Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan-Amalannya (Bag. 1)

📆 Senin, 26 Dzulqo’dah 1437H / 29 Agustus 2016
📚 *HADITS DAN FIQIH*

📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*
📋 *Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan-Amalannya (Bag. 1)*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
  Dzulhijjah adalah salah satu bulan mulia dalam kalender Islam. Banyak umat Islam yang menantikan kedatangannya, khususnya para calon jamaah haji, juga tentunya para peternak hewan qurban. Berikut ini adalah beberapa keutamaan bulan Dzulhijjah yang mesti kita ketahui dan semoga bisa memancing kita untuk melakukan banyak amal kebaikan pada bulan tersebut.
1⃣  *Dzulhijah termasuk Asyhurul Hurum*
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan mulia, yang telah Allah Ta’ala sebutkan sebagai asyhurul hurum (bulan-bulan haram). Maksudnya, saat itu manusia dilarang (diharamkan) untuk berperang, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ
📌“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram …” (QS. Al Maidah (5): 2)
Ayat mulia ini menerangkan secara khusus keutamaan bulan-bulan haram, yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk Asyhurul hurum (bulan-bulan haram) adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Rajab, dan Muharam. (Sunan At Tirmidzi No. 1512)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
السنة اثنا عشر شهراً، منها أربعةٌ حرمٌ: ثلاثٌ متوالياتٌ ذو القعدة، وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان”.
📌            “Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah DzulQa’dah, DzulHijjah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua Jumadil dan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 3025)
2⃣  *Anjuran Banyak Ibadah Pada Sepuluh Hari Pertama ( Tgl 1-10 Dzulhijjah)*
Sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang besar. Disebutkan dalam Al Quran:
وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2)
📌Demi fajar,   dan malam yang sepuluh. (QS. Al Fajr (89): 1-2)
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan maknanya:
والليالي العشر: المراد بها عشر ذي الحجة. كما قاله ابن عباس، وابن الزبير، ومجاهد، وغير واحد من السلف والخلف.
📌(Dan demi malam yang sepuluh): maksudnya adalah sepuluh hari pada Dzulhijjah. Sebagaimana dikatakan Ibnu Abbas, Ibnu Az Zubeir, Mujahid, dan lebih dari satu kalangan salaf dan khalaf. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/390. Dar Ath Thayyibah)
Ada juga yang mengatakan maksudnya adalah sepuluh hari awal Muharram, ada juga ulama yang memaknai sepuluh hari awal Ramadhan. Namun yang benar adalah pendapat yang pertama. (Ibid)  yakni sepuluh awal bulan Dzulhijjah.
Keutamaannya pun juga disebutkan dalam As Sunnah. Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ قَالُوا وَلَا الْجِهَادُ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ
📌“Tidak ada amal yang lebih afdhal dibanding amal pada hari-hari ini.” Mereka bertanya: “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak pula oleh jihad, kecuali seseorang yang keluar untuk mengorbankan jiwa dan hartanya, lalu dia tidak kembali dengan sesuatu apa pun.” (HR. Bukhari No. 969)
Imam Ibnu Katsir mengatakan maksud dari “pada hari-hari ini” adalah sepuluh hari Dzulhijjah. (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/390. Lihat Syaikh Sayyid Ath Thanthawi, Al Wasith, 1/4497. Mawqi’ At Tafasir)
Maka, amal-amal shalih apa pun bisa kita lakukan antara tanggal satu hingga sepuluh Dzulhijjah; sedekah, shalat sunnah, shaum –kecuali pada sepuluh Dzulhijjah- , silaturrahim, dakwah, jihad, dan lainnya. Amal-amal ini pada hari-hari itu dinilai lebih afdhal dibanding jihad, apalagi berjihad pada hari-hari itu, tentu memiliki keutamaan lebih dibanding jihad pada selain hari-hari itu.
Untuk berpuasa pada sepuluh hari ini, ada dalil khusus sebagaimana diriwayatkan oleh Hafshah Radhiallahu ‘Anha, katanya:
أَرْبَعٌ لَمْ يَكُنْ يَدَعُهُنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَ عَاشُورَاءَ وَالْعَشْرَ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ
📌Ada empat hal yang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam belum pernah meninggalkannya: puasa ‘Asyura, Al ‘Asyr (puasa 10 hari Dzulhijjah), puasa tiga hari tiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh. (HR. An Nasa’i, dalam As Sunan Al Kubra No. 2724, Abu Ya’la dalam Musnadnya No.  7048, Ahmad No. 26456)
Hanya saja para ulama mendhaifkan hadits ini. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: “Hadits ini dhaif, kecuali sabdanya: “dua rakaat sebelum subuh,” yang ini shahih. (Ta’liq Musnad Ahmad No. 26456)
  Didhaifkan pula oleh Syaikh Al Albani. (Irwa’ul Ghalil, No. 954)
Bersambung ..
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Cara Menghilangkan Ketakutan Berlebihan

*Ustadz Menjawab*
_Senin, 29 Agustus 2016_
📲Ustadz DR. Wido Supraha
🌿🌺🍄 *Cara Mengatasi Psikosomatis*
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
Bagaimana cara menghilang kan ketakutan, kecemasan yg berlebihan dan psikosomatis menurut islam?
_Takut dan cemas akan hal apa kalau boleh tau?_
Sekarang ini saya lagi kambuh psikosomatisnya (akibat cemas), saya takut akan terkena penyakit, saya sering menyambung nyambungkan sesuatu hal dgn kejadian buruk (thatoyur). Kejadian buruk yg menimpa saya..# A41
🍃🍃🍃Jawaban :
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
_Cara menghilangkannya adalah dengan:_
1⃣ Memperdalam ilmu tauhid
2⃣ Mengamalkan ilmu tauhid yang dipelajari
3⃣ Memperbanyak dzikir dan menghafal arti setiap lantunan dzikir
4⃣ Berkumpul secara rutin dengan orang-orang shalih dalam mengkaji masalah agama dalam bentuk halaqah terbatas
5⃣ Menyiapkan waktu untuk beramal jama’i sehingga menjadikan tubuh penat dan fikiran tersisa untuk umat
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Menjual Barang Dengan Lelang

*Ustadz Menjawab*
_Ahad, 28 Agustus 2016_
🌿Ustadz Rikza Maulan, Lc.M.ag
🌿🍁 *Menjual Barang dgn Lelang*
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
Mengenai proses menjual barang dengan cara lelang (lelang barang antik, perhiasan, barang ex Orang Terkenal) yang cara pelaksanaannya biasanya :
– langsung di depan banyak calon pembeli.
– terus mencari harga tertinggi sampai tidak ada lagi yg menawar lebih tinggi.
– harga barang jadi tidak wajar bahkan bisa sangat mahal …sangat fantastis.
1. Bagaimana hukumnya proses menjual seperti itu ?
2. Apakah termasuk ” Jual Beli Najsyi” ( materi Manis, Jual Beli Najsyi, Ust. Rikza Maulan, Lc. M.Ag)
3. Bagaimana juga jika lelang tersebut untuk ‘amal baik (bantuan kemanusiaan untuk korban perang, bencana, dll.)
Mengingat bisa ada faktor gengsi di depan khalayak sewaktu membelinya dan sesudahnya ada kemungkinan menyesal. # I-06
Jawaban
————-
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
1. Hukum jual beli lelang adalah boleh. Istilah fiqh nya *bai’ muzayadah* . Dahulu Rasulullah Saw pernah menjual semacam pelana kepada para sahabatnya, ‘Siapakah yg mau membeli ini?” Lalu ada sahabat yg mengatakan, “saya membelinya dgn harga 1 dirham.” Kemudian Rasulullah Saw bertanya lagi, “adakah yg mau membeli lebih dari itu? Kemudian ada sahabat lain yg mau membelinya dgn harga 2 dirham.”
Namun syaratnya jual beli lelang harus dilakuakan secara fair, terbuka dan sesama peserta memahami bahwa sistemnya adalah seperti itu.
Adapun jika dalam lelang harga jadi melambung tinggi, maka tidak mengapa selama prosesnya  dilakukan secara fair dan terbuka, sesuai dengan mekanisme pasar secara umum.
2. Jual beli najsyi adalah jual beli dgn meninggikan harga penawaran barang, agar si pembeli tertipu dan membeli barangnya dgn harga tinggi. Dan hal tersebut merupakan inisiatif dari si pedagang, sementara si pembeli tidak tahu harga sebenarnya. Terkadang bentuknya si penjual meminta bantuan teman2nya utk pura – pura menawar dgn harga tinggi, supaya ketika ada calon pembeli yg sebenarnya, ia terpengaruh oleh tawaran tinggi dari orang2 yg sebenarnya adalah temannya si pedagang. Jual beli seperti ini adalah dilarang.
3. Lelang untuk apa saja boleh, termasuk untuk amal sosial dan bantuan kemanusiaan, selama prosesnya terbuka, fair dan adil.
Wallahu A’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Antara Jujur dan Dusta

📆 Ahad, 26 Dzulqo’dah 1437H / 28 Agustus 2016
📚 *MUAMALAH*

📝 Pemateri: *Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag*
📋 *Antara Jujur dan Dusta*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
📚 *Hadits*
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا (رواه البخاري)
Dari Abdullah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
_”Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkannya ke dalam surga_.
Dan seseorang yang senantiasa berlaku jujur, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan (sebaliknya) sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkannya pada kejahatan.
Sementara kejahatan tersebut akan mengantarkan nya masuk ke dalam neraka. Dan seseorang yang selalu berkata kata dusta, maka ia akan dicatat sebagai seorang pendusta.” (HR. Bukhari)
📚 *Hikmah Hadits :*
❣1. Pentingnya bertutur kata yang benar dan jujur serta keharusan menghindarkan diri dari perkataan yang kotor dan dusta. Karena ternyata _kejujuran merupakan pintu gerbang menuju segala bentuk kebaikan. Sementara kebaikan, merupakan jembatan untuk menuju surga._
❣2. Sebaliknya, dusta merupakan salah satu bentuk dosa besar, yang oleh karenanya harus ditinggalkan dan dihindarkan sejauh-jauhnya dalam segala aspek kehidupan. Karena ternyata _kedustaan merupakan pintu gerbang menuju pada kejahatan._
Sementara kejahatan merupakan jembatan yang
akan mengantarkan pelakunya menuju ke dalam kobaran api neraka, na’udzu billahi min dzalik.
❣ 3. Predikat, apakah seseorang itu sebagai orang yang jujur atau ataupun orang yang dusta (pendusta), adalah tergantung perilaku dan kebiasaan orang tersebut. _Jika ia terbiasa jujur dalam setiap perkataannya dan di setiap kesehariannya, maka ia akan “di cap” sebagai orang yang jujur._
Sebaliknya, jika ia terbiasa bertuturkata kasar dan dusta dalam kehidupan dan kesehariannya, maka ia akan “di cap” sebagai pendusta.
Mudah-mudahan Allah Swt memasukkan kita semua ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang jujur (shiddiqin)…
Amiiin Ya Rabbal Alamin..
Wallahu A’lam bis Shawab
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Antara Jujur dan Dusta

📆 Ahad, 26 Dzulqo’dah 1437H / 28 Agustus 2016
📚 *MUAMALAH*

📝 Pemateri: *Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag*
📋 *Antara Jujur dan Dusta*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
📚 *Hadits*
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا (رواه البخاري)
Dari Abdullah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
_”Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkannya ke dalam surga_.
Dan seseorang yang senantiasa berlaku jujur, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan (sebaliknya) sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkannya pada kejahatan.
Sementara kejahatan tersebut akan mengantarkan nya masuk ke dalam neraka. Dan seseorang yang selalu berkata kata dusta, maka ia akan dicatat sebagai seorang pendusta.” (HR. Bukhari)
📚 *Hikmah Hadits :*
❣1. Pentingnya bertutur kata yang benar dan jujur serta keharusan menghindarkan diri dari perkataan yang kotor dan dusta. Karena ternyata _kejujuran merupakan pintu gerbang menuju segala bentuk kebaikan. Sementara kebaikan, merupakan jembatan untuk menuju surga._
❣2. Sebaliknya, dusta merupakan salah satu bentuk dosa besar, yang oleh karenanya harus ditinggalkan dan dihindarkan sejauh-jauhnya dalam segala aspek kehidupan. Karena ternyata _kedustaan merupakan pintu gerbang menuju pada kejahatan._
Sementara kejahatan merupakan jembatan yang
akan mengantarkan pelakunya menuju ke dalam kobaran api neraka, na’udzu billahi min dzalik.
❣ 3. Predikat, apakah seseorang itu sebagai orang yang jujur atau ataupun orang yang dusta (pendusta), adalah tergantung perilaku dan kebiasaan orang tersebut. _Jika ia terbiasa jujur dalam setiap perkataannya dan di setiap kesehariannya, maka ia akan “di cap” sebagai orang yang jujur._
Sebaliknya, jika ia terbiasa bertuturkata kasar dan dusta dalam kehidupan dan kesehariannya, maka ia akan “di cap” sebagai pendusta.
Mudah-mudahan Allah Swt memasukkan kita semua ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang jujur (shiddiqin)…
Amiiin Ya Rabbal Alamin..
Wallahu A’lam bis Shawab
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

QS. Al-Anfaal ayat 27

Sabtu, 25 Dzulqa’dah 1437 H/ 26 Agustus 2016
 Al-Qur’an
 Ustadz Noorahmat
 QS. Al-Anfaal ayat 27
============================

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh….

Adik-adik MFT….semoga Sabtu ini kita mendapat keberkahan usia dan waktu dari Allah Azza wa Jalla.

Alhamdulillah Allah Azza wa Jalla memperkenankan kita bersua kembali melalui wahana social media…

Pada kesempatan ini kita coba angkat bahasan tafsir sederhana terkait QS Al Anfaal ayat ke 27.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

_”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”_ (QS Al Anfaal 8:27)

Terkait ayat tersebut, Imam Ibnu Katsir menyatakan: “Khianat itu mencakup dosa-dosa kecil dan dosa-dosa besar, yang berdampak pada diri seseorang, ataupun yang dampaknya menimpa orang lain.”

dari Ibnu `Abbas ra, Ali bin Abi Thalhah berkata berkenaan dengan firman Allah: wa takhuunuu amaanatukum (“Dan [juga janganlah] kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu.”). Amanah adalah segala macam amal perbuatan yang diamanahkan Allah Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya. Maksudnya adalah kewajiban, ia juga berkata: _”Jangan berkhianat,”_ maksudnya adalah, jangan melanggar amanah itu.

Dalam riwayat lain, ia berkata: “Janganlah kamu mengkhianati Allah swt dan Rasul (Muhammad),” dengan meninggalkan sunnahnya dan melakukan kemaksiatan kepadanya.

Nah adik-adik….

Dari penjelasan ulama-ulama terdahulu terkait ayat tersebut, maka bisa kita dapatkan point-point berikut.

1⃣ Mengkhianati Allah Azza wa Jalla dan Rasulullah SAW melingkupi segala tindakan atau perbuatan dosa. Baik itu dosa kecil maupun besar.

2⃣ Dampak dari pengkhianatan kepada Allah swt dan Rasul tidak hanya berdampak pada diri sendiri saja, namun juga berdampak secara sosial terhadap orang di sekitar kita, negara dan masyarakat seluruhnya.
3⃣ Amanah merupakan tugas kewajiban yang harus ditunaikan secara utuh dengan berpedoman pada tuntunan Allah Azza wa Jalla dalam Al Qur’an dan tuntunan Rasulullah SAW dalam sunnah-sunnah beliau.
4⃣ Menunaikan amanah dengan melanggar Al Qur’an dan As Sunnah merupakan salah satu pengkhianatan terhadap Allah Azza wa Jalla dan Rasulullah SAW.

Adik-adik sekalian…

Dari empat point diatas, bisa ditarik sebuah tata nilai yang selayaknya menjadi dasar kita dalam kehidupan. Mencintai Allah Ar Rahmaan dan Rasulullah SAW harus kita tempatkan di posisi tertinggi. Dan karena tingginya rasa cinta tersebut maka kita harus berupaya menumbuhkan kesadaran untuk tidak sedikitpun menyakiti dan menselisihi Allah Ar Rahiim dan Rasulullah SAW. Karena kita tidak mau dibenci oleh Penguasa Alam Semesta.

Diriwayatkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah saw. bersabda:

_“Ada tiga hal, siapa saja yang tiga hal itu ada padanya, ia mendapatkan manisnya iman; (yaitu) hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya; hendaklah seseorang mencintai orang lain, ia tidak mencintainya kecuali karena Allah; dan hendaklah ia benci untuk kembali ke dalam kekufuran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka.”_ (HR. Al-Bukhari)

Semoga kita semua menjadi manusia-manusia yang dicintai Allah Azza wa Jalla, dicintai penduduk langit, sehingga kelak layak mendapat syafaat dari Qudwah hasanah kita tercinta…Rasulullah SAW…

Aamiin.


Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Ketika Kepercayaan Menghilang Dalam Pernikahan

📆 Sabtu, 25 Dzulqo’dah 1437H / 27 Agustus 2016
📚 *KELUARGA*

📝 Pemateri: *Ustadzah Dra. INDRA ASIH*
📝 *Ketika Kepercayaan Menghilang Dalam Pernikahan*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Sesungguhnya Allah subhanallahu wa ta’ala di samping menyebutkan di dalam firman-Nya perintah untuk menjalankan amanah, juga menyebutkan kepada kita larangan untuk berbuat khianat.
Sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:
_“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan janganlah kalian mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kalian, sedang kalian dalam keadaan mengetahui.” (Al-Anfal: 27)_
Bahkan Allah swt memberitakan kepada kita dalam ayat-Nya bahwa mengkhianati amanah adalah sifat orang-orang Yahudi, yang kita dilarang untuk meniru akhlak mereka. Hal ini sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:
_”Dan di antara mereka (orang-orang Yahudi) ada orang yang jika kamu memercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya.” (Ali ‘Imran: 75)_
Begitu pula Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam memberitakan kepada kita bahwa mengkhianati amanah adalah sifat orang-orang munafik. Sebagaimana dalam sabdanya:
آيَةُ الْـمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ.
“Tanda-tanda orang munafiq ada tiga: Jika berbicara berdusta, bila berjanji tidak menepati janjinya, dan apabila diberi amanah mengkhianatinya.” (HR. Muttafaqun ‘alaih)
Dalam riwayat Al-Imam Muslim  disebutkan:
وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ
“Meskipun dia shalat dan puasa serta mengaku dirinya muslim.”
 
🚥 *Selingkuh itu pengkhianatan*  🚥
_“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,”
(al-Israa’: 32)_
Islam sangat menganjurkan kesetiaan, terutama bagi pasangan suami istri. Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad Saw sudah mencontohkan kesetiaannya terhadap istrinya.
Meskipun di Al Quran secara jelas memperbolehkan menikah sebanyak 4 kali, namun kuncinya adalah jika itu semua berbuat adil. Intinya, satu lebih baik jika setia, dan empat sangat tidak terpuji jika tidak bisa berbuat adil.
Selingkuh, secara bahasa Indonesia diartikan sebagai perbuatan suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong; suka menggelapkan uang; bahkan diartikan korup.
Selingkuh itu ibarat menyembuyikan sesuatu yang pasti itu tidak baik dalam kehidupan rumah tangga. Biasanya, faktornya ketidakpuasan salah satu pihak, baik dalam konteks jasmani dan rohani, serta adanya pengganggu atau orang ketiga dalam suatu rumah tangga.
Secara manusiawi, siapa saja di dunia ini asal dia manusia pasti tidak mau dikhianati. Apalagi khianat dalam rumah tangga, hal itu sangat menyakitkan dan Allah  membenci tipe orang seperti itu. Di dalam Islam, perselingkuhan sering dikaitkan dengan perzinaan. Pasalnya, selingkuh akan mengarah pada zina.
💝 _*Cara menghindari perselingkuhan menurut Islam*_ 💝
Di dalam surat Al-isra’ sudah dijelaskan yang artinya;  _“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.”_
Ayat tersebut memberi pesan kepada semua muslim agar tidak dekat-dekat dengan perselingkuhan dan zina. Jelas, selingkuh itu harus diputus mata rantainya.
Caranya adalah dengan menyukuri nikmat Allah, mempertebal iman-takwa dan tidak khianat pada pasangan.
Godaan nafsu di era digital seperti ini memang luar biasa. Untuk mencegah selingkuh, suami istri harus saling menerima kekurangan dan kelebihan. Serta saling menunaikan amanah masing-masing. Sebab, akar perselingkuhan itu biasanya diawali dari ketidakpuasan di antara keduanya, atau ada salah satu atau lebih pelanggaran hak yang dilakukan oleh salah satu atau keduanya.
Pada hal menurut Rasulullah SAW. Konsep perzinahan (Perselingkuhan itu adalah salah satu bentuk perzinahan) itu tidak hanya sebatas hubungan suami isteri diluar nikah saja, tetapi meliputi pula melihat sesuatu, membicarakan sesuatu yang menjurus kepada perzinahan itu tidak boleh. Seperti zina mata, zina lisan, dan zina anggota badan.
Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah menetapkan atas setiap Bani Adam bagiannya dari zina yang  bisa dan pasti ia mendapatinya yaitu zina mata adalah melihat, zina lisan adalah berbicara, zina hati adalah hati berangan-angan serta bernafsu dan merasuk ke dalam perasaan untuk menikmatinya”
Mereka yang terjerat situasi ini adalah mereka yang telah tercerabut Imannya dari dalam hatinya,  karena sabda Rasulullah  yang diriwayatkan Abu Hurairah ra.
“Seseorang yang melanggar perintah Allah itu dengan melakukan dosa maka sesunguhnya pada saat itu imannya telah dicabut oleh Allah dalam dalam hatinya. Setelah berbuat dosa dia akan sadar, disaat dia sadar ini imannya dikembalikan lagi oleh Allah padanya”.
Orang yang terlibat selingkuh itu seperti orang gila, berapapun biaya dan waktu dia akan mengorbankannya dalam rangka memuaskan nafsu selingkuhnya.
*Pintu-pintu selingkuh*
*Pertama*:  _Dimulai dari keisengan_
🔸Bersambung 🔹
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Al Albani, Ahli Hadits Atau Fuqaha?

*Ustadz Menjawab*
_Sabtu, 27 Agustus 2016_
🌿 *Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS*
🌿🌺 *Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani*
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
Mohon penjelasannya mengenai status Syaikh Al Albani, apakah beliau seorang ahli hadis ataukah fuqaha ataukah ahli hadis sekaligus fuqaha? Dan apakah seorang ahli hadis yang bukan fuqaha boleh memberikan fatwa atau keputusan hukum (mengenai wajib/sunnah/mubah/makruh/haramnya suatu perbuatan)? Syukron.
Jawab:
———-
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Beliau adalah salah satu ahli hadits abad ini. Karyanya sangat banyak dan memenuhi perpustakaan dunia Islam. Banyak yang mengambil ilmunya, baik kalangan awam, terpelajar, dan juga ulama. Kepiawaiannya dalam meneliti hadits membuat sebagian muridnya memujinya dengan menyebutnya Al Bahaatstsah (peneliti ulung).
Para ulama dunia menaruh hormat padanya bahkan mengambil manfaat darinya, seperti Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Syaikh Ali Ath Thanthawi, dan sebagainya. Kenyataan ini menunjukkan posisinya yang baik dan istimewa di tengah para ulama. Walau para ulama ini tidak selalu sejalan dengan pendapat-pendapat Syaikh Muhammad Nashiruddin Al AlbaniRahimahullah, di banyak perkara dan itu adalah hal biasa dalam keilmuan.
*Dua Kutub Ekstrim*
Jika membicarakan sosok, biasanya kita dapati dua kutub yang amat bertentangan tentang sosok tersebut. Ada yang membencinya, bahkan merendahkannya sedasar lautan, serta membuang semua hal yang berasal darinya dan tentangnya, namun ada juga  yang menyanjung dan meninggikannya seolah tiada cacat baginya, seakan perkataannya adalah hujjah final bagi manusia. Ini pula yang dialami oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Kedua sikap ini sama-sama tercela dan zalim.
Hendaknya kebencian kita kepada seorang manusia, apalagi muslim, apalagi tokoh agama, hanya karena perbedaan pandangan semata-mata, tidak membuat kita berlaku zalim kepadanya; merendahkan, menghina, dan menjadikannya seolah musuh abadi dan perusak agama.  Begitu pula kekaguman dan cinta kita kepada seorang tokoh dan ulama, tidaklah membuat kita mensucikannya, menjadikannya seolah nabi baru yang ma’shum, atau mendudukannya melebihi para imam yang empat, bahkan melebihi para sahabat dan tabi’in, yang jika pendapat mereka bertentangan dengannya, kita buang pendapat mereka dan kita ambil pendapat tokoh pujaan kita. Tertutup dari semua kritikan, memandang kritikan sebagai ancaman dan kebencian. Tanpa disadari sikap itu telah membebani apa-apa yang ulama tersebut juga tidak menginginkannya.
Sebagai contoh pada posisi orang-orang yang membencinya, kami dapati perkataan yang mengandung petir kebencian bagi Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, berasal dari perkataan sebagian murid-murid Syaikh Abdullah Al Harari, dalam kitab yang mereka susun berjudul,  Silsilah Al Hidayah Tabyinu Dhalalat Al Albani  Syaikh Al Wahabiyyah Al Mutamahdits.
Berikut ini sebagian saja perkataannya:
“Di antara mereka adalah seorang laki-laki yang menyandarkan dirinya pada ilmu dan ulama, pada hadits dan ahli hadits padahal itu hanyalah bualan dan dusta belaka. Dia menjadikan lisan dan penanya, seperti yang telah kami sebutkan, juga pada fatwa-fatwanya yang menumbuhkan fitnah, perpecahan, kedengkian, kebencian dan permusuhan di antara kaum muslimin, dia adalah Si Tukang Jam yang dijuluki NASHIRUDDIN AL ALBANI (Pembela Agama dari Al Bania), yang bagi kami telah cukup keadaan dirinya sebagai bekal untuk membantahnya, yaitu ketika dia menceritakan dirinya sebagai tukang jam dan hobinya membaca kitab tanpa talaqqi ilmu kepada ahlinya dan dia tidak memiliki sanad ilmu yang resmi. Maka, telah terjadi kontradiksi antara kenyataan ini dan itu, antara kitab-kitab dan sandaran dirinya kepada salaf padahal dia telah menyelisihi kaum salaf dalam masalah aqidah dan hukum-hukum fiqih.
Dia menyangka dirinya adalah ahli hadits padahal dia tidak hapal satu pun hadits beserta sanadnya yang bersambung sampai Rasulullah ﷺ, maka bagaimana dia menjadi seorang ahli hadits ketika dia menshahihkan suatu hadits pada sebuah kitabnya, lalu dia mendhaifkan hadits tersebut pada kitabnya yang lain dan sebaliknya.Dia menyerang para ulama dengan perkataan yang merendahkan dan mengejek, begitu  sombong dirinya mendebat secara  batil dan berani dengan hawa nafsunya terhadap Al Bukhari, Muslim, dan lainnya. Dia mendhaifkan hadits shahih yang telah disepakati para huffazh, sikapnya itu telah membuatnya berlaku syadz (janggal) dan keluar dari kesepakatan mayoritas umat Muhammad ﷺ dari kalangan Asya’irah dan Maturidiyah, yang dia telah  menuduh dengan   dusta bahwa mereka ini adalah ahli bid’ah. Maha suci Rabb kami ini adalah kedustaan yang besar.” (Lihat Silsilah  Al Hidayah Tabyin Dhalalat Al Albani, Hal. 5-6. Cet. 3, 2007M/1428H. Syirkah Darul Masyaari’)
Dalam kitab ini juga dicantumlan dialog yang menstigma Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, yang menunjukkan seakan dia tidak pantas sebagai Ahli Hadits. Berikut ini kutipannya:
“Diceritakan kepada kami, bahwa seorang laki-laki yang berprofesi sebagai  pengacara bertanya kepadanya: Apakah Anda seorang muhaddits/ahli hadits?”   Syaikh Al Albani menjawab: “Ya.” Lalu pengacara itu berkata: “Riwayatkanlah kepada kami sepuluh hadits saja beserta sanad-sanadnya.” Syaikh Al Albani menjawab: “Aku bukanlah ahli hadits dengan hapalan, tapi ahli hadits dengan kitab.” Maka, pengacara itu berkata: “Kalau begitu aku juga bisa jadi ahli hadits kitab.” Lalu Syaikh Al Albani terdiam.” (Ibid, Hal. 7)
Demikianlah. Ini baru satu saja buku yang mengkritiknya dengan tajam. Masih banyak lainnya yang berasal dari para ulama dari kalangan yang berbeda, baik ahli hadits bahkan sufi, seperti Syaikh Abdul Fattah Abu Ghudah, Syaikh Hasan As Saqqaf,  Syaikh Habiburrahman Al A’zhami, dan sebagainya. Atau kritikan biasa saja, yang dilakukan oleh Syaikh Yusuf Al Qaradhawi dalam masalah zakat pertanian, kritikan Syaikh Ali Ath Thanthawi dalam masalah cincin emas bagi wanita, bahkan ulama kerajaan Arab Saudi Syaikh Abdullah Al Ghudyan mengkritiknya dalam masalah aqidah, dan sebagainya.
Sebagian orang ada yang menjadikan kritikan-kritikan ini untuk menggebuk Syaikh Al Albani, melukainya, dan mencederai kehormatannya. Seharusnya kritikan-kritikan ini diletakkan pada porsi yang wajar; bahwasanya saling kritik di dunia ilmu adalah hal yang biasa dan maklum.
Kemudian …
Pada posisi pemujanya pun tidak kalah hiperbol dalam menyanjungnya dan menyamakan dengan imam-imam generasi awal dan pertengahan Islam.
Contohnya, tercatat pada beberapa syair yang ditulis mengiringi wafatnya tahun 1999 M yang lalu:
“Ia mengikuti Imam Al Bukhari menjadi Amirul Mukminin sesungguhnya, menjadi khalifah dalam hadits dan berjaya
Seperti Ibnul Madini menyingkap penyakit mata yang ada dalam hadits, ilmu yang menyulitkan para pakar, dan Beliau adalah salah satu pakarnya.” (Al Ashaalah, 23/46)
Juga Syairnya Syaikh Khairuddin Waatsili yang menyetarakan Syaikh Al Albani sebagai  Imam Ibnu Taimiyah Abad 14.
“Ibnu Taimiyah tidak memiliki generasi pengganti yang lebih  bernyawa daripada Syaikh As Sunnah Al Albani orangnya.
Keduanya adalah dua lautan ilmu dan lautan keutamaan, silahkan mereguknya sesukamu hendak mengambil ilmu dan keutamaannya.”
Syair ini membuat kita berpikir di mana posisi murid-murid Imam Ibnu Taimiyah sendiri yang langsung bersamanya selama bertahun-tahun seperti Imam Ibnul Qayyim, Imam Ibnu Katsir, Imam Ibnu Rajab, Imam Adz Dzahabi, dan murid-murid lainnya? Apakah semua ini kalah dibanding Syaikh Al Albani?
Ada pula yang memujinya bahwa mustahil ada ulama yang menggantikan posisi Syaikh Al Albani, tidak ada lagi imam seperti dirinya,  dan keilmuannya tidak bisa digantikan oleh seseorang tapi baru bisa digantikan oleh sekelompok orang di berbagai negara, sebagaimana  dikatakan oleh Syaikh Muhammad Musa Nashr.
“Sungguh mataku belum pernah terpejam selamanya, setelah kepergian Syaikh Al Albani ke alam baka
Hatiku selalu menjerit Ya Rabbana! Mustahil tampak di dunia akan ada imam sepertinya.
Mungkin mereka berkata: Fulan dan Fulan bisa menggantikannya dalam ilmu, penelitian hadits dan dalil yang nyata
Bohong, mereka dusta, demi Rabb kami, justru mereka sedang menderita, terombang ambingkan ke Timur dan ke Barat sepanjang masa tersisa
Tidak mungkin Syaikh kita ini tergantikan dalam ilmunya, melainkan oleh SEKELOMPOK orang di berbagai negara.” (Al Ashalah, 23/27)
Dan masih banyak lagi …
Nah kita lihat, baik celaan terhadapnya, juga pujian kepadanya, sama-sama bernadakan ekstrim. Yang satu menjatuhkannya seakan Syaikh Al Albani adalah bodoh dalam hadits sampai-sampai diberitakan tidak hapal satu pun hadits dengan sanad-sanadnya yang bersambung sampai Rasulullah ﷺ. Sementara pemujanya menyanjungnya sedemikian rupa seolah dia seorang tabi’in besar yang  hidup di masa modern.
*Sikap Pertengahan*
Inilah sikap terbaik, baik cinta dan benci, tidak boleh diluapkan secara zalim. Kita bisa mengambil manfaat dari yang kita benci, sebagaimana kita bisa membuang dari yang kita cintai. Sebab kita adalah tawanan Allah dan RasulNya, bukan tawanan manusia. Jika ada yang baik dan benar dari mereka maka ambil-lah dan jangan ragu mengamalkannya, jika ada yang buruk dan salah maka tolaklah dan koreksi, termasuk yang datangnya dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah. Jangan sampai kebencian kita membuat kita buta kepada kebaikannya, dan jangan pula karena kecintaan kita membuat kita buta terhadap kekeliruannya.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan Kami jadikan kalian sebagai umatan wasathan/pertengahan.” (QS. Al Baqarah: 143)
Diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
“Sebaik-baiknya perbuatan (‘amal) adalah yang pertengahan.” (HR. Al Baihaqi,Syu’abul Iman, 8/411/3730. As Sam’ani meriwayatkan dalam Dzail Tarikh Baghdadsecara marfu’ dari Ali, tetapi dalam sanadnya terdapat periwayat yang majhul. Ad Dailami juga meriwayatkan tanpa sanad dari Ibnu Abbas secara marfu’. Lihat Imam ‘Ajluni, Kasyful Khafa’, 1/391 dan Imam As Sakhawi, Al Maqashid Al Hasanah, Hal. 112. Imam  As Suyuthi menyandarkan ucapan ini adalah ucapan Mutharrif bin Abdillah dan Abu Qilabah, yakni sebaik-baiknya urusan (Al Umur) adalah yang pertengahan. LihatAd Durul Mantsur, 6/333.)
Sekian. Wallahu A’lam
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Never Give Up!!!

Jum’at, 24 Dzulqo’dah 1437 H/ 25 Agustus 2016
Pengembangan Diri dan Motivasi
 Ustadzah Heni, Ustadzah Dina, Ustadzah Wiwit
 *Never Give Up!!!*
============================

NEVER GIVE UP!!
~ sebuah dialog hati ~
Wahai diri, hari ini kudapati engkau terjatuh lagi, seperti yg lalu-lalu..
Wahai diri, kau tau itu dosa, dan kau pernah sangat menyesalinya, tp lagi-lagi kau alpa..
Tidakkah kau sadar berkali-kali terjatuh pada lubang yg sama? Betapa rapuhnya engkau wahai diri..
Kau pernah bertekad, untuk menjadi lebih kuat. Menjalankan apa yg Dia perintahkan, meninggalkan apa yang Dia larang..
Tapi lagi-lagi kau lupa, kau berdalih telah khilaf, kau salahkan lingkungan atas kesalahan yang kau lakukan
Wahai jiwa, tidakkah didalamnya masih ada secercah cahaya? Rasa harap dan takut kepada-Nya Yang Maha Kuasa
Wahai jiwa, pengakuanmu akan banyaknya dosa, menghadirkan rasa tak layak untuk meminta syurga-Nya..
tapi rasa takutmu akan neraka-Nya, begitu kuat menyertai..
Nasehat Ulama:
_Kedudukan tertinggi seorang insan ketika ia berada di hadapan kedua tangan Rabb-nya dalam keadaan bertaubat, mengakui dosanya, meminta maaf kepada Rabb-nya, mengadukan dirinya kepada-Nya, dan meminta ampunan atas dosa-dosanya  “Yaa Rabbku, sesungguhnya aku berbuat dosa maka ampunilah aku_
(Dr. Khalid Al Mushlih)*
Duhai jiwa, janganlah engkau menyerah dengan segala kelemahanmu
Duhai diri, betapa engkau sebenarnya rindu mendekat kepada-Nya….Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Betapapun rapuhnya engkau wahai diri, berapapun besarnya dosa yang kau lakukan, sungguh ampunan-Nya seluas langit dan bumi… sungguh Dia Maha Mengampuni dosa-dosa..
Wahai diri, janganlah menyerah, jangan biarkan diri terus bergelimang dosa, janganlah berputus asa!!
〰〰〰〰〰〰〰〰
Sob, seringkali kita merasa lelah dgn diri sendiri; melakukan kesalahan yg sama, terjatuh pd masalah yg sama, dan lagi-lagi terjerumus pd kelalaian..
It’s okay Sob… inilah manusia tempatnya salah dan lupa
Tapi jangan menyerah Sob!! Jangan biarkan dirimu terus terjatuh lagi.
Minta sungguh² pasti Allah bantu, pasti Allah berikan jalan keluar… yakin bahwa usahamu utk bertaubat, pasti akan mjd jalan untuk kebaikan
Tanamkan tekad yg lbh kuat, buktikan dgn perubahan dlm sikap dan tingkah laku.
Never give up with your self today, then you’ll find your self better and better..
Kunci perbaikan diri : Fokus utk lakukan apa yg Allah perintahkan, tinggalkan apa yg Allah larang
Things to do : menuntut ilmu, perbanyak ibadah, sabar dan tawakal
Keep moving forward, terus berusaha memperbaiki diri, may Allah bless you..
▪NeverGiveUp‼

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

KPR Bank Syariah, Riba?

*Ustadz Menjawab*
_Jum’at, 26 Agustus 2016_
*Ustadz Rizka Maulana*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹.
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
apakah orang yg kredit rumah melalui KPR bank syariah termasuk kategori riba? mohon penjelasannya. Jazakallah

Jawaban
——

و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته ،
Pembiayaan rumah dgn kpr syariah, via bank syariah, bprs atau koperasi syariah hukumnya boleh saja, selama dilakukan dgn lembaga syariah dan menggunakan prinsip syariah.
Adapun denda, boleh dikenakan terhadap nasabah yg mampu tapi menunda2 pembayaran. Dengan syarat denda tsb tidak diakui sebagai pendapatan LKS, melainkan digunakan utk dana sosial, disumbangkan kepada yg tidak mampu.

*Bahaya Riba*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالُوا حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Dari Jabir ra berkata, bahwa “Rasulullah SAW melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberikannya, penulisnya dan dua saksinya, dan beliau berkata, mereka semua adalah sama.” (HR. Muslim)

*Makna Hadits Secara Umum*
Hadits yang sangat singkat di atas, menggambarkan mengenai bahaya dan buruknya riba bagi kehidupan kaum muslimin. Begitu buruk dan bahayanya riba, sehingga digambarkan bahwa Rasululla SAW melaknat seluruh pelaku riba. Pemakannya, pemberinya, pencatatnya maupun saksi-saksinya. Dan keesemua golongan yang terkait dengan riba tersebut dikatakan oleh Rasulullah SAW; “Mereka semua adalah sama.”

Pelaknatan Rasulullah SAW terhadap para pelaku riba menggambarkan betapa munkarnya amaliyah ribawiyah, mengingat Rasulullah SAW tidak pernah melaknat suatu keburukan, melainkan keburukan tersebut membawa kemadharatan yang luar biasa, baik dalam skala indiividu bagi para pelakunya, maupun dalam skala mujtama’ (baca ; masyarakat) secara luas.
Oleh karenanya, setiap muslim wajib menghindarkan dirinya dari praktek riba dalam segenap aspek kehidupannya. Dan bukankah salah satu sifat (baca ; muwashofat) yang harus dimiliki oleh setiap aktivis da’wah adalah “memerangi riba”? Namun realitasnya, justru tidak sedikit yang justru menyandarkan kasabnya dari amaliyah ribawiyah ini.
Wallahu A’lam. Wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘Ala Aalihi wa Shahbhi Ajma’in.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

💼Sebarkan! Raih Bahagia….