Menjaga Nafsu Kita

📆 Jumat, 24 Dzulqo’dah 1437H / 26 Agustus 2016

📚 *TAZKIYATUN NAFS*

📝 Pemateri: *Ustadzah Rochma Yulika*

📋 *Menjaga Nafsu Kita*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

_Bergegas menata hati menanda diri masih berpakaian taqwa._

Tak sedikit diantara kita yang enggan beringsut dari satu keadaan seperti halnya berada dalam kubangan kesesatan.

Dalam *surat Al Fathir* pun dikatakan _ada orang yang dengan sengaja mendzalimi dirinya._
_Yakni orang-orang yang lebih menikmati keburukan dibanding berada dalam kebaikan._

Langkah memang terasa lebih ringan kala nafsu mengajak pada kesesatan.

Teringat sebuah ayat *innanafsa la amaratubbisuu’i illa ma rahima Rabbi*
_Hanya Rahmat Allah yang membuat kita mampu menuju kebaikan._

Masya Allah….
Jika bukan lantaran kasih sayangnya enggan kita beranjak dan bangkit menyambut apa yang telah dititahkan.

Ada beberapa hal yang membantu menjaga kita agar nafsu terjaga dalam kebaikan.

❣1. Tilawah Al Qur’an dan tadaburi isinya.

❣2. Berada di lingkaran orang-orang beriman yang adanya saling mengingat kan.

❣3. Memilih Lingkungan keshalihan agar akhlak terpuji menjadi pilihan.

❣4. Belajar kisah para nabi, Rasul dan para pendahulu yang mana mereka sangat menjaga ketaatannya.

❣5. Mengingat perjalanan menuju kematian yang membuat kita gelisah bila jauh dari amalan.

Menjadi manusia berakhlak mulia, menjadi pribadi yang semangatnya menggelora agar mampu memenuhi amanah yang telah menanti kita.

Bismillah…..

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com

Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Menjelang Lembaran Amal Ditutup

📆 Ahad, 18 Dzulqo’dah 1437H / 21 Agustus 2016

📚 *TAZKIYATUN NAFS*

📝 Pemateri: *Ustadzah  Rochma Yulika.*

📋 *Menjelang Lembaran Amal Ditutup*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

_Ketika tubuh mulai lemah tak berdaya,_
_Ketika tangan tak bisa lagi berkarya,_
_Ketika mata tak lagi mampu terbuka,_
_Ketika mulut mulai sulit berbicara,_
_Dan ketika sang Malakul maut bersiap mengambil nyawa,_

_Nafas pun mulai satu-satu_
_Badan pun sedikit demi_ _sedikit mulai kaku_
_Lidah semakin kelu_
_Suasana makin tak menentu_

_Terdengar tangis sanak keluarga_
_Mereka merasakan sedih tak terkira_
_Lantaran kan ditinggal menuju alam baka_
_Tak bisa lagi bersua untuk bertegur sapa_

_Lembaran amal mulai ditutup_
_Berharap bekal yang dibawa cukup_

_Kini tinggalah sendiri_
_Di bawah nisan berteman sepi_

_Bila kesempatan masih ada janganlah disia-sia._
_Hingga menyesal pun tiada guna._

_*Semoga Allah menghadirkan kemuliaan saat harus menghadap pada Allah Rabb semesta alam.*_

*Hasan Al Bisri* mengatakan,
_“Wahai Anak Adam! Kalian tidak lain hanyalah kumpulan hari. Setiap hari yang berlalu maka sebagian dari diri kalian pun ikut pergi.”_

*Ini ada kisah nyata…..*

Ridwan seorang aktivis dakwah yang telah usai menjadi penghafal Al Quran. Untuk menguji kemampuan menghafal Al Qurannya dia rela menjadi pengajar di lereng Merapi Merbabu.

Masyarakat yang sangat jauh dari nilai-nilai keislaman kala dia menginjakkan kakinya di daerah tersebut. Justru melihat keadaan itu semangat dakwahnya makin membara.

Tantangan di depan mata tak membuatnya urungkan niat untuk tetap berjuang demi tegaknya nilai Islam di daerah itu.

Meski bukan dari Jawa dan tak begitu memahami kultur yang ada dia yakin bila Allah akan menolong hamba-hamba Nya yang senantiasa mau berjuang menegakkan kalimat Nya.

Hari-hari dijalani dengan suka cita, tak kenal lelah dan putus asa. Hingga bulan pun saatnya tiba berganti tahun. Setahun terlewati hingga beberapa tahun terlewati. Masa pengabdian seharusnya telah usai. Dia harus meneruskan perjalanan hidupnya yakni kuliah formal dan tentunya sebagai manusia yang normal ada keinginan untuk membangun keluarga dakwah dan Quran.

Kala itu Ridwan ditawari untuk melanjutkan kuliah di Jakarta tapi memilih bertahan di lereng Merapi Merbabu. Lantas untuk menggenapkan separuh diinnya ditawari seorang akhwat untuk dinikahinya, ia pun mengiyakan. Tak selang lama diproseslah Ridwan dengan akhwat shalihah.

_Akhwat itu sehari-hari bekerja di perusahaan asing dengan gaji 20 juta_.
Ketika ditawari ta’aruf dengan Ridwan *sang akhwat pun rela untuk meninggalkan segala yang sudah diraihnya untuk bersama mengabdikan diri di jalan dakwah.*

Hari bahagia pun tiba, yakni pernikahan di jalan dakwah. Sangat beruntung sesiapa saja yang mengalami pernikahan indah di jalan dakwah ini. Luar biasa, masya Allah.

Usai perayaan tiba saatnya kembali ke medan dakwah. Semangat mengabdi itulah yang menguatkan mereka. Allahu Akbar.

Berharap sakinah mawaddah warrahmah itulah harapan setiap insan yang menjalani kehidupan dalam keluarga. Sejeli mata bidadari senyum sang istri menghiasi, dan terkadang rela menemani meski kepayahan dirasa.
Istri Ridwan memiliki penyakit radang paru-paru. Menahan dinginnya udara di lereng Merapi karena itu sudah menjadi tekadnya. *Semua lantaran kecintaan di jalan Allah.*

_Dakwah adalah sebuah energi dahsyat. Kecintaan di jalan ini membuat kita bisa menapaki hari dengan penuh semangat._ Begitulah istri Ridwan menjalaninya, meski kadang bila malam tiba dan rasa dingin mulai menusuk-nusuk tulang belulang, sakitnya kambuh.

Tak ada keluhan dari sakit yang dirasa meski kadang nampak badannya melemah. Kadang ke kamar mandi pun harus dipapah sang suami tercinta atau kadang harus digendong juga.

Peristiwa itu tak diketahui oleh teman seperjuangannya. Semua disimpan rapat karena tak ingin membuat repot orang lain. Begitu terus dalam kesehariannya. Hingga akhirnya temannya mengetahui seperti apa yang terjadi pada istri Ridwan. Semua peduli dan disampaikanlah kepada seorang ustadz penanggung jawab dari program pengabdian di masyarakat tersebut. Mereka sepakat akan membawa istri Ridwan kembali ke Jakarta. Semua persiapan untuk membawa sang istri dilakukan. Jadwal pesawat terbangnya hari Jumat dari bandara Adisucipto Yogyakarta menuju Jakarta.

Jumat pagi matahari bersinar cerah, menanda waktu tiba untuk berangkat. Namun, manusia hanya bisa merencanakan. Di hari itu, sedianya Ridwan membawa istrinya terbang ke Jakarta namun tak pernah terwujud. Cinta Allah mengalahkan segalanya. Di hari yang indah dan penuh keberkahan sang istri dipanggil menuju haribaan Nya. Pilu dirasa oleh Ridwan namun apa daya karena sang Pemilik hakiki telah mengambilnya. Derai air mata seolah menggambarkan betapa pilu hati Ridwan juga teman-teman seperjuangannya.

Bagaimana tidak pernikahan yang baru seumur jagung ibaratnya kini telah usai oleh takdir.

_Jika diingat seperti apa sang istri lebih memilih mengabdi dengan keadaan yang jauh dari pada ia bekerja dulu membuat kita menyadari betapa Allah selalu menjadi prioritas dalam segala urusan._

_Sungguh kematian yang jelita. Sungguh iri mendengar kisahnya. Kematian indah di jalan dakwah. Seolah alur sudah dirancang, seolah merasa bahwa kematian sangat dekat hingga dunia yang begitu memesona ditinggalkan untuk mengusung sebuah amanah yang belum tentu kebanyakan orang mau menjalani._

_Tapi… istri Ridwan dengan sepenuh hati menerima lantara baginya *wal akhiratu khairullaka minal ‘ula dan akhirat lebih utama dari dunia*._

Masya Allah….

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com

Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Bila Kematian Datang, Sudahkah Kita Bersiap Menyambutnya

📆 Jumat, 09 Dzulqo’dah 1437 H / 12 Agustus 2016 M
📚 *TAZKIYATUN NAFS*
📝 *Ustadzah Rochma Yulika*
📋  *Bila Kematian Datang, Sudahkah Kita Bersiap Menyambutnya*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
❣Berhati-hatilah dengan lisan, tanpa kita sadar akan bawa kesulitan saat diri sudah tinggal di bawah nisan.
💟Berhati-hatilah dengan tutur, tanpa kita tau seberapa berat siksa di dalam kubur.
❣Berhati-hatilah dengan mulut, tanpa terasa ajal sudah datang menjemput.
💟Berhati-hatilah dengan lidah, tanpa kita sadar tiba-tiba kita sudah tertimbun tanah.
❣Berhati-hatilah bersikap, tanpa kita sadar sikap yang ada hadirkan azab.
🌺Berbenah diri menjadi kewajiban agar mendapat kemuliaan sampai raga tak mampu lagi untuk digerakkan. Kala kubur menjadi tempat tidur. Kala nisan menjadi kawan. Kala liang lahat menjadi sahabat. Dan kala amal menjadi bekal.
🌼Rasulullah Saw mengingatkan dalam sabdanya. “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai Allah Swt yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh Allah Swt keridhoan-Nya bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka Allah SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
🌺Sahabat Surgaku…..
Tak pernah tahu kapan ajal tiba.
_Terkisah seorang bapak tua di kampung kami. Seorang pensiunan PNS di kota Yogyakarta. Masyarakat mengenalnya sebagai seorang yang sederhana dan shalih. Kebersahajaannya pun nampak meski usia mulai senja._
_Beliau meninggal kemarin sekitar maghrib tanggal 20 Juli 2015. Sejenak mengingat perjalanan terakhirnya. Seorang bapak yang sangat rajin ke masjid untuk adzan atau jadi imam di masjid kampung kami._
_Terlebih ketika Ramadhan tiba beliau pun yang sering membangunkan masyarakat untuk segera menunaikan ibadah sahur._
_Sebulan penuh Ramadhan kemarin dijalani seperti itu. Dengan banyak kebaikan beliau jalani. Hingga fajar syawal tiba. Beliau ikut bergabung dengan masyarakat untuk melakukan halal bil halal._
_Keseharian seperti biasa terjadi pada beliau. Di hari ajal beliau tiba saat itu beliau sedang puasa syawal._
_Sedari pagi Subuh seperti biasa menjadi imam, Dhuhur dan Ashar. Tak ada sakit yang dirasa dan diderita. Pukul 17.00 beliau masih ambil air wudlu untuk bersiap Sholat maghrib dan menunggu buka puasa. Tapi ajal datang tak diundang._
_Setelah ambil air wudlu nampak lemas dan anak-anaknya segera membawa ke rumah sakit Jogja, namun sesampai di rumah sakit dokter menyatakan telah tiada. Masya Allah… Allahu Akbar…_
🌼Dalam firman Allah:”katakanlah, Sesungguhnya kematian yg kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yg mengetahui yg ghaib dan nyata, lalu dia beritakan kepadaku apa yg telah kamu kerjakan” QS 62: 8
🌺Pernahkah kita renungkan hal itu kawan… Kematian merupakan sebuah kisah kepastian yg tak ada yg mampu merubah skenario Nya. Air mata, duka nestapa tak mampu hentikan alur yang sudah ditetapkan Nya.
Ingatlah pada sebuah kampung di mana kita berasal. Ingatlah pada sebuah kampung di mana kita akan tinggal.
🌼Ingatlah pada sebuah kampung di mana kita akan hidup kekal.
Langkah-langkah kaki dalam mengisi hari. Langkah-langkah kaki menapaki jalan Ilahi. Adalah langkah menuju kehidupan hakiki.
🌺Janganlah merasa bahwa di dunia ini adalah tempat tinggal kita. Janganlah merasa bahwa di dunia ini kita akan hidup selamanya. Bila kita mampu menyadari. Bila kita mampu memahami. Bahwa yang hidup akan mati. Bahwa yang hebat menjadi tak berarti.
🌼Dan semua akan kembali.
Sudahkah kita mendesign akhir hidup kita? Sudahkah kita mengukir sejarah dengan banyak berkarya? Sudahkah kita berjuang tuk tegakkan kalimat Nya? Dan sudahkah kita berkorban dengan segala yang kita punya?
🌺Seperti apa kematian kita? Rancang dari semula. Hingga sesal tak lagi ada. Hingga mulia jadi karunia. Hingga syahid menjadi nyata. Setiap detik yang kita lalui mari jadikan jembatan menuju surga.
🌼Setiap waktu yang kita lewati jadikan sejarah yang tak lekang ditelan masa. Berkiprah dan berkontribusi di jalan Allah ini adalah bagian dari rekayasa menjemput kematian.
🌺Apakah kita mati di jalan kebaikan atau kita mati dalam kesia-siaan.
Semoga jalan dakwah ini yang jadi pilihan. Hingga Allah datangkan sebuah ketetapan. 😢
Wallahu musta’an
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
💼 Sebarkan! Raih pahala…
Dipersembahkan oleh:
website: www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Ambil Kesempatan Terbaik

📆 Jumat, 02 Dzulqo’dah 1437H /  05 Agustus 2016
📚 *MOTIVASI ISLAM*

📝 Ustadzah *Rochma Yulika*
📋 *Ambil Kesempatan Terbaik*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Sahabat Surgaku….
❣Keindahan dunia akan nampak MEMPESONA bila mata ini masih terbuka.
💟Lakukan karya TERBAIK dalam hidup kita selama kesempatan masih ada.
❣ *Tak kan ada KESEMPATAN kedua dalam kisah perjalanan manusia.*
Dan bila tiba masanya tak kan ada yng bisa menghindarinya.
Hanya amal kebajikan yg jadi teman SEJATINYA.
💟Kerugian bila hati tertambat pada dunia.
Tujulah akhirat dunia pun kan kita dapat.
Bila hanya dunia yang jadi tujuan ingatlah bahwa hidup di dunia hanya sesaat lewat.
❣ *Hasal Al Bisri* Menasihati kita,
_”Siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya dengan meninggalkan kepentingan hidup di akhirat, maka Allah Swt akan memberikan enam sangsi, tiga di dunia dan tiga lagi di akhirat._
🌺Tiga di dunia yaitu:
(1) angan-angan yang tidak ada habisnya. 
(2) ketamakan yang luar biasa berkobar-kobarnya sehingga tidak ada qanaah sedikitpun.
(3) dicabut kelezatan ibadah darinya.
🌼Adapun tiga di akhirat ialah
(1) keguncangan pada hari kiamat. 
(2) kekerasan dalam hisab.
(3) kerugian yang berkepanjangan.
💟Kesempatan belum tentu berulang apalagi kesempatan kita untuk beramal.
❣Karena hidup ini dibatasi oleh ajal. Maka jangan sampai diri terjungkal kala diri tiada punya amal untuk menuju kehidupan kekal.
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
💼 Sebarkan! Raih pahala…
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Apa yang membuat kita siap menjalani ujian itu?

📆 Ahad,  26 Syawal 1437 H / 31 Juli 2016 M

📚 *Motivasi Islam*

📝 Ustadzah Rochma Yulika

📋  *Apa yang membuat kita siap menjalani ujian itu?*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌺Bila kita sadari setiap peristiwa hidup ini tak luput dari rencana-Nya. Bahkan sehelai daun yang jatuh tak lepas dari pandangan-Nya pula.

🌼Kadang suasana tak mudah kita ubah namun rasa yang muncul dalam menyikapi suasana bisa mudah kita rubah. Keimanan yang sangat besar di dalam dada akan menjadi landasan hidup. Segala aral yang melintang tak mampu membuat kita terlarut dalam kesedihan dan penyesalan.

🌺Pasti ada hikmah di balik setiap musibah. Ada kemudahan setelah kesulitan. Karena dengan ujian itu kita akan tahu reputasi kita. Kita akan tahu kualitas kita. Kita akan tahu daya tahan imunitas kita. Kita akan tahu sportivitas dan optimisme kita. Dan dengan ujian itu sesungguhnya kita sedang merancang masa depan kita.

🌼Mari kita bersama mulai melangkah dengan meyakini ujian itu pasti datang. Gelombangnya boleh jadi makin hari makin besar dan dahsyat sesuai dengan tingkat kiprah dan keimanan kita. Fitnah dan mighnah akan datang seiring dengan disiapkannya kenikmatan, bila tak di dunia insyaallah di surga kan bisa mendapatinya.

🌺Bila kita bisa mengarungi gelombang itu bukan berarti telah berhasil meraih kemenangan namun pastilah akan datang lagi cobaan. Semuanya itu tak lain untuk meningkatkan derajat kita di mata Allah.

🌼Bila ujian-ujian itu telah terlampaui insya Allah akan sirna kepedihan hati berganti ketenangan dan kedamaian yang merupakan bagian dari perjalanan menuju surga-Nya.

🌺Cobaan dan ujian memang adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan manusia. Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang tak mengalaminya. Karena memang hal ini pun juga telah disebutkan banyak di dalam ayat Al Quran.

🌼Cobaan dan ujian tentu ada dalam dua bentuk yaitu kesedihan dan kebahagiaan. Kesedihan seperti kurangnya harta, ditinggalkan oleh orang yang disayangi atau tertimpanya bencana atau penyakit yang tak kunjung sembuh adalah bentuk ujian yang tak diharapkan oleh kebanyakan orang. Karena memang semuanya membawa pada keadaan yang tak mengenakkan.

🌺Sedangkan bentuk ujian yang kedua adalah dimana semuanya berada pada hal yang mengenakkan. Misalnya banyaknya harta benda yang dimilki, usaha yang dijalankan sukses dan selalu menghasilkan untung besar. Memilki banyak anak yang sehat dan pintar. Semuanya adalah bentuk ujian yang terkadang tak banyak disadari oleh kita karena memang di balik semuanya tersimpan kebahagiaan bukan kesedihan.

🌼Dalam menghadapi kedua hal tersebut, manusia dinilai oleh Allah. Sejauh mana mereka akan senantiasa mampu bersabar dan bersyukur dalam menjalaninya.  Dan dari penilaian inilah Allah akan menentukan banyak sediktnya pahala yang akan di dapat oleh manusia tersebut.

🌺Jika memang ia dapat melewatinya dengan baik dan benar tentu akan mendapatkan nilai yang baik. Dan nilai yang baik ini akan membawanya kepada surganya Allah. Sebaliknya jika manusia dalam menghadapi semua cobaan dan ujian itu tidak berhasil dengan benar maka yang didapat adalah nilai yang buruk dimana nilai ini akan menjerumuskan manusia ke neraka yang begitu menyiksa.

🌼Mengolah rasa dalam menyikapi keadaan menjadi kewajiban kita agar ketahanan diri dalam meyikapi masalah yang hadir lebih bijaksana.

Wallahu A”lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Dipersembahkan oleh:
website: www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Kita Segera Buktikan

📆 Jumat, 10 Syawal 1437H / 15 Juli 2016

📚 *MOTIVASI*

📝 Ustadzah Rochma Yulika

📝 *Kita Segera Buktikan*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌼Kalau bukan karena keharusan untuk bekerja  keras, maka Abdurahman ibn ‘Auf tak usah repot melangkahkan kakinya membersamai Rasulullah ke Madinah dan tak secuil pun harta yang ia bawa.

🌺Dan ketika sampai di Madinah ia menyusuri lorong-lorong pasar dengan keyakinan penuh dan matanya yang setajam pisau tuk membedah peluang dinar dan dirham dihadapannya. Padahal ia masih sangat belia. Hingga akhirnya mampu mengubah papa-nya menjadi harta berlimpah.

🌼Ia pun menikahi gadis Madinah, membeli rumah dan perabotannya serta Rasulullah tersungging senyaum padanya.

🌺Apakah Abdurahman ibn ‘Auf orang miskin?
Bukan karena tak punya harta. Karena bagi Abdurahman ibn ‘Auf tak sulit untuk hanya sekedar memborong kuda terbaik untuk mengantarkannya ke Madinah. Bukan.

🌼Tapi lantaran Allah dan RasulNya merindukan kerja kerasnya. Ia menjadi mulia karenanya.

🌺Kalau bukan karena keharusan untuk bekerja keras, maka Christopher Colombus tak usah repot-repot mengarungi samudra dan melawan menerjang dahsyatnya badai untuk menemukan benua Amerika.

🌼Dengan keyakinan yang penuh akhirnya puluhan bahkan ribuan orang kini mengenang jasanya.

🌺Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan begitu saja, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.s. at-Taubah : 16).

🌼Akan nampak di mata kita siapa yang sekiranya mau bersungguh-sungguh atau yang bermalas-malasan. Rasulullah pernah bersabda tentang nilai utama kerja cepat dan bahaya kerja lambat dalam sabdanya: “Barang siapa yang suka melambat-lambatkan pekerjaannya maka tidak akan dipercepat hartanya.” (HR. Muslim).

🌺Kita tunjukkan komitmen kita di jalan dakwah ini dengan bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas, bekerja mawas, bekerja ikhlas dan bekerja penuh produktivitas.

🌼Supaya Allah ridla memberikan kepada kita di kehidupan yang tiada berbatas dengan kemuliaan yang tiada kita mampu membalas.

Wallahul musta’an

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Bila Tilawah Lebih utama dari Doa

📆 Jumat, 27 Sya’ban 1437H /  03 Juni 2016

📚 *Motivasi*

 📝 *Ustadzah Rochma Yulika*

 📋 *Bila Tilawah Lebih utama dari Doa

*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌷Berdoa tanpa usaha sama artinya dengan bohong.
Berusaha tanpa berdoa artinya sombong

☘Keduanya saling melengkapi aagar terpenuhi harapan diri.
Tak akan kecewa hati karena keinginan tercukupi

🌷Doa adalah permohonan, pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq.

☘Doa itu intinya adalah ibadah, doa adalah senjata, doa adalah obat, doa adalah pintu segala kebaikan.

🌷Dengan banyak berdoa banyak urusan terselesaikan, banyak kesempitan terlapangkan, banyak masalah akan teruraikan.

☘Doa yang utama kala kita memperbanyak tilawah Al Quran.

🌷Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman :

“Barang siapa yang sibuk membaca Al Qur’an dan dzikir kepada Ku dengan tidak memohon kepada Ku, maka ia Aku beri sesuatu yang lebih utama dari pada apa yang Aku berikan kepada orang yang minta”.

Kelebihan firman Allah atas seluruh perkataan seperti kelebihan Allah atas seluruh makhlukNya”.(Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

☘Dalam sebuah kisah…
Muhammad Bin Qais mengatakan:
“Diberitahukan kepadaku bahwa ketika seorang bangun pada malam hari untuk mengerjakan sholat Tahajjud, maka berkah dari Surga akan diturunkan untuknya. Para malaikat akan turun untuk mendengarkan lantunan bacaan Al Qurannya.

Mereka berada di rumah tersebut serta semua makhluk yang ada di atmosfer ini akan mendengarkan bacaannya.

☘Ketika dia telah menyelesaikan sholat dan duduk untuk berdoa, maka para malaikat akan mengelilinginya dan membaca aamiin untuk doanya tersebut.

🌷Setelah dia selesai mengerjakan sholat tahajjud dan beristirahat, maka akan ada seruan yang ditujukan padanya, ‘seorang hamba yang telah melaksanakan ibadah dengan baik tidur dengan penuh kenikmatan”

☘Apapun persoalan hidup kita, apakah kita sedang bahagia atau sedih, tetaplah berdoa kepada Allah. Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah, karena doa adalah masa depan kita. Doa adalah kekuatan kita, doa adalah senjata kita.

☘Perhatikan ada-adab berdoa, dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Ikhlas Itu Menguatkan Langkah

📆 Ahad,  8 Sya’ban 1437 H / 15 Mei 2016 M

📚 MOTIVASI

📝 Ustadzah Rochma Yulika

📋 Ikhlas Itu Menguatkan Langkah

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌵Bekerjalah untuk hidup, untuk ibadah. Mulailah dari yang kecil, mulailah dari yang dekat, mulailah sekarang juga.

🌷Dalam surat Al Mulk ayat 2 Allah berfirman, “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

🌵Karena itu tak heran jika Ibnul Qoyyim memberi perumpamaan seperti ini, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.”

🌷Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika ilmu bermanfaat tanpa amal, maka tidak mungkin Allah mencela para pendeta ahli Kitab. Jika ilmu bermanfaat tanpa keikhlasan, maka tidak mungkin Allah mencela orang-orang munafik.”

🌵Mari memaknai ikhlas.
Ikhlas itu bagai matahari yang selalu menyinari bumi tiap hari tanpa berharap balas sedikit pun. Selalu mendatangkan kebermanfaatan bagi semua makhluk di dunia ini.
Sebenarnya ikhlas dari hati yang paling dalam mampu memengaruhi banyak hal.

🌷Misalkan jika seorang yang memasak dengan ikhlas bukan sekadar karena kewajiban atau pekerjaan, makanan yang ia buat rasanya jauh lebih nikmat meskipun dengan bumbu yang sederhana. Seperti kasih ibu pada anaknya. Tak pernah seorang ibu meminta ganti rasa sakit kala melahirkannya.

🌵Tak ada orangtua yang meminta balasan dari harta yang dikeluarkannya. Seperti halnya matahari yang selalu menyinari bumi tiada henti.
Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam dada manusia.

🌷Bersandarlah atas segala masalah kehidupan hanya pada Allah. Tak kita pungkiri, raga kita berpijak di bumi. Tak hanya kebajikan yang ada, kejahatan pun merajalela.

🌵Namun demikian, tetapkan hatimu untuk mengingat akhirat dan segala yang terjadi dalam kehidupan yang hakiki.

🌷Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku.” (Q.s. al-An’am [6]: 162).

🌵Keikhlasan merupakan energi tersendiri karena Dia pemilik segala urusan. Ikhlas adalah intisari dari keimanan kita kepada Allah.

💦Mari menjadi pribadi yang ikhlas agar apa yang kita lakukan berbalas.

Wallahul musta’an.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Kesungguhankan Berbuah Kesuksesan

📆 Ahad, 17 Rajab 1437H / 24 April 2016

📚 MOTIVASI

📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

📋 Kesungguhan kan Berbuah Kesuksesan

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌵Terus dan teruslah melaju. Orang-orang yang menjalani hidupnya dengan azamnya yang besar tak lain mereka akan berusaha semaksimal mungkin meraih apa yang ia cita-citakan meski harus berkorban dengan harta dan nyawanya sekaligus.

🌻Lajunya sulit untuk dikendalikan karena tujuannya hanya satu yakni Allah Azza wa Jalla. Tak hanya rintangan yang ringan, yang berat pun sanggup ia lalui. Bagi mereka kelelahan suatu nikmat yang tiada terkira.

🌵Mereka menyadari lelah, atau sakit yang mendera raga pun jiwa di baliknya ada surga yang abadi.
Dalam kepayahannya ia tetap merealisasikan keikhlasannya. Tak peduli hujan pun badai akan tetap jalankan amanahnya.

🌻Hanya satu keyakinannya yakni ridha Allah semata. dunia baginya sebagai ajang perlombaan. Bila tak segera bergegas pasti ia akan tergilas. Bila tak segera berburu pastilah hidupnya tak menentu.

🌵Mereka orang-orang yang mempunyai cita-cita tinggi. ‘Isy kariman aw mut syahidan. Lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup terjajah. Ini contoh semboyang para pejuang.
Orang-orang yang bertekad baja tak pernah merasa puas dengan apa yang telah dilakukannya. kerena bila mereka puas, mereka akan berhenti. Bukan berhenti, namun selalu bergerak dan bergerak terus itulah hakikat kehidupan.

🌻Ingatlah kisah para pejuang di medan laga. Mereka tak kan gentar meski ribuan musuh sudah ada di hadapan. Pantang mundur meski darah mengucur. Allahu akbar.

🌵Ambillah ibrah dari Perang Badar. Tepatnya tanggal 17 Ramadhan, itulah kali pertama umat Islam melakukan peperangan melawan kaum kafir Quraisy. Semangat yang membara dari kaum Muslimin kala itu terlebih Rasulullah karena itu perang pertama kali.

🌻Rasulullah membawa pasukan sejumlah 300 orang. Padahal pasukankaum kafir Quraisy berjumlah 1000 orang kala itu. Jumlah yang tidak sebanding.

🌵Kisah yang sangat monumental. Bila bukan karena doa Rasulullah yang dikabulkan. Bila bukan karena Allah yang memberi kemenangan rasanya secara rasional pasukan Muslimin tak mungkin raih kemenangan.

🌻Saat itu Rasulullah sendiri yang memimpin Perang badar. Seperti kesaksian Ahmad, Ali r.a. menceritakan, “Kalian tentu telah menyaksikan bagaimana kami pada saat pecahnya perang Badar. Saat itu, kami berlindung di belakang Rasulullah Saw, sedang beliau terus membawa kami mendekati musuh. Dan beliau adalah orang yang paling berani ketika itu.”

🌵Dengan isnad yang sama, sebuah hadis lain menuturkan, Ketika keberanian mulai memuncak pada saat perang Badar, kami terus bergerak bersama-sama Rasulullah Saw. Bahkan, beliau adalah orang yang paling berani. Terbukti, tidak ada satu pun kaum Muslimin yang paling dekat dengan musuh selain beliau.”

🌻Muslim meriwayatkan: Pada perang Badar, Rasulullah Saw berkata kepada para shahabatnya, “Jangan ada seorang pun di antara kalian bergerak sebelum aku memberi komando.” Ibnu Katsir berkata, “Beliau terjun dan terlibat langsung dalam pertempuran itu dengan segenap jiwa dan raga.

🌵Demikian halnya dengan Abu Bakar ash-Shiddiq. Oleh karena itu, keduanya tidak hanya berjuang dengan berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam kemah saja, tetapi juga turun ke medan pertempuran dan bertempur dengan mengerahkan segala daya dan upaya.”

🌻Sangat spektakuler, kerja para mujahid di medan laga. Dengan perbandingan 3:10 tak mampu menggoyahkan semangatnya untuk raih kemenangan. Mereka babat habis musuh hingga menderita kekalahan.

🌵Semangat juang yang patut dicontoh dan menjadi teladan bagi kita semua. Kisah Badar merupakan sejarah yang akan dikenang sepanjang masa.

🌻Siang hari dengan segenap kemampuan Rasulullah pimpin pasukan dan malam hari Rasulullah berdoa tak kenal henti. Doa yang penuh harap beliau panjatkan ke hadirat Allah.

🌵Dalam firmannya, “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu pada waktu itu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukurinya. Cukuplah jika kamu sabar dan siaga, dan mereka datang menyerang kamu seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.

🌻Ingatlah ketika kamu mengatakan kepada orang-orang Mukmin, apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit). Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kemenanganmu dan agar tenteram hatimu karenanya.

🌵Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Untuk membinasakan golongan orang-orang kafir, atau untuk menjadikan mereka itu hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.” (Q.s. Ali ‘Imran [3]:123-127).

🌻Tidak ada yang tak mungkin bila Allah sudah menurunkan ketetapan-Nya. Bersama Allah kan kita raih keberhasilan.

🌵Bersama Allah kan kita raih kemenangan. Tak akan pernah kalah, nilai sebuah perjuangan. Bila menang mereka benar-benar sudah bisa mengalahkan lawannya. Namun bila mereka kalah, mereka telah bersungguh-sungguh.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Kesungguhankan Berbuah Kesuksesan

📆 Ahad, 17 Rajab 1437H / 24 April 2016

📚 MOTIVASI

📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

📋 Kesungguhan kan Berbuah Kesuksesan

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌵Terus dan teruslah melaju. Orang-orang yang menjalani hidupnya dengan azamnya yang besar tak lain mereka akan berusaha semaksimal mungkin meraih apa yang ia cita-citakan meski harus berkorban dengan harta dan nyawanya sekaligus.

🌻Lajunya sulit untuk dikendalikan karena tujuannya hanya satu yakni Allah Azza wa Jalla. Tak hanya rintangan yang ringan, yang berat pun sanggup ia lalui. Bagi mereka kelelahan suatu nikmat yang tiada terkira.

🌵Mereka menyadari lelah, atau sakit yang mendera raga pun jiwa di baliknya ada surga yang abadi.
Dalam kepayahannya ia tetap merealisasikan keikhlasannya. Tak peduli hujan pun badai akan tetap jalankan amanahnya.

🌻Hanya satu keyakinannya yakni ridha Allah semata. dunia baginya sebagai ajang perlombaan. Bila tak segera bergegas pasti ia akan tergilas. Bila tak segera berburu pastilah hidupnya tak menentu.

🌵Mereka orang-orang yang mempunyai cita-cita tinggi. ‘Isy kariman aw mut syahidan. Lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup terjajah. Ini contoh semboyan

para pejuang.
Orang-orang yang bertekad baja tak pernah merasa puas dengan apa yang telah dilakukannya. kerena bila mereka puas, mereka akan berhenti. Bukan berhenti, namun selalu bergerak dan bergerak terus itulah hakikat kehidupan.

🌻Ingatlah kisah para pejuang di medan laga. Mereka tak kan gentar meski ribuan musuh sudah ada di hadapan. Pantang mundur meski darah mengucur. Allahu akbar.

🌵Ambillah ibrah dari Perang Badar. Tepatnya tanggal 17 Ramadhan, itulah kali pertama umat Islam melakukan peperangan melawan kaum kafir Quraisy. Semangat yang membara dari kaum Muslimin kala itu terlebih Rasulullah karena itu perang pertama kali.

🌻Rasulullah membawa pasukan sejumlah 300 orang. Padahal pasukankaum kafir Quraisy berjumlah 1000 orang kala itu. Jumlah yang tidak sebanding.

🌵Kisah yang sangat monumental. Bila bukan karena doa Rasulullah yang dikabulkan. Bila bukan karena Allah yang memberi kemenangan rasanya secara rasional pasukan Muslimin tak mungkin raih kemenangan.

🌻Saat itu Rasulullah sendiri yang memimpin Perang badar. Seperti kesaksian Ahmad, Ali r.a. menceritakan, “Kalian tentu telah menyaksikan bagaimana kami pada saat pecahnya perang Badar. Saat itu, kami berlindung di belakang Rasulullah Saw, sedang beliau terus membawa kami mendekati musuh. Dan beliau adalah orang yang paling berani ketika itu.”

🌵Dengan isnad yang sama, sebuah hadis lain menuturkan, Ketika keberanian mulai memuncak pada saat perang Badar, kami terus bergerak bersama-sama Rasulullah Saw. Bahkan, beliau adalah orang yang paling berani. Terbukti, tidak ada satu pun kaum Muslimin yang paling dekat dengan musuh selain beliau.”

🌻Muslim meriwayatkan: Pada perang Badar, Rasulullah Saw berkata kepada para shahabatnya, “Jangan ada seorang pun di antara kalian bergerak sebelum aku memberi komando.” Ibnu Katsir berkata, “Beliau terjun dan terlibat langsung dalam pertempuran itu dengan segenap jiwa dan raga.

🌵Demikian halnya dengan Abu Bakar ash-Shiddiq. Oleh karena itu, keduanya tidak hanya berjuang dengan berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam kemah saja, tetapi juga turun ke medan pertempuran dan bertempur dengan mengerahkan segala daya dan upaya.”

🌻Sangat spektakuler, kerja para mujahid di medan laga. Dengan perbandingan 3:10 tak mampu menggoyahkan semangatnya untuk raih kemenangan. Mereka babat habis musuh hingga menderita kekalahan.

🌵Semangat juang yang patut dicontoh dan menjadi teladan bagi kita semua. Kisah Badar merupakan sejarah yang akan dikenang sepanjang masa.

🌻Siang hari dengan segenap kemampuan Rasulullah pimpin pasukan dan malam hari Rasulullah berdoa tak kenal henti. Doa yang penuh harap beliau panjatkan ke hadirat Allah.

🌵Dalam firmannya, “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu pada waktu itu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukurinya. Cukuplah jika kamu sabar dan siaga, dan mereka datang menyerang kamu seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.

🌻Ingatlah ketika kamu mengatakan kepada orang-orang Mukmin, apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit). Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kemenanganmu dan agar tenteram hatimu karenanya.

🌵Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Untuk membinasakan golongan orang-orang kafir, atau untuk menjadikan mereka itu hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.” (Q.s. Ali ‘Imran [3]:123-127).

🌻Tidak ada yang tak mungkin bila Allah sudah menurunkan ketetapan-Nya. Bersama Allah kan kita raih keberhasilan.

🌵Bersama Allah kan kita raih kemenangan. Tak akan pernah kalah, nilai sebuah perjuangan. Bila menang mereka benar-benar sudah bisa mengalahkan lawannya. Namun bila mereka kalah, mereka telah bersungguh-sungguh.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…