Membeli Barang Lelang

Oleh: Rikza Maulan, Lc., M.Ag

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….Bagaimana hukum membeli barang dari lelang atau sitaan leasing yangg macet kreditnya bagaimana ya..?
#A 63

Jawaban
————–

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Hukum membeli barang dari hasil sitaan pembiayaan yg macet dari bank syariah atau leasing syariah hukumnya boleh saja.

Sedangkan jika dari bank atau leasing konvensional, hukumnya tdk boleh.

Karena kalau bukan syariah, berarti barang tsb merupakan hasil sitaan atas transaksi riba. Dan riba hukumnya haram.

Sedangkan kalau dari syariah, barang tsb merupakan hasil jual beli, dimana objek jual beli sekaligus menjadi alat bayar apabila nasabah kesulitan membayar pembiayaannya.

Wallahu a’lam.

Asuransi Syariah

1⃣  Assalamualaikum
ustadz sy mw tny ttg hkm asuransi jiwa, di perbolehkan/tdk dlm hkm islam. Jazakumullohu khoiroh

2⃣ Sekalian mau nambahin pertanyaannya kalau boleh..
Bgmn dgn asuransi dlm pembayaran cicilan? Apakah mmg benar ada yg namanya asuransi syariah?
Sekian..jazakumullah khairan        

🌴Jawaban
           
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
1⃣.  Asuransi jiwa dan atau asuransi lainnya yang pengelolaannya masih dilakukan secara konvensional, adalah haram karena mengandung maisir, gharar dan riba. Karena maisir (gambling/ spekulasi), gharar (ketidakjelasan objek akad) dan juga riba adalah haram secara syariah. Maka segala transaksi yang mengandung unsur tersebut adalah haram, termasuk di dalamnya transaksi asuransi.
Wallahu A’lam.    
               
2⃣ Adapun asuransi pembiayaan dan atau asuransi lainnya yang pengelolaannya dilakukan berdasarkan prinsip syariah hukumnya adalah boleh berdasarkan ijma ulama. Dan atas dasar itulah dibentuk asuransi syariah, yang pengelolaannya sdh disesuaikan dgn prinsip2 syariah sehingga tidak mengandung unsur yang diharamkan. Maka, jika akan mengasuransikan objek tertentu, pastikan bahwa kita melakukannya di asuransi syariah.

Wallahu a’lam.

Ketika Non Islam Mengucapkan Salam

*๐Ÿ“•Hadits:*

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุงุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูŽู†ูŽ ุฑูŽู‡ู’ุทูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ุงู„ุณู‘ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ุŒู’ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู ุจูŽู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุณู‘ูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽุนู’ู†ูŽุฉุŒู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุง ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ุฑู‘ููู’ู‚ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑู ูƒูู„ู‘ูู‡ุŒู ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุณู’ู…ูŽุนู’ ู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ููˆุงุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ู‚ูู„ู’ุชู ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

_Artinya:_
_Dari ‘Aisyah ra berkata, “Sekelompok orang-orang Yahudi minta izin untuk bertemu Nabi Saw, lalu mereka mengucapkan:_

_Assaamu ‘alaikum (kematian bagimu).”_

_’Aisyah menjawab; ‘Bal ‘alaikumus saam wal la’nah.’ (Justru bagi kalian kematian dan laknat)”._

_Maka Rasulullah Saw bersabda, Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya Allah Swt mencintai, kelemahlembutan dalam segala urusan.’_

_Lalu ‘Aisyah berkata, ‘Tidakkah Anda mendengar ucapan mereka? ‘_

_Jawab beliau: ‘Ya, aku mendengarnya, dan aku telah menjawab; wa’alaikum.’ (HR. Muslim, hadits no 4027)_

*๐Ÿ“•Hikmah Hadits:*

1. Kedengkian orang-orang kafir, khususnya orang-orang Yahudi terhadap Nabi Saw, sehingga dalam mengucapkan salam kepada beliau pun mereka “memplesetkannya” dari ucapan _”assalamualaikum”_ (semoga Allah memberikan keselamatan bagimu) menjadi _”assaamualaikum”_ (kematian bagimu).

Ungkapan ini adalah bentuk kebencian mereka terhadap Nabi Saw dan menginginkan keburukan menimpa beliau.

2. Bahwa tidak selalu setiap keburukan harus dibalas dengan keburukan juga.

Terbukti bahwa Nabi Saw ‘menegur’ Aisyah ra yg marah dengan ucapan salam orang Yahudi kepada beliau. Lalu Aisyah ra membalasnya dengan “bal alaikumussaamu wal la’nah” (justru bagi kalian kematian dan laknat).

Dan kemudian Nabi Saw menasehatinya, ‘Wahai ‘Aisyah, sesungguhnya Allah itu mencintai kelemahlembutan dalam segala urusan.’

Artinya bahwa seyogianya kita juga tetap berusaha berlaku baik dan bijak, meskipun terhadap orang yang berlaku buruk sekalipun terhadap kita.

3. Dalam hal ada orang kafir yang kemudian mengucapkan salam kepada kita, maka anjurannya adalah tetap dijawab salamnya, namun dengan jawaban *”wa alaikum”*(saja).

Hal ini sebagaimana hadits di atas dan juga hadits lainnya sebagai berikut, dari Anas bahwa Para sahabat Nabi Saw bertanya kepada beliau, ‘Sesungguhnya orang-orang Ahli Kitab memberi salam kepada kami, bagaimana kami menjawabnya? ‘ Jawab beliau, jawablah dengan Wa’alaikum’ (saja).’ (HR. Muslim, hadits no 4025).

4. Bahwa salam adalah doa, cita-cita dan harapan, agar Allah Swt memberikan keselamatan, rahmat dan keberkahan tethadap orang yang kita tujukan salam kepadanya. Karena doa adalah termasuk bagian dari aqidah dan ibadah. Maka oleh karenanya hanya boleh ditujukan dan atau dijawab antara saudara sesama muslim saja.

Bahkan dalam riwayat lainnya, ternyata salam adalah jalan untuk mempererat ukhuwah, memperkokoh iman dan mengantarkan menuju jannah.

Nabi Saw bersabda, “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga kalian saling menyayangi. Maukan kalian aku tunjukkan atas sesuatu yang mana apabila kalian mengerjakannya niscaya kalian akan saling menyayangi?

(Yaitu) *Sebarkanlah salam di antara kalian*.” (HR. Muslim, hadits no 81).

Wallahu A’lam

Oleh: Rikza Maulan, Lc., M.Ag

Tidak Menelikung Hak Orang Lain

๐Ÿ“• Hadits:

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุจูุนู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽูŠู’ุนู ุจูŽุนู’ุถู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุทูุจู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฎูุทู’ุจูŽุฉู ุจูŽุนู’ุถู (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Artinya:
_Dari Ibnu Umar ra, bahwa Nabi Saw bersabda, “Janganlah sebagian kalian membeli barang yang telah ditawar orang lain. Dan janganlah pula sebagian kalian mengkhitbah (meminang) wanita yang telah dikhitbah oleh orang lain.” (HR. Muslim, hadits no. 2530)_

๐Ÿ“• Hikmah Hadits:

1. Keluhuran dan kemuliaan akhlak dalam Islam, tidak terkecuali akhlak dalam bermuamalah, bahwa kita *dilarang untuk menelikung* hak milik orang lain.

Dalam kasus hadits atas, kita tidak boleh membeli barang yang sedang atau sudah ditawar oleh orang lain. Kecuali apabila calon pembeli tidak jadi membelinya.

Karena ia sudah menawarnya dan sudah deal dengan pembeli dan oleh karenanya ia lebih berhak terhadapnya.

2. Demikian juga dalam kasus mengkhitbah atau meminang seorang wanita; seorang muslim tidak boleh melamar seorang muslimah yang sudah dilamar oleh orang lain.

Karena jelas, si pelamar pertama lebih berhak atas lamarannya tersebut. Kecuali apabila sudah jelas si muslimah tersebut menolaknya (sebelum ada lamaran berikutnya), atau apabila si pelamar mengundurkan diri dari lamarannya.
Jika seperti itu, barulah orang lain boleh mengkhitbahnya.

3. Larangan tersebut dimaksudkan agar setiap muslim tidak mencederai hak dan kehormatan muslim lainnya, karena sesama muslim adalah haram; darahnya, hartanya dan kehormatannya.

Dan menelikung hak muslim lainnya baik dalam muamalah, ataupun dalam khitbah serta dalam hal-hal lainnya, adalah berarti mencederai kehormatannya.

Maka, hendaknya kita senantiasa selalu berusaha untuk menjaga hak dan kehormatan saudara kita sesama muslim, dengan tidak “menelikung” hak-hak muslim lainnya, tidak menghalangi hak-hak orang lain, serta berusaha untuk tidak mendzalimi hak-hak orang lain.

Wallahu A’lam

Oleh: Rikza Maulan, Lc., M.Ag

Modal dari Bank Konvensional

Assalamu’alaikum maaf ustadz/ah saya mau tanya

1.Bagaimana hukumnya kalau kita bekerjasama dengan seseorang yg kita tau modalnya dari bank yg jelas dilarang Allah swt

2.Kalau kita beli aja produk jadi sesuai pesanan kita apakah juga masih terkait riba

Jawaban
————–

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡

1. Jika kita mengetahui bahwa mitra yg kita bekerja sama dengannya ternyata modalnya bersumber dari riba, maka perlakuannya adalah sbb ;

#1. Jika bentuk kerjasamanya tidak terikat, seperti trading yaitu jual beli putus antara kita dengan mitra, maka masih boleh. Karena dalam jual beli, Nabi Saw pun pernah jual beli dengan seorang Yahudi dimana beliau menggadaikan baju besinya kepada Yahudi tsb. Dan Nabi Saw tdk mengorek terlebih dahulu darimana sumber permodalan Yahudi tsb.

#2. Jika kerjasamanya kita terlibat langsung di dalamnya, spt pengerjaan pemasangan perangkat IT dimana semua permodalan dari mitra dan kita menyumbangkan skill, sementara modal tsb didapatkan mitra kita dari riba, maka bekerjasama spt ini tidak boleh. Karena berarti kita turut andil dalam memutarkan dana yg bersumber dari riba.

2. Jika kita beli barangnya secara putus maka boleh hukumnya sebagaimana pembahasan di atas.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Rikza Maulan, Lc.M.Ag

Asuransi Jiwa

1. Assalamualaikum ustadz.. saya mau tanya ttg hukum asuransi jiwa, di perbolehkan/tdk dlm hukum islam.

2. Sekalian mau nambahin pertanyaannya kalau boleh..
Bagaimana dgn asuransi dlm pembayaran cicilan? Apakah memang benar ada yg namanya asuransi syariah?Sekian..jazakumullah khairan        

Jawaban
               
ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
1. Asuransi jiwa dan atau asuransi lainnya yang pengelolaannya masih dilakukan secara konvensional, adalah haram karena mengandung maisir, gharar dan riba. Karena maisir (gambling/ spekulasi), gharar (ketidakjelasan objek akad) dan juga riba adalah haram secara syariah. Maka segala transaksi yang mengandung unsur tersebut adalah haram, termasuk di dalamnya transaksi asuransi.
           
2. Adapun asuransi pembiayaan dan atau asuransi lainnya yang pengelolaannya dilakukan berdasarkan prinsip syariah hukumnya adalah boleh berdasarkan ijma ulama. Dan atas dasar itulah dibentuk asuransi syariah, yang pengelolaannya sdh disesuaikan dgn prinsip2 syariah sehingga tidak mengandung unsur yang diharamkan. Maka, jika akan mengasuransikan objek tertentu, pastikan bahwa kita melakukannya di asuransi syariah.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Rikza Maulan Lc. M.Ag

Hampir Babak Akhir Pemeretelan Wilayah Turki Utsmani

TARIKH DAN SIROH

Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Perjanjian Lausanne adalah perdamaian yg ditanda-tangani di kota Lausanne, Swiss pada tanggal 24 Juli 1923. Perjanjian ini secara resmi mengakhiri konflik Perang Dunia Pertama antara Tutki Utsmani dan Inggris Raya dan sekutunya; Republik Perancis, Kerajaan Italia, Kekaisaran Jepang, Kerajaan Yunani, dan kerajaan Romania.

๐Ÿ’ก *Lesson #1* akan selalu ada persekutuan antar negara, pemimpin negeri Kaum Muslimin harus pandai memainkan diplomasi antar bangsa.

Naskah asli perjanjiam ditulis dalam bahasa Perancis dan ini merupakan upaya kedua setelah kegagalan Perjanian Sรจvres. Kegagalan itu karena ditolak oleh Pergerakan Nasionalis Turki yg mengangkat senjata guna menolak butiran perjanjian yg sangat menghinakan serta merampas banyak wilayah.

๐Ÿ’ก *Lesson #2* ketika kepentingan nasional, apalagi Kaum Muslimin, terancam oleh kepentingan asing, maka wajib menggalang persatuan untuk melawannya.

Perjanjian Lausanne ini mengakhiri semua konflik dan memastikan perbatasan baru Republik Turki. Pada perjanjian ini, Republik Turki diwajibkan melepas semua tuntutan atas bekas wilayah Kekhilafahan Turki Utsmani sebelumnya. Sebagai gantinya pihak Sekutu sebagai pemenang Perang Dunia Pertama mengakui kedaulatan Republik Turki dan seluruh perbatasannya.

๐Ÿ’ก *Lesson #3* ketika kekalahan tak terhindarkan maka mencari kesepakatan yang paling sedikit mudharatnya tidak dapat dinafikan.

Perjanjian Lausanne ini kemudian diratifikasi oleh Turki pada 23 agustus 1923, oleh Yunani pada 25 Agustus 1933, Italia pada 12 Maret 1924, Jepang pada 15 Mei 1924, dan Inggris Raya pada 16 Juli 1924. Perjanjian ini memiliki kekuatan hukum pada 6 Agustus 1924 ketika semua instrumen ratifikasi telah secara resmi disimpan di Paris, Perancis. Perjanjian ini terdiri dari 143 artikel dengan 4 bagian besar termasuk:

1. Convention on the Turkish Straits
2. Trade (abolition of capitulations)
3. Agreements
4. Binding letters.

Perjanjian ini menjadi landasan kemerdekaan Republik Turki termasuk perlindungan atas minoritas nasrani beragama Orthodox Yunani di Turki serta minoritas muslimin di Yunani. Akan tetapi, sebagian besar populasi nasrani di Turki maupun populasi muslimin di Yunani sudah saling mendeportasi. Hal ini sesuai dengan Konvensi Mengenai Pertukaran Populasi Yunani dan Turki (Convention Concerning the Exchange of Greek and Turkish Populations) yg disepakati kedua negara.

๐Ÿ’ก *Lesson #4* Kaum Muslimin harus mengetahui bahwa pernah dan akan terus terjadi Perang Demografi berupa penggusuran, penetapan pajak lahan, serta upaya lainnya untuk menguasai suatu area melalui kebijakan publik.

Hanya penduduk minoritas Yunani di Konstantinopel, pulau Imbros dan Tenedos yg dikecualikan dalam konvensi tersebut (jumlah mereka sekitar 270 ribu ketika itu) sebagaimana muslimin di wilayah Thrace Barat (jumlahnya sekitar 129,120 orang pada 1923).

Artikel 14 pada perjanjian tersebut tentang kepulauan  Gรถkรงeada (Imbros) and Bozcaada (Tenedos) dengan “special administrative organisation” yg ditolak oleh Turki pada tanggal 17 Agustus 1926. Turki juga (terpaksa) menerima hilangnya Cyprus dan (tuntutan gak atas) Mesir. Cyprus merupakan wilayah pendudukan Inggris Raya setelah Kongres Berlin 1878 walaupun secara de-jure tetap menjadi bangian Turki Utsmani hingga Perang Dunia Pertama. Sedangkan, Mesir dan Sudan Mesir-Inggris juga diduduki oleh Inggris Raya dengan dalih “meredam pemberontakan Urabi dan pemulihan ketentraman” namun secara de-jure juga masih dimiliki Turki Utsmani hingga akhir Perang Dunia Pertama. Keduanya secara sepihak dianeksasi Inggris pada 5 November 1914.

๐Ÿ’ก *Lesson #5* kepiawaian dimplomasi selalu mengandalkan kekuatan militer sebagai penekan. Penting sekali Kaum Muslimin menjadi negara adi-daya untuk dapat memiliki hak mutlak menganeksasi negeri lain tanpa mengalami tekanan dari pihak lain.

Nasib provinsi Mosul diserahkan kepada Liga Bangsa-Bangsa. Turki juga dipaksa untuk melepas semua tuntutannya atas Kepulauan Dodecanese Islands yg secara terpaksa harus dikembalikan oleh Italia kepadanya sesuai Artikel 2 pada Perjanjian Ouchy 1912. Perjanjian ini sering disebut sebagai Perjanjian Pertama Lausanne (1912), di Chรขteau d’Ouchy sebuah kota di Swiss, setelah berakhirnya perang Italo-Turkey 1911-1912.

๐Ÿ’ก *Lesson #6* kelemahan khilafah adalah kemalangan bagi Ummat Islam, apalagi ketiadaannya.

โ“ *Apakah yang sudah kita lakukan untuk menyatukan Kaum Muslimin?*

โœ… Agung Waspodo, masih mengukur dalamanya penyesalan atas mundurnya Turki Utsmani yg telah dibangun lebih dari 5 abad namun tak mampu dikelola serta dipertahankan dengan baik pada penghujung abad ke-19.

Depok, 24 Juli 2015 lebih hampir 6 jam

Amalan Sederhana Yang Dapat Mengantarkan Ke Surga

MOTIVASI

Pemateri: Rikza Maulan, Lc., M.Ag

Dalam salah satu hadits Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฃูŽูŠู‘ููˆุจูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฌูŽุงุกูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฏูู„ู‘ูŽู†ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ูู‡ู ูŠูุฏู’ู†ููŠู†ููŠ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽูŠูุจูŽุงุนูุฏูู†ููŠ ู…ูู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนู’ุจูุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุง ุชูุดู’ุฑููƒู ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽุชูู‚ููŠู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุชูุคู’ุชููŠ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุชูŽุตูู„ู ุฐูŽุง ุฑูŽุญูู…ููƒูŽุŒ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุจูŽุฑูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู†ู’ ุชูŽู…ูŽุณู‘ูŽูƒูŽ ุจูู…ูŽุง ุฃูู…ูุฑูŽ ุจูู‡ู ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉ (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Dari Abu Ayyub ra berkata,

 “Bahwa ada seorang laki-laki mendatangi Nabi Saw seraya bertanya,
‘Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat mendekatkanku ke surga dan menjauhkanku dari api neraka? ‘

Beliau menjawab: ‘Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun juga, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan menyambung silaturrahim.”

Ketika dia pergi, Rasulullah Saw bersabda:
“Jika dia berpegang teguh drngan hal tersebut, maka dia akan masuk surga’.

(HR. Muslim, hadits no 15)

Dalam hadits ini Rasulullah SAW mengajarkan:

โ˜˜Pentingnya menjaga spirit untuk senantiasa mencintai akhirat, karena di sanalah kampung halaman kita yang sebenarnya, dan kelak kita semua akan “mudik” kembali ke sana.

๐ŸŒนOleh karenanya, segala persiapan perlu dilakukan, termasuk diantaranya memperbanyak amalan yang dapat menyelamatkan kita dari api neraka dan memasukkan kita ke surga, sebagaimana yg ditanyakan oleh sahabat Nabi Saw dalam hadits di atas.

โ˜˜Bahwa sesungguhnya jika seorang muslim menjaga untuk senantiasa berpegang teguh (baca: istiqamah) untuk melakukan amalan-amalan dasar dalam Islam, maka ternyata hal tersebut dapat mengantarkannya masuk ke dalam surga.

๐ŸŒนOleh karenanya, hendaknya kita berusaha menjaga amaliyah dasar kita dalam menjalani hidup ini, minimal dengan:
๐Ÿ”บSelalu mentauhidkan Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun juga,
๐Ÿ”บSelalu menjaga shalat dalam segala kondisi dan situasi,
๐Ÿ”บMelaksanakan puasa,
๐Ÿ”บMembayat zakat dan
๐Ÿ”บSenantiasa menjaga silaturrahim.

โ˜˜Karena hal-hal tersebut adalah tiket untuk dapat selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga.

๐ŸŒนDan mudah-mudahan, kita semua termasuk dalam golongan yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga…

Amiiin Ya Rabbal Alamiin..

Wallahu A’lam

Setiap Kebaikan Akan Menghindarkan Kita Dari Api Neraka

Pemateri: Rikza Maulan, Lc., M.Ag

Setiap Kebaikan Akan Menghindarkan Kita Dari Api Neraka

A. Hadits

ุนู† ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุชูŽู‚ููˆู„ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฎูู„ูู‚ูŽ ูƒูู„ู‘ู ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุขุฏูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูุชู‘ููŠู†ูŽ ูˆูŽุซูŽู„ูŽุงุซู ู…ูุงุฆูŽุฉู ู…ูŽูู’ุตูู„ูุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุจู‘ูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽุŒ ูˆูŽุญูŽู…ูุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ุŒูŽ ูˆูŽู‡ูŽู„ู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽุŒ ูˆูŽุณูŽุจู‘ูŽุญูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽุŒ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽุฒูŽู„ูŽ ุญูŽุฌูŽุฑู‹ุง ุนูŽู†ู’ ุทูŽุฑููŠู‚ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูุŒ ุฃูŽูˆู’ ุดูŽูˆู’ูƒูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุธู’ู…ู‹ุง ุนูŽู†ู’ ุทูŽุฑููŠู‚ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูุŒ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑูุŒ ุนูŽุฏูŽุฏูŽ ุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ุณู‘ูุชู‘ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽู„ูŽุงุซู ู…ูุงุฆูŽุฉู ุงู„ุณู‘ูู„ูŽุงู…ูŽู‰ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽู…ู’ุดููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฒูŽุญู’ุฒูŽุญูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู  (ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…)

Dari Aisyah ra berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya setiap manusia dari anak cucu Adam terlahir dengan tiga ratus enam puluh ruas persendian.

Barangsiapa yang bertakbir, bertahmid, bertahlil, bertasbih serta memohon ampun Allah, menyingkirkan bebatuan, duri-durian atau tulang belulang dari jalan yang biasa dilewati manusia, serta menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar adalah sebanding dengan tiga ratus enam puluh jumlah persendian kebaikan.

Sungguh pada hari itu ia akan berjalan sedang ia telah menjauhkan dirinya dari adzab api neraka.” (HR. Muslim, hadits no. 1675).

B. Hikmah Hadits:

1. Setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang muslim yang ditujukan untuk mendapatkan keridhaan Allah Swt baik berupa tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar,  menyingkirkan duri, batu, tulang belulang dari jalanan, menganjurkarkan yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran, serta segala kebaikan lainnya akan dihitung sebanyak 360 kali kebaikan sama persis dengan jumlah seluruh ruas persendian dalam diri manusia.

2. Bahwa setiap kebaikan yang dilakukan seseorang apapun bentuknya, maka selain akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt menjadi 360 kali kebaikan, ternyata juga akan menjadi penyebab dihindarkannya ia dari api neraka.

3. Maka alangkah indahnya apabila dalam keseharian kita, atau dalam setiap detik waktu yang menghantarkan kita pada perputaran zaman, senantiasa kita iringi dengan segala bentuk amal kebajikan, karena dengan demikian insya Allah akan menjadikan kita mendapatkan dua kebaikan sekaligus, yaitu dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt menjadi 360 kebaikan dan dihindarkannya kita dari dahsyatnya azab neraka.

Wallahu A’lam

Akibat Banyak Bersumpah Karena Dunia Dan Enggan Berbagi

Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

A. HADITS:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู„ูŽุง ูŠููƒูŽู„ู‘ูู…ูู‡ูู…ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ุ›ู’ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุญูŽู„ูŽููŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูู„ู’ุนูŽุฉู ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุนู’ุทูŽู‰ ุจูู‡ูŽุง ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู…ู‘ูŽุง ุฃูŽุนู’ุทูŽู‰ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูƒูŽุงุฐูุจุŒูŒ ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŒ ุญูŽู„ูŽููŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูŠูŽู…ููŠู†ู ูƒูŽุงุฐูุจูŽุฉู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ู„ููŠูŽู‚ู’ุชูŽุทูุนูŽ ุจูู‡ูŽุง ู…ูŽุงู„ูŽ ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูุณู’ู„ูู…ุŒู ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูŽู†ูŽุนูŽ ููŽุถู’ู„ูŽ ู…ูŽุงุกู ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽู…ู’ู†ูŽุนููƒูŽ ููŽุถู’ู„ููŠ ูƒูŽู…ูŽุง ู…ูŽู†ูŽุนู’ุชูŽ ููŽุถู’ู„ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ ูŠูŽุฏูŽุงูƒูŽ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw bersabda:
“Ada tiga golongan yang Allah tidak mengajak mereka bicara pada hari kiamat dan Allah juga tidak akan memandang mereka; (yaitu) 1. Seseorang yang bersumpah dalam dagangannya sehingga bisa diberi lebih banyak daripada biasanya, dan ia dusta dalam sumpahnya.
2. Seseorang yang melakukan sumpah dusta setelah ‘ashar dengan ambisi bisa mendapatkan harta orang muslim lainnya.
3. Dan seseorang yang menahan kelebihan air (tidak berbagi), sehingga Allah pada hari kiamat berfirman ‘Saya sekarang menahan kurnia-Ku sebagaimana engkau pernah menahan kelebihan air yang kedua tanganmu tidak bekerja karenanya.” (HR. Bukhari)

B. HIKMAH HADITS:

1. Hadits di atas menggambarkan adanya tiga amalan yang menyebabkan kemurkaan Allah Swt, sehingga Allah tiada sudi untuk berbicara dan tidak sudi untuk memandang mereka di hari kiamat.

Oleh karena itu, ketiga perkara ini harus dihindari dan dijauhi sebisa mungkin, agar kita terhindar dari kemurkaan Allah Swt.

2. Ketiga perbuatan tersebut adalah

๐Ÿ”นPertama, banyak bersumpah dengan nama Allah dalam bisnis, demi mendapatkan keuntungan duniawi.

Umumnya hal ini dilakukan dalam rangka mendapatkan simpati dan kepercayaan dari mitra dagangnya dan atau berharap mendapatkan keuntungan berlipat.

๐Ÿ”นKemudian yang kedua adalah melakukan bersumpah palsu, juga demi mendapatkan keuntungan duniawi dan atau merampas hak orang lain, seperti bersumpah bahwa suatu barang adalah miliknya, agar ia bisa menguasai barang tersebut, sementara barang itu sebenarnya milik orang lain.

Ia mengambilnya secara bathil, dengan bersumpah menggunakan nama Allah Swt.

๐Ÿ”นKemudian yang terakhir adalah seseorang yang tidak mau memberi dan tidak peduli pada sekitarnya, ia bakhil dan tidak mau berbagi pada orang dan masyarakat yang kekurangan di sekitarnya. Seperti tidak mau berbagi air sementara ia memiliki kelebihan air yang melebih dari kebutuhannya.

Maka kelak di hari kiamat, Allah pun enggan memberikan karunia-Nya kepadanya, na’udzubillahi min dzalik…

Semoga Allah Swt hindarkan kita dari ketiga sifat tercela tersebut.

Wallahu A’lam bis shawab