Batasan Aurat Bagi Muslimah

Assalamualaikum ustadz/ah..Mau tanya, sebelumnya ada materi tentang wajibnya akhwat untuk menutup kaki?# A42

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Kalau kita bicara aurat wanita , apa sih batasannya?
Sebelum membahas mengenai kaki bagian bawah, perlu dipahami apa batasan aurat bagi wanita. Allah ta’ala berfirman:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka” (QS. An Nur: 31).

Allah ta’ala juga berfirman:

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh 
mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Ahzab: 59)

Allah ta’ala juga berfirman:

وَلاَ يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَايُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ

“dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An Nur: 31)

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu‘anha, beliau berkata,

أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ فَأَعْرَضَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ

Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, “wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud 4140, dalam Al Irwa [6/203] Al Albani berkata: “hasan dengan keseluruhan jalannya”)

Selain dalil-dalil mengenai batasan aurat secara umum, terdapat juga beberapa dalil yang jelas menunjukkan bahwa al qadam atau bagian bawah kaki wajib ditutup. Diantaranya yaitu hadits Ummu Salamah radhiallahu’anha,

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم لما قال في جرِّ الذيلِ ما قال قالت قلتُ يا رسولَ اللهِ فكيف بنا فقال جُرِّيهِ شبرًا ، فقالت (أم سلمة) إذًا تنكشفُ القدمانِ ، قال فجُرِّيهِ ذراعًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersabda mengenai masalah menjulurkan ujung pakaian, aku berkata kepada beliau, ‘wahai Rasulullah bagaimana dengan kami (kaum wanita)?’. Nabi menjawab: ‘julurkanlah sejengkal‘. Lalu Ummu Salamah bertanya lagi: ‘kalau begitu kedua qadam (bagian bawah kaki) akan terlihat?’. Nabi bersabda: ‘kalau begitu julurkanlah sehasta‘. (HR. Ahmad 6/295, Abu Ya’la dalam As Sanad 1/325, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 1/828)

Syaikh Al Albani menyatakan: “hadits ini dalil bahwa kedua qadam wanita adalah aurat. Dan ini merupakan perkara yang sudah diketahui oleh para wanita di masa Nabi. Buktinya ketika Nabi mengatakan: ‘julurkanlah sejengkal‘, Ummu Salamah berkata: ‘kalau begitu kedua qadam (bagian bawah kaki) akan terlihat?‘, menunjukkan kesan bahwa Ummu Salamah sebelumnya sudah mengetahui bahwa kedua bagian bawah kaki adalah aurat yang tidak boleh dibuka. Dan hal itu disetujui oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Oleh karena itu beliau memerintahkan untuk memanjangkan kainnya sehasta. Dan dalam Al Qur’an Al Karim juga ada isyarat terhadap makna ini, yaitu dalam firman Allah Ta’ala (yang artinya) “dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An Nur: 31)”

Kesimpulannya: kaki adalah aurat yang harus ditutup berdasarkan dalil dalil diatas. 

Wallahu a’lam.

Antara Tanggung jawab sbg Istri dgn Pekerjaan

Assalamu’alaikum Ustadzah.. Tanya dong.. apa yang harus aku lakukan menurut Islam. Selamatkan kebutuhan keluarga atau selamatkan nyawa pasien yang membutuhkan pertolongan?
Aku bener pusing.. fisik, gak mampu. Pekerjaan dan tanggung jawab sebagai ibu, istri dan atasan luar biasa banyak. Sementara hemofilia sering kali jadi pilihan sulit manakala harus menolong pasien yang sedang bertaruh nyawa.. 😔
Sementara aku ngerasa ‘kerja sendiri’ di hemofilia untuk bantu Dr Novie.
Ini pertanyaan buat di MANIS yaa.  🙏🏾
# A 14

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

MasyaAllah… kondisi yang berat.
Maaf  di pertanyaan ada kata-kata tanggung jawab sebagai istri, berarti bekerjanya sifatnya membantu dan sudah ada izin dari suami. Sehingga butuh komunikasi yang baik supaya suami bisa back up atau paling tidak suami memahami tuntutan atau konsekwensi pekerjaan sebagai seorang dokter.

Untuk pekerjaan ia akan jadi berat kalau kita menjalaninya dan menganggapnya sebagai beban. Sehingga untuk bisa terasa ringan mindset berfikir kita yang harus kita rubah, kita yakini:

1. Ini sarana untuk bisa menggapai surga.

2. Ladang amal sholeh yang tidak semua orang bisa dapat karena harus ahli.

3. Bisa membantu,meringankan penderitaan pasien bahkan bisa menolong pasien yang sedang bertaruh nyawa, ini luar biasa butuh pendampingan.

4. Ladang pahala yg luar biasa.

5. Menjalaninya harus dengan ikhlas. Dan menikmati.

Jangan dibenturkan semua tuntutan dan tanggung jawab sebagai istri, ibu dan pekerjaan tapi dimanage, di arrange libatkan orang-orang terdekat untuk terlibat . Misal yang bantu pekerjaan rumah. Antar jemput anak. Dll.

Bismillah….
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan Allah tidak menghendaki kesulitan untuk kalian.” 
(QS. Al-Baqarah: 185)

Wallahu a’lam.

Pake Make Up Waterboom, bole gak?

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Mau tanya nih ustadz/ah, masalah make up, kalo pakai produk produk yg waterboom resistant untuk eyeliner dan mascara, tidak boleh apa boleh ya?  Kan menghalangi air wudhu masuk yaa ke wajah.. Secara kalo bepergian pasti jg nglewatin waktu sholat dan sering batal wudhu. Kalo ga pakai yg water resistant kan mbleber, mending ga pake yaa?  Tapi kan pengen make up an. Begitu juga​ dgn bedak.. Tolong pencerahan nya ya ustadzah

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Untuk make up, sebenarnya muslimah sudah ada aturannya berdasarkan firman Allah

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Qs. Al-Ahzab : 33)

Berdasarkan ayat tersebut diatas ditegaskan bahwa boleh berhias terutama untuk suami.tapi harus beda dari wanita jahiliah dan tentunya bahan dasar yg digunakan halal dan ramah dengan kulit. Kalau waterboom resistant tidak  boleh alasannya  karena menghalangi air wudhu .jadi silahkan saja pakai eyeliner tp pilih yang tidak water proof. Ya memang resikonya kita harus sedikit repot. Kalau tidak mau repot ya tdk usah pakai make up.

Wallahu a’lam.

Darah Haid atau Istihadhoh

Oleh: Nurdiana

Assalamualaikum….Apakah boleh ikut bertanya
Mohon disampaikan di grup ustadz/ah majelis iman dan islam
Pertanyaan :

1. Bagaimana cara membedakan darah haid dan istihadhah?
2. Apabila kebiasaan haid seseorang adalah satu pekan, kemudian suatu saat mendapati haid yang lebih lama dari kebiasaan, misal sebulan, bagaimana menentukan kapan saat istihadhah dan wajib shalatnya?
3. Apabila haid seseorang lama sekali, lebih dari tiga pekan,  boleh kah kita ber-ijtihad sendiri untuk menentukan kapan haid dan kapan saat istihadhah ?
4. Bagaimana bila penampakan zatnya seperti haid tapi jangka waktunya lebih dari tiga pekan, apakah istihadhah?
Jazakumullah khairan katsiiran

🍂🍃🍂 Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
1.Darah haid warnanya merah tua kehitaman dan bau yg khas. Kalau darah istihadhoh, warnanya merah segar,  Cerah.

2. kalau haid biasa sepekan maka setelahnya bukàn haid . Tetapi isthadhoh. Sholatnya saat sdh berhenti haid mandi bersih lalu sholat .biasanya terlihat dari perubahan darah. Bila segar dan cerah berarti istihadhoh

3. Kalau tidak mengalami maka tidak paham. Kalau mengalami nanti akan tahu dan terasa kapan haid dan kapan istihadhoh. Jadi jangan berandai andai.

4.Jangan bertanya apa yang tidak di alami.
Maksudnya kalau belum terjadi tidak usah ditanya. Karena apa yg ditanyakan tidak sesuai. Krn haid dan istihadhoh pasti beda.

Wallahu a’lam.

Batasan Pergaulan

Oleh: Nurdiana

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Apa hukumnya jika seorang perempuan yg sudah berkeluarga menjalin silaturahmi dgn laki2 yg bukan mahramnya? Silahturahmi tersebut beralasan tentang menimba ilmu agama? Apakah itu caranya benar?
A 34

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Sebaiknya wanita yg sudah berkeluarga tidak menjalin hub personal ke lelaki lain. Kalaupun alasannya menimba ilmu agama baiknya tdk personal tapi bersama.misal dalam majelis taklim atau dalam grup WA.

Kenapa tidak boleh personal? Karena sangat riskan dan peluang ini menjadi salah satu pintu masuknya syetan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما

Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.[1]

ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يخلون بامرأة ليس معها ذو محرم منها فإن ثالثهما الشيطان

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.[2]

لا يخلون رجل بامرأة إلا مع ذي محرم فقام رجل فقال يا رسول الله امرأتي خرجت حاجة واكتتبت في غزوة كذا وكذا قال ارجع فحج مع امرأتك

Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kacuali jika bersama dengan mahrom sang wanita tersebut”. Lalu berdirilah seseorang dan berkata, “Wahai Rasulullah, istriku keluar untuk berhaji, dan aku telah mendaftarkan diriku untuk berjihad pada perang ini dan itu”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Kembalilah!, dan berhajilah bersama istrimu”[3]

Apa maksud perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua”?

Berkata Al-Munawi, :”Yaitu syaitan menjadi penengah (orang ketiga) diantara keduanya dengan membisikan mereka (untuk melakukan kemaksiatan) dan menjadikan syahwat mereka berdua bergejolak dan menghilangkan rasa malu dan sungkan dari keduanya serta menghiasi kemaksiatan hingga nampak indah di hadapan mereka berdua, sampai akhirnya syaitanpun menyatukan mereka berdua dalam kenistaan (yaitu berzina) atau (minimal) menjatuhkan mereka pada perkara-perkara yang lebih ringan dari zina yaitu perkara-perkara pembukaan dari zina yang hampir-hampir menjatuhkan mereka kepada perzinaan.”[4]

Berkata As-Syaukani, “Sebabnya adalah lelaki senang kepada wanita karena demikanlah ia telah diciptakan memiliki kecondongan kepada wanita, demikian juga karena sifat yang telah dimilikinya berupa syahwat untuk menikah. Demikian juga wanita senang kepada lelaki karena sifat-sifat alami dan naluri yang telah tertancap dalam dirinya. Oleh karena itu syaitan menemukan sarana untuk mengobarkan syahwat yang satu kepada yang lainnya maka terjadilah kemaksiatan.”[5]

Imam An-Nawawi berkata, “…Diharamkannya berkhalwat dengan seorang wanita ajnabiah dan dibolehkannya berkholwatnya (seorang wanita) dengan mahramnya, dan dua perkara ini merupakan ijma’ (para ulama)”[6]

Note:
(1)Fathul Bari, karya Ibnu Hajar Al-Asqolani, terbitan Darus Salam, cetakan pertama 1421 H

2. Umdatul Qori, karya Badaruddin Al-‘Aini, terbitan Dar Ihyaut Turots Al-‘Arobi

3. Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, karya An-Nawawi terbitan Daru Fikr

4. Al-Minhaj syarh shahih Muslim, karya Imam An-Nawawi terbitan Dar Ihyaut Turots, cetakan ketiga

5. An-Nihayah fi goribil hadits, karya Ibnul Atsir, terbitan Darul Ma’rifah, tahqiq Syaikh Kholil Ma’mun.

6. Al-Mabsuth, karya As-Sarkhasi, terbitan Darul Ma’rifah

Kesimpulannya.bagi wanita yang sdh menikah sebaiknya tidak menjalin hubungan personal dengan lelaki lain dgn alasan apapun. Karena untuk menuntut ilmu bisa bersama dan ditemani suami atau bersama dalam majelis taklim.

Wallahu a’lam.

Kursus di Dalam Gereja

Oleh: Nurdiana

Assalamu’alaikum wrwb…  Ustadz/zah,  pertanyaan saya,  tentang ibu2 yang ikut les jahit digereja walaupun mrk disana tdk diajarkan mslh akidah mereka,  hukumnya apa dan bgmn menyikapinya? Jazakallah khoir
Member Manis 🅰2⃣8⃣

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Untuk menyikapi ibu ibu yang belajar menjahit di gereja .disini di butuhkan ke arifan sikap. Dan sekaligus introspeksi buat aktivis muslimah.

1.kenapa les menjahit atau belajar ketrampilan atau lifeskill belum di programkan di mesjid.

2.penyuluhan dan penguatan aqidah. Mereka harus di ingatkan tentang pepatah “alah bisa karena biasa” jadi kursus menjahit itu sebuah cara atau pembiasaan dini supaya masyarakat muslim sekitar terbiasa dan bisa menerima kehadiran gereja.Ingatkan dengan firman Allah:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.( Qs. Al-Baqarah : 120)

Orang orang yahudi dan nasrani tidak akan ridho , tidak akan senang selamanya. Ini ditandai dengan  لن , sehingga mereka akan selalu mencari cara dan strategi bagaimana caranya supaya muslim menjadi mengikuti milah(gaya hidup,kebiasaan) mereka.

3.Memberi solusi apa yang jadi kebutuhan mereka dgn membuat kusus yang sama di lingkungan muslim.

*Apa hukum masuk gereja*
1.Haram mutlak bila didalam gereja sedang ada peribadatan mereka.atau kita ikut mereka
2.Makruh. bila kehadiran kita digereja tidak punya kepentingan apa apa.karena ini bisa jadi firnah dan menimbulkan kemudharatan
3.Mubah. bila hadirnya kita dalam rangka dakwah atau mengambil manfaat disana.

Wa Allahu’alam

Lamanya Ta’aruf

Assalamualaikum. Izin bertanya ustadz/ ustadzah. Berapa lamakah masa ta’aruf yang dianjurkan Islam? Bagaimana jika ada seorang ikhwan yg mau berta’aruf dengan seorang akhwat. Namun si akhwat berencana menikah 1 tahun kemudian. Apakah lanjutkan saja ta’aruf atau bagaimana. Terimakasih..

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Masa ta aruf  memang tidak ada pembatasannya Kalau sudah cocok sebaiknya disegerakan” atau “Tidak perlu proses yang berlama-lama”,  tetapi juga tidak perlu terburu buru.

Untuk proses taaruf  :
1.Persiapan ta aruf
🌹.Persiapan diri

🌹 Mengkomunikasikan dengan keluarga keinginan menikah

🌹Mencari Perantara/Pendamping
Dari Jabir Bin Samurah Radhyallahu’anhu, dari Rasulullah bersabda:

“Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan wanita, karena syaitan akan menjadi ketiganya” (Hadits Riwayat Ahmad dan Tirmidzi).

🌹.Buat bio data
🌹Observasi pra ta aruf

2. Pelaksanaan ta aruf
🌿Tukar menukar biodata

🌿Waktu untuk istikharah dan mengambil keputusan

🌿 Bila berlanjut maka melangkah ke ta aruf dengan di dampingi pendamping

🌿 Bila sepakat mereka lanjut ke ta aruf keluarga dan khitbah. Agar diingat juga anjuran di hadits ini:
Rasulullah saw bersabda:

“Rahasiakan pinangan, umumkanlah pernikahan (Hadits Riwayat Ath Thabrani)

🌿 langkah berikutnya menentukan hari pernikahan.

Idealnya jangan terlalu lama.bila si akhwat berencana menikah 1 tahun kemudian. Alasannya apa? Penundaan mungkin dan bisa bila ada alasan yg syar’i.

Kenapa harus segera ? karena yang sulit adalah menjaga kebersihan hati dan membentengi diri dari perbuatan zina hati.

Wallahu a’lam.

Oleh: Nurdiana

Adopsi Anak

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Mau tanya, bagaimana hukum Islam dalam mengadopsi anak, yang katanya tidak pernah di contohkan pd zaman Rasulullah. Syukron

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Pengertian Pengangkatan Anak dan Anak Angkat (Adopsi)
Pengertian Pengangkatan Anak dan Anak Angkat adalah sebagai berikut :
1. Menurut Peraturan Pemerintah  Nomor 54 Tahun 2007, Pengangkatan Anak adalah suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua, wali yang sah atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan membesarkan anak tersebut ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat ( Pasal 1 butir 2)

2. Menurut Undang -Undang Nomor 23 Tahun 2002, anak angkat adalah anak yang haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan keluarga orang tua, wali yang sah, atau orang lain yang bertanggung jawab atas perawatan, pendidikan dan pembesaran anak tersebut, ke lingkungan keluarga orang tua angkatnya berdasarkan putusan atau penetapan pengadilan. (Pasal 1 butir 9)

Merujuk pada  pengertian diatas tidak ada pertentangan dengan ajaran Islam.bahkan Rasul juga mengangkat anak.  Yaitu zaid bin haritsah

Saat seseorang mengangkat anak sesungguhnya ada proses simbiosis mutualisma.dimana keduanya sama sama senang. Yang mengangkat anak selain suka dengan anak tentunya juga bertujuan untuk bisa membantu keluarga si anak angkat. Dan si anak angkat juga senang dengan adanya orang tua angkat .karena dengan demikian si anak juga akan tercukupi sandang , pangan dan pendidikannya sehingga  apa yg diperintahkan oleh Allah .tertunaikan. Allah berfirman

وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدون

“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS. Al-Maidah [5]:2).

Wallahu a’lam.

Oleh: Nurdiana

Potensi Untuk Ummat

Assalamu’alaikum ustadz/ah Gimana potensi yg kita miliki itu kalau jalani bertentangan dengan syariat ? Contoh tarian, musik n melukis. Syukron

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Kalau kita mau meninggalkan itu bagus. Tapi akan lebih bagus lagi bila potensi yang kita miliki bisa bernilai manfaat. Contoh tarian. Ini tantangan bg penari yg paham nilai islam bisa memodifikasi sehingga bernilai religius. Seperti tari saman dari aceh.

Musik tidak semuanya buruk. Dia bisa jadi hiburan dan menggugah orang untuk menyadari tentang kebesaran Allah. Melukis, bisa melukis pemandangan, kaligrafi. InsyaAllah tidak ada potensi yang sia sia bila kita menjalani nya dalam koridor syariat.

 رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

 “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.( Qs. Ali Imran, 3:191)

Wallahu a’lam.

Oleh: Nurdiana

Hak & Kewajiban Suami

assalamu’alaykum ustadz/ustadzah..
sy mau bertnya,apa sajakah hak dan kewajiban suami terhadap istrinya?
jazaakillaahu khayran atas jawabannya. 🙏🏻

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Apa yang menjadi hak suami sama dengan kewajiban istri dan apa yang menjadi kewajiban suami itu adalah hak istri. Diantara hak suami adalah:
🌿Suami berhak ditaati dalam hal apapun dengan  batasan hadits “Tidak ada ketaatan kepada makhluq apabila mengajak kepada kemaksiatan kepada Allah”

🌿 Istri menjaga kesucian dirinya disaat suami tidak ada dirumah .
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ.

“Barangsiapa yang menjaga apa yang ada di antara dua bibir (lisan)nya dan di antara dua paha (kemaluan)nya, aku akan jamin ia masuk ke dalam Surga.”

🌿 Menjaga harta suami.

🌿Menjauhkan diri dari mencampuri sesuatu yang dapat menyusahkan suami.

🌿Menjaga penampilan dihadapan suami

🌿Menjaga perasaan suami

Kewajiban suami atas istri diantaranya yaitu:

🌴Suami wajib membayar mahar pernikahan.

🌴Suami adalah pemimpin terhadap istri dan rumah tangganya. Allah berfirman:

” Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. ” (Qs. An-nisaa,4:34)

🌴Suami wajib melindungi istrinya dan memberikan segala sesuatu keperluan hidup rumah tangga sesuai dengan kemampuannya .

🌴Suami wajib memberikan pendidikan agama kepada istrinya dan memberi kesempatan belajar pengetahuan yang berguna dan bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.

🌴Suami wajib memberikan nafkah pada istri seperti tempat kediaman bagi istri, biaya rumah tangga, biaya perawatan dan biaya pengobatan bagi istri dan anak juga biaya pendidikan bagi anak.

🌴Wajib memuliakan istri. Karena dengan memuliakan istri akan menambah rizki dan Allah akan mencukupkannya.

🌴. Menggaulinya dengan baik

Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)

Itulah diantara  sebagian.hak dan kewajiban suami.

Wallahu a’lam.

Oleh: Nurdiana