Adab Mandi

โœUstadzah Dra.Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ„๐ŸŒป๐Ÿƒ๐ŸŒน๐ŸŒท

๐ŸŒผPertanyaan dari Korma 3

๐ŸšฆSaya mau tanya tentang adab-adab mandi di dalam kamar mandi. Ada yang bilang katanya kita tidak boleh (maaf) telanjang bulat ya?

JAWABAN:

Sebagian orang merasa ragu tentang hukum mandi dalam keadaan membuka seluruh aurat, apakah boleh ataukah tidak. Di antara hal yang menyebabkan keraguan ini adalah sebuah hadits dari Muโ€™awiyah bin Haidah radhiallahu โ€˜anhu, dia berkata:
 ู‚ู„ุช: ูŠุง ู†ุจูŠ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุนูˆุฑุงุชู†ุงุŒ ู…ุง ู†ุฃุชูŠ ู…ู†ู‡ุง ูˆู…ุง ู†ุฐุฑุŸ ู‚ุงู„: ุงุญูุธ ุนูˆุฑุชูƒ ุฅู„ุง ู…ู†ุฒูˆุฌุชูƒ ุฃูˆ ู…ุง ู…ู„ูƒุช ูŠู…ูŠู†ูƒ. ู‚ู„ุช: ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ู‚ูˆู… ุจุนุถู‡ู… ููŠุจุนุถุŸ ู‚ุงู„: ุฅู† ุงุณุชุทุนุช ุฃู† ู„ุง ูŠุฑุงู‡ุง ุฃุญุฏ ูู„ุง ูŠุฑุงู‡ุง. ู‚ุงู„: ู‚ู„ุช: ูŠุง ู†ุจูŠ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุฅุฐุงูƒุงู† ุฃุญุฏู†ุง ุฎุงู„ูŠุงุŸ ู‚ุงู„: ูุงู„ู„ู‡ ุฃุญู‚ ุฃู† ูŠุณุชุญูŠูŠ ู…ู†ู‡ ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ

โ€œSaya bertanya: โ€œWahai Nabi Allah, aurat kita, manakah yang harus kita tutup dan manakah yang boleh kita tampakkan?โ€ Nabi menjawab: โ€œJagalah auratmu kecuali terhadap istrimu atau budak (wanita)mu.โ€ Saya bertanya: โ€œWahai Rasulullah, apabila sekelompok orang sedang berkumpul bersama?โ€ Nabi menjawab: โ€œJika engkau mampu agar auratmu tidak bisa dilihat oleh seorangpun maka (usahakan) jangan sampai ada orang yang bisa melihatnya.โ€ Saya bertanya: โ€œWahai Nabi Allah, apabila salah seorang dari kita sendirian?โ€ Nabi menjawab: โ€œAllah lebih pantas bagi dia untuk malu terhadap-Nya daripada (malu) terhadap manusia.โ€ [HR At Tirmidzi (2794). Hadits hasan.]

Hadits di atas menerangkan bahwa jikalau kita malu untuk menampakkan aurat di hadapan orang lain, maka tentunya kita lebih patut lagi untuk malu kepada Allah jika kita membuka aurat ketika mandi.

Penjelasan yang benar dalam masalah ini, insya Allah, adalah bolehnya bagi seseorang untuk mandi dalam keadaan menyingkap seluruh aurat asalkan dilakukan di tempat yang tertutup atau jauh dari pandangan manusia agar mereka tidak dapat melihat kepada auratnya. Ada beberapa dalil yang menunjukkan bolehnya seseorang untuk mandi telanjang. Di antara dalilnya adalah:

1. Kisah Nabi Musa AS Dari Abu Hurairah radhiallahu โ€˜anhu, bahwasanya Rasulullah  Nabi salallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:
 ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุจูŽู†ููˆ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ููˆู†ูŽ ุนูุฑูŽุงุฉู‹ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถูุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู…ููˆุณูŽู‰ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู. ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง: ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ู…ูŽุง ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนู ู…ููˆุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ูŽ ู…ูŽุนูŽู†ูŽุงุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุขุฏูŽุฑู. ููŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ู ููŽูˆูŽุถูŽุนูŽ ุซูŽูˆู’ุจูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุฌูŽุฑู. ููŽููŽุฑู‘ูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฌูŽุฑู ุจูุซูŽูˆู’ุจูู‡ู. ููŽุฎูŽุฑูŽุฌูŽู…ููˆุณูŽู‰ ูููŠ ุฅูุซู’ุฑูู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ุซูŽูˆู’ุจููŠ ูŠูŽุง ุญูŽุฌูŽุฑู! ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู†ูŽุธูŽุฑูŽุชู’ ุจูŽู†ููˆ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ููˆุณูŽู‰ุŒููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง: ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ู…ูŽุง ุจูู…ููˆุณูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุจูŽุฃู’ุณู. ูˆูŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุซูŽูˆู’ุจูŽู‡ู ููŽุทูŽููู‚ูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽุฌูŽุฑู ุถูŽุฑู’ุจู‹ุง. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ: ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู†ูŽุฏูŽุจูŒ ุจูุงู„ู’ุญูŽุฌูŽุฑู ุณูุชู‘ูŽุฉูŒ ุฃูŽูˆู’ ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ ุถูŽุฑู’ุจู‹ุง ุจูุงู„ู’ุญูŽุฌูŽุฑู

โ€œMasyarakat Bani Israil biasa mandi bersama dalam keadaan telanjang. Mereka saling melihat kepada (aurat) yang lainnya. Sedangkan Musa AS mandi sendirian. Berkatalah masyarakat Bani Israil: โ€œDemi Allah, Musa itu tidak mau mandi bersama kita pasti karena ada cacat pada nya.โ€ Pada suatu ketika, Musa pergi mandi. Dia meletakkan pakaiannya di atas sebuah batu. Lalu batu tersebut bergerak pergi sambil membawa pakaiannya. Musa pun mengejar batu tersebut di belakangnya sambil berkata: โ€œWahai batu, kembalikan bajuku!โ€ Kaum Bani Israil melihat kepada Musa dan berkata: โ€œDemi Allah, ternyata Musa tidak memiliki kelainan apapun.โ€ Lalu Musa mengambil bajunya dan langsung memukul batu tersebut.โ€ Abu Hurairah berkata: โ€œDemi Allah, pada batu tersebut terdapat enam atau tujuh tanda bekas pukulan.โ€ Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari di dalam Shahih-nya  dan Imam Muslim di dalam Shahih-nya.

 2. Kisah Nabi Ayyub.
 ุจูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฃูŽูŠู‘ููˆุจู ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ู ุนูุฑู’ูŠูŽุงู†ู‹ุง ููŽุฎูŽุฑู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฌูŽุฑูŽุงุฏูŒ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู‡ูŽุจูุŒ ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุฃูŽูŠู‘ููˆุจู ูŠูŽุญู’ุชูŽุซููŠ ูููŠุซูŽูˆู’ุจูู‡ู. ููŽู†ูŽุงุฏูŽุงู‡ู ุฑูŽุจู‘ูู‡ู: ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ููˆุจูุŒ ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุฃูŽูƒูู†ู’ ุฃูŽุบู’ู†ูŽูŠู’ุชููƒูŽ ุนูŽู…ู‘ูŽุง ุชูŽุฑูŽู‰ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุจูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุนูุฒู‘ูŽุชููƒูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ู„ูŽุง ุบูู†ูŽู‰ ุจููŠ ุนูŽู†ู’ ุจูŽุฑูŽูƒูŽุชููƒูŽ

โ€œKetika (Nabi) Ayyub sedang mandi dalam keadaan telanjang, jatuhlah belalang-belalang dari emas di dekatnya. Lalu Ayyub menciduk (belalang-belalang emas itu) ke dalam pakaiannya. Maka Rabbnya memanggilnya: โ€œWahai Ayyub, bukankah Aku telah mencukupkan (rizki) bagimu dari (selain) apa yang engkau lihat?โ€ Ayyub menjawab: โ€œBenar (wahai Allah) demi keagungan-Mu, akan tetapi tidak cukup bagiku untuk (tidak mengambil) keberkahan-Mu.โ€ Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari di dalam Shahih-nya. Kedua hadits di atas menerangkan bahwa Nabi Musa dan Ayyub โ€˜alaihimas salam mandi dalam keadaan telanjang. Jika ada yang mengkritik bahwa ini adalah syariat umat terdahulu dan tidak lagi berlaku pada umat Muhammad, maka hal ini telah dijawab oleh Ibnu Hajar rahimahullah di dalam kitab Fathul Bari bahwa Nabi salallahu โ€˜alaihi wasallam menceritakan kedua peristiwa kepada para sahabat tanpa ada catatan apapun dari beliau. Ini menunjukkan bahwa perbuatan kedua nabi tersebut diakui di dalam syariat kita. Kalau seandainya hal ini tidak diakui oleh syariat kita, maka pastilah Nabi  Nabi salallahu โ€˜alaihi wasallam  telah menerangkannya kepada kita.

3. Kisah Nabi Muhammad Nabi salallahu โ€˜alaihi wasallam  mandi bersama Aisyah radhiallahu โ€˜anha. Rasulullah Nabi salallahu โ€˜alaihi wasallam pernah mandi bersama istri beliau Aisyah di dalam satu ruangan pada waktu yang sama. Aisyah berkata: ูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุบู’ุชูŽุณูู„ู ุฃูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฅูู†ูŽุงุกู ูˆูŽุงุญูุฏู ุชูŽุฎู’ุชูŽู„ููู ุฃูŽูŠู’ุฏููŠู†ูŽุง ูููŠู‡ู โ€œSaya pernah mandi (janabah) bersama Nabi Nabi salallahu โ€˜alaihi wasallam dari satu bejana dan tangan kami saling bergantian (mengambil air) di dalamnya.โ€ [HR Al Bukhari dan Muslim]

4. Kisah Nabi Muhammad Nabi salallahu โ€˜alaihi wasallam  mandi bersama Maimunah radhiallahu โ€˜anha. Dari Abdullah ibnu Abbas radhiallahu โ€˜anhu, dia berkata:

 ุฃุฎุจุฑุชู†ูŠ ู…ูŠู…ูˆู†ุฉ ุฃู†ู‡ุง ูƒุงู†ุช ุชุบุชุณู„ ู‡ูŠ ูˆุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุฅู†ุงุกูˆุงุญุฏ

Nabi salallahu โ€˜alaihi wasallam   โ€œMaimunah telah mengabarkan kepada saya bahwa dia pernah mandi bersama Nabi  dari satu bejana.โ€ [HR Muslim (322)] Nabi salallahu โ€˜alaihi wasallam Walaupun kedua hadits di atas tidak secara jelas menyatakan bahwa Nabi   mandi telanjang, akan tetapi para ulama berdalil dengan hadits ini tentang bolehnya seorang suami melihat aurat istrinya ataupun sebaliknya. Silakan melihat kalam Ibnu Hajar di Fathul Bari. Adapun hadits-hadits yang melarang seseorang untuk melihat aurat istrinya, maka seluruhnya adalah lemah dan tidak bisa dijadikan sebagai hujjah. Lantas bagaimana dengan hadits Muawiyah bin Haidah radhiallahu โ€˜anhu di atas yang menerangkan bahwa kita harus malu kepada Allah ta’ala jika mandi dalam keadaan telanjang? Jawabannya adalah hadits Muawiyah bin Haidah menunjukkan bahwa mandi dalam keadaan menutup aurat adalah lebih utama dan lebih sempurna, bukan wajib. Al Munawi berkata: โ€œAsy Syafiโ€™iyyah membawa hadits ini kepada hukum an nadb (lebih utama).

Di antara yang mendukung pendapat mereka adalah Ibnu Jarir. Dia menafsirkan hadits ini di kitab Tahdzibul  Aatsar kepada hukum nadb. Dia berkata: โ€œKarena Allah taโ€™ala tidak tersembunyi darinya segala sesuatu dari makhluk-Nya, baik telanjang ataupun tidak telanjang.โ€  Pendapat ini juga didukung Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani di dalam kitab Fathul Bari.

Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa mandi dalam keadaan telanjang hukumnya adalah diperbolehkan dengan syarat auratnya tidak terlihat oleh orang lain selain istri. Akan tetapi, yang lebih utama dalam hal ini adalah mandi dengan menutup auratnya.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ„๐ŸŒป๐Ÿƒ๐ŸŒน๐ŸŒท

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Dosakah Istri Siri yang Menyembunyikan Pernikahannya dengan Istri Pertama Suaminya?

โœUstadzah Dra.Indra Asih

 ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐ŸŒน๐ŸŒท

๐ŸƒPertanyaan dari Korma 3

Assalamualaikum…. Ustadz/ustadzah… terkait dengan pertanyaan dan jawaban tentang istri siri yang baru saja di share, saya jadi kepikiran diri saya sendiri.

1. Apakah saya termasuk orang yang berdosa karena menikah dengan suami orang ?
Pada saat mau menikah, saya tahu suami sudah punya istri. Tetapi mereka sampai sekarang  belum dikaruniai keturunan. Alasan ingin mendapatkan keturunan yang membuat suami mau menikahi saya. Pernikahan saya sah (ada buku nikah), tetapi sampai sekarang masih ditutupi dengan istri pertamanya. Saya menikah sudah 8 tahun lebih. Dan sudah dikaruniai 2 orang anak. Saya tidak pernah berusaha untuk membicarakan soal pernikahan saya dengan istrinya yang pertama. Karena suami melarang saya. Alhamdulillah dari awal keluarga suami merestui pernikahan kami.

2. Jika memang berdosa, bagaimana sebaiknya saya bersikap ? Apakah saya harus mengajukan cerai ?

JAWABAN:

๐ŸŒฟPertanyaan 1

Ketika memutuskan untuk mempertahankan Rumah Tangga, maka lebih baik membahas langkah-langkah yang bisa diambil agar rumah tangga uhty menjadi menyenangkan. Diantaranya:

1. Bersabarlah

2. Berlatih Untuk Mengutarakan Perasaan

Terkadang sulit sekali mengutarakan perasaan dan maksud hati kita pada suami. Untuk menghadapi suami yang demikian, maka sebagai istri kita dituntut untuk bisa sepintar mungkin mengutarakan maksud hati dan perasaan pada suami. Maksud pintar disini adalah istri dituntut untuk bisa menyampaikan maksud hatinya dengan baik tanpa menyinggung atau menyakiti perasaan suaminya. Jangan serta merta anda mengatakan suami anda egois jika perasaan dan keinginan anda tak pernah digubrisnya. Jika hal ini sampai terjadi, maka bukan saja anda tidak akan didengar justru pertengkaran akan semakin mudah tersulut dan terjadi dalam rumah tangga anda. Cukup katakan pada suami bahwa anda dan anak-anak membutuhkan perhatiannya. Contoh lain, mintalah suami untuk lebih memperhatikan kata-kata anda sewaktu anda dan suami mengobrol. Tidak perlu kata-kata kasar untuk mengungkapkan rasa kesal anda pada suami, sebaliknya ungkapkan dengan lembut tanpa membuat suami tersakiti.

3. Berbincang dengan suami dari hati ke hati.

Ingatkan dirinya bahwa rumah tangga akan lebih harmonis dan bahagia jika ia mau memperhatikan istri dan anak lebih banyak daripada memperhatikan pekerjaan semata

Pesan Rasulullah untuk para suami:

โ€œBertakwalah kepada Allah pada (penunaian hak-hak) para wanita, karena kalian sesungguhnya telah mengambil mereka dengan amanah Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allahโ€ (HR Muslim)

3. Cerdas Sewaktu Berkompromi

Pada saat anda membutuhkan bantuan suami namun mereka menolak melakukannya, maka hindari memarahi atau bahkan mengumpat suami. Sebaliknya lakukan kompromi bersama dengan suami. Misalkan, ketika anda sedang memasak dan anak anda menangis ingin digendong, sementara anda melihat suami sedang bersantai. Maka mintalah suami untuk mengajak anak dan menjaganya sementara anda memasak dan berikan pula kompensasi pada suami bahwa anda akan memasak menu yang disukainya. Dengan begitu, suami akan merasa lebih baik dan seolah tidak diperintah, melainkan lebih merasa tulus sewaktu membantu anda.

4. Usulkan Waktu Bersama

Usulkan waktu bersama untuk melakukan hal-hal positif yang menyenangkan yang bisa meningkatkan kesehatan mental anda dan pasangan. Seperti misalkan melakukan beberapa hal dengan jalan-jalan atau berolah raga bersama atau bisa juga dilakukan dengan melakukan kegiatan yang disukai suami.

5. Tumbuhkan Rasa Sayang

Permasalahan yang terjadi sehari-hari apalagi dilatarbelakangi oleh sifat suami yang kurang disukai seringkali membuat seorang istri lupa caranya menyenangkan suami. Hal ini mungkin saja disebabkan karena istri terlalu sibuk mengurus anak dan urusan rumah tangga dan mengelola keungan rumah tangga. Sehingga perhatian dan kasih sayang istri pada suami menjadi berkurang. Begitupun dengan suami saat mereka tak diberikan perhatian, mereka akan cenderung menganggap jika kita sudah tak lagi mencintainya. Untuk itulah, ketika anda ingin diperlakukan baik oleh suami maka perlakukan mereka seperti anda ingin diperlakukan. Suami yang makin sayang pada istrinya akan secara otomatis lebih peka dan lebih peduli pada sang istri, bahkan mereka lebih rela mengesampingkan lelahnya sekalipun.

Terkait masalah nafkah:

Allah SWT berfirman dalam surah an-Nisaaโ€™ ayat 34, โ€œKaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita). Dan karena mereka (laki-laki) menafkahkan sebagian harta mereka…โ€

Dalam ayat ini jelas disebutkan jika kewajiban memberi nafkah ada di pundak laki-laki. Seorang suami harus berusaha sekuat kemampuannya untuk memberi nafkah kepada istrinya. Meski kondisi sedang sulit, kewajiban ini tidak lantas gugur dengan sendirinya. Bahkan, jika ia sengaja tidak bekerja maka beberapa ulama menggolongkan perbuatannya masuk dosa besar.

Rasulullah SAW bersabda, โ€œCukuplah seseorang itu dikatakan berdosa jika menahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjadi tanggungannya.โ€ (HR Muslim).

Di sisi lain baik seorang laki-laki itu bekerja atau tidak, ia tetap pemimpin dari istrinya. Artinya meski memiliki penghasilan, seorang wanita tidak boleh merendahkan atau menolak taat kepada suaminya. Sepanjang perintah sang suami tidak dalam bentuk kemaksiatan.

Harta yang dihasilkan dari pekerjaan istri sepenuhnya milik istri. Jika ia menggunakannya untuk menafkahi keluarga maka itu termasuk sedekah dan kemuliaan. โ€œApabila seorang Muslim memberikan nafkah kepada keluarganya dan dia mengharap pahala darinya maka itu bernilai sedekah.โ€ (HR Bukhari)

๐ŸŒฟPertanyaan 2

Yang perlu dibahas adalah ketika pernikahan ke dua sudah terjadi

1.  Salah satu yang dituntut untuk dilakukan oleh suami yang melakukan poligami adalah bersikap adil secara materi dalam masalah nafkah lahir batin. Suami wajib memberikan nafkah yang memenuhi kelayakan yang sama kepada semua istrinya. Suami wajib memberikan jatah gilir waktu kunjungan yang sama. Jika tidak sanggup melakukan hal ini, Islam mengingatkan agar tidak melakukan poligami. Allah berfirman;

ููŽุฅูู†ู’ ุฎููู’ุชูู…ู’ ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ุชูŽุนู’ุฏูู„ููˆุง ููŽูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุง ู…ูŽู„ูŽูƒูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ููƒูู…ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ุชูŽุนููˆู„ููˆุง

โ€œJika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka nikahlah dengan seorang wanita saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada sikap tidak berbuat aniaya.โ€ (QS. An-Nisa: 3).

Bahkan Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam mengancam sikap tidak adil semacam ini. Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูŽุงู†ู ูŠูŽู…ููŠู„ู ู„ูุฅูุญู’ุฏูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ุฌูŽุงุกูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฃูŽุญูŽุฏู ุดูู‚ูŽู‘ูŠู’ู‡ูู…ูŽุงุฆูู„ูŒ

โ€œSiapa yang memiliki dua istri, namun dia hanya mementingkan salah satunya, maka dia akan datang pada hari kiamat, sementara salah satu sisi badannya condong.โ€ (HR. Ahmad, An-Nasai, Ibn Majah).

2. Untuk mewujudkan semangat adil sebagaimana keterangan di atas, sebagian ulama mempersyaratkan bahwa suami yang hendak poligami harus diketahui oleh semua istrinya. Karena seseorang tidak mungkin bisa bersikap adil, sementara hubungan terhadap semua istrinya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Dalam kenyataannya, mereka yang melakukan praktik poligami secara sembunyi-sembunyi, tidak diketahui istri pertama, sangat kesulitan untuk bisa bersikap adil. Jika tidak mementingkan istri pertama, dia lebih mengunggulkan istri kedua. Tentu saja, sikap sembunyi-sembunyi semacam ini telah menjerumuskan dia ke dalam jurang maksiat.

Meskipun, bukan syarat poligami harus diizinkan istri pertama. Dua hal yang perlu dibedakan, diketahui istri dan izin dari istri. Poligami harus diketahui istri, meskipun tidak diizinkan oleh istri.

3.  Untuk kasus ukhty sebaiknya kembalikan penyelesaian permasalahan pada suami.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒป๐Ÿƒ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Jadi …, Minum Sambil Berdiri Boleh Apa Enggak Sih?

Oleh: Farid Nu’man Hasan, SS

๐Ÿ“Œ Riwayat yang menunjukkan BOLEHnya minum sambil  berdiri

Berikut ini adalah keterangan bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pernah minum sambil berdiri.

โœ… Dari Nazzal, katanya:

ุฃูŽุชูŽู‰ ุนูŽู„ููŠูŒู‘ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุงุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุญูŽุจูŽุฉู ููŽุดูŽุฑูุจูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ู†ูŽุงุณู‹ุง ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ูŒ ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ููŽุนูŽู„ูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูู…ููˆู†ููŠ ููŽุนูŽู„ู’ุชู

    โ€œAli Radhiallahu โ€˜Anhu datang ke pintu Ar Rahabah, lalu dia minum sambil berdiri, lalu berkata: Sesungguhnya manusia membenci salah seorang mereka minum sambil berdiri. Sesungguhnya saya melihat Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melakukan seperti yang kalian lihat terhadap perbuatanku.โ€ (HR. Bukhari No. 5292)

โœ… Dari Amru bin Syuโ€™aib, dari ayahnya, dari kakeknya, katanya:

ุฑุฃูŠุช ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠุดุฑุจ ู‚ุงุฆู…ุง ูˆู‚ุงุนุฏุง

โ€œAku melihat Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam minum sambil berdiri dan duduk.โ€ (HR. At Tirmidzi No. 1944, katanya: hasan shahih.  Syaikh Al Albani menyatakan hasan dalam Mukhtashar Asy Syamail Muhammadiyah No. 177)

โœ… Dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, katanya:

ุณู‚ูŠุช ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุฒู…ุฒู… ูุดุฑุจ ูˆู‡ูˆ ู‚ุงุฆู…

โ€œAku menuangkan air zamzam kepada Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, lalu dia meminumnya sambil berdiri.โ€ (HR. At Tirmidzi, Syaikh Al Albani menyatakan shahih dalam Mukhtashar Asy Syamail Muhammadiyah No. 178)

โœ… Dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุดุฑุจ ู…ู† ุฒู…ุฒู… ูˆู‡ูˆ ู‚ุงุฆู…ูŒ

    โ€œBahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam minum zamzam sambil berdiri.โ€(HR. At Tirmidzi No. 1943, katanya: hasan shahih. Dishahihkan oleh Syaikh Al Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 1882)

โœ… Dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, katanya:

ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจู ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุงุนูุฏู‹ุง

    โ€œAku melihat Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam minum sambil berdiri dan duduk.โ€ (HR. An Nasaโ€™i No. 1361, Syaikh Al Albani menshahihkannya dalam Shahih wa Dhaif Sunan An Nasaโ€™i No. 1361)

๐Ÿ“Œ Selanjutnya adalah keterangan bahwa Beliau MELARANG  minum sambil berdiri.

โœ–๏ธ Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ูŽุง ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ููŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุณููŠูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุณู’ุชูŽู‚ูุฆู’

โ€œJanganlah salah seorang kalian minum sambil berdiri, barang siapa yang lupa, maka muntahkanlah.โ€ (HR. Muslim No. 2026)

โœ–๏ธ Dari Anas bin Malik Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู†ู‡ู‰ ุฃู† ูŠุดุฑุจ ุงู„ุฑุฌู„ ู‚ุงุฆู…ุง ูู‚ูŠู„ ุงู„ุฃูƒู„ ู‚ุงู„: ุฐุงูƒ ุฃุดุฏ

    โ€œBahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melarang seseorang minum sambil berdiri.โ€ Dikatakan: kalau makan? Beliau menjawab: lebih keras lagi larangannya.โ€ (HR. At Tirmidzi No. 1940, Katanya: hadits ini shahih. Dalam riwayat Muslim No. 2024, lafaznya: lebih jelek dan lebih buruk lagi)

โœ–๏ธDari Anas bin Malik Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฒุฌุฑ ุนู† ุงู„ุดุฑุจ ู‚ุงุฆู…ุง.

โ€œBahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melarang minum sambil berdiri.โ€ (HR. Muslim No. 2024, juga dengan lafaz yang sama dari jalur Abu Said Al Khudri No. 2025)

โœ–๏ธ Dari Al Jarud bin Al โ€˜Ala Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:  

ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู†ู‡ู‰ ุนู† ุงู„ุดุฑุจ ู‚ุงุฆู…ุง

โ€œBahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melarang minum sambil berdiri.โ€ (HR. At Tirmidzi No. 1941, katanya: hasan gharib. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 1880)

Kita lihat berbagai keterangan riwayat shahih ini, bahwa Beliau minum sambil berdiri dan disaksikan oleh beberapa sahabatnya. Dan,  beliau juga melarang minum sambil berdiri dan ini pun juga didengar dan diriwayatkan oleh beberapa sahabatnya.

Perbedaan ini membuat perselisihan pendapat di antara para ulama; ada yang mengharamkan, memakruhkan, dan membolehkan.  Tapi mereka sepakat, minum sambil duduk adalah afdhal. Ada sebagian ulama menganggap hadits-hadits ini musykil (bermasalah), bahkan dhaif (lemah), dan ada pula yang menganggap yang satu menasakh (menghapus) yang lain. Sem
ua ini dibantah oleh Imam An Nawawi dengan bantahan yang bagus. Beliau melakukan metode kompromi di antara riwayat yang nampaknya bertentangan ini. Baginya, semua riwayat ini terbukti shahih, tidak ada yang merevisi satu sama lain,  baik berdiri atau duduk, keduanya adalah boleh tetapi duduk adalah lebih utama dan sempurna.

Perhatikan  penjelasan Imam An Nawawi Rahimahullah:

  ุงูุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ูŽู‘ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠุซ ุฃูŽุดู’ูƒูŽู„ูŽ ู…ูŽุนู’ู†ูŽุงู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุก ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู„ู‹ุง ุจูŽุงุทูู„ูŽุฉ ุŒ ูˆูŽุฒูŽุงุฏูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุชูŽุฌูŽุงุณูŽุฑูŽ ูˆูŽุฑูŽุงู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุถูŽุนูู‘ู ุจูŽุนู’ุถู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽุงุฏูŽู‘ุนูŽู‰ ูููŠู‡ูŽุง ุฏูŽุนูŽุงูˆููŠ ุจูŽุงุทูู„ูŽุฉ ู„ูŽุง ุบูŽุฑูŽุถ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฐููƒู’ุฑู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูˆูŽุฌู’ู‡ ู„ูุฅูุดูŽุงุนูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽุจูŽุงุทููŠู„ ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽู„ูŽุทูŽุงุช ูููŠ ุชูŽูู’ุณููŠุฑ ุงู„ุณูู‘ู†ูŽู† ุŒ ุจูŽู„ู’ ู†ูŽุฐู’ูƒูุฑ ุงู„ุตูŽู‘ูˆูŽุงุจ ุŒ ูˆูŽูŠูุดูŽุงุฑ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุชูŽู‘ุญู’ุฐููŠุฑ ู…ูู†ู’ ุงู„ูุงุบู’ุชูุฑูŽุงุฑ ุจูู…ูŽุง ุฎูŽุงู„ูŽููŽู‡ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠุซ ุจูุญูŽู…ู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุฅูุดู’ูƒูŽุงู„ ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูููŠู‡ูŽุง ุถูŽุนู’ู ุŒ ุจูŽู„ู’ ูƒูู„ู‘ู‡ูŽุง ุตูŽุญููŠุญูŽุฉ ุŒ ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ูˆูŽุงุจ ูููŠู‡ูŽุง ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ู‡ู’ูŠ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุญู’ู…ููˆู„ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉ ุงู„ุชูŽู‘ู†ู’ุฒููŠู‡ . ูˆูŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุดูุฑู’ุจู‡ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ููŽุจูŽูŠูŽุงู† ู„ูู„ู’ุฌูŽูˆูŽุงุฒู ุŒ ููŽู„ูŽุง ุฅูุดู’ูƒูŽุงู„ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุนูŽุงุฑูุถ ุŒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฐูŽูƒูŽุฑู’ู†ูŽุงู‡ู ูŠูŽุชูŽุนูŽูŠูŽู‘ู† ุงู„ู’ู…ูŽุตููŠุฑ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ุฒูŽุนูŽู…ูŽ ู†ูŽุณู’ุฎู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑู‡ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุบูŽู„ูุทูŽ ุบูŽู„ูŽุทู‹ุง ููŽุงุญูุดู‹ุง ุŒ ูˆูŽูƒูŽูŠู’ู ูŠูุตูŽุงุฑ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุณู’ุฎ ู…ูŽุนูŽ ุฅูู…ู’ูƒูŽุงู† ุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุน ุจูŽูŠู’ู† ุงู„ู’ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠุซ ู„ูŽูˆู’ ุซูŽุจูŽุชูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุงุฑููŠุฎ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽู‘ู‰ ู„ูŽู‡ู ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ . ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู… . ููŽุฅูู†ู’ ู‚ููŠู„ูŽ : ูƒูŽูŠู’ู ูŠูŽูƒููˆู† ุงู„ุดูู‘ุฑู’ุจ ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ู…ูŽูƒู’ุฑููˆู‡ู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุนูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุŸ ููŽุงู„ู’ุฌูŽูˆูŽุงุจ : ุฃูŽู†ูŽู‘ ููุนู’ู„ู‡ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠูŽุงู†ู‹ุง ู„ูู„ู’ุฌูŽูˆูŽุงุฒู ู„ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู† ู…ูŽูƒู’ุฑููˆู‡ู‹ุง ุŒ ุจูŽู„ู’ ุงู„ู’ุจูŽูŠูŽุงู† ูˆูŽุงุฌูุจ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุŒ ููŽูƒูŽูŠู’ู ูŠูŽูƒููˆู† ู…ูŽูƒู’ุฑููˆู‡ู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุซูŽุจูŽุชูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃูŽ ู…ูŽุฑูŽู‘ุฉ ู…ูŽุฑูŽู‘ุฉ ูˆูŽุทูŽุงููŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนููŠุฑ ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุฅูุฌู’ู…ูŽุงุน ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู’ูˆูุถููˆุก ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ูˆูŽุงู„ุทูŽู‘ูˆูŽุงู ู…ูŽุงุดููŠู‹ุง ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ ุŒ ูˆูŽู†ูŽุธูŽุงุฆูุฑ ู‡ูŽุฐูŽุง ุบูŽูŠู’ุฑ ู…ูู†ู’ุญูŽุตูุฑูŽุฉ ุŒ ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูู†ูŽุจูู‘ู‡ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูŽูˆูŽุงุฒ ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุก ู…ูŽุฑูŽู‘ุฉ ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุฑูŽู‘ุงุช ุŒ ูˆูŽูŠููˆูŽุงุธูุจ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฃูŽูู’ุถูŽู„ ู…ูู†ู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽู‡ูŽูƒูŽุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑ ูˆูุถููˆุฆูู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซ ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑ ุทูŽูˆูŽุงูู‡ ู…ูŽุงุดููŠู‹ุง ุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑ ุดูุฑู’ุจู‡ ุฌูŽุงู„ูุณู‹ุง ุŒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุงุถูุญ ู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุดูŽูƒูŽู‘ูƒ ูููŠู‡ู ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ู†ูุณู’ุจูŽุฉ ุฅูู„ูŽู‰ ุนูู„ู’ู… . ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู… .

    โ€œKetahuilah, hadits-hadits ini menurut sebagian ulama dinilai musykil (bermasalah) maknanya, sampai-sampai di antara mereka terdapat pendapat-pendapat yang batil, ditambah lagi sampai berani melemparkan anggapan sebagian hadits-hadits tersebut adalah  dhaif. Mereka mengklaim dengan vonis yang batil tapi kami tidak bermaksud membahasnya di sini, dan tidak akan menyebarkan kebatilan dan kekeliruan penafsiran mereka terhadap sunah. Tetapi kami akan sampaikan kebenaran tentang ini, bahwa larangan tersebut bermakna makruh tanzih (makruh  mendekati mubah, yang sebaiknyantidak dilalukan). Ada pun minumnya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam secara berdiri merupakan penjelasan atas kebolehannya. Tidak ada musykil dan tidak ada pula kontradiksi, inilah yang telah kami sebutkan maknanya. Ada pun barangsiapa menyangka adanya nasakh (amandemen)  atau lainnya, maka itu merupakan kesalahan yang buruk. Bagaimana bisa terjadi nasakh, padahal masih bisa dimungkinkan jamโ€™u (kompromi) antara hadits-hadits yang ada.  Wallahu Aโ€™lam. Jika dikatakan: โ€œBagaimana bisa minum berdiri adalah makruh padahal Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam melakukannya?โ€ Jawabnya: โ€œSesungguhnya perbuatan Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam jika sebagai penjelas atas kebolehan sesuatu, maka tidaklah itu menjadi makruh, bahkan penjelasan itu adalah wajib atasnya (untuk menjelaskan), bagaimana hal itu menjadi makruh, padahal telah shahih darinya bahwa beliau berwudhu pernah sekali-sekali, thawaf  dengan menunggang  Unta, sedangkan ijmaโ€™ menyebutkan bahwa wudhu hendaknya tiga kali-tiga kali, dan thawaf dengan berjalan kaki adalah lebih sempurna. Pandangan-pandangan ini tidaklah dibatasi, sebab dahulu Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengabarkan kebolehan sesuatu sekali atau berkali-kali, dan beliau
menegaskan pula mana yang afdhalnya. Demikian juga, bahwa kebanyakan wudhu Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam tiga kali-tiga kali, dan lebih banyak thawaf dengan berjalan kaki, dan lebih banyak minum dengan cara duduk. Dan, ini sangat jelas, tanpa ada keraguan lagi bagi orang-orang yang menyerukan dirinya kepada ilmu. Wallahu Aโ€™lam.โ€ (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/62. Mawqiโ€™ Al Islam)

    Kesimpulannya, menurut Imam An Nawawi pendapat yang paling kuat dalam memahami perbedaan hadits-hadits ini adalah menunjukkan kebolehan minum sambil berdiri, tetapi dengan cara duduk adalah lebih utama, sebab itu yang lebih ditekankan.  Dalam kitab Riyadhushshalihin Beliau pun membuat Bab Bayan Jawaz Asy Syurb Qaa-iman wa Bayan An Al Akmal wal Afdhal Asy Syurb Qaaโ€™idan. (Penjelasan Bolehnya Minum Berdiri dan Penjelasan Bahwa Lebih Sempurna dan Utama Minum adalah Sambil Duduk)

   ๐Ÿ“Œ Tarjih Imam An Nawawi ini diperkuat oleh perilaku para sahabat, bahwa mereka pun pernah minum berdiri.

๐Ÿ“•  Umar, Ali, dan Utsman Radhiallahu โ€˜Anhum

ุนู† ู…ุงู„ูƒ ุฃู†ู‡ ุจู„ุบู‡ ุฃู† ุนู…ุฑ ุจู† ุงู„ุฎุทุงุจ ูˆุนู„ูŠ ุจู† ุฃุจูŠ ุทุงู„ุจ ูˆุนุซู…ุงู† ุจู† ุนูุงู† ูƒุงู†ูˆุง ูŠุดุฑุจูˆู† ู‚ูŠุงู…ุง

    Dari Malik,  sesungguhnya telah sampai kepadanya, bahwa Umar bin Al Khathab, Ali bin Abi Thalib, dan Utsman bin Affan, mereka minum sambil berdiri. (Al Muwaththaโ€™ No. 1651)

๐Ÿ“˜  Zubeir bin Awwam Radhiallahu โ€˜Anhu

Dari Abdullah bin Az Zubier, dari Ayahnya (yakni Zubeir bin Awwam):

ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจู ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง

โ€œBahwa dia (ayahnya) minum sambil berdiri.โ€ (HR. Malik, Al Muwaththaโ€™ No. 1654)

๐Ÿ“™   โ€˜Aisyah dan Saad bin Abi Waqqash Radhiallahu โ€˜Anhuma

    Dari Ibnu Syihab, katanya:

ุฃู† ุนุงุฆุดุฉ ุฃู… ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูˆุณุนุฏ ุจู† ุฃุจูŠ ูˆู‚ุงุต ูƒุงู†ุง ู„ุง ูŠุฑูŠุงู† ุจุดุฑุจ ุงู„ุฅู†ุณุงู† ูˆู‡ูˆ ู‚ุงุฆู… ุจุฃุณุง

    โ€œBahwa Ummul Muโ€™minin โ€˜Aisyah dan Saโ€™ad bin Abi Waqqash menganggap tidak apa-apa manusia minum sambil  berdiri.โ€ (HR. Malik, Al Muwaththaโ€™ No. 1652. Abdurrazzaq, Al Mushannaf, No. 19591. Ibnu Abi Syaibah, Al Mushannaf, 5/514,  No. 5)

๐Ÿ“”   Abdullah bin Umar Radhiallahu โ€˜Ahuma

    Dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, katanya:

ูƒู†ุง ู†ุฃูƒู„ ุนู„ู‰ ุนู‡ุฏ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆู†ุญู† ู†ู…ุดูŠ ูˆู†ุดุฑุจ ูˆู†ุญู† ู‚ูŠุงู…ูŒ

    โ€œKami makan pada zaman Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sambil berjalan dan minum sambil berdiri.โ€ (HR. At Tirmidzi No. 1942, katanya: hasan shahih. Ibnu Majah No. 3301,  Ahmad No. 5607. Ibnu Abi Syaibah, Al Mushannaf , 5/515, No. 16)

    Selain itu juga dari Abu Hurairah, Said bin Jubeir, Al Hasan, dan lainnya. Wallahu Aโ€™lam

Berwudhu dengan Air yang Tercampur Bahan Kimia

โœUst. Farid Nu’man Hasan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
๐Ÿ–Assalamualaikum wr wb.                                      
___________________

Pertanyaan nya.      

Boleh gak  ya pake air buat wudhu  ยฅฤ…ษฒวฅ sudah tercampur…

saya tinggal dikomplek perkebunan jauh dr kota yg asal airnya berasal dari satu sumber tampungan kolam besar. air disini keruh, karna berlumpur. jadi untuk menjernihkan, dipakai bahan kimia.

yg saya tanyakan, bagaimana hukumnya memakai air tersebut untuk bersuci…?
terimakasih.
Pertanyaan dari ukhti Endah ๐Ÿ…ฐ2โƒฃ8โƒฃ

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Jawaban nya.                      

Jika diberikan zat kimia, lalu air tersebut tetap dan bahan kimianya tidak merubahnya, maka boleh wudhu di situ. Walau berlumpur atau keruh. Di daerah tanah gambut memang begitulah airnya, tidak apa-apa. Al Maa’u thahuurun laa yunajjisuhu syai’un – air itu suci dan tdk ada apa pun yg menajiskannya …

Tp jika merubah aroma dan rasa, walau air tersebut menjadi bening, maka air tersebut telah menjadi air thahir, suci tapi tidak mensucikan. Seperti soda, air kuah, sirup, dan semisalnya. (Lihat penjelasannya dalam Syarah Bulughul Maram yang pertama).

Menurut ijma, jika sudah ada perubahan salah satu dr 3 unsur tsb, maka sudah tidak bisa dipakai bersuci, walau dia suci, istilahnya air thahir.

Wallahu a’lam…

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Keteguhan Para Prajurit, Keteladan Para Perwira Menjelang Masa Akhir Kekhalifahan Turki Utsmani

๐Ÿ“† Kamis, 15 Jumadil Akhir 1437H / 24 Maret 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Pertempuran Bukit Scimitar – 21 Agustus 1915

Pertempuran di “Bukit Pedang Bengkok” ini dikenal di Turki sebagai Yusufรงuk Tepe atau Bukit Capung (Dragonfly Hill) adalah serangan terakhir yang dilancarkan oleh Inggris di Suvla menghadapi Khilafah Turki Utsmani pada perang di Gallipoli, Perang Dunia Pertama.

Serangan ini adalah yang terbesar dalam satu hari yang pernah digelar oleh Sekutu di Gallipoli dengan mengerahkan 3 divisi. Tujuan dari serangan ini adalah untuk menghilangkan potensi ancaman Turki Utsmani atas pantai pendaratan Suvla serta mencoba menghubungkannya dengan sektor pendaratan ANZAC di selatan.

Serangan ini dilancarkan pada hari Ahad 4 Syawal 1333 Hijriah (21 Agustus 1915) yang diserentakkan dengan penyerangan terhadap Bukit-60. Serangan ini membuahkan kegagalan yang meminta korban dalam jumlah yang banyak bukan hanya pihak sekutu namun juga dari pihak Turki Utsmani. Pertempuran ini berlangsung hingga masuk waktu malam dimana parit pertahanan sempat berganti tangan beberapa kali.

๐Ÿ“ŒPermulaan

Kemandegan menghampiri Sekutu pada kampanye militer di front Gallipoli ini sejak sulitnya mereka merebut Helles di ujung semenanjung sejak pendaratan gelombang pertama pada tanggal 25 April. Bukit Scimitar mendapatkan nama julukannya karena puncaknya yang berbentuk cembung. Bukit ini pada mulanya menjadi sasaran hari-pertama (7 Agustus) namun Jend. Stopford sangat ragu-ragu untuk maju tanpa kepastian dukungan artileri.

Pada pagi hari tanggal 9 Agustus, pasukan Inggris baru memulai upaya serius untuk menguasai tebing Tekke Tepe. Dalam konteks manuver di atas, Bukit Scimitar yang menghalangi arah serangan ke Tekke Tepe dari arah barat-daya sebenarnya sudah dikuasai lebih dahulu tanpa perlawanan oleh Batalion ke-6 dari Resimen East-Yorkshire sehari sebelumnya.

Hanya saja, Bukit Scimitar kemudian ditinggalkan oleh kesatuan tersebut tanpa sebab yang jelas sehingga diduduki kembali oleh pasukan Turki Utsmani. Inggris berusaha merebutnya kembali dan sempat terjadi perpindahan kekuasaan beberapa kali sebelum akhirnya Turki Utsmani berjaya sekitar tengah hari. Keesokan harinya, Divisi Infanteri Ke-53 kembali menyerbu Bukit Scimitar namun tetap menemui kegagalan; bahkan menyebabkan daya tempur divisi tersebut berkurang drastis.

๐Ÿ“ŒPertempuran

Pada 15 Agustus, Jend. Stopford dibebas-tugaskan serta digantikan olrh Mayor Jend. Beauvoir De Lisle sebagai komandan sementara Korps IX sampai datangnya Jend. Julian Byng. De Lisle menghentikan semua penyerangan karena banyaknya korban yanb berjatuhan dari aksi sebelumnya. De Lisle hanya memusatkan perhatiannya pada penguatan atas area yang telah dikuasainya.

Rencana pada tanggal 21 Agustus adalah untuk menyerang Bukit Scimitar dengan Divisi Ke-29 dan Bukit-W diserang oleh Divisi Ke-11 dengan Yeomanry sebagai cadangan. Sebagaimana biasa pada pendahuluan serangan, tembakan artileri Inggris begitu sengit menembak namun kebanyakan tidak tepat sasaran karena faktor alam serta minimnya pantauan udara. Di lain pihak, posisi Turki Utsmani yang berada di atas dataran yang lebih tinggi memudahkan mereka untuk membaca gerakan lawannya serta lebih akurat mengarahkan tembakannya.

Serbuan Divisi Ke-11 menjadi berantakan karena menghadapi banyaknya titik-kuat pasukan Turki Utsmani yang tidak terlihat sebelumnya; disamping tembakan artileri lawan dari balik bukit yang akurasinya mematikan. Oleh karena itu, ketika Batalion Ke-1 dari Royal Inniskilling Fusiliers berhasil mencapai Bukit Scimitar mereka dihujani tembakan dari berbagai arah termasuk dari Bukit-W yang belum berhasil dikuasai. Kesatuan Irlandia ini terpaksa mundur dari Bukit Scimitar sambil menerobos rerumputan kering yang terbakar akibat bertubinya tembakan artileri Turki Utsmani. Sebuah neraka kecil bagi prajurit yang tidak sempat meloloskan dirinya.

Sekitar pukul 17.00 sore, Inggris mengerahkan kesatuan baru yaitu Divisi Kavaleri Ke-2 dari pantai Lala Baba untuk merebut kembali Bukit Scimitar melintasi dasar danau kering. Mereka maju berbaris rapi seperti perang zaman baheula. Mereka maju menerobos medan yang berkabut dan asap yang menutupi pandangan. Ke-5.000 pasukan dalam 5 brigade itu maju dengan gagah di lapangan terbuka sehingga menjadi sasaran empuk para penembak jitu Turki Utsmani di bukit yang lebih tinggi. Banyaknya korban yang gugur memaksa mereka untuk menghentikan langkah di dekat Bukit Green untuk berlindungan dari kematian sia-sia. Namun, Brig. Jend. Lord Longford tetap memaksa Brigade Kavaleri Ke-2 South Midland untuk terus maju, mereka semua disapu bersih oleh tembakan yang sangat akurat.

Serangan ini merupakan yang terakhir dilakukan Inggris di area operasi Suvla. Tapal batas kedua pihak antara Bukit Scimitar dan Bukit Green menjadi perbatasan statik hingga ke akhir kampanye Gallipoli pada tanggal 20 Desember.

๐Ÿ“ŒCatatan Tambahan

Dalam satu hari pertempuran ini telah menelan korban pada pihak Inggris sebanyak 5.300 personil dari 14.300 yang dikerahkan. Hanya dua penganugerahan bintang Victoria Cross di front Suvla diberikan pada 9 Agustus kepada Kapten Percy Hansen yang menolong prajuritnya yg terluka turun dari Bukit Scimitar dan satu lagi kepada Prajurit Frederick Potts pada pertempuran di Bukit Scimitar pada tanggal 21 Agustus.

Agung Waspodo, merasakan bahwa setiap jengkal pantai dan setiap tapakan bukit di Gallipoli adalah bukti atas keteguhan para prajurit serta keteladanan para perwira di penghujung akhir kekhilafahan, 100 tahun berlalu lebih 2 hari..

Depok, 23 Agustus 2015, subuh lewat sedikit..

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Komandan Yang Tertidur Dalam Pertempuran!

๐Ÿ“† Kamis, 15 Jumadil Akhir 1437H / 24 Maret 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Pendaratan di Teluk Suvla: 6-15 Agustus 1915

Pendaratan di Teluk Suvla (Suvla Bay) adalah pendaratan amfibi dari Laut Aegean ke pesisir Gallipoli pada rentang Suvla dalam Serangan Bulan Agustus. Serangan ini adalah upaya terakhir Sekutu untuk memecah kebuntuannya pada Kampanye Militer di Gallipoli. Pendaratam yg dimulai pada Jum’at malam 24 Ramadhan 1333 Hijriah (6 Agustus 1915) secara khusus ditujukan untuk membuat terobosan lebih jauh dari posisi pendaratan sebelumnya di Sektor ANZAC sekitar 8 km di selatannya.

๐Ÿ“ŒLatar Belakang

Walau hanya menghadapi perlawanan yg ringan, pendaratan Sekutu di Suvla sudah terlihat salah kelola sejak permulaan dan dengan cepat berubah menjadi kondisi kunci-mengunci seperti yg sudah te4jadi sebelumnya di sektor ANZAC dan Helles.

Pada hari Ahad 4 Syawal 1333 Hijriah (15 Agustus), setelah sepekan lebih tanpa adanya keputusan yg jelas serta aktivitas yg nyata, komandan Inggris di Suvla, Let. Jend. Sir Frederick Stopford dilepaskan dari jabatannya. Kepemimpinannya merupaka salah-satu yg terburuk dalam Perang Dunia Pertama di pihak Sekutu.

๐Ÿ“ŒPerencanaan

Penyerangan itu dimulai dengan sebuah serangan pengalihan di sektor Helles yg kemudian dikenal sebagai Pertempuran Kebun Anggur di Krithia (the Battle of Krithia Vineyard) dan di sektoe ANZAC dikenal sebagai Pertempuran Pinus Tunggal (the Battle of Lone Pine).

Pendaratan itu direncanakan pada jam 20.00 malam atau satu jam setelah dua kolom serbuan terkoordinasi menembus keluar dari sektor ANZAC menuju sasaran dataran tinggi Sarฤฑ Baฤฑr.

Ketika Stopford diperlihatkan tentang rencana tersebut pada awal 22 Juli ia sangat yakin akan keberhasilannya, namun Kepala Staf-nya, brig. Jend. Hamilton Reed tidak seyakin pimpinannya; ia adalah Kastaf ini berhasil memengaruhi atasannya. Reed adalah seorang perwira artileri dengan dekorasi Bintang Viktoria di dadanya yg ia peroleh pada Perang Boer. Ia mengatakan bahwa sebuah penyerbuan atas posisi parit lawan tidak akan berhasil tanpa dukungan tembakan artileri. Walau pengintaian udara menunjukkan tidak adanya parit pertahanan itu, namun Stopford tetap membatasi capaian serangan. Perintah yg “tidal jelas” turun bagi Divisi Ke-11 untuk menyerang dimana komandannya May. Jend. Frederick Hammersley sampai detik terakhir masih belum yakin apakah tanah tinggi itu wajib dikuasai atau pilihan.

๐Ÿ“ŒPihak Turki Utsmani

Komandan Balatentara Ke-5 Turki Utsmani yg diberikan kepada Jend. Otto Liman von Sanders sudah merasakan akan adanya serbuan ini melalui laporan peningkatan jumlah pasukan di sektor tersebut dari pantauan lapangan. Upaya pengelabuan Inggris sedikit berhasil mengalihkan 3 divisi Turki Utsmani ke sisi Asia dan 3 lagi ke bagian utara Semenanjung Gallipoli di sektor Bulair.

Sektor Suvla dipertahankan olrj 3 batalion yg dikenal sebagai Detasemen Anafarta yg dipimpin oleh seorang perwira kavaleri asal Bavaria, Mayor Wilhelm Wilmer. Ia memiliki satu tugas saja yaitu menahan serangan lawan sampai tiba bala bantuan, namum ia tidak diberi satuan senapan-mesin dan hanya sedikit artileri saja. Ia membentuk tiga titik pertahanan di Kiretch Tepe, Hill-10, dan Chocolate Hill berikut titik pantau di Lala Baba.

๐Ÿ“ŒPendaratan

Pendaratan gelombang pertama di Pantai-B (B-Beach) oleh brigade ke-32 dan ke-33 tepat pukul 20.00 dan berhasil merebut posisi Lala baba namun dengan korban yg besar. Setelah itu Brigade Ke-34 mendarat di Pantai-A (A-Beach) namun lebih berantakan karena kesalahan teknis dimana sebagian kapal tersangkut pada karang dan posisi pendaratan bergeser. Sebagian pasukan ada yang mendarat di pantai yg curam dengan air sampai sebatas leher. Gelobang inipun dengan mudah ditekan oleh artileri dan tembakan sniper dari garis pertahanan Turki Utsmani. Resimen Manchester bisa dikatakan yg terbaik dalam pendaratan ini dengan berhasil mencapai Kiretch Tepe dengan korban 200 personil.

Di tempat lain pendaratan yg dilakukan pada tengah malam mengalami masalah yang lebih banyak. Para perwira kesulitan menemukan titik sasaran mereka dalam kegelapan, masalah baru timbul ketika cahaya yg dipantulkan oleh bulan justru menjadikan pasukan Inggris target bagi sniper Turki Utsmani. Hill-10 baru bisa direbut keesokan hari setelah jumlah personil yg mendarat bertambah dan pasukan Turki Utsmani mundur sebelum subuh.

๐Ÿ“ŒKepemimpinan Sekutu

Masalah lain timbul karena Stopford memilih untuk memimpin pendaratan dari atas kapal HMS Jonquil dan, lebih parah, adalah ketika pendaratan berlangsung ia justru tertidur. Laporan pertama yg ia terima sekitar jam 04.00 pagi adalah ketika Komandan Unwin meminta pendaratan di Teluk Suvla dihentikan. Berbagai laporam baik dari wartawan perang Ellis Ashmead-Bartlett maupun buku yang ditulis oleh Kap. Cecil Aspinall-Oglandar menyatakan betapa porak-porandanya komando serta situasi di lapangan pada tanggal 7 Agustus.

๐Ÿ“ŒMenjelang Akhir

Pada tanggal 7 Agustus kemajuan sangat minim, bahkan teriknya hari itu serta belum turunnya logisitik membuat banyak prajurit yang kehausan serta kesatuan diam tanpa perintah. Satu-satunya capaian yang jelas pada hari itu adalah kedua bukit di sebelah timur Danau Asin, namun korban yang jatuh dari pihak Sekutu mencapai 1.700 personil pada 24 jam pertama.

Pada jam 19.00 Willmer melaporkan kepada von Sanders: “tidak ada semangat untuk berperang dari pihak lawan, kalaupun mereka bergerak maju itu dengan kecepatan malu-malu..” Von Sanders memiliki banyak waktu untuk menggerakkan divisi ke-7 dan ke-12 Turki Utsmani pimpinan Feizi Bey dari Bulair di utara ke Suvla di selatan.

Stopford tidak turun dari kapalnya ke pantai sama sekali pada 7 Agustus. Prajurit dan para perwira dibiarkannya tanpa perintah dan arahan sehingga banyak nyawa meregang tanpa alasan.

Agung Waspodo, betapa mahalnya nilai seorang pemimpin, masih sangat dan akan terus relevan walau sudah berlalu 100 tahun, lewat 5 hari..

Depok, 11 Agustus 2015, pagi yg cerah..

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Mencari Kedudukan yang Tinggi (AL Manzilatul โ€˜Ulya)

๐Ÿ“† Rabu,  14 Jumadil Akhir 1437H / 23 Maret 2016

๐Ÿ“š Motivasi

๐Ÿ“ Ustadzah Rochma Yulika

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐ŸŒทKatakanlah, โ€œJika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.โ€
Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasiq. (Q.S. At-Taubah: 24).

๐Ÿ’ฆBeban kehidupan dunia yang kita hadapi, apapun bentuknya, jangan sampai membuat kita kehilangan kepekaan dan kesigapan memenuhi seruan dakwah dan jihad. Masalah-masalah yang menhampiri pun jangan membuat merasa enggan menapaki jalan kebaikan yang telah dicontohkan oleh para pendahulu kita. Mereka tak kenal lelah, mereka pantang menyerah, dan mereka tak pernah mudah berkeluh kesah.

๐Ÿ’ฆMaka kita patut bertanya dan mengevaluasi diri. Seberapa kuatkah hakikat kehidupan abadi di akhirat telah tertanam dalam hati sehingga kita berhak mendapatkan riโ€™ayah rabbaniyyah tersebut yang membuat ruhul istijabah menjadi karakter dalam diri kita?

๐ŸŒทSeberapa kuat hakikat ini mewarnai atau men-shibghah (QS 2:138) diri dan perilaku kita sehingga segala resiko duniawi dalam dakwah dan jihad fi sabililillah menjadi kecil di mata kita?

Tak mudah kita berkaca dari sejarah di masa lalu. Perjuangan para sahabat yang selalu sigap dalam menjalankan amanah dakwah dan jihad. Juga para salafusshalih yang senantiasa menghabiskan waktunya untuk berkarya demi agama ini.

Waktu demi waktu dijalani tanpa sebuah kesia-siaan. Usia mereka memanjang lantaran kiprah besarnya di jalan dakwah ini. Jasad mereka telah tiada namun kebaikan yang mereka renda akan ada hingga dunia tutup usia.

Kehidupan mereka menjadi amat berarti dan berharga karena mereka sigap menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya.

Kesigapan itu bukanlah suatu hal yang muncul begitu saja, melainkan adalah buah keimanan kepada Allah sebagai Pemberi dan Pencipta kehidupan, buah keimanan yang kokoh kepada hari akhir saat terwujudnya kehidupan dan kebahagiaan hakiki. Kesigapan itu lahir dari hati yang tidak lalai dari hakikat ini berkat taufiq dan riโ€™ayah rabbaniyah.

๐Ÿ’ฆOleh sebab itu, Allah SWT berfirman: โ€œโ€ฆdan ketahuilah bahwa Allah membentengi antara seseorang dengan hatinya, dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (di mahsyar).

๐ŸŒทDakwah dan jihad adalah dua kata yang selamanya harus ada dan terpatri dalam diri seorang Muslim yang menghendaki al-manzilah al-โ€˜ulya (kedudukan tinggi) di sisi Allah SWT.

Setiap mukmin yang memahami dan menghayati hakikat kehidupan pasti akan menempuh jalan kebahagiaan abadi di sisi Allah SWT. Ia akan mendekat, berlari, dan terbang menuju keridhaan-Nya โ€œfafirruu ilallaahโ€ (Q.S. Adz-Dzaariyaat/51/50).

Dan setiap diri yang di dalam relung hatinya terhunjam keyakinan bahwa kematian itu kepastian yang cuma terjadi sekali, maka ia akan memilih seni kematian yang paling mulia di sisi Allah.

๐Ÿ’ฆImam Syahid Hasan Al-Banna rahimahullah mengungkapkan bahwa umat yang dapat memilih seni kematian dan memahami bagaimana mencapai kematian yang mulia, maka pasti Allah berikan kepada mereka kemuliaan hidup di dunia dan kenikmatan abadi di akhirat (Risalah Jihad-Majmuโ€™ah Rasail Al-Banna).

๐Ÿ’งAdakah jalan yang lebih mulia dan dapat membawa kita menuju puncak kebahagiaan selain jalan dakwah yang telah ditempuh oleh Rasulullah SAW dan yang beliau nyatakan menjadi jalan pengikutnya?

๐Ÿ’งDan adakah kematian yang lebih terpuji di sisi-Nya yang selalu didambakan oleh hamba-hamba yang beriman sejak dulu hingga hari kiamat selain mati dalam jihad fii sabiililllah?

TIDAK!!!

๐Ÿ’ฆJalan menuju surga hanya ditempuh dengan perjuangan dan pengorbanan dalam dakwah dan jihad.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Mendidikkan Sikap Adil

๐Ÿ“† Rabu,  14 Jumadil Akhir 1437H / 23 Maret 2016

๐Ÿ“š Tarbiyatul Awlad

๐Ÿ“ Ustadz Solikhin

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ’ฆAyah, sering kali kedekatan dengan sanak kerabat, menjadikan kita berlaku tidak adil.
Dari situlah muncul kekacauan dalam keluarga dan akhirnya merambah ke ranah yang lebih luas. Kita mesti berhati-hati.
Sekali salah kemudian terulang akan menjadi rekam jejak yang sulit dihapuskan.

๐Ÿ’ฆNabi Saw mengajari kita berlaku adil meski kepada seorang anak kecil.

Dari Sahl bin Saโ€™ad r.a., Rasulullah Saw pernah disuguhi minuman. Beliau meminumnya sedikit. Di sebelah kanan beliau ada seorang bocah dan di sebelah kiri beliau duduk orang tua.

Beliau bertanya kepada si bocah, โ€œApakah engkau rela jika minuman ini aku berikan kepada mereka?โ€

Si Bocah menjawab, โ€œAku tidak rela, ya Rasulullah. Demi Allah, aku tidak akan memperkenankan siapa pun merebut bagianku dari Tuan.โ€

Rasulullah Saw meletakkan minuman tersebut ke tangan bocah kecil itu. (H.r. Bukhari Muslim)

๐Ÿ’ฆAyah, sebagai pemimpin besar Rasulullah Saw mendidikkan nilai-nilai luhur dengan rela berkumpul dengan anak-anak kecil dan orantua dalam suatu tempat.

Inilah nilai ketawadhuan sekaligus keadilan yang menjadi jembatan menuju kecintaan.

Tanpa jarak, rasa cinta itu tumbuh sekaligus merekahkan berkah berjamaah.

Bahkan hak seorang bocah kecil terlindungi dalam naungan cinta. Nabi memberi ruang dengan bertanya kepadanya.

Prolog Nabi ini membangun rasa aman, menumbuhkan rasa hormat, menambahkan rasa cinta dan menghadirkan moralitas yang luhur akan pentingnya menanamkan nilai keadilan di tengah umat, terhadap siapa pun.

Namun bagaimana bila Ayah dihadapkan pada orang-orang yang begitu dekat dan begitu cinta yang hendak melakukan upaya mencederai keadilan seperti yang dilakukan Usamah, orang yang dicintai Nabi.

Usamah diutus menjadi perantara bagi keluarga Bani Makhzum yang kedapatan melakukan tindak kriminal untuk meminta keringanan hukuman.

๐Ÿ’งNamun, sikap tegas Nabi menjadi sebuah monumen bersejarah, โ€œSeandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, maka akan aku potong tangannya.โ€

Itulah keadilan Nabi.

Akhirnya Siapa pun tak bermain-main untuk mempermainkan hukum.

๐Ÿ’ฆAyah, ujian terbesar bagi seorang ayah adalah ketika yang terlibat kasus hukum adalah anaknya sendiri sedangkan ayah dituntut menegakkan keadilan itu. Inilah saat-saat integritas harus benar-benar ditegakkan.

Bagaimana mampu berlaku adil terhadap darah dagingnya sendiri, orang-orang yang dicintai. Lebih-lebih bila hal itu akan berimplikasi kepada harta, jabatan, kehormatan. Bagaimana seorang Ayah harus bersikap?

๐ŸŒทSyuraih dikenal sebagai hakim yang adil dan piawai dalam menyelesaikan masalah-masalah pelik. Kini beliau harus memutuskan kasus hukum yang menimpa anaknya.

Syuraih yang terkenal keadilannya didatangi oleh putranya.

Dia berkata, โ€œAyah, saya punya masalah dengan seseorang. Tolong Ayah dengar dulu permasalahannya. Jika menurut Ayah saya yang benar, maka saya bermaksud membawanya ke pengadilan. Namun jika sebaliknya, saya akan menyelesaikannya secara damai.โ€

Setelah mendengar pemaparan permasalahannya, hakim Syuraih tahu bahwa putranya berada di pihak yang salah. Namun dia tidak memberitahukannya secara terus terang.

Bahkan sebaliknya dia mendorong putranya untuk maju ke pengadilan. โ€œPerkarakan saja ke pengadilan,โ€ begitu kata Qadhi Syuraih kepada putranya.

Ketika sidang digelar, putranya tidak menyangka ternyata ayahnya, Qadhi Syuraih sebagai hakim menyatakan putranya kalah dalam perkara tersebut.

Anak itu marah dan kecewa. Dia merasa ditipu oleh ayahnya sendiri. Setelah keduanya sama-sama di rumah, sang anak melampiaskan kekecewaan kepada ayahnya.

Syuraih pun menjelaskan, โ€œDengarlah, wahai anakku. Di dunia ini kamu adalah orang yang paling aku cintai. Namun, Allah jauh lebih aku cintai.

Seandainya aku berterus terang bahwa kamu berada di pihak yang salah sebelum kamu maju ke pengadilan, aku khawatir kamu akan berdamai dengan cara menyuap orang yang punya masalah denganmu. Bila itu kamu lakukan, itu sama sekali tidak bisa dibenarkan, wahai anakku.โ€

Sikap adil Qadhi Syuraih telah melahirkan rasa aman bagi lawan hukum anaknya. Pada saat yang sama sikap ini mengajarkan kepada anaknya rasa aman bagi yang lain. Rasa aman karena tidak melanggar hukum apalagi menyuap orang lain. Inilah pendidikan tentang keluhuran jiwa agar anak-anak berani bertanggung jawab.

๐Ÿ’ฆAyah, memang anak-anak kita tidak harus selalu berhasil dalam semua hal, namun pastikan bahwa mereka harus bertanggung jawab menjadi dirinya sendiri.

Sehingga, setiap anak akan belajar untuk menghormati hukum, peraturan, dan menjunjung nilai-nilai keadilan. Ini adalah kerja iman yang tertanam dalam jiwa dan hati anak-anak kita. Iman yang menghidupkan. Iman yang melahirkan keluhuran jiwa.

Bagaimana memulainya?
Keteladanan ayah dalam menegakkan keadilan pada setiap permasalahan keluarga akan menjadi bekal yang mahal bagi ananda tercinta.

Mereka yang akan merekam sikap ayah dalam file fitrah yang akan diputar saat mereka menghadapi masalah.

Keadilan sikap ini perlu dikomunikasikan agar tidak disalahtafsirkan oleh anak-anak kita. Sebab, jika tidak dikomunikasikan akan bisa menimbulkan permasalahan yang lebih besar.

Qadhi Syuraih telah mengajarkan komunikasi itu dengan indah sehingga putranya bisa menerimanya dan masyarakat merasa aman karenanya.

๐Ÿ’ฆSemoga kita bisa meneladani kisah ini dan menerapkannya dalam membersamai anak-anak kita agar berintegritas, berkeadilan, tidak mendompleng kepada kebesaran ayahnya dalam soal hukum dan keadilan.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

puasa Tiga Hari Setiap Bulan

โœUstadz Farid Nu’man Hasan, S.S

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒน๐ŸŒท

Assalamualaikum wr wb.
Ustadz/ustadzah…,
Mohon penjelasan dari materi di bawah ini yang saya dapat dari group sebelah…,
Apa hadistnya, apa manfaatnya selain yang di sebutkan di bawah ini?
Terima kasih
Wassalamualaikum wr wb.

Jangan Lupa Besok Puasa Tiga Hari..

Disunnahkan puasa tiga hari setiap bulan, yaitu setiap tanggal 13, 14 dan 15 bulan-bulan Hijriyyah.

Namanya puasa Ayyaamul Bidl atau hari-hari terang ketika Bulan Purnama.

Niatnya, puasa sunnah Ayyaamul Bidl.

Bulan ini (Jumadal Tsaniyah) bertepatan dengan hari Selasa, Rabu dan Kamis tanggal 22, 23 dan 24 Maret 2016

Keutamaannya banyak, diantaranya sebagai bekal akhirat, seperti puasa sebulan [kalau dikerjakan rutin setiap bulan, seperti puasa setahun] dan baik untuk kesehatan..

Diantara Dalil-Dalilnya:

Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam berwasiat kepada tiga orang Sahabat Beliau supaya puasa tiga hari setiap bulan, yaitu; Abu Hurairah, Abu Darda’ dan Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhum.
[HR. Bukhari, Muslim, dll]

Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda kepada Sahabat โ€˜Abdullah bin โ€˜Amr Radhiyallahu โ€˜Anhuma,
“Dan berpuasalah tiga hari pada setiap bulan. Karena sesungguhnya kebaikan itu akan (dilipatkan) dengan sepuluh (kali) lipat. Oleh karenanya engkau seolah-olah berpuasa selama sebulan penuh.โ€
[HR. Bukhari dan Muslim]

Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda kepada Sahabat Abu Dzar Radhiyallahu โ€˜Anhu tentang pelaksanaannya:
โ€œWahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam setiap bulannya maka berpuasalah pada (tanggal) 13, 14 dan 15 (maksudnya bulan hijriyyah).โ€
[HR. Tirmidzi dengan sanad hasan].

Jawaban:

๐ŸŒปโ˜˜Puasa Ayyamul Bidh (Tgl 13,14,15 tiap bulannya di bulan-bulan Hijriyah)โ˜˜๐ŸŒป

๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฆ

Ayyamul bidh artinya hari-hari yang putih terang, karena saat itu hari di waktu bulan sedang purnama. Ini juga hari-hari istimewa dalam Islam.

1โƒฃ Saat itu dianjurkan bagi kita untuk berpuasa

Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu berkata:

ุฃูŽูˆู’ุตูŽุงู†ููŠ ุฎูŽู„ููŠู„ููŠ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุจูุซูŽู„ูŽุงุซู ุตููŠูŽุงู…ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ ุงู„ุถูู‘ุญูŽู‰ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃููˆุชูุฑูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุงู…ูŽ

Kekasihku (Nabi) Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berwasiat kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dua rakaat ketika Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.(HR. Bukhari No. 1981, Muslim No. 721. Lafaz ini adalah milik Bukhari)

Kapankah tiga hari itu? Dari Abu Dzar Al Ghifari Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุตููˆู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ุดูŽู‘ู‡ู’ุฑู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุงู„ู’ุจููŠุถูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽุฎูŽู…ู’ุณูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ

Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk berpuasa dalam satu bulannya sebanyak tiga hari, ayyamul bidh: tanggal 13, 14, dan 15.

(HR. An Nasaโ€™i No. 2422, 2423, lihat juga dalam As Sunan Al Kubranya An Nasaโ€™i No. 2730, Al Baihaqi dalam Syuโ€™abul Iman No. 3848, Ibnu Hibban No. 943, lihat Mawarid Azh Zhamโ€™an. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jamiโ€™ No.673)

2โƒฃ Nilai puasanya jika dilakukan tiap bulan sama seperti puasa Ad Dahr (sepanjang tahun)

Dari Jarir bin Abdullah Radhiallahu โ€˜Anhu, dari Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, Beliau bersabda:

ุตููŠูŽุงู…ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุตููŠูŽุงู…ู ุงู„ุฏูŽู‘ู‡ู’ุฑู ูˆูŽุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุงู„ู’ุจููŠุถู ุตูŽุจููŠุญูŽุฉูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽุฎูŽู…ู’ุณูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ

Berpuasa tiga hari setiap bulannya, adalah puasa sepanjang tahun, dan hari ayyamul bidh yang terang benderang itu adalah pada hari 13, 14, dan 15. (HR. An Nasaโ€™i No. 2420. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam At Taโ€™liq Ar Raghib, 2/84)

Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒน๐ŸŒท

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Bolehkah Mewarnai Rambut?

โœUstadzah Dra.Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Assalamu’alaikum mbak, saya Risma dari grup manis 12 mau tanya
Kalau kita mewarnai rambut boleh/tidak? Apa hukumnya?
Terima kasih.

Jawaban:

1. Mewarnai atau menyemir rambut (Arab: khidob; shibgoh) hukumnya boleh dalam Islam dengan syarat asal bahan yang dibuat mengecat rambut suci, tidak najis dan tidak membahayakan.

2. Karena mewarnai rambut itu boleh, maka wudhu, mandi junub dan shalatnya sah.

Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi dan Nasai Nabi bersabda:

ุบูŽูŠู‘ูุฑููˆุง ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุจูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุดูŽุจู‘ูŽู‡ููˆุง ุจูุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏู

Artinya: Rubahlah (warna) uban dan jangan serupakan dirimu dengan Yahudi.

Dalam menjelaskan hadits ini Al-Mubarakpuri dalam kitab Tuhfadzul Ahwadzi hlm. /354 menjelaskan bahwa mewarnai rambut yang sudah uban itu sunnah sebagaimana dilakukan oleh sebagian Sahabat seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab; sedang sebagian yang lain seperti Ali bin Abu Thalib tidak melakukannya.

Adapun warna yang dipakai hendaknya selain warna hitam karena ada larangan dari Nabi. Dalam hadits sahih riwayat Muslim dan lainnya (selain Bukhari dan Tirmidzi) diriwayatkan:

ุฌูŠุก ุจุฃุจูŠ ู‚ุญุงูุฉ ูŠูˆู… ุงู„ูุชุญ ุฅู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆูƒุฃู† ุฑุฃุณู‡ ุซุบุงู…ุฉ ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ุงุฐู‡ุจูˆุง ุจู‡ ุฅู„ู‰ ุจุนุถ ู†ุณุงุฆู‡ ูู„ุชุบูŠุฑู‡ ุจุดูŠุก ูˆุฌู†ุจูˆู‡ ุงู„ุณูˆุงุฏ

Artinya: tatkala Abubakar membawa ayahnya Abu Kuhafah ke hadapan Nabi pada hari penaklukan Makkah, sedang Nabi melihat rambutnya bagaikan pohon tsaghamah yang serba putih buahnya maupun bunganya, maka Nabi bersabda: … ubahlah ini (uban) tetapi jauhilah warna hitam.

Dalam menanggapi larangan cat rambut warna hitam dalam hadits tersebut, ulama berbeda pendapat: ada yang menghukumi haram seperti Imam Nawawi ada juga yang menghukumi makruh (Lihat: Nailul Autar, 1/152).

Dalam kitab Al-Halal wal Haram fil Islam, Yusuf Qardhawi sepakat dengan pendapat yang makruh terutama bagi mereka yang usianya belum terlalu tua. Namun ia menganjurkan pada orang yang sudah sangat tua agar menghindari warna hitam. Qardhawi berkata: “Termasuk yang membolehkan menyemir dengan warna hitam ini ialah segolongan dari ulama salaf termasuk para sahabat, seperti: Saad bin Abu Waqqash, Uqbah bin Amir, Hasan, Husen, Jarir dan lain-lain.”

Adapun warna yang disunnahkan adalah merah atau merah kehitaman sesuai dengan hadits Nabi Riwayat Tarmizi dan Ashabussunan yang menganjurkan mewarnai rambut dengan bahan inai atau katam.

PENDAPAT ULAMA FIKIH EMPAT MAZHAB TENTANG SEMIR RAMBUT

๐ŸŒฟ1. SEMIR RAMBUT DENGAN WARNA SELAIN HITAM

Ulama 4 mazhab (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hambali) sepakat atas bolehnya menyemir atau mewarnai rambut dengan warna coklat atau merah baik dengan bahan inai, katam, atau lainnya. Imam Nawawi (mazhab Syafi’i) dalam Al-Majmuk, hlm. 1/293-294, menyatakan:
ูŠุณู† ุฎุถุงุจ ุงู„ุดูŠุจ ุจุตูุฑุฉูุŒ ุฃูˆ ุญูู…ุฑุฉูุŒ ุงุชูู‚ ุนู„ูŠู‡ ุฃุตุญุงุจู†ุงุŒ ูˆู…ู…ู† ุตุฑู‘ูŽุญ ุจู‡ ุงู„ุตูŠู…ุฑูŠุŒ ูˆุงู„ุจุบูˆู‰ุŒ ูˆุขุฎุฑูˆู†

Artinya: Sunnah mewarnai rambut uban dengan warna kuning atau merah, ulama mazhab Syafi’i sepakat atas hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Shaiari, Al-Baghawi dan yang lain.

Pendapat mazhab lain lihat: Mazhab Hanafi dalam Al-Fatawa Al-Hindiyah 44/45 dan Ad-Durrul Mukhtar 6/422. Mazhab Maliki dalam Al-Fawakih Ad-Dawani ala Risalati Abi Zaid Al-Qairuwani 8/191 dan Al-Istidzkar 8/439. Mazhab Hambali dalam Al-Mughni 1/105 dan Kashaful Qinak ala Matnil Iqnak 1/204.

๐ŸŒฟ2. SEMIR RAMBUT DENGAN WARNA HITAM

A. BOLEH UNTUK TUJUAN JIHAD MELAWAN KAFIR

Ulama empat mazhab sepakat atas bolehnya semir rambut dengan warna hitam dalam keadaan jihad (perang membela agama). Imam Syarwani (mazhab Syafi’i) dalam Hawasyi As-Syarwani 9/375 berkata:
ูˆู‡ูˆ (ุฃูŠ ุตุจุบ ุงู„ุดู‘ูŽุนุฑ) ุจุงู„ุณู‘ูŽูˆุงุฏ ุญุฑุงู…ูŒุŒ ุฅู„ุง ู„ู…ุฌุงู‡ุฏู ููŠ ุงู„ูƒูุงุฑุŒ ูู„ุง ุจุฃุณ ุจู‡

Artinya: Mengecat rambut dengan warna hitam adalah haram kecuali bagi mujahid (pelaku jihad) atas kaum kafir maka boleh.

Pendapat serupa dari literatur klasik mazhab Syafi’i lihat dalam kitab Mughnil Muhtaj 4/293; Raudhah Talibin 1/364; Tuhfatul Muhtaj 41/203.

Pendapat dari mazhab lain atas bolehnya cat rambut warna hitam bagi mujahid lihat: Mazhab Hanafi dalam Al-Fatawa Al-Hindiyah 44/45; Mazhab Maliki dalam Al-Fawakih Ad-Dawani 8/191; Mazhab Hambali

B. HARAM SEMIR WARNA HITAM DENGAN TUJUAN PENIPUAN

Ulama sepakat atas haramnya menyemir rambut dengan tujuan menipu. Seperti seorang lelaki tua menyemir rambut saat hendak menikah agar disangka masih muda oleh wanita yang akan dinikahinya. Ini juga berlaku bagi wanita yang menyemir rambut dengan tujuan agar dikira masih muda oleh lelaki yang akan menikahinya. Rerensi lihat: Mazhab Hanafi dalam Al-Fatawa Al-Hindiyah 44/45; Mazhab Maliki dlam Al-Fawakih Ad-Dawani 8/191; Mazhab Hambali dalam Matolib Ulin Nuha 1/195.

C. MAKRUH SEMIR RAMBUT WARNA HITAM DENGAN TUJUAN BUKAN PENIPUAN

Mayoritas ulama mazhab empat berpendapat makruh mengecat rambut uban dengan warna hitam dengan tujuan bukan penipuan (kalau penipuan haram). Ini adalah pendapat mazhab Hanafi, Maliki, dan sebagian ulama Syafi’i (sebagian lain mengharamkan), dan Hambali. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk 1/294 menjelaskan perbedaan ulama mazhab Syafi’i dalam soal ini:

ุงุชูู‚ูˆุง ุนู„ู‰ ุฐู… ุฎุถุงุจ ุงู„ุฑุฃุณ ุฃูˆ ุงู„ู„ุญูŠุฉ ุจุงู„ุณู‘ูŽูˆุงุฏุŒ ุซู… ู‚ุงู„ ุงู„ุบุฒุงู„ูŠ ููŠ ุงู„ุฅุญูŠุงุกุŒ ูˆุงู„ุจุบูˆู‰ ููŠ ุงู„ุชู‡ุฐูŠุจุŒ ูˆุขุฎุฑูˆู† ู…ู† ุงู„ุฃุตุญุงุจุŒ ู‡ูˆ ู…ูƒุฑูˆู‡ุŒ ูˆุธุงู‡ุฑ ุนุจุงุฑุงุชู‡ู…: ุฃู†ู‡ ูƒุฑุงู‡ุฉ ุชู†ู€ุฒูŠู‡

Artinya: Ulama Syafi’iyah sepakat mencela semir rambut kepala atau jenggot dengan warna hitam. (Tapi) Al-Ghazali berkata dalam Ihya Ulumiddin dan Al-Baghawi dalam At-Tahdzib dan ulama Syafi’i yang lain bahwa hukumnya makruh tanzih.

Pendapat mazhab lain lihat: Mazhab Hanafi dalam Hasyiyah Ibnu Abidin 6/422; Mazhab Maliki dalam Al-Istidzkar 8/439; Mazhab Hambali dalam As-Syarhul Kabir 1/133.

D. SEMIR RAMBUT WARNA HITAM BOLEH

Sebagian ulama non-mazhab menyatakan bahwa semir rambuat warna hitam hukumnya boleh sebagaimana dikutip oleh Yusuf Qardhawi di atas.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒน๐ŸŒท

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…