RIYADHUS SHALIHIN – Taqwa – Mempesona

Al Hadits :

عن أبي سعيد الخدري – رضي الله عنه – ، عن النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ،

قَالَ: إنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرةٌ ، وإنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرَ كَيفَ تَعْمَلُونَ ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاء ؛ فإنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إسرائيلَ كَانَتْ في النِّسَاءِ

رواه مسلم .

Artinya:

Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wasalam,  sabdanya:

“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (enak dan meyenangkan) dan sesungguhnya Allah itu menjadikan engkau semua sebagai khalifah di dunia itu.

Maka itu Dia akan melihat apa-apa yang engkau lakukan.

Oleh karenanya, maka jagalah diri kalian dari harta dunia dan jagalah diri kalian pula dari tipu daya wanita.

Sebab sesungguhnya fitnah pertama yang melanda di kalangan kaum Bani Israil adalah dalam tipu daya kaum wanita.”

(Riwayat Muslim)

           ☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO dari Web Manis berikut.

Silahkan menyimak dengan cara klik link dibawah ini:

 KLIK DISINI 

Iman Islam

RIYADHUS SHALIHIN: Muraqobah – Rukun Islam dan Iman​

​Al Hadits:​

وأما الأحاديث ، فالأول : عن عمر بن الخطاب – رضي الله عنه – ، قَالَ :

بَيْنَما نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – ذَاتَ يَومٍ ، إذْ طَلَعَ عَلَينا رَجُلٌ شَديدُ بَياضِ الثِّيابِ ، شَديدُ سَوَادِ الشَّعْرِ ، لا يُرَى عَلَيهِ أثَرُ السَّفَرِ ، وَلا يَعْرِفُهُ مِنَّا أحَدٌ ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ، فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيهِ إِلَى رُكْبتَيهِ ، وَوَضعَ كَفَّيهِ عَلَى فَخِذَيهِ،

وَقالَ : يَا مُحَمَّدُ ، أخْبرني عَنِ الإسلامِ ، فَقَالَ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – : الإسلامُ : أنْ تَشْهدَ أنْ لا إلهَ إلاَّ الله وأنَّ مُحمَّداً رسولُ الله ، وتُقيمَ الصَّلاةَ ، وَتُؤتِيَ الزَّكَاةَ ، وَتَصومَ رَمَضَانَ ، وَتَحُجَّ البَيتَ إن اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبيلاً

قَالَ : صَدَقْتَ . فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقهُ ! قَالَ : فَأَخْبرنِي عَنِ الإِيمَانِ

قَالَ : أنْ تُؤمِنَ باللهِ ، وَمَلائِكَتِهِ ، وَكُتُبهِ ، وَرُسُلِهِ ، وَاليَوْمِ الآخِر ، وتُؤْمِنَ بالقَدَرِ خَيرِهِ وَشَرِّهِ

قَالَ : صَدقت

​Artinya:​

​Dari Umar bin Alkhaththab r.a., katanya: “Pada suatu ketika kami semua duduk di sisi Rasulullah s.a.vv. yakni pada suatu hari, tiba-tiba muncullah seorang lelaki yang sangat putih pakaiannya dan sangat hitam warna rambutnya, tidak tampak padanya bekas perjalanan dan tidak seorang pun dari kita semua yang mengenalnya, kemudian duduklah orang tadi di hadapan Nabi SAW. lalu menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut beliau dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha sendiri dan berkata:​

​”Ya Muhammad, beritahukanlah padaku tentang Islam.”​

​Rasulullah SAW. lalu bersabda:​

​”Islam, yaitu hendaknya engkau menyaksikan bahawa tiada tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, hendaklah pula engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan melakukan haji ke Baitullah jikalau engkau mampu.”​

​Orang itu berkata: “Anda benar.”​

​Kita semua heran padanya, kerana dia yang bertanya dan juga membenarkan.​

​Ia berkata lagi: “Kemudian beritahukanlah padaku tentang Iman.”​

​Rasulullah SAW bersabda:​
​”yaitu hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari kemudian – kiamat – dan hendaklah engkau beriman pula kepada takdir, yang baik ataupun yang buruk – semuanya dari Allah.”​

​Orang itu berkata: “Anda benar.”​

-Bersambung-
☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO dari Web Manis berikut.

Klik disini


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

RIYADHUS SHALIHIN: Muraqobah – Ayat-ayat Muraqobah​

​Al Quran:​

قَالَ الله تَعَالَى :

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ [ الشعراء :218 – 219 ]،

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُم [الحديد :4] ،

إِنَّ اللهَ لا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ [ آل عمران : 5 ] ،

إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ[ الفجر : 14 ] ،

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ [ غافر : 19 ]

وَالآيات في البابِ كثيرة معلومة .

​Artinya:​

Firman Allah Subhanahu wa Ta’aala.

​QS Assyu’ara: 218-219​
​Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.​

​QS Al-Hadid:4​
​Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.​

​QS Ali Imran:5​
​Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.​

​QS Al-Fajr:14​
​Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.​

​QS Al-Ghafir: 9​
​Allah mengetahui pengkhianatan (penyelewengan dan ketiadaan jujur) pandangan mata seseorang, serta mengetahui akan apa yang tersembunyi di dalam hati.​

Dan banyak lagi ayat-ayat lain…

           ☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO dari Web Manis berikut.

Silahkan menyimak dengan cara klik link dibawah ini:

 http://www.manis.id/p/kajian.html?m=1 

Kajian Kitab: Bab Shiddiq – Jujur Membawa Berkah​

​Hadits:​

عن أبي خالد حَكيمِ بنِ حزامٍ – رضي الله عنه – ، قَالَ :
قَالَ رسولُ الله – صلى الله عليه وسلم – :البَيِّعَانِ بالخِيَار مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا ، فَإنْ صَدَقا وَبيَّنَا بُوركَ لَهُمَا في بيعِهمَا ، وإنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بركَةُ بَيعِهِما

مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

​Artinya:​

​Dari Abu Khalid yaitu Hakim bin Hizam r.a., beliau masuk Islam di zaman penaklukkan Makkah, sedang ayahnya adalah termasuk golongan pembesar-pembesar Quraisy, baik di masa Jahiliyah atau pun di masa Islam, beliau berkata: “Rasulullah s.a.w. bersabda:​

​”Dua orang yang berjual-beli itu mempunyai pilihan – yakni boleh mengurungkan jual-belinya atau jadi meneruskannya – selama keduanya itu belum berpisah (dari majelis). Apabila keduanya itu bersikap benar dan menerangkan – cacat-cacatnya, maka diberi berkahlah jual-beli keduanya, tetapi jikalau keduanya itu menyembunyikan – cacat-cacatnya – dan sama-sama berdusta, maka hilanglah keberkahan jual-beli keduanya itu.”​

(Muttafaq ‘alaih)
           ☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO dari Web Manis berikut.

Silahkan menyimak dengan cara klik link dibawah ini:

 http://www.manis.id/p/kajian.html?m=1 

Jujur

RIYADHUS SHALIHIN: Bab  Shiddiq – Jujur Dalam Jihad​

Hadits:

اعن أبي هريرةَ – رضي الله عنه – ، قَالَ :
قَالَ رَسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم – :

غَزَا نبيٌّ مِنَ الأنْبِياءِ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهمْ فَقَالَ لِقَومهِ : لا يَتْبَعَنِّي رَجُلٌ مَلَكَ بُضْعَ امْرَأةٍ وَهُوَ يُريدُ أنْ يَبْنِي بِهَا وَلَمَّا يَبْنِ بِهَا ، وَلا أحَدٌ بَنَى بُيُوتاً لَمْ يَرْفَعْ سُقُوفَهَا ، وَلا أحَدٌ اشْتَرَى غَنَماً أَوْ خَلِفَاتٍ وَهُوَ يَنْتَظِرُ أَوْلادَها . فَغَزا فَدَنَا مِنَ القَرْيَةِ صَلاةَ العَصْرِ أَوْ قَريباً مِنْ ذلِكَ ،

فَقَالَ لِلشَّمْسِ : إِنَّكِ مَأمُورَةٌ وَأنَا مَأمُورٌ ، اللَّهُمَّ احْبِسْهَا عَلَيْنَا ، فَحُبِسَتْ حَتَّى فَتَحَ اللهُ عَلَيهِ ، فَجَمَعَ الغَنَائِمَ فَجَاءتْ – يعني النَّارَ – لِتَأكُلَهَا فَلَمْ تَطعَمْها ،

فَقَالَ : إنَّ فِيكُمْ غُلُولاً، فَلْيُبايعْنِي مِنْ كُلِّ قَبيلةٍ رَجُلٌ ، فَلَزِقَتْ يد رجل بِيَدِهِ فَقَالَ : فِيكُمُ الغُلُولُ فلتبايعني قبيلتك ، فلزقت يد رجلين أو ثلاثة بيده ،

فقال : فيكم الغلول ، فَجَاؤُوا بِرَأْس مثل رأس بَقَرَةٍ مِنَ الذَّهَبِ ، فَوَضَعَهَا فَجاءت النَّارُ فَأكَلَتْها . فَلَمْ تَحلَّ الغَنَائِمُ لأحَدٍ قَبْلَنَا ، ثُمَّ أحَلَّ الله لَنَا الغَنَائِمَ لَمَّا رَأَى ضَعْفَنا وَعَجْزَنَا فَأحَلَّهَا لَنَا
مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

Artinya:

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: “Rasulullah SAW. bersabda:

“Ada seorang Nabi dari golongan beberapa Nabi –Shalawatullahi wa salamuhu ‘alaihim- berperang, kemudian ia berkata kepada kaumnya:

“Jangan mengikuti peperanganku ini seorang lelaki baru nikah – dan berkeinginan  masuk tidur dengan isterinya itu, tetapi masih belum lagi masuk tidur dengannya,

Jangan pula mengikuti peperangan ini seorang yang membangun rumah dan belum lagi mengangkat atapnya – maksudnya belum selesai sampai rampung semuanya

Jangan pula seseorang yang membeli kambing atau unta yang sedang hamil tua yang ia sedang menantikan kelahiran anak-anak ternak yang dibelinya itu.

Nabi itu lalu berperang, kemudian mendekati sesuatu desa pada waktu shalat Ashar atau sudah dekat dengan itu, kemudian ia berkata kepada matahari: “Sesungguhnya engkau – hai matahari – adalah diperintahkan – yakni berjalan mengikuti perintah Tuhan – dan saya pun juga diperintahkan – yakni berperang ini pun mengikuti perintah Tuhan. Ya Allah, tahanlah jalan matahari itu di atas kita.”

Kemudian matahari itu tertahan jalannya sehingga Allah memberikan kemenangan kepada Nabi tersebut. Beliau mengumpulkan banyak harta rampasan. Kemudian datanglah api, untuk makan harta rampasan tadi, tetapi ia tidak suka memakannya. Nabi itu berkata:​ ​“Sesungguhnya di kalangan engkau semua itu ada yang menyembunyikan harta rampasan, maka dari itu hendaklah berbai’at padaku – dengan jalan berjabatan tangan – dari setiap kabilah seseorang lelaki.

Lalu ada seorang lelaki yang lekat tangannya itu dengan tangan Nabi tersebut. Nabi itu lalu berkata lagi: “Nah, sesungguhnya di kalangan kabilah-mu itu ada yang menyembunyikan harta rampasan. Oleh sebab itu hendaklah seluruh orang dari kabilahmu itu memberikan pembai’atan padaku.”

Selanjutnya ada dua atau tiga orang yang tangannya itu lekat dengan tangan Nabi itu, lalu beliau berkata pula: “Di kalanganmu semua itu ada yang menyembunyikan harta rampasan.” Mereka lalu mendatangkan sebuah kepala sebesar kepala lembu yang terbuat dari emas – dan inilah benda yang disembunyikan, lalu diletakkanlah benda tersebut, kemudian datanglah api terus memakannya – semua harta rampasan.

Oleh sebab itu memang tidak halallah harta-harta rampasan itu untuk siapapun ummat sebelum kita, kemudian Allah menghalalkannya untuk kita harta-harta rampasan tersebut, di kala Allah mengetahui betapa kedhaifan serta kelemahan kita semua. Oleh sebab itu lalu Allah menghalalkannya untuk kita.” (Muttafaq ‘alaih).

☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO dari Web Manis berikut.

Silahkan menyimak dengan cara klik link dibawah ini:

http://www.manis.id/p/kajian.html?m=1

 

RIYADHUS SHALIHIN: Bab  Shiddiq – Kejujuran Hati​

​Hadits:​

الرابع : عن أبي ثابت ، وقيل : أبي سعيد ، وقيل : أبي الوليد ، سهل ابن حُنَيْفٍ وَهُوَ بدريٌّ – رضي الله عنه – :

أنَّ النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : مَنْ سَأَلَ الله تَعَالَى الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ

رواه مسلم .

​Artinya:​

​Dari Abu Tsabit, dalam suatu riwayat lain disebut-kan Abu Said dan dalam riwayat lain pula disebutkan Abul Walid, yaitu Sahl bin Hanif r.a., dan dia pernah menyaksikan peperangan Badar, bahawasanya Nabi SAW bersabda:​

​”Barangsiapa yang memohonkan kepada Allah Ta’ala supaya dimatikan syahid dan permohonannya itu dengan secara yang sebenar-benarnya (kejujuran), maka Allah akan menyampaikan orang itu ke tingkat orang-orang yang mati syahid, sekalipun ia mati di atas tempat tidurnya.”​

(Riwayat Muslim)

           ☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO dari Web Manis berikut.

Silahkan menyimak dengan cara klik link dibawah ini:

 http://www.manis.id/p/kajian.html?m=1 

RIYADHUS SHALIHIN: Bab Shiddiq – Jujur Itu Pokok​

Hadits:
عن أبي سفيانَ صَخرِ بنِ حربٍ – رضي الله عنه – في حديثه الطويلِ في قصةِ هِرَقْلَ ،

قَالَ هِرقلُ : فَمَاذَا يَأَمُرُكُمْ – يعني : النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم –

قَالَ أبو سفيانَ : قُلْتُ : يقولُ : اعْبُدُوا اللهَ وَحدَهُ لا تُشْرِكوُا بِهِ شَيئاً ، وَاتْرُكُوا مَا يَقُولُ آبَاؤُكُمْ ، ويَأْمُرُنَا بالصَلاةِ ، وَالصِّدْقِ ، والعَفَافِ ، وَالصِّلَةِ

مُتَّفَقٌ عَلَيهِ .

Artinya:

Dari Abu Sufyan bin Shakhr bin Harb Radiallahu Anhu dalam Hadisnya yang panjang dalam menguraikan cerita Raja Hercules.

Hercules berkata: “Maka apakah yang diperintah olehnya?” Yang dimaksud adalah oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam,  Abu Sufyan berkata: “Saya lalu menjawab: “Ia berkata: “Sembahlah akan Allah yang Maha Esa, jangan menyekutukan sesuatu denganNya dan tinggalkanlah apa-apa yang dikatakan oleh nenek-moyangmu semua.”

Ia juga menyuruh supaya kita semua menegakkan shalat, bersikap jujur, menahan diri dari keharaman serta mempererat kekeluargaan.”

(Muttafaq ‘alaih)

           ☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO dari Web Manis berikut.

Silahkan menyimak dengan cara klik link dibawah ini:

 http://www.manis.id/p/kajian.html?m=1 

RIYADHUS SHALIHIN: Bab Shiddiq – Anti Gelisah​

Hadits:

عن أبي محمد الحسن بنِ عليِّ بن أبي طالب رضي الله عنهما ، قَالَ :
حَفظْتُ مِنْ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم – : دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ ؛ فإنَّ الصِّدقَ طُمَأنِينَةٌ ، وَالكَذِبَ رِيبَةٌ.
رواه الترمذي ، وَقالَ : حديث صحيح .

قوله : يَريبُكَ
هُوَ بفتح الياء وضمها : ومعناه اتركْ مَا تَشُكُّ في حِلِّهِ وَاعْدِلْ إِلَى مَا لا تَشُكُّ فِيهِ

Artinya:

Dari Abu Muhammad, yaitu Hasan bin Ali bin Abu Thalib Radhiallahu ‘anhuma, ia berkata: “Saya hafal sabda dari Rasulullah SAW ungkapan berikut ini:

“Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan engkau   dan beralihlah (kerjakanlah) kepada apa-apa yang tidak membuat engkau ragu.

Karena sesungguhnya kejujuran itu melahirkan ketenangan / ketentraman dan sesungguhnya  berdusta itu menyebabkan timbulnya keguncangan/ kegelisahan”

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis shahih.

Imam Nawawi​ berkata:  makna ​yaribuka​ adalah tinggalkan apa yang engkau ragukan dalam kehalalannya dan berpindahlah ke yang tidak engkau ragukan.

           ☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO dari Web Manis berikut.

Silahkan menyimak dengan cara klik link dibawah ini:

 http://www.manis.id/p/kajian.html?m=1 

Kajian Kitab: Bab Shiddiq – Ayat Al Quran Tentang Shiddiq/Kejujuran​

Al Quran:

قَالَ الله تَعَالَى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ [التوبة: 119].

وَقالَ تَعَالَى: وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ [الأحزاب: 35].

وَقالَ تَعَالَى: فَلَوْ صَدَقُوا اللهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ[محمد: 21].

Artinya:

Allah Subhanahu wa Taala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS Attaubah:119)

…laki-laki dan perempuan yang benar..(QS Al Ahzaab:35)

Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. QS Muhammad:21)

           ☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO dari Web Manis berikut.

Silahkan menyimak dengan cara klik link dibawah ini:

 http://www.manis.id/p/kajian.html?m=1 

Riyadhus Shalihin (Bab Shiddiq – Predikat Shiddiq​)


​Bab Shiddiq – Predikat Shiddiq​

​Hadits:​

عن ابن مسعود – رضي الله عنه – ، عن النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ،
قَالَ : إنَّ الصِّدقَ يَهْدِي إِلَى البرِّ ، وإنَّ البر يَهدِي إِلَى الجَنَّةِ ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَصدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقاً .

وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهدِي إِلَى النَّارِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكتَبَ عِنْدَ الله كَذَّاباً
مُتَّفَقٌ عَلَيهِ .

​Artinya:​

​Dari Ibnu Mas’ud r.a. dari Nabi Muhammad s.a.w., sabdanya:​

​”Sesungguhnya kejujuran – baik yang berupa ucapan atau perbuatan – itu menunjukkan kepada kebajikan dan sesungguhnya kebajikan itu menunjukkan ke surga dan sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan kejujuran sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang Shiddiq, sangat mengutamakan kejujuran​.

​Dan sesungguhnya berdusta itu menjerumuskan kepada kebururukan/durhaka dan sesungguhnya keburukan/durhaka itu membawa kepada neraka dan sesungguhnya seseorang itu benar-benar berdusta sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang pendusta.”​

​(Muttafaq ‘alaih)​

☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO di bawah ini.

DOWNLOAD MP3 KAJIAN KITAB DISINI

Selamat menyimak.