๐๐๐ธ๐๐๐ธ๐๐๐ธ๐๐
๐ Ustadz Farid Nu’man Hasan
๐ Berikut ini adalah beberapa keutamaannya:
๐ Basmalah adalah salah satu nama Allah Ta’ala
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, katanya:
ุฃู ุนุซู ุงู ุจู ุนูุงู ุฑุถู ุงููู ุนูู ุณุฃู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู ุนู ุจุณู ุงููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู ููุงู : ูู ุงุณู ู ู ุฃุณู ุงุก ุงููู ู ู ุง ุจููู ู ุจูู ุงุณู ุงููู ุงูุฃูุจุฑ ุฅูุง ูู ุง ุจูู ุณูุงุฏ ุงูุนูู ู ุจูุงุถูุง ู ู ุงููุฑุจ
Bahwasanya Utsman bin Affan Radhiallahu โAnhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu โAlaihi wa Sallam tentang bacaan Bismillahirrahmanirrahim. Beliau menjawab: “Ia adalah salah satu dari Nama-nama Allah, begitu dekatnya kalimah Bismillah ini dengan Nama Allah yang Teragung seperti dekatnya biji mata yang hitam dengan biji mata yang putih.” (HR. Al-Hakim No. 2027, katanya: shahih. Al-Baihaqi, Syu’abul Iman No. 2327, Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi, Kanzul ‘Ummal No. 4048)
๐ Untuk melawan dan melemahkan syetan
Berikut ini riwayatnya:
ุฃูุจูู ุงููู ููููุญู ุนููู ุฑูุฌููู ููุงูู ููููุชู ุฑูุฏูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุนูุซูุฑูุชู ุฏูุงุจููุฉู ููููููุชู ุชูุนูุณู ุงูุดููููุทูุงูู ููููุงูู ููุง ุชููููู ุชูุนูุณู ุงูุดููููุทูุงูู ููุฅูููููู ุฅูุฐูุง ููููุชู ุฐููููู ุชูุนูุงุธูู ู ุญูุชููู ููููููู ู ูุซููู ุงููุจูููุชู ููููููููู ุจููููููุชูู ูููููููู ูููู ุจูุณูู ู ุงูููููู ููุฅูููููู ุฅูุฐูุง ููููุชู ุฐููููู ุชูุตูุงุบูุฑู ุญูุชููู ููููููู ู ูุซููู ุงูุฐููุจูุงุจู
Dari Abu Malih, dari seorang laki-laki katanya: “Saya memboncengi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu tergelincirlah hewan tunggangan. Lalu aku berkata: “Celakalah syetan!” Beliau bersabda: “Jangan kau ucapkan “celakah syetan”, sesungguhnya jika kamu ucapkan itu maka dia membesar sampai sebesar rumah dan dia berkata: “Demi kekuatanku.” Tetapi ucapkanlah: “Bismillah,” sesungguhnya jika engkau membacanya maka dia mengecil sampai seperti lalat.” (HR. Abu Daud No. 3982, Ahmad No. 20591, 20592, 20690, 23092, Al-Hakim, Al-Mustadrak No. 7792, 7793, An-Nasa’i, As-Sunan Al-Kubra No. 10388, 10389, Al-Baihaqi, Syu’abul Iman No. 5183, 5184, 5185, Ath-Thahawi, Musykilul Aatsar No. 321, 322, Abdurrazzaq, Al-Mushannaf No. 20899, Abu Nu’aim, Ma’rifatush Shahabah No. 2290, 2291)
Imam Al-Hakim mengatakan: shahih. Juga dishahihkan Imam Adz-Dzahabi dalam At-Talkhish. (Al-Mustadrak No. 7793).
Imam Al-Bushiri mengatakan: jayyid – baik. (Az-Zawaid, 6/432)
Imam An-Nawawi mengatakan: shahih muttashil. (Al-Adzkar, 1/263)
Imam Al-Haitsami mengatakan: diriwayatkan Imam Ahmad dengan berbagai sanad, dan semua perawinya adalah perawi hadits shahih. (Majma’ Az-Zawaid No. 17099)
Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam berbagai kitabnya. (Shahihul Jami’ No. 8401, Shahih At-Targhib wat Tarhib No. 3128, dan kitabnya yang lain)
Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan: shahih. (Ta’liq Musnad Ahmad No. 20591)
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengomentari hadist di atas:
ููุฐุง ู ู ุชุฃุซูุฑ ุจุฑูุฉ ุจุณู ุงูููุ ูููุฐุง ุชุณุชุญุจ ูู ุฃููู ูู ุนู ู ูููู
“Ini (syetan yang mengecil, pen) adalah akibat pengaruh dari keberkahan Bismillah, oleh karena itu dianjurkan dibaca diawal setiap perbuatan dan perkataan.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 1/120)
Secara umum, membaca basmalah (yakni membaca bismillahirrahmanirrahim) dan tasmiyah (membaca bismillah saja) dianjurkan pada awal setiap amal kebajikan, sebagaimana riwayat shahih tentang menjima’ istri, naik kendaraan, memulai makan, memulai majelis, memulai wudhu, dan lainnya.
Ada sebuah riwayat:
ูู ุฃู ุฑ ุฐู ุจุงู ูุง ูุจุฏุฃ ููู ุจ ( ุจุณู ุงููู ุงูุฑุญู ู ุงูุฑุญูู ) ููู ุฃุจุชุฑ
“Setiap urusan dalam kehidupan yang di dalamnya tidak dimulai dengan bismillahirrahmanirrahim, maka dia terputus.” (Diriwayatkan oleh As-Subki dalam Thabaqat As-Syafi’iyah, 1/6. Al-Khathib dan Al-Hafizh Abdul Qadir Ar-Rahawi, hal. 5)
Namun, riwayat ini dhaif (lemah), lantaran seorang perawi bernama Ahmad bin Muhammad bin ‘Imran Al-‘Atiqi, biasa dikenal Ibnu Al-Jundi. Imam Khathib Al-Baghdadi mengatakan: “Riwayat darinya dilemahkan dan madzhabnya telah dicela (karena dia tasyayyu’ โ terpengaruh syi’ah). Aku bertanya kepada Az-Zuhri tentang Ibnu Al-Jundi, katanya: “Dia bukan apa-apa.” (Tarikh Baghdad, 2/414)
Syaikh Al-Albani menyatakan: dhaif jiddan โ sangat lemah. (Lihat Irwa’ul Ghalil, 1/29. Cet. 2. 1985M-1405H. Al-Maktab Al-Islami. Beirut)
Sementara Imam Ibnu Katsir berhujjah dengan hadist ini, namun, tidak berkomentar apa-apa tentang derajat hadist ini. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 1/120)
Wallahu a’lam..
๐๐๐ธ๐๐๐ธ๐๐๐ธ๐๐
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
๐ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
๐ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130





