Wafatnya Ulama adalah Musibah untuk Ummat

0
99

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi MA

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Wafatnya seorang ulama berbeda dengan wafatnya seorang pejabat. Jika seorang presiden wafat, maka minggu depan sudah ada gantinya; sedangkan para ulama yang mumpuni dibidangnya, ketika ia wafat belum tentu ada gantinya.

Sampai saat ini kita belum mendapatkan penggantinya Natsir, kita juga belum mendapatkan kemampuan ulama yang kompetensinya seperti Hamka, ia penulis, orator dan juga sastrawan.

Wafatnya seorang ulama adalah musibah bagi umat, karena itu pertanda ilmu diangkat oleh-Nya, lalu yang tersisa adalah hanya ulama-ulama karbitan yang tidak memilki kemampuan, lalu mereka menjawab pertanyaan umat tergantung dengan pesanan dan siapa yang bayar, dan tidak peduli apakah fatwanya itu menyesatkan umat atau tidak.

Dalam hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu โ€˜anhuma, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ู’ุจูุถู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ุงู†ู’ุชูุฒูŽุงุนู‹ุง ุŒ ูŠูŽู†ู’ุชูŽุฒูุนูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽู‚ู’ุจูุถู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ุจูู‚ูŽุจู’ุถู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุจู’ู‚ู ุนูŽุงู„ูู…ู‹ุง ุŒ ุงุชู‘ูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฑูุกููˆุณู‹ุง ุฌูู‡ู‘ูŽุงู„ุงู‹ ููŽุณูุฆูู„ููˆุง ุŒ ููŽุฃูŽูู’ุชูŽูˆู’ุง ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุนูู„ู’ู…ู ุŒ ููŽุถูŽู„ู‘ููˆุง ูˆูŽุฃูŽุถูŽู„ู‘ููˆุง

โ€œSesungguhnya Allah โ€˜azza wa jalla tidak akan mencabut ilmu dari umat manusia dengan sekali cabut. Akan tetapi, Dia akan mencabut dengan mematikan para ulama (ahlinya). Sampai apabila Dia tidak menyisakan seorang alim, umat manusia akan menjadikan orang-orang yang bodoh sebagai pimpinan-pimpinan mereka. Mereka ditanya (oleh umatnya) lantas menjawab tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.โ€ (Muttafaqun โ€˜alaih)

Wafatnya seorang ahli ilmu berbeda dengan wafatnya seorang ahli ibadah, karena mereka yang beribadah bisa melakukannya dengan benar karena bimbingan dan penjelasannya para ulama, maka jangan sia-siakan para ulama selagi mereka masih hidup, dengan mendengarkan kajiannya atau duduk di majelisnya.

ูˆูŠู‚ูˆู„ู ุณูŠูู‘ุฏูู†ุง ุนูู…ูŽุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนู†ู‡ู: ู…ูŽูˆุชู ุฃู„ูู ุนุงุจูุฏู ู‚ุงุฆูู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู„ู ุตุงุฆูู…ู ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ุงุฑู ุฃู‡ูˆูŽู†ู ู…ู† ู…ูŽูˆุชู ุนุงู„ูู…ู ุจูŽุตูŠุฑู ุจูุญูŽู„ุงู„ู ุงู„ู„ู‡ ูˆุญูŽุฑุงู…ูู‡ู

Umar bin Khattab berkata, โ€œWafatnya seribu ahli ibadah yang rajin melaksanakan tahajjud di malam hari dan puasa di siang hari, masih lebih ringan dari wafatnya seorang ulama yang mengetahui hukum halal dan haram.”

Dalam Alquran ada satu ayat yang oleh sebagian ahli tafsir dijadikan dalil tentang peran ulama. Allah berfirman,

ุฃูŽูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูŽูˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽุง ู†ูŽุฃู’ุชููŠ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ู†ูŽู†ู’ู‚ูุตูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุทู’ุฑูŽุงููู‡ูŽุง

“Apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah itu, lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?” (QS. Ar-Raโ€™du: 41)

Ibnu Abbas berkata:

ุฎุฑุงุจู‡ุง ุจู…ูˆุช ุนู„ู…ุงุฆู‡ุง ูˆูู‚ู‡ุงุฆู‡ุง ูˆุฃู‡ู„ ุงู„ุฎูŠุฑ ู…ู†ู‡ุง โ€œ

Yaitu hancurnya sebuah daerah dengan wafat ulamanya, ahli fiqhnya dan orang-orang baiknya.

Zaid bin Tsabit berkata, โ€œBarangsiapa yang ingin melihat perginya ilmu, beginilah cara Allah menghilangkannya yaitu dengan mewafatkan para ulama.โ€œ

Wafatnya ulama adalah pertanda rapuhnya sendi-sendi pertahanan umat, karenanya wafatnya mereka harus menjadi motivasi untuk kita semua untuk mempersiapkan anak-anak cucu kita menjadi generasi yang tidak buta akan Islam. Mereka boleh menjadi dokter, insinyur dan lain sebagainya, tetapi mereka harus melek akan nilai nilai Islam yang mulia; kalau Istilah KH. Zainudin MZ, “Otak boleh Jerman tetapi hati tetap Mekah.โ€œ

Wafatnya seorang ulama yang hafal Alquran, hendaknya menjadi motivasi buat kita untuk menghafal Alquran dan menjadikan anak cucu kita sebagai generasi menghafal dan mengamalkan Alquran. Jika kita tidak menjadikan semua keturunan kita ahli Alquran, maka jadikanlah salah satunya agar kita mendapatkan mahkota kemuliaan di akhirat nanti.

Wafatnya seorang ulama adalah nasihat buat kita untuk bisa wafat dalam keadaan husnul khatimah yaitu wafat di jalan dakwah, karena bagaimanapun hidup seseorang begitulah ia akan wafat kelak. Siapa yang hidup berjuang memperjuangkan kebenaran, maka ia akan wafat di atasnya; dan siapa yang hidup berlumur dosa dan bangga akannya, maka ia akan wafat hitam legam terkubur dosa.

Kisah wafatnya syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, semoga bisa menjadi penyemangat kita untuk wafat dalam keadaan husnul khatimah.

Syaikhul Islam, beliau wafat di penjara Qalโ€™ah. Beliau mengakhiri hidupnya setelah membaca ayat yang maknanya sangat indah.

Salah satu muridnya, Ibnu Abdil Hadi bercerita, setelah Syaikhul Islam banyak menulis buku, beliau habiskan waktunya untuk beribadah, membaca al-Quran, dzikir, tahajud, hingga wafat. Selama di penjara, beliau mengkhatamkan al-Quran sebanyak 80 atau 81 kali. Dan di akhir bacaan beliau, beliau membaca,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ูููŠ ุฌูŽู†ู‘ูŽุงุชู ูˆูŽู†ูŽู‡ูŽุฑู. ูููŠ ู…ูŽู‚ู’ุนูŽุฏู ุตูุฏู’ู‚ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ู…ูŽู„ููŠูƒู ู…ูู‚ู’ุชูŽุฏูุฑู

โ€œSesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.โ€ (QS. al-Qamar: 54).

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here