Bibel, Injil & Silsilah Nabi

👳Ustadz Menjawab👳
💻Ustadz Dr. Wido Supraha
( supraha.com )

📆Kamis, 2 Iuni 2016 M
                 26 Sya’ban 1437 H
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

Assalamualaikum saya mau tanya..
Apa perbedaan injil dan bibble?
Mengapa di inggris, nama nama nabi dikenal dengan nama lain yang ternyata nama lain tersebut terdapat dalam bibble ?
Misalnya Musa (Inggris: Moses), Harun (Inggris: Aaron), Daud (Inggris: David) saya barusan membacanya di http://tuanzamier-atjeh.blogspot.co.id/2013/05/silsilah-nabi-muhammad-saw-hingga-nabi.html?m=1
Bagaimana hukumnya jika mualaf misal ia berasal dari negara inggris, lalu salah menyebut nama nabi yg sebenarnya? Karena teman saya berasal dari negara afrika, ia beberapa bulan yang lalu mualaf.
Saya penasaran.. mohon jawabannya
🅰3⃣8⃣

Jawaban:
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Injil dan Bible merujuk kepada kitab yang sama, demikian juga perbedaan penyebutan nama Nabi, sejatinya merujuk pada orang yang sama. Kalau kita bandingkan antara nama Nabi yang kita lafazhkan dari Al-Qurān, dan nama Nabi yang digunakan kaum Kristiani dari bahasa Ibrani, atau bahasa Latin atau bahasa Inggris sejatinya adalah merujuk pada sosok yang sama.

1 . ADAM / ADAM
2 . IDRIS / ENOCH
3 . NUH / NOAH
4 . HUUD / HEBER
5 . SHALEH / SHELAH
6 . IBRAHIM / ABRAHAM
7 . LUTH / LOT
8 . ISMAIL / ISHMAEL
9 . ISHAQ / ISAAC
10. YAKUB / YACOB
11. YUSUF / YOSEPH
12. AYUB / JOB
13. ZULKIFLI / EZEKIEL
14. SU’AIB / JETHRO
15. YUNUS / JONAH
16. MUSA / MOSES
17. HARUN / AARON
18. ILYAS / ELIJAH
19. ILYASIN / ELISHA
20. DAUD / DAVID
21. SULAIMAN / SOLOMON
22. ZAKARIA / ZECHARIAH
23. YAHYA / JOHN
24. ISA / YESUS
25. MUHAMMAD ﷺ

Tentunya bagi seorang Muslim, akan jauh lebih baik melafazhkan nama Nabi sesuai firman Allāh ﷻ. Namun begitu, dalam rangka dakwah kepada orang-orang kafir yang terbiasa dengan lafazh-lafazh dari bahasa kaum mereka, tidaklah mengapa menggunakan lafazh mereka, dan dalam hal ini tidak ditemukan larangan dalam nash yang shahih. Penggunaan bahasa yang mereka fahami, selain akan membuat dakwah menjadi lebih efektif, juga dapat lebih menarik hati mereka ke jalan hidayah. Namun begitu, yang utama setelahnya adalah mengajak manusia kepada cara melafazhkan nama Nabi sesuai firman Allah ﷻ, khususnya mereka yang telah meyakini bahwa Tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allāh ﷻ, dan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan-Nya dan hamba-Nya.
Wallāhu a’lam.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Dipersembahkan Oleh :
www.iman-islam.com

💼Raih pahala!Sebarkan..

MengQodho Sholat Karena Malas, Bagaimana Hukumnya???

🎀Ustadzah Menjawab🎀
✍Ustadzah Nurdiana

📆Kamis, 2 Juni 2016 M
                 26 Sya’ban 1437 H
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Assalammu’alaikum ustadz/ah..
Temen saya bertanya. Dia itu sering sekali tidak sholat. Misalnya, dia tidak sholat subuh, dzuhur, ashar. Sengaja. Karna dia kadang suka males, eh pass waktu sholat maghrib dia mulai berfikir kalo itu dosa. Dan akhirnya di qadha di sholat maghrib. Bisakah seperti itu? Bagaimanakah hukumnya? Terimakasih. Wassalammu’alaikuum. 🅰3⃣3⃣✔.                              
Jawabannya.
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
kondisi yang ditanyakan memang banyak terjadi di tengah masyarakat kita, hal tersebut di sebabkan karena ketidak pahaman tentang fiqih sholat, pentingnya sholat dan nikmatnya orang yang selalu menjaga sholat.

Banyak faktor penyebabnya kenapa orang melalaikan sholat, diantara penyebabnya seperti yang dijelaskan yaitu *”malas”* ini penyakit yang tidak ada obatnya kecuali orang tersebut mau melawannya. Malas adalah salah satu tanda lemah iman.

Allah berfirman :
“Allah tidak akan merubah nasib satu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya.”
( Qs. Ar Ra’d :11 )

Kepada orang seperti ini pendekatannya jangan pendekatan fiqih tapi lebih di motivasi untuk banyak belajar masalah aqidah terutama kaitannya dg usul tsalasah (Allah, Rasul, Islam) di kuat dulu aqidahnya, pemahamannya sehingga bersamaan dengan itu harapannya ibadahnya bisa membaik.
Wa Allahu a’lam.

🌺🍀🌸🍃🌹🌾

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan! Raih pahala….

Sholat Istikhoroh, sehari berapa kali???

🎀Ustadzah Menjawab🎀
✒Ustadzah Novria, S.Si

📆Kamis, 2 Juni 2016 M
                  26 Sya’ban 1437 H
🌿🌺🍁🌻🍄🌼🌷🌹

Assalamuàlaikum Ustadz/ah…
Saya dihadapkan dlm masalah berat dan harus membuat keputusan iya/tidak. Keputusannya pun harus segera saya tetapkan. Dlm hal ini bolehkah saya melakukan istikharah bbrp kali dlm sehari? Dan kpn saja wkt yg tepat buat istikharah? 🅰3⃣8⃣

Jawaban
—————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Sholat Istikharah boleh dilakukan berulang kali jika kita ingin istikharah pada Allah dalam suatu perkara. Karena istikharah adalah do’a dan tentu saja boleh berulang kali. Ibnu Az Zubair sampai-sampai mengulang istikharahnya tiga kali.

Dalam shahih Muslim, Ibnu Az Zubair mengatakan,

 “Aku melakukan istikharah pada Rabbku sebanyak tiga kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.”

Sholat Istikharah boleh dilakukan kapan saja di siang hari atau malam hari,tapi waktu2 yg mustajab lebih diutamakan, seperti antara adzan dan iqomat, atau disepertiga malam terakhir.

Allahu A’lam Bishawab

🌿🌺🍁🌻🍄🌼🌷🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Halalkah Meminang Tanpa Wali

👳🏽 Ustadz Menjawab
📝 Ustadz Djunaedi, SE
=================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
izin bertanya, apakah syar’i jika seorang wanita dilamar secara terang terangan di hadapan wanita tsb & orang banyak (tanpa wali wanita tsb), sehingga pinangan tersebut diketahui khalayak umum & menjadi perbincangan. jikalau sudah begitu bolehkan si wanita mempertimbangkan pinangan tersebut dihadapan orang banyak (dengan melanjutkannya ke jalur syar’i tukar menukar CV & observasi), ataukah lebih ahsan jika langsung menolak pinangan tersebut dan melanjutkan ke jalur belakang (yang lebih rahasia sifatnya sesuai dgn hadis Rasulullah rahasiakan pinangan umumkan pernikahan), sedangkan jika caranya seperti itu (langsung menolak) juga ada hadits tidak boleh menolak pinangan laki2 yg baik agamanya. Mohon nasihat & ilmunya,
jazakumullah khairan katsiran.
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.  A39
=========
Jawaban
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Sudah bagus dengan sikap mempertimbangkan pinangan tersebut… tidak mengapa dengan diketahui khalayak tadi agar lebih jelas, tidak ada fitnah dan selanjutnya dilanjutkan ke jalur yang lebih syar’i. Dalam hal ini sebaiknya ada yg dapat membantu menjelaskan ke ikhwannya..
Jawaban iya atau tidaknya ditentukan kemudian setelah data2 jelas diketahui.. atau dapat juga jika penolakan langsung disampaikan diawal jika memang diketahui ada hal-hal yg kurang ahsan dan dianggap syar’i pada ikhwan tersebut.
Wallahu a’lam.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲 Sebarkan! Raih pahala….

Halalkah Bayi Tabung

🌏Ustadzah Menjawab
📝Ustadzah Novria, S.Si
🌿🌺🍁🌻🌼🌸🍄🌷🌹
Assalamualaikum ustadz/ustadzah saya kan udah nikah 10 tahun belum di kasih momongan. Sudah berobat ke dokter ada masalah, dokter kasih saran untuk bayi tabung. Di halalkan tidak sama agama bayi tabung itu?
Kalau saya mau adopsi anak, bagaimana ya caranya agar anak tersebut menjadi mahrom saya dan suami?
Saya dengar kan harus melalui air susu saudara kandung, tapi kalau saudara kandung baik saya dan suami tidak ada yang melahirkan dan tidak ada air susu, apa ada cara lain?
Terima kasih banyak sebelumnya 😊😊#A 40
————–
🌿🌿Jawaban🌿🌿
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Dalam proses bayi tabung dan kehamilan secara alami, proses tahapan dari pembuahan sampai terbentuknya embrio/ janin sama dengan proses kehamilan alami, dari pembuahan sampai terjadinya embrio.. Hanya saja proses bayi tabung atau inseminasi buatan terjadi diluar rahim. Proses fertilisasi/pembuahan terjadi dalam satu tabung yang dikondisikan sama dengan rahim ibu, jika telah terjadi pembuahan maka embrio ini akan dipindahkan ke dalam rahim ibu untuk di besarkan secara internal dan itu juga jika srmua proses pemeriksaan ahli bahwa rahim istri bisa mengandung anak tersebut sampai proses partus/melahirkan.
Bayi tabung hukumnya halal jika sel telur dan sperma berasal dari suami istri tersebut. Hanya prosesnya tidak terjadi secara alami, tetapi dikerjakan oleh para ahli dalam pembuatan bayi tabung tsb. Saat ini sudah banyak klinik dan rumah sakit yang menyediakan pembuatan bayi tabung.
Tentang anak adopsi
Dalam Alqur’an surat Al-Ahzab ayat 4-5 disebutkan bahwa:
  
: مَا جَعَلَ اللّٰهُ لِرَجُلٍ مِّنْ قَلْبَيْنِ فِيْ جَوْفِهٖ   ۚ  وَمَا جَعَلَ اَزْوَاجَكُمُ الّٰٓـئِْ تُظٰهِرُوْنَ مِنْهُنَّ اُمَّهٰتِكُمْ   ۚ  وَمَا جَعَلَ اَدْعِيَآءَكُمْ اَبْنَآءَكُمْ    ؕ  ذٰ  لِكُمْ قَوْلُـكُمْ بِاَ فْوَاهِكُمْ    ؕ  وَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِى السَّبِيْلَ
Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

اُدْعُوْهُمْ لِاٰبَآئِهِمْ هُوَ اَقْسَطُ عِنْدَ اللّٰهِ   ۚ  فَاِنْ لَّمْ تَعْلَمُوْۤا اٰبَآءَهُمْ فَاِخْوَانُكُمْ فِى الدِّيْنِ وَمَوَالِيْكُمْ  ؕ  وَ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيْمَاۤ اَخْطَأْ تُمْ بِهٖ ۙ  وَلٰكِنْ مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوْبُكُمْ    ؕ  وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Di ayat tersebut dikatakan bahwa anak angkat/adopsi tidaklah sama dengan anak kandung 😊.
Dari opsi tersebut jika peluang untuk bayi tabung lebih besar untuk kehamilan, maka suami istri tersebut bisa melakukannya..
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍁🌻🌼🌸🍄🌷🌹
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala…

Amal Paling Dicintai

Mengapa Bacaan I’tidal Tidak Allahu Akbar

Pertanyaan

Admin, mau bertanya, tolong sampaikan sama asatidz/ah yang bersangkutan.
Kenapa ketika i’tidal di dalam sholat, kita membaca samia allahu liman hamidah, sedang di gerakan lainnya, kita membaca Allahu Akbar. Apa sebab nya?
Jazakillah khair.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃

Jawaban

📝 Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S

Bismillah wal Hamdulillah .., dalam ibadah yang sifatnya tawqifiy (given) maka sikap kita adalah mengikutinya dan tunduk, karena begitulah pedomannya.

Termasuk dalam memahami semua bentuk gerakan dan bacaan; kenapa takbir, kenapa samiallahu liman hamidah, kenapa sujud dua kali sdgkan ruku’ sekali … dsb. Semua itu karena begitulah pedoman yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka kita pun mengikutinya.

Berbeda dengan perkara keduniaan yang bisa dicari maksud dan hikmahnya, dan itu boleh saja walau tidak berdosa jika tidak mengetahuinya.

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“إنما الإِمام ليؤتم به، فإذا كبر فكبروا، وإذا ركع فاركعوا، وإذا قال سمع الله لمن حمده، فقولوا ربنا لك الحمد، فإذا صلى جالسًا فصلوا جلوسًا أجمعين”

Imam itu diangkat untuk diikuti jika dia takbir mka takbirlah, jika dia ruku maka rukulah, jika dia mengucapkan sami’allahu liman hamdah, maka bacalah rabbana wa lakal hamd.  (HR. Ahmad No. 7144)

Demikian yg nabi ajarkan, maka kita mengikutinya.

Wallahu a’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Hukum Berkecimpunh Dalam Pekerjaan Riba

💻Ustadzah Menjawab
🖋Ustadzah Dwi Hastuti R. S.Psi
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Assalamu’alaikum ustadz/ah…
Afwan mau nanya donk Mba Klo kita kerja di lising banyak para ustadz mengakatan lising Itu riba Tp Klo niat kita kerja karena allah apakah kita termasuk org2 yg riba Mohon ane minta penjelasan tentang gimana hukum ya.  A3⃣4⃣
🌷🌷Jawaban🌷🌷
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Saudariku yang dirahmati Allah mari dipahami dahulu arti dari Riba.
Ulama fikih mendefinisikan riba dengan,”kelebihan harta dalam suatu muamalah dengan tidak ada imbalan/gantinya”. Maksudnya, tambahan terhadap modal uang yang timbul akibat suatu transaksi utang-piutang yang harus diberikan terutang kepada pemilik uang pada saat utang jatuh Tempo.
Misalnya,A meminjam uang B sebesar 100.000 selama satu bulan. B bersedia meminjamkannya apabila A mau mengembalikannya sebesar 125.000 pada saat jatuh Tempo. Kelebihan uang 25.000 yang harus dibayarkan A, dalam terminologi fikih disebut Riba.
Riba seperti di atas telah berlaku luas di kalangan masyarakat Yahudi sebelum datangnya Islam,sehingga Arab pun sebelum dan pada masa awal Islam melakukan muamalah dengan cara tersebut
*Hukum Riba*. Ulama fikih sepakat menyatakan muamalah dengan cara Riba ini hukumnya *haram*.
Ada banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Riba hingga mengharamkan Riba. Mulai dari surat Ar-Rum ayat 39,An-Nisa’ ayat 161,Ali-Imran ayat 130 dan Al-Baqarah ayat 275,276 dan 278. Silahkan dipahami ayat ayat tersebut karena Ayat Al- Qur’an berasal dari Allah.
_*Lalu bagaimana bila bekerja di tempat lising?*_
Hal ini berkaitan dengan rezeki,dimana apa-apa yang kita pakai dan konsumsi haruslah berasal dari yang halal.
Seperti terungkap di ayat berikut ini
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا   ۖ   وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ  ؕ  اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
[QS. Al-Baqarah: 168] Ayat di atas telah menyebutkan bahwa Allah memerintahkan pada manusia untuk menkonsumsi yang halal. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika bekerja dan hasilnya(gaji) akan dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari,apa jadinya bila berasal dari yang haram?
Sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari,Imam Muslim dan Imam At-Tirmizi dari Nu’man bin Basyir dijelaskan bahwa yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas,sedang di antara keduanya terdapat hal-hal yang syubhat. Dikatakan jelas karena ketentuan mengenai halal dan haram sudah disebutkan secara jelas dan terperinci baik dalam Al Qur’an maupun hadis. Kategori syubhat ialah sesuatu yang sulit di identifikasi kehalalan dan keharamannya karena adanya sesuatu alasan. Untuk syubhat ini para ulama menyarankan untuk berhati-hati dan lebih baik ditinggalkan karena khawatir terjerumus ke dalam hukum haram.
Penjelasan di atas mudah-mudahan bisa memperjelas langkah untuk menjemput rezeki sehingga rezeki yang di dapat bernilai barokah dan Allah ridho dengan hidup kita,insyallah.
Wallahu ‘alam biswab.
🔸🔸🔶🔶🔶🔸🔸🔸
Dipersembahkan oleh :
www.iman-islam.com
💻Sebarkan! Raih Pahala..

Double Bayar Hutang Puasa

💻Ustadzah Menjawab
✍Ustadzah Nurdiana
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Assalamualaikum. Kak mau tanya, kalau misal 2 tahun kemarin masih ada hutang puasa itu bayar puasanya di double apa tidak? Terimakasih.
Member A34.
Jawaban :
————-
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Kenapa bisa sampai 2 tahun belum dibayar? Harus diketahui bahwa hutang yang dimiliki seorang hamba kepada Allah Ta’ala lebih berhak ditunaikan oleh hamba tersebut. Dan maksud hutang seorang hamba kepada Allah Ta’ala adalah ibadah-ibadah yang belum dikerjakan padahal diwajibkan atasnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
« فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى »
“Dan Hutang terhadap Allah lebih berhak untuk ditunaikan.”
HR. Bukhari dan Muslim. 
Harus diketahui pula, bahwa seorang yang berhutang puasa di dalam bulan Ramadhan, maka ia wajib mengqadhanya sebelum datang Ramadhan selanjutnya.
Mari perhatikan hadits berikut:
عن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قالت : ( كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلا فِي شَعْبَانَ ، وَذَلِكَ لِمَكَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ) .
“Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Pernah aku mempunyai hutang puasa dari bulan Ramadhan, lalu aku tidak mampu mengqadhanya melainkan di dalam bulan Sya’ban, yang demikian itu karena keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” HR. Bukhari dan Muslim.
Al Hafizh Ibnu Hajar Al ‘Asqalny rahimahullah mengomentari hadits ini:
وَيُؤْخَذ مِنْ حِرْصهَا عَلَى ذَلِكَ فِي شَعْبَان أَنَّهُ لا يَجُوز تَأْخِير الْقَضَاء حَتَّى يَدْخُلَ رَمَضَان آخَرُ اهـ
Dan diambil pelajaran dari semangatnya ‘Aisyah radhiyallalhu ‘nha untuk mengqadhanya di dalam bulan Sya’ban,bahwa tidak boleh menqodho sampai Ramadhan berikutnya. Lihat kitab Fath Al Bary ketika mengomentari hari di atas.
Al ‘ainy rahimahullah berkata:
ومما يستفاد من هذا الحديث أن القضاء موسع ويصير في شعبان مضيقا ويؤخذ من حرصها على القضاء في شعبان أنه لا يجوز تأخير القضاء حتى يدخل رمضان فإن دخل فالقضاء واجب أيضا فلا يسقط
“Dan yang diambil manfaat dari hadits ini adalah bahwa, mengqadha itu luas waktunya, tetapi jika masuk bulan Sya’ban menjadi sempit waktunya, dan diambil dari semangatnya ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha untuk mengqadha di dalam bulan Sya’ban bahwa Tidak boleh mengahirkan qodho sampai masuk Ramadhan berikutnya dan ia tetap wajib bayar qodho.”
Lihat kitab ‘Umdat Al Qary fi Syarh Shahih Al Bukhary.
Dan jika ada yang berhutang puasa di dalam bulan Ramadhan kemudian belum diqadha maka orang seperti ini tidak lepas dari dua keadaan yaitu :
1. Pengakhiran qadha dari hutang Ramadhan tersebut karena sebuah alasan yang dibenarkan oleh syari’at, seperti sakit dan sakitnya berlanjutnya sampai datang ramadhan lainnya, atau alasan lain yang mengakibatkan ia tidak mampu untuk mengqadha hutang puasanya. 
Orang seperti ini tidak berdosa dan wajibnya baginya mengqadha sejumlah hari yang ia berhutang puasa. Lihat dalil-dalinya berikut ini:
{فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ } [التغابن: 16] Artinya: “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.”
(QS. At Taghabun : 16 ).
{لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا} [البقرة: 286] Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
( QS. Al Baqarah: 286 ).
« وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ »
“Dan jika Aku perintahkan kalian dengan sebuah perkara maka kerjakanlah darinya sesuai dengan kemampuan kalian.” HR. Bukhari.
Dan Allah Ta’ala berfirman:
{فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ } [البقرة: 184] “Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 184 ).
2. Pengakhiran qadha hutang puasa Ramadhan karena kelalaian, kemalasan, peremehan dan tidak mempunyai alasan yang dibolehkan oleh syari’at.
Orang seperti ini, menurut kesepakatan para ulama tetap wajib mengqadha, hal ini berdasarkan ayat yang mulia dari surat Al Baqarah yang sudah disebutkan di atas.
Dan terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama. Dalam permasalahan ini terdapat tiga pendapat:
*1. wajib mengqadha dan membayar fidyah.*
Dan ini adalah pendapatnya Abdullah bin Abbas, Abu Hurairah, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Ahmad bin Hanbal, Malik bin Anas, Asy Syafi’ie, Ishaq, Ats Tsaury dan Al Auza’iy rahimahumullah.
Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:
((من فرَّط في صيام شهر رمضان حتى يدركه رمضان آخر فليصم هذا الذي أدركه، ثم ليصم ما فاته، ويطعم مع كل يوم مسكيناً))
“Barangsiapa yang meremehkan puasa Ramadhan sampai datang Ramadhan selanjutnya, maka berpuasalah ia bulan ini yang ia dapati (dari Ramadhan yang kedua) kemudian berpuasalah ia atas apa yang ia tinggalkan, dan memberikan maka setiap harinya seorang miskin.”
HR. Ad Daruquthny dan ibnu Muflih mengatakan di dalam kitab Al Furu’ (5/64): “diriwayatkan oleh Sa’id dengan sanad yang baik dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma”, riwayat ini dishahihkan juga oleh An Nawawi di dalam kitab Al Majmu’ (6/346) .
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata tentang seseorang yang sakit lalu tidak berpuasa sampai memuali dulu, ia berpuasa sampai datang Ramadhan yang lain:
((يصوم الذي حضره ويصوم الآخر ويطعم كل ليلة مسكيناً))
“Ia berpuasa yang telah hadir dan berpuasa lainnya serta memberikan makanan setiap hari seorang miskin.” HR. Ad daruquthny (2/197) dan beliau berkata: “Sanadnya shahih mauquf.” 
*2. wajib mengqadha saja.*
Dan ini pendapatnya Al Hasan Al Bashry, An Nakh’i, Al Bukhari berkata di dalam kitab shahihnya:
قَالَ إِبْرَاهِيمُ -يعني : النخعي- : إِذَا فَرَّطَ حَتَّى جَاءَ رَمَضَانُ آخَرُ يَصُومُهُمَا وَلَمْ يَرَ عَلَيْهِ طَعَامًا ، وَيُذْكَرُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مُرْسَلا وَابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ يُطْعِمُ . ثم قال البخاري : وَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهُ الإِطْعَامَ ، إِنَّمَا قَالَ : ( فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ) اهـ
“Berkata Ibrahim yaitu An Nakh’i:
“Jika ia meremehkan sampai datang ramadhan lain, maka ia berpuasa pada keduanya dan ia tidak berpendapat ada kewajiban fidyah atasnya dan diriwayatkan dari Abu Hurairah secara mursal dan juga Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhum bahwa ia (juga) membayar fidyah, kemudian Al Bukhari berkata: “Allah tidak menyebutkan membayar fidyah, tetapi hanya berfirman: “maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.”
*3. Wajib membayar fidyah saja.*
Dan ini adalah pendapatnya Abdullan bin Umar radhiyallahub ‘anhuma.
Beliau berkata:
((من أدركه رمضان ولم يكن صام رمضان الخالي فليطعم مكان كل يوم مسكيناً مُدّاً من حنطة)).
“Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan dan belum berpuasa pada ramadhan yang lalu maka hendaklah ia memberi makan setiap harinya seorang miskin sebanyak satu mud dari gandum.”
HR. Ad DaruQuthny (2/196)
dan Ibnu Muflih berkata:
“Disebutkan oleh Ath Thahawy dari riwayat Abdullah Al ‘Umary dan di dalam sanadnya terdapat lemah, riwayat dari Abdullah bin Umar; bahwa memberikan makan tanpa qadha’.” Lihat kitab AL Furu.
Wallahu a’lam.
🌺🍀🌸🍃🌹🌾
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala….

Hukum Membakar Kembang Api atau Petasan

🌎 Ustadzah Menjawab
✏ Ustadzah Novria, S.Si
🌷🌼🍄🍂🌷💐🍄🍂🌼
Assalamualaikum.saya mau tanya ustadz: bagaimana hukumnya membakar petasan atau kembang api menurut islam dlm acara apapun.Jazakallah khairon katsiro.
🅰0⃣8⃣
🍂🍂Jawaban 🍂🍂 :
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Fatwa Terkait Memasang Kembang Api dan Petasan
Fatwa December 29, 2014
Bismillahirrahmanirrahim
Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta dalam rapatnya pada tanggal 13 Ramadhan 1431 H. bertepatan dengan tanggal 23 Agustus 2010 M, yang membahas tentang Hukum Petasan dan Kembang Api* yang dibakar dan dinyalakan di TPU Dobo di Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta Utara, berdasarkan rekomendasi Palang Merah Indonesia (PMI), setelah:
*Menimbang:*
1. Hasil penelitian Tim Pengkaji MUI DKI Jakarta
2. Hasil penelitian sejarah dan sosial budaya terhadap persepsi dan perilaku publik berkaitan dangan makam eks TPU Dobo
3. Hasil Kajian Tim Syari’ah dan Komisi Fatwa MUI Provinsi DKI Jakarta
*Mengingat:*
1. Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga Majelis Ulama Indonesia (PD/PRT MUI)
2. Pokok-Pokok Program Kerja MUI Provinsi DKI Jakarta Tahun 2010 – 2015
3. Pedoman Penetapan Fatwa MUI
*Memperhatikan:*
1. Rekomendasi Palang Merah Indonesia (PMI)
2. Saran dan pendapat para peserta rapat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 13 Ramadhan 1431 H. bertepatan dengan tanggal 23 Agustus 2010 M, tentang Hukum Petasan dan Kembang Api
*Memutuskan:*
Dengan bertawakkal kepada Allah SWT dan memohon ridha-Nya, sesudah mengkaji permasalahan tersebut dari al-Qur’an, Sunnah dan pendapat (qaul) yang mu’tabar, menyempurnakan dan menetapkan fatwa tentang Hukum Petasan dan Kembang Api (Fatwa MUI No. 31 Tahun 2000, penyempurnaan fatwa tanggal 24 Ramadhan 1395/30 Sep.1975), sebagai berikut:
1. Membakar, menyalakan atau membunyikan petasan dan kembang api dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, Tahun Baru dan Walimah (Resepsi), seperti yang dilakukan oleh umat Islam khususnya warga DKI Jakarta, atau menjadi bagian dalam ritual ziarah di TPU Dobo, adalah suatu tradisi atau kebiasaan buruk yang sama sekali tidak terdapat dalam ajaran Islam, bahkan merupakan suatu perbuatan haram yang sangat bertentangan dan dilarang ajaran Islam. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
a. Tradisi membakar, menyalakan atau membunyikan petasan dan kembang api adalah bersumber dari kepercayaan umat di luar Islam untuk mengusir setan yang dianggap mengganggu mereka. Hal ini jelas merupakan suatu kepercayaan yang bertentangan dengan Aqidah Islam. Padahal Islam memerintahkan umatnya untuk menghindari kepercayaan yang bertentangan dengan Aqidah Islam, karena hai itu dinilai sebagai langkah setan dalam menjerumuskan umat manusia, sebagaimana difirmankan dalam Qur’an :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. (QS. An-Nur[24] : 21)
b. Membakar, menyalakan atau membunyikan petasan dan kembang api merupakan pemborosan (tabdzir) terhadap harta benda yang diharamkan Allah, sebagaimana difirmankan :
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”
(QS. Al-Isra’ [17] : 27)
c. Membakar, menyalakan atau membunyikan petasan dan kembang api sangat membahayakan jiwa, kesehatan, dan harta benda (rumah, pabrik, dan lain-lain). Padahal agama Islam melarang manusia melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Membakar, menyalakan atau membunyikan petasan dan kembang api sangat membahayakan jiwa, kesehatan, dan harta benda (rumah, pabrik, dan lain-lain). Padahal agama Islam melarang manusia melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Sebagaimana difirmankan dalam :
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Baqarah [2]:195.)
Demikian juga sabda Rasulullah SAW, sebagai berikut:
لَا ضَرَرَ وَ لَا ضِرَارَ
“(Kamu) tidak boleh membuat bahaya bagi dirimu sendiri dan juga tidak boleh membuat bahaya bagi orang lain”.
d. Membakar, menyalakan atau membunyikan petasan dan kembang api bahayanya (mudharat) lebih besar dari pada manfaatnya (kalau ada manfaatnya). Padahal di antara ciri-ciri orang muslim yang baik adalah orang yang mau meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Sebagaimana didasarkan pada makna umum ayat Al-Qur’an sebagai berikut:
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir.”
Dan hadits Rasulullah SAW:
مِنْ حُسْنِ الإِسْلَامِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ (رواه مالك)
“Di antara ciri-ciri orang muslim yang baik adalah orang yang mau meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat”.
2. Sehubungan dengan haramnya membakar atau menyalakan petasan dan kembang api, maka haram pula memproduksi, mengedarkan dan memperjualbelikannya. Hal ini didasarkan pada Kaidah Ushul Fiqh:
لِلْوَسَائِلِ حُكْمُ المـَقَاصِدِ
“Sesuatu yang menjadi sarana, hukumnya mengikuti sesuatu yang menjadi tujuan.”
*KOMISI FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA DKI JAKARTA*
Sumber Web MUI DKI JAKARTA
🌷🍄🌼🍂💐🌷🍄🌼🍂
Dipersembahkan Oleh :
www.iman-islam.com
💼Raih pahala ! Sebarkan..

Sejarah Kerajaan Saudi Arabia

👳Ustadz Menjawab👳
✒Ustadz Dr. Wido Supraha
(supraha.com)

📆Rabu, 1 Juni 2016 M
                25 Sya’ban 1437 H
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

Assalamu’alaikum Ustadz ingin tanya sejarah, sebelum kerajaan saudi berkuasa sekarang, kerajaan apa/siapa yg menguasai mekkah dan madinah? Dan mazhab apa yang di gunakan? Syukron.
afwan trs nyambung sampe kepada maksudnya, kpd munculnya Wahabi ?
Jzklh.

Jawaban:
————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Sebelum Kerajaan Saudi yang berkuasa sekarang, tentunya ragam kepemimpinan telah menguasai negeri sejak masa Nabi Muhammad ﷺ, hingga kemudian Kesultanan Turki Utsmani memimpin kekhalifahan.

Saudi sendiri sebagai sebuah kerajaan, dalam catatan sejarah, telah mencoba memisahkan diri dari Kekhalifahan Turki Utsmani, sehingga nantinya kita kenal tokoh-tokoh Turki seperti Muhammad Ali Pasya dan anaknya Ibrahim Pasya.

Sempat berhasil ditaklukkan Turki, kemudian mencoba untuk bangkit kembali, dan kemudian runtuh kembali, dan akhirnya pada 23 September 1932, Abdul Aziz bin Abdurrahman al-Saud memproklamasikan berdirinya Kerajaan Saudi Arabia yang kita kenal sekarang, dengan wilayah kekuasaan jauh lebih kecil dibandingkan pada saat memisahkan diri pertama kali dari kekhalifahan Turki yang sempat menguasai Uni Emirat, Qatar, Oman, Yaman, dan Bahrain.
Wallāhu a’lam,

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Dipersembahkan oleh :
www.iman- Islam. com

🕋Sebarkan! Raih Pahala..