Al Quran dan Hadits

Tolong Menolong dalam Kemungkaran

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, bagaimana hukumnya kalau ada saudara kita yang menitipkan uangnya untuk disimpan dalam rekening bank kita, sementara kita tau bahwa uang itu adalah uang simpanan yang asalnya kurang jelas (seperti hasil pemberian orang lain/korupsi) ? apa saya juga bisa terkena dosa atas perbuatan saudara saya tersebut?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Jika kita tahu itu uang haram, dan dia nitip ke kita maka lebih hati-hati adalah menolaknya. Sebab seolah itu melindunginya.

ولا تعاونوا علي الاثم والعدوان

Dan janganlah kamu saling tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran.

(QS. Al-Maidah: 2)

Wallahu A’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Tidak Termasuk Najis

Status Bangkai Hewan Yang Tidak Mengalir Darahnya

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, apakah bangkai binatang yang tidak memiliki darah itu najis? Lalu jika najis bagaimana cara mensucikannya?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir, menurut umumnya ulama adalah tidak najis.

Dasarnya adalah hadits berikut:

إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ ، فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ ، ثُمَّ لِيَطْرَحْهُ ، فَإِنَّ فِي أَحَدِ جَنَاحَيْهِ شِفَاءً ، وَفِي الْآخَرِ دَاءً

“Apabila seekor lalat hinggap di tempat minum salah seorang dari kalian, hendaknya ia mencelupkan ke dalam minuman tersebut, kemudian membuangnya, karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya terdapat penawarnya.” [1]

Hadits ini menunjukkan bahwa lalat -hewan yang tidak mengalir darahnya- adalah suci. Jika dia najis, sudah pasti Nabi ﷺ akan memerintahkan membuangnya bukan mencelupnya.

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menjelaskan dalam Zaadul Ma’ad:

“Hadits ini menjadi dalil yang begitu jelas bahwa Lalat yang mati dan terjatuh ke air atau benda cair tidaklah itu membuatnya menjadi najis, tidak diketahui adanya salaf yang menyelesihi ini.” Beliau juga berkata: “Kemudian hukum ini juga berlaku bagi hewan lain yang darahnya tidak mengalir seperti Lebah, Kumbang, Laba-laba, dan semisalnya.” [2]

Imam An Nawawi Rahimahullah berkata: “Ada pun cicak, pendapat jumhur adalah hewan yang darahnya tidak mengalir.” [3]

Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata: “Hewan yang darahnya tidak mengalir semua bagian anggota tubuhnya adalah suci dan kotorannya juga.” [4]

Imam Syamsuddin bin Syihabuddin Ar Ramli Rahimahullah – yang dijuluki Asy Syafi’iy Ash Shaghir (Asy Syafi’i Kecil)- berkata:

“Dan dikecualikan sebagai najis yaitu bangkai yang tidak mengandung darah yang mengalir pada tempat lukanya, termasuk yang pada dasarnya itu hewan memiliki darah, atau darahnya tidak mengalir, seperti cicak, tawon, kumbang, lalat, dan semisalnya. Maka, itu tidak menajiskan benda cair.” [5]

Demikian. Wallahu a’lam

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

[1] HR. Bukhari no. 5782

[2] Imam Ibnul Qayyim, Zaadul Ma’ad, 4/111

[3] Imam An Nawawi, Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 1/129

[4] Imam Ibnu Qudamah, Al Mughni, 1/768

[5] Imam Syamsuddin Ar Ramli, Nihayatul Muhtaj, 1/81

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Al-Quran Obat Fisik dan Jiwa

Menjahrkan Bacaan lsti’adzah

📝 Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Sebagaimana dikatakan oleh Imam an-Nawawi (w. 676 H) di dalam Raudhah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, bacaan isti’adzah ini tidak dibaca jahr di dalam shalat sirriyah. Namun di dalam shalat jahriyah, terdapat beberapa pendapat di dalam madzhab Syafi’i sendiri. Ada yang mengatakan bahwa ia sunnah dibaca jahr sama seperti ketika mengucapkan basmalah dan amin, ada juga pendapat bahwa dalam hal ini terdapat dua pilihan, boleh jahr dan boleh sirr. Namun pendapat yang paling kuat adalah bahwa ia tidak dibaca jahr, bahkan dikatakan bahwa yang sunnah adalah membacanya dengan sirr.

Pendapat yang mengatakan bahwa yang sunnah sebagaimana disebutkan oleh Imam an-Nawawi di dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab adalah jahr melihat bahwa bacaan lsti’adzah itu mengikuti bacaan al-Qur’an, sehingga ketika ia dibaca jahr, maka isti’adzahnya pun dibaca jahr. Di antara yang mengatakan bahwa ia dibaca jahr adalah Abu Hurairah. Sementara pendapat yang mengatakan bahwa boleh memilih salah satu antara jahr dan sirr adalah karena kedua-duanya sama-sama bagus. Di antara yang mengatakan demikian adalah Ibn Laila. Imam asy-Syafn’i (w. 204 H) di dalam al-Umm juga membolehkan keduanya.

Adapun pendapat bahwa yang sunnah adalah membacanya dengan sirr yaitu pendapat yang paling kuat di antara dalilnya adalah firman-Nya: “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf [7]: 205) Isti’adzah sebenarnya termasuk dzikir, semenatara asalnya dzikir sendiri adalah dibaca dengan sirr.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Keutamaan Hari Jum'at

Hukum Meninggalkan Sholat Jumat

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, kalau misalnya ada laki-laki yang tidak shalat jumat sedang dia muslim, apa hukumnya? Apakah dia bukan termasuk golongan umat islam lagi karena pernah denger ini termasuk tanda orang kafir, benarkah? Mohon penjelasannya. A_43

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Slamet Setiawan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Meninggalkan shalat Jum’at sudah menjadi hal biasa bagi sebagian orang. Sampai seringkali meninggalkannya. Padahal shalat ini adalah kewajiban yang tidak perlu lagi disangsikan. Dalil pendukungnya pun dari Al Qur’an, As-Sunnah dan ijma’ ulama. Maka sudah barang tentu yang meninggalkannya akan menuai petaka.

Kewajiban shalat Jum’at ditunjukkan dalam ayat,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah.” (QS. Al Jum’ah: 9).

Mayoritas ahli tafsir mengatakan, yang dimaksud ‘dzikrullah’ atau mengingat Allah di sini adalah shalat Jum’at. Sa’id bin Al Musayyib mengatakan bahwa yang dimaksud adalah mendengar nasehat (khutbah) pada hari Jum’at. (Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 8: 265)

Dikuatkan lagi dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِى جَمَاعَةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوِ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِىٌّ أَوْ مَرِيضٌ

“(Shalat) Jum’at adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim dalam jama’ah kecuali bagi empat orang: budak yang dimiliki, wanita, anak kecil dan orang yang sakit.” (HR. Abu Daud no. 1067)

Begitu pula disebutkan dalam sabda lainnya,

رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ

“Pergi (shalat) Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang telah mimpi basah.” (HR. An Nasai no. 1371)

Lalu bagaimana jika seseorang meninggalkan shalat Jum’at? Apa akibat yang menimpa dirinya?

Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, keduanya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata ketika beliau memegang tongkat di mimbarnya,

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Hendaklah orang yang suka meninggalkan shalat jumat menghentikan perbuatannya. Atau jika tidak Allah akan menutup hati-hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan tergolong ke dalam orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim no. 865)

Dalam hadits lain disebutkan,

مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

“Barangsiapa meninggalkan shalat Jum’at sebanyak tiga kali karena lalai terhadap shalat tersebut, Allah akan tutupi hatinya.” (HR. Abu Daud no. 1052, An Nasai no. 1369, dan Ahmad 3: 424)

http://youtube.com/sobatquranchannel

Wallahu a’lam.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Al Quran dan Hadits

Kapan Dibolehkan Memakai Sutera?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, dlm aturan agama, laki2 tdk diperbolehkan memakai pakaian dr sutera…bgmn dg dasi sutera ustadz..bolehkah laki2 memakainya?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Keharaman terhadap sutera, tidaklah mutlak. Ada kondisi pengecualian yang membuatnya boleh digunakan.

Ketika sakit dan untuk pengobatan

Dalilnya:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ
رَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلزُّبَيْرِ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي لُبْسِ الْحَرِيرِ لِحِكَّةٍ بِهِمَا

“Dari Anas dia berkata; Nabi ﷺ pernah memberi izin kepada Zubair dan Abdurrahman untuk memakai kain sutera karena penyakit gatal yang dideritanya.”

(HR. Bukhari no. 5839)

Dipakai dalam kadar sangat sedikit

Dalilnya:

عن سويد بن غفلة أن عمر بن الخطاب خطب بالجابية فقال نهى نبي الله صلى الله عليه وسلم عن لبس الحرير إلا موضع إصبعين أو ثلاث أو أربع

Dari Suwaid bin Ghafalah bahwa ‘Umar bin Al Khaththab pernah berpidato di Jabiyah sebagai berikut;
“Rasulullah ﷺ melarang memakai sutera kecuali sekedar dua, tiga, atau empat jari saja.”

(HR. Muttafaq ‘Alaih)

Jadi, jika bercampur dgn bahan lain, prosentasenya sangat kecil, maka masih dibolehkan. Ada pun jika sebuah bahan adalah murni sutera baik kecil atau banyak, maka tetap terlarang.

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Bassam berkata:

فيه استثناء قدر الإصبعين أو الثلاث أو الأربع، إذا كان تابعا لغيره. أما المنفرد، فلا يحل منه، قليله ولا كثيره كخيط مسبحة، أو ساعة أو نحو ذلك

Pada hadits ini ada pengecualian seukuran dua jari, tiga atau empat, jika bahannya diikuti bahan lainnya. Ada pun jika hanya sutera, tetaplah tidak halal baik sedikit atau banyak, seperti benang tasbih, jam, dan semisalnya.

(Taisir Al ‘Alaam Syarh ‘Umdah Al Ahkaam, 2/219)

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Masuk Surga dengan Mudah Menyantuni Anak Yatim

Menyantuni Anak Yatim Baligh

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, apakah tidak sah/tepat jika kita menyantuni anak yatim yang telah baligh? Infaq dari jamaah hanya diperuntukkan untuk anak yatim, sedangkan anaknya sudah baligh, tetapi anak-anak tersebut masih membutuhkan biaya untuk sekolah dan lainnya. Tetapi terjadi perbedaan pendapat di majelis kami. Beberapa anggota tidak tega rasanya jika dia tidak mendapatkan bantuan anak yatim.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Anak yatim berakhir statusnya JIKA:

1. Dia masuk usia baligh

2. Atau walau pun tidak baligh, ibunya nikah lagi sehingga ada ayah baru yang menjadi penanggungjawabnya..

Sehingga jika disebut “santunan anak yatim” memang sudah tidak cocok.. TAPI jika anak itu fakir/miskin masih berhak disedekahi karna kemiskinannya bukan karena keyatimannya yang sudah berakhir. Jadi tidak masalah..

Wallahu A’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Katak dan Cicak

Anjuran Membunuh Cicak

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, Apa hukumnya membunuh cicak?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ada beberapa hadits yang memerintahkan untuk membunuh cicak, di antaranya:

عَنْ سَائِبَةَ مَوْلَاةِ الْفَاكِهِ بْنِ الْمُغِيرَةِ: أَنَّهَا دَخَلَتْ عَلَى عَائِشَةَ فَرَأَتْ فِي بَيْتِهَا رُمْحًا مَوْضُوعًا، فَقَالَتْ: يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، مَا تَصْنَعِينَ بِهَذَا؟ قَالَتْ: نَقْتُلُ بِهِ هَذِهِ الْأَوْزَاغَ، فَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَخْبَرَنَا: أَنَّ إِبْرَاهِيمَ لَمَّا أُلْقِيَ فِي النَّارِ لَمْ تَكُنْ فِي الْأَرْضِ دَابَّةٌ إِلَّا أَطْفَأَتْ النَّارَ، غَيْرَ الْوَزَغِ، فَإِنَّهَا كَانَتْ تَنْفُخُ عَلَيْهِ، فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بِقَتْلِهِ

Dari Saibah, pelayan Fakih bin Al Mughirah, dia menjumpai ‘Aisyah dan dia lihat di rumahnya ada cemeti yang tergeletak, lalu bertanya: “Wahai Ummul Mu’minin, kamu pakai buat apa ini?”

‘Aisyah menjawab: “Kami memakainya untuk membunuh cicak.”

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengabarkan bahwa ketika Nabi Ibrahim dilempar ke kobaran api, semua makhluk di bumi ikut memadamkan api, kecuali cicak dia malah meniupan api (agar tetap membara). Maka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan untuk membunuhnya. (HR. Ahmad No. 3231. Shahih menurut Syaikh Syu’aib Arnauth)

Juga dalam riwayat Abdurazzaq, dari Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Dahulu katak mematikan apinya Ibrahim, sedangkan cicak justru meniup utk membesarkannya. Maka, yang ini (katak) dilarang untuk dibunuh, dan yang ini (cicak) diperintahkan untuk dibunuh. (HR. Abdurazzaq No. 8392, Shahih menurut Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Sebenarnya ‘Aisyah tidak mendengar langsung perintah membunuh cicak dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tapi dia mendengar dari Sa’ad bin Abi Waqash sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Bukhari berikut:

 عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لِلْوَزَغِ الفُوَيْسِقُ» وَلَمْ أَسْمَعْهُ أَمَرَ بِقَتْلِهِ وَزَعَمَ سَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِقَتْلِهِ

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ” Cicak itu Al Fuwaisiq (si kecil pengganggu).” Dan aku belum pwrnah dengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan membunuhnya, dan Sa’ad bin Waqash mengira bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk membunuhnya. (HR. Al Bukhari No. 3306)

Jadi, Aisyah tidak mendengar langsung dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tapi dari sebagian sahabat nabi, sebagaimana dikatakan Al Hafizh Ibnu Hajar sbb:

ولعل عائشة سمعت ذلك من بعض الصحابة

Dan, nampaknya Aisyah mendengarkannya dari sebagian sahabat. (Fathul Bari, 6/354)

Bahkan membunuhnya mendapatkan pahala. Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

«مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً بِالضَّرْبَةِ الأُولَى كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً، فَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً، فَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً»

Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul maka dia dapat pahala sekian sekian, jika dua kali pukulan maka sekian, jika tiga kali pukulan maka sekian.” (HR. At Tirmidzi No. 1482, kata At Tirmidzi: hasan shahih)

Hikmah dari ini adalah bahwa semua bentuk gangguan kepada manusia mesti dihilangkan sampai akar-akarnya, termasuk gangguan dari hewan seperti cicak. Banyak manusia yg geli dan jijik dengannya ketika berada di lemari, makanan, dsb. Maka, syariat melindungi manusia dan menyingkirkan gangguannya.

Demikian. Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Menikah Menghilangkan Stress

Kerikil Rumah Tangga

Pertanyaaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz/ustadzah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Ada titipan pertanyaan dari teman…
Temannya saya mengajukan cerai ke suaminya di pengadilan agama, tapi sebenarnya suami tidak mau untuk cerai. Singkat cerita sampailah ketok palu putusan cerai karena suami tidak hadir beberapa kali pemanggilan, tapi aktenya belum jadi.
Beberapa hari kemudian suami & pengacaranya datang ke pengadilan agama untuk membatalkan perceraian, akhirnya dengan kesepakatan bersama mereka rujuk lagi dengan beberapa persyaratan.

1. Bagaimana rujuk dalam Islam. Dalam kasus ini apakah perlu diadakan akad nikah lagi, karena sebenarnya suaminya tidak pernah mentalak istrinya ?

2. Apakah boleh istri membuat perjanjian dengan suami (surat segel) yang diketahui keluarga kedua belah pihak jika suami melanggar maka istri berhak mengajukan cerai ?

Jazakallah khairon katsir Ustadz… atas jawabannya

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Bismillahirrahmanirrahim..

Dalam rumah tangga, kembangkanlah sikap oleh keduanya: *Memahami, memaklumi, dan memaafkan*. Tanpa 3 sikap ini biasanya akan gampang emosi.

Suami harus memahami, maklumi, dan memaafkan istri saat dia menolak karena lelah yang sangat. Istri pun sebisa mgkin mampu mencuri hati suami di lain waktu agar kekecewaannya terobati.

Masalah seperti ini tidak cukup tinjauan fiqih, boleh atau tidak, nusyuz atau bukan.. Tp juga pendekatan psikis dan kemampuan komunikasi keduanya.

Jika masalahnya belum berlarut-larut, masih bisa diselesaikan, cari sebabnya kenapa suami sampai seperti itu.

Lalu, suami tidak ingin menceraikan tapi dia minta istrilah yg meminta cerai, bisa jadi dia mau ambil Untung .. sebab jika SUAMI MENCERAIKAN maka suami mesti memberikan harta yg pantas kepada istrinya plus nafkah selana masa iddah .. berbeda jika cerai itu adalah khulu’ (gugatan istri) istrilah yg mesti mengembalikan mahar .. Wallahu a’lam

Kemudian, apakah sudah jatuh cerai gara2 suami tidak mencintai lagi? Jelas tidak.

Cerai itu baru jatuh jika suami menyatakan cerai dgn bahasa yg lugas dan jelas . Atau bahasa simbol tapi dibarengi niat cerai.

Ada pun baru pisah ranjang, hilang cinta, blm dikatakan cerai.

Saran saya, istikharah, lalu cerita ke ortua, atau siapa yg bs dipercaya di keluarga, juga kekuarga suami.

Hal itu sesuai perintah Allah Ta’ala:

Fab’atsu hakaman min Ahlih wa hakaman min ahliha – kirimkah penengah dari pihak laki-laki (suami) dan penengah dari pihak perempuan (istri) ..

Wallahu A’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Berdoa dengan Lirih dan Rendah Hati

Bersedekah, Lalu Minta di Doakan?

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya mau bertanya, bolehkah kita bersedekah, lalu minta di doakan?
Syukron.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸

Jawaban

Ustadz : Farid Nu’man Hasan

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Minta didoakan oleh sesama muslim pada prinsipnya boleh. Tapi, yang jadi masalah jika permintaan itu didahului memberikan sesuatu dulu, sehingga ada kesan pemberiannya itu tidak ikhlas.

Jadi, tidak Usah minta didoakan, sebab secara alami orang yang dibantu biasanya akan mendoakan orang yg membantunya.

Allah Ta’ala berfirman;

إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا

Sambil berkata: “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.

-Surat Al-Insan, Ayat 9

Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Pandangan Islam tentang Budak

Hukum Perbudakan dalam Islam

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya mengenai dalil ttg perbudakan, Islam sendiri secara explisit membatalkan hukum perbudakan,? Ada teman yang bertanya seperti di atas.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Secara normatif tidak ada ayat atau hadits yang menghapuskan perbudakan secara total sebagai sistem, yang ada adalah pembebasan budak sebagai bagian dari amal shalih dan kaffarat, jika dunia hari ini ingin mengembalikan konsep itu, maka konsep Islam adalah yg paling siap dan paling manusiawi dan memuliakan budak..

Seluruh peradaban manusia dahulu memakai budak, Islam datang mengajarkan kelembutan dalam menjaga budak sampai disetarakan dgn shalat.. Di akhir hayatnya Rasulullah ﷺ berkata: _ash shalah ash shalah wa maa malakat aymanukum_ – jagalah shalat dan budak-budak kalian..

Rasulullah ﷺ juga melarang memanggil mereka dgn *ini budakku*, tapi ganti dgn ini pemudaku.. atau pemudiku..

Rasulullah ﷺ juga memerintahkan berikan makanan dan pakaian yang sama dgn majikannya..

Dulu, ada budak yang berzina lalu dipotong hidungnya oleh majikannya lalu dia ngadu ke Rasulullah ﷺ lalu Rasulullah mengatakan kamu bebas..skrg kamu adalah budaknya Allah dan RasulNya.. Artinya, jika ada yg menyakiti budak, maka negara menjadi penjaminnya untuk dibebaskan..

Saat ini, krn tidak memungkinkan menghidupkan perbudakan, krn negara lain atau peradaban lain tdk memiliki konsep “memanusiakan” para budak sebagaimana Islam.. Yg ada adalah mereka menyiksa, memberikan makanan dan pakaian yg berbeda.. Dll.., maka kita pun tidak mungkin menghidupkannya lagi, dan manusia pun saat ini tidak lagi ada yg statusnya budak seperti dahulu..

Wallahu A’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678