Kedudukan Bulan Muharram


© Bulan Muharram adalah bulan yang dalam syariat Islam dimasukkan dalam bulan-bulan yang dimuliakan (Al-Asyhurul Hurum)

Firman Allah Ta’ala:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu….” (QS. At-Taubah: 36)

▪ Rasulullah saw sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Bakrah ra, bersabda:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضَ، السَّنَّةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ: ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ؛ ذُو الْقَعْدَةِ، وَذُوْ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ – متفق عليه

“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya termasuk empat bulan yang dihormati: Tiga bulan berturut-turut; Dzul Qoidah, Dzul Hijjah, Muharram, dan Rajab Mudhar yang terdapat antara bulan Jumadal Tsaniah dan Sya’ban.” (Muttafaq ‘alaih)

® Pada keempat bulan ini Allah menekankan agar kita kaum muslimin jangan melakukan perbuatan aniaya (az-zulm), sebagaimana firman-Nya:

فلا تظلموا فيهن أنفسكم

“Jangan kalian aniaya diri kalian.”

© Ada dua penafsiran az-zulm (الظلم) dalam ayat di atas.

▪Pertama, berperang.

Maksudnya tidak boleh berperang pada bulan-bulan yang diharamkan tersebut. Namun ketentuan ini sebagaimana dikuatkan oleh Al-Qurtubi dalam tafsirnya telah mansukh (dihapus)

▪ Kedua, berbuat maksiat dan dosa.

Namun hal ini bukan berarti bahwa bermaksiat dibolehkan pada bulan lainnya. Karena kemaksiatan, apapun bentuknya adalah dilarang, kapan pun dan dimana pun tanpa terkecuali.

® Ibnu Jarir at-Thabari dalam tafsirnya mengatakan bahwa dikhususkannya larangan bermaksiat pada bulan-bulan ini menunjukkan kemuliaan dan keagungan bulan ini di banding bulan-bulan lainnya, dimana kemaksiatan di dalamnya mendapat penekanan untuk dijauhi oleh setiap muslim. Hal tersebut mirip dengan perintah Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 238, Allah Ta’ala berfirman:

حَٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ 

“Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha.” (QS. Al-Baqarah: 238)

▪ Menjaga seluruh shalat jelas diperin-tahkan, namun menjaga shalat Wustha yang menurut sebagian ulama adalah shalat Ashar, mendapat tekanan khusus untuk kita jaga.

© Kedudukan bulan Muharram juga dapat dilihat dari nama bulan itu sendiri dan julukan yang diberikan kepadanya.

® Nama Muharram merupakan sighat maf’ul dari kata Harrama-Yuharrimu, yang artinya diharamkan. Maka kembali kepada permasalahan yang telah dibahas sebelumnya, hal tersebut bermakna bahwa pengharaman perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah Ta’ala memiliki tekanan khusus yang sangat kuat pada bulan ini.

▪ Kemudian dari sisi istilah, bulan ini disebut sebagai “Bulan Allah” (شهر الله), sebagaimana terdapat suatu riwayat hadits. Berarti bulan ini disandingkan kepada Lafzul Jalalah (Lafaz ‘Allah’). Para ulama menyatakan bahwa penyandingan makhluk kepada Lafzul Jalalah, memiliki makna tasyrif (pemu-liaan), sebagaiman istilah Baitullah, Rasulullah, Abdullah, dan sebagainya.

Aqiqah Ketika Dewasa, Bolehkah?


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Ustad mengenai aqiqah .bolehkan orang yg sdh tua umurnya mengaqiqahkan dirinya sendiri krn kedua orang tuanya blm mengaqiqahkannya sejak lahir.dn kedua ortunya sdh wafat.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wash Shalatu was Salamu Ala Rasulillah wa Ala Aalihi wa Ashhabihi wa Man Waalah wa Bad:

Para ulama sepakat bahwa hari ketujuh dari kelahiran bayi adalah paling utama (afdhal) unuk aqiqah, tetapi mereka berbeda pendapat tentang aqiqah selain hari ketujuh, bolehkah atau tidak. Kebanyakan ulama membolehkannya. Ada yang mengatakan sama sekali tidak boleh dan jika dilakukan, maka itu bukanlah aqiqah. Sebagian lain ada yang membolehkan pada hari ke 14 dan 21, ada pula yang membolehkan sebelum hari ke tujuh, bahkan ada yang membolehkan kapan pun dia memiliki kemampuan, walau sudah dewasa.

Dari Samurah bin Jundub, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

كلُّ غلامٍ رهينةٌ بعقيقته: تذبح عنه يوم سابعه، ويحلق، ويسمى

“Setiap bayi digadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya, dan diberikan nama.” (HR. Abu Daud No. 2838. Ahmad No. 19382. Ad Darimi No. 2021. Al Baihaqi, Syu’abul Iman, No. 8377. Hadits ini shahih. Lihat Imam An Nawawi, Al Adzkar, No. 843. Darul Fikr. Syaikh Al Albani, Irwa’ Al Ghalil No. 1165. Al Maktab Al Islami. )

Imam Asy Syaukani mengomentari demikian:

فِيهِ مَشْرُوعِيَّةُ التَّسْمِيَةِ فِي الْيَوْمِ السَّابِعِ وَالرَّدُّ عَلَى مَنْ حَمْلِ التَّسْمِيَةَ فِي حَدِيثِ سَمُرَةَ السَّابِقِ عَلَى التَّسْمِيَةِ عِنْدَ الذَّبْحِ .
وَفِيهِ أَيْضًا مَشْرُوعِيَّةُ وَضْعِ الْأَذَى وَذَبْحِ الْعَقِيقَةِ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ .

“Dalam hadits ini terdapat pensyariatan penamaan pada hari ketujuh, dan sebagai bantahan bagi pihak yang mengatakan bahwa penamaan itu pada saat penyembelihan, dan disyariatkannya pula menghilangkan gangguan (mencukur rambut), dan menyembelih aqiqah pada hari itu. (Nailul Authar , 5/135. Maktabah Ad Dawah Al Islamiyah)

Imam Abu Thayyib Syamsul Azhim Abadi, memberikan syarah (penjelasan) demikian:

فِيهِ دَلِيل عَلَى أَنَّ وَقْت الْعَقِيقَة سَابِع الْوِلَادَة ، وَأَنَّهَا لَا تُشْرَع قَبْله وَلَا بَعْده وَقِيلَ تَجْزِي فِي السَّابِع الثَّانِي وَالثَّالِث لِمَا أَخْرَجَهُ الْبَيْهَقِيُّ عَنْ عَبْد اللَّه بْن بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيّ أَنَّهُ قَالَ ” الْعَقِيقَة تُذْبَح لِسَبْع وَلِأَرْبَع عَشْرَة وَلِإِحْدَى وَعِشْرِينَ ” ذَكَرَهُ فِي السُّبُل . وَنَقَلَ التِّرْمِذِيّ عَنْ أَهْل الْعِلْم أَنَّهُمْ يَسْتَحِبُّونَ أَنْ تُذْبَح الْعَقِيقَة يَوْم السَّابِع فَإِنْ لَمْ يَتَهَيَّأ فَيَوْم الرَّابِع عَشَر ، فَإِنْ لَمْ يَتَهَيَّأ عَقَّ عَنْهُ يَوْم إِحْدَى وَعِشْرِينَ .

“Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa waktu aqiqah adalah hari ke tujuh kelahiran. Sesungguhnya tidak disyariatkan sebelum dan sesudahnya. Ada yang mengatakan: Sudah mencukupi dilakukan pada hari ke 14 dan 21, sebab telah dikeluarkan oleh Imam Al Baihaqi dari Abdullah bin Buraidah, dari Ayahnya, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: Aqiqah disembelih pada hari ke- 7, 14, dan 21. Hadits ini disebutkan dalam kitab Subulus Salam. Imam At Tirmidzi mengutip dari para ulama bahwa mereka menyukai menyembelih aqiqah pada hari ke 7, jika dia belum siap maka hari ke 14, jika dia belum siap maka di hari ke 21. (Aunul Mabud, 8/28. Darul Kutub Al Ilmiyah)

Para Imam Ahlus Sunnah pun membolehkan aqiqah dilakukan setelah hari ketujuh kelahiran. Berikut keterangannya:

قال أبو داود في كتاب المسائل سمعت أبا عبد الله يقول العقيقة تذبح يوم السابع وقال صالح بن أحمد قال أبي في العقيقة تذبح يوم السابع فإن لم يفعل ففي أربع عشرة فإن لم يفعل ففي إحدى وعشرين وقال الميموني قلت لأبي عبد الله متى يعق عنه قال أما عائشة فتقول سبعة أيام وأربعة عشرة ولأحد وعشرين وقال أبو طالب قال أحمد تذبح العقيقة لأحد وعشرين يوما انتهى

“Abu Daud mengatakan dalam kitab Al Masail, aku mendengar Abu Abdillah (Imam Ahmad) berkata: Aqiqah disembelih pada hari ke 7. Berkata Shalih bin Ahmad: Ayahku (Imam Ahmad) berkata tentang aqiqah, bahwa disembelih pada hari ke 7, jika belum melaksanakannya maka hari ke 14, dan jika belum melaksanakannya aka hari ke 21. Berkata Al Maimuni: Aku bertanya kepada Abu Abdillah, kapankah dilaksanakannya aqiqah? Dia menjawab: Ada pun Aisyah mengatakan pada hari ke 7, 14, dan 21. Berkata Abu Thalib: Imam Ahmad berkata aqiqah disembelih pada satu hari, hari ke 21. Selesai. (Imam Ibnul Qayyim, Tuhfatul Maudud, Hal. 43. Darul Kutub Al Ilmiyah)

Imam Ibnul Qayyim juga menceritakan bahwa Imam Hasan Al Bashri mewajibkan aqiqah pada hari ketujuh. Imam Laits bin Saad mengatakan bahwa aqiqah dilakukan pada hari ketujuh kelahiran, jika belum siap, boleh saja dilakukan pada hari setelahnya, dan bukan kewajiban aqiqah pada hari ketujuh. Sementara Abu Umar (Ibnu Abdil Bar) mengatakan bahwa Imam Laits bin Saad mewajibkan aqiqah hari ketujuh. Semenara Atha lebih menyukai aqiqah dilakukan hari ketujuh dan mengakhirkannya hingga hari ketujuh selanjutnya (hari ke 14). Ini juga pendapat Ahmad, Ishaq, dan Asy Syafii, Malik tidak menambahkan hingga hari ke 14, sementara menurut Ibnu Wahhab tidak mengapa hingga hari ke 21. Ini juga pendapat Aisyah, Atha, Ishaq, dan Ahmad. (Ibid, Hal. 44)

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

والذبح يكون يوم السابع بعد الولادة إن تيسر، وإلا ففي اليوم الرابع عشر وإلا ففي اليوم الواحد والعشرين من يوم ولادته، فإن لم يتيسر ففي أي يوم من الايام. ففي حديث البيهقي: تذبح لسبع، ولاربع عشر، ولاحدي وعشرين.

“Penyembelihan dilakukan pada hari ke tujuh setelah kelahiran jika dia lapang, jika tidak maka pada hari ke 14, jika tidak maka hari ke 21 dari hari kelahirannya. Jika masih sulit, maka bisa lakukan di hari apa pun. Dalam Hadits Al Baihaqi: disembelih pada hari ke 7, 14, dan 21. (Fiqhus Sunnah, 3/328. Darul Kitab Al Arabi)

Demikian perselisihan ini, bahkan ada pula yang mengklaim bahwa secara ijma (aklamasi) tidak boleh aqiqah pada hari sebelum dan sesudah hari ke 7. Namun klaim ini lemah dan bertentangan dengan realita perselisihan yang ada.

Berkata Imam Asy Syaukani Rahimahullah:

وَنَقَلَ صَاحِبُ الْبَحْرِ عَنْ الْإِمَامِ يَحْيَى أَنَّهَا لَا تُجْزِئُ قَبْلَ السَّابِعِ وَلَا بَعْدَهُ إجْمَاعًا وَدَعْوَى الْإِجْمَاعِ مُجَازَفَةٌ مَا عَرَفْت مِنْ الْخِلَافِ الْمَذْكُورِ .

“Pengarang Al Bahr mengutip dari Imam Yahya, bahwa menurut ijma aqiqah tidaklah sah dilakukan sebelum dan sesudah hari ke 7. Namun, klaim adanya ijma ini hanyalah prasangkaan semata, tidakkah Anda mengetahui perselisihan yang sudah disebutkan. (Nailul Authar, 5/133. Maktabah Ad Dawah Al Islamiyah)

Bolehkah Aqiqah setelah Dewasa?

Para ulama berbeda pendapat, antara membolehkan dan tidak. Mereka yang melarang beralasan bahwa hadits tentang bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah mengaqiqahkan dirinya setelah dewasa adalah dhaif.

Dari Anas bin Malik, katanya:

عق رسول الله صلى الله عليه وسلم عن نفسه بعد ما بعث بالنبوة

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengaqiqahkan dirinya setelah beliau diangkat menjadi nabi.” (HR. Abdurrazaq, No. 7960)

Hadits ini sering dijadikan dalil bolehnya aqiqah ketika sudah dewasa. Shahihkah hadits ini?

Sanad hadits ini dhaif. Dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Muharrar. Para Imam Ahli hadits tidaklah menggunakan hadits darinya.

Yahya bin Main mengatakan, Abdullah bin Muharrar bukanlah apa-apa (tidak dipandang). Amru bin Ali Ash Shairafi mengatakan, dia adalah matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan). Ibnu Abi Hatim berkata: Aku bertanya kepada ayahku (Abu Hatim Ar Razi) tentang Abdullah bin Muharrar, dia menjawab: matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan), munkarul hadits (haditsnya munkar), dan dhaiful hadits (haditsnya lemah). Ibnul Mubarak meninggalkan haditsnya.

Abu Zurah mengatakan, dia adalah dhaiful hadits. (Imam Abdurrahman bin Abi Hatim, Al Jarh wat Tadil, 5/176. Dar Ihya At Turats)

Sementara Imam Bukhari mengatakan, Abdullah bin Muharrar adalah munkarul hadits. (Imam Bukhari, Adh Dhuafa Ash Shaghir, Hal. 70, No. 195. Darul Marifah)

Muhammad bin Ali Al Warraq mengatakan, ada seorang bertanya kepada Imam Ahmad tentang Abdullah bin Muharrar, beliau menjawab: manusia meninggalkan haditsnya. Utsman bin Said mengatakan: aku mendengar Yahya berkata: Abdullah bin Muharrar bukan orang yang bisa dipercaya. (Al Hafizh Al Uqaili, Adh Dhuafa, 2/310. Darul Kutub Al ilmiyah)

Imam An Nasai mengatakan, Abdullah bin Muharrar adalah matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan). (Imam An Nasai, Adh Dhuafa wal Matrukin, Hal. 200, No. 332)

Imam Ibnu Hibban mengatakan, bahwa Abdullah bin Muharrar adalah diantara hamba-hamba pilihan, sayangnya dia suka berbohong, tidak mengetahui, dan banyak memutarbalik-kan hadits, dan tidak faham. (Imam Az Zailai, Nashb Ar Rayyah, 1/297)

Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa Abdullah bin Muharrar adalah seorang yang dhaif jiddan (lemah sekali). (Imam Ibnu Hajar,Talkhish Al Habir, 4/362. Darul Kutub Al Ilmiyah)

Ada pun ulama yang mendhaifkan hadits ini adalah Al Hafizh Ibnu Hajar, Imam An Nawawi menyebutnya sebagai hadits batil, sedangkan Imam Al Baihaqi menyebutnya hadits munkar. (Ibid)

Oleh karena itu, dengan dasar dhaifnya hadits ini, ulama kalangan Malikiyah dan sebagain Hambaliyah melarang aqiqah ketika sudah dewasa.

Tetapi, banyak pula imam kaum muslimin yang membolehkan. Sebab hadits di atas memiliki beberapa syawahid (saksi penguat), sehingga terangkat menjadi shahih.

Pertama, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Jafar Ath Thahawi dalam Kitab Musykilul Atsar No. 883:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu Anhu, katanya:

أن النبي صلى الله عليه وسلم عق عن نفسه بعدما جاءته النبوة

Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengaqiqahkan dirinya setelah datang kepadanya nubuwwah (masa kenabian).

Sanad hadits ini: Berkata kepada kami Al Hasan bin Abdullah bin Manshur Al Baalisi, berkata kepada kami Al Haitsam bin Jamil, berkatakepada kami Abdullah bin Mutsanna bin Anas, dari Tsumamah bin Anas, dari Anas: (lalu disebutkan ucapan di atas)

Syaikh Al Albani memberikan komentar tentang riwayat ini:

قلت : و هذا إسناد حسن رجاله ممن احتج بهم البخاري في ” صحيحه ” غير الهيثم ابن جميل ، و هو ثقة حافظ من شيوخ الإمام أحم

Aku berkata: Isnad hadits ini hasan, para perawinya adalah orang-orang yang dijadikan hujah oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, kecuali Al Haitsam bin Jamil, dia adalah terpercaya, seorang haafizh, dan termasuk guru dari Imam Ahmad. (As Silsilah Ash Shahihah, 6/502)

Kedua, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath Thabarani dalam Mujam Al Awsath No. 1006. Sehingga Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menshahihkan hadits ini dengan status SHAHIH LI GHAIRIHI. (As Silsilah Ash Shahihah No. 2726)

Ulama yang membolehkan adalah Imam Muhammad bin Sirin, Al Hasan Al Bashri, Atha, sebagian Hambaliyah dan Syafiiyah.

Imam Ahmad ditanya tentang bolehkah seseorang mengaqiqahkan dirinya ketika sudah dewasa? Imam Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitabnya sebagai berikut:

وقال أن فعله إنسان لم أكرهه

“Dia (Imam Ahmad) berkata: Aku tidak memakruhkan orang yang melakukannya.” (Imam Ibnul Qayyim, Tuhfatul Maudud, Hal 61. Cet. 1. 1983M-1403H. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Imam Muhammad bin Sirrin berkata:

لَوْ أَعْلَمُ أَنَّهُ لَمْ يُعَقَّ عَنِّي ، لَعَقَقْتُ عَنْ نَفْسِي.

Seandainya aku tahu aku belum diaqiqahkan, niscaya akan aku aqiqahkan diriku sendiri. (Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah No. 24718)

Imam Al Hasan Al Bashri berkata:

إذا لم يعق عنك ، فعق عن نفسك و إن كنت رجلا

Jika dirimu belum diaqiqahkan, maka aqiqahkan buat dirimu sendiri, jika memang kamu adalah laki-laki. (Imam Ibnu Hazm, Al Muhalla, 8/322)

Dan, berdasarkan dalil-dalil ini, inilah pendapat yang lebih kuat, Insya Allah.
Kalimat ini berlaku juga u perempuan.

Wallahu a’lam.

Hidup Mulia dan Mati Syahid ; Front Gallipoli – Çanakkale1915 M​

لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ هَٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih, dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”
Surah Al-Anbiya’: Ayat 103

Diriwayatkan oleh Abdurrazaq dari Yahya ibn Rabi’ah, dari ‘Atha: bahwa kejutan yang dahsyat adalah kematian. Dalam riwayat yang lain, oleh Ibnu Jarir dari Ibnu ‘Abbas: tiupan sangkakala.

Seorang Tabur-İmam atau semisal Da’i-Batalion sedang memberikan wejangan kepada beberapa pasukan kekhilafahan Turki Utsmani yang baru pulang dari front Çanakkale, 1915, AND. Mereka menyaksikan bagaimana rekan-rekannya telah mendahului sebagai syuhada, kini mereka menunggu-nunggu giliran untuk disapa para malaikat dengan “inilah harimu (berbahagia) yang telah dijanjikan kepadamu.”

Agung Waspodo dan keluarganya, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala masukkan kita dalam daftar syuhada.

Depok, 19 September 2017

AND. : Sumber photo

Di ceraikan Saat Mengandung

Assalamualaikum langsungng ajah…pak ustadz bagai mana hukum nya suami menceraikan istri dlm ke adaan mengandung?
1.HUKUM NYA
2.SYAH APA TDK
Terimakasih ustadz

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Jumhur ulama mengatakan bahwa menceraikan isteri pada saat hamil adalah boleh, bahkan Imam Ahmad menyebutnya cerai yang sejalan dengan sunnah, maksudnya ada dasarnya.

Hal ini berdasarkan hadits shahih berikut:

ثُمَّ لِيُطَلِّقْهَا طَاهِرًا أَوْ حَامِلًا

“Kemudian, ceraikanlah dia pada waktu suci atau hamil.” (HR. Muslim No. 1471)

Imam An Nawawi memberikan komentar:

فِيهِ دَلَالَة لِجَوَازِ طَلَاق الْحَامِل الَّتِي تَبَيَّنَ حَمْلهَا وَهُوَ مَذْهَب الشَّافِعِيّ ، قَالَ اِبْن الْمُنْذِر وَبِهِ قَالَ أَكْثَر الْعُلَمَاء مِنْهُمْ طَاوُس وَالْحَسَن وَابْن سِيرِينَ وَرَبِيعَة وَحَمَّاد بْن أَبِي سُلَيْمَان وَمَالِك وَأَحْمَد وَإِسْحَاق وَأَبُو ثَوْر وَأَبُو عُبَيْد ، قَالَ اِبْن الْمُنْذِر : وَبِهِ أَقُول . وَبِهِ قَالَ بَعْض الْمَالِكِيَّة

“Di dalamnya terdapat dalil bagi bolehnya mencerai wanita yang jelas kehamilannya, itulah madzhab Asy Syafi’i. berkata Ibnul Mundzir: “Dengan ini pula pendapat mayoritas ulama, di antara mereka adalah Thawus, Al Hasan, Ibnu Sirin, Rabi’ah, Hammad bin Abi Sulaiman, Malik, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Abu ‘Ubaid.” Berkata Ibnu Mundzir: “Aku juga berpendapat demikian.” Dan dengan ini juga pendapat sebagian Malikiyah.” ​(Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 10/65)​

Namun, sebagian Malikiyah lainnya mengharamkannya, dan Ibnul Mundzir meriwayatkan bahwa Al Hasan (Al Bashri) memakruhkan. Demikian keterangan lanjutan dari Imam An Nawawi, dalam kitabnya tersebut. Namun pendapat yang membolehkan adalah lebih sesuai dengan nash syariat. Selesai.

​📌 Konteks Hukum Indonesia​

Di Indonesia, sebagian kalangan menganggap perceraian baru dianggap sah jika disahkan oleh pengadilan. Misalnya, seperti majelis tarjih Muhammadiyah, ini agar meminimalisir angka perceraian. Ada pun MUI menganggap perceraian yang terjadi diluar persidangan mesti dilaporkan ke pengadilan untuk diputuskan sah atau tidaknya.

Namun, secara fiqih, sebagaimana yang sudah kami bahas jika syarat-syarat perceraian sudah terpenuhi, maka itu sah, walau belum disidangkan oleh pengadilan agama.Demikian.

Wallahu a’lam.

Belajar Berhikmah Agar Meruah Berkah

© Mengambil hikmah dari setiap episode yang hadir dalam kehidupan kita merupakan keniscyaan. Lantaran tak sia-sia ketika Allah menetapkan keputusan atas apa saja yang terjadi tanpa terlewat sedikit pun. Semua akan bermakna bila kita bisa mengerti maksud setiap peristiwa.

▪Sejarah pun banyak mengajarkan pada kita tentang banyak hal. Dan dari kisah sejarah kita belajar untuk memperbaiki diri. Namun sayang tak banyak orang yang mampu mengambil pelajaran.

® Ada nilai-nilai tersirat yang ingin disampaikan oleh sejarah. Namun, mereka kebanyakan menganggap bahwa apa yang terjadi hanya menjadi sejarah yang dijadikan monumen kebanggaan.

© Bagi siapa yang di dalam hatinya bersemayam segenggam iman niscaya hikmah meruah akan dirasakan. Banyak pelajaran yang bisa diambil untuk melangkah ke depan. Menapaki kehidupan yang kian hari terasa kian menyesakkan.

▪Karut marutnya dunia membuat kita harus bersiap dengan mental pejuang. Pengorbanan tak sedikit yang harus kita persembahkan untuk sebuh kemuliaan karena itulah sunatullah jika ingin berjumpa dengan Allah swt.

® Hikmah kebaikan yang tiada berkesudahan kala ujian menerpa kehidupan. Semua baik adanya bagi orang yang mengimani takdir. Justru bagi orang yang beriman ujian itu merupakan harta kekayaan yang tiada bernilai. Rasulullah pun mengingatkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang isinya,

”Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujian dan ujian bagi umatku adalah harta kekayaan.”

© Tak pernah mampu kita menolak ujian bila Allah ingin hadirkan untuk kita. Kadang kita pernah berpikir panjang bahwa ada hikmah di balik setiap ujian. Inilah saat yang tepat Allah sedang mendidik kita. Allah tak hanya akan beri kekuatan namun Allah beri kesulitan agar kita belajar bagaimana menyelesaikannya.

▪ Kala kita lemah saat itulah Allah mendidik kita menjadi kuat dan tangguh. Banyak pelajaran kala kesulitan menerpa. Bila kesulitan demi kesulitan hadir silih berganti, Allah beri kesempatan pada kita untuk berdoa tiada henti. Bila kesulitan datang beruntun sesungguhnya Allah beri kesempatan bagi kita agar senantiasa doa itu terlantun. Dan bila kesulitan tak mampu segera terselesaikan, saatnya kita menyadari bahwa hakikat kehidupan adalah perjuangan dan butuh pengorbanan.

® Allah SWT pasti akan menciptakan kemudahan setelah kesulitan. Tidakkah engkau tahu, sesungguhnya pasti ada keadaan lain yang Allah berikan setelah kesulitan? Allah telah memberi janji dengan firman-Nya itu, dibalik kesulitan, pasti ada jalan keluar yang begitu dekat. Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An-Nasyr: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An-Nasyr: 6)

Wallahu A’lam

1-th-final

3 Awesome Vectorized Car

Looking at other designers’ work can bring a new wave of creativity and inspiration. For today’s inspiration, we have put together a draw-dropping collection of creative car vectors for you.

These vector designs are so realistic and amazing that you will fall in love with them instantly. Creating a good vector car design requires loads of time and efforts, but as you’ll can see from these masterpieces, it’s certainly worth all the time and effort in the end. Now check out the car collection!

Chevrolet Camaro by Haegele Joan

This Chevrolet Camaro car looks real when you first glance at it. The artist has paid attention even to the minute details. The artist has also uploaded different images to show the progress of work which is a nice touch.

giphy (1)

Radio sound packs

It was one of the worst storms to hit London since God knows when. The thunder rolled, lightning flashed and the rain hammered into the roof. There’s something about a storm that brings a sense of doom. It fitted so perfectly.

When the ITV news flash sign came on the TV screen everyone looked up. When the flash sign was immediately followed by a still of Elvis Presley, a quiet voice breathed, “Oh, my God.”

“Reports are coming in that Elvis Presley, the rock and roll singer, died this evening at his home in Memphis, Tennessee.”

We all looked at each other in disbelief.

“Elvis is dead!”

It didn’t seem quite credible. And yet it wasn’t the kind of shock that followed the news of J.F.K. being cut down. There had been so much speculation about Presley’s mental and physical health that his death was unpleasantly predictable.

It was almost impossible to know what to think. My first impulse was to pick up the phone and call a couple of people. I tried two numbers, but they were both busy. Obviously other people had reacted the same way. It was the kind of news that demanded to be passed on. Elvis had always been there. For more than two decades he’d maintained a unique position in too many people’s lives. Despite all the depressing rumours it scarcely seemed possible that he’d gone, that Elvis Presley was dead at 42.

I guess the only word I can use is numb. Numb, and just very slightly embarrassed at the way I was reacting. It wasn’t the ordinary kind of grief that you feel for a personal friend. There was no voice telling me that I’d never see Elvis Presley again. Jesus Christ, I’d never seen him, ever. I didn’t even regret that I’d never get the chance to see him. The Elvis Presley I’d have given my right arm to watch was the wild hoodlum in the gold jacket who vanished into the US Army and never returned. I’d mourned his passing many years ago.

Kenapa Pacaran Dilarang?

⏰Share Time MFT

📆 Ahad, 04 Muharram 1439H / 24 September 2017

 📝 Awanda P.W

📖 *Kenapa Pacaran Dilarang?*

🖤🚫🖤🚫🖤🚫🖤🚫🖤

Assalamualaikum sahabat muda harapan ummat ☺ Bagaimana kabar hari ini? Semoga nikmat sehat masih mengalir pada diri kita ya, supaya akal mampu membedakan mana yg hak dan mana yg bathil.

Dalam Islam sudah jelas bahwa *pacaran* adalah cara membuka pintu kemaksiatan yg paling dahsyat karena bisa mengundang kemaksiatan yang lain seperti berbohong sampai zinah.

_kok bisa sih? Kenapa? kan gak semua pacaran maksiat_ *Yaelahh pembelaan diri yang klasik banget sih!

Oke gini ya, ketika orang pacaran dan berdua-duaan *TAHAYUL* banget kalo gak ngapa-ngapain, ya mungkin awal-awal gak gitu… tapi lama kelamaan setan makin menguasai diri kita dong secara kita melakukan pertemuan yang makin intens. Terus setelah itu anggaplah yang paling awal _pegangan tangan_ jantung mulai deg-degan,  adrenalin terpacu, hati semakin penasaran mulai deh tuh kemana-mana.

Nah ini, ini yang membuat wanita tidak lagi menggunakan logikanya karena apa? Karena ketika wanita menyukai pria dan pacaran dibaca _maksiat_ wanita akan mengeluarkan hormon cinta dalam bahasa medis disebut *hormon oksitosin* hormon ini akan bersifat memiliki dan rasa takut kehilangan sehingga para ciwi ciwi manjah ini akan memikirkan cara bagaimana agar hubungan terlarang itu tetap terjalin karena makin lama makin cinta…
Berbeda sama pria yang ketika pacaran akan mengeluarkan *hormon dopamin* yg membuat pria menjadi ketagihan tapi tidak membuat pria menjadi semakin cinta dengan wanita yang dipacarinya.

So, ketika pria ketagihan dan wanita makin cinta apa yang terjadi? *Pastilah* si wanita yg sudah dimabuk cinta akan menyerahkan semua yang dimiliki dan akhirnya??? Tek dung tek dung tralalalaaa …

*INGAT!* wanita adalah makhluk paling dirugikan ketika pacaran, karena akan meninggalkan jejak baik dari fisik ataupun psikologisnya.

Sahabat mudaku, yang sehat akalnya ingatlah bahwa apa yang sudah Allah perintahkan adalah sesuatu yg terbaik untuk umatnya. Ikuti aja perintah-Nya, alihkan masa muda kalian (yang menggebu-gebu dan ingin tau) ke hal-hal yang mampu merubah rasa ingin tahu menjadi kecintaan yang begitu besar kepada Rabb-mu _misal olahraga berkuda memanah atau yang paling mudah berenang ya sembari hitung-hitung persiapan menjelang kiamat siapa tau kita menjadi bagian anggota perang akhir zaman_

Semoga Makin Meneguhkan Hati Kita Untuk *”SAY NO PACARAN”*

Akhirul kalam, wabilahi Taufik walhidayah _Assalamu’alaikum wr wb_

🖤🚫🖤🚫🖤🚫🖤🚫🖤
#ProgramPLUS
#karyatukISLAM

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Winter trees

Winters trees vectorized for Photoshop

For the ribbon-cutting at the Washington Heights Library this month, the son of a former custodian returned to his old home. He grew up in what used to be the caretaker’s apartment on the third floor. While his father shoveled coal at night to heat the place, he would go downstairs to read about boat building and navigating by the stars. Ronald Clark went on to become the first in his family to graduate from high school and college, and decades later he built himself a boat and navigated by the stars that he had learned about in the library under him.

A few years ago, library officials hired the architect Andrew Berman to revamp the two upper stories of that Andrew Carnegie-era branch on 160th Street. Mr. Berman has now turned the third-floor apartment into a clubhouse for teenagers, and the whole second floor into a double-height palace for young children, with seating nooks and lime-green sofas under towering windows. A snaking, pale-wood bookshelf divides the room into cosseting quadrants, scaling it down for pint-size patrons. Smart, sunny and simple, the redesign feels lofty and homey at the same time, rebooting Carnegie’s original grand-populist vision for the branches.

In ways big and small, architects like Mr. Berman have changed New York City this year. Projects like the library branch made it a little more livable and humane.

What follows is nothing nearly as disciplined or logical as a list of 2016’s architectural highs and lows in town. It’s more a kind of belated thank you note for a few projects that kept faith with architecture’s ideals and the city’s better self.

Asbabun Nuzul Qur’an Surat al-Falaq (Waktu Subuh) dan an-Nas (Manusia)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 23 Dzulhijjah 1438 / 16 September 2017

📕 Qur’an

📝 Ustadzah Ida Faridah

📖 Asbabun Nuzul Qur’an Surat al-Falaq (Waktu Subuh) dan an-Nas (Manusia)
~~~~~~~~~~~~~~~
📓🎖📓🎖📓🎖📓🎖📓🎖

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, apa kabar mujahid muda, generasi penerus bangsa? Semoga kita semua masih dalam naungan rahmat Allah yang Maha Pengasih, Aamiin

Adik-adik semua, pertemuan kita kali ini, akan  membahas Asbabun Nuzul (Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat al-Qur’an) surat al-Falaq dan an-Nas.

Adik-adik udh pada hafal kan surat al-Falaq dan an-Nas? Pastinya udh dikeluar kepala kan. Kita mulai yuuu pembahasanya

بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ. مِن شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ. وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”. (QS. Al-Falaq: 1-5)

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ. مَلِكِ ٱلنَّاسِ. إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ. مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ. ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ. مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An-Nas: 1-6)

Adik-adik semuanya, dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah saw pernah mengalami sakit parah. Maka datanglah kepada beliau dua malaikat, yang satu duduk di sebelah kepala beliau dan yang satu lagi sebelah kaki beliau. Berkatalah malaikat yang duduk disebelah kaki beliau kepada malaikat yang duduk disebelah kepala beliau, “Apa yang kau lihat?” Ia menjawab, ‘Beliau terkena guna-guna.’ Dia bertanya lagi, ‘Apa guna-guna itu?’ Ia menjawab, ‘Guna-guna itu sihir!’ Dia bertanya lagi, ‘Siapa yang membuat sihirnya?’ Ia menjawab, Labid bin al-A’sham al-Yahudi, yang sihirnya berupa gulungan yang di simpan didalam sumur keluarga si anu dibawah sebuah batu besar. Datanglah ke sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya, kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah.”

Adik-adik semuanya, pada pagi harinya Rasulullah saw mengutus ‘Ammar bin Yasir dan kawan-kawannya. Setibanya di sumur itu, tampaklah airnya berwarna merah seperti air pacar. Air itu ditimbanya, dan diangkat batunya, serta dikeluarkan gulungannya kemudian dibakar. Ternyata didalam gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul. Kedua surat ini (QS. Al-Falaq dan An-Nas) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut. Setiap kali Rasulullah saw mengucapkan satu ayat, terbukalah simpulnya.” (HR. Baihaqi, dalam kitab Dala-ilun Nubuwah dari al-Kalbi, dari Abu Shahih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas)

Adik-adik yang di sayang Allah, dalam kitab shahi bukhari juga terdapat syahid (penguat) yang ceritanya seperti itu, tapi tidak menyebutkan sebab turunnya kedua surat itu. Namun, dalam riwayat lain ada syahid (penguat) yang ceritanya seperti itu juga dan menyebutkan sebab turunnya kedua surat itu.

Adik adik penerus bangsa, dijelaskan lagi dalam riwayat lain bahwa kaum Yahudi membuatkan makanan untuk Rasulullah saw setelah memakan makanan itu, tiba-tiba Rasulullah sakit keras, sehingga sahabat-sahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbul akibat perbuatan Yahudi itu. Maka turunlah Jibril membawa surat ini ( QS. al-Falaq dan an-Nas) serta membacakan taawud. Seketika itu juga Rasulullah keluar menemui sahabat-sahabatnya dalam keadaan sehat walafiat. (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitab ad-Dala-il, dari Abu Ja’far ar-Razi, dari ar-Rabi’ bin Anas, yang bersumber dari Anas bin Malik)

Demikian pembahasan pada hari ini, semoga pengetahuan kita bertambah dan kita semakin cinta pada ayat-ayat-Nya. Aamiin
~~~~~~~~~~~~~~~
📓🎖📓🎖📓🎖📓🎖📓🎖

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c