Hidup dan Mati Adalah Ujian

Ridha Terhadap Hadirnya Ujian

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Ketika kita ridha dengan ketetapan-Nya maka keridhaan-Nya akan sampai kepada kita.

ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูุธูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุฒูŽุงุกู ู…ูŽุนูŽ ุนูุธูŽู…ู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽุงุกู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุงุจู’ุชูŽู„ูŽุงู‡ูู…ู’ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุถููŠูŽ ููŽู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูุถูŽุง ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุณูŽุฎูุทูŽ ููŽู„ูŽู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽุฎูŽุทู

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allรขh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya (HR. at-Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Mรขjah no. 4031)

Tidak mudah memang, ketika harapan tak selaras dengan kenyataan. Perih, sedih, merintih pun terasa makin menyesakkan. Namun penyadaran diri harus segera dilakukan dengan berucap, “Ya Allah aku ridha dengan apa yang Engkau hadirkan, walau terasa berat kuberharap Engkau menguatkan.”

Lepaskan segala rasa.
Berserah hanya pada-Nya. Tunduk dan patuh dengan titah-Nya.
Insya Allah akan mudah bertemu jalan keluarnya.

Jangan pernah berpikir bahwa segala masalah kitalah yang mampu menyelesaikan. Tapi segera genapkan keimanan sehingga diri tunduk dalam kepasrahan.

Keridhaan kita sebagai hamba, akan berbuah banyak kebaikan. Dan jika sampai Allah meridhai maka banyak hal yang akan kita dapatkan.

Pertama, merasa mudah dalam mengerjakan berbagai hal yang diperintahkan Allah SWT sehingga Allah SWT memudahkannya dalam menerima berbagai bentuk kebaikan.

Kedua, seorang Muslim jika ditimpa musibah atau malapetaka, maka dia tetap tenang dan bersabar melalui masalah yang dihadapi.

Hal itu sebagaimana Surat Al-Baqarah Ayat 177. Allah SWT berfirman, “…dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Ketiga, mendapatkan ketenangan dan keyakinan terhadap janji Allah SWT mengenai pertolongan yang diberikan-Nya.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).” (QS. Al-Fath Ayat 18).

Keempat, tidak khawatir terhadap kehidupan di dunia ini, dan percaya bahwa sudah ada jaminan Allah SWT sebab Dia-lah yang menjamin penghidupan bagi hamba-hambanya.

Kelima, tidak pernah merasa bosan bersimpuh kepada Allah SWT dengan berzikir dan membaca Alquran. Wallahul musta’an

Selayak Nabi Musa yang tak tahu jalan mana ketika terpojok di pinggir laut merah. Lantas dengan petunjuk Allah beliau berdoa,

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ , ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุชูŽูƒูŽู‰ , ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุนูŽุงู†ู , ูˆูŽู„ูŽุง ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ููˆูŽู‘ุฉูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู

Ya Allah segala puji bagimu, hanya kepadamu kami mengadu atas kesulitan yang kami hadapi, dan engkaulah penolong kami.
Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Masya Allah laa quwwata Illa Billah

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Angan Angan dan Ajal

Ketika Jelang Habis Masa

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Tertegun diri mengingat usia yang tak lagi muda. Langkah kaki mulai melemah tak berdaya. Mata mulai rabun ketika senja telah tiba. Telinga pun sudah mulai berkurang kepekaannya.

Hari berganti pekan tak terasa waktu sudah penuh sebulan. Begitu pun bulan berlalu hingga tiba di tahun depan. Putaran waktu tak ada yang bisa menahan. Hingga tiba di penghujung kehidupan.

Lantas kita akan bertanya.
Kapan jadwal ajalku? Tak ada jawaban atas pertanyaan. Tak pernah kita tahu kapan hidup ini akan berakhiran.

Mati bukan soal usia. Ada yang baru terlahir di dunia Allah sudah panggil menghadap-Nya. Ada yang berusia remaja ternyata sudah habis masanya. Ada yang mulai tumbuh mendewasa ternyata telah sampai di batas umurnya. Bahkan sudah tua renta Allah masih ijinkan untuk menikmati hidupnya.

Suatu ketika Hasan Al-Bashri mengangkat pertanyaan di suatu majelis, “Wahai para orang lanjut usia yang terhormat, apakah yang dinanti dari tanaman pertanian yang sudah tua?” Mereka menjawab, “Masa panen.” Lalu Hasan Al-Bashri melemparkan pandangannya pada para pemuda dan berkata, “Para pemuda yang kucintai, ingatlah adakalanya tanaman itu layu sebelum tua.”

Mari kita pejamkan mata sejenak dan renungi nasihat Hasan Al Bashri hingga menyadari bahwa semua yang berlalu tak bisa kembali. Maka tanamlah kebaikan hingga kelak mulia saat berjumpa kematian.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Tadhiyah

Tadhiyah di Jalan Dakwah

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Tadhiyah adalah sunatullah kehidupan.
Apalagi bila sudah mengazamkan dirinya untuk menegakkan kebenaran maka apapun rasa yang hadir tentu akan diabaikan.
Baginya itulah romantisme yang menjadi bagian dari perjalanan.
Dan akan membawanya menuju indahnya hidup di keabadian.

Lelah, letih, sakit, bahkan sakit akan dirasakan.
Panas, dingin, bahkan terik matahari pun tak dihiraukan.
Semangat yang membara ada dalam jiwa mereka.
Hingga langkahnya pun senantiasa gegap gempita.

โ€œSekali lagiโ€ฆ
Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan..
keputusasaan!
Terlebih surut ke belakang.
Ini adalah awal pembuktian. Siapa diantara kita yang beriman.
Wahai diri sambutlah seruanNyaโ€ฆ
Orang-orang besar lahir karena beban perjuanganโ€ฆ
Bukan menghindar dari peperangan.โ€œ
(K.H. Rahmat Abdullah)

Malu lah jika diri mudah mengeluh.
Malu lah jika jiwa tak lagi meneguh.
Malu lah jika kemalasan mulai tumbuh.
Dan malu lah jika Tekad mulai meluruh.

Bangkitlah untuk menjadi pejuang.
Jangan pernah mundur dari medan perang.
Lawan musuh agar tunggang langgang.
Berhasratlah untuk menjadi pemenang.

Yakinlah Allah bersama orang beriman.
Mati syahid atau pulang membawa kemuliaan.
‘Isy karimah aw muth syahidan.

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jalan Dakwah

Kader Dakwah Tak Kan Pernah Merasa Lelah

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Hari terus berlalu, waktu pun terus melaju sementara diri masih saja duduk terpaku.
Ada rasa kemalasan yang tak menentu, membuat diri enggan segera bergerak menuju seruan Rabb Sang Maha Penentu.

Kemungkinan itu bisa saja terjadi pada para kader dakwah.
Ada semangat yang mengendur untuk menunjukkan kiprah.
Terjeda oleh masalah pribadi yang semakin membuat resah.
Hingga terbengkelai segala amanah.

Bila sampai keadaan yang demikian.
Maka segera mengingat akan kematian.
Agar hati seolah diingatkan
Hingga menyadari segala kesalahan.

Jiwa pejuang harus senantiasa dimunculkan di hati sanubari pejuang dakwah. Semangat menggelora harus ada dalam diri pengusung amanah.

Tak kenal futur
Tak kenal mengendur
Apalagi mundur teratur

Jiwa-jiwa senantiasa terisi ruh Rabbani
Langkahnya tak bisa berhenti
Gegap gempita mengusung amanah Ilahi
Baginya surga Allah telah menanti

Ustadz Al Bahy Al Khouly berkata, “Seorang da’i harus dapat merasakan bahwa dakwahnya senantiasa hidup di dalam syarafnya, menyala dalam hatinya, bergejolak di dalam hatinya, sehingga mendorongnya dari sikap istirahat dan kesenangan kepada sikap pergerakan dan perbuatan, serta menyibukkan diri dengannya dari pada dirinya sendiri, anaknya dan hartanya. Ini adalah da’i yang jujur, yang imannya merasakan bahwa dakwahnya berkobar di dalam pandangannya, gerakannya, isyaratnya dan dalam karakteristik yang bercampur dengan air wajahnya. Dia selalu ingat dengan dakwahnya baik ketika tidur maupun terjaga, ketika makan dan diantara keluarganya, ketika diam, dalam bepergian dan dalam perkumpulan-perkumpulannya. Secara keseluruhan, dakwahnya adalah masalah utama yang hadir dalam setiap waktu dalam hidupnya. Ia adalah ruh kehidupannya, intinya, substansinya dan urusan hidupnya baik sampingan maupun ujung kehidupannya.”

Ketegaran, ketangguhan, ketaatan bahkan keshalihan kita dengan para pendahulu sangat jauh rentangnya.
Mereka layak mendapat surga atas perjuangannya.
Sedangkan kita?
Masih jauh untuk bisa menandingi amal mereka.
Usaha yang optimal untuk menjaga semangat yang membara terus ada, hingga layak kita bersanding dengan ara syuhada.
Menapaktilasi perjuangan para pendahulu kita harus sering dilakukan sebagai bahan evaluasi supaya meraih cita-cita yakni hidup mulia.

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Saat Badai Datang

Tegar Meski Aral Menghampar

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Jangan menjadi lemah dan mudah berkeluh kesah lantaran jalan dakwah inilah yang akan menjadi jembatan kita untuk menuju surga.

Sejenak kita renungi kisah salafusshaleh, seperti apa Umar bin Khattab yang selalu rela berkorban dari yang dimilikinya untuk jalan dakwah ini. Selayaknya Abu Bakar yang setia mendampingi perjuangan dakwah Rasulullah hingga akhir hayat beliau.

Seperti apa dermawannya Usman kala harus menginfaqkan hartanya untuk mendukung perjuangan dinullah.
Seperti apa ikhlasnya Ali bin Abi Thalib kala harus menggantikan Rasulullah di kamarnya kala beliau hendak berhijrah.

Apakah kita sehebat mus’ab bin umair yang rela meninggalkan harta dunianya lantaran hanya Allah yang kan ditujunya. Kita ternyata bukan siapa-siapa dan belum apa-apa dibanding dengan mereka.

Yang terkadang ketika lelah berkeluh kesah. Ketika sedih merintih-rintih. Ketika sakit menjerit-jerit. Ketika berduka serasa paling merana. Kala diuji seolah diri paling hina di muka bumi ini.

Kita renungi nasihat Imam Hasan Al Banna, bahwa ketegaran di jalan dakwah ini harus dibangun di atas pengetahuan dan pemahaman yang jelas. Ditegaskan bahwa pentingnya kemauan yang keras yang tak tersentuh kelemahan, kesetiaan yang kuat yang tidak dinodai kepura-puraan atau pengkhianatan, pengorbanan yang besar yang tidak dihalangi oleh ketamakan atau kebakhilan; serta pengetahuan, keyakinan, dan penghormatan pada prinsip yang akan menghindarkan dari kesalahan, penyimpangan, tawar menawar atau tergiur oleh orang lain.”

Menjadi tegar di jalan dakwah ini memang tak cukup memiliki daya tahan yang cukup tapi butuh ilmu untuk menjadi penguat ketahanan diri. Maka prinsip belajar sepanjang hayat yang dituntunkan oleh Rasulullah bisa kita teladani, lantaran manusia yang memiliki sifat dasar lupa harus senantiasa diingatkan kembali, disentuh hatinya, disapa relung jiwanya dengan bahasa-bahasa langit yang membuatnya terhenyak dan akhirnya kembali menapaki jalan kebenaran ini. Wallahu musta’an…dan hanya pada Allah lah kami bersandar segala urusan.

Berharap selalu Allah mengijinkan kita untuk mencintai dakwah ini dan kita senantiasa diperkenankan untuk berada di dalamnya serta menjadi pengusung tegaknya peradaban mulia. Aamiin Yaa Mujibassailin

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Dakwah bil Hikmah

Berdakwah Bil Hikmah

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Dakwah itu butuh orang-orang berakhlakul karimah agar mampu menuai berkah.
Dakwah itu butuh manusia-manusia kuat agar geloranya mendahsyat.
Dakwah itu butuh orang-orang yang tulus agar jalan dakwah ini senantiasa lurus.
Dan dalam berdakwah butuh sifat yang jujur agar pelakunya meraih mujur.

Amanah dakwah bukanlah jabatan.
Tidak pula diperjualbelikan.
Amanah dakwah itu disematkan kepada orang yang tepat.
Karena pemberian dari Yang Maha Pemberi selamat.

Bila dakwah sudah ditanggungkan di pundak kita.
Jaga semangat agar tak mudah putus asa.
Jaga lisan agar tak salah berkata.
Jaga hati agar jauh dari durjana.
Dan jaga sikap agar tidak berbuat cela.

Dakwah itu keteladanan.
Bukan hanya pandai berorasi tanpa perbaikan.
Perubahan diri senantiasa dilakukan.
Menempa diri menjadi manusia pilihan.

Berdakwahlah jangan seperti yang biasa orang yahudi lakukan.

Dalam Q.S. Al-baqarah; 44.โ€œMengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)-mu sendiri, padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?โ€

Ayat tersebut menjelaskan bahwasanya kaum Yahudi menyuruh orang lain untuk mengerjakan kebajikan, sedangkan mereka melupakan dirinya sendiri.

Mereka menyuruh orang lain untuk berbuat baik, namun mereka sendiri tidak melakukannya. Itu artinya, terdapat kebathilan antara ucapan dan perbuatan yang mereka lakukan. Itulah yang menjadi pembedaumat Islam dan kaum Yahudi.

Berhati-hati menjadi tabiat agar mendapat jalan selamat.
Jangan seperti lilin yang menerangi orang lain tapi membakar dirinya.

โ€ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan Al Hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.โ€ (Q.S. An-Nahl: 125)

Innallaha maโ€™ana

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Harapan Itu Selalu Ada

Harapan Masih Ada

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Esok adalah rahasia.
Berharap mata masih terbuka untuk melihat dunia.
Jangan pernah ada asa yang terjeda.
Lantaran keraguan menjelma di jiwa.

Esok adalah Misteri.
Tak pernah tahu apa yang terjadi.
Tugas manusia hanya menjalani.
Namun jangan lupa melibatkan segala urusan pada Ilahi.

Esok adalah harapan.
Semoga dimudahkan berdua dengan apa yang dicita-citakan.
Ada jalan terang yang jadi penuntun jalan.
Ingatlah hanya Allah akhir dari segala tujuan.

Tetap lantunkan doa.
Jangan pernah berputus asa.
Allah pemilik segala yang ada di alam semesta.
Yang akan menurunkan segala nikmat untuk manusia yang berkenan menghamba.

“Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Istajib du’ana

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

kobarkan semangat jihad

Perisai Rasulullah di Peristiwa Uhud

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Sosok tangguh yang memiliki keberanian yang sejati. Tak pernah khawatir dengan kesulitan yang ada di dunia lantaran jaminan surga sudah diberikan untuknya. Ia selalu bergegas, bekerja keras dalam kondisi apa pun. Baginya dunia tak lagi dihiraukannya karena urusan Allah, Rasulullah, dan akhir lebih utama.

Begitulah sosok Nusaibah binti Ka’ab Al-Anshariyah. Ia adalah seorang Shahabiyah yang mulia lagi pemberani. Banyak pengorbanan dan perjuangan yang telah ia ukir dalam perjuangan dakwah Islam. Banyak orang mengenalnya dengan Ummu Imarah atau Ummu umarah. Kehadirannya dalam perjalanan dakwah Rasulullah sebagai salah satu contoh sikap keberanian yang abadi. Tak gentar sedikit pun terhadap musuh, tak khawatir nyawa sebagai taruhannya ketika harus turun ke kancah peperangan.

Nusaibah Ummu umarah tak pernah absen dalam jadwal-jadwal yang menjadi agenda besar bersama Rasulullah. Baginya kewajiban menjadi hal utama karena baginya panggilan Allah dan Rasul Nya tak bisa diabaikan begitu saja. Ummu umarah sangat tahu bahwa jalan itulah yang harus diambil karena akan membawanya pada kemuliaan di surga.

Mengenalnya seolah tak pernah bisa untuk membicarakan. Ia wanita agung termasuk satu dari dua wanita yang bergabung bersama 70 laki-laki Anshar Hadir dalam baiah aqabah. Ia berbaiah bersama suami dan kedua anaknya.

Selain itu kisah kepahlawanan Nusaibah yang paling dikenang sepanjang sejarah adalah pada saat Perang Uhud, di mana ia dengan segenap keberaniannya membela dan melindungi Rasulullah. Dan tanpa gentar sedikit pun menghalau musuh walaupun tubuhnya pun tertebas pedang lawan.

Semula pada perang itu, Nusaibah bergabung dengan pasukan Islam untuk mengemban tugas penting di bidang logistik dan medis. Bersama para wanita lainnya, Nusaibah ikut memasok air kepada para prajurit Muslim dan mengobati mereka yang terluka.

Namun ketika kaum Muslimin dilanda kekacauan dan mulai terdesak karena pasukan pemanah di atas bukit melanggar perintah Rasulullah, yakni turun dari bukit karena mekihat ghanimah, saat itu pasukan mulai kocar kacir. Saat itu nampak Rasulullah pun mulai kewalahan, dan nyawa beliau berada dalam bahaya.

Ketika melihat Rasulullah menangkis berbagai serangan musuh sendirian, Nusaibah segera mempersenjatai dirinya dan bergabung dengan yang lainnya membentuk pertahanan untuk melindungi beliau.

Dalam berbagai riwayat disebutkan, bahwa ketika itu Nusaibah berperang penuh keberanian dan tidak menghiraukan diri sendiri ketika membela Rasulullah. Saat itu, Nusaibah menderita luka-luka di sekujur tubuhnya. Sedikitnya ada sekitar 12 luka di tubuhnya, dengan luka di leher yang paling parah. Namun hebatnya, Nusaibah tidak pernah mengeluh, mengadu, atau bersedih.

Ketika Rasulullah melihat Nusaibah terluka, beliau bersabda, “Wahai Abdullah (putra Nusaibah), balutlah luka ibumu! Ya Allah, jadikanlah Nusaibah dan anaknya sebagai sahabatku di dalam surga.”

Mendengar doa Rasulullah, Nusaibah tidak lagi menghiraukan luka di tubuhnya dan terus berperang, membela Rasulullah dan agama Allah. “Aku telah meninggalkan urusan duniawi,” ujarnya.

Dalam sejarah Islam, Nusaibah juga disebut-sebut sebagai seorang wanita yang memiliki kesabaran luar biasa dan selalu mendahulukan kepentingan orang lain.

Begitulah sosok yang bisa jadi teladan kita. Sehingga banyak hal mampu dilakukan karena cita tertingginya untuk meraih Surga tertinggi, berjumpa dengan Allah serta menjadi teman Rasulullah.

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Lillah

Perjuangan Ini Tak Bertaburkan Bunga

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Jalan dakwah
Begitulah jalan yang telah dipilihkan untuk para pejuang
Jalan dakwah
Itulah jalan yang mengajarkan kepada kita tentang arti berkorban
Di jalan ini, kita mengerti tentang berbagai ujian
Dan di jalan ini, sejatinya kira sedang menapaktilasi kisah para Nabi dan Rasul

Hingga Dr Abdullah Azzam mengatakan dengan tegas,
“Wahai saudara-saudaraku.
Jalan dakwah itu dikelilingi oleh โ€œmakaruhโ€ (hal-hal yang tidak disukai), penuh dengan bahaya, dipenjara, dibunuh, diusir dan dibuang. Barangsiapa ingin memegang suatu prinsip atau menyampaikan dakwah, maka hendaklah itu semua sudah ada dalam perhitungannya.

Dan barangsiapa menginginkan dakwah tersebut hanyalah merupakan tamasya yang menyenangkan, kata-kata yang baik, pesta yang besar dan khutbah yang terang dalam kalimat-kalimatnya, maka hendaklah dia menelaah kembali dokumen kehidupan para rasul dan para da`i yang menjadi pengikut mereka, sejak dien ini datang pertama kalinya sampai sekarang ini.”

Kita buka kembali lembaran sejarah
Tentang perjalanan para pengemban amanah
Hidupnya dipenuhi rasa lelah
Tak jarang berjumpa dengan masalah

Kita tahu seperti apa Nabi Musa akan dihabisi oleh Fir’aun
Kita juga paham seperti apa
Nabi Yusuf harus dipenjara walau bukan kesalahannya
Bahkan Rasulullah Muhammad dihina dan dilempari batu kala menegakkan kalimatullah

Saudaraku…
Jika kita merasa berat dan banyak kesulitan
Yakinlah itulah jalan manusia pilihan
Setiap duka derita kan menjadi pahala
Dan setiap kebaikan yang dilakukan kan menjadi jembatan menuju Surga

Hasbunallah wa ni’mal wakil

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Lillah

Menjadikan Jiwa Tenang dalam Menghadapi Musibah

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Masalah kehidupan akan selalu silih berganti mendatangi manusia. Tak ada satu pun dari kita terlepas dari ujian itu. Dan orang beriman tahu bahwa kadar ujian tergantung keshalihan seorang hamba.

Kita ingat bagaimana para Nabi dan Rasul juga salafussaleh seperti apa ujian yang dialami. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, suatu hari seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, โ€œWahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya?โ€ Beliau SAW menjawab: โ€œPara nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat keshalihannya. Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun.โ€ (HR Bukhari).

Berbaik sangka kepada Allah atas semua yang terjadi. Menikmati segala yang telah dihadirkan, dan belajar mengambil hikmah dari kesulitan yang ada. Dan bila masalah itu hadir belajar untuk tetap tenang karena semua yang terjadi tak lepas dari rencana terbaik dari Allah. Serahkan saja segala urusan pada Nya. Allah lah yang akan menyelesaikan urusan Nya. Karena semua ada takarannya.

Sungguh luar biasa firman Allah yang mengingatkan dalam surat at thalaq ayat 3. “Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

Musibah hadir dalam kehidupan manusia bagaikan air yang keruh, semakin diaduk-aduk kondisinya semakin keruh. Maka bersabar dan tenanglah dalam menghadapi masalah, karena ketika mau menanti sejenak tentu air akan menjernih.

Bersabarlah insya Allah semua akan berakhir indah.
Bersabarlah insya Allah segala urusan akan bertemu jalan yang mudah.

Wallahu a’lam bisshawwab

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678