Sejarah dan Keutamaan Al Aqsha Serta Kewajiban Melindunginya (Bag. 1)​

📌Definisi Al Aqsha

Secara bahasa (etimologis)  Al Aqsha bermakna Al Ab’ad (yang paling jauh), maksimum, atau puncak.

Secara istilah (terminologis), berkata Imam Ibnu Hajar Al Asqalani Rahimahullah:

يَعْنِي مَسْجِد بَيْت الْمَقْدِس ، وَقِيلَ لَهُ الْأَقْصَى لِبُعْدِ الْمَسَافَة بَيْنه وَبَيْن الْكَعْبَة ، وَقِيلَ لِأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ وَرَاءَهُ مَوْضِع عِبَادَة ، وَقِيلَ لِبُعْدِهِ عَنْ الْأَقْذَار وَالْخَبَائِث ، وَالْمَقْدِس الْمُطَهَّر عَنْ ذَلِكَ .

Yakni masjid Baitul Maqdis, dikatakan pula baginya Al Aqsha, karena jauhnya jarak antara dia dengan Ka’bah. Dikatakan pula, karena dibelakangnya tidak ada tempat ibadah lainnya. Dikatakan juga, karena dia jauh dari kotoran dan kekejian, dan Al Maqdis merupakan pensuci dari hal itu. (Fathul Bari, 6/408. Darul Fikr. Lihat juga Imam Asy Syaukani, Fathul Qadir, 4/280. Mawqi Ruh Al Islam)

📌Masjid Tertua Kedua Setelah Masjidil Haram

Abu Dzar Radhiallahu Anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً 

“Wahai Rasulullah, masjid apa yang dibangun pertama kali di muka bumi? Beliau menjawab: Masjidil Haram. Aku (Abu Dzar) berkata: lalu apa lagi? Beliau menjawab: Masjidi Aqsha. Aku bertanya lagi: berapa lama jarak keduanya? Beliau menjawab: empat puluh tahun. (HR. Bukhari No. 3186, Muslim No. 520, Ibnu Majah No. 753, Ibnu Hibban No. 1598, 6228, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 4061, Ibnu Khuzaimah No. 787)

Yang dimaksud di bangun dalam hadits ini adalah fondasi dari kedua masjid itu. Sebab jika makna keduanya adalah masjid yang utuh, maka ada musykil. Berkata Imam Ibnul Jauzi:

فيه إشكال، لأن إبراهيم بنى الكعبة وسليمان بنى بيت المقدس وبينهما أكثر من ألف سنة انتهى

“Dalam hadits ini terdapat musykil, karena Ibrahim membangun Ka’bah dan Sulaiman membangun Baitul Maqdis, padahal  antara keduanya terpaut  jarak lebih dari seribu tahun. Selesai. (Fathul Bari, 6/408)

Ya, karena memang di beberapa riwayat shahih disebutkan bahwa Nabi Ibrahim membangun Kabah dan Nabi Sulaiman yang membangun Masjidil Aqsha. Maka, hadits di atas harus  dipahami bahwa yang dibangun saat itu adalah fondasinya.

Kemusykilan ini dijawab oleh Imam Ibnu  Al Jauzi dengan jawaban yang memuaskan. Katanya:

وجوابه أن الإشارة إلى أول البناء ووضع أساس المسجد وليس إبراهيم أول من بنى الكعبة ولا سليمان أول من بنى بيت المقدس، فقد روينا أن أول من بنى الكعبة آدم ثم انتشر ولده في الأرض، فجائز أن يكون بعضهم قد وضع بيت المقدس ثم بنى إبراهيم الكعبة بنص القرآن 

“Jawabannya adalah bahwa isyaratnya menunjukkan yang dibangun adalah fondasinya masjid, Ibrahim bukanlah yang pertama membangun Kabah, dan Sulaiman bukanlah yang pertama kali membangun Baitul Maqdis. Kami telah meriwayatkan bahwa yang pertama kali membangun Kabah adalah Adam, kemudian anak-anaknya menyebar di muka bumi. Maka, boleh saja sebagian mereka membangun Baitul Maqdis, kemudian Ibrahim yang membangun Ka’bah menurut Nash Al Quran.  (Ibid)

Imam Al Qurthubi Rahimahullah juga mengatakan hal yang sama:

وكذا قال القرطبي: إن الحديث لا يدل على أن إبراهيم وسليمان لما بنيا المسجدين ابتدا وضعهما لهما، بل ذلك تجديد لما كان أسسه غيرهما.

Demikian juga yang dikatakan oleh Al Qurthubi: sesungguhnya hadits ini tidaklah menunjukkan bahwa Ibrahim dan Sulaiman ketika  mereka berdua   membangun dua masjid sebagai yang mengawali, tetapi mereka hanya memperbarui apa-apa yang telah difondasikan oleh selain mereka berdua. (Ibid)

Bersambung …

Antara Tanggung jawab sbg Istri dgn Pekerjaan

Assalamu’alaikum Ustadzah.. Tanya dong.. apa yang harus aku lakukan menurut Islam. Selamatkan kebutuhan keluarga atau selamatkan nyawa pasien yang membutuhkan pertolongan?
Aku bener pusing.. fisik, gak mampu. Pekerjaan dan tanggung jawab sebagai ibu, istri dan atasan luar biasa banyak. Sementara hemofilia sering kali jadi pilihan sulit manakala harus menolong pasien yang sedang bertaruh nyawa.. 😔
Sementara aku ngerasa ‘kerja sendiri’ di hemofilia untuk bantu Dr Novie.
Ini pertanyaan buat di MANIS yaa.  🙏🏾
# A 14

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

MasyaAllah… kondisi yang berat.
Maaf  di pertanyaan ada kata-kata tanggung jawab sebagai istri, berarti bekerjanya sifatnya membantu dan sudah ada izin dari suami. Sehingga butuh komunikasi yang baik supaya suami bisa back up atau paling tidak suami memahami tuntutan atau konsekwensi pekerjaan sebagai seorang dokter.

Untuk pekerjaan ia akan jadi berat kalau kita menjalaninya dan menganggapnya sebagai beban. Sehingga untuk bisa terasa ringan mindset berfikir kita yang harus kita rubah, kita yakini:

1. Ini sarana untuk bisa menggapai surga.

2. Ladang amal sholeh yang tidak semua orang bisa dapat karena harus ahli.

3. Bisa membantu,meringankan penderitaan pasien bahkan bisa menolong pasien yang sedang bertaruh nyawa, ini luar biasa butuh pendampingan.

4. Ladang pahala yg luar biasa.

5. Menjalaninya harus dengan ikhlas. Dan menikmati.

Jangan dibenturkan semua tuntutan dan tanggung jawab sebagai istri, ibu dan pekerjaan tapi dimanage, di arrange libatkan orang-orang terdekat untuk terlibat . Misal yang bantu pekerjaan rumah. Antar jemput anak. Dll.

Bismillah….
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan Allah tidak menghendaki kesulitan untuk kalian.” 
(QS. Al-Baqarah: 185)

Wallahu a’lam.

RIYADHUS SHALIHIN (24)​

📕 ​Bab Sabar – Kabar Gembira Buat yang Sabar​

​Al Quran Surat Al Baqarah 155:​

وقال تعالى :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

[ البقرة : 155]

​Artinya:​

​Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. ​Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar​.​

           ☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian ​AUDIO​ di bawah ini.

Selamat menyimak.

 Audio Kajian 

Isbal

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Mohon disharekan hadist terkait dg celana laki laki .. panjang nya apa diatas mata kaki…
Mohon maaf meneruskan pertanyaan saudara
A39

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Seiring dengan arus kebangkitan Islam, maka kesadaran untuk berislam secara kaffah menjadi hal yang niscaya, baik oleh muslim dan muslimah. Semangat mengamalkan sunah nabi adalah bagian dari cakupan kekaffahan pemahaman Islam seseorang. Termasuk keinginan sebagian pemuda dakwah memendekkan pakaian di atas mata kaki bahkan setengah betis. Tentu tidak lupa juga memanjangkan jenggot, memendekkan kumis, serta menutup aurat secara sempurna bagi para muslimahnya.

Fenomena ini harus disambut gembira dan diberikan dukungan, sebagai pengimbang atas betapa kuatnya dukungan terhadap kejahiliyahan akhlak pada zaman ini. Selain memang itu sebagai syi’ar Islam. Namun, di tengah arus kebangkitan Islam, bukan bebarti tanpa masalah internal. Sering kita melihat sesama aktifis Islam saling serang hanya karena perselisihan pemahaman fiqih semata, termasuk isbal (pelakunya disebut musbil) ini. Biasanya sikap keras dilancarkan oleh pihak yang memahami bahwa isbal itu haram walaupun tanpa rasa sombong. Sementara pihak yang diserang pun tentunya memberikan pembelaan dengan berbagai hujjah yang mereka miliki. Akhirnya, bukan masalah ini saja dan ini bukan yang terakhir, para aktifis Islam berputar-putar pada masalah yang memang sejak lama para ulama berselisih, mereka hanyalah melakukan siaran ulang saja. Sementara, banyak amal-amal pokok dan produktif menjadi tertinggal.
            
Seharusnya tidak boleh ada sikap keras dalam masalah isbal ini, dan seharusnya mereka tahu adanya perselisihan yang masyhur sejak dahulu. Namun bagi yang ingin menghindar isbal, semoga Allah memberikan pahala atasnya sebagai upaya menghidupkan sunah.

 Selengkapnya… 

Relokasi = Hijrah?

Assalamu’alaikum, ustadz ustadzah….izin bertanya, bisakah relokasi yg dilakukan pemerintah dikatakan sebagai bentuk hijrah? Karena memindahkan ke lingkungan yg “lebih baik” daripada sebelumnya. Jazakumullah khoir.

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

🔓 ​Hijrah adalah kajian tata kelola hati setiap individu​

📌 Pemerintah adalah kumpulan manusia, dan agama ini fokus pada keputusan setiap indvidunya

📌 Relokasi adalah wujud pilihan program pemerintah, namun motivasi yang berada di balik setiap individu pemerintah maka ialah yang akan memastikan apakah dilakukan karena hijrah atau bukan..

Wallahu a’lam.

Menyikapi Peristiwa Kehidupan

©Adalah kehidupan bila nampak berjuta warna di depan mata. Pelangi tak kan menjadi indah bila hanya ada satu warna. Paduan berbagai warna menambah indah di pandangan kita. Kadang hidup kita merah, kadang biru, kadang pula hitam. Kita harus bisa menikmatinya.

▫Tabiat manusia akan siap bila menerima anugerah dibanding dengan musibah. Tapi agama mengajarkan kita bahwa dalam keadaan apa pun harus tetap siap karena kita akan menjalani setiap takdir yang akan ada.

▪Muhammad teladan bagi kita. Ujian yang ia terima dari kaum kafir Qurays kala menjalankan perintah Allah swt. Cacian dan makian juga lemparan kotoran binatang pun diterima olehnya. Namun Rasul saw tak pernah mundur sedikit pun untuk tetap menjalankan amanah yang harus dijalankannya.

©Bagi kita mendengar kata “ujian” yang terbayang di depan kita yang ada hanya kesulitan, kesedihan, kegagalan, pun kenestapaan. Karena ujian dipandang sebagai masalah yang sulit, berat, susah, membosankan, repot, pasti menyelesaikannya harus dengan dahi berkerut. Persepsi yang seperti itu sudah mendarah daging sehingga sulit untuk dihilangkan. 

▪Padahal, ujian itu tak hanya yang mampu membuat kita sedih dan berderai air mata. Namun kekayaan yang membuat mata silau dan segala kenyamanan sebenarnya juga merupakan ujian. Mungkin kita akan lebih teruji bila di hadapan kita terbentang kesulitan, namun akan menjadi semakin terjerumus bila kita diberi kemudahan.

▫Hidup ini ibarat fatamorgana. Bila kita berjalan di padang yang tandus kala itu kita sedang kehausan nampaklah dari jauh sumber mata air yang segar namun setelah kita mendatanginya hanya tanah kering lantaran terik matahari yang menyengat.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ’Imran: 14)

▪Sejenak kita ingat kala bahtera mengarungi lautan badai, ombak senantiasa akan datang tanpa kita tahu. Sebagai nahkoda harus siaga dengan setiap kemungkinan yang mendatanginya. Tak ubahnya dengan pohon, semakin tinggi semakin besar anginnya. Akar yang kokoh menghunjam ke tanah yang akan membuat pohon tetap tegak berdiri meski angin besar menerpanya.

▪Begitu juga seperti layang-layang ia akan terbang tinggi ke udara. Tarik ulur dari tali atau benang yang membuat layang-layang itu semakin terbang tinggi. Nampaklah pemandangan yang indah kala layang-layang itu tak goyah lantaran tiupan angin yang tak kencang. Namun bila tiba-tiba angin kencang datang tak ayal lagi bila layang-layang akan terombang-ambing di udara bahkan bila putus talinya layang-layang akan terhempas begitu saja tanpa jelas dimana ia akan terhempas.

▪Namun kehidupan manusia tak begitu saja bisa disamakan dengan terbangnya layang-layang. Meski kita bisa mengambil pelajaran yang sangat berharga dari layang-layang. Karunia akal tak lain seyogyanya kita optimalkan sedemikian rupa sehingga kita mampu membaca fenomena yang kita lihat, dengar, dan rasa.

©Tak pernah sang Pencipta alam semesta ini memberikan suatu ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Allah sangat mengerti kadar kemampuan seorang hamba. Badai pun pasti akan berlalu dari kehidupan kita. Roda pun akan berputar sesuai dengan kodratnya. Tak kan ada duka derita yang berkepanjangan menghampiri sang hamba. Beginilah tabiat ujian dan kehidupan manusia.

▪Dan kita hanya bisa meminta pertolongan kepada Allah swt.

Tinggalkan Prokastinasti, Tingkatkan Potensi

🐝MFT (MANIS For Teens)

📆 Jumat, 27 Syawal 1438H/ 21 Juli 2017

📕 Pengembangan Diri (Psikologi)

📝 Bu Dina Farihani S. Psi

📖 *Tinggalkan Prokastinasti, Tingkatkan Potensi*

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

💦🌪💦🌪💦🌪💦🌪💦

_Assalaamu’alaikum_, Sobat Muda!
Jumpa lagi dengan sesi psikologi di grup MFT.

Kali ini, kita akan bahas tentang salah satu kebiasaan yang banyak muncul di kalangan anak muda, tapi sayangnya kebiasaan itu adalah hal yang negatif dan bisa menghambat pengembangan potensi diri.

_Kebiasaan apakah itu?_

Yups, prokastinasti.
_Pernah dengan istilah itu?_
Oke, kita ulas sedikit ya tentang apa itu prokastinasti.

*Prokastinasti adalah menunda-nunda dengan sengaja kegiatan atau pekerjaan yang seharusnya dilakukan.*

Salah satu studi pada remaja di suatu sekolah menemukan bahwa 83% remaja cenderung melakukan penundaan dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah; remaja laki-laki cenderung menggunakan waktunya dengan media elektronik (bermain game, browsing, menonton video, dst), sedangkan remaja putri cenderung menggunakan waktunya untuk membaca buku (novel, fiksi, dsb), majalah, atau tabloid.

*Ada 2 tipe prokastinasti :*

📚 _Resistant Procastination_
Yaitu menunda menyelesaikan tugas atau pekerjaan sampai dengan batas waktu yang ditentukan. Tugas diselesaikan pada waktu-waktu akhir.

📚 _Refusal Procastination_
Yaitu menunda menyelesaikan tugas secara terus menerus sampai akhirnya pada batas waktu yang ditentukan, tugas tidak diselesaikan.

*_Nah, apa akibatnya jika sering melakukan prokastinasti?_*

🌪Semakin lama menunda terselesaikannya suatu tugas/pekerjaan, maka tekanan akan deadline pengerjaan tugas akan semakin menimbulkan stress.

🌪Selain itu, semakin stress, remaja cenderung melakukan kegiatan-kegiatan yang menurutnya dapat mengurangi stress, tapi pada kenyataannya justru meningkatkan stress yang dialami.

_Contohnya_, karena mengerjakan tugas pada batas waktu akhir, maka muncul keinginan minum kopi atau minuman berenergi supaya bisa terjaga sepanjang malam untuk menyelesaikan tugas. Keesokan harinya, bangun kesiangan, terburu-buru masuk kelas, lalu tergesa-gesa keluar kelas karena ingin segera tidur, sehingga tidak konsentrasi dan melewatkan materi yang dijelaskan saat kelas berlangsung.

*Ada dua ciri utama prokastinasti* yaitu delay dan denial.

*_Delay_* artinya _putting of until later_—tunda sampai batas waktunya nanti.

*_Denial_* artinya _putting out of mind_—tunda dan jangan dipikirkan.

_Naahh, gimana sobat muda? See?_
Melakukan prokastinasti sama saja dengan menunda perbaikan diri, dan itu sama saja dengan menunda kesuksesan.

*So, jangan lagi menunda-nunda apa-apa yang harus kita kerjakan.*

💦Sebagaimana nasihat berikut ini:

“Apabila kamu di pagi hari, maka janganlah menunda amalan sampai malam hari.
Kamu berkata : “Aku akan melakukan amalan ini nanti malam.” Namun bersegeralah dan bergegaslah beramal, karena bisa jadi kamu tidak lagi menjumpai malam”

_(Syeikh Solih Fauzan dalam Al Minhatur Robbaniyyah :28)_
___________

💦Menunda kebaikan bukan bagian dari keutamaan. Malah seringkali menunda kebaikan adalah kemalasan yang terselubung dan dapat menjadi penyakit yang berkelanjutan.

_”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”_

(QS. Ali Imran, 3 : 133)

Sekian jumpa kita kali ini Sobat MFT, tetap semangat!

*_Tinggalkan prokastinasti, Tingkatkan potensi!_*

💦🌪💦🌪💦🌪💦🌪💦

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Pendahuluan Ulumul Quran

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 22 Juli 2017/ 28 Syawal

📕 AL-QURAN

📝 Dani Zailani Ibrahim S. Soi. I

📖 *Pendahuluan Ulumul Quran*

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
_Alhamdulillah_ Kalimat thoyyibah yang harus senantiasa hadir dalam lisan kita karena sesungguhnya  segala nikmat yang kita miliki bagian dari pemberian dari Allah SWT, terlebih lagi  kita ditakdirkan menjadi bagian manusia terpilih dikaruniai Iman dan Islam.
Sebagai rasa syukur kita dikarunai iman dan islam kita wajib menjaganya dengan tuntunan yang akan membawa kita kejalan keselamatan yaitu Al-quran,
oleh karenanya menjadi menjadi penting dan wajib kita mulai mengenal, memahami serta mengamalkan Al-quran.

Sebagai tahap awal kita perlu mengetahui bagaimana proses turunnya Al-Quran.

Bahwa  Al-Quran diturunkan melalui 2 proses, yakni:

1. Diturunkannya secara sekaligus yaitu dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izza atau yg kita ketahui sebagai lapisan langit pertama, yang kita kenal peristiwa ini dengan sebutan *Nuzulul Quran.* Sebagaimana Allah swt berfirman dalam Q.S al-baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).”

Ayat di atas jelas bahwa proses pertama Al-Quran diturunkan sekaligus terjadi dibulan Ramadlan.

2. Proses turunnya secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril kepada hati Rasulullah SAW
Melalui proses ini lalu sampai kepada para sahabat hingga terus dari generasi ke generasi sampai akhirnya kepada kita.
Ada banyak hikmah ketika proses turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur,  salah satu diantaranya adalah agar ummat Rasulullah menerima syariat secara bertahap sehingga terasa ringan syariat ini dilaksanakan.

Sementara segitu dulu insyaa Allah materi kita bersambung..

👳🏼‍♀Ustadz Dani:
Direktur pondok pesantren tahfidz rumah qur’an indonesia&ketua JPRMI Kota Bandung

🌤💦🌤💦🌤💦🌤💦🌤

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Menangis bukan Meratapi

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Mohon penjelasan mengenai hadis ini ustadz…benarkah hadis ini ? Dan apa ya maknanya?

إنَّ الميِّتَ يُعذَّبُ في قبرِه ببكاءِ أهلِه عليه

“sesungguhnya mayit diadzab di dalam kuburnya karena tangisan keluarganya kepadanya” (HR. Bukhari – Muslim).

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Hadits2 seperti itu banyak, makna Bukaa’ (nangis), bukan sekedar nangis, Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid berkata:

اتفق العلماء على أنه ليس المراد من هذه الأحاديث مطلق البكاء ، بل المراد بالبكاء هنا النياحة ورفع الصوت .

​Para ulama sepakat bahwa maknanya bukan mutlak menangis, tapi menangis di sini adalah meratap dan meraung saat menangis.​

Imam An Nawawi berkata:

 أَنَّ الْمُرَاد بِالْبُكَاءِ هُنَا الْبُكَاء بِصَوْتٍ وَنِيَاحَة لَا مُجَرَّد دَمْع الْعَيْن

​Bahwa maksud nangis di sini adalah tangisan dengan suara ratapan, bukan semata mencucurkan air mata.​

Jadi, raungan mereka membuat susah mayit tersebut, seolah mereka tidak ridha atas kematiannya.

Semata-mata menangis tidak apa, sebab saat Ibrahim -putera nabi- wafat, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga menangis.

Wallahu a’lam.

Aisyah binti Abu Bakar Ra. ​Istri nabi di dunia dan di akhirat​

🍁 Ayahnya,  orang terdekat Rasulullah Saw. Ibunya, Ummu Rumman seorang sahabiyat  terkemuka yang menorehkan banyak jasa kepada Islam. Saudara perempuannya, Asma binti Abi Bakar mendapat gelar dzatun nithoqoin (pemilik dua selendang) karena jasanya dalam peristiwa hijrah Rasulullah Saw ke Madinah.  Suami saudara perempuannya yaitu Zubair bi Awwam adalah pembela setia Rasulullah Saw. Kakeknya Abu Quhafah turut masuk Islam dan menjadi sahabat Rasulullah Saw. Neneknya Ummul Khoir Salma binti Sakhr juga masuk Islam dan menjadi sahabiyat Rasulullah Saw.  Saudara laki-lakinya Abdurrahman bin Abu Bakar seorang ahli memanah yang terkenal dan turut dalam peperangan bersama Rasulullah Saw.

🍄Aisyah menikah dengan Rasulullah Saw diusia yang masih sangat belia 6 tahun, dan masuk ke rumah Rasulullah Saw di usia 9 tahun. Ia menjadi istri Rasulullah Saw yang paling muda. Namun Rasulullah Saw sangat memahami keadaan Aisyah dengan usianya yang sangat muda.

💐Disamping beliau mendidik Aisyah dengan ilmu, hikmah dan akhlak, beliau tidak melarangnya melakukan hal-hal yang pantas dilakukan oleh anak-anak seusianya. Aisyah memiliki banyak boneka yang ia pajang dirumahnya. Aisyah juga memiliki sahabat-sahabat yang sering bermain di rumahnya. Awalnya mereka sungkan dengan Rasulullah Saw, akan tetapi setelah mereka bertemu Rasulullah Saw dan Rasulullah menyambut mereka dan mempersilakan untuk bermain dengan Aisyah, mereka menjadi terbiasa. 

🌼Rasulullah Saw memiliki panggilan sayang untuk Aisyah yaitu beliau biasa memanggilnya dengan Aisy atau humaira (yang pipinya kemerah-merahan).

🌸Rasulullah Saw berlomba lari dengan Aisyah Ra dalam beberapa kesempatan saat mereka sedang berjalan berdua.  Saat tubuh Aisyah masih kurus, Aisyah memenangkan lomba itu. Akan tetapi saat tubuh Aisyah menjadi gemuk, Rasulullah Saw memenangkan lomba lari itu.

🌺Aisyah Ra pernah ditanya tentang apa yang dikerjakan Rasulullah Saw di rumahnya. Ia menjawab : “Ia membantu pekerjaan istrinya, sampai jika mendengar adzan, beliau baru keluar.” (HR Bukhari).

🍀Rasulullah mengajarkan kelembutan dan kasih sayang kepada Aisyah Ra. Saat Aisyah hendak menaiki unta dan merasa kesulitan sementara unta itu tidak mau duduk, Aisyah menarik pelana unta itu dengan kencang. Rasulullah Saw berkata kepadanya: “Hendaknya engkau bersikap lembut, karena kelembutan dalam segala sesuatu akan menambahnya lebih indah. Dan jika kelembutan hilang dari sesuatu, akan membuatnya menjadi buruk.”

🌾Rasulullah Saw juga pernah menegur Aisyah ketika ia mengatakan sesuatu yang tidak baik. Suatu saat Aisyah mengomentari Shafiyyah salah satu istri Rasulullah dengan mengatakannya “Cukuplah untuk mengetahui kekurangan Shafiyyah bahwa dia itu begini (maksudnya tubuhnya pendek).” Beliau berkata: “Sesungguhnya engkau telah mengatakan kata-kata yang apabila di campur dengan air laut akan tercemar olehnya.” 

🎋Suatu ketika Rasulullah berkata kepada Aisyah: “Sesungguhnya aku tahu kapan engkau sedang senang kepadaku dan kapan sedang marah. Aisyah bertanya:  “Bagaimana engkau mengetahuinya?” Beliau menjawab: “Jika engkau sedang senang kepadaku, engkau akan mengatakan  ‘Demi Tuhan Muhammad.’ Dan jika engkau sedang marah, engkau akan mengatakan ‘Demi Tuhan Ibrahim’. Aisyah berkata: “Itu benar. Demi Allah ya Rasulullah…aku hanya bisa menjauhi namamu. (Muttafaq Alaih)

🥀Ibnu Shafwan pernah bertanya kepada Aisyah Ra “Apa kelebihan-kelebihan yang dimilikimu?” Aisyah Ra berkata: “Jibrilmembawa gambarku kepada Rasulullah Saw (dalam mimpi) lalu beliau menikahiku, Rasulullah Saw menikahiku dan aku masih perawan, beliau menerima wahyu saat sedang satu selimut denganku, aku adalah orang yang paling dicintainya, Allah Swt menurunkan beberapa ayat Al-Qur’an karena aku, aku pernah melihat Jibril dan tidak ada seorangpun yang pernah melihatnya, Rasulullah Saw meninggal di rumahku dan dipangkuanku.” (HR Hakim)

​🌷Butir-butir hikmah: 🌷​

☘Rasulullah Saw memilih Aisyah Ra menjadi istrinya dengan bimbingan wahyu. Namun, bila kita lihat secara umum,Aisyah memiliki keluarga yang semua anggotanya berkontribusi pada dakwah Islam.
🌿Sebagai suami, Rasulullah Saw sangat memahami kondisi dan perkembangan psikologi istrinya. Beliau memperlakukannya sesuai dengan kondisinya. Memperlakukan Aisyah sesuai dengan usianya.

🌱Rasulullah Saw juga memberikan kebebasan kepada istrinya untuk bergaul dengan sahabat-sahabatnya dan mengundang mereka ke rumahnya. Para suami perlu tahu siapa saja sahabat-sahabat istrinya dan apa saja yang ia lakukan bersama mereka.

🌴Seperti Rasulullah Saw, para suami juga perlu memberikan fasilitas kepada istrinya untuk mengekspresikan hobinya. Bila Aisyah menyukai koleksi boneka, maka apakah yang disukai para istri saat ini?

🌳Suami memiliki kewajiban untuk membimbing istrinya dengan ilmu, hikmah dan akhlak. Juga meningkatkan pengetahuan istri, dan membimbing mereka agar memiliki akhlak mulia.

🌲Panggilan khusus dari suami kepada istri atau dari istri kepada suami akan menambah harmonisasi dalam keluarga.

🌵Aktifitas fisik yang dilakukan berdua saja antara suami istri menjadi perekat hubungan keduanya. Seperti kegiatan olah raga, santai, atau jalan berdua.

🎍Suami  harus  memiliki pekerjaan-pekerjaan yang ia lakukan di dalam rumah. Tidak semua pekerjaan diserahkan kepada istri. Sebagaimana Rasulullah Saw melakukannya.

🍂Pasangan suami istri perlu memiliki keterampilan untuk memberikan teguran/peringatan, baik dari pemilihan bahasa maupun cara penyampaiannya  sehingga teguran itu tidak menyakiti perasaan pasangan. 

💐Masing-masing pasangan perlu melakukan teguran keras jika kesalahan yang dilakukan pasangan sudah melampaui batas. Namun tetap dilakukan dengan cara yang baik.

🌹Pasangan suami istri  harus terus meningkatkan tafahum (saling memahami) sampai  masing-masing mengenali  situasi hati pasangan tidak harus  dengan mengatakan perasaannya akan tetapi dari sikap yang ditunjukkannya.
Kisah tentang kehidupan Rasulullah Saw dan istrinya Aisyah Ra sangat banyak. Baik kisah indah maupun kisah yang sarat dengan konflik. Namun,  pribadi Rasulullah Saw  sebagai suami yang berusaha untuk memahami dan membahagiakan istri yang dicintainyalah yang menjadi kunci utuhnya rumah tangga mereka.  

🌷Wallohu a’lam bish showwab🌷