Gemar Berbuat Baik

Membaca al-Qur’an dalam Keadaan Berhadats Kecil

📚 Interaksi Al-Quran

📝 Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Boleh hukumnya membaca al-Qur’an bagi yang berhadats kecil dengan syarat tidak memegang mushaf. Imam an-Nawawi (w. 676 H) di dalam at-Tibyan fi Adab Hamalah al-Qur’an mengatakan: “Seseorang disunnahkan membaca al-Qur’an dalam keadaan suci. Namun, jika ia membacanya dalam keadaan berhadats, maka hukumnya boleh sebagaimana disepakati oleh para ulama, dan hadits-haditsnya pun banyak. ”Di dalam al-Majmu’ Syarh al Muhadzdzab beliau juga mengatakan: “Para ulama sepakat tentang bolehnya membaca al-Qur’an bagi orang yang berhadats kecil, namun yang paling utama adalah berwudhu terlebih dahulu sebelum membacanya.”

Di antara dalilnya adalah sebuah riwayat bahwa ‘Ali ibn Abi Thalib ra. pernah mengatakan: “Rasulullah saw. pernah masuk ke kamar kecil lalu menyelesaikan hajatnya. Beliau kemudian keluar serta makan roti dan daging bersama kami, beliau juga membaca al-Qur’an. Tidak ada sesuatupun yang menghalanginya dari membaca al-Qur’an selain junub.” (HR. Ibn Majah) Dari riwayat ini jelas sekali bahwa Rasulullah saw. sendiri pernah membaca al-Qur’an dalam keadaan berhadats kecil.

Ada juga riwayat dari Abdullah ibn ‘Abbas ra. bahwa beliau pernah menginap di rumah Maimunah, istri Nabi saw. yang juga adalah bibinya. Ia bercerita: “Maka saya berbaring di kasur, dan Rasulullah saw. berbaring serta istrinya (berbaring juga di kasur) yang membentang. Rasulullah saw. tidur sampai pertengahan malam. Hingga sebelum atau sesudahnya (lewat) sedikit, Rasulullah saw. bangun dan duduk kemudian mengusap wajahnya dengan tangannya, setelah itu beliau membaca sepuluh ayat terakhir di surah Ali Imran. Rasulullah kemudian berdiri ke tempat bejana yang tergantung dan berwudu dengan sebaik mungkin darinya kemudian berdiri menunaikan shalat.” Imam al-Bukhari (w. 256 H) sendiri yang menyampaikan hadits ini di dalam kitab Shahih-nya, beliau memberi judul dengan “Bab Bacaan al-Qur’an Setelah Berhadats dan Selainnya.” Dan memang jelas sekali bahwa dalam riwayat ini setelah Rasulullah saw. bangun dari tidurnya, beliau langsung membaca ayat ayat al-Qur’an. Tidur sendiri-sebagaimana disepakati-menjadi salah satu yang membatalkan wudhu.

Siti ‘Aisyah ra. sendiri-sebagaimana juga disebutkan al-Bukhari di dalam Shahih-nya-pernah mengatakan bahwa Rasulullah saw. memang selalu berdzikir dalam setiap keadaannya. Dan dzikir di dalamnya juga bisa mencakup al-Qur’an, karena memang ia adalah dzikir yang paling utama.[]

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : manis.id

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

harta haram

Hukum Mendapat Uang dari Aplikasi VTube

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Afwan mau nanya mengenai hukum mendapatkan uang dari aplikasi di internet…awalnya dengan mendaftar sebagai member dan menyetor sejumlah uang,kemudian setiap harinya diberikan tugas utk nge-like konten2 tertentu itu bagaimana hukumnya?jazakillah.A-36

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Pertanyaan ini skemanya mirip dengan vtube yang sudah pernah kami bahas pada kesempatan yang lalu. Sebelum kita simpulkan mari kita cari tahu terlebih dahulu tentang vtube.

Vtube atau PT. Future View Tech ini telah memiliki izin pada awalnya, yaitu izin industri dan kominfo. Akan tetapi update terbaru mengatakan bahwa izin yang telah dikeluarkan oleh Kominfo sudah dihapus. Karena mengacu kepada surat edaran Satgas Waspada Investasi (SWI) pada bulan Juni 2020, yang memasukkan vtube kepada entitas investasi ilegal.

Vtube Merupakan Skema Ponzi

Skema Ponzi merupakan salah satu cara penipuan. Dimana pelaku menawarkan keuntungan dan bonus kepada korban dengan tidak wajar, dan semua yang didapatkan oleh korban merupakan uangnya sendiri atau korban baru dari ponzi.

Dimana Letak Skema Ponzi Vtube?

Walau pun memiliki pendaftaran gratis, secara jelas vtube merupakan skema ponzi. Skema ponzi vtube ditutupi dengan perpindahan uang antara member setelah pendaftaran, yaitu jual-beli VP. Dalam jual beli VP ini vtube memiliki keuntungan antara lain, harus ada VP yang ditahan dan komisi/pajak yang diterapkan vtube untuk setiap kali pencairan. VP yang ditahan sendiri atau tidak bisa ditransaksikan adalah 10 VP atau sekitar Rp.150.000. Sedangkan untuk komisi atau pajak potongan diambil dan diatur oleh vtube berbeda-beda sesuai dengan level member.

Ponzi yang kelihatan di vtube lainnya adalah ketika member membeli aktivasi level misi. Contoh untuk level bintang 6 dengan 1 paket total biaya aktivasinya adalah 10 ribu VP atau 150 juta rupiah. Dijanjikan setiap member dalam 40 hari akan mendapatkan imbal balik sebesar 3.500 VP atau 52,5 juta rupiah. Disini terlihat jelas sekali ponzinya, bahwa member ketika ingin mendapatkan hasil yang lebih maka harus membeli atau upgrade level.

Liciknya vtube, mereka membuka pendaftaran memang gratis akan tetapi member gratis tidak akan mendapatkan keuntungan. Karena dalam 40 hari menyelasaikan misi hanya bisa maksimal mendapatkan 2 VP yang bisa ditarik oleh member atau 30 ribu rupiah. Hal ini akan mendorong member untuk melakukan pembelian paket misi atau upgrade level member.

Dari uraian dan penjelasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa vtube melakukan gharar atau penipuan dalam bisnisnya. Hal ini jelas diharamkan dalam Islam, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

“Siapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami.” (HR Muslim, Abu Daud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hanbal, dan al-Darimi).

Wallahualam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

tawadhu

Perjalanan Menuju-Mu

📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

“Wahai manusia! sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya.

Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,
dan dia kembali kepada keluarganya yang Sama-sama beriman dengan gembira. ”
QS. Al-Insyiqaq ; 84 : 6 – 9

Apa sesungguhnya yang kita cari?
Dari pagi hingga petang
Dari fajar hingga malam menjelang
Kerja keras dan banting tulang

Kadang penat yang melunturkan semangat
Kadang lelah yang membuat hati gundah

Mengisi hari dengan kesibukan kadang buat kita lupa akan wajibnya sebuah amalan.
Mengawali hari tanpa doa dan harapan hingga sia-sia sepanjang perjalanan.

Tiada guna jalani hidup tanpa tujuan.
Tak mendapati ridla dari pemilik kehidupan.
Lantas apa yang kita dapatkan.
Tak bernilai pahala dari yang kita kerjakan.

Mari mulai meluruskan niat dalam amalan.
Hingga apa yang kita kerjakan bisa menjadi bekalan.
Untuk menempuhi kehidupan yang berkekalan.
Berkumpul di surga bersama orang-orang yang beriman.

Bila hati diliputi rasa cinta
Cukuplah hanya pada Sang pencipta
Bila jiwa dibalut rasa taqwa
Hanya Allah yang jadi tujuan utamanya.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

zakat fitrah

Hukum Zakat Fitrah Untuk Bayi

Pertanyaaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, apakah anak balita wajib zakat fitrah, sedangkan zakkat fitrah wajib bagi yang mampu A_39

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Slamet Setyawan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Hukum zakat fitrah untuk bayi menurut kesepakatan ulama atau Jumhur ulama selain Imam Abu Hanifah radhiallahu anhu sudah wajib zakat. Termasuk bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal maka hukumnya sudah wajib dizakatkan.

Karena titik dimulainya kewajiban zakat itu ada pada saat terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal.

Sedangkan Imam Abu Hanifah radhiallahu anhu mengatakan bahwa titik awal wajibnya zakat fitrah adalah saat terbit fajar keesokan harinya. Jadi bila bayi lahir pada tanggal 1 Syawwal pagi hari setelah matahari terbit, harus dikeluarkan zakat fithrahnya.

Berikut acaan lafadz nait zakat fitrah untuk bayi dan anak kecil:

Niat atas nama anaknya yang masih kecil:

نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكاَةَ اْلفِطْرِعَنْ وَلَدِي الصَّغِيْرِ…

“ Saya niat mengeluarkan zakat atas nama anakku yang masih kecil…”

Dalil Perintah Zakat

Diketahui Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi tiap muslim atas dirinya dan orang-orang yang dinafkahinya. Bayi yang belum memiliki kemampuann menjadi tanggung jawab orang tua. Perintah mengeluarkan zakat fitrah tertuang dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dan janganlah kalian campur adukkan yang hak dengan yang batil, dan janganlah kalian sembunyikan yang hak itu, sedangkan kalian mengetahui. Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk. (QS. Al Baqarah ayat 42-43).

Mubarak ibnu Fudalah meriwayatkan dari Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya, “Dan tunaikanlah zakat,” bahwa makna yang dimaksud ialah zakat merupakan fardu yang tiada gunanya amal perbuatan tanpa zakat dan salat.

Dalil kewajiban zakat fitrah adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu ‘Abbas ra.;

قال ابن عباس: فرض رسول الله صلعم زكاة الفطر طهرةللصائم من اللغو والرفث وطعمة للمساكن

Ibnu ‘Abbas ra. berkata, Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang puasa dari perkataan yang sia-sia dan perkataan kotor dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin.

Syarat Wajib Zakat Fitrah yakni:

1. Islam

2. Merdeka (bukan budak, hamba sahaya)

3. Mempunyai kelebihan makanan atau harta dari yang diperlukan di hari raya dan malam hari raya. Maksudnya mempunyai kelebihan dari yang diperlukan untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang wajib ditanggung nafkahnya, pada malam dan siang hari raya. Baik kelebihan itu berupa makanan, harta benda atau nilai uang.

4. Menemui waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah. Artinya menemui sebagian dari bulan Ramadhan dan sebagian dari awalnya bulan Syawwal (malam hari raya).

Wallahu A’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

sabar dan ikhlas

BERSABAR, BERIKHTIAR DAN BERBAIK SANGKA DALAM MENJEMPUT TAKDIR

📝 Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc , M.Ag

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Pada saat suami istri sedang diuji oleh Allah dengan kemiskinan dan kesulitan, mereka hendaknya dapat saling menasihati, saling mensuport dan saling menggembirakan agar hubungan mereka tetap harmonis.

Jika suatu saat suami pulang dengan membawa kegagalan setelah berhari-hari mencari pekerjaan dalam keadaan lemas dan putus asa, ia menyampaikan keluhan tentang sulitnya mendapatkan pekerjaan maka istri tidak boleh marah kepada suami apalagi mempersalahkannya serta menambah beban dengan menuntut hak nafkahnya yang cukup.

Seharusnya istri di saat seperti itu dapat menghiburnya dengan kata-kata yang lembut dan mengingatkan suaminya agar tetap bersungguh-sungguh mencari rizki disertai dengan perasaan optimis serta berbaik sangka kepada Allah dan banyak bersyukur sekalipun dalam kondisi sulit agar dapat menjemput takdir yang baik dari sisi Allah SWT.

Bukankah dengan kerja yang sungguh -sungguh Allah akan memberikan kemudahan dan solusi yang tepat untuk mendapatkan nafkah bagi kekuarganya (29:69).

Bukankah dengan perasaan optimis dan berbaik sangka kepada Allah maka Dia akan memberikan sesuai dengan dugaan baiknya tersebut. Ingatlah dalam Hadits qudsi, Allah berfirman : ” Aku sesuai dengan apa yang disangkakan hamba-Ku kepada-Ku”.

Bukankah bersyukur dalam keadaan senang dan sulit itu dapat menambah banyak nikmat dari Allah sesuai dengan firman-Nya :
” Jika kalian bersyukur maka Aku tambahkan nikmat kepada kalian ” ( Qs.14 : 7).

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷


Sebarkan! Raih Pahala

Dipersembahkan oleh : manis.id

📲 Follow IG MANIS: http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

berdoa setelah membaca alfatihah

Membaca Alfatihah Setelah Shalat

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya tentang hukum membaca Al Fatihah setelah shalat atau dalam bacaan zikir pagi/petang, karena ada yang berpendapat itu bid’ah. Mohon penjelasannya ustadz

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Ustadz : Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Salah satu adab berdoa adalah mengawali dengan pujian. Salah satu surat yang isinya penuh dengan pujian adalah surat Al Fatihah.

Sehingga tidak mengapa mengawali doa dan dzikir dengan membaca Al Fatihah, tertulis dalam Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah:

وأما الابتداء في دعائك بالفاتحة، فلا حرج عليك فيه؛ لأن الفاتحة تشتمل على الثناء على الله تعالى، وتمجيده، كما في صحيح مسلم وتقديم الثناء في الدعاء محمود في الدعاء

Ada pun memulai doa dengan membaca Al Fatihah, tidak masalah bagi Anda melakukannya, sebab di dalam Al Fatihah mengandung pujian dan pemuliaan kepada Allah ﷻ, dan mendahulukan pujian saat berdoa adalah hal terpuji dalam berdoa. (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah no. 256792)

Hal serupa juga dikatakan dalam lembaga fatwa Jordania:

قراءة الفاتحة – بعد الدعاء أو قبله – بقصد التوسل لقبول الدعاء أمر مشروع ولا حرج فيه، وذلك لسببين اثنين:
الأول: أن التوسل بالقرآن الكريم هو توسل بصفة من صفات الله تعالى، والتوسل بصفات الله عز وجل مشروع باتفاق العلماء.
الثاني: أن التوسل بتلاوة الفاتحة توسل بعمل صالح، وهو أيضا مشروع باتفاق العلماء، واختيار سورة الفاتحة خاصة له وجه مقبول شرعا؛ وذلك لأنها أم الكتاب، وتجتمع فيها جميع معاني القرآن العظيم. والله أعلم.

Membaca surat Al Fatihah baik setelah dan sebelum berdoa dengan maksud tawassul dengannya adalah diperbolehkan oleh syariat. Hal itu karena ada dua sebab:

1. Tawassul dengan Al Quran adalah tawassul dengan sifat di antara sifat-sifat Allah Ta’ala. Ini masyru’ (sesuai syariat) menurut kesepakatan ulama.

2. Tawassul dengan membaca Al Fatihah adalah tawassul dengan amal shalih. Ini pun juga disepakati kebolehannya para ulama. Dipilihnya surat Al Fatihah secara khusus, karena Al Fatihah adalah Ummul Kitab, di dalamnya terkandung semua makna Al Quran yang mulia. Wallahu a’lam. (Al Ifta no. 928)

Lajnah fatwa Darul Ifta Al Mishriyyah, bahwa membaca Al Fatihah di pendahuluan doa dan penutupnya adalah hal yang disyariatkan berdasarkan keumuman dalil-dalil keistimewaan Al Fatihah. Mereka mengatakan:

وعلى ذلك جرى عمل السلف والخلف حتى صنف الشيخ العلاّمة يوسف بن عبد الهادي الحنبلي الشهير بابن المِبْرَد رسالةً في ذلك سمّاها “الاستعانة بالفاتحة على نجاح الأمور” نقل فيها كلام العلامة ابن القيم السابق إيراده من كتابه “زاد المعاد”،

Ini adalah amalan kaum Salaf dan Khalaf, sampai sampai Al ‘Allamah Syaikh Yusuf bin Abdul Hadi Al Hambali yg dikenal dengan Ibnul Mibrad, membuat kitab khusus tentang itu berjudul: “Al Isti’anah bil Fatihah’ ala Najahil Umuur”. Di dalamnya terdapat kutipan dari Ibnul Qayyim yg lalu dari Zaadul Ma’ad. (selesai)

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Suami yang Bersama Istri di Surga

Dengan Siapa Wanita Hidup di Surga?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya
Assalamu’alaikum… Mba mau tanya ke ustadz, apakah suami istri yg salah satu diantaranya meninggal duluan. Lalu yg masih hidup menikah lagi karena berbagai alasan. Apakah kelak bila sama-sama masuk surga akan dipertemukan kembali menjadi suami istri? 🙏 A/34

Jawaban

Oleh: Ustadz : Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Umumnya ulama mengatakan wanita akan hidup di surga, bersama laki-laki terakhir yang dia nikahi.

Dari Abu Ad Darda Radhiallahu ‘Anhu: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

أيما إمرأة توفي عنها زوجها فتزوجت بعده فهي لآخر أزواجها

Perempuan mana pun yang suaminya wafat, lalu dia nikah lagi setelah itu, maka dia milik suami terakhirnya (di akhirat).

(HR. Ath Thabarani dalam Al Awsath No. 3130. Hadits ini hasan menurut Imam Al Munawi, At Taysir, 1/839. Shahih menurut Syaikh Al Albani, Shahihul Jami’ No. 2704)

Imam Al Munawi Rahimahullah mengatakan:

قالوا وهذا هو أحد الأسباب المانعة من نكاح زوجات النبي صلى الله عليه وسلم بعده لما أنه سبق أنهن زوجاته في الجنة

Mereka (para ulama) mengatakan, inilah salah satu sebab terlarangnya bagi istri-istri Nabi ﷺ menikah lagi setelah wafatnya nabi, sebab mereka akan menjadi istri-istrinya di surga.

(Faidhul Qadir, 3/195)

Pendapat lain adalah dia akan bersama suami yang paling baik akhlaknya, ada pula yang mengatakan dia akan bebas memilih dengan suami yang mana dia mau hidup bersama. Tp, dua pendapat ini tidak ditopang dasar yang kuat.

Demikian. Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Penduduk Langit dan Bumi Mendoakan Pengajar Kebaikan

Jalan Menuju Surga

📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

Menjadi produktif begitulah sejatinya seorang muslim. Selalu berpikir apa yang harus dilakukan agar keridhaan Allah hadir dalam kehidupan kita. Ada ide kreatif dan inovatif sehingga melahirkan karya-karya fenomenal. Atau dari apa yang dilakukan menjadi pahala yang akan membawanya tinggal di surga.

Muslim produktif itu tidak kenal lelah, mereka pantang menyerah, bahkan merelakan kepentingan pribadinya hanya untuk mendahulukan apa yang dikehendaki oleh Allah. Sehingga akan menjaga kewaspadaan bahwa Allah mengawasi segala tindak tanduk yang kesehariannya.

Sering kita merasakan tubuh penat, lelah bahkan untuk beranjak saja berat. Apakah perlu untuk mengeluh? Tidak! Karena perlu disadari bahwa rasa lelah yang mendera itulah sejatinya aroma semerbak surga. Mari kita berbincang tentang lelah yang akan membawa ke Jannah.

1. Bekerja keras di jalan Allah. Ketika kita sudah dewasa maka tanggung jawab pada diri sendiri dan keluarga harus ada. Memenuhi kebutuhan diri, sehingga fisik terjaga kesehatannya dan ada jaminan untuk keberlangsungan hidupnya menjadi keniscayaan. Apalagi ketika punya keluarga. Nafkah harus diberikan. Maka setiap kita bekerja untuk pemenuhnnya. Kelelahan seperti ini menjadi alasan surga kita dapatkan.

Artinya: “Barangsiapa yang di waktu sore merasa capek (lelah) lantaran pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah) maka di saat itu diampuni dosa baginya.” (HR. Thabrani).

2. Berdakwah untuk menyampaikan kebenaran. Berdakwah ilallah. Menyampaikan kebenaran hingga merasakan lelah ini jelas sekali. Lebih tepatnya bisa disimpulkan bahkan setiap langkah di jalan dakwah tak lain sedang melangkah menuju surga.

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR. Turmudzi).

3. Beribadah kepada Allah. Penghambaan diri kita kepada Allah denga banyak cara hingga kita merasakan lelah. Ketika lama betilawah, ketika shalat malam, shalat Sunnah dan apa saja. Beribadah adalah sebuah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah hingga kepayahan kita rasakan.

Nabi mengatakan,

ما من مكلوم يكلم في سبيل الله والله أعلم بمن يكلم في سبيله إلا جاء يوم القيامة وكلمه يثعب دما ، اللون لون الدم ، والريح ريح المسك

“Tidak ada seorangpun yang terluka di jalan Allah, dan Allah lebih tahu siapa yang benar-benar terluka di jalan-Nya (yakni yang jujur dan ikhlas)-, kecuali dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan lukanya mengalirkan darah, warnanya warna darah, dan aromanya aroma kasturi (misk).” (HR. Tirmidzi)

4. Menuntut Ilmu dan mengajarkannya. Diwajibkan atas muslim untuk menuntut ilmu. Bersusah payah memahami ilmu itulah jalan ke surga. Seperti diisyaratkan dalam hadits.

Kata Nabi, Man Salaka Thoriiqon Yaltamisu Fiihi Ilman Sahhalallahu Lahu Thoriiqon Ila Al Jannah. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang artinya ”Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga”.

5. Mengajak orang untuk masuk barisan dakwah.
Dalam QS An Nahl 125 Allah berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Kita punya kewajiban mengajak orang lain untuk masuk ke dalam barisan dakwah sehingga semakin banyak pasukan yang akan meninggikan kalimat Allah.

.6. Membimbing keluarga agar tertarbiyah islamiyah. Kita perlu menjaga keluarga kita untuk berada di jalan kebenaran. Memberikan bimbingan terbaik. Karena bahagia itu tak hanya ingin dirasakan di dunia tapi hingga surga.

Dalam surat An Nisa ayat 9, Allah berfirman”Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

7. Hamil dan meyusui. Seperti apa lelahnya? Masya Allah laa quwwata Illa Billah. Tak terbalas jasa ibu tentang hal ini.

Rasulullah SAW bersabda, “Ketika seorang perempuan menyusui anaknya, Allah membalas setiap isapan air susu yang diisap anak dengan pahala memerdekakan seorang budak dari keturunan Nabi Ismail, dan manakala perempuan itu selesai menyusui anaknya maka malaikat pun meletakkan tangan ke atas sisi perempuan itu seraya berkata, ‘Mulailah hidup dari baru karena Allah telah mengampuni semua dosa-dosamu.’”

8. Lelah orang yang kelelahan dan sakit. Insya Allah setiap rasa sakit akan dikurangi dosa manusia dan tentu balasan surga akan diraihnya. Telah menjadi ketetapan dari Allah SWT bahwa setiap manusia pasti pernah mengalami sakit dan musibah selama hidupnya.

Allah SWT: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QSa al-Baqarah : 155-157)

Wallahu a’lam bisshawwab

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Beruntung Memiliki Istri Sholihah

MENSUCIKAN KEHIDUPAN RUMAH TANGGA DARI PERSELISIHAN

📝 Pemateri: Ustadzah Eko Yuliarti Siroj, S.Sos., M.Si.

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

1️⃣ Selektif saat memilih pasangan

Menjalankan ta’aruf yang benar dengan mengenal psikologis, pola asuh, sifat-sifat dan kebiasaan pasangan disamping pengenalan fisik. Pilih pasangan yang banyak memiliki kedekatan dalam hal-hal pribadi.

Rasulullah SAW bersabda: “Ruh itu bagaikan pasukan yang berbaris. Siapa saja yang saling mengenal, bisa berpadu. Dan siapa saja yang saling bertentangan, akan terus berselisih.” (HR Bukhori)

2️⃣ Tidak cemburu berlebihan dan tidak cuek. Pondasi hubungan suami istri adalah saling percaya (ats tsiqoh al mutabadilah).

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di antara cemburu ada yang dicintai Allah dan ada pula cemburu yang dibenci Allah. Di antara sikap berbangga diri ada yang disukai Allah dan ada pula sikap berbangga diri yang dimurkai Allah. Adapun kecemburuan yang disukai Allah adalah kecemburuan (dalam hal keragu-raguan). Kecemburuan yang dibenci Allah adalah kecemburuan di luar hal itu. Adapun sikap berbangga diri yang disukai Allah adalah bangganya seseorang ketika maju ke medan pertempuran di saat terjadinya bencana. Sikap bangga yang dibenci Allah adalah bangga dalam hal kebatilan” (HR Abu Daud, An-Nasai dan Ibnu Hibban).

3️⃣ Memberi kepuasan kepada istri.

Allah SWT berfirman: “Dan apabila mereka (perempuan-perempuan haid) telah suci, datangilah mereka dari arah yang telah diperintahkan Allah kepada kalian.” (QS Al-Baqarah : 222).

Secara umum, para istri seringkali tertinggal mendapatkan kepuasan dalam berhubungan suami istri. Dalam hal ini para suami perlu memahami kebutuhan istri dan berusaha untuk memenuhi kepuasan biologisnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Jika seseorang diantara kalian mendatangi istrinya di tempat tidur hendaklah ia jujur kepadanya. Jika suami telah terpenuhi kebutuhannya sementara istri belum terpenuhi maka bersabarlah sampai terpenuhi kebutuhan istrinya.” (HR Abdur Razzak dan Abu Ya’la)

4️⃣ Suami siaga.

Saat Umar bin Khottob RA sedang berkeliling Madinah, ia mendengar seorang perempuan bersenandung kesepian. Umar bertanya siapakah perempuan itu. Orang-orang mengatakan, ia seorang perempuan yang ditinggal pergi suaminya untuk berjihad di jalan Allah. Maka Umar memintanya untuk menyusul dan mendampingi suaminya. Kemudian Umar menemui Hafsah putrinya dan bertanya: “wahai putriku, berapa lama seorang istri kuat ditinggal suaminya?” Hafsah terkejut dan mengatakan: “Subhanallah, orang sepertimu masih bertanya seperti itu?”. Umar menjawab: “Kalau bukan karena urusan kaum muslimin, aku tidak akan menanyakannya.” Maka Hafsah menjelaskan: “Lima bulan atau enam bulan.” Maka Umar membuat peraturan pasukan kaum muslimin berganti di dalam tugasnya yang jauh setiap enam bulan sekali.

5️⃣ Istri sigap memenuhi kebutuhan biologis suaminya.

Rasulullah SAW bersabda: “Demi diriku yang berada di genggamanNya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur kemudian istrinya menolak, kecuali Dia yang berada di langit marah kepadanya sampai suaminya memberikan ridhonya.” (HR Syaikhon)

6️⃣ Istri tidak melakukan shaum sunnah tanpa izin suami.

Islam sangat memperhatikan kebutuhan manusia termasuk kebutuhan dasar suami istri.

Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seorang istri melakukan shaum kecuali atas izin suaminya.” (HR Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Hibban)

7️⃣ Membantu suami saat sempitnya dan menjaga hartanya saat lapangnya.

Kisah yang sangat populer adalah kisah Asma binti Abu Bakar RA yang menceritakan: “Zubair menikahiku dan dia sama sekali tidak memiliki harta maupun sahaya. Tidak juga memiliki sesuatu selain kuda perang dan keledai pengangkut air. Maka aku memandikan kudanya, membersihkannya dan memberinya makan. Aku memandikan kedelainya dan memberinya makan. Aku menimba air dan mengangkutnya dengan ember. Aku menumbuk gandum menjadi tepung dan membawa gandum di kepalaku dengan berjalan sejauh tiga farsakh. Hingga ayahku mengirimkan seorang sahaya perempuan yang membantuku mengurus kuda dan keledai. Seakan-akan ayahku memerdekakanku dari perbudakan.” (Riwayat Bukhori Muslim)

8️⃣ Tidak kikir.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya tidaklah engkau menginfakkan harta yang engkau miliki mengharapkan Ridho Allah, kecuali Allah akan memberikan pahala kepadamu. Hingga harta yang engkau infakkan kepada istrimu.” (HR Bukhori)

9️⃣ Bergembira dengan karunia anak laki-laki maupun perempuan.

Allah SWT berfirman: “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS Asy-Syuro : 49)

🔟 Hati-hati dengan ipar.

Seringkali pasangan suami istri menganggap remeh masalah ipar dengan anggapan bahwa mereka adalah keluarga dekat. Namun Rasulullah SAW mengingatkan: “Ipar itu adalah kematian.” (HR Bukhori Muslim)

1️⃣1️⃣ Waspada wahai para istri.

Para istri seringkali menceritakan perempuan lain kepada suaminya dengan sangat detil tanpa rasa khawatir hal itu mengotor hati suaminya.

Bahkan Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seorang istri memuji-muji teman perempuannya dan menyampaikan sifat-sifatnya hingga seolah-olah suaminya melihat wanita itu.” (HR Bukhori)

1️⃣2️⃣ Hindari ketidaknyamanan.

Banyak istri yang tidak memahami kondisi suaminya. Seperti dengan mengajukan berbagai pertanyaan saat suami baru saja tiba di rumah. Bahkan menyampaikan sejumlah persoalan yang membebani pikiran suami seperti kewajiban membayar iuran sekolah anak-anak, kekurangan uang belanja, dll.

Rasulullah SAW berkata kepada Jabir RA: “Carilah perempuan yang engkau bisa mencumbunya dan ia mencumbumu. Engkau bisa membuatnya tertawa dan dia bisa membuatmu tertawa.” (HR Muslim)

1️⃣3️⃣ Ingatlah wahai para suami.

Pada saat istri memasuki masa haid, ia mengalami berbagai perubahan dan gejolak di dalam jiwanya. Terkadang perubahan ini nampak pada perilakunya. Dalam kondisi seperti ini, suami harus memahami dan memperlakukan istri dengan lembut dan penuh kasih sayang tidak terpengaruh oleh perubahan sikap istrinya.

1️⃣4️⃣ Berinteraksi dengan pasangan yang tidak dicintai.

Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah seorang mukmin membenci perempuan mukminah. Jika ia membenci Sebagian akhlaknya, ia pasti mendapatkan hal lain yang disukainya.” (HR Muslim)

Wallahu a’lam bish showab

🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷

Sebarkan! Raih Pahala


Dipersembahkan oleh : manis.id

📲 Follow IG MANIS: http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

tawadhu

Hakikat Kekayaan

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Kekayaan itu bukanlah banyaknya harta, tapi kekayaan itu adalah kaya jiwanya.

(HR. Bukhari no. 6446)

Penjelasan:

– Makna Ghina (Kekayaan) adalah apa-apa yang membuat cukup. Maka, ketika seseorang yang sudah merasa cukup, maka dia kaya. Tapi, orang yang tidak pernah merasa cukup, maka dia belum kaya, walau hartanya melimpah ruah.

– Ada pun Ghaniy, artinya orang yang memiliki kekayaan. Sedangkan Al Ghaniy (Maha Kaya) adalah salah satu asma Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.

(QS. Al-Baqarah, Ayat 267)

– Kekayaan itu bukanlah dengan banyak al ‘Aradh, apa itu? dikatakan oleh Abu ‘Ubaid:

هو حطام الدنيا، يعنى متاعها، يدخل فيه جميع المال العرَوض وغيرها

Yaitu serpihan-serpihan dunia, yaitu kemewahannya, termasuk di dalamnya semua harta, barang, dan hal-hal lainnya.

(Dikutip oleh Al Qadhi ‘Iyadh, Ikmal Al Mu’lim, 3/586)

Allah Ta’ala berfirman:

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَكُونَ لَهُۥٓ أَسۡرَىٰ حَتَّىٰ يُثۡخِنَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ ٱلدُّنۡيَا وَٱللَّهُ يُرِيدُ ٱلۡأٓخِرَةَۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٞ

Tidaklah pantas, bagi seorang nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi. Kamu menghendaki ‘aradhad duniya (harta benda duniawi) sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

(QS. Al-Anfal, Ayat 67)

– Kekayaan itu Ghinan Nafs (kaya jiwanya). Maksudnya jiwa yang yang cukup, jiwa yang kenyang.

Al Qadhi ‘Iyadh Rahimahullah berkata:

أن حقيقة الغنى والغنى المحمُودُ هو: غنى النفس وشبعُها وقلة حرصها، لا كثرة المال، مع الحرص على التزيد منه والشح به، فذلك فقر بالحقيقة؛ لأن صاحبه لم يستعن به بعد

Hakikat Kekayaan dan kekayaan yang terpuji adalah kaya jiwanya, jiwa yang kenyang terhadap dunia dan sedikit hasrat terhadapnya, bukan banyaknya harta lalu dia berambisi kepada harta dan kikir terhadapnya, justru itu fakir yang sebenarnya, sebab pemilik harta tersebut sama sekali tidak pernah merasa cukup. (Ibid)

– Namun, menjadi kaya harta, asalkan bersyukur dan mengelola harta untuk fisabilillah, maka itu juga keutamaan. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Amr bin al Ash Radhiallahu ‘Anhu:

يَا عَمْرو نعم المَال الصَّالح للرجل الصَّالح

Wahai Amr, Sebaik-baiknya harta adalah harta yang dimiliki (dikelola) oleh orang shalih.

(HR. Ibnu Hibban, lihat Mawarid Azh Zham’an no. 1089)

– Harta memang berpotensi membuat lalai dan fitnah, tapi justru membawa manfaat dan rahmat jika dikendalikan oleh shalih.

Demikian. Wallahu a’lam

Wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa Shahbihi wa Sallam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678