Jadi .., Kita Masuk Surga Karena Amal Sendiri atau Rahmat Allah

📆 Selasa, 4 Dzulhijjah 1437H / 6 September 2016
📚 *HADITS DAN FIQIH*

📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*
📋  *Jadi .., Kita Masuk Surga Karena Amal Sendiri atau Rahmat Allah*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Sebagian kalangan menilai, bahwa manusia masuk surga karena amal shalih yang diusahakannya. Hal ini diperkuat oleh firmanNya:
الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
📌(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. An Nahl (16): 32)
  Juga ayat lainnya:
وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
📌   Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al A’raf (7): 43)
  Dua ayat ini, dan juga hadits-hadits yang membicarakan amal-amal menuju surga, menunjukkan bahwa amal shalih-lah sebagai penentunya.
  Namun, ada pihak yang mengatakan bahwa manusia dimasukkan ke dalam surga adalah karena rahmat Allah Ta’ala semata, bukan karena amalnya. Mereka berdalil dengan beberapa hadits berikut:
  Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَةٍ
📌“Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya.”  Mereka   bertanya: “Engkau pun tidak, wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmatNya kepadaku.” (HR. Bukhari No. 6463 dan Muslim No. 2816)
Dari Jabir Radhiallahu ‘Anhu, aku mendengar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَلَا يُجِيرُهُ مِنْ النَّارِ وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنْ اللَّهِ
📌Amal shalih kamu tidaklah memasukkan kamu ke dalam surga dan tidak pula menjauhkan dari api neraka, tidak pula aku, kecuali dengan rahmat dari Allah. (HR. Muslim No. 2817)
Demikian alasan masing-masing pihak.  Selintas dalil-dalil mereka nampak bertentangan (ta’arudh) secara lahiriyah satu sama lain. Al Quran menyebut bahwa manusia masuk surga karena amal shalihnya, tetapi Al Hadits menyebut manusia masuk surga karena ramat Allah Ta’ala semata. Bukan karena amal shalihnya di dunia.
*📚Bagaimana mengkompromikan dalil-dalil yang nampaknya bertentangan ini?*
Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:
وَفِي ظَاهِر هَذِهِ الْأَحَادِيث : دَلَالَة لِأَهْلِ الْحَقّ أَنَّهُ لَا يَسْتَحِقّ أَحَد الثَّوَاب وَالْجَنَّة بِطَاعَتِهِ ، وَأَمَّا قَوْله تَعَالَى : { اُدْخُلُوا الْجَنَّة بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ } { وَتِلْك الْجَنَّة الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ } وَنَحْوهمَا مِنْ الْآيَات الدَّالَّة عَلَى أَنَّ الْأَعْمَال يُدْخَل بِهَا الْجَنَّة ، فَلَا يُعَارِض هَذِهِ الْأَحَادِيث ، بَلْ مَعْنَى الْآيَات : أَنَّ دُخُول الْجَنَّة بِسَبَبِ الْأَعْمَال ، ثُمَّ التَّوْفِيق لِلْأَعْمَالِ وَالْهِدَايَة لِلْإِخْلَاصِ فِيهَا ، وَقَبُولهَا بِرَحْمَةِ اللَّه تَعَالَى وَفَضْله ، فَيَصِحّ أَنَّهُ لَمْ يَدْخُل بِمُجَرَّدِ الْعَمَل . وَهُوَ مُرَاد الْأَحَادِيث ، وَيَصِحّ أَنَّهُ دَخَلَ بِالْأَعْمَالِ أَيْ بِسَبَبِهَا ، وَهِيَ مِنْ الرَّحْمَة . وَاَللَّه أَعْلَم .
📌 Menurut zahir hadits-hadits ini ada petunjuk bagi ahlul haq, bahwasanya seseorang tidak berhak mendapat pahala dan surga karena amal ibadahnya. Adapun firman Allah Ta’ala: (Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan) dan (Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan)  dan yang semisal keduanya dari beberapa ayat Al Quran yang menunjukkan bahwa amal ibadah itu dapat memasukkan ke dalam surga, maka semua itu  tidak bertentangan dengan beberapa hadis ini. Akan tetapi, ayat-ayat itu bermakna bahwa  masuknya seseorang ke dalam surga karena amal ibadahnya, kemudian mendapat taufik untuk melakukan amal ibadah itu dan mendapat hidayah untuk ikhlas dalam ibadah sehingga diterima di sisi Allah, adalah berkat rahmat Allah dan karuniaNya. Maka, yang benar adalah tidaklah seseorang  dimasukkan ke dalam surga semata-mata amal ibadahnya. Yang benar adalah adalah bahwa seseorang masuk ke surga dengan amal-amalnya yaitu dengan sebab-sebabnya, dan itu adalah bagian dari rahmat itu sendiri.  Wallahu A’lam.  (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 9/197. Mawqi’ Ruh Al Islam) 
Syaikh Ismail Haqqi Al Istambuli Al Hanafi Rahimahullah menjelaskan:
أي : ولا أنا أدخل الجنة بعمل إلا برحمة الله. وليس المراد به توهين أمر العمل ، بل نفي الاغترار به وبيان أنه إنما يتم بفضل الله
📌Yaitu:  tidak pula saya dimasukkan ke surga karena amal, kecuali dengan rahmat Allah. Maksudnya bukan berarti meremehkan urusan amal, tetapi ini dalam rangka meniadakan keterpedayaan dengan amal tersebut, dan penjelasan bahwa  amal itu disempurnakan dengan karunia Allah. (Tafsir Ruh Al Bayan, 8/334)
🔑Jadi, tidak ada pertentangan antara ayat-ayat dan hadits-hadits tersebut. Manusia dimasukkan ke dalam surga karena rahmatNya yang diperoleh melalui sebab-sebab yakni amal shalih yang dilakukannya, BAHKAN amal shalih itu sendiri adalah bagian dari rahmat dan karunia Allah Ta’ala. Kita bisa ibadah, menuntut ilmu, .. bukankah itu bagian rahmat Allah kepada kita?
Wallahu A’lam
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Meminjamkan Tabungan Anggota

Ustadz Menjawab
Selasa, 06 September 2016
🌴Ustadz Umar Hidayat
🌿🍁🌺 Meminjamkan Tabungan Anggota
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah..
bagaimana hukumnya kalau uang tabungan dari sekelompok orang (arisan) dipinjamkan ke anggota yang membutuhkan pinjaman, tetapi sistemnya mengembalikannya dengan angsuran beberapa kali sesuai nominal pinjamnya.
Namun yang saya tidak sepakat saat pengembalian ada bunganya, nah bunganya itu nantinya akan dibagikan rata kesemua anggota, bagaimana sikap saya untuk menolak uang bagian itu,tetapi tidak menyinggung?
Jawaban
……………..
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
👉 Kalau transaksi pinjaman tanpa bunga itu bagus dan boleh, namanya *qordul hasan* .
👉Menolak ada bunganya atas pinjaman itu bagus. Jika ternyata ada bunganya yang dibagikan kepada semua anggota termasuk Anda, maka ada 2 alternatif yg bisa dilakukan:
1) jangan diterima atau
2)diterima tapi segera diberikan pada fasilitas umum, dengan alasan jika bunga itu diterima org lain dan kita tahu digunakan tuk hal2 yang mudharat atau kemaksiatan.
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Aku Cinta Islam

 Senin, 03 Dzulhijjah 1437 H/ 05 September 2016
 Akhlaq
 Ustadz M. Shafwan Husein El-Lomboki
Aku Cinta Islam
============================

Allah adalah Tuhanku, Muhammad adalah Nabiku, Al-Quran adalah Kitabku, Islam adalah Agamaku.
Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumi Islam datang. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya. Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi Islam sebagai agama yang harus mereka peluk. Oleh sebab itu tidak ada suatu agama pun yang diterima selain Islam.
Allah ta’ala juga berfirman,
“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)
Allah ta’ala juga berfirman,
“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)
Allah ta’ala berfirman,
“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)
Yang harus menjadi perhatian kita sekarang adalah, “cintakah kita kepada Islam, bagaiamana cara mempertahankan cinta itu dan bagaimana pula cara membuktikan cinta kita kepadanya?”
Cara mempertahankan Islam ialah dengan mengamalkannya. Cara mencintai Islam ialah dengan memperjuangkannya. Inilah hakikatnya. Namun, berapa banyak orang Islam yang mengaku mempertahankan Islam tetapi tidak mengamalkan ajaran Islam secara sepenuhnya dan menyeluruh.
Mana yang dirasakan sesuai dengan keinginannya, diterima dan diamalkan. Manakala yang dirasakan merugikan dan mengancam kedudukan, dipinggirkan.
Sebab itu, kita lihat banyak orang yang begitu marah dengan Zionis karena menyerang Islam, tetapi tingkah laku dan cara hidup mereka persis musuh yang mereka benci itu.
Betapa banyak pula yang mengaku mencintai Islam tetapi membiarkan Islam dihina dan dijadikan bahan olokan.
Apalagi membalas hinaan dan olokan orang, mempertahankannya pun tidak mau. Sedangkan, kata Hasan al-Banna, “Kemanisan beragama hanya dapat dirasai oleh orang yang memperjuangkannya.” Bagaimana mungkin kita bisa mencintai Islam sedangkan kita tidak merasakan kemanisannya, dan bagaimana pula kita akan dapat kemanisannya tanpa memperjuangkannya?
Islam untuk diamalkan, bukan untuk dislogankan. Islam untuk ditegakkan dalam realita masa kini, bukan hanya untuk dikenang sebagai nostalgia masa silam. Islam perlu keluar dari “kandang orang salah” yang terpaksa menjawab pelbagai dakwaan dan mulai menyerang musuh yang selama ini menghinanya. Namun, jawaban terbaik ialah tindakan bukan lisan. Malah tindakan yang paling berkesan ialah akhlak yang baik.
Perangi musuhmu dengan senjata kasih sayang. Dengan kasih sayang kita bukan saja menawan fikiran tetapi yang penting dapat menawan hati. Betapa ramai, orang yang menang dalil, tetapi tetap ditolak kerana hati orang yang dihadapinya tidak tertarik dengan akhlaknya. Berapa ramai pula orang yang kalah dalil-dalil tetapi menang pengaruh kerana akhlaknya yang menawan.
Melalui sejarah perjuangan Rasulullah SAW kita bisa melihat dan merasai betapa indahnya praktik Islam dalam menghadapi pelbagai situasi dan kondisi. Islam tidak perlu disesuaikan mengikut zaman karena Islam memang sesuai untuk sepanjang zaman. Realita budaya, bahasa dan bangsa yang berbeda bukan alasan untuk menolak Islam. Islam itu mesra budaya, bangsa, bahasa dan warna kulit.
Komputer dicipta agar bersifat “user friendly”. Bentuk, sifat dan cara pengendaliannya memang untuk memudahkan. Bayangkan, itu hanya komputer yang dicipta oleh manusia yang punya pelbagai kelemahan. Sedangkan Islam ialah ciptaan Allah, Yang Maha Sempurna. Islam tidak ada sebarang cela dan kecacatan. Percayalah, jika Islam dilihat tidak indah, maka mata hati yang melihat itulah yang tidak indah.
Agama islam mengajarkan aku selalu berbuat baik
Agama islam selalu mengajarkan mencintaiMu, Ya Allah
Agama islam mengantarkan aku akan RidhoMu
Agama islam membawaku pada sebuah kebenaran
Ku cinta agama islam, Ku bangga agama islam
Agama islam adalah agamaku
والله أعلم بالصواب

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan-Amalannya (Bag. 3)

📆 Senin, 3 Dzulhijjah 1437H / 5 September 2016
📚 *HADITS DAN FIQIH*

📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*
📋 *Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan-Amalannya (Bag. 3)*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
*4⃣ Shalat Idul Adha*
Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman;
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
📌“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar: 2)
Shalat Idul Adha (juga Idhul Fitri) adalah sunah muakadah. Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:
شرعت صلاة العيدين في السنة الاولى من الهجرة، وهي سنة مؤكدة واظب النبي صلى الله عليه وسلم عليها وأمر الرجال والنساء أن يخرجوا لها.
📌Disyariatkannya shalat ‘Idain (dua hari raya) pada tahun pertama dari hijrah, dia adalah sunah muakadah yang selalu dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Beliau memerintahkan kaum laki-laki dan wanita untuk keluar meramaikannya. (Fiqhus Sunnah, 1/317)
Ada pun kalangan Hanafiyah berpendapat wajib, tetapi wajib dalam pengertian madzhab Hanafi adalah kedudukan di antara sunah dan fardhu.
Disebutkan dalam Al Mausu’ah:
صَلاَةُ الْعِيدَيْنِ وَاجِبَةٌ عَلَى الْقَوْل الصَّحِيحِ الْمُفْتَى بِهِ عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ – وَالْمُرَادُ مِنَ الْوَاجِبِ عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ : أَنَّهُ مَنْزِلَةٌ بَيْنَ الْفَرْضِ وَالسُّنَّةِ – وَدَلِيل ذَلِكَ : مُوَاظَبَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهَا مِنْ دُونِ تَرْكِهَا وَلَوْ مَرَّةً
📌Shalat ‘Idain adalah wajib menurut pendapat yang shahih yang difatwakan oleh kalangan Hanafiyah –maksud wajib menurut madzhab Hanafi adalah kedudukan yang setara antara fardhu dan sunah. Dalilnya adalah begitu bersemangatnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukannya, Beliau tidak pernah meninggalkannya sekali pun. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 27/240)
Sedangkan Syafi’iyah dan Malikiyah menyatakan sebagai sunah muakadah, dalilnya adalah karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya oleh orang Arab Badui tentang shalat fardhu, Nabi menyebutkan shalat yang lima. Lalu Arab Badui itu bertanya:
هَل عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ ؟ قَال لاَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ
Apakah ada yang selain itu? Nabi menjawab: “Tidak ada, kecuali yang sunah.” (HR. Bukhari No. 46)
Bukti lain bahwa shalat ‘Idain itu sunah adalah shalat tersebut tidak menggunakan adzan dan iqamah sebagaimana shalat wajib lainnya. Shalat tersebut sama halnya dengan shalat sunah lainnya tanpa adzan dan iqamah, seperti dhuha, tahajud, dan lainnya. Ini menunjukkan bahwa shalat ‘Idain adalah sunah.
Sedangkan Hanabilah mengatakan fardhu kifayah, alasannya adalah karena firman Allah Ta’ala menyebutkan shalat tersebut dengan kalimat perintah:  “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar: 2). Juga karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selalu merutinkannya. (Ibid, 27/240)
*5⃣ Menyembelih Hewan Qurban*
Jumhur ulama mengatakan sunnah muakadah, kecuali Abu Hanifah hang mengatakan wajib, bagi yang sedang lapang rezekinya.
Untuk detilnya masalah ini silahkan buka lagi tulisan saya  “Qurban dan Pembahasannya”.
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Qurban Untuk Anak Atau Diri Sendiri yang Didahulukan?

*Ustadz Menjawab*
_Senin, 05 September 2016_
🌴Ustadz Farid Hasan Nu’man
🌿🍁🌺 *Qurban Atas Nama Anak*
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
Jika ana berniat tahun ini utk berkurban a.n. anak (2 thn 6 bln) bolehkah? Sementara utk istri dan ana sendiri insya Allah diniatkan di tahun depannya lagi. Secara finansial kami cukup utk kehidupan sehari-hari. Ada tabungan utk persiapan sekolah (ana sendiri dan anak ana tahun depan). Bagaimana seharusnya Ustadz? Mhn keterangan. Jazakallah.
Pertanyaan yang serupa :
Yth ustadz…Rasulullah menyembelih an beliau dan keluarga serta umat….apakah itu dalil bahwa kurban boleh an keluarga (satu keluarga satu qibas)
🍃🍃Pembahasana :
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Ya, Atas nama 1 orang, dan atas nama sekeluarga adalah sah. Semuanya ada dalilnya. Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha:
قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ
‘Nabi mengucapkan: “Bismillahi Allahumma taqabbal min Muhammadin wa Aali Muhammad wa  min  ummati Muhamamdin (Dengan Nama Allah, *Ya Allah terimalah Kurban dari Muhammad, dari keluarga Muhammad* dan umat Muhammad),” lalu beliau pun menyembelih.” (HR. Muslim No. 1967)
Tertulis dalam Al Mausu’ah:
وَقَدْ صَحَّ أَنَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحَّى بِكَبْشَيْنِ أَحَدُهُمَا عَنْ نَفْسِهِ ، وَالآْخَرُ عَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِهِ .
Telah shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkurban dengan dua kambing kibas, satu untuk dirinya dan satu untuk umatnya yang belum berkurban. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 5/106)
Wallahu A’lam
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Membeli Kendaraan Via Lembaga Keuangan Konvensional

*Ustadz Menjawab*
_Ahad, 04 September 2016_
📲Ustadz Umar Hidayat
🌿🍁🌺 *Tidak Ada Pembiayaan Syari’ah di Daerahnya*?
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah.. apakah membeli kendaraan dengan cara mencicil dengan difalisitasi oleh lembaga pembiayaaan konvensional termasuk riba? Soalnya di daerah kami lembaga pembiayaan syariah belum ada dan yang ini kan diterima dalam bentuk barang dan bukan uang?. Mohon penjelasannnya . syukron katsiran.
Jawaban:
————-
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
👉Mungkin jawaban ini tidak memuaskan tapi minimal bisa jadi pertimbangan.
Bahwa meski terimanya barang, tapi yang bayar dengan uang kepada penjual mobil (mungkin dealer) adalah bank konvensional.
Dan Anda bayar ke bank konvensional itu dengan uang dan pasti terhitung angsuran pokok dan bunganya. Di sinilah masalah ribanya, yakni bunga bank. Maka menjadi transaksi ribawi.
Namun jika itu terpaksa sekali dan kebutuhan mobil itu mendesak, tidak ada alternatif Bank/BPR/ koperasi/BMT yang bertransaksi secara syari’ah, mudah-mudahan termasuk darurat. Jika darurat maka boleh. Namun jika dalam perjalanan ke depan ada yang lebih syar’i segera pindah.
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Diantara Akhlak Dalam Bersin dan Menguap

 Ahad, 2 Dzulhijjah 1437H / 4 September 2016
 *MUAMALAH*

 Pemateri: *Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag .*

 *Diantara Akhlak Dalam Bersin & Menguap*

 *Hadits*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ (رواه اليخاري)
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
_”Sesungguhnya Allah menyukai bersin, dan membenci menguap. Maka apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah ia memuji Allah (mengucapkan alhamdulillah), dan kewajiban muslim lainnya yang mendengarnya untuk mendo’akannya (mengucapkan yarhamukallah). Sedangkan menguap datangnya dari syetan, maka hendaknya ia menahan menguap semampunya. Dan jika sampai ia mengucapkan “haaah” (menguap dengan bersuara), maka syetan akan tertawa (senang) karenanya.”_
(HR. Bukhari)
 *Hikmah Hadits :*
❣1. Anjuran berakhlaqul karimah dalam segenap aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam kebiasaan sehari-hari yang terkadang dianggap sepele dan ringan, seperti akhlak ketika sedang bersin atau ketika sedang menguap.
❣2. Ketika bersin, kita dianjurkan untuk berdoa memuji Allah Swt dengan mengucapkan _*”Alhamdulillah”*_. Karena bersin merupakan nikmat dari Allah Swt.
Sementara, bagi muslim lainnya yg mendengarkan ucapan hamdalah dari orang yang bersin, dianjurkan untuk turut mendoakannya dengan mengucapkan _*”yarhamukallah”.*_
Kemudian selanjutnya orang yang bersin tadi membalasnya kembali dengan mendoakan orang tersebut dengan ucapan _*”yahdikumullah”*_.
Dan sungguh, betapa indahnya kehidupan orang yang beriman, yang selalu saling mendoakan satu dengan yang lainnya.
❣3. Adapun menguap, umumnya datangnya dari syaitan dan termasuk perkara yang tidak disukai Allah Swt. Maka anjuranya ketika menguap adalah hendaknya ditahan sebisa mungkin.
Dan kalaupun harus menguap juga, maka *_hendaknya jangan sampai mengeluarkan suara ketika menguap_*.
Sebab menguap dengan mengeluarkan suara, termasuk perbuatan tercela, dan syaitan sangat menyukainya serta tertawa karenanya.
Wallahu A’lam

Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
Sebarkan dan raihlah pahala …

QS. Ibrahim ayat 24

Sabtu, 01 Dzulhijjah 1437 H/ 02 September 2016
 Al-Qur’an
 Ustadz Noorahmat
 QS. Ibrahim ayat 24
============================

Assalamu’alaikum adik-adik MFT yang budiman….
Maaf ya materinya kesorean…. semoga dimaafkan…
Kali ini kita akan bahas tafsir dari Firman Allah Azza wa Jalla dalam QS Ibrahim ayat 34:
وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
Nah sekarang kita bahas bagian-bagian ayat tersebut.
Penggalan pertama ayat ini dulu ya…
وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ
Dan Dia telah memberikan kepada kalian (keperluan kalian) dari segala apa yang kalian mohonkan kepada-Nya.
Dalam penggalan ayat tersebut bisa dikatakan bahwa Allah Azza wa Jalla menyediakan bagi kita semua segala sesuatu yang kita perlukan dalam semua keadaan sesuai dengan apa yang kita mohonkan kepada-Nya.
Sebagian ulama tafsir di masa awal Islam mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah dari semua yang kita mohonkan kepada-Nya dan yang tidak kita mohonkan kepada-Nya. Ada pula sebagian ulama yang membacanya dengan bacaan yang artinya “Dan Dia telah memberikan kepada kita keperluan kita dari segala apa yang kita mohonkan kepada-Nya dan yang tidak kita mohonkan kepada-Nya”.
Kemudian penggalan berikutnya dari ayat ini adalah
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kalian menghitungnya.
Dari penggalan tersebut, Allah Azza wa Jalla menceritakan sisi ketidakmampuan kita hamba-hamba-Nya untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita semua, terlebih lagi untuk menunaikan syukurnya.
Talq ibnu Habib telah mengatakan bahwa sesungguhnya hak Allah itu jauh lebih berat daripada apa yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya sebagai rasa syukurnya. Dan sesungguhnya nikmat-nikmat Allah itu jauh lebih banyak daripada apa yang dihitung-hitung oleh hamba-hamba-Nya, tetapi mereka melakukan tobatnya di pagi hari, dan di sore hari mereka bertobat pula.
Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengucapkan doa berikut:
“اللَّهُمَّ، لَكَ الْحَمْدُ غَيْرَ مَكْفِيّ وَلَا مودَع، وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ ربَّنا”
Ya Allah, bagi Engkaulah segala puji yang tidak pernah tercukupkan, tidak pernah terpisahkan, dan tidak pernah tertinggalkan, wahai Tuhan kami.
Hafalin ya…semoga Allah Azza wa Jalla memampukan kita untuk senantiasa bersyukur pada Allah Yang Maha Menciptakan.
Salah seorang penyair mengatakan:
لَوْ كُلُّ جَارِحَة مِنِّي لهَا لُغَةٌ…
تُثْنيِ عَلَيكَ بِمَا أولَيتَ مِنْ حَسنِ…
لَكَانَ مَا زَادَ شُكري إِذْ شَكَرت بِهِ…
إليكَ أبلغَ فِي الإحسَان والمننِ…
Seandainya setiap anggota tubuhku dapat berbicara memuji-Mu sebab kebaikan yang telah Engkau berikan kepadaku, niscaya lebih rasa syukurku kepada-Mu merupakan nikmat yang paling besar yang dianugerahkan oleh-Mu kepadaku.
Wallahua’lam.
Barakallahu fiikum ajma’iin.

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Ketika Kepercayaan Menghilang Dalam Pernikahan (bag. 2)

📆 Sabtu, 01 Dzuhijjah 1437H / 03 September 2016
📚 *KELUARGA*

📝 Pemateri: *Ustadzah Dra. INDRA ASIH*
📝 *Ketika Kepercayaan Menghilang Dalam Pernikahan (bag. 2)*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Bag. 1 : http://www.iman-islam.com/2016/08/ketika-kepercayaan-menghilang-dalam.html?m=1
*Pintu-pintu selingkuh*
🌹 *Pertama*:  _Dimulai dari keisengan_
Seringkali ada pria atau wanita jika menyukai seseorang maka mereka lalu secara iseng membangun komunikasi. Jika komunikasi itu berjalan baik, maka hubungan itu bisa meningkat ke hubungan yang bersifat persaudaraan atau bisa lebih mengarah kepada hubungan percintaan. Disinilah awal mula perselingkungan terjadi. Dan untuk keluar dari zona ini sulitnya bukan main, kecuali mereka mendapat hidayah dari Allah. 
🌹 *Kedua:*  _Melalui Hubungan pertemanan._
Seringkali ada pria atau wanita menjalin pertemanan, di dalam pertemanan ini terjadi curhat-curhatan. Si pria menceritakan keadaan rumah tangganya si wanita lalu menceritakan keadaan rumah tangganya, yang menurut mereka bermasalah, atau sengaja dibuat bermasalah. Maka terjadilah komunikasi sambung rasa. Kalau si pria atau wanita tidak cepat sadar maka mereka akan terlibat perselingkuhan yang juga sangat sulit mereka akhiri karena nafsu sudah merasuk sampai di ubun-ubun.
🌹 *Ketiga:* _Melalui pintu kekaguman._
Selingkuh itu bisa terjadi karena faktor kekaguman seorang terhadap orang lain yang menurutnya memiliki pesona dan karisma untuknya. Jika orang yang dikaguminya tersebut juga merespon maka mulai dari sinilah perselingkuhan itu akan terjadi. Dan barangkali masih banyak  pintu selingkuh yang lain.
📚 *Islam telah mengatur dan menetapkan ketentuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.*
Islam telah mengatur dan menetapkan ketentuan yang seimbang antara hak dan kewajiban, bukan hanya dalam rumah tangga, tetapi juga dalam setiap permasalahan dan ketentuan yang ada.
Setiap rumah tangga tentu memiliki resep dan kunci kebahagiaan sendiri-sendiri. Hubungan rumah tangga akan berjalan seimbang dan harmonis bila antara suami dan istri mampu menempatkan posisi mereka masing-masing secara tepat dan baik.
Dalam bingkai rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin, berkewajiban menjaga istri dan anak-anaknya baik dalam urusan agama atau dunianya, menafkahi mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalnya.
*A.  Suami, Jangan Khianati Amanah Kalian.*
Suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Suami bertanggung jawab penuh akan kebutuhan mereka, baik lahir maupun batin. Dan juga, suami berkewajiban membimbing istri ke arah yang lebih baik jika terdapat kekurangan pada istrinya.
Seorang suami yang berikrar dalam suatu ikatan pernikahan berarti telah memikul tanggung jawab yang besar. Tak ada alasan baginya untuk mengelak dari hal itu. Sebab, tanggung jawab tersebut telah diatur dan termasuk dalam ketentuan agama.
Namun, ternyata banyak suami yang menyalahgunakan kepemimpinannya dan tanggungan itu. Sang suami malah semena-mena memerintah istri di luar kemampuannya atau melebihi batas dari yang seharusnya. Tentu ini bukan tipe suami yang ideal dalam rumah tangga. Sifat seperti itu malah akan menjerumuskan pada sebuah kehancuran mahligai rumah tangga yang seyogianya harus menuju rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Tanpa kita sadari dalam kehidupan keluarga tidak jarang para suami melakukan tindakan yang menyimpang dari ketentuan Allah SWT dan telah melanggar hak-hak isterinya.
Oleh karena itu _perlu sekali para suami mengetahui perbuatan-perbuatan yang oleh islam dikategorikan sebagai tindakan durhaka terhadap istri._
Adapun beberapa perilaku yang sering suami lakukan adalah sebagai berikut  :
1⃣ Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga
Dari Abu Bakrah, ia berkata: ”Rasulullah saw.bersabda: ‘tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.’ “(HR.Ahmad,Bukhari,Tirmidzidan Nasa’i)
Rasul menyampaikan bahwa suatu kaum (termasuk didalamnya suami) tidak akan pernah memperoleh kejayaan atau keberuntungan bila menjadikan seorang wanita (termasuk istri) menjadi seorang pemimpin. Bentuk ketidak beruntungan ini adalah hilangnya wibawa suami sehingga memberi peluang untuk istri berlaku sesukanya dalam mengatur rumah tangga tanpa memperdulikan pendapat suami.
Menyuruh istri mencari nafkah dan mengatur urusan rumah tangga termasuk menjadikan istri sebagai pemimpin. Suami yang berbuat demikian berarti melanggar ketentuan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.
Mengingat besarnya tanggung jawab dan akibat yang ditimbulkan akibat kedurhakaan ini, suami wajib menghindari perbuatan tersebut dan segera meminta maaf terhadap Istri dan bertaubat kepada Allah SWT.
2⃣ Menelantarkan Belanja Istri
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr,ia berkata: ”Rasululluah bersabda:’seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.’”(HR.Abu Dawud,Muslim,Ahmad,dan Thabarani)
Dari ‘Aisyah ra, bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata: “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku, sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya.” Beliau besabda: “Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar.” (HR.Bukhari,Muslim,Nasa’i,Abu dawud,Ibnu Majah,Ahmad,dan Darimi)
Hadist ini menerangkan bahwa istri yang diberi nafkah tidak sesuai dengan kebutuhannya padahal mempunyai harta yang cukup maka diperbolehkan mengambil sendiri harta itu tanpa sepengetahuan suaminya sekadar untuk memenuhi kebutuhannya dan anaknya secara wajar.
Suami hendaknya menyadari bahwa selama ia menelantarkan belanja istri, selama itulah ia berdosa kepada istrinya. Oleh karena itu ia wajib meminta maaf kepada istrinya dan selanjutnya bertaubat kepada Allah. Ia wajib menyadari bahwa tidak membelanjai istri termsuk mendurhakai Allah SWT. Dosanya tidak hanya kepada istri tapi juga terhadap Allah SWT.
3⃣ Tidak Memberi Tempat Tinggal Yang Aman
“Tempatkanlah mereka (para istri) di tempat kalian bertempat tinggal menurut kemampuan kalian dan janganlah menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Jika mereka (istri yang di thalaq) itu sedang hamil, berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan…” (QS.Ath-Thalaaq(65):6)
4⃣Tidak Melunasi Mahar
Dari Maimun Al-Kurady,dari bapaknya,ia berkata: ”saya mendengar Nabi saw.(bersabda): “siapa saja laki laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak, tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu, berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelakpada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq…’” (HR.Thabaran,)
Menurut Hadist ini seorang suami yang telah menetapkan mahar untuk istrinya,tetapi kemudian tidak membayarkan mahar yang dijanjikan kepada istrinya, berarti menipu atau mengicuh istrinya. Jika ia tidak memiliki mahar maka ia boleh mengutang kepada istrinya.
Dalam QS.Al-Baqarah(2):237 menerangkan bahwa “jika kalian menceraikan istri istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka, padahal kalian sudah menentukan maharnya, bayarlah separuh dari mahar yang telah kalian tentukan itu,kecuali jika istri istri kalian itu telah memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah. Pemberian maaf kalian itu adalah lebih dekat kepada taqwa. Janganlah kalian melupakan kebaikan antara sesama kalian.sesungguhnya Allah maha melihat apa yang kalian kerjakan.”.
Suami yang berutang mahar kepada istrinya dengan niat tidak akan melunasinya harus mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak.
Apapun alasan yang menjadikan dasar untuk suami melakukan kedurhakaan ini tetap tidak dibenarkan. Karena segala macam utang wajib dilunasi baik oleh suami maupun istri dan untuk melunasinya tidak perlu menunggu ditagih.
🔸Bersambung 🔹
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Menyikapi Suami Selingkuh

*Ustadz Menjawab*
_Sabtu, 03 September 2016_
📲Ustadzah Eko Yuliarti Siroj
🌿🍁🌺 *Menghadapi Suami Selingkuh*
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
Ustadzah saya mau tanya, bagaimana sebaiknya menyikapi suami yang selingkuh. Setelah mencoba dibicarakan malah mendapat KDRT. Mohon penjelasannya.  Anggota A27
Jawaban:
———–
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Akad nikah Allah sebut sebagai mitsaqon ghalidzhan (janji/ikatan/komitmen yang sangat berat). Didalamnya terkandung makna komitmen, kesetiaan, kasih sayang, cinta, dll. Karena ia sesuatu yang berat, maka tantangan dan rintangannya juga banyak. Dan siapa yang mampu melampaui dengan baik tantangan dan rintangan dalam pernikahan, maka ia termasuk orang yang selamat.
Suami yang selingkuh adalah salah satu rintangan dalam pernikahan. Dan menyikapinya perlu keuletan dan kesabaran.
Menggadapi suami yang selingkuh, kita perlu memastikan bahwa ini adalah peluang kita untuk mendapatkan pahala, kesempatan untuk meningkatkan ketahanan keluarga dan karenanya kita akan menyelesaikan dengan kepala dingin dan rasional.
Kuatkan diri kita sebelum berbicara dengan suami. Sadari bahwa:
# Suami kita sedang dalam kondisi tidak nyaman (karena perbuatan selingkuhnya ketahuan). Ia akan malu dan seringkali menutupi rasa malunya dengan marah.
# Suami kita sedang dalam kondisi tersudut (karena ia tahu bahwa apa yg dilakukannya dosa). Untuk menutupinya ia akan sangat emosional.
# Suami kita dalam kondisi stres (karena seharusnya ia memberi contoh yg baik bagi keluarga sebagai imam).
Ia akan banyak menghindar.
KDRT seringkali terjadi ketika istri berbicara/bersikap kepada suami dengan emosional. Marah, menyatakan kecewa, memaki, menyudutkan, menangis, mengungkit masa lalu, dll.
Maka ingatlah bahwa ketika kita menghadapi suami yang selingkuh, sesungguhnya kita sedang berdakwah. Mengajak orang yang melakukan dosa untuk meninggalkan dosanya. Mengajak orang yang melakukan ma’shiyat untuk meninggalkan kema’shiyatannya. Dan dakwah sesuai firman Allah harus dilakukan dengan penuh hikmah dan cara-cara yang baik.
Istri perlu meminta waktu untuk bicara dengan suami dalam situasi yang nyaman. Tidak ada orang lain, hanya berdua saja. Mulai dengan berbicara bahwa pernikahan ini adalah ibadah. Oleh karenanya kita ingin ibadah ini sampai akhir dengan selamat.
Sampaikan empati bahwa setiap kita mungkin berbuat salah. Dan Allah selalu membuka pintu taubat.
Sampaikan keinginan kita untuk saling setia. Menempuh jalan pernikahan hingga akhir. Dan tidak pernah berfikir untuk berpisah.
Sampaikan kelapangan hati kita sebagai istri untuk menerimanya kembali dan membantunya memperbaiki diri.
Mintalah masukan darinya, apa yang suami inginkan dari istri. Apa yang selama ini blm terpenuhi, apa yg selama ini tidak disukai.
Sampaikan komitmen kita untuk memperbaiki diri. Bila perlu minta maaf atas segala kekurangan selama ini. Hal ini penting sebagai bentuk pengakuan akan keqowwamannya.
Sampaikan juga permintaan kita agar suami berubah dan apa yang kita inginkan. Sampaikan bahwa kita akan membantunya berubah karena kita ingin keridhoan Allah. Bersikap lembut dan tidak menghakimi. Dalam pembicaraan ini tidak ada yang kalah atau menang. Tujuannya adalah kebaikan bersama.
Upayakan agar kita fokus pada dia (sebagai suami) dan saya (sebagai istri). Dan ini masalah dia dan saya. Jangan bawa pihak lain (selingkuhannya) dalam pembicaraan ini. Berikan kepercayaan kepada suami bahwa ia mampu meninggalkan selingkuhannya.
Intinya adalah bagaimana istri menyelesaikan problem yang ada dengan cara yang baik dan menunjukan pengakuan akan keqowwaman suami.
Tentu tidak mudah dan mungkin perlu waktu panjang. Lakoni dengan ulet dan sabar. Karena tujuan kita bukan kemenangan sebagai istri, akan tetapi kembalinya orang yang salah kepada keridhoan Allah. Niatkan upaya2 kita untuk ibadah kepadaNya.
Sikap kita dlm menghadapi masalah rumah tangga, akan berdampak pada kemuliaan kita sebagai istri. Oleh karenanya pilih sikap yang memuliakan.
Wallohu a’lam bis showwab…
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….