˆู‚ุน ู‚ุทุฑูƒ ุฌุงุกู†ูŠ ุฎุฑุงุฌู‡. ูˆูƒุงู† ุทุจูŠุนูŠุง ุฃู† ูŠู‚ุจู„ูˆุง ุนู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูŠุชู…ุชุนูˆู† ุจู†ุนูŠู…ู‡ุง ูˆูŠุชุฐูˆู‚ูˆู† ุญู„ุงูˆุชู‡ุง ูˆุฎูŠุฑุงุชู‡ุง ููŠ ุงู‚ุชุตุงุฏ ุฃุญูŠุงู†ุง ูˆููŠ ุฅุณุฑุงู ุฃุญูŠุงู†ุง ุฃุฎุฑู‰ุŒ ูˆูƒุงู† ุทุจูŠุนูŠุง ุฃู…ุงู… ู‡ุฐุง ุงู„ุชุญูˆู„ ุงู„ุงุฌุชู…ุงุนูŠุŒ ู…ู† ุชู‚ุดู ุนุตุฑ ุงู„ู†ุจูˆุฉ ุงู„ุฒุงู‡ุฑ ุฅู„ู‰ ู„ูŠู† ุงู„ุญูŠุงุฉ ูˆู†ุถุงุฑุชู‡ุง ููŠู…ุง ุจุนุฏ ุฐู„ูƒุŒ ุฃู† ูŠู‚ูˆู… ู…ู† ุงู„ุตุงู„ุญูŠู† ุงู„ุฃุชู‚ูŠุงุก ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุงู„ูุถู„ุงุก ุฏุนุงุฉ ู…ุคุซุฑูˆู† ูŠุฒู‡ุฏูˆู† ุงู„ู†ุงุณ ููŠ ู…ุชุงุน ู‡ุฐู‡ ุงู„ุญูŠุงุฉ ุงู„ุฒุงุฆู„ุŒ ูˆูŠุฐูƒุฑูˆู†ู‡ู… ุจู…ุง ู‚ุฏ ูŠุณุฑู‡ ู…ู† ู…ุชุงุน ุงู„ุขุฎุฑุฉ ุงู„ุจุงู‚ูŠ: โ€œูˆุฅู† ุงู„ุฏุงุฑ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ู„ู‡ูŠ ุงู„ุญูŠูˆุงู† ู„ูˆ ูƒุงู†ูˆุง ูŠุนู„ู…ูˆู†โ€ ูˆู…ู† ุฃูˆู„ ู‡ุคู„ุงุก ุงู„ุฐูŠู† ุนุฑูุช ุนู†ู‡ู… ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฏุนูˆุฉ โ€“ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ูˆุงุนุธ ุงู„ุฌู„ูŠู„ โ€“ ุงู„ุญุณู† ุงู„ุจุตุฑูŠุŒ ูˆุชุจุนู‡ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุฃุถุฑุงุจู‡ ุงู„ุฏุนุงุฉ ุงู„ุตุงู„ุญูŠู†ุŒ ููƒุงู†ุช ุทุงุฆูุฉ ููŠ ุงู„ู†ุงุณ ู…ุนุฑูˆูุฉ ุจู‡ุฐู‡ ุงู„ุฏุนูˆุฉ ุฅู„ู‰ ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุขุฎุฑ. ูˆุงู„ุฒู‡ุงุฏุฉ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุงุŒ ูˆุชุฑุจูŠุฉ ุงู„ู†ููˆุณ ุนู„ู‰ ุทุงุนุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุชู‚ูˆุงู‡. ูˆุทุฑุฃ ุนู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุญู‚ุงุฆู‚ ู…ุง ุทุฑุฃ ุนู„ู‰ ุบูŠุฑู‡ุง ู…ู† ุญู‚ุงุฆู‚ ุงู„ู…ุนุงุฑู ุงู„ุฅุณู„ุงู…ูŠุฉ ูุฃุฎุฐุช ุตูˆุฑุฉ ุงู„ุนู„ู… ุงู„ุฐูŠ ูŠู†ุธู… ุณู„ูˆูƒ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ูˆูŠุฑุณู… ู„ู‡ ุทุฑูŠู‚ุง ู…ู† ุงู„ุญูŠุงุฉ ุฎุงุตุง: ู…ุฑุงุญู„ู‡ ุงู„ุฐูƒุฑ ูˆุงู„ุนุจุงุฏุฉ ูˆู…ุนุฑูุฉ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆู†ู‡ุงูŠุชู‡ ุงู„ูˆุตูˆู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฌู†ุฉ ูˆู…ุฑุถุงุฉ ุงู„ู„ู‡

โ€œKetika kemakmuran pemerintahan Islam telah melebar luas pada permulaan abad pertama, penaklukan berbagai negara pun banyak berlangsung. Masyarakat dari berbagai penjuru dunia memberikan perhatiannya kepada kaum muslimin. Segala jenis buah telah tergenggam dan bertumpuk di tangan mereka. Khalifah ketika itu berkata kepada awan dan langit, โ€˜Barat maupun Timur entah bagian bumi mana pun yang mendapat tetesan air hujan-Mu, pasti akan datang kepadaku membawa upetiโ€™.โ€

Suatu hal yang lumrah jika ada umat manusia ketika menerima nikmat dunia, mereka menikmati kelezatan dan anugerah yang ada. Memang ada yang menikmatinya dengan kesahajaan. Ada pula yang menikmatinya dengan berlebihan. Sudah menjadi hal yang lumrah pula perubahan sosial itu terjadi. Dari kesahajaan hidup masa kenabian, kini telah sampai pada masa kemewahan.

Melihat kenyataan itu, bangkitlah dari kalangan ulama yang shalih dan bertakwa serta para dai yang menghimbau umat manusia untuk kembali kepada kehidupan zuhud terhadap kesenangan duniawi yang fana sekaligus mengingatkan mereka pada berbagai hal yang dapat melupakan dirinya dari nikmat akhirat yang kekal abadi. Sungguh, kampung akhirat itulah kehidupan yang kekal lagi sempurna jika mereka mengetahui.

Satu yang saya ketahui adalah seorang Imam pemberi petuah yang mulia, Hasan al Bashri. Meski akhirnya diikuti pula sekian banyak orang shalih lainnya semisal beliau. Terbentuklah sebuah kelompok di tengah-tengah umat yang dikenal dengan dakwahnya untuk selalu mengingat Allah Ta’ala dan mengingat akhirat, zuhud di dunia, serta men-tarbiyah diri untuk selalu menaati Allah Ta’ala dan bertakwa kepada-Nya.

Dari fenomena itu, lahirlah format keilmuan seperti disiplin ilmu keislaman lainnya. Dibangunlah suatu disiplin ilmu yang mengatur tingkah laku manusia dan melukiskan jalan kehidupannya yang spesifik. Tahapan jalan itu adalah zikir, ibadah, dan maโ€™rifatullah. Sedangkan hasil akhirnya adalah surga Allah dan ridha-Nya.โ€

(Imam Hasan al-Banna, Mudzakkirat ad-Daโ€™wah wad-Daโ€™iyyah, Hal. 24)

Demikianlah tasawwuf. Pada mulanya, ia adalah suatu yang mulia. la mengisi kekosongan yang dilupakan fuqaha (ahli fiqh), muhadditsin (ahli hadis), dan mutakallimin (ahli kalam). Yaitu kekosongan ruhiyah (jiwa) dan akhlak. Secara jujur harus diakui, inti ajaran Islam adalah akhlak yang menjadi tujuan diutusnya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam untuk menyempurnakannya. Penerapan syariat Islam dari lingkup terkecil, individu, sampai terbesar, pergaulan antar bangsa, dan semuanya memiliki dimensi akhlak. โ€œPada hakikatnya, tasawwuf adalah akhlak. Siapa yang bertambah baik akhlaknya, bertambah baik pula tasawwuf-nya.โ€ Demikian kata Imam Ibnu Qayyim al Jauziyah. Di sisi ini, adalah hal yang bagus jika seorang muslim mempelajarinya baik dinamakan dengan tasawwuf atau tarbiyah ar ruhiyah wal akhlaqiyah atau apa pun. Selama tidak mengandung penyimpangan sebagai tasawwuf yang dianut sebagian tokohnya yang sudah tercampur ajaran filsafat (sufi falsafi).

Dalam kitab-kitab madzhab Maliki dan lainnya, tersebar perkataan yang masyhur dari Imam Malik Rahimahullah:

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽููŽู‚ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽุตูŽูˆู‘ูŽูู’ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽููŽุณู‘ูŽู‚ูŽุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุตูŽูˆู‘ูŽููŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽููŽู‚ู‘ูŽู‡ู’ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽุฒูŽู†ู’ุฏูŽู‚ูŽุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฌูŽู…ูŽุนูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽุญูŽู‚ู‘ูŽู‚ูŽ

Siapa yang berfiqih tapi tidak bertasawwuf maka dia akan fasiq, siapa yang bertasawwuf tapi tidak berfiqih maka dia akan zindiq, siapa yang menggabungkan keduanya maka dia telah benar.

(Imam Ali al ‘Adawi, Hasyiyah al ‘Adawi, 3/195, Imam Ali al Qari, Mirqah al Mafatih, 1/335. Imam asy Sya’rani, ath Thabaqat al Kubra, 1/417)

Imam al’ Ajluni Rahimahullah menyebutkan bahwa Imam asy Syafi’i Rahimahullah berkata:

ูˆุฃู†ุง ุญุจุจ ุฅู„ูŠ ู…ู† ุฏู†ูŠุงูƒู… ุซู„ุงุซ: ุชุฑูƒ ุงู„ุชูƒู„ูุŒ ูˆุนุดุฑุฉ ุงู„ุฎู„ู‚ ุจุงู„ุชู„ุทูุŒ ูˆุงู„ุงู‚ุชุฏุงุก ุจุทุฑูŠู‚ ุฃู‡ู„ ุงู„ุชุตูˆู

Ada tiga hal yang jadi kesukaanku atas dunia kalian: meninggalkan sikap memberatkan diri, bergaul dengan makhluk dengan kelembutan, dan mengikuti jalan ahli tasawwuf.

(Kasyful Khafa, 1/394)

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah mengutip dari Imam asy Syafi’i Rahimahullah yang mengatakan:

ุตูŽุญูุจู’ุชู ุงู„ุตู‘ููˆูููŠู‘ูŽุฉูŽ ููŽู…ูŽุง ุงู†ู’ุชูŽููŽุนู’ุชู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุจููƒูŽู„ูู…ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุณูŽู…ูุนู’ุชูู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ: ุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชู ุณูŽูŠู’ููŒ. ููŽุฅูู†ู’ ู‚ูŽุทูŽุนู’ุชูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู„ู‘ูŽุง ู‚ูŽุทูŽุนูŽูƒูŽ. ูˆูŽู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุดู’ุบูŽู„ู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ูุŒ ูˆูŽุฅูู„ู‘ูŽุง ุดูŽุบูŽู„ูŽุชู’ูƒูŽ ุจูุงู„ู’ุจูŽุงุทูู„ู

Aku bersahabat dengan golongan sufi, tidaklah aku mendapatkan manfaat dari mereka kecuali dua ucapan yang aku dengar dari mereka. Mereka berkata: “Waktu adalah pedang, jika kamu tidak bisa mengendalikannya maka dia akan menebasmu. Dirimu jika sedang tidak sibuk dalam kebaikan, maka niscaya dia akan menyibukkanmu dengan kebatilan.” (Madarij as Salikin, 3/125)

Imam Amin al Kurdi Rahimahullah menceritakan tentang Imam Ahmad bin Hambal Rahimahullah:

ุฅู†ู‡ ูƒุงู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ูˆู„ุฏู‡ ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ู‚ุจู„ ู…ุตุงุญุจุฉ ุงู„ุตูˆููŠุฉ: ” ูŠุง ูˆู„ุฏูŠ ุนู„ูŠูƒ ุจุงู„ุญุฏูŠุซุŒ ูˆุฅูŠุงูƒ ูˆู…ุฌุงู„ุณุฉ ู‡ุคู„ุงุก ุงู„ุฐูŠู† ุณู…ูˆุง ุฃู†ูุณู‡ู… ุจุงู„ุตูˆููŠุฉุŒ ูุฅู†ู‡ู… ุฑุจู…ุง ูƒุงู† ุฃุญุฏู‡ู… ุฌุงู‡ู„ุงู‹ ุจุฃุญูƒุงู… ุฏูŠู†ู‡ุŒ ูู„ู…ุง ุตุญุจ (ุฃุจุง ุญู…ุฒุฉ ุงู„ุจุบุฏุงุฏูŠ ุงู„ุตูˆููŠ)ุŒ ูˆุนุฑู ุฃุญูˆุงู„ ุงู„ู‚ูˆู… ุฃุตุจุญ ูŠู‚ูˆู„ ู„ูˆู„ุฏู‡: ูŠุง ูˆู„ุฏูŠ. ุนู„ูŠูƒ ุจู…ุฌุงู„ุณุฉ ู‡ุคู„ุงุก ุงู„ู‚ูˆู…ุŒ ูุฅู†ู‡ู… ุฒุงุฏูˆุง ุนู„ูŠู†ุง ุจูƒุซุฑุฉ ุงู„ุนู„ู… ูˆุงู„ู…ุฑุงู‚ุจุฉ ูˆุงู„ุฎุดูŠุฉ ูˆุงู„ุฒู‡ุฏุŒ ูˆุนู„ูˆ ุงู„ู‡ู…ุฉ “

Imam Ahmad bin Hambal berkata kepada anaknya di saat dia belum bergaul dengan majelisnya sufi: “Wahai anakku, peganglah hadits, dan jauhilah majelisnya orang-orang yang menamakan diri mereka dengan sufiyah karena bisa jadi mereka bodoh terhadap hukum-hukum agamanya.”

Namun saat dia bersahabat dengan Abu Hamzah al Baghdadi seorang sufi, maka dia menjadi tahu kondisi sufi, dan dia berkata: “Wahai anakku, hendaknya engkau bermajelis bersama kaum itu, karena mereka menambah untuk kita banyak ilmu, muraqabah, rasa takut, zuhud, dan cita-cita yang tinggi.”

(Tanwir al Qulub, Hal. 405)

Demikian. Wallahu a’lam.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

larangan melihat aurat orang lain

Pendidikan Seksual Pada Anak dan Remaja

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Secara umum fase kehidupan manusia bermula dari kelahiran atau ketika masih balita kemudian fase anak-anak yakni ketika mereka berada di sekolah dasar. Setelah fase anak-anak orang pada umumnya mengenal fase remaja. Tapi dalam sejarah kenabian lebih tepat dengan istilah pemuda. Tapi apa pun istilahnya yang pasti ada sebuah fase antara anak-anak menuju dewasa.

Biasanya fase remaja ini antara usia 11-21 ditandai dengan mulainya baligh. Untuk perempuan dengan mulai menstruasi dan laki-laki dengan mimpi basah. Atau istilah lain adalah The Ten Years. Masa sepuluh tahun.

Mengenali perubahan dari anak-anak ke remaja atau pemuda. Sejumlah pakar mencatat akan terjadi lonjakan kondisi kejiwaan pada mereka. Beberapa tandanya antara lain:

1. Adanya keinginan untuk menyendiri atau mengisolasi diri. Dia lebih memilih teman yang dipercaya. Kita amati di sekitar ketika masa baligh tiba, dia akan cenderung dengan satu atau dua orang yang bisa memberinya ruang untuk berekspresi. Karena hanya dengan teman dekatnya merasa bisa mencurahkan apa yang dirasakannya.

2. Enggan beraktivitas atau malas melakukan sesuatu. Pada masa ini kecenderungan untuk melawan perintah orang tua muncul. Ada masa melawan dan mungkin saat ini kita kenal dengan istilah mager.

3. Mudah merasa bosan dan tak nyaman. Mereka ingin melakukan banyak kegiatan tapi terkadang tidak tahan lama atau kurang optimal sehingga mudah berganti dengan kegiatan lain.

4. Mulai menolak dan membangkang. Memang tidak mutlak keadaan ini maka sebagai orang tua harus mempersiapkan secara optimal di masa anak-anak dengan pembentukan karakter yang kuat dan memberikan lingkungan yang baik.

5. Kondisi yang terkadang mudah memuncak. Mereka sebenarnya sedang beradaptasi dengan kondisi gejolak jiwanya. Mungkin banyak waktu untuk mendengarkan luapan perasaannya dan sedikit nasihat saja untuk mereka.

6. Lebih memperhatikan masalah biologis. Ada jerawat satu dipikir, wajahku menarik tidak, sering bercermin, memikirkan penampilan. Dan sebagainya.

Hal di atas hanya sebagian ciri-ciri yang bisa kita deteksi. Masih banyak ciri lain yang terkadang munculnya tidak sama tergantung latar belakang bentukannya sejak dalam kandungan.

Berkaitan dengan pertumbuhan sexual atau kita sebagai orang tua memberikan pendampingan ketika banyak perubahan pada diri ananda di masa-masa baligh menjadi hal penting bagi kita. Sehingga kehati-hatian akan ada di masa depannya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua ketika mendampingi ananda.

1. Memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan.

2. Membudayakan adab-adab pandangan dan membiasakan izin kepada orang tua.

3. Mengatur hubungan di dalam rumah antara anak laki-laki dan perempuan.

4. Mengajarkan konsistensi menutup aurat.

5. Mengajarkan cara mandi wajib kepada mereka.

6. Meminta anak tidak malu menceritakan apa yang dialami sehingga ada arahan dari orang tua.

7. Selalu mengontrol apa yang dilihat anak-anak di media baik bacaan atau tayangan media elektronik.

8. Mengisi kekosongan waktu dengan hal bermanfaat seperti berbincang ringan sembari memberikan nilai-nilai positif. Juga menceritakan bahayanya ketika tidak bisa menjaga diri baik-baik.

9. Mengingatkan tidur dengan adab sesuai Sunnah.

10. Berusaha menciptakan suasana ibadah di rumah. Seperti gerakan Maghrib mengaji. Kultum bersama dll.

11. Membangun harapan dalam jiwa anak tentang masa depannya.

12. Mendoakan anak agar terhindar dari fitnah dunia baik yang nampak maupun tersembunyi.

13. Mengingatkan kepada anak tentang hari akhirat sehingga gemar beribadah.

14. Memberikan keteladanan secara nyata di rumah.

15. Mencarikan lingkungan yang baik dan memantau dengan siapa mereka berteman serta berkegiatan.

Demikian secara singkat yang bisa dilakukan oleh orang tua semoga kita bisa membimbing anak-anak kita meraih keberhasilannya di masa dewasa serta meraih keselamatan hingga surga.

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Prinsip Jual Beli

Gharar Dalam Akad Jual-Beli Online

Pertanyaan


ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Bismillaah..
Mohon izin tanya Ustadz/ah..

Saat kita berbisnis online, seringkali harga yg dicantumkan blm termasuk ongkir. Jika pihak jasa pengiriman sedang memberikan diskon, apakah kita wajib menginfokan pada pelanggan bahwa harga ongkirnya ssuai diskon tsb? Atau boleh harga ongkirnya ttp normal dengan alasan utk biaya packing? Jika kita memberikan harga ongkir normal padahal dari pihak jasa pengiriman ada diskon, apakah itu termasuk riba?

Jazakumullah khair Ust๐Ÿ™

A/09


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

Menurut Imam an Nawawi faktor kebatilan terbanyak dalam akad muamalah maaliyah adalah gharar (ketidak jelasan).

Dengan adanya gharar (khususnya gharar Katsir – gharar yg banyak), maka itu transaksi yang diharamkan berdasarkan ijma’ seperti yang dijelaskan oleh Imam Al Qarafi.

Salah satu unsur yang harus bebas gharar adalah masalah harga. Maka, segala yg terkait tentang biaya-biaya mesti jelas bagi kedua pihak. Harga barang, onkir, pengemasan, ini mesti jelas. Termasuk jika ada diskon, tapi diskon itu krn sama seperti hadiah maka dia bersifat bebas di mana pembeli boleh tahu atau tidak tahu brp besarannya.

Demikian. Wallahu a’lam
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

jangan bangga dengan ibadah sunnah bila yang wajib amburadul

Jangan Bangga Dengan Ibadah Sunnah Jika Yang Wajib Amburadul

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

๐Ÿ“Œ ‘Ujub dengan tahajud yang lama dan banyak rakaatnya, tapi Shubuh kesiangan

๐Ÿ“Œ Bangga dengan haji ke 2, 3, tapi fakir miskin kelaparan kau diamkan

๐Ÿ“Œ Narsis dengan shaum sunnahmu yang banyak, tapi kewajiban terhadap suami atau orang tua kau abaikan

๐Ÿ“Œ Kau ributkan jumlah rakaat tarawih, akhirnya ukhuwah rusak dan tidak kau jaga

๐Ÿ“Œ Bagus jika kau hati-hati terhadap makanan dan minuman yang haram, tapi sayang sudah berapa banyak bangkai saudaramu kau makan dalam gunjingan

๐Ÿ“Œ Kau bertengkar karena wanita yang menutup atau membuka wajah, padahal masih banyak wanita yg berpakaian tapi telanjang yg mesti kau luruskan

Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu berkata:

ูˆูŽุฃู†ูŽู‘ู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽู€ู‚ู€ู’ู€ุจูŽู„ู ู†ูŽุงููู„ูŽุฉู‹ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูุคูŽุฏูŽู‘ู‰ ุงู„ู’ููŽุฑูŠูู’ุถูŽุฉ

Tidaklah diterima ibadah sunnah sampai ditunaikan yang wajibnya. (Imam Abu Nu’aim, Hilyatul Auliya, 1/36)

Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah berkata:

ุฅู† ุฃูุถู„ ุงู„ุนุจุงุฏุฉ ุฃุฏุงุก ุงู„ูุฑุงุฆุถ ูˆ ุงุฌุชู†ุงุจ ุงู„ู…ุญุงุฑู…

Sesungguhnya ibadah yang paling utama adalah menunaikan kewajiban dan menjauhi larangan. (Jawaahir min Aqwaal As Salaf No. 65)

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678