waris

Bolehkah Harta Warisan Peninggalan Ayah Untuk Ibu Saja?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, Jika ayah wafat meninggalkan uang dan motor, tetapi kami anak2 bersepakat tidak membagi harta warisanny dan langsung menjadi milik ibu saja. Motor dibiarkan tetap di rumah saja karna jka pulang kampung perlu untuk bepergian. Boleh kah kami sepakati begitu saja. Krn kmrn salah satu kakak ada melihat sebuah video dari seorang ust. Haram hukumny berbuat seperti itu. Harta warisan wajib dibagi sesuai aturan syariat, kata ust dlm video tersebut.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Ustadz : Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ya benar, hal itu tidak diperkenankan. Menjalankan hukum syariat seperti warisan adalah salah satu kewajiban bagi muslim dan muslimah atas harta peninggalan pewaris harta.

Allah Ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

(QS. Al-Hujurat, Ayat 1)

Imam Al Qurthubi menjelaskan:

أَيْ لَا تُقَدِّمُوا قَوْلًا وَلَا فِعْلًا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَقَوْلِ رَسُولِهِ وَفِعْلِهِ فِيمَا سَبِيلُهُ أَنْ تَأْخُذُوهُ عَنْهُ مِنْ أَمْرِ الدِّينِ وَالدُّنْيَا

Yaitu janganlah perkataan dan perbuatanmu mendahului keputusan Allah dan RasulNya baik dalam urusan agama dan dunia.

(Tafsir Al Qurthubi, 16/300)

Dalam ayat lain:

وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٖ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلٗا مُّبِينٗا

Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, namun ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.

(QS. Al-Ahzab, Ayat 36)

Bahkan ada ancaman khusus bagi yang tidak memakai hukum waris. Dalam An Nisa ayat 10 sd 13 Allah Ta’ala menceritakan cara membagikan waris, adapun ayat 14 nya :

وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ يُدۡخِلۡهُ نَارًا خَٰلِدٗا فِيهَا وَلَهُۥ عَذَابٞ مُّهِينٞ

Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar batas-batas hukum-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka, dia kekal di dalamnya dan dia akan mendapat azab yang menghinakan.

-Surat An-Nisa’, Ayat 14

Maka, solusinya adalah bagikan dulu warisnya. Setelah jadi milik masing2… Barulah berikan hadiah ke ibu.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jual Beli Emas Perak

Hukum PO Jual Beli Emas Online Dengan DP?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, selama ini ana jual online emas mutiara. Jika ada yang pesan diminta DP dari toko. Sebagai pengikat. Kemudian dibuatkan barang yang dipesan. Kurang lebih 10 hari. Setelah jadi pemesan transfer sisa pembayaran (ketika memesan penjual hanya memberikan harga estimasi, karena memang belum dibuat jadi tidak bisa memastikan harga fix). Baru barang dikirimkan.

Apakah yang seperti ini termasuk riba?

A_03

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Ustadz : Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Beli emas itu yadan biyadin, kontan. Serta taqabudh (serah terima dalam majelis yang sama), untuk menghindari riba.

Dalilnya:

لَا تَبِيعُوا الذَّهَبَ بِالذَّهَبِ وَلَا تَبِيعُوا الْوَرِقَ بِالْوَرِقِ إِلَّا مِثْلًا بِمِثْلٍ وَلَا تُشِفُّوا بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ وَلَا تَبِيعُوا شَيْئًا غَائِبًا مِنْهُ بِنَاجِزٍ إِلَّا يَدًا بِيَدٍ

“Janganlah kalian jual beli emas dengan emas atau perak dengan perak kecuali jika sama berat, dan janganlah kalian melebihkan antara satu dengan yang lain. Dan jangan pula salah seorang dari kalian melakukan transaksi sedangkan yang lain tidak ada di tempat, kecuali jika dengan tunai.” (HR. Muslim no. 1584)

Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah mengatakan:

 فدل الحديث على أنه إن كان البيع ذهباً بذهب فيشترط فيه شرطان التماثل والتقابض

Hadits ini menunjukkan bahwa jika membeli emas dengan emas ada dua syarat: setara nilainya dan taqabudh (serah terima langsung). (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 100033)

Jika belinya online.., beli hari ini emasnya sampai 10 hari kemudian maka akan terjadi riba karena emasnya mengalami perubahan harga, walau kecil. Ini terlarang.

Sebagian ulama memang ada yang membolehkan jika hanya 1-2 hari, alasannya yg sangat kecil itu boleh diabaikan. Lebih baik adalah hindari.

Wallahu a’lam.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Jual Beli Emas

Jual Beli Emas Secara Kredit

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, kalau kredit emas hukum nya apa ya… Misalnya saya beli emas trus saya kreditin. Dengan harga saya mendapat keuntungan. A/27

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu”man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim..

Ada dua pendapat tentang jual beli emas secara cicil/kredit..

1. Melarang

Menurut kelompok ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan jual beli emas secara yadan biyadin (kontan), kalau tdk kontan, maka jatuhnya riba, sebab harga emas yg berkembang. Ini penpendapat mayoritas ulama.

Dalilnya:

لَا تَبِيعُوا الذَّهَبَ بِالذَّهَبِ وَلَا تَبِيعُوا الْوَرِقَ بِالْوَرِقِ إِلَّا مِثْلًا بِمِثْلٍ وَلَا تُشِفُّوا بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ وَلَا تَبِيعُوا شَيْئًا غَائِبًا مِنْهُ بِنَاجِزٍ إِلَّا يَدًا بِيَدٍ

“Janganlah kalian jual beli emas dengan emas atau perak dengan perak kecuali jika sama berat, dan janganlah kalian melebihkan antara satu dengan yang lain. Dan jangan pula salah seorang dari kalian melakukan transaksi sedangkan yang lain tidak ada di tempat, kecuali jika dengan tunai.”

(HR. Muslim no. 1584)

Syaikh Abdullah Al Faqih mengatakan:

 فدل الحديث على أنه إن كان البيع ذهباً بذهب فيشترط فيه شرطان التماثل والتقابض

Hadits ini menunjukkan bahwa jika membeli emas dengan emas ada dua syarat: setara nilainya dan taqabudh (serah terima langsung). (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 100033)

Beliau jg berkata:

ولا بد في بيع الذهب بالنقد من التقابض، أما البيع بالأقساط فغير جائز،

Dan diharuskan dalam jual beli emas dengan uang secara taqabudh, ada pun dengan cara kredit TIDAK BOLEH. (Ibid)

2. Membolehkan

Alasannya, emas saat ini sama dgn sil’ah (barang biasa), yang bisa dijual belikan sbgmn barang lain. Ada pun yadan biyadin krn zaman dulu emas mrpakan alat tukar transaksi, alat jual beli sebagaimana uang, berbeda dgn saat ini emas tak ubahnya seperti rumah, kendaraan, dan semisalnya. Ini pendapat Syaikh Ali Jum’ah, dan Fatwa Dewan Syariah Nasional.

Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Rasulullah Sholat Sambil Menggendong

Jamak Sholat karena Punya Bayi

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, apakah boleh sholat jamak apabila anak tidak bisa ditinggal untuk shalat? usia anak baru 40 hari, kalau di tinggal sholat nangis terus, di rumah saya cuma berdua saja dengan anak.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim.

Semoga jadi amal jihad bagi ibunya, tetap semangat dan semoga anaknya sehat dan menjadi anak soleh.

Kesibukan luar biasa dari seorang ibu dalam mengurus bayinya tanpa pembantu adalah masyaqqat (kesulitan/kepayahan), boleh baginya untuk shalat tidak di awal waktu, bisa di tengahnya, atau akhirnya

Dalam hadits:

إن للصلاة أولا وآخرا، وإن أول وقت الظهر حين تزول الشمس، وإن آخر وقتها حين يدخل وقت العصر..

“Shalat itu ada awal waktunya dan akhirnya, awal waktu zhuhur adalah saat tergelincir matahari, waktu akhirnya adalah saat masuk waktu ashar.”

(HR. Ahmad no. 7172, dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth. Ta’liq Musnad Ahmad, no. 7172)

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

يجوز تأخير الصلاة إلى آخر وقتها بلا خلاف، فقد دل الكتاب، والسنة، وأقوال أهل العلم على جواز تأخير الصلاة إلى آخر وقتها، ولا أعلم أحداً قال بتحريم ذلك

Dibolehkan menunda shalat sampai akhir waktunya tanpa adanya perselisihan, hal itu berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah. Perkataan para ulama juga membolehkan menunda sampai akhir waktunya, tidak ada seorang ulama yang mengatakan haram hal itu.

(Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 3/58)

Bagaimana jika sampai habis waktunya?

Jika diperkirakan urusan bayi tersebut dapat melewati waktu ke shalat berikutnya, tidak apa-apa niatkan jamak ta’khir (misal zuhur dan ashar di waktu ashar, atau maghrib dan isya di waktu isya). Jamak saja, bukan qashar. Sebab, qashar hanya berlaku bagi yang SAFAR.

Dalilnya:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِالْمَدِينَةِ فِي غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا مَطَرٍ

Dari Ibnu Abbas, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menjamak antara zhuhur dan ashar, maghrib dan isya di Madinah, pada hari saat tidak ketakutan dan tidak hujan.” (HR. Muslim No. 70)

Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata:

وأوسع المذاهب في الجمع مذهب أحمد فإنه جوز الجمع إذا كان شغل كما روى النسائي ذلك مرفوعا إلى النبي صلى الله عليه وسلم إلى أن قال: يجوز الجمع أيضا للطباخ والخباز ونحوهما ممن يخشى فساد ماله

“Madzhab yang paling luas dalam masalah jamak adalah madzhab Imam Ahmad, dia membolehkan jamak karena kesibukkan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam An Nasa’i secara marfu’ (sampai) kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sampai-sampai dibolehkan jamak juga bagi juru masak dan pembuat roti dan semisalnya, dan juga orang yang ketakutan hartanya menjadi rusak.” (Al Fatawa Al Kubra, 5/350)

Berkata Imam An Nawawi Rahimahullah:

وَذَهَبَ جَمَاعَةٌ مِنْ الْأَئِمَّة إِلَى جَوَاز الْجَمْع فِي الْحَضَر لِلْحَاجَةِ لِمَنْ لَا يَتَّخِذهُ عَادَة ، وَهُوَ قَوْل اِبْن سِيرِينَ وَأَشْهَب مِنْ أَصْحَاب مَالِك ، وَحَكَاهُ الْخَطَّابِيُّ عَنْ الْقَفَّال وَالشَّاشِيّ الْكَبِير مِنْ أَصْحَاب الشَّافِعِيّ عَنْ أَبِي إِسْحَاق الْمَرْوَزِيِّ عَنْ جَمَاعَة مِنْ أَصْحَاب الْحَدِيث ، وَاخْتَارَهُ اِبْن الْمُنْذِر وَيُؤَيِّدهُ ظَاهِر قَوْل اِبْن عَبَّاس : أَرَادَ أَلَّا يُحْرِج أُمَّته ، فَلَمْ يُعَلِّلهُ بِمَرَضٍ وَلَا غَيْره وَاللَّهُ أَعْلَم

“Sekelompok para imam, membolehkan jamak ketika tidak bepergian apabila ia memiliki keperluan, namun hal itu tidak dijadikan sebagai kebiasaan. Demikianlah pendapat dari Ibnu Sirin, Asyhab dari golongan Malikiyah. Al Khathabi menceritakan dari Al Qaffal dan Asy Syasyil kabir dari madzhab Syafi’i, dari Abu Ishaq al Marwazi dan dari jamaah ahli hadits.

Inilah pendapat yang dipilih oleh Ibnul Mundzir, yang didukung oleh zhahir ucapan Ibnu Abbas, bahwa yang dikehendaki dari jamak adalah ‘agar umatnya keluar dari kesulitan.’ Karena itu, tidak jelaskan alasan jamak, apakah karena sakit atau yang lainnya. Wallahu A’lam.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 5/219)

Demikian. Wallahu a’lam.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

berdoa setelah membaca alfatihah

Mengharap Doa Dari Orang Yang Diberi Sedekah

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, bagaimana hukum meminta didoakan orang lain? Terutama kepada orang yang kita beri sedekah?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Minta didoakan orang lain boleh, dan pernah terjadi dimasa awal Islam..

1. Rasulullah ﷺ minta didoakan Umar Radhiyallahu ‘Anhu saat Umar hendak izin berangkat Umrah.

2. Rasulullah ﷺ pesan kepada Umar Radhiyallahu’ Anhu untuk minta doa kepada Uwais al Qarni, seorang tabi’in terbaik, jika Umar berjumpa dengannya.

3. Suku Daus, minta ke Rasulullah ﷺ untuk didoakan agar turun hujan

4. Umar bin Khathab Radhiallahu ‘Anhu minta kepada Abbas bin Abdul Muthalib Radhiallahu’ Anhu untuk berdoa agar turun hujan.

Dan masih banyak lainnya.

Ada pun minta didoakan setelah memberikan sesuatu, ada kesan “pamrih” yang bisa menodai keikhlasannya. Seharusnya tidak usah dia minta didoakan, toh secara alami dan tanpa diperintah biasanya orang yang dibantu akan mendoakannya.

Wallahu a’lam.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Akhlaq Islam

Jangan Ganggu Tetangga

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, tetangga saya memelihara ayam banyak sekali dan sudah bertahun2 sampai sekarang masih, ayamnya itu dilepas liarkan sehingga membuat saya dan tetangga2 lainnya setiap hari kedatangan “kotoran ayam2 tersebut”, saya sudah berulang kali menyindir tetangga saya ketika saya mengeluh membersihkan kotoran ayam2 tersebut, tapi tidak pernah ada perubahan. Ayamnya pun kalau hujan dibiarkan begitu saja, kedinginan dan sebagainya. Jika saya menegur secara langsung saya tidak enak dan pasti beliau akan mencari2 kesalahan saya. Kira2 dosa tidak tetangga macam begitu? Padahal dia tau dia salah, dia sudah membuat tetangga2nya tidak nyaman dengan kotoran ayam2nya bertahun2, dan membiarkan ayam2nya kehujanan dan kedinginan.

Jawaban

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim..

Salah satu ciri orang beriman adalah berlaku baik dengan tetangga dan jangan mengganggunya.

Sebagaimana hadits:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya. (HR. Bukhari no. 6136)

Tentunya sikap tetangga yang Anda ceritakan tersebut, yang tidak peduli keluhan tetangga lainnya dengan kotoran ayam miliknya yang begitu banyak, tidaklah mencerminkan hidup bertetangga yang baik.

Cukuplah seseorang disebut jahat ketika dia membuat tidak nyaman tetangganya. Hal ini sebagaimana hadits berikut:

َ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya. (HR. Muslim no. 46)

Oleh karena itu sebaiknya sampaikan dgn baik, dgn bahasa yang santun dan momen yang tepat, agar dia bertanggungjawab atas hewan peliharaannya.
Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Rizki Halal

Hukum Ikut MLM

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, bagaimana hukum MLM HNI HPAI? A_04

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

‌و عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Masalah bisnis MLM ini tidak bisa digeneralisir. Semua tergantung komitmen masing-masing perusahaan MLM terhadap syariah. Bukan sekedar penamaan “MLM syariah”.

– Pada dasarnya semua bentuk muamalah dan akad adalah sah dan boleh sampai ada dalil yang melarangnya (kullul asyyaa al ibaahah illa maa warada ‘anisy syaari’ tahriimuhu), termasuk MLM

– MLM pada dasarnya keumuman ayat: wa ahallallahul bai’a .. dan Allah halalkan jual beli

maka, selama tidak ada, atau bebas dari:

* barang dan jasa haram
* gharar (penipuan)
* dharar (bahaya)
* Zhulm (ada pihak yang dirugikan)
* unsur riba
* dua akad dalam 1 transaksi,

Maka, MLM boleh-boleh saja, asalkan para upline dan downline sama-sama bekerja, tidak mengandalkan kerja orang lain.

Jadi, secara global ada aspek:

1. Aspek barang dan jasa, ini harus jelas halalnya
2. Aspek mekanisme penjualannya, juga harus jelas halalnya juga akadnya.

Pihak yang mengharamkan MLM beralasan ada unsur haram, yaitu satu transaksi ada dua akad. Akad jual beli dan ijarah/sewa jasa. Yaitu ketika anggota beli barang biasanya lebih murah dibanding bukan anggota. Maka “lebih murah” itu merupakan reward dari keanggotaannya, itulah akad keduanya yaitu dimurahkan karena jasanya sebagai anggota.

Sementara pihak yang membolehkan menganggap bahwa seseorang yang telah menjadi anggota, maka dia menjadi “pengiklan dan penawar” produk yang bisa menekan biaya produksi seperti iklan.

Posisi seperti ini namanya SAMSARAH orangnya disebut SIMSAAR, bahasa kita adalah makelar atau perantara. Ini dibolehkan para salaf seperti Ibnu Abbas, Ibnu Sirin, Atha, Al Bukhari, Ibrahim. (Fiqhus Sunnah, 3/159).

Jadi, dia mendapat murah atau bonus, bukan karena akad kedua dalam satu transaksi, tapi itu transaksi yang berbeda yaitu samsarah/makelar, dia ikut menjadi perantara antara produsen dan konsumen, sehingga wajar dia mendapat diskon, bonus, tip, atau istilah lainnya.

Perselisihan ini sangat wajar mengingat model ini adalah sistem kontemporer yang sangat mungkin beda sudut pandang.

Wallahu a’lam.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Shalat Isyraq Bagi Wanita

Shalat Sunnah Isyraq Bagi Wanita

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, bagaimana seorang wanita melaksanakan sholat syuruq? sedang jika kita melihat hadits ttg shalat ini adalah pelaksnaannya harus setelah sholat berjamaah di masjid. Apakah ibu rumah tangga tetap bisa melaksanakan sholat sunnah syuruq ini di rumah? Jazaakallaah khoiron Ustadz. A/34

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim..

Hadits anjuran shalat sunnah isyraq, itu berlaku umum baik laki-laki dan perempuan. Sebab, tidak ada dalil yang menunjukkan kekhususan bagi kaum laki-laki.

Imam Ibnul ‘Arabi mengatakan:

النّساء يَندرِجْنَ تَحت خطاب الرّجال بِحُكم العُموم

_Kaum wanita jg masuk cakupan pembicaraan laki-laki dengan hukum yang berlaku umum._ (Al Mahshul, hal. 75)

Syaikh Khalid Mun’im Ar Rifa’i mengatakan:

وعليه؛ فالمرأةُ إذا فعلتْ ذلِك في بيتِها فإنَّنا نَرجو الله جلَّ وعلا أن تكون أصابت السنة، ولما كانت صلاة المرأة في بيتِها خيرٌ لها من صلاتِها في المسجد، فيكون من باب الأَوْلى والأَحْرى

_Atas dasar itu, maka jika seorang wanita melakukan shalat isyraq di rumahnya maka kami berharap kepada Allah Ta’ala memberikannya pahala sunnah isyraq, ketika shalat wanita di rumahnya karena memang itu lebih utama dibanding di masjid, maka ini masuk kategori perkara yang lebih utama._ (sekian).
Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Al-Quran Obat Fisik dan Jiwa

Hukum Baca Al-Quran Untuk Anak dalam Kandungan 3 bulan/7 bulan

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, bagaimana hukumnya anak yang dalam kandungan 3 bulan dan 7 bulan dibacakan surat-surat tertentu, yang minta orang lain untuk membacanya (bukan kedua orang tuanya), dan beberapa orang membaca surat Al Ikhlas sebanyak-banyaknya..
Terima kasih

I-11

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Tidak ada dalam syariat kekhususan tentang hal itu. Tetapi, secara umum Al-Quran boleh dibacakan kepada manusia, baik janin atau manusia yang sudah lahir. Kapan pun itu, tidak ada aturan baku, tidak ada surat yang baku. Pada prinsipnya Al-Quran adalah syifa, obat, penawar.. dan keberkahan.

Jika yang baca ibunya atau ayahnya itu lebih baik.

Wallahu A’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Adz Dzariat 56

Jin Islam atau Jin Kafir

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… saya mau bertanya, kemarin teman saya cerita, beliau sempat baca sekilas di Qs. Al-Ahqof dan Qs. Jinn bahwa Jin mendengarkan bacaan Al-Quran, kemudian mereka takjub dan membenarkan isinya.

Bagaimana dengan jin yang dibacakan ayat-ayat Al-quran ketika ruqiyah yang malah kesakitan (sepertinya)? Apakah ini karena perbedaan jin islam dan jin kafir?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Perlu diingat, Allah Ta’ala menciptakan JIN dan MANUSIA untuk beribadah, untuk tunduk dan mengabdi kepadaNya. (Qs. Adz Dzariyat: 56)

Tetapi, manusia dan jin ada yang ingkar dan ada yang taat. Yang taat inilah yang dekat dengan Al-Quran, termasuk dari kalangan jin. Sehingga mereka pun menyimak bacaan Al-Quran.

Ada pun yang ingkar dan membangkang, itulah syetan. Dan, syetan itu ada dalam diri manusia dan dari kalangan jin. Merekalah yang mengganggu manusia baik syetan dari kalangan manusia dan jin.

Allah Ta’ala berfirman:

ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ

“Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (Qs. An-Nas : 5-6)

Jin ingkar, jahat, dan kafir inilah yang tidak tahan mendengarkan Al-Quran. Manusia ingkar pun juga demikian.

Wallahu a’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678