MengUmrohkan Orangtua


Assalamu’alaikum ustadz/ah…mau tanya ttg umroh ,apa bisa anak mengumrohkan orang tua yg meninggal?
๐Ÿ…ฐ2โƒฃ1โƒฃ

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ba’d:

Sebagian ulama mengatakan umrah adalah haji juga yaitu haji kecil, seperti yang dikatakan ‘Atha, Asy Sya’biy, Mujahid, Abdullah bin Syadaad, dan Az Zuhri. (Tafsir Ath Thabari, 14/129-130)

Sehingga masalah badal umrah ini sama halnya dengan badal haji, karena kemiripannya.

Secara khusus, ada hadits yang memang menyebutkan badal umrah:
Dari Abu Razin Al ‘Uqailiy, dia mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu bertanya:

ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู† ุฃุจูŠ ุดูŠุฎ ูƒุจูŠุฑ ู„ุง ูŠุณุชุทูŠุน ุงู„ุญุฌ ูˆ ู„ุง ุงู„ุนู…ุฑุฉ ูˆ ู„ุง ุงู„ุธุนู† : ู‚ุงู„ ( ุญุฌ ุนู† ุฃุจูŠูƒ ูˆุงุนุชู…ุฑ )

Wahai Rasulullah, ayahku sudah sangat tua, tidak mampu haji, umrah, dan perjalanan.
Beliau bersabda:
“Haji dan umrahlah untuk.”
(HR. Ibnu Majah No. 2906, At Tirmidzi No. 930, An Nasa’i No. 2637, Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. 8895, dll. Imam At Tirmidzi mengatakan: hasan shahih. Dishahihkan pula oleh Imam Al Hakim, dalam Al Mustadrak, 1/481, dan disepakati oleh Imam Adz Dzahabi. Dishahihkan pula oleh Syaikh Al Albani, Syaikh Syu’aib Al Arna’uth, dll)

Namun pembolehannya ini terikat syarat, yaitu:

1. Yang dibadalkan memang sudah wafat, atau fisik tidak memungkinkan, bukan karena menghindari antrean haji.

2. Yang membadalkan sudah haji atau umrah juga, inilah pendapat mayoritas ulama.

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

ุดุฑุท ุงู„ุญุฌ ุนู† ุงู„ุบูŠุฑ ูŠุดุชุฑุท ููŠู…ู† ูŠุญุฌ ุนู† ุบูŠุฑู‡ุŒ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู‚ุฏ ุณุจู‚ ู„ู‡ ุงู„ุญุฌ ุนู† ู†ูุณู‡.

“Disyaratkan bagi orang yang menghajikan orang lain, bahwa dia harus sudah haji untuk dirinya dulu.โ€ (Ibid, 1/638)

Hal ini berdasarkan pada hadits berikut:
ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู
ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุณูŽู…ูุนูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽุจู‘ูŽูŠู’ูƒูŽ ุนูŽู†ู’ ุดูุจู’ุฑูู…ูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุดูุจู’ุฑูู…ูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฎูŒ ู„ููŠ ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุฑููŠุจูŒ ู„ููŠ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุฌูŽุฌู’ุชูŽ ุนูŽู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูุฌู‘ูŽ ุนูŽู† ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุญูุฌู‘ูŽ ุนูŽู†ู’ ุดูุจู’ุฑูู…ูŽุฉูŽ

Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mendengar seorang laki-laki berkata: โ€œLabbaika dari Syubrumah.โ€ Rasulullah bertanya: :โ€Siapa Syubrumah?โ€ laki-laki itu menjawab: โ€œDia adalah saudara bagiku, atau teman dekat saya.โ€ Nabi bersabda: โ€œEngkau sudah berhaji?โ€ Laki-laki itu menjawab: โ€œBelum.โ€ Nabi bersabda: โ€œBerhajilah untuk dirimu dahulu kemudian berhajilah untuk Syubrumah.โ€ (HR. Abu Daud No. 1813, Imam Al Baihaqi mengatakan: isnadnya shahih. Lihat Al Muharar fil Hadits, No. 665)

Hadits ini menjadi pegangan mayoritas ulama, bahwa orang yang ingin mewakilkan haji orang lain, di harus sudah berhaji untuk dirinya dahulu.

Berkata Imam Abu Thayyib Rahimahullah:

ูˆูŽุธูŽุงู‡ูุฑ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุญูุฌู‘ ุนูŽู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู‡ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญูุฌู‘ ุนูŽู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู‡ ูˆูŽุณูŽูˆูŽุงุก ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุณู’ุชูŽุทููŠุนู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑ ู…ูุณู’ุชูŽุทููŠุน ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุขู„ู‡ ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽูู’ุตูู„ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุณูŽู…ูุนูŽู‡ู ูŠูู„ูŽุจู‘ููŠ ุนูŽู†ู’ ุดูุจู’ุฑูู…ูŽุฉูŽ ุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ ู…ูŽู†ู’ุฒูู„ูŽุฉ ุงู„ู’ุนูู…ููˆู… ุŒ ูˆูŽุฅูู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ . ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุฑููŠู‘ : ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูุฌู’ุฒูุฆู ุญูŽุฌู‘ ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุญูุฌู‘ ุนูŽู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู‡ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽุถูŽูŠู‘ูŽู‚ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู .

Menurut zhahir hadits ini, tidak dibolehkan orang yang belum menunaikan haji untuk diri sendiri menghajikan untuk orang lain. Sama saja, apakah orang tersebut mampu atau tidak mampu, sebab Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam tidak merinci keadaan laki-laki yang telah beliau dengar menjawab panggilan dari Syubrumah, sehingga hal itu menunjukkan keadaan yang umum, Inilah madzhab Asy Syafiโ€™i. Sementara Ats Tsauri berkata: โ€œBahwa boleh saj orang yang belum haji, dia menghajikan orang lain selama tidak menyulitkannya.โ€ (โ€˜Aun Maโ€™bud, 5/174
Demikian.

Wallahu a’lam.

Bulan Muharram


Terdapat dua pertanyaan yang bertema Muharram dan bisa dijawab sekaligus

Assalamu’alaikum…afwam numpang tanya,kl bs d jwb sesegera mungkin….

Adakah tuntutan berdoa d awal & akhir th???da dalil2 serta haditsnya??
Syukron…# A 42

Puasa suro itu sebaiknya dilakukan tgl brp mhn penjelasanya terima kasih

Jawaban
———–

ูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah, Dzulqaโ€™dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Taโ€™ala berfirman:

ุฅูู†ูŽู‘ ุนูุฏูŽู‘ุฉูŽ ุงู„ุดูู‘ู‡ููˆุฑู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงุซู’ู†ูŽุง ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ุญูุฑูู…ูŒ

โ€œSesungguhnya jumlah bulan di Kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram.”
(QS. At Taubah: 36)

Kata โ€‹Muharram artinya โ€˜dilarangโ€™.โ€‹ Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharramย sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.

Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw. menetapkanย puasaย pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasaย Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจูŽู‘ุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ูˆูŽุฌูŽุฏูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุตููˆู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุนูŽุธููŠู…ูŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ู†ูŽุฌูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูููŠู‡ู ู…ููˆุณูŽู‰ ูˆูŽุฃูŽุบู’ุฑูŽู‚ูŽ ุขู„ูŽ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ููŽุตูŽุงู…ูŽ ู…ููˆุณูŽู‰ ุดููƒู’ุฑู‹ุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุจูู…ููˆุณูŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ููŽุตูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูุตููŠูŽุงู…ูู‡ู

Dari Ibnu Abbasย RA, bahwa nabi saw. ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu โ€˜Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, โ€œ Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkanย keluargaย Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah. Rasul saw. berkata, โ€œSaya lebih berhak mengikutiย  Musa as. dari mereka.โ€ย  Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasaโ€ (HR Bukhari).

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑูŽู‘ู…ู ูˆูŽุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ููŽุฑููŠุถูŽุฉู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู

Dari Abu Hurairah RA. berkata, Rasulullah saw. bersabda, โ€œSebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.โ€ (HR Muslim)

Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw. memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari โ€˜Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari โ€˜Asyura.

Secara umum, โ€‹puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan :โ€‹
Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 10, atau 10 dan 11.
Ketiga,ย  puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari โ€˜Asyura para sahabat berkata:

โ€œItu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: โ€œJika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.โ€
(HR. Muslim).

Landasan puasa tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram.

Selain berpuasa, โ€‹umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadits, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.โ€‹

Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi danย  menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muharram.

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena ituย  salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikanย  pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabahย terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw. dan sahabatnya dari Mekah dan Madinah.

Dari keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
โœ…Puasa yang dicontohkan oleh Rasulullah adalah pada tanggal 9,10 dan 11.
โœ…Rasulullah tidak mencotohkan doa awal dan akhir tahun. Hanya perlu bermuhasabah diri ketika terjadi pergantian tahun. Bisa juga bermuhasabah dilakukan setiap hari tanpa menunggu bulan Muharram.
Sumber : dakwatuna.com

Wallahu a’lam.

Batasan Aurat Bagi Muslimah


Assalamualaikum ustadz/ah..Mau tanya, sebelumnya ada materi tentang wajibnya akhwat untuk menutup kaki?# A42

Jawaban
———-

ูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Kalau kita bicara aurat wanita , apa sih batasannya?
Sebelum membahas mengenai kaki bagian bawah, perlu dipahami apa batasan aurat bagi wanita. Allah taโ€™ala berfirman:

ูˆูŽู‚ูู„ ู„ู‘ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูŠูŽุบู’ุถูุถู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธู’ู†ูŽ ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู†ู‘ูŽ

โ€œKatakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan merekaโ€ (QS. An Nur: 31).

Allah taโ€™ala juga berfirman:

ูŠูŽุขุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ู‚ูู„ ู„ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌููƒูŽ ูˆูŽุจูŽู†ูŽุงุชููƒูŽ ูˆูŽู†ูุณูŽุขุกู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูุฏู’ู†ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู† ุฌูŽู„ุงูŽุจููŠุจูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ุฃูŽู† ูŠูุนู’ุฑูŽูู’ู†ูŽ ููŽู„ุงูŽ ูŠูุคู’ุฐูŽูŠู’ู†ูŽ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุบูŽูููˆุฑู‹ุง ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู‹ุง

โ€œHai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang muโ€™min: โ€œHendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka.โ€ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayangโ€ (QS. Al Ahzab: 59)

Allah taโ€™ala juga berfirman:

ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุถู’ุฑูุจู’ู†ูŽ ุจูุฃูŽุฑู’ุฌูู„ูู‡ูู†ู‘ูŽ ู„ููŠูุนู’ู„ูŽู…ูŽ ู…ูŽุงูŠูุฎู’ูููŠู†ูŽ ู…ูู† ุฒููŠู†ูŽุชูู‡ูู†ู‘ูŽ

โ€œdan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.โ€ (QS. An Nur: 31)

Diriwayatkan dari โ€˜Aisyah radhiallahuโ€˜anha, beliau berkata,

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุกูŽ ุจูู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุจููŠ ุจูŽูƒู’ุฑู ุฏูŽุฎูŽู„ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุซููŠูŽุงุจูŒ ุฑูู‚ูŽุงู‚ูŒ ููŽุฃูŽุนู’ุฑูŽุถูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุกู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽุญููŠุถูŽ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุตู’ู„ูุญู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑูŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุฃูŽุดูŽุงุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูˆูŽูƒูŽูู‘ูŽูŠู’ู‡ู

Asmaโ€™ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahuโ€˜alaihi wasallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahuโ€˜alaihi wasallam pun berpaling darinya dan bersabda, โ€œwahai Asmaโ€™, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan iniโ€, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. (HR. Abu Daud 4140, dalam Al Irwa [6/203] Al Albani berkata: โ€œhasan dengan keseluruhan jalannyaโ€)

Selain dalil-dalil mengenai batasan aurat secara umum, terdapat juga beberapa dalil yang jelas menunjukkan bahwa al qadam atau bagian bawah kaki wajib ditutup. Diantaranya yaitu hadits Ummu Salamah radhiallahuโ€™anha,

ุฃู†ู‘ูŽ ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ู ูˆุณู„ู‘ูŽู… ู„ู…ุง ู‚ุงู„ ููŠ ุฌุฑู‘ู ุงู„ุฐูŠู„ู ู…ุง ู‚ุงู„ ู‚ุงู„ุช ู‚ู„ุชู ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ููƒูŠู ุจู†ุง ูู‚ุงู„ ุฌูุฑู‘ููŠู‡ู ุดุจุฑู‹ุง ุŒ ูู‚ุงู„ุช (ุฃู… ุณู„ู…ุฉ) ุฅุฐู‹ุง ุชู†ูƒุดูู ุงู„ู‚ุฏู…ุงู†ู ุŒ ู‚ุงู„ ูุฌูุฑู‘ููŠู‡ู ุฐุฑุงุนู‹ุง

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam ketika bersabda mengenai masalah menjulurkan ujung pakaian, aku berkata kepada beliau, โ€˜wahai Rasulullah bagaimana dengan kami (kaum wanita)?โ€™. Nabi menjawab: โ€˜julurkanlah sejengkalโ€˜. Lalu Ummu Salamah bertanya lagi: โ€˜kalau begitu kedua qadam (bagian bawah kaki) akan terlihat?โ€™. Nabi bersabda: โ€˜kalau begitu julurkanlah sehastaโ€˜. (HR. Ahmad 6/295, Abu Yaโ€™la dalam As Sanad 1/325, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 1/828)

Syaikh Al Albani menyatakan: โ€œhadits ini dalil bahwa kedua qadam wanita adalah aurat. Dan ini merupakan perkara yang sudah diketahui oleh para wanita di masa Nabi. Buktinya ketika Nabi mengatakan: โ€˜julurkanlah sejengkalโ€˜, Ummu Salamah berkata: โ€˜kalau begitu kedua qadam (bagian bawah kaki) akan terlihat?โ€˜, menunjukkan kesan bahwa Ummu Salamah sebelumnya sudah mengetahui bahwa kedua bagian bawah kaki adalah aurat yang tidak boleh dibuka. Dan hal itu disetujui oleh Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam. Oleh karena itu beliau memerintahkan untuk memanjangkan kainnya sehasta. Dan dalam Al Qurโ€™an Al Karim juga ada isyarat terhadap makna ini, yaitu dalam firman Allah Taโ€™ala (yang artinya) โ€œdan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.โ€ (QS. An Nur: 31)โ€

Kesimpulannya: kaki adalah aurat yang harus ditutup berdasarkan dalil dalil diatas.

Wallahu a’lam.

Wanita Pergi Haji Tanpa Mahram??


Assalamualaikum…. afwan mau tanya ustadz/ah.. Bagaimana hukumnya prempuan yg pergi umroh/haji tanpa mahrom? Apakah mahrom yg ditunjuk oleh travel umroh sah sedangkan sebenarnya orang tsb bukan mahrom perempuan ybs. Mohon pencerahan.

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡

Ngaku mahram padahal bukan tentu itu berbohong. Tidak boleh.

Ada pun ttg wanita pergi haji yg wajib, seorg diri tanpa mahram, adalah khilafiyah ulama .. jelasnya ini ๐Ÿ‘‡

Wanita Pergi Haji Tanpa Mahram: โ€‹BOLEH menurut mayoritas ulama, dan Inilah yang benar menurut Imam An Nawawiโ€‹

Imam Asy Syafiโ€™i โ€‹Rahimahullahโ€‹:

ูˆู†ู‚ู„ ู‚ูˆู„ุงู‹ ุนู† ุงู„ุดุงูุนูŠ ุฃู†ู‡ุง ุชุณุงูุฑ ูˆุญุฏู‡ุง ุฅุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุทุฑูŠู‚ ุขู…ู†ุงู‹

Dikutip perkataan dari Imam Asy Syafiโ€™i bahwa seorang wanita boleh safar seorang diri (untuk haji) jika kondisi jalan aman. โ€‹( โ€‹Subulus Salamโ€‹, 2/183)โ€‹

Imam An Nawawi โ€‹Rahimahullahโ€‹:

ูˆู‚ุงู„ ุนุทุงุก ูˆุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ ูˆุจู† ุณูŠุฑูŠู† ูˆู…ุงู„ูƒ ูˆุงู„ุฃูˆุฒุงุนูŠ ูˆุงู„ุดุงูุนูŠ ููŠ ุงู„ู…ุดู‡ูˆุฑ ุนู†ู‡ ู„ุง ูŠุดุชุฑุท ุงู„ู…ุญุฑู… ุจู„ ูŠุดุชุฑุท ุงู„ุฃู…ู† ุนู„ู‰ ู†ูุณู‡ุง ู‚ุงู„ ุฃุตุญุงุจู†ุง ูŠุญุตู„ ุงู„ุฃู…ู† ุจุฒูˆุฌ ุฃูˆ ู…ุญุฑู… ุฃูˆ ู†ุณูˆุฉ ุซู‚ุงุช ูˆู„ุง ูŠู„ุฒู…ู‡ุง ุงู„ุญุฌ ุนู†ุฏู†ุง ุงู„ุง ุจุฃุญุฏ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃุดูŠุงุก ูู„ูˆ ูˆุฌุฏุช ุงู…ุฑุฃุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ุซู‚ุฉ ู„ู… ูŠู„ุฒู…ู‡ุง ู„ูƒู† ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ุง ุงู„ุญุฌ ู…ุนู‡ุง ู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุตุญูŠุญ

Dan berkata โ€˜Atha, Said bin Jubeir, Ibnu Sirin, Malik, Al Auzaโ€™i, Asy Syafiโ€™i, dan yang masyhur darinya bahwa adanya mahram bukan syarat, tetapi yang menjadi syarat adalah adanya rasa aman bagi dirinya. Para sahabat kami (Syafiโ€™iyah) mengatakan bahwa rasa aman itu bisa diperoleh dengan suami atau mahram atau wanita-wanita terpercaya, bagi kami kaum wanita tidaklah wajib baginya kecuali satu di antara hal-hal ini, seandainya dia dapatkan satu orang wanita terpercaya maka boleh baginya haji bersamanya. DAN INILAH YANG BENAR. โ€‹( โ€‹Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,โ€‹ 9/104)โ€‹

Imam Ibnu Taimiyah โ€‹Rahimahullahโ€‹:

.ูˆู‚ุงู„ ุงุจู† ุชู…ูŠู…ุฉ: ุฅู†ู‡ ูŠุตุญ ุงู„ุญุฌ ู…ู† ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุจุบูŠุฑ ู…ุญุฑู… ูˆู…ู† ุบูŠุฑ ุงู„ู…ุณุชุทูŠุน

Imam Ibnu Taimiyah berkata: bahwa Sah hajinya seorang wanita yang pergi tanpa mahram dan hajinya orang yang tidak mampu. โ€‹( โ€‹Subulus Salamโ€‹, 2/184)โ€‹

Imam Ibnu Hazm โ€‹Rahimahullahโ€‹:

ูˆุฅู†ู…ุง ุงุฎุชู„ููˆุง ููŠู…ุง ูƒุงู† ูˆุงุฌุจุง ูˆุงุณุชู†ุจุท ู…ู†ู‡ ุจู† ุญุฒู… ุฌูˆุงุฒ ุณูุฑ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุจุบูŠุฑ ุฒูˆุฌ ูˆู„ุง ู…ุญุฑู… ู„ูƒูˆู†ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ู„ู… ูŠุฃู…ุฑ ุจุฑุฏู‡ุง ูˆู„ุง ุนุงุจ ุณูุฑู‡ุง

Para ulama berselisih pendapat tentang safarnya wanita dalam ibadah yang wajib. Imam Ibnu Hazm berpendapat bolehnya safar seorang wanita tanpa suaminya atau tanpa mahramnya sebab kenyataannya Nabi ๏ทบ tidak memerintahkan wanita itu untuk kembali dan tidak mencela safarnya. โ€‹( โ€‹Fathul Bariโ€‹, 4/78)โ€‹

Imam Ibnu Hajar โ€‹Rahimahullahโ€‹:

ูˆุงุณุชุฏู„ ุจุญุฏูŠุซ ุนุงุฆุดุฉ ู‡ุฐุง ุนู„ู‰ ุฌูˆุงุฒ ุญุฌ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ู…ุน ู…ู† ุชุซู‚ ุจู‡ ูˆู„ูˆ ู„ู… ูŠูƒู† ุฒูˆุฌุง ูˆู„ุง ู…ุญุฑู…ุง

Hadits โ€˜Aisyah ini menjadi dalil bolehnya haji seorang wanita bersama orang-orang terpercaya walau pun tidak bersama suaminya dan tanpa mahramnya. โ€‹( โ€‹Fathul Bariโ€‹, 4/75)โ€‹

โœ… Hadits Aisyah โ€‹Radhiallahu โ€˜Anhaโ€‹ yang mana yang dimaksud? Yaitu pertanyaan Aisyah โ€‹Radhiallahu โ€˜Anhaโ€‹:

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู„ูŽุง ู†ูŽุบู’ุฒููˆ ูˆูŽู†ูุฌูŽุงู‡ูุฏู ู…ูŽุนูŽูƒูู…ู’ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽูƒูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ูˆูŽุฃูŽุฌู’ู…ูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ู ุญูŽุฌู‘ูŒ ู…ูŽุจู’ุฑููˆุฑูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู ููŽู„ูŽุง ุฃูŽุฏูŽุนู ุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฅูุฐู’ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ

Wahai Rasulullah, boleh kami berperang dan berjihad bersamamu?

Nabi bersabda: โ€œJihad terbaik dan terindah adalah haji yang mabrur.โ€

Lalu โ€˜Aisyah berkata: โ€œMaka aku tidak pernah meninggalkan haji setelah aku mendengarkan perkataan ini dari Rasulullah ๏ทบ .โ€ โ€‹(HR. Al Bukhari No. 1728)โ€‹

Hadits ini juga di komentara Imam Ibnu Baththal Rahimahullah sebagai berikut:

ู‡ุฐู‡ ุงู„ุญุงู„ ุชุฑูุน ุชุญุฑูŠุฌ ุงู„ุฑุณูˆู„ ( ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ) ุนู† ุงู„ู†ุณุงุก ุงู„ู…ุณุงูุฑุงุช ุจุบูŠุฑ ุฐู‰ ู…ุญุฑู… ุŒ ูƒุฐู„ูƒ ู‚ุงู„ ู…ุงู„ูƒ ูˆุงู„ุฃูˆุฒุงุนู‰ ูˆุงู„ุดุงูุนู‰ : ุชุฎุฑุฌ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ูู‰ ุญุฌุฉ ุงู„ูุฑูŠุถุฉ ู…ุน ุฌู…ุงุนุฉ ุงู„ู†ุณุงุก ูู‰ ุฑูู‚ุฉ ู…ุฃู…ูˆู†ุฉ ูˆุฅู† ู„ู… ูŠูƒู† ู…ุนู‡ุง ู…ุญุฑู… ุŒ ูˆุฌู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุนู„ู‰ ุฌูˆุงุฒ ุฐู„ูƒ ุŒ ูˆูƒุงู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ูŠุญุฌ ู…ุนู‡ ู†ุณูˆุฉ ู…ู† ุฌูŠุฑุงู†ู‡ ุŒ ูˆู‡ูˆ ู‚ูˆู„ ุนุทุงุก ูˆุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ ูˆุงุจู† ุณูŠุฑูŠู† ูˆุงู„ุญุณู†

Keadaan ini menghilangkan larangan Rasulullah ๏ทบ bagi wanita yang safar tanpa mahram, demikian juga perkataan Malik, Al Auzaโ€™i, Asy Syafiโ€™i: โ€œKeluarnya wanita pergi haji yang wajib bersama jamaah wanita yang terpercaya, walau tidak ada mahram bersamanya. โ€‹MAYORITAS ULAMA MEMBOLEHKAN ITUโ€‹. Dahulu Ibnu Umar haji bersama wnaita tetangganya. Ini merupakan pendapat โ€˜Atha, Saโ€™id bin Jubeir, Ibnu Sirin, dan Al Hasan Al Basri. โ€‹( โ€‹Syarh Shahih Al Bukhari,โ€‹ 4/532)โ€‹

โ€‹โœ… Lalu bagaimana dengan hadits โ€‹โ€œJanganlah seorang wanita bepergian KECUALI bersama mahramnyaโ€?โ€‹โ€‹

Hadits tersebut dikomentari oleh para ulama, sebagai berikut:

ูˆุญู…ู„ู‡ ู…ุงู„ูƒ ูˆุฌู…ู‡ูˆุฑ ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ุนู„ู‰ ุงู„ุฎุตูˆุต ุŒ ูˆุฃู† ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุงู„ู†ู‡ู‰ ุงู„ุฃุณูุงุฑ ุบูŠุฑ ุงู„ูˆุงุฌุจุฉ ุนู„ูŠู‡ุง ุจุนู…ูˆู… ู‚ูˆู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ : ( ูˆูŽู„ูู„ู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุญูุฌู‘ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ) [ ุขู„ ุนู…ุฑุงู† : 97 ] ูุฏุฎู„ุช ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ูู‰ ุนู…ูˆู… ู‡ุฐุง ุงู„ุฎุทุงุจ ูˆู„ุฒู…ู‡ุง ูุฑุถ ุงู„ุญุฌ ุŒ ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุฃู† ุชูู…ู†ุน ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ู…ู† ุงู„ูุฑูˆุถ ูƒู…ุง ู„ุง ุชู…ู†ุน ู…ู† ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุตูŠุงู… ุ› ุฃู„ุง ุชุฑู‰ ุฃู† ุนู„ูŠู‡ุง ุฃู† ุชู‡ุงุฌุฑ ู…ู† ุฏุงุฑ ุงู„ูƒูุฑ ุฅู„ู‰ ุฏุงุฑ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุฅุฐุง ุฃุณู„ู…ุช ููŠู‡ ุจุนูŠุฑ ู…ุญุฑู… ุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ูƒู„ ูˆุงุฌุจู ุนู„ูŠู‡ุง ุฃู† ุชุฎุฑุฌ ููŠู‡ ุŒ ูุซุจุช ุจู‡ุฐุง ุฃู† ู†ู‡ูŠู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ุฃู† ุชุณุงูุฑ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ู…ุน ุบูŠุฑ ุฐู‰ ู…ุญุฑู… ุฃู†ู‡ ุฃุฑุงุฏ ุจุฐู„ูƒ ุณูุฑู‹ุง ุบูŠุฑ ูˆุงุฌุจ ุนู„ูŠู‡ุง ุŒ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…

Malik dan MAYORITAS ULAMA mengartikannya secara khusus (bukan untuk semua safar), maksud larangan tersebut adalah untuk safar-safar yang TIDAK WAJIB, berdasarkan keumuman firman Allah ๏ทป : mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah (QS. Ali Imran: 97), dan kaum wanita termasuk pada keumuman pembicaraan ayat ini dan kewajiban haji.

Dan, TIDAK BOLEH MELARANG WANITA dari kewajiban-kewajiban, sebagaimana tidak boleh melarang mereka dari shalat dan puasa. Tidakkah Anda melihat, bahwa wanita diwajibkan berhijrah dari negeri kafir ke negeri Islam, jika di negeri kafir dia tidak memiliki mahram? Maka, demikian juga semua kewajiban yang mengharuskannya dia keluar dari negerinya. Maka, dengan ini telah pasti bahwa larangan Nabi ๏ทป tentang safarnya kaum wanita tanpa mahram adalah pada perjalanan yang tidak wajib baginya. Wallahu Aโ€™lam โ€‹( โ€‹Syarh Shahih Al Bukhariโ€‹, 4/532-533)โ€‹

Namun demikian, dengan mahram atau suaminya tentu lebih baik.

โœ… Sebagian ulama ada yang tetap melarang wanita haji tanpa suami dan mahram, karena menurut mereka larangan tersebut berlaku untuk semua safar. Inilah pendapat Abu Hanifah, Ahmad, Ishaq, dan Abu Tsaur. โ€‹(Ibid, 4/532)โ€‹

Wallahu a’lam.

Aqiqah Ketika Dewasa, Bolehkah?


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Ustad mengenai aqiqah .bolehkan orang yg sdh tua umurnya mengaqiqahkan dirinya sendiri krn kedua orang tuanya blm mengaqiqahkannya sejak lahir.dn kedua ortunya sdh wafat.

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Bismillah wash Shalatu was Salamu Ala Rasulillah wa Ala Aalihi wa Ashhabihi wa Man Waalah wa Bad:

Para ulama sepakat bahwa hari ketujuh dari kelahiran bayi adalah paling utama (afdhal) unuk aqiqah, tetapi mereka berbeda pendapat tentang aqiqah selain hari ketujuh, bolehkah atau tidak. Kebanyakan ulama membolehkannya. Ada yang mengatakan sama sekali tidak boleh dan jika dilakukan, maka itu bukanlah aqiqah. Sebagian lain ada yang membolehkan pada hari ke 14 dan 21, ada pula yang membolehkan sebelum hari ke tujuh, bahkan ada yang membolehkan kapan pun dia memiliki kemampuan, walau sudah dewasa.

Dari Samurah bin Jundub, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

ูƒู„ู‘ู ุบู„ุงู…ู ุฑู‡ูŠู†ุฉูŒ ุจุนู‚ูŠู‚ุชู‡: ุชุฐุจุญ ุนู†ู‡ ูŠูˆู… ุณุงุจุนู‡ุŒ ูˆูŠุญู„ู‚ุŒ ูˆูŠุณู…ู‰

โ€œSetiap bayi digadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya, dan diberikan nama.โ€ (HR. Abu Daud No. 2838. Ahmad No. 19382. Ad Darimi No. 2021. Al Baihaqi, Syuโ€™abul Iman, No. 8377. Hadits ini shahih. Lihat Imam An Nawawi, Al Adzkar, No. 843. Darul Fikr. Syaikh Al Albani, Irwaโ€™ Al Ghalil No. 1165. Al Maktab Al Islami. )

Imam Asy Syaukani mengomentari demikian:

ูููŠู‡ู ู…ูŽุดู’ุฑููˆุนููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุชู‘ูŽุณู’ู…ููŠูŽุฉู ูููŠ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุจูุนู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุฏู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽู…ู’ู„ู ุงู„ุชู‘ูŽุณู’ู…ููŠูŽุฉูŽ ูููŠ ุญูŽุฏููŠุซู ุณูŽู…ูุฑูŽุฉูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุจูู‚ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุชู‘ูŽุณู’ู…ููŠูŽุฉู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุฐู‘ูŽุจู’ุญู .
ูˆูŽูููŠู‡ู ุฃูŽูŠู’ุถู‹ุง ู…ูŽุดู’ุฑููˆุนููŠู‘ูŽุฉู ูˆูŽุถู’ุนู ุงู„ู’ุฃูŽุฐูŽู‰ ูˆูŽุฐูŽุจู’ุญู ุงู„ู’ุนูŽู‚ููŠู‚ูŽุฉู ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู .

โ€œDalam hadits ini terdapat pensyariatan penamaan pada hari ketujuh, dan sebagai bantahan bagi pihak yang mengatakan bahwa penamaan itu pada saat penyembelihan, dan disyariatkannya pula menghilangkan gangguan (mencukur rambut), dan menyembelih aqiqah pada hari itu. (Nailul Authar , 5/135. Maktabah Ad Dawah Al Islamiyah)

Imam Abu Thayyib Syamsul Azhim Abadi, memberikan syarah (penjelasan) demikian:

ูููŠู‡ู ุฏูŽู„ููŠู„ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ูˆูŽู‚ู’ุช ุงู„ู’ุนูŽู‚ููŠู‚ูŽุฉ ุณูŽุงุจูุน ุงู„ู’ูˆูู„ูŽุงุฏูŽุฉ ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุดู’ุฑูŽุน ู‚ูŽุจู’ู„ู‡ ูˆูŽู„ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู‡ ูˆูŽู‚ููŠู„ูŽ ุชูŽุฌู’ุฒููŠ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽุงุจูุน ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซ ู„ูู…ูŽุง ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽู‡ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ู‡ูŽู‚ููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุจู’ู† ุจูุฑูŽูŠู’ุฏูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ” ุงู„ู’ุนูŽู‚ููŠู‚ูŽุฉ ุชูุฐู’ุจูŽุญ ู„ูุณูŽุจู’ุน ูˆูŽู„ูุฃูŽุฑู’ุจูŽุน ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉ ูˆูŽู„ูุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ” ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุณู‘ูุจูู„ . ูˆูŽู†ูŽู‚ูŽู„ูŽ ุงู„ุชู‘ูุฑู’ู…ูุฐููŠู‘ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู… ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุญูุจู‘ููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุฐู’ุจูŽุญ ุงู„ู’ุนูŽู‚ููŠู‚ูŽุฉ ูŠูŽูˆู’ู… ุงู„ุณู‘ูŽุงุจูุน ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽู‡ูŽูŠู‘ูŽุฃ ููŽูŠูŽูˆู’ู… ุงู„ุฑู‘ูŽุงุจูุน ุนูŽุดูŽุฑ ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽู‡ูŽูŠู‘ูŽุฃ ุนูŽู‚ู‘ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู… ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ .

โ€œDalam hadits ini terdapat dalil bahwa waktu aqiqah adalah hari ke tujuh kelahiran. Sesungguhnya tidak disyariatkan sebelum dan sesudahnya. Ada yang mengatakan: Sudah mencukupi dilakukan pada hari ke 14 dan 21, sebab telah dikeluarkan oleh Imam Al Baihaqi dari Abdullah bin Buraidah, dari Ayahnya, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: Aqiqah disembelih pada hari ke- 7, 14, dan 21. Hadits ini disebutkan dalam kitab Subulus Salam. Imam At Tirmidzi mengutip dari para ulama bahwa mereka menyukai menyembelih aqiqah pada hari ke 7, jika dia belum siap maka hari ke 14, jika dia belum siap maka di hari ke 21. (Aunul Mabud, 8/28. Darul Kutub Al Ilmiyah)

Para Imam Ahlus Sunnah pun membolehkan aqiqah dilakukan setelah hari ketujuh kelahiran. Berikut keterangannya:

ู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ููŠ ูƒุชุงุจ ุงู„ู…ุณุงุฆู„ ุณู…ุนุช ุฃุจุง ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ูŠู‚ูˆู„ ุงู„ุนู‚ูŠู‚ุฉ ุชุฐุจุญ ูŠูˆู… ุงู„ุณุงุจุน ูˆู‚ุงู„ ุตุงู„ุญ ุจู† ุฃุญู…ุฏ ู‚ุงู„ ุฃุจูŠ ููŠ ุงู„ุนู‚ูŠู‚ุฉ ุชุฐุจุญ ูŠูˆู… ุงู„ุณุงุจุน ูุฅู† ู„ู… ูŠูุนู„ ูููŠ ุฃุฑุจุน ุนุดุฑุฉ ูุฅู† ู„ู… ูŠูุนู„ ูููŠ ุฅุญุฏู‰ ูˆุนุดุฑูŠู† ูˆู‚ุงู„ ุงู„ู…ูŠู…ูˆู†ูŠ ู‚ู„ุช ู„ุฃุจูŠ ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ู…ุชู‰ ูŠุนู‚ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„ ุฃู…ุง ุนุงุฆุดุฉ ูุชู‚ูˆู„ ุณุจุนุฉ ุฃูŠุงู… ูˆุฃุฑุจุนุฉ ุนุดุฑุฉ ูˆู„ุฃุญุฏ ูˆุนุดุฑูŠู† ูˆู‚ุงู„ ุฃุจูˆ ุทุงู„ุจ ู‚ุงู„ ุฃุญู…ุฏ ุชุฐุจุญ ุงู„ุนู‚ูŠู‚ุฉ ู„ุฃุญุฏ ูˆุนุดุฑูŠู† ูŠูˆู…ุง ุงู†ุชู‡ู‰

โ€œAbu Daud mengatakan dalam kitab Al Masail, aku mendengar Abu Abdillah (Imam Ahmad) berkata: Aqiqah disembelih pada hari ke 7. Berkata Shalih bin Ahmad: Ayahku (Imam Ahmad) berkata tentang aqiqah, bahwa disembelih pada hari ke 7, jika belum melaksanakannya maka hari ke 14, dan jika belum melaksanakannya aka hari ke 21. Berkata Al Maimuni: Aku bertanya kepada Abu Abdillah, kapankah dilaksanakannya aqiqah? Dia menjawab: Ada pun Aisyah mengatakan pada hari ke 7, 14, dan 21. Berkata Abu Thalib: Imam Ahmad berkata aqiqah disembelih pada satu hari, hari ke 21. Selesai. (Imam Ibnul Qayyim, Tuhfatul Maudud, Hal. 43. Darul Kutub Al Ilmiyah)

Imam Ibnul Qayyim juga menceritakan bahwa Imam Hasan Al Bashri mewajibkan aqiqah pada hari ketujuh. Imam Laits bin Saad mengatakan bahwa aqiqah dilakukan pada hari ketujuh kelahiran, jika belum siap, boleh saja dilakukan pada hari setelahnya, dan bukan kewajiban aqiqah pada hari ketujuh. Sementara Abu Umar (Ibnu Abdil Bar) mengatakan bahwa Imam Laits bin Saad mewajibkan aqiqah hari ketujuh. Semenara Atha lebih menyukai aqiqah dilakukan hari ketujuh dan mengakhirkannya hingga hari ketujuh selanjutnya (hari ke 14). Ini juga pendapat Ahmad, Ishaq, dan Asy Syafii, Malik tidak menambahkan hingga hari ke 14, sementara menurut Ibnu Wahhab tidak mengapa hingga hari ke 21. Ini juga pendapat Aisyah, Atha, Ishaq, dan Ahmad. (Ibid, Hal. 44)

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

ูˆุงู„ุฐุจุญ ูŠูƒูˆู† ูŠูˆู… ุงู„ุณุงุจุน ุจุนุฏ ุงู„ูˆู„ุงุฏุฉ ุฅู† ุชูŠุณุฑุŒ ูˆุฅู„ุง ูููŠ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุฑุงุจุน ุนุดุฑ ูˆุฅู„ุง ูููŠ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ูˆุงุญุฏ ูˆุงู„ุนุดุฑูŠู† ู…ู† ูŠูˆู… ูˆู„ุงุฏุชู‡ุŒ ูุฅู† ู„ู… ูŠุชูŠุณุฑ ูููŠ ุฃูŠ ูŠูˆู… ู…ู† ุงู„ุงูŠุงู…. ูููŠ ุญุฏูŠุซ ุงู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ: ุชุฐุจุญ ู„ุณุจุนุŒ ูˆู„ุงุฑุจุน ุนุดุฑุŒ ูˆู„ุงุญุฏูŠ ูˆุนุดุฑูŠู†.

โ€œPenyembelihan dilakukan pada hari ke tujuh setelah kelahiran jika dia lapang, jika tidak maka pada hari ke 14, jika tidak maka hari ke 21 dari hari kelahirannya. Jika masih sulit, maka bisa lakukan di hari apa pun. Dalam Hadits Al Baihaqi: disembelih pada hari ke 7, 14, dan 21. (Fiqhus Sunnah, 3/328. Darul Kitab Al Arabi)

Demikian perselisihan ini, bahkan ada pula yang mengklaim bahwa secara ijma (aklamasi) tidak boleh aqiqah pada hari sebelum dan sesudah hari ke 7. Namun klaim ini lemah dan bertentangan dengan realita perselisihan yang ada.

Berkata Imam Asy Syaukani Rahimahullah:

ูˆูŽู†ูŽู‚ูŽู„ูŽ ุตูŽุงุญูุจู ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุฌู’ุฒูุฆู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุงุจูุนู ูˆูŽู„ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ู ุฅุฌู’ู…ูŽุงุนู‹ุง ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู’ุฅูุฌู’ู…ูŽุงุนู ู…ูุฌูŽุงุฒูŽููŽุฉูŒ ู…ูŽุง ุนูŽุฑูŽูู’ุช ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฎูู„ูŽุงูู ุงู„ู’ู…ูŽุฐู’ูƒููˆุฑู .

โ€œPengarang Al Bahr mengutip dari Imam Yahya, bahwa menurut ijma aqiqah tidaklah sah dilakukan sebelum dan sesudah hari ke 7. Namun, klaim adanya ijma ini hanyalah prasangkaan semata, tidakkah Anda mengetahui perselisihan yang sudah disebutkan. (Nailul Authar, 5/133. Maktabah Ad Dawah Al Islamiyah)

Bolehkah Aqiqah setelah Dewasa?

Para ulama berbeda pendapat, antara membolehkan dan tidak. Mereka yang melarang beralasan bahwa hadits tentang bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah mengaqiqahkan dirinya setelah dewasa adalah dhaif.

Dari Anas bin Malik, katanya:

ุนู‚ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนู† ู†ูุณู‡ ุจุนุฏ ู…ุง ุจุนุซ ุจุงู„ู†ุจูˆุฉ

โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengaqiqahkan dirinya setelah beliau diangkat menjadi nabi.โ€ (HR. Abdurrazaq, No. 7960)

Hadits ini sering dijadikan dalil bolehnya aqiqah ketika sudah dewasa. Shahihkah hadits ini?

Sanad hadits ini dhaif. Dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Muharrar. Para Imam Ahli hadits tidaklah menggunakan hadits darinya.

Yahya bin Main mengatakan, Abdullah bin Muharrar bukanlah apa-apa (tidak dipandang). Amru bin Ali Ash Shairafi mengatakan, dia adalah matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan). Ibnu Abi Hatim berkata: Aku bertanya kepada ayahku (Abu Hatim Ar Razi) tentang Abdullah bin Muharrar, dia menjawab: matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan), munkarul hadits (haditsnya munkar), dan dhaiful hadits (haditsnya lemah). Ibnul Mubarak meninggalkan haditsnya.

Abu Zurah mengatakan, dia adalah dhaiful hadits. (Imam Abdurrahman bin Abi Hatim, Al Jarh wat Tadil, 5/176. Dar Ihya At Turats)

Sementara Imam Bukhari mengatakan, Abdullah bin Muharrar adalah munkarul hadits. (Imam Bukhari, Adh Dhuafa Ash Shaghir, Hal. 70, No. 195. Darul Marifah)

Muhammad bin Ali Al Warraq mengatakan, ada seorang bertanya kepada Imam Ahmad tentang Abdullah bin Muharrar, beliau menjawab: manusia meninggalkan haditsnya. Utsman bin Said mengatakan: aku mendengar Yahya berkata: Abdullah bin Muharrar bukan orang yang bisa dipercaya. (Al Hafizh Al Uqaili, Adh Dhuafa, 2/310. Darul Kutub Al ilmiyah)

Imam An Nasai mengatakan, Abdullah bin Muharrar adalah matrukul hadits (haditsnya ditinggalkan). (Imam An Nasai, Adh Dhuafa wal Matrukin, Hal. 200, No. 332)

Imam Ibnu Hibban mengatakan, bahwa Abdullah bin Muharrar adalah diantara hamba-hamba pilihan, sayangnya dia suka berbohong, tidak mengetahui, dan banyak memutarbalik-kan hadits, dan tidak faham. (Imam Az Zailai, Nashb Ar Rayyah, 1/297)

Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa Abdullah bin Muharrar adalah seorang yang dhaif jiddan (lemah sekali). (Imam Ibnu Hajar,Talkhish Al Habir, 4/362. Darul Kutub Al Ilmiyah)

Ada pun ulama yang mendhaifkan hadits ini adalah Al Hafizh Ibnu Hajar, Imam An Nawawi menyebutnya sebagai hadits batil, sedangkan Imam Al Baihaqi menyebutnya hadits munkar. (Ibid)

Oleh karena itu, dengan dasar dhaifnya hadits ini, ulama kalangan Malikiyah dan sebagain Hambaliyah melarang aqiqah ketika sudah dewasa.

Tetapi, banyak pula imam kaum muslimin yang membolehkan. Sebab hadits di atas memiliki beberapa syawahid (saksi penguat), sehingga terangkat menjadi shahih.

Pertama, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Jafar Ath Thahawi dalam Kitab Musykilul Atsar No. 883:
Dari Anas bin Malik Radhiallahu Anhu, katanya:

ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนู‚ ุนู† ู†ูุณู‡ ุจุนุฏู…ุง ุฌุงุกุชู‡ ุงู„ู†ุจูˆุฉ

Bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengaqiqahkan dirinya setelah datang kepadanya nubuwwah (masa kenabian).

Sanad hadits ini: Berkata kepada kami Al Hasan bin Abdullah bin Manshur Al Baalisi, berkata kepada kami Al Haitsam bin Jamil, berkatakepada kami Abdullah bin Mutsanna bin Anas, dari Tsumamah bin Anas, dari Anas: (lalu disebutkan ucapan di atas)

Syaikh Al Albani memberikan komentar tentang riwayat ini:

ู‚ู„ุช : ูˆ ู‡ุฐุง ุฅุณู†ุงุฏ ุญุณู† ุฑุฌุงู„ู‡ ู…ู…ู† ุงุญุชุฌ ุจู‡ู… ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ููŠ ” ุตุญูŠุญู‡ ” ุบูŠุฑ ุงู„ู‡ูŠุซู… ุงุจู† ุฌู…ูŠู„ ุŒ ูˆ ู‡ูˆ ุซู‚ุฉ ุญุงูุธ ู…ู† ุดูŠูˆุฎ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…

Aku berkata: Isnad hadits ini hasan, para perawinya adalah orang-orang yang dijadikan hujah oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, kecuali Al Haitsam bin Jamil, dia adalah terpercaya, seorang haafizh, dan termasuk guru dari Imam Ahmad. (As Silsilah Ash Shahihah, 6/502)

Kedua, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath Thabarani dalam Mujam Al Awsath No. 1006. Sehingga Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menshahihkan hadits ini dengan status SHAHIH LI GHAIRIHI. (As Silsilah Ash Shahihah No. 2726)

Ulama yang membolehkan adalah Imam Muhammad bin Sirin, Al Hasan Al Bashri, Atha, sebagian Hambaliyah dan Syafiiyah.

Imam Ahmad ditanya tentang bolehkah seseorang mengaqiqahkan dirinya ketika sudah dewasa? Imam Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitabnya sebagai berikut:

ูˆู‚ุงู„ ุฃู† ูุนู„ู‡ ุฅู†ุณุงู† ู„ู… ุฃูƒุฑู‡ู‡

โ€œDia (Imam Ahmad) berkata: Aku tidak memakruhkan orang yang melakukannya.โ€ (Imam Ibnul Qayyim, Tuhfatul Maudud, Hal 61. Cet. 1. 1983M-1403H. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah)

Imam Muhammad bin Sirrin berkata:

ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูุนูŽู‚ู‘ูŽ ุนูŽู†ู‘ููŠ ุŒ ู„ูŽุนูŽู‚ูŽู‚ู’ุชู ุนูŽู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููŠ.

Seandainya aku tahu aku belum diaqiqahkan, niscaya akan aku aqiqahkan diriku sendiri. (Al Mushannaf Ibnu Abi Syaibah No. 24718)

Imam Al Hasan Al Bashri berkata:

ุฅุฐุง ู„ู… ูŠุนู‚ ุนู†ูƒ ุŒ ูุนู‚ ุนู† ู†ูุณูƒ ูˆ ุฅู† ูƒู†ุช ุฑุฌู„ุง

Jika dirimu belum diaqiqahkan, maka aqiqahkan buat dirimu sendiri, jika memang kamu adalah laki-laki. (Imam Ibnu Hazm, Al Muhalla, 8/322)

Dan, berdasarkan dalil-dalil ini, inilah pendapat yang lebih kuat, Insya Allah.
Kalimat ini berlaku juga u perempuan.

Wallahu a’lam.

Di ceraikan Saat Mengandung

Assalamualaikum langsungng ajah…pak ustadz bagai mana hukum nya suami menceraikan istri dlm ke adaan mengandung?
1.HUKUM NYA
2.SYAH APA TDK
Terimakasih ustadz

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Jumhur ulama mengatakan bahwa menceraikan isteri pada saat hamil adalah boleh, bahkan Imam Ahmad menyebutnya cerai yang sejalan dengan sunnah, maksudnya ada dasarnya.

Hal ini berdasarkan hadits shahih berikut:

ุซูู…ู‘ูŽ ู„ููŠูุทูŽู„ู‘ูู‚ู’ู‡ูŽุง ุทูŽุงู‡ูุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุญูŽุงู…ูู„ู‹ุง

โ€œKemudian, ceraikanlah dia pada waktu suci atau hamil.โ€ (HR. Muslim No. 1471)

Imam An Nawawi memberikan komentar:

ูููŠู‡ู ุฏูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉ ู„ูุฌูŽูˆูŽุงุฒู ุทูŽู„ูŽุงู‚ ุงู„ู’ุญูŽุงู…ูู„ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ุญูŽู…ู’ู„ู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุฐู’ู‡ูŽุจ ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูุจู’ู† ุงู„ู’ู…ูู†ู’ุฐูุฑ ูˆูŽุจูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุก ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ุทูŽุงูˆูุณ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุณูŽู† ูˆูŽุงุจู’ู† ุณููŠุฑููŠู†ูŽ ูˆูŽุฑูŽุจููŠุนูŽุฉ ูˆูŽุญูŽู…ู‘ูŽุงุฏ ุจู’ู† ุฃูŽุจููŠ ุณูู„ูŽูŠู’ู…ูŽุงู† ูˆูŽู…ูŽุงู„ููƒ ูˆูŽุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏ ูˆูŽุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุซูŽูˆู’ุฑ ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุนูุจูŽูŠู’ุฏ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูุจู’ู† ุงู„ู’ู…ูู†ู’ุฐูุฑ : ูˆูŽุจูู‡ู ุฃูŽู‚ููˆู„ . ูˆูŽุจูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุจูŽุนู’ุถ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ููƒููŠู‘ูŽุฉ

โ€œDi dalamnya terdapat dalil bagi bolehnya mencerai wanita yang jelas kehamilannya, itulah madzhab Asy Syafiโ€™i. berkata Ibnul Mundzir: โ€œDengan ini pula pendapat mayoritas ulama, di antara mereka adalah Thawus, Al Hasan, Ibnu Sirin, Rabiโ€™ah, Hammad bin Abi Sulaiman, Malik, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Abu โ€˜Ubaid.โ€ Berkata Ibnu Mundzir: โ€œAku juga berpendapat demikian.โ€ Dan dengan ini juga pendapat sebagian Malikiyah.โ€ โ€‹(Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 10/65)โ€‹

Namun, sebagian Malikiyah lainnya mengharamkannya, dan Ibnul Mundzir meriwayatkan bahwa Al Hasan (Al Bashri) memakruhkan. Demikian keterangan lanjutan dari Imam An Nawawi, dalam kitabnya tersebut. Namun pendapat yang membolehkan adalah lebih sesuai dengan nash syariat. Selesai.

โ€‹๐Ÿ“Œ Konteks Hukum Indonesiaโ€‹

Di Indonesia, sebagian kalangan menganggap perceraian baru dianggap sah jika disahkan oleh pengadilan. Misalnya, seperti majelis tarjih Muhammadiyah, ini agar meminimalisir angka perceraian. Ada pun MUI menganggap perceraian yang terjadi diluar persidangan mesti dilaporkan ke pengadilan untuk diputuskan sah atau tidaknya.

Namun, secara fiqih, sebagaimana yang sudah kami bahas jika syarat-syarat perceraian sudah terpenuhi, maka itu sah, walau belum disidangkan oleh pengadilan agama.Demikian.

Wallahu a’lam.

Ziarah untuk Doa Minta Hajat

Assalamualaikum ustadz/ah.. Gini di desa saya banyak masyarakat yg sering pergi ziarah ke makam syeikh , dg niat untuk keperluan duniawi, kaya biar rezeki nya lancar dll. Kegiatanya disana tahlilan kemudian memanjatkan doa kpd Allah apa yg menjadi hajatnya. Bagaimana tadz hukumnya?
Mohon dijawab. #a38

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูŽุง ุชูŽุฐูŽุฑูู†ูŽู‘ ุขู„ูู‡ูŽุชูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฐูŽุฑูู†ูŽู‘ ูˆูŽุฏู‹ู‘ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุณููˆูŽุงุนู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุบููˆุซูŽ ูˆูŽูŠูŽุนููˆู‚ูŽ ูˆูŽู†ูŽุณู’ุฑู‹ุง

โ€œDan mereka berkata: โ€œJangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaaโ€™, yaghuts, yaโ€™uq dan nasrโ€ (QS. Nuh: 23).

Sebagian ulama salaf berkata bahwa mereka ini (Wadd, Suwaaโ€™, Yaghuts, Yaโ€™uq dan Nasr) adalah orang sholih di masa Nabi Nuh. Ketika mereka meninggal dunia, orang-orang beriโ€™tikaf (berdiam) di kubur mereka. Selanjutnya, dibuatlah patung-patung mereka lalu disembah. Kalau ada yang melakukan ziarah seperti ini ke kubur, maka termasuk ziarah yang tidak ada tuntunan. Ajaran seperti ini termasuk ajaran Nashrani dan orang musyrik. Jika maksud penziarah kubur adalah ingin agar doโ€™anya mustajab di sisi kubur, atau ia berdoโ€™a meminta pada mayit, atau ia beristighatsah pada mayit, ia meminta dan bersumpah atas nama mayit pada Allah dalam menyelesaikan urusan dan kesulitannya, ini semua termasuk amalan yang tidak dituntunkan oleh Nabi saw dan tidak dilakukan oleh para sahabat. Lihat penjelasan Ibnu Taimiyah dalam Majmuโ€™ Al Fatawa, 27: 31.

Abul โ€˜Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจูู‘ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ูŽุตู’ุฏูู‡ู ู„ูู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุจูู‡ู ุ› ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑูŽ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจู ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ูˆูŽุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽูˆู’ุซูŽุงู†ู

โ€œPara ulama sepakat tidak dianjurkan shalat di sisi kubur, tidak pula berdoโ€™a di sisi kubur atau berdoโ€™a lewat perantaraan kubur. Karena seluruh hal ini adalah perantara pada syirik dan sebab penyembahan kepada watsn (segala sesuatu yang disembah selain Allah). โ€ (Majmuโ€™ Al Fatawa, 27: 31).

Hal ini menunjukkan terlarangnya berdoโ€™a di kubur wali, habaib atau orang sholih. Namun yang dibolehkan adalah mendoโ€™akan kebaikan untuk si mayit seperti yang Nabi saw ajarkan ketika kita ziarah kubur dan tetap menghadap kiblat. Doโ€™a yang dimaksud adalah,

ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠูŽุงุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ (ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุฏูู…ููŠู’ู†ูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุฃู’ุฎูุฑููŠู’ู†ูŽ) ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ุง ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจููƒูู…ู’ ู„ุงูŽุญูู‚ููˆู’ู†ูŽุŒ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุนูŽุงูููŠูŽุฉูŽ

โ€œSemoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, (semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan). Kami insya Allah akan bergabung bersama kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.โ€ (HR. Muslim no. 975).

Adapun jika doโ€™anya menjadikan mayit sebagai perantara, ini adalah amalan yang menjadi perantara menuju syirik.

Wallahu a’lam.

Batas Akhir Sholat Isya'


ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz, bagaimana batas akhir sholat isya?
Apakah sampai jam 12 malam ataukah sampai sebelum adzan subuh?

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Dianjurkan mengakhirkan shalat Isya hingga hampir setengah malam, dan ini menjadi kekhususan bagi Isya saja. Hal ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, namun tidak selalu dia lakukan khawatir memberatkan umatnya.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุตูŽู„ูŽุงุฉูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‰ ู†ูุตู’ูู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ุซูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽู†ูŽุงู…ููˆุง ุฃูŽู…ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ู…ูŽุง ุงู†ู’ุชูŽุธูŽุฑู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง

Dari Anas bin Malik, dia berkata: โ€‹Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengakhirkan shalat Isya sampai tengah malam, lalu dia shalat, kemudian bersabda: โ€œManusia telah shalat dan tertidur, ada pun sesungguhnya kalian tetap dinilai dalam keadaan shalat selama kalian masih menunggu waktunya.โ€โ€‹
[1]

Dalam hadits lain:

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฃูŽุนู’ุชูŽู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฐูŽุงุชูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู†ูŽุงู…ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุซูู…ู‘ูŽ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดูู‚ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ

Dari โ€˜Aisyah, dia berkata: โ€‹Pada suatu malam, Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallammengakhirkan shalat Isya sampai hilang sebagian besar malam, dan sampai para jamaah yang di masjid tertidur, lalu Beliau keluar lalu shalat, lalu bersabda: โ€œSesungguhnya inilah waktu shalat Isya, seandainya tidak memberatkan umatku.โ€โ€‹ [2]

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah
berkata:

ูˆูƒู„ู‡ุง ุชุฏู„ ุนู„ู‰ ุงุณุชุญุจุงุจ ุงู„ุชุฃุฎูŠุฑ ูˆุฃูุถู„ูŠุชู‡ุŒ ูˆุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุชุฑูƒ ุงู„ู…ูˆุงุธุจุฉ ุนู„ูŠู‡ ู„ู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ู…ุดู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุตู„ูŠู†ุŒ ูˆู‚ุฏ ูƒุงู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู„ุงุญุธ ุฃุญูˆุงู„ ุงู„ู…ุคุชู…ูŠู†ุŒ ูุฃุญูŠุงู†ุง ูŠุนุฌู„ ูˆุฃุญูŠุงู†ุง ูŠุคุฎุฑ.

โ€‹Semua hadits ini menunjukkan sunah dan keutamaan mengakhirkan shalat isya. Walau pun demikian nabi tidak melakukannya terus menerus, khawatir memberatkan umatnya. NabiShallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam selalu memperhatikan kondisi kaum muโ€™minin, maka kadangkala dia menyegerakan, kadangkala dia mengakhirkan.โ€โ€‹ [3]

Imam An Nawawi Rahimahullah
berkata:

ูˆูŽู‚ูŽูˆู’ู„ู‡ ูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉ : ( ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ ) ุฃูŽูŠู’ ูƒูŽุซููŠุฑ ู…ูู†ู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู‡ ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุจูุฏู‘ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุชู‘ูŽุฃู’ูˆููŠู„ ู„ูู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌููˆุฒ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู† ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏ ุจูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ ู…ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏ ู†ูุตู’ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ ุ› ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฃูŽุญูŽุฏ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุก : ุฅูู†ู‘ูŽ ุชูŽุฃู’ุฎููŠุฑู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏ ู†ูุตู’ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ . ู‚ูŽูˆู’ู„ู‡ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ( ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง ู„ูŽูˆู’ู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดูู‚ู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ) ู…ูŽุนู’ู†ูŽุงู‡ู : ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุฎู’ุชูŽุงุฑ ุฃูŽูˆู’ ุงู„ู’ุฃูŽูู’ุถูŽู„ ููŽูููŠู‡ู ุชูŽูู’ุถููŠู„ ุชูŽุฃู’ุฎููŠุฑู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุงู„ูุจ ูƒูŽุงู†ูŽ ุชูŽู‚ู’ุฏููŠู…ู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽู‡ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูŽุดูŽู‚ู‘ูŽุฉู ูููŠ ุชูŽุฃู’ุฎููŠุฑู‡ูŽุง

Hadits riwayat โ€˜Aisyah ini: (hilang sebagian besar malam) yaitu kebanyakan dari waktu malam, namun bukan berarti sebagian besarnya, dan harus mengartikannya demikian karena Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œSesungguhnya inilah waktu shalat Isya.โ€ โ€‹โ€‹Tidak boleh mengartikan ucapan beliau bahwa waktu yang dimaksud adalah setelah tengah malam, dan tidak ada satu pun ulama yang mengatakan demikian; yakni mengakhirkan shalat Isya setelah tengah malam adalah lebih utamaโ€‹.โ€‹

Ucapan Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam: (โ€œSesungguhnya inilah waktu shalat Isya, seandainya tidak memberatkan umatku.โ€) maknanya adalah bahwa itu adalah waktu yang diunggulkan atau paling utama, maka di dalamnya ada keutamaan mengakhirkannya. Sesungguhnya kebiasaannya adalah menyegerakannya, hal itu hanyalah karena adanya kesulitan dalam mengakhirkannya.โ€ [4]

โ€‹Jadi, batasan akhirnya adalah tidak melewati tengah malam.โ€‹ Kecuali bagi yang tertidur dan baru bangun setelahnya, ini pengecualian.

Hanya saja di zaman ini, jika kita mengambil sunnah ta’khir isya, maka kita akan kehilangan sunnah lain yaitu berjamaah di masjid. Sebab, jam-jam seperti itu biasanya sudah tidak ada orang di masjid, atau masjid sudah ditutup, kecuali Masjidul Haram dan Masjid Nabawi, yang biasanya manusia ramai 24 jam. Padahal shalat Isya berjamaah bersama manusia di masjid, dinilai seperti shalat setengah malam.

Dari โ€˜Utsman bin โ€˜Affan Radhiallahu โ€˜Anhu, โ€œ Aku mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู…ู† ุตู„ู‰ ุงู„ุนุดุงุก ููŠ ุฌู…ุงุนุฉ ููƒุฃู†ู…ุง ู‚ุงู… ู†ุตู ุงู„ู„ูŠู„ ูˆู…ู† ุตู„ู‰ ุงู„ุตุจุญ ููŠ ุฌู…

ุงุนุฉ ููƒุฃู†ู…ุง ุตู„ู‰ ุงู„ู„ูŠู„ ูƒู„ู‡

Barang siapa yang shalat Isya berjamaah maka seolah dia shalat setengah malam, dan barang siapa yang shalat subuh berjamaah maka seolah dia shalat sepanjang malam. [5]

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

[1] HR. Bukhari, Kitab Mawaqit Ash Shalah Bab Waqtul โ€˜Isya Ila Nishfil lail, No hadits. 538
[2] HR. Muslim, Al Masajid wa Mawadhiโ€™ ash Shalah Bab Waqtul โ€˜Isya wa Taโ€™khiruha, no. 345
[3] Syaikh Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, Juz. 1 Hal. 103
[4] Imam An Nawawi, Syarh An Nawawi โ€˜Ala Muslim, No.1009
[5] HR. Muslim No. 656, Bab Fadhl Shalah Al ‘Isya wa Ash Shubh fi Jamaa’ah

Wallahu a’lam.

Suamiku Puber Kedua?

Assalaamu’alaikum ustadz/ah mau bertanya lagi apakah ada ujian di umur 40 tahun? Sebelum nya seseorang itu bisa di katakan sholeh, baik, tetapi setelah usia 40 tahun mulai menunjukkan keburukan akhlak dalam berumah tangga seperti selingkuh atau berzina? Mohon jawaban nya

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Pada dasarnya setiap orang beriman pasti akan diuji Allah untuk melihat kadar keimanannya.

ุฃูŽุญูŽุณูุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชู’ุฑูŽูƒููˆุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆุง ุขู…ูŽู†ู‘ูŽุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠููู’ุชูŽู†ููˆู†ูŽ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman” dan mereka tiak diuji? (Surat Al-Ankabut 2)

Oleh karena itu ujian pasti akan dihadapi oleh semua orang beriman.

Menurut pendapat para pakar, puber kedua pasti akan dialami oleh seluruh pria. Dalam buku Menyikapi Tingkah Laku Suami karya Muhammad Abdul Ghoffar, disebutkan bahwa puber kedua pria terjadi pada usia 35 โ€“ 45 tahun. Sedangkan menurut banyak referensi lain, puber kedua pria terjadi pada usia kisaran 40 tahun. Hampir sama. Dan ini mengingatkan kita pada firman Allah yang secara khusus memberi perhatian pada usia 40 tahun sebagai usia dewasa.

ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฃูŽุดูุฏู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ู ุฃูŽูˆู’ุฒูุนู’ู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดู’ูƒูุฑูŽ ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽูƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ูŽ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ุชูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ููŠ ูููŠ ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชููŠ ุฅูู†ู‘ููŠ ุชูุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ

โ€ฆsehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa: โ€œYa Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat mengerjakan amal yang shalih yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diriโ€ (QS. Al Ahqaf: 15)

Lalu bagaimana sikap seorang istri menghadapi suaminya yang demikian?

Untuk istri, sebaiknya melakukan komunikasi yang intens dengan suaminya yang sedang memasuki tahap puber kedua tersebut. Jika diperlukan, buatlah komitmen kesepakatan untuk tidak melakukan hal-hal tertentu.

Jika memang ternyata suami sudah terlanjur bertindak melenceng terlalu jauh, ada baiknya pasangan tersebut pergi mencari pertolongan profesional, baik melalui psikolog, ustadz, terapis, keluarga, maupun mediator lain.

Ada cara lain yang dapat ditempuh, yaitu dengan mengarahkan suami melampiaskan ke arah positif seperti olahraga, atau hal lain yang lebih produktif. Bisa juga dengan ikut kursus keterampilan atau menggali peluang berbisnis.

Pada dasarnya saat memasuki masa puber, seseorang ingin dikenal dan diakui. Sebab, ini adalah masa-masa produktif. Nah, daripada diakui untuk hal-hal yang negatif, kenapa tidak melakukan sesuatu yang lebih produktif dan membawa dampak positif?

Wallahu a’lam.

Segala Sesuatu di Dunia Tidak Ada yang Kebetulan


Assalamualaikum…Ustadz Ustadzah, tolong dijelaskan tentang segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kebetulan.

Jawaban
———-

โ€Œูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡
Secara global apa yang terjadi di dunia ini sudah Allah Ta’ala tentukan. Hal ini bisa bisa kita pahami melalui dalil-dalil berikut.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆู’ุฏู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ู ุงู„ู’ู…ูŽุตู’ุฏููˆู’ู‚ู : ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ูŠูุฌู’ู…ูŽุนู ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ูููŠ ุจูŽุทู’ู†ู ุฃูู…ู‘ูู‡ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ุงู‹ ู†ูุทู’ููŽุฉู‹ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‚ูŽุฉู‹ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ู…ูุถู’ุบูŽุฉู‹ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูุฑู’ุณูŽู„ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽูƒู ููŽูŠูŽู†ู’ููุฎู ูููŠู’ู‡ู ุงู„ุฑู‘ููˆู’ุญูŽุŒ ูˆูŽูŠูุคู’ู…ูŽุฑู ุจูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชู: ุจููƒูŽุชู’ุจู ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฌูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุดูŽู‚ููŠู‘ูŒ ุฃูŽูˆู’ ุณูŽุนููŠู’ุฏูŒ. ููŽูˆูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฐูุฑูŽุงุนูŒ ููŽูŠูŽุณู’ุจูู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ููŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ููŽูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ู„ูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฐูุฑูŽุงุนูŒ ููŽูŠูŽุณู’ุจูู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ููŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ููŽูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูู‡ูŽุง

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Masโ€™ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan :

Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara :

โ€‹๐Ÿ“— menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya.โ€‹

Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga. โ€‹(HR. Bukhari dan Muslim)โ€‹

Menurut hadits ini, ajal, rezeki, perbuatan, susah, senang. Sudah ada yang menentukan yaitu Allah Ta’ala. Bukan hanya ini tentunya tapi peristiwa peristiwa yg dialami manusia juga demikian.

Tapi, Allah Ta’ala juga menciptakan KEHENDAK kepada manusia. Yg dengan kehendak itu manusia punya kekuatan untuk berikhtiar (memilih).

Maka, disebutkan dalam Al Qur’an:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ุง ูŠูุบูŽูŠู‘ูุฑู ู…ูŽุง ุจูู‚ูŽูˆู’ู…ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุบูŽูŠู‘ูุฑููˆุง ู…ูŽุง ุจูุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang ada pada sebuah kaum sampai kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka. (QS. Ar Ra’du: 11)

Dengan demikian, apa yang terjadi di dunia. Ada dua macam;

1. Taqdim mubram, yaitu ketetapan yg tidak bs diubah.

Seperti misal: kematian, jenis kelamin, dan datangnya kiamat.

2. Taqdim mualaq, yaitu takdir yg terwujud bisa dinego oleh usaha manusia juga.

Seperti: bagaimana matinya kita bisa berupaya dan berdoa Husnul khatimah, Rezeki walau udah ada jatahnya tapi manusia yg berusaha meraih jatahnya, prestasi belajar. Dst

Inilah Ahlus Sunnah wal jamaah.

Bukan jabbariyah, yg menolak kehendak manusia. Bagi mereka hanya Allah saja.

Bukan qadariyah, yg menolak kehendak Allah. Bagi mereka hanya manusia saja.

Sedangkan Ahlus Sunnah wal jamaah mengakui bahwa secara umum semuanya sudah Allah tentukan tapi Allah berkehendak agar manusia menggunakan kehendaknya sendiri yg mana kehendak itu merupakan bagian dari ciptaanNya atas makhluknya.

Wallahu a’lam.