QS. Al-Kaustar

Sabtu, 15 Dzulhijjah 1437 H/ 17 September 2016
 Al-Qur’an
 Ustadz Noorahmat
 QS. Al-Kaustar
============================

Assalamu’alaikum adik-adik…..
Gimana kabarnya hari ini? Moga sehat selalu ya…
Eh, lagi pada Weekend kan yak? Happy Weekend yaa adik-adik…
Tafsir kali ini akan membahas surat yang arti dari judulnya adalah Nikmat yang berlimpah. Nikmat tak berujung dari Rabb Semesta Alam.
Surat itu adalah Surat Al-Kautsar.
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.
Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus.
Karena dahsyatnya surat ini…..kita bagi menjadi 4 bagian ya….
Adik-adik….
Anas ibnu Malik mengatakan bahwa Rasulullah SAW menundukkan kepalanya sejenak, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya tersenyum. Beliau bersabda kepada mereka, atau mereka bertanya kepada beliau Saw., “Mengapa engkau tersenyum?” Maka Rasulullah SAW menjawab, “Sesungguhnya barusan telah diturunkan kepadaku suatu surat.” Lalu beliau membaca firman-Nya: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar…. hingga akhir surat. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Tahukan kalian, apakah Al-Kautsar itu?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah bersabda:
«هُوَ نَهْرٌ أَعْطَانِيهِ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فِي الْجَنَّةِ عَلَيْهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ، تَرِدُ عَلَيْهِ أُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ آنِيَتُهُ عَدَدَ الْكَوَاكِبِ يُخْتَلَجُ الْعَبْدُ مِنْهُمْ، فَأَقُولُ يَا رَبِّ إِنَّهُ مِنْ أُمَّتِي، فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ»
Al-Kautsar adalah sebuah sungai (telaga) yang diberikan kepadaku oleh Tuhanku di dalam surga, padanya terdapat kebaikan yang banyak, umatku kelak akan mendatanginya di hari kiamat; jumlah wadah-wadah (bejana-bejana)nya sama dengan bilangan bintang-bintang. Diusir darinya seseorang hamba, maka aku berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya dia dari umatku.” Maka dikatakan, “Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang telah dibuat-buatnya sesudahmu.”
Adik-adik tentunya ingin tahu lebih dalam terkait telaga Al kautsar ini bukan?
Telah disebutkan sehubungan dengan gambaran tentang telaga ini di hari kiamat, bahwa tercurahkan kepadanya air dari langit melalui dua talang, dan bahwa bejana-bejananya bilangannya sama dengan bintang-bintang di langit.
Nah adik-adik…..sudah dapat gambaran telaga Al Kautsar itu? Semoga kita semua menjadi penghuninya kelak.
Aamiin.
Sampai bertemu kembali pekan depan pada bagian kedua yang InsyaAllah akan membahas ayat pertama dari surat ini.
Wassalam.

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

KARAKTERISTIK ISLAM

 Rabu, 12 Dzulhijjah 1437 H/14 September 2016
 Aqidah
 Ustadz Farid Nu’man Hasan
 KARAKTERISTIK ISLAM
============================

3⃣ Al-Basathah (sederhana-mudah)
Sederhana dan kemudahan dalam Islam bukanlah dipaksakan adanya, apalagi sengaja dibuat-buat mudah untuk mengikuti selera nafsu manusia. Melainkan Allah Ta’ala sendiri yang menjadikan agama ini mudah. 
Allah Jalla wa ‘Ala berfirman:
“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
“Allah memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisa’: 28)
Hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Berikanlah kemudahan jangan mempersulit, berikanlah kabar gembira, jangan buat mereka lari.” (HR. Imam Bukhari. Al-Lu’lu’ wal Marjan. Kitab Al-Jihad, Bab Fi Al-Amr At-Taysir wa Tarku At-Tanfir. no. 1131)
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah suka jika rukhshah (dispensasi) yang diberikannya dilakukan, sebagaimana Ia juga suka jika ‘azimah (kewajiban awal sebelum dirukhshah)nya dikerjakan.” (HR. Ahmad dan Baihaqy. Imam Thabarany meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud. Shahih menurut Syaikh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 1881. Al-Haitsami mengatakan dua jalur tersebut rijalnya tsiqah)
Dari Ibnu  Umar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah suka jika rukhshahnya dilaksanakan, sebagaimana ia benci jika maksiat dikerjakan.” (HR.Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkannya, 5866, 5873. Ibnu Hibban dalam shahihnya, 2742. Al-Haitsami mengatakan rijalnya shahih)
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, “Sesungguhnya Rasulullah jika dihadapkan dua perkara, dia akan memilih yang lebih ringan, selama tidak berdosa.” (HR. Bukhari dan Muslim, Al-Lu’lu wal Marjan. Kitab Al-Fadhail, Bab Muba’adatuhu Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lil Atsam, no. 1502)
Kemudahan Islam sangat terlihat ketika kita membandingkan jalan menuju surga dan jalan menuju neraka. Ternyata jalan menuju surga begitu mudah, disesuaikan dengan kemampuan, dan gratis. Sementara menuju neraka harus dibarengi ongkos dan penuh resiko dan sanksi.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengizinkan sebagian orang untuk cukup melakukan ibadah-ibadah wajib yang pokok saja, bahkan mereka bersumpah tidak melebihi dan tidak mengurangi ibadah-ibadah tersebut. Meski demikian Nabi SAW bersabda, “Aflaha in shadaqa (Ia beruntung jika jujur).” (HR. Bukhari, Al Lu’lu’ wal Marjan, Kitab Al-Iman, Bab Bayan ash Shalawat alati ahad arkan al Islam, no. 6) 
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, sesungguhnya ada seorang Badui datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia berkata: “Tunjukan kepadaku amal yang jika aku kerjakan mengantarkan ke surga.” Rasulullah SAW menjawab: “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, menegakkan shalat yang wajib, menunaikan wajibnya zakat, dan puasa Ramadhan.” Orang itu berkata, “Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, aku tidak akan menambahnya.” Ketika orang itu berlalu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang ingin melihat laki-laki yang termasuk ahli surga, maka lihatlah orang itu.” (HR. Bukhari, Al-Lu’lu’ wal Marjan, Kitab Al-Iman, Bab Bayan Al-Iman alladzi yadkhulu bihi al Jannah, no. 8)
Ibadah wajib yang pokok adalah shalat wajib lima waktu; mudah, tidak lama, menyehatkan, dan contoh gerakan maupun bacaan sudah ada. Zakat wajib jika sudah mencapai nishab (batas minimal) harta, sedangkan zakat fitrah hanya dua kilogram beras. Itu pun setahun sekali. Puasa Ramadhan hakikatnya hanya memindahkan jam makan saja. Sedangkan kewajiban Haji terikat oleh kemampuan; finansial, kesehatan dan ilmu. Jika belum terpenuhi, maka belum wajib (karena itu wajib setiap muslim menjadi orang yang mampu agar rukun Islamnya sempurna).
Adapun jalan menuju neraka seperti judi, mabuk, korupsi, riba, zina (main pelacur), bukanlah jalan yang mudah. Butuh modal, sanksi berat baik pidana dan moral, tidak menyehatkan tubuh, merusak akal dan jiwa, dan tindakan yang memalukan. Namun, anehnya inilah jalan yang lebih banyak peminatnya.
Sayangnya, kemudahan Islam yang Allah Jalla wa ‘Ala berikan ini tertutup oleh sikap sebagian besar umat Islam yang menyulitkan dan melampaui batas. Entah karena tradisi lokal, pemahaman agama yang menyimpang, atau hadits-hadits palsu.
Seperti masalah pernikahan yang seharusnya mudah dan murah menjadi mahal dan susah karena tradisi dan budaya yang jelas bukan dari Islam. Masih banyak contoh lainnya. Maka, tugas para da’i merubah kesulitan dan kesempitan tradisi, menuju kemudahan Islam. Juga masalah masalah lainnya.
Bersambung…

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Profile Ustman bin Affan

📆Selasa, 11 Dzulhijjah1437 H/  15 September 2016
📘Sirah
📝 Ustadzah Ida Faridah
📖 Profile Ustman bin Affan
=============================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Assalamu’alaikum sahabat MFT, apa kabarnya hari ini?
Mudh2n kita selalu dalam lindungan Allah swt, Aamiin
Kali ini, kita akan bahas profile sahabat Nabi dan sekaligus menantu Rasulullah, Ustman bin Affan
Ustman bin Affan memiliki nama lemgkap Ustman bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Quraisy al-Quraisy, Al-Umawiy. Nama ibu beliau adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. Dilahirkan pada tahun 573 M, tahun kelima setelah kelahiran Nabi Muhammad Saw. Dia berasal dari keluarga kaya raya. Sebelum masuk islam dia dipanggil Abu Amr. Beliau memiliki sifat jujur dan rendah hati di kalangan umat islam. Bahkan sebelum beliau masuk islam, beliau terkenal dengan kejujuran dan kerendahan hati.
Beliau masuk islam atas ajakan Abu Bakar, yaitu sesudah islamnya Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Haristah. Beliau adalah salah satu sahabat besar dan utama Nabi Muhammad Sa, serta termasuk pupa golongan as-Sabiqun al-Awwalun yaitu orang-orang terdahulu islam dan beriman.
Ustman bin Affan memiliki kedudukan khusus di mata Nabi Muhammad Saw. Dalam salah satu riwayat ketika Aisyah bertanya tentang sikap Nabi Muhammad Saw kepada ketiga Sahabatnya. Dimana Nabi Saw bersikap biasa kepada Abu Bakar dan Umar. Tapi ketika Ustman datang dan masuk ke rumah, Nabi Saw bersikap lebih baik. Nabi Muhammad Saw menjawab:
“Bagaimana mungkin aku tidak merasa malu kepada seorang yang para malaikat saja merasa malu kepadanya?”
Dia terkenal seorang kaya raya yang dermawan. Melalui kekayaanya dia dermakan untuk mengembangkan islam. Sikap dermawan terbukti waktu di madinah. Dia mendermakan 20.000 dirham untuk menggali mata air demi kepentingan umat islam. Dalam perang tabuk, Ustman menyumbangkan sekitar 10.000 dinar dan 1000 unta untuk kepentingan pasukan Tabuk.
Ustman bin Affan merupakan tokoh sentral dalam beberapa peristiwa penting. Pada peristiwa Hijrah pertama ke Habasyah (Ethopia), Ustman bin Affan dan istrinya Ruqoyah, Putri Nabi Muhammad Saw, merupakan suami istri pertama dalam sejarah islam yang hijrah. Beliau pergi ke Habsyi atas perintah Nabi Muhammad Saw untuk menghindari ancaman dan penyiksaan kafir quraisy. Sempat kembali ke makkah ketika mendapat kabar bahwa kondisi makkah sudah aman bagi umat islam. Ketika umat islam masih dalam tekanan dan penyiksaan kafir Quraisy, Ustman bersama istrinya berhijrah kembali ke Habasyah.
Ustman tidak ikut berperang di Badar, karena sedang menunggu Ruqoyah yang sakit. Setelah Ruqoyyah meninggal, Ustman menikah dengan Ummu Kulsum, sehingga dia mendapat gelar Dzul Nurain (Pemilik dua cahaya). Gelar Dzul Nu’rain karena Ustman bi Affan menikahi dua putri Nabi Muhammad Saw. yaity Ruqoyyah dan Ummu Kulsum.
Pada peristiwa perjanjian Hudaibiyyah, Ustman menjadi utusan Nabi Muhammad kepada kafir Quraisy. Beliau menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan Nabi Muhammad Saw dan pengikutnya ke Makkah bukan untuk berperang. Umat islam datang dalam rangka menjalankan ibadah haji.
Ketika Ustman bi Affan di Makkah, tersebar berita bahwa Ustman bi Affan dibunuh. Akibat berita itu, Nabi Muhammad memerintahkan umat islam untuk berbaiat atau sumpah setia membela islam sampai titik darah penghabisan. Peristiwa tersebut dikenal dengan Baiturridwan.
Pada saat Rasulallah Saw meninggal dunia Ustman baru berusia 58 tahun. Beliau dipercaya menagani urusan kenegaraan pada masa Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar bin Khattab. Setelah Umar meninggal, beliau diangkat menjadi Khalifah pada tahun 24 H berusia 70 tahun..
Beliau meninggal dibunuh pada hari jum’at tanggal 18 Dzulhijjah 35 H ketika sedang membaca al-Qur’an. Beliau meninggal pada usia 82 tahun.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala….

Surat Al-Ikhlash

📆 Sabtu, 08 Dzulhijjah 1437 H/ 10 September 2016
📒 Sirah
📝 Ustadzah Ida Faridah
📖 Surat Al-Ikhlash
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Assalamu’alaikum adik-adik MFT, ketemu lagi dengan materi Al-Qur’an, kali ini kita akan membahas tafsir surat Al-Falaq
Surat makkiyah, tetapi ada pula yang mengatakan madaniyyah, terdiri atas lima ayat, dan salah satu dari dua surat perlindungan tentang meminta perlindungan Allah SWT.ِِ
ِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh dari kejahatan makhluk-Nya, dari krjahatan malam ketika telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul, dan dari kejahatan pendengki ketika ia dengki’.”
Riwayatnya tentang orang yahudi yang menyihir Nabi SAW hingga beliau sakit selama tiga hari. Sakit beliau sangat parah sampai tidak sadar akan perbuatanya. Jibrilpun datang dan memberitahunya tentang bagian yang terkena sihir. Setelah itu, dibacakan Jibril surat An-Nas dan Al-Falaq kepada beliau hingga akhirnya sadar seperti semula.
Namun, riwayat ini tidak benar seperti pendapat para ulama kecuali celotehan orang yahudi dengan tujuan agar manusia ragu terhada Nabi SAW dan menganggap beliau benar-benar terkena sihir. Padahal, Allah SWT berfirma,
“Allah memelihara kamu dari gangguan manusia.” (QS. Al-Maidah:67)
“Sesungguhnya kami memeliharamu dari (kejahatan) manusia yang memperolok-olokan (kamu).” (Al-Hijr:95)
Katakan kepada mereka, (ya, muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan seluruh alam yang dapat membelah tanah dan langit. Aku berlabuh kepada-Nya dari semua kejahatan malam jika telah gelap gulita dan menutupi seluruh alam karena kegelapan malam menjadi tabir bagi setiap orang yang melampaui batas dan pendosa.
Aku berlindung kepada-Mu dari wanita peniup buhul tali yang mereka ikat (seperti dijelaskan tadi, tetapi maksud sebenarnya adalah berlindung kepada-Mu dari kejahatan pengadu domba yang memutuskan hubungan cinta kasih.
Dengan demikian ta’ pada َالنَّفَّاثَاتَِ bermakna hiperbol dan bukan menunjukkan ta’nits (feminim). Jadi, maknanya orang yang berusaha mengadu domba dengan mengarahkan segenap upaya untuk menyakiti orang lain.
Tidak ada jalan untuk mendapatkan ridha dari orang semacam itu. Tidak ada cara lain menghadapi orang itu kecuali dengan menghadap kepada Allah SWT agar berkenan memelihara kita dari kejahatannya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Manusia Yang Paling dimurkai Allah

 Senin, 10 Dzulhijjah 1437 H/ 12 September 2016
 Akhlaq
 Ustadz Rikza Maulan, Lc
 Manusia Yang Paling dimurkai Allah
============================

Ada tiga golongan, orang yang melakukan pelanggaran di tanah haram, orang yang mencari-cari perilaku jahiliyah padahal telah masuk islam, dan memburu darah seseorang tanpa alasan yang dibenarkan untuk menumpahkan darahnya.
ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑْﻐَﺾُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺇِﻟَﻰ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٌ ﻣُﻠْﺤِﺪٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺮَﻡِ ﻭَﻣُﺒْﺘَﻎٍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻭَﻣُﻄَّﻠِﺐُ ﺩَﻡِ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣَﻖٍّ ﻟِﻴُﻬَﺮِﻳﻖَ ﺩَﻣَﻪُ ‏(ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ )
Dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Nabi SAW bersabda “Manusia yang paling dimurkai Allah ada tiga golongan; Orang yang melakukan pelanggaran di tanah haram, orang yang mencari-cari perilaku jahiliyah padahal telah masuk Islam, dan memburu darah seseorang tanpa alasan yang dibenarkan untuk menumpahkan darahnya.” (HR. Bukhari)
Hikmah Hadist:
1⃣ Ada perbuatan-perbuatan yang sangat dibenci Allah SWT, sebagaimana digambarkan dalam hadist di atas, dan oleh karenanya, perbuatan-perbuatan tersebut harus dihindarkan sejauh-jauhnya agar kita terhindar dari murka Allah SWT.
2⃣ Yang pertama adalah melakukan pelanggaran atau melakukan perbuatan maksiat di tanah Haram, yaitu di dua kota suci Mekah dan Madinah. Karena, kedua kota tersebut adalah kota yang tanahnya diharamkan atau disucikan oleh Allah SWT, dan oleh karenanya melakukan perbuatan haram lebih ditekankan pengharamannya.
3⃣ Kedua adalah melakukan perbuatan dan kebiasaan yang memiliki unsur kejahiliyahan, padahal ia telah diberi hidayah ke dalam dinul Islam. Terutama perbuatan-perbuatan dan kebiasaan yang mengandung unsur kemusyrikan, mengandung unsur maksiat, atau membawa pada perpecahan umat.
4⃣ Dan yang ketiga adalah, menumpahkan darah sesama muslim, saling tikam, saling menjatuhkan dan saling mencederai satu dengan yang lainnya. Karena sesama muslim adalah bersaudara yang oleh karenanya, haram saling menumpahkan darah, haram saling mencederai kehormatan dan haram saling mengambil harta satu dengan yang lainnya.

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Komunikasi

Jum’at, 07 Dzulhijjah 1437 H/ 09 September 2016
Pengembangan Diri dan Motivasi
 Ustadzah Heni, Ustadzah Dina, Ustadzah Wiwit
Komunikasi
============================

Assalamualaikum
Pa kabar semuanya?
Semoga Allah selalu memberikan Rahmat dan hidayah kepada kita semua. Aamin
Materi psikologi kali ini tentang komunikasi
Apa sih komunikasi??
Yuukk….kita belajar bareng
Komunikasi adalah “suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Dikatakan dapat mengerti bila kedua belah pihak telah paham atas informasi yang dimaksud.
Bagaimana bila tidak dapat dimengerti oleh kedua belah pihak?
Terjadilah kesalahpahaman bahkan bisa jadi sampai ke pertengkaran.
Apa solusinya agar tidak sampai begitu?
✅ Konfirmasi, perlu mengkonfirmasi ulang informasi yang di dapat supaya informasi cukup jelas untuk dipahami.
✅Gunakan bahasa yang sesuai dengan lawan bicara. Bedakan bahasa bicara teman dengan orang tua
✅Gunakan nada kalimat yang sesuai pula dengan lawan bicara.
✅Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Kalau terbiasa bahasa daerah…pake saja bahasa daerah.
✅Bila berkomunikasi melalui socmed, pilih kata yang mudah dipahami.
✅Ada bahasa tubuh, lukisan dan sarana lainnya sebagai alat berkomunikasi, gunakanlah dengan tepat.
Sudah paham semuanya❓❓
Semoga bermanfaat 
Semoga bermanfaat ya…

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Kekuatan Tekad

📆 Selasa, 04 Dzulhijjah 1437 H/ 06 September 2016
📕 Sirah
📝 Ustadz Noorahmat
📖 Kekuatan Tekad
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
🖌 Assalamu’alaikum wr wb adik-adik..
🖌 Pada kesempatan kali ini kita bahas mengenai apa itu kekuatan tekad yang ternyata kaitannya sangat erat dalam melahirkan kesungguhan dan keberanian dalam diri kita untuk memperjuangkan target tujuan dalam kehidupan..
🖌 Ada sebuah kisah yang cukup melegenda..khususnya di kalangan kita, Ummat Islam.
Ingin tahu ceritanya? …. Saya yakin semua pernah mendengar kisahnya, tapi tak mengapa kalau diulang kembali ya…. boleh? ☺
🖇 Ketika itu, Rasulullah SAW menghadapi berbagai marabahaya dan malapetaka secara sekaligus. Semua terkait aktifitas dakwah beliau di Mekkah. Diantara meningkatnya ekskalasi perlawanan dan kecaman dari kaum kafir Quraisy, maka Abu Thalib, berbicara kepada kemenakannya…Rasulullah Muhammad SAW.
🖇 “Tidak bisakah kau berhenti dari semua ini?”..
“Yakini saja semuanya untuk dirimu sendiri, tapi jangan usik orang lain!”..
“Jangan kau buat murka para penguasa dan membahayakan dirimu serta kita semua dengan menyebarkannya!”
🖇 Dengan penuh keberanian dan percaya diri..Rasulullah SAW menjawab
“Demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, lalu menyuruhku untuk meninggalkan tugas ini, aku tidak akan meninggalkannya..!!!”
🖌 Adik-adik….
🖇 Jawaban yang diungkapkan Rasulullah SAW terhadap paman beliau yang sangat beliau cintai ini menunjukkan kekuatan Ilahiyyah yang dimiliki beliau. Ungkapan tersebut pun menunjukkan bahwa beliau tidak pernah menunjukkan kelemahan dalam memperjuangkan tugas yang beliau emban. Dengan penuh totalitas, Rasulullah SAW menjalankan misi sebagai pengemban Risalah dengan kesungguhan dan sepenuh kekuatan tekad.
🖌 Masih perlu kisah lain yang menunjukkan keutamaan kekuatan tekad?
Lanjut ya..
🖇 Suatu saat, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Demi Dia yang menggenggam nyawaku, seandainya bukan karena segolongan mukminin akan merasa tidak puas karena aku meninggalkan mereka tetap di belakangku, sehingga aku dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, tentu aku tidak akan tetap tinggal tatkala ada ekspedisi berangkat di jalan Allah SWT. Demi Dia yang menggenggam nyawaku, aku berharap terbunuh dan dihidupkan kembali, lalu terbunuh kembali”
🖇 Ka’ab bin Malik pernah mengisahkan bahwa, jika Rasulullah SAW berniat untuk ikut melakukan melakukan perjalanan ekspedisi tempur, beliau selalu terlebih dahulu seakan pergi ke suatu tempat lain hingga tiba waktu ekspedisi tersebut dimulai. Misalnya ketika ekspedisi Tabuk. Rasulullah SAW menjalankankannya di bawah terik panas matahari yang luar biasa, menempuh perjalanan panjang dan kemudian menyongsong musuh yang besar. Beliau menunjukkan dengan jelas kepada kaum Muslimin, apa yang harus mereka lakukan agar dapat mempersiapkan perlengkapan perjalanan, dengan mengatakan kepada mereka ke mana beliau akan pergi.
🖇 Ada pula kisah legendaris lainnya yang menunjukkan kegigihan dan kekuatan tekad Rasulullah SAW. Dalam Perang Badr Al-Kubra, beliau berhadapan dengan 1000 pasukan bersenjata lengkap sementara pasukan beliau hanya berjumlah 313 dengan perlengkapan seadanya. Namun, beliau tetap tidak pernah menunjukkan rasa takut atau kecil hati. Beliau menghadapi tantangan berat itu dengan keberanian yang luar biasa sehingga dapat memenangkan pertempuran dahsyat tersebut.
🖇 Belum lagi ketika perang Uhud, ketika kemenangan berubah menjadi separuh kekalahan karena kesalahan beberapa anggota pasukan pemanah yang tidak disiplin. Ditambah pasukan muslim berlarian panik setelah mendengar isu hoax terkait kematian Nabi SAW….tapi beliau Rasulullah SAW tetap tenang saja sebagaimana biasa. Beliau terus melanjutkan perlawanan dengan diiringi para sahabat setianya, hingga sebagian gigi beliau tanggal.. Kepemimpinan beliau yang gagah berani di medan perang Uhud akhirnya menyatukan pasukan muslim hingga kemudian musuh pun mundur tanpa kejelasan hasil perang..
🖌 Ada lagi kisah legendaris lainnya….
🖇 Ketika dalam perang Hunain, para muallaf melarikan diri terbirit-birit dari medan perang di bawah siraman hujan anak panah. Belum lagi hembusan fitnah dari segolongan munafik diantara pasukan. Hanya tinggal Rasulullah SAW dan diiringi sahabat setia beliau yang tetap tegar, hingga akhirnya dengan kepemimpinan dan kekuatan tekad Rasulullah SAW, beliau berhasil kembali mengatur serangan dan melakukan perlawanan sengit yang berujung pada kemenangan bagi pasukan Muslim.
🖇 Saksi mata dalam perang Hunain (Bara’ bin ‘Azib) menyampaikan, “Ya benar aku sempat melarikan diri, tetapi aku menyaksikan Rasulullah SAW tetap tegar bediri dan tetap tegak di tempatnya berdiri. Demi Allah, ketika perang makin sengit, kami berlindung disisi beliau dan orang-orang yang paling berani diantara kami berdiri disamping beliau.”
🖌 Ketahuilah adik-adikku….
🖇 Anas bin Malik pernah pula menyampaikan bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok yang paling berani diantara semuanya..
🖇 Pernah, suatu kali tersiar khabar di Madinah bahwa Pasukan Musuh telah datang menyerang dan siap berperang. Siapakah orang Madinah pertama yang maju? Ya benar…Rasulullah SAW menjadi orang pertama di Madinah yang tanpa menunggu pelana terpasang langsung memacu kuda beliau untuk mencari tahu kebenaran berita tersebut..
🖌 Kesungguhan tekad Rasulullah SAW dalam melaksanakan amanah mengemban Risalah Islam menjadikan beliau secara totalitas memenuhi setiap episode kehidupan yang beliau jalani dengan penuh keberanian.
🖌 Keberanian itu bukan berarti tanpa rasa takut lho adik-adik… Keberanian itu sebenarnya merupakan keteguhan untuk bertindak dan melangkah maju meskipun diiringi rasa takut.
🖌 Dari kisah-kisah yang diambil dari teladan mulia, Rasulullah SAW. Maka, kita bisa melihat bahwa Islam yang terus berkembang hingga saat ini merupakan buah dari kesungguhan tekad Rasulullah SAW dalam melaksanakan amanah Risalah dari Sang Penguasa Alam.
🖌 Nah adik-adik…
Kalian tentu punya target dan cita-cita bukan?
Sudah seberapa kuatkan tekad adik-adik untuk mewujudkannya?
Sudah sejauh manakah persiapannya?
Sudah seberapa beranikah adik-adik menghadapi tantangan yang merintangi?
🖌 Yuk kita kokohkan lagi cita-cita kehidupan kita dan selaraskan dengan cita-cita Islam agar kita semakin kokoh dalam memperjuangkan cita-cita kita dengan penuh harapan mendapatkan Ridha Allah Azza wa Jalla.
🖌 Sebagai penutup, silahkan adik-adik sekalian simak secara mandiri QS. Al-Baqarah ayat 249-250. Nanti jangan lupa diskusikan di WAG kesan-kesannya ya…InsyaAllah kita sambung lain waktu dengan urusan disiplin dan keshabaran.
🖌 Wassalam..😊
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Syurutu Qabulisy Syahadatain

📆 Rabu, 05 Dzulhijjah 1437 H/ 07 September 2016
📗 Aqidah
📝 Ustadzah Novria Flaherti, S.si.
📖 Syurutu Qabulisy Syahadatain
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuhu
Adik-adik MFT..  Kita semua mengaku muslim bukan? Mengapa kita mengaku muslim? Karena kita mengucapkan syahadatain..  Syahadat yang kita ucapkan ini adalah pembeda kita dengan orang kafir, karena syahadatain yang kita ucapkan maka kita sudah masuk kedalam islam.. Karena syahadat yang kita ucapkan ini merupakan sebuah pernyataan kepercayaan dalam keesaan Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai Rasulullah. Syahadat adalah azas/landasan/dasar dari rukun Islam. Syahadat merupakan rumah dan inti dari seluruh ajaran Islam.
Karena syahadat merenungkan syarat utama masuk Islam, maka kita tidaklah bisa asal-asalan dalam pengucapannya. Ada beberapa syarat agar syahadat yang kita ucapkan diterima oleh Allah SWT..
Syarat yang mesti dimiliki oleh seseorang yang telah mengikrarkan syahadatnya. Di antaranya adalah:
1⃣ Ilmu yang menolak kebodohan
Seseorang yang bersyahadat mesti memiliki ilmu tentang syahadatnya. Ia wajib memahami arti dua kalimat ini (Laa Ilaha Illa Allah, Muhammadur Rasulullah) serta bersedia menerima hasil ucapannya. Dari kalimat syahadatain tersebut, maka seorang muslim juga harus memiliki ilmu tentang Allah SWT, ma’rifatullah (mengenal Allah), dan ilmu tentang Rasulullah SAW. Mengenal secara baik terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya menjadikan seseorang dapat memberikan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Sebaliknya, tidak mengenal (bodoh) terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya menyebabkan seseorang tidak mampu menunaikan hak-hak Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah SWT berfirman:
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (QS. Muhammad: 19)
Orang yang jahil atau bodoh tentang makna syahadatain tidak mungkin dapat mengamalkan dua kalimat syahadat tersebut.
2⃣ Keyakinan yang menolak keraguan
 
Syahadat yang diikrarkan juga harus dibarengi dengan keyakinan terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya. Yakin bahwa Allah SWT sebagai Pencipta, Pemberi Rezki, Ma’bud (Yang layak disembah), dan lain sebagainya, serta yakin bahwa Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT. Seseorang yang bersyahadat mesti meyakini ucapannya sebagai suatu yang diimaninya dengan sepenuh hati tanpa keraguan. Keyakinan membawa seseorang pada istiqamah dan mendorong seseorang melakukan konsekuensinya, sedangkan ragu-ragu menimbulkan kemunafikan.
Iman yang benar adalah yang tidak bercampur dengan keraguan sedikit pun tentang ketauhidan Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat: 15)
Selain itu, keyakinan kepada Allah SWT menjadikan seseorang terpimpin dalam hidayah. Allah SWT berfirman:
“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.” (QS. As-Sajadah: 24)
Keyakinan kepada Allah SWT menuntut keyakinan kepada firman-Nya yang tertulis pada kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi dan rasul. Allah SWT menurunkan kitab-kitab itu sebagai petunjuk hidup. Dan di antara ciri mukmin adalah tidak ragu terhadap kebenaran Kitabullah dan yakin terhadap hari Akhir. Sebagaimana dalam firman-Nya:

“Alif laam miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah: 1-5)
Bersambung ya… 😊
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Sholatnya Orang Sakit

Kamis, 06 Dzulhijjah 1437 H/ 08 September 2016
Fiqih Ibadah
 Ustadzah Suci Susanti S.SoS.I
 Sholatnya Orang Sakit
============================

Assalammu’alaikum adik-adik MFT yang dirahmati Allah  bagaimana kabarnya ?
Semoga selalu dalam lindungan Allah swt dan istiqomah di jalan Allah swt. Aamiin.
Adik-adik sholeh dan sholehah, sebagai umat Islam, kita semua wajib melaksanakan shalat. Seperti yang diperintahkan Allah swt.
Allah swt berfirman,
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta’atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. An Nur [24] : 56)
Dalam ayat di atas, Allah swt memerintahkan kepada para hamba-Nya yang beriman untuk melaksanakan shalat. Shalat merupakan satu bentuk peribadahan terhadap Allah swt, Rabb Yang Maha Esa yang tidak ada sekutu baginya.
Perintah Allah swt kemudian dipertegas lagi dalam sabda Rasulullah saw.
Dalam hadits Mu’adz disebutkan,
رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ
“Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak perkaranya adalah jihad” (HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
” إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ ” .
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala  mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” (HR. Abu Daud no. 864, Ahmad 2: 425, Hakim 1: 262, Baihaqi, 2: 386).
Tapi sebagai manusia, kita tentunya mengalami sakit. Baik sakit ringan ataupun sakit berat. Lalu bagaimana cara shalatnya orang sakit ?
Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Imran Bin Husain Radhiyallahu ‘anhu:
كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الصَّلَاةِ فَقَالَ صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ
“Pernah penyakit wasir menimpaku, lalu aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang cara shalatnya. Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Shalatlah dengan berdiri, apabila tidak mampu, maka duduklah dan bila tidak mampu juga maka berbaringlah” [HR al-Bukhari no. 1117]
Ukuran sakit seberapa parahnya, di sini kembali pada kesulitan yang adik-adik hadapi.
Misalnya, sekarang kan musim hujan, kalau sakit demam batuk pilek bagaimana shalatnya ?
Kembali pada adik-adik. Masih kuat berdiri ngga? Kalau karena demam dan kepala sangat pusing, adik-adik bisa shalat sambil duduk. Kalau ngga sanggup duduk bagaimana ? Adik-adik bisa shalat sambil berbaring.
Nah adik-adik, jadi shalat wajib tidak boleh kita tinggalkan walau dalam keadaan sakit sekalipun.
Semoga kita semua selalu diberi kesehatan oleh Allah swt. Aamiin
Have a nice day 
Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
==============
Fikih Sunnah Jilid 1 Sayyid Sabiq
Tafsir Ibnu Katsir

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Aku Cinta Islam

 Senin, 03 Dzulhijjah 1437 H/ 05 September 2016
 Akhlaq
 Ustadz M. Shafwan Husein El-Lomboki
Aku Cinta Islam
============================

Allah adalah Tuhanku, Muhammad adalah Nabiku, Al-Quran adalah Kitabku, Islam adalah Agamaku.
Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumi Islam datang. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya. Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi Islam sebagai agama yang harus mereka peluk. Oleh sebab itu tidak ada suatu agama pun yang diterima selain Islam.
Allah ta’ala juga berfirman,
“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)
Allah ta’ala juga berfirman,
“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)
Allah ta’ala berfirman,
“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)
Yang harus menjadi perhatian kita sekarang adalah, “cintakah kita kepada Islam, bagaiamana cara mempertahankan cinta itu dan bagaimana pula cara membuktikan cinta kita kepadanya?”
Cara mempertahankan Islam ialah dengan mengamalkannya. Cara mencintai Islam ialah dengan memperjuangkannya. Inilah hakikatnya. Namun, berapa banyak orang Islam yang mengaku mempertahankan Islam tetapi tidak mengamalkan ajaran Islam secara sepenuhnya dan menyeluruh.
Mana yang dirasakan sesuai dengan keinginannya, diterima dan diamalkan. Manakala yang dirasakan merugikan dan mengancam kedudukan, dipinggirkan.
Sebab itu, kita lihat banyak orang yang begitu marah dengan Zionis karena menyerang Islam, tetapi tingkah laku dan cara hidup mereka persis musuh yang mereka benci itu.
Betapa banyak pula yang mengaku mencintai Islam tetapi membiarkan Islam dihina dan dijadikan bahan olokan.
Apalagi membalas hinaan dan olokan orang, mempertahankannya pun tidak mau. Sedangkan, kata Hasan al-Banna, “Kemanisan beragama hanya dapat dirasai oleh orang yang memperjuangkannya.” Bagaimana mungkin kita bisa mencintai Islam sedangkan kita tidak merasakan kemanisannya, dan bagaimana pula kita akan dapat kemanisannya tanpa memperjuangkannya?
Islam untuk diamalkan, bukan untuk dislogankan. Islam untuk ditegakkan dalam realita masa kini, bukan hanya untuk dikenang sebagai nostalgia masa silam. Islam perlu keluar dari “kandang orang salah” yang terpaksa menjawab pelbagai dakwaan dan mulai menyerang musuh yang selama ini menghinanya. Namun, jawaban terbaik ialah tindakan bukan lisan. Malah tindakan yang paling berkesan ialah akhlak yang baik.
Perangi musuhmu dengan senjata kasih sayang. Dengan kasih sayang kita bukan saja menawan fikiran tetapi yang penting dapat menawan hati. Betapa ramai, orang yang menang dalil, tetapi tetap ditolak kerana hati orang yang dihadapinya tidak tertarik dengan akhlaknya. Berapa ramai pula orang yang kalah dalil-dalil tetapi menang pengaruh kerana akhlaknya yang menawan.
Melalui sejarah perjuangan Rasulullah SAW kita bisa melihat dan merasai betapa indahnya praktik Islam dalam menghadapi pelbagai situasi dan kondisi. Islam tidak perlu disesuaikan mengikut zaman karena Islam memang sesuai untuk sepanjang zaman. Realita budaya, bahasa dan bangsa yang berbeda bukan alasan untuk menolak Islam. Islam itu mesra budaya, bangsa, bahasa dan warna kulit.
Komputer dicipta agar bersifat “user friendly”. Bentuk, sifat dan cara pengendaliannya memang untuk memudahkan. Bayangkan, itu hanya komputer yang dicipta oleh manusia yang punya pelbagai kelemahan. Sedangkan Islam ialah ciptaan Allah, Yang Maha Sempurna. Islam tidak ada sebarang cela dan kecacatan. Percayalah, jika Islam dilihat tidak indah, maka mata hati yang melihat itulah yang tidak indah.
Agama islam mengajarkan aku selalu berbuat baik
Agama islam selalu mengajarkan mencintaiMu, Ya Allah
Agama islam mengantarkan aku akan RidhoMu
Agama islam membawaku pada sebuah kebenaran
Ku cinta agama islam, Ku bangga agama islam
Agama islam adalah agamaku
والله أعلم بالصواب

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis