Masa Iddah

Assalamualaikum ustadz dan ustadzah.
Mau nanyak ni, bagaimana cara kita menjalankan masa iddah setelah suami kita meninggal dunia. Apakah kita tidak boleh keluar dari rumah walaupun itu ke rumah tetangga sebelah?
Terima kasih

JAWABAN
————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Iddah (Arab: عدة; “waktu menunggu”) di dalam agama Islam adalah sebuah masa di mana seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, baik diceraikan karena suaminya mati atau karena dicerai ketika suaminya hidup, untuk menunggu dan menahan diri dari menikahi laki-laki lain.

Bagaimana menjalani masa iddah?

Seperti biasa ia boleh melakuksn apa saja kecuali  beberapa hal yang dilarang

Lalu, apa saja larangan bagi wanita yang sedang dalam masa iddah?

1. Larangan  khitbah (melamar) dan menikah pada wanita cerai hidup.

Dalilnya:
”Dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis iddahnya.” (QS Al-Baqarah [2] : 235).

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa para ulama telah sepakat bahwa akad nikah tidak sah jika dilakukan dalam masa iddah. (Tafsir Ibnu Katsir, I/509).

2. Larangan khitbah secara terang-terangan (tashrih )namun boleh dengan sindiran (ta’ridh) untuk wanita yang cerai mati.

Hal ini tertuang dalam:
“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu [yang ditinggal mati suaminya dalam masa iddahnya] dengan sindiran.” (QS Al-Baqarah [2] : 235)

3. Dilarang keluar rumah saat waktu iddah belum habis.

Sahabat Ummi yang baik, jika ada ayat larangan bagi wanita disaat iddah ini bukan tanpa sebab, hal ini karena untuk melindungi wanita yang tengah rapuh dari gangguan fitnah juga musibah atau sesuatu yang memberatkan ketika keluar rumah tanpa ada suami yang disampingnya.

Ayat ini sangat jelas tertuang dalam firman Allah SWT:
 “Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat iddahnya dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang…”(QS. At-Talak: 1)

Mengenai hal ini ulama sudah sepakat untuk tidak diperkenankan wanita keluar rumah, pada masa iddah. Namun ulama Malikiyah dan Hanabillah berpendapat lain mereka boleh keluar rumah ketika benar-benar dalam keadaan darurat, uzur atau kepentingan, misalnya saat gempa bumi, musibah, ada rampok dan lain sebagainya.

Dua aliran ulama ini juga mengatakan jika wanita pada siang hari tak boleh keluar rumah, boleh pada malam hari saat ada darurat. Menurut penulis, darurat ini termasuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jika tidak ada yang menafkahi mereka (wanita dan anak-anak), atau panggilan tugas (sebagai guru, sebagai pegawai atau dokter, perawat dan lain sebagainya).

Namun hal ini sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu tentang biaya kehidupan mereka saat  iddah, karena wanita tidak boleh keluar rumah, juga minta pengertian pada tempat kerja jika dalam Islam, masa iddah adalah penting untuk dipatuhi.

4. Larangan bagi wanita dalam masa iddah untuk menggunakan wangi-wangian atau sesuatu yang berbau wangi dan segala jenisnya, baik di badan.

Dalilnya sabda Nabi SAW,”Janganlah perempuan itu menyentuh wangi-wangian.” (wa laa tamassu thiiban). (HR Bukhari no 5342, Muslim no 938).

Tidak boleh berhias di badan misalnya mewarnai rambut atau anggota tubuh dengan inai (khidhab), menggunakan celak dan lain sebagainya. Kecuali semua perawatan itu memang diperlukan untuk pengobatan.

Dalilnya hadis Ummu Athiyah RA,”Kami tidak menggunakan celak, tidak menggunakan wewangian, tidak menggunakan baju yang dicelup…” (HR Bukhari no 5341; Muslim no 938).

Berhias dengan baju, maksudnya memakai baju yang bagus-bagus dan berwarna-warni dengan niatan berhias, hal ini dikatakan oleh Imam Syafi’I dan madzabnya (menurut Imam Syaukani, nailul Authar, halaman 1378).

5. Tidak boleh menggunakan perhiasan dan sejenisnya seperti kalung gelang juga cincin.

Dalilnya hadis Ummu Salamah RA bahwa wanita yang berkabung dilarang menggunakan perhiasan (al hulli) (HR Ahmad, 6/302; Abu Dawud no 2304, Nasa`i, 6/203).

Semoga hal ini bisa membantu para wanita dalam masa iddah untuk melewatinya dengan baik, dikuatkan dan tabahkan hatinya, dan semoga Allah memberikan kehidupan yang lebih baik setelahnya.

Wallahu a’lam.

Oleh: Nurdiana

Assalamu’alaikum…Bertanya Pada Ustadz/Ustadzah
1. Assalamu’ailaikum Mba. Mau tanya terkait makeup/kosmetik yang waterproof.  Kalau wudhu sebenarnya sah atau tidak?

2. Tanya Ustdz, Bagaimana dengan wudhunya orang yang memakai perhiasan cincin. Apakah Sah wudhunya?
Member A03..Jazakumullah

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
1.Bagi mereka yang ber make up pakai kosmetik yang waterproof kemudian mereka berwudhu maka wudhunya tidak sah kenapa? Karena bagian wajah yang seharusnya terkena air , terbasuh tapi hakekatnya air tidak bisa menyentuh kulit karena kosmetik waterproof.

Di dalam Islam terkait dengan bermake up  , Allah berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى، وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآَتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (istri-istri Nabi) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (QS al-Ahzaab:33).

Dan dalam hadits yang shahih Rasulullah  bersabda:
“Sesungguhnya wanita adalah aurat, maka jika dia keluar (rumah) setan akan mengikutinya (menghiasainya agar menjadi fitnah bagi laki-laki), dan keadaanya yang paling dekat dengan Rabbnya (Allah ) adalah ketika dia berada di dalam rumahnya.” (HR Ibnu Khuzaimah 1685), Ibnu Hibban 5599) dan dishahihkan al-Albani).

Menyimak qur’an dan hadits diatas. Kita lihat apa keperluan berhias.kalau keperluannya berhias untuk suami dalam batas batas kewajaran di bolehkan. Kalau untuk keluar rumah Islam tidak membolehkan wanita keluar dengan berhias karena akan jadi fitnah. Terlebih lagi kosmetik yang dipergunakan waterproof inikan maksudnya make up yang tidak luntur saat kena air.spt hujan ,keringat.dll.
Hindarilah kosmetik yang berlebihan karena bisa menimbulkan kemudharatan yang lebih besar.

2.Bagaimana dengan wudhunya orang yang memakai perhiasan cincin. Wudhu sah atau tidak tergantung rukun dan syarat wudhu nya.kalau semua terpenuhi maka sah wudhu nya

🌸Syarat sah Wudhu :
1. Islam
2. Mumayyiz (belum baligh tapi sudah bisa membedakan antara yang hak dan   batil)
3. Tidak sedang berhadats besar
 4. Memakai air yang suci dan menyucikan.
 5. Tidak ada yang menghalangi air sampainya  ke kulit, seperti cat, getah, kuteks,   tip ex dan  semacamnya.

🌸 Rukun Wudhu :
 1. Niat,  (yakni secara sadar sengaja untuk berwudhu);
2. Membasuh muka, (yaitu meratakan air daritempat  tumbuhnya rambut di bagian atas                                sampai ke dagu, dan dari daun telinga sebelah kanan hingga daun telinga sebelah kiri)
 3. Membasuh kedua tangan sampai siku.
4. Mengusap kepala.
5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
6. Tertib
Apabila ia memakai cincin dan saat menyela jari-jari cincinnya ia putar putar shg air membasuh semua bagian tangannya maka sah wudhunya

Wallahu a’lam.

Oleh: Nurdiana

Bunga Bank

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….tolong tanya ke ustad soal status bunga bank, bisa dipake untuk apa saja?
Temen ada dana, bunga bank yg ga dia pake, apakah bisa dipake nolong individu? Jzkllh
A04

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillah..

Uang bunga bank konvensional adalah riba dan termasuk harta haram. Allah Ta’ala berfirman.

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Dan Allah  menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” [Al-Baqarah : 275]

Selain itu, ditegaskan dalam surah An-Nisa ayat 161:

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (Q.S. An-Nisa: 161)

Keharaman riba dijelaskan pula dalam kitab Al Musaqqah, Rasulullah bersabda :

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

“Jabir berkata bahwa Rasulullah mengutuk orang yang menerima riba, orang yang membayarnya, dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya, kemudian beliau bersabda, “Mereka itu semuanya sama.”(H.R Muslim)

 Hukum mengambil bunga bank menurut Ustadz Ammi Nur Baits Beliau adalah Alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh.

Ulama sepakat bahwa bunga bank sejatinya adalah riba. Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang hukum mengambil bunga tabungan di bank, untuk kemudian disalurkan ke berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pendapat pertama, bunga bank wajib ditinggal dan sama sekali tidak boleh diambil. Di antara ulama yang menguatkan pendapat ini adalah Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin. Sebagaimana keterangan dalam banyak risalah beliau.

Pendapat kedua, dibolehkan mengambil bunga bank, untuk disalurkan ke kegiatan sosial kemasyarakatan. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah Syaikh Ibnu Jibrin, ketika ditanya tentang hukum menyalurkan bunga bank untuk para mujahid. Setelah menjelaskan larangan menabung di bank kecuali darurat, beliau menegaskan,

“….dia boleh mengambil keuntungan yang diberikan oleh bank, semacam bunga, namun jangan dimasukkan dan disimpan sebagai hartanya. Akan tetapi dia salurkan untuk kegiatan sosial, seperti diberikan kepada fakir miskin, mujahid, dan semacamnya. Tindakan ini lebih baik dari pada meninggalkannya di bank, yang nantinya akan dimanfaatkan untuk membangun gereja, menyokong misi kekafiran, dan menghalangi dakwah Islam…” (Fatawa Islamiyah, 2:884)

Bahkan Syaikh Muhammad Ali Farkus dalam keterangannya menjelaskan,
“Bunga yang diberikan bank, statusnya haram. Boleh disalurkan untuk kemaslahatan umum kaum muslimin dengan niat sedekah atas nama orang yang dizalimi (baca: nasabah). Demikian juga boleh disalurkan untuk semua kegiatan yang bermanfaat bagi kaum muslimin, termasuk diberikan kepada fakir miskin.”

Wallahu a’lam.

Pemateri: Ustadzah Nurdiana

NAZAR

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah…saya bulan november bernazar jika saya naik pangkat bulan april maKa saya akan traktir teman2 ngajar,tapi tenyata ada kendala sehingga kenaikkan pangkat saya ditunda sampe oktober tahun ini. apakah nazar saya hrs tetap dilaksanakan?mohon penjelasannya. #A 42

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Apakah bernadzar itu boleh (mubah), mendapat pahala (sunnah), kurang baik (makruh) atau dilarang (haram)?

Ada beberapa pendapat ulama yang berbeda karena adanya dalil Quran dan hadits yang juga bermacam-macam. Intinya, nadzar sebaiknya dihindari. Tapi kalau sudah terjadi, maka wajib (harus) dipenuhi kalau nadzarnya berkaitan dengan ibadah. Seperti tersebut dalam hadits sahih:

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ ، وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلاَ يَعْصِه

Barangsiapa yang bernadzar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nadzar tersebut. Barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat pada Allah, maka janganlah memaksiati-Nya.
(HR. Bukhari no. 6696)

A. Nadzar itu Sunnah (baik dan mendapat pahala)

Dalil dari Quran:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ

“Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nadzarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah 2:270)

B. Nadzar itu Makruh (sebaiknya tidak dilakukan)

Dalil dari hadits:

نهي النبي عَنِ النَّذْرِ قَالَ إِنَّهُ لاَ يَرُدُّ شَيْئًا ، وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ

Nabi melarang untuk bernadzar, beliau bersabda: ‘Nadzar sama sekali tidak bisa menolak sesuatu. Nadzar hanyalah dikeluarkan dari orang yang bakhil (pelit)’. (HR. Bukhari Muslim)

لاَ تَنْذُرُوا فَإِنَّ النَّذؒرَ لاَ يُغْنِى مِنَ الْقَدَرِ شَيْئًا وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنَ الْبَخِيلِ

Janganlah bernadzar. Karena nadzar tidaklah bisa menolak takdir sedikit pun. Nadzar hanyalah dikeluarkan dari orang yang pelit. (HR. Muslim)

HUKUM MENUNAIKAN/MELAKSANAKAN NADZAR

(1) Nazar taat dan ibadah, hukumnya wajib ditunaikan dan bila dilanggar harus membayar kaffarah (tebusan).

(2) Nazar mubah, yaitu bernazar untuk melakukan suatu perkara yang mubah/diperbolehkan dan bukan ibadah maka boleh memilih melaksanakannya atau membayar kafarah. Sebagian ulama bahkan membolehkan untuk tidak menunaikan nadzarnya dan tidak perlu membayar kafarah (tebusan)

(3) Nazar maksiat, nazarnya sah tapi tidak boleh dilaksanakan dan harus membayar kaffarah. Sebagian ulama berpendapat tidak perlu membayar kafarah (tebusan) berdasarkan hadits Nabi:

لا نذر في معصية الله ولا فيما لا يملك العبد
Tidak ada nadzar dalam maksiat pada Allah …
 (HR Muslim)

(4) Nazar makruh, yaitu bernazar untuk melakukan perkara yang makruh maka memilih antara melaksanakannya atau membayar kaffarah.

(5) Nazar syirik, yaitu yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada selain Allah maka nazarnya tidak sah dan tidak ada kaffarah, akan tetapi harus bertaubat karena dia telah berbuat syirik akbar

Menyimak penjelasan di atas berarti nadzar yang dilakukan termasuk nadzar mubah jadi kembali ke anti mau menunaikan atau bagaimana.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

GO PAY, Riba kah?

Assalamualaikum Ustadz/ah.. nanya. Ada yg bilang go pay itu riba. Benarkah?
Member Manis

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Untuk melihat bagaimana status akad pada go-pay, kita simak dulu FAQ yang diberikan oleh go-pay,

GO-PAY adalah dompet virtual untuk menyimpan GO-JEK Credit Anda yang bisa digunakan untuk membayar transaksi di dalam aplikasi GO-JEK.

Saldo GO-PAY bisa digunakan untuk membayar biaya pengantaran dan/atau biaya produk yang digunakan di dalam aplikasi GO-JEK seperti GO-RIDE, transport untuk GO-BUSWAY, membeli makanan di GO-FOOD, membayar produk belanja di GO-MART, proses pindah barang di GO-BOX, dan pengiriman barang dengan GO-SEND.

Jika saya tidak mau menggunakan layanan GO-JEK lagi tapi masih memiliki sisa saldo GO-PAY, apakah sisa saldonya bisa saya uangkan?

#Jawab

Saldo GO-PAY untuk saat ini tidak bisa diuangkan.

Sumber: go-pay,co.id/faq/id

Melihat ketentuan yang diberikan pihak gojek, akad yang terjadi bukan utang piutang, tapi pembayaran akad ijarah yang disegerakan.

Berdasarkan ketentuan di atas, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa pembayaraan go pay bukan utang piutang,

[1] Go-pay merupakan dompet untuk  membayar semua transaksi di dalam aplikasi GO-JEK

[2] Go-pay tidak bisa diuangkan atau dikembalikan. Artinya, pihak gojek tidak menerima pembatalan akad, bagi yang sudah beli voucher go pay.

Ini berbeda dengan akad utang piutang. Dalam akad utang piutang, uang yang kita serahkan kepada penerima utang, harus dikembalikan, dan selama uang itu masih ada, tidak akan hangus sampai dilunasi.

Dalam Fiqh Sunah disebutkan definisi utang (Qardh),

القرض هو المال الذي يعطيه المقرض للمقترض ليرد مثله إليه عند قدرته عليه

Utang adalah harta yang diberikan oleh orang yang menghutangi kepada orang yang menerima utang, untuk dikembalikan dengan yang semisal, ketika dia mampu membayar. (Fiqh Sunah, Sayid Sabiq, 3/144).

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi ancaman bagi orang yang berutang, sementara dia tidak mau mengembalikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

Demi Allah, yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya ada seseorang yang terbunuh di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi di jalan Allah, lalu dia dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), sementara dia masih memiliki utang, maka dia tidak masuk surga, sampai utangnya dilunasi.’” (HR. Nasa’i 4701 dan Ahmad 22493)

Sebagian ulama memahami bahwa hadis di atas berlaku untuk orang yang berutang dengan niat tidak mau melunasinya.

Ash-Shan’ani menyebutkan salah satu pendapat tentang hadis di atas,

ويحتمل أن ذلك فيمن استدان ولم ينو الوفاء

“Ada yang memahami bahwa ini berlaku bagi orang yang utang namun dia tidak berniat untuk melunasinya. (Subulus Salam, 3/51)

Selanjutnya kita akan melihat ketentuan ijarah…

Pada prinsipnya, yang ditawarkan gojek adalah jual beli jasa transportasi. Hanya saja, dikemas dengan lebih up to date, memaksimalkan pemanfaatan IT, dan kebutuhan pelanggan. Tidak ada beda dengan media transportasi lainnya.

Karena itu, objek transaksi dalam akad ijarah adalah jasa layanan transportasi.

Bolehkah dalam akad ijarah, uang dibayarkan lebih dulu sebelum jasa diberikan?

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,

وما دامت الإجارة عقد معاوضة فيجوز للمؤجّر استيفاء الأجر قبل انتفاع المستأجر، … كما يجوز للبائع استيفاء الثّمن قبل تسليم المبيع، وإذا عجّلت الأجرة تملّكها المؤجّر اتّفاقاً دون انتظار لاستيفاء المنفعة

Selama ijarah berupa akad muawadhah (berbayar) maka boleh bagi penyedia jasa meminta bayaran (upah) sebelum memberikan layanan kepada pelanggan… sebagaimana penjual boleh meminta uang bayaran (barang yang dijual) sebelum barangnya diserahkan. Jika upah sudah diserahkan maka penyedia jasa berhak untuk memilikinya sesuai kesepakatan, tanpa harus menunggu layanannya diberikan. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 1/253).

Ini seperti akad salam. Transaksi uang dibayar tunai, barang menyusul. Hanya saja, objek transaksi akad salam adalah barang. Konsumen beli barang, uangnya dibayar tunai di depan, namun barang datang satu atau dua bulan kemudian.

Masyarakat kita banyak melakukan transaksi ini, seperti e-Toll atau e-money untuk pembayaran beberapa layanan yang disediakan oleh penyelenggara aplikasi. Akadnya adalah jual beli, dengan uang dibayarkan di depan, sementara manfaat/layanan baru didapatkan menyusul sekian hari atau sekian waktu kemudian.

Bolehkah ada diskon?

Kita lakukan perbandingan dengan akad salam.

Diantara keuntungan konsumen ketika mengadakan akad salam adalah konsumen mendapatkan barang dengan harga murah. Dan penjual mendapat modal untuk membeli barang dagangan lebih cepat.

Ibnu Qudamah keterangan ulama akan bolehnya salam

قال ابن المنذر : أجمع كل من نحفظ عنه من أهل العلم على أن المسلم جائز ولأن المثمن في البيع أحد عوضي العقد فجاز أن يثبت في الذمة كالثمن

Ibnul Mundzir mengatakan, ‘Para ulama yang saya kenal sepakat bahwa akad salam hukumnya boleh.’ Karena barang adalah salah satu objek transaksi, sehingga boleh ditangguhkan sebagaimana pembayaran.

Lalu beliau menyebutkan hikmah dibolehkannya Salam,

ولأن الناس حاجة إليه لأن أرباب الزروع والثمار والتجارات يحتاجون إلى النفقة على أنفسهم وليها لتكمل وقد تعوزهم النفقة فجوز لهم السلم ليرتفقوا ويرتفق المسلم بالاسترخاص

Manusia sangat membutuhkan akad ini, karena pemilik tanaman atau buah-buahan atau barang dagangan butuh modal untuk dirinya, sementara mereka kekurangan modal itu. Sehingga boleh melakukan akad salam, agar mereka bisa terbantu, dan konsumen mendapat manfaat dengan adanya diskon. (Al-Mughni, 4/338).

Karena secara prinsip, pemilik barang berhak untuk menentukan harga barangnya, selama harganya jelas. Penjual berhak memberikan diskon, bagi konsumen yang membeli dengan pembayaran tunai di muka sebelum barang diserahkan.

Bagi penjual, dia mendapat modal lebih cepat, sementara pembeli mendapat barang dengan harga murah.

Sebagaimana ini berlaku pada barang, ini juga berlaku untuk jasa. Sehingga boleh saja bagi konsumen yang memiliki credit go pay mendapatkan diskon dari pihak penyedia aplikasi…

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Konflik dengan Keluarga Dekat

Assalamualaikum ustadz/ah..
1.Bagaimana caranya kita menghadapi keluarga dekat yang selalu iri kepada kita?
2.Bagaimana pula caranya menghadapi keluarga yang meminjam uang kepada kita tapi kita tak bisa membantunya dan keluarga tersebut masih punya utang kepada kita,sekali kita tak bisa bantu mereka membuang muka dan tak mau tegur sapa terhadap kita dan menjelekkan kita kepada keluarga yang lain,bagaimana sikap kami ?sedangkan selama ini kami selalu bantu mereka apabila mereka sedang mengalami kesulitan #A02

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Bismillah..
Kenapa ada orang yang iri dengan kita? Harusnya ini jadi bagian interospeksi diri untuk terus memperbaiki sikap dan perilaku, khususnya dengan kerabat yang iri dengan kita. Dan alangkah baiknya ada pendekatan persuasif untuk memahamkan bahwa tiap orang punya rezqi yang berbeda beda dan pastinya setiap orang ada kelebihan dan kekurangan, yakinkan dia bahwa dia juga punya potensi diri yang masih harus di gali. Kaitan dengan sifat iri , ini merupakan sifat buruk yang harus dijauhi kecuali dalam dua hal yaitu iri terhadap orang sholeh yang senantiasa beramal dan bersedekah.sebagai mana Rasul bersabda:

لاَحَسَدَ اِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مَالاً فَسَلَّطَهُ عَلَى هَلْكَتِهِ فِى الْحَقِّ وَرَجُلٌ آتَاهُ اللهُ الْحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِيْ بِهَا وَيُعَلِّمُهَا {رواه البخاري}

Tidak ada iri hati (yang diperbolehkan) kecuali terhadap dua perkara, yakni :
seseorang yang diberi Allah berupa harta lalu dibelanjakanannya pada sasaran yang benar, dan
seseorang yang diberi Allah berupa ilmu dan kebijaksanaan lalu ia menunaikannya dan mengajarkannya.  (HR Al Bukhori)

Banyak istigfar.itulah fitnah dunia dalam surat Algurqon :20

…… “Dan kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu maha Melihat.”

Saat kita berhutang kpd orang lain maka usahakan bayar sesegera mungkin dan ingat ingat atau catat supaya tidak lupa.tapi bila orang berhutang kepada kita maka jangan terlalu difikirkan karena boleh jadi itu belum rezqi kita tapi bersyukurlah dengan segala kecukupan kita hari ini
 Manusiawi sekali saat kita dijelek jelekkan atau tdk ditegur kita akan sakit hati.tapi segeralah istigfar itu semua ujian keikhlasan. Milikilah hati seluas laut yang siap menampung semua kotoran manusia tapi betapapun begitu laut selalu memberi mutiara buat manusia

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Menamai Anak dengan Asmaul Husna

Assalamu’alaykum ustadzah. Mohon ijin bertanya. Saya pernah mendengar kalau nama-nama yang diambil dari asmaul husna tidak boleh digunakan untuk menamai anak. Untuk saudara yang terlanjur menamai anaknya dengan panggilan Rahman, Karim atau Hadi, apakah harus mengganti nama tersebut? Jazakumullah khoir

Jawaban:
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Betul sebaiknya Asma’ul Husna tidak dipakai untuk pemberian nama anak. Bahkan khusus untuk nama ‘Rahman’ sebagian ulama melarang  menggunakannnya. Karena merupakan Asmaul Husna yang sangat khusus, sebagaimana firman Allah :

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman.” (QS. Al-Isra’ :110)

Berkata Imam Asy Syaukani :
 “Ar-Rahman adalah diantara sifat-sifat Ghalibah yang tidak (boleh) dipakai untuk selain Allah Azza Wajalla.”

Berkata Al Imam An Nawawi :
“Ketahuilah memberi nama dengan nama ini diharamkan demikian pula memberi nama dengan nama-nama Allah yang khusus bagiNya seperti Ar-Rahman, Al-Quddus, Al-Muhaimin, Khaliqul Khalqi dan semisalnya.”

Tetapi ada juga yang berpendapat yang membolehkan untuk nama-nama seperti Rahim, Nur, Malik asal tidak memakai alif lam
karena dalam bahasa Arab, sebuah kata bila masih nakirah (diantara cirinya tanpa alif lam) maka ia berlaku umum, jadi kata malik, nur dan semisalnya selama masih dalam bentuk nakirah, bersifat kata yang umum dan tidak dimonopoli oleh lafadz asmaul Husna.

Dahulu ada shahabat yang juga memiliki nama serupa dengan Asmaul Husna semisal Ali (Ali bin Abi Thalib) dan Hakiim (Hakim bin Hizam).
Namun bila kata – kata diatas telah beralif lam, yakni dalam bentuk Ma’rifah (telah dikhususkan) barulah kemudian ini tidak boleh.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Membangun Masjid dgn Meminta Sumbangan di Jalan

Assalamualaikum Wr.Wb Ibu ustadzah, saya mau tanya bagaimana hukumnya dalam Islam jika ada sekelompok orang meminta-minta di tengah jalan untuk pembangunan mesjid. Sangat mengganggu sekali karena setel lagu Qasidahan dan orangnya berbicara sangat keras menggunakan mick… trus di jalanan pasang 5 drum dan tambang besar dan kursi…. mohon jawabannya terima kasih.

Jawaban:

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،

Tentang pembangunan masjid. Niat mereka sesungguhnya baik mengajak setiap yang lewat untuk berpartisipasi dalam pembangunan masjid. Akan tetapi niat baik saja tidak cukup, terbukti banyak yang berpendapat bahwa apa yang dilakukan itu mempermalukan Islam. Mengganggu karena  suara keras, macet dan masih banyak lagi komentar. Lantas bagaimana dalam Islam hukumnya?
Hukum asal memotivasi orang untuk menyumbang mesjid boleh. Akan tetapi kalau pelaksanaannya mengganggu ketertiban umum. Jalan jadi macet atau berpotensi terjadi kecelakaan atau menimbulkan kemudharatan ini tidak boleh.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Adab di Kamar Mandi

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
Minta dalil yang menerangkan kalau di kamar mandi tidak boleh nyanyi atau berlama-lama dan wudhu tanpa pakaian.

Jawaban :

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Dalil yang menjelaskan tidak boleh berlama lama di kamar mandi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ
“Sesungguhnya tempat buang hajat ini telah didiami (oleh syetan)..” (HR Ahmad: 4/373, Ibnu Majah: 296, Ibnu Hibban: 1406)

Maka jika salah seorang dari kalian hendak memasuki kamar mandi (WC), ucapkanlah:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ اْلخُبُثِ وَ اْلخَبَائِثِ

Allahumma innii a’uudzu bika minal-khubusyi wal-khabaaisyi.

“Yaa Allah… Aku berlindung kepada-Mu dari gangguan Syaithon laki-laki dan Syaithon perempuan.” (HR. Bukhori 142, Muslim 375). [1]

Diantara tanda suksesnya iblis menggoda yaitu.mereka yang berlama lama.di kamar mandi seperti main hp, bernyanyi. Meroko atau hanya bermain main air.

Wudhu tanpa pakaian
Sepanjang syarat dan rukunnya di penuhi wudhu nya sah.akan tetapi kita bicara  sebaiknya tidak hanya dari sudut fiqh saja tapi juga perhatikan dari sisi adab. Menghadap orang saja kita malu bahkan kita akan memakai pakaian terbaik kita saat kita dipanggil orang penting atau tokoh. Nah apalagi ini.kita akan mengahadap Allah raja di raja penguasa Alam semesta dan harusnya kita lebih malu lagi karena Allah sudah memberi rezqi terbaik buat kita kenapa sebelum berwudhu kita tidak berpakaian baik dulu atau paling tidak ada tabir penutup aurat. Rasulullah bersabda

فَالله أَحقّ أَنْ يستحيا مِنْهُ

“Allah lebih layak seseorang itu mallu kepada-Nya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, Ibn Majah, dan dihasankan Al-Albani)

Wallahu a’lam.


Dijawab oleh Ustadzah Nurdiana

Menyekolahkan Anak Atau Bayar Hutang ?

Ustadz Nurdiana

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah…Ustadz mau tanya punya cita2 nyekolahkan anak di pondok tp biaya mahal sedangkan hutang( buat bangun rumah dll) msh blm lunas diprioritaskan yg mana nggih?# A 35

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Untuk menyekolahkan anak di pondok merupakan cita cita yang baik. Mahal itu relatif dan kita bilang mahal biasanya karena kita sedang tidak ada uang tapi bagi mereka yg punya penghasilan tetap dan ada uang , biasa bilang tidak mahal😊
Yang penting kuatkan saja niatnya dan banyak doa sama Allah. Allah maha kaya . Coba saja lebih giat hunting pondoknya. Banyak juga kok pondok yang tidak mahal bahkan ada yang gratis.

Mana yang prioritas bayar hutang atau sekolah anak?
1. Jangan di benturkan keduanya. Dua duanya bisa berjalan bersama
2. Cari sekolah yang terjangkau
3.Tingkatkan ibadah dan lebih banyak lagi sedekah. Karena saat kita memberi sesungguhnya kita akan jauh lebih banyak menerima.
4.Allah maha melihat dan mendengar banyak berdoa
5.Selalu berprasangka baik kepada Allah dan berharap hanya kepada Allah.karena saat kita berharap kepada manusia. Kita akan selalu kecewa.

Wallahu a’lam.