Shalawat Kepada Nabi

✏ Ustadzah Indra Asih

🌿🌺🍁🌻🍀🍄🌸🌷🌹
Sempurnanya sholawat adalah yg menyertakan nabi Ibrahim as beserta keluarganya, Seperti dalam tahiyat.yang ingin saya tanyakan apakah Ketika diluar sholat,sholawat kita juga dianjurkan Seperti yg kita baca dalam tahiyat❓
🅰2⃣1⃣

📝📝📝
Kita diperintah untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah:

(إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً) (الأحزاب:56)
“Sesungguhnya Allah dan malaikatnya bershalawat kepada nabi, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan juga ucapkanlah salam.” (Qs. Al- Ahzab: 56)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((أولَى الناسِ بِيْ يوم القيامة أكثرُهم عليَّ صلاةً))
“Orang yang paling dekat dariku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. At-Tirmidzy)

Maka hendaknya seorang muslim memperbanyak shalawat atas beliau. Dan disana ada waktu khusus yang disyariatkan bershalawat seperti ketika hari jum’at, ketika disebutkan nama beliau, ketika tasyahhud akhir, setelah takbir kedua pada shalat jenazah, ketika mau berdoa, ketika masuk masjid, ketika keluar masjid, setelah menjawab muadzdzin, dll.

Sebaik-baik lafadz shalawat adalah shalawat Ibrahimiyyah (di dalamnya ada penyebutan nabi Ibrahim).

Dari Ibnu Abi Laila beliau berkata:
“Aku bertemu dengan Ka’b bin ‘Ujrah kemudian beliau berkata: “Maukah kamu aku berikan hadiah yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”Aku berkata: “Iya, hadiahkanlah itu kepadaku.” Maka beliau berkata:

سألْنا رسول الله فقلنا: يا رسول الله كيف الصلاةُ عليكم أهلَ البيت، فإن الله   عَلَّمنا كيف نسلِّم؟ قال: قولوا اللَّهُّم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمد كما صلَّيْتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللَّهُّم بارِكْ على محمدٍ وعلى آل محمد كما باركتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميدٌ مجيد
“Kami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, bagaimana cara bershalawat kepada antum, wahai ahlul bait?” Karena Allah sudah mengajari kami bagaimana cara mengucapkan salam?” Maka beliau bersabda: Katakanlah:

اللَّهُّم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمد كما صلَّيْتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللَّهُّم بارِكْ على محمدٍ وعلى آل محمد كما باركتَ على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميدٌ مجيد
“Ya Allah, bershalawatlah kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas, Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkahi ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Luas.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Meskipun demikian boleh mengucapkan shalawat dengan lafadz yang lain

Lafazh bacaan sholawat yang paling ringkas yang sesuai dalil2 yang shahih adalah :

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shallii wa sallim ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad) .

(Shahih. HR. At-Thabrani).

🌿🌺🍁🍄🌸🌻🌷🌹

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan! Raih  Bahagia…

Posted by Slamet Setiawan

Istri Tidak Jujur dalam Mengelola Keuangan

✏Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S.

🌿🌺🍁🌸🌼🌻🌷🌹🍄

Assalamualaikum  ,, saya mau bertanya apa hukumnya kalau suami takut sama istri ,??? dan satu lagi apakah dosa kalau seorang istri selingkuh msalah keuangan ?? mohon jawabannya syukron,,,

Maksudnya selingkuh masalah keuangan yang sudah di kasih dari suami ke istri dan sama istri nya dipakai untuk kebutuhan orangtua dan saudaranya atau bayar hutang yang suaminya tidak tahu , dan istrinya cukup dengan bilang ke suami uangnya sudah terpakai untuk kebutuhan dapur ,, bagaimana klo seperti itu hukumnya dosa besarkah seorang istri ???

Jawaban:

Wa ‘alaikumussalam ..
1. Suami takut istri .., ini belum jelas bagaimana takutnya, sebabnya apa .. seorang suami itu pemimpin, seharusnya punya wibawa, dan menjadi pelindung bagi keluarga. Bukan hukum halal haram dalam hal ini, tapi tidak sepantasnya seperti itu, kecuali TAKUT yang dibenarkan syariat.

2. Keuangan mesti jujur, khususnya yang berasal dari harta suami, walau itu buat sedekah mesti ada penjelasan agar suami tidak merasa dikhianati. Istri bebas menggunakan hartanya yang pribadi, paling suami hanya sekedar tahu, atau boleh tidak diberitahu jika justru lahir fitnah dan keributan.

Tapi uang yang berasal dari suami, mesti ada izin, bukan hanya pemberitahuan. Wallahu a’lam

🌿🌺🍁🌸🌼🍀🌻🌷🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan! Raih bahagia…

Posted by Slamet Setiawan

Bila Hati dan Akal Tak Mampu Jadi Kendali

๐Ÿ“† Ahad,  11 Jumadil Akhir 1437H / 20 Maret 2016
๐Ÿ“š Tazkiyatun Nufus
๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ 
๐ŸŒทBila  hati dan akal tak mampu jadi kendali, bersabarlah dalam meniti jalan kebaikan. 
Berdoalah kala ditimpa musibah. 
Berdzikirlah meski hidup tak pernah susah.
๐Ÿ’ฆIbnu Abbas radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: โ€œSesungguhnya aku mengajarkan kalimat kepadamu. Peliharalah Allah niscaya engkau akan mendapatkan-Nya dihadapanmu. Kenalilah Allah di waktu senang, niscaya Allah kan mengenalmu di waktu kesempitan.โ€
๐ŸŒทHati kita tak mudah terasa sakit lantaran kita masih punya tahmid. 
Hati kita tak mudah terasa perih lantaran kita masih punya tasbih. 
Hati kita tak kan merasa terkucil lantaran kita masih punya tahlil.  
Dan saat hati terasa getir masih ada takbir.
  
๐ŸŒทBila ada basmalah semua masalah akan terasa mudah.
Bila ada Al Fatihah mengapa hati harus resah. 
Dan dengan  Al Quran adalah jalan keluar semua urusan 
  
๐ŸŒทBila hati tak bisa lagi untuk berkaca. Bila akal tak kuasa untuk mencerna. Bila kesadaran tak lagi menjelma. Hilanglah semua kebaikan. Musnahlah segala kebenaran. Suburlah segala kenistaan. Tegaklah semua kebatilan. Menanglah tipu daya setan.
๐ŸŒทPerlu disadari bahwa tak ada manusia yang sempurna. Manusia tempat salah dan dosa. Sudah sewajarnya jika manusia pernah melakukan kesalahan dan dosa. 
Hanya saja keharusan bagi kita orang-orang yang mengimani Allah mempunyai kewajiban untuk senantiasa melakukan koreksi, evaluasi diri tiada henti. 
๐ŸŒทMasih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Asah kepekaan hati agar mendapat ridla Ilahi. Sirami jiwa agar senantiasa terjaga. Jangan biarkan hati ini gersang dan tandus.  
Bila sudah gersang dan tandus tak kan mungkin bisa menanam kebaikan hingga bersemailah keberkahan.
๐ŸŒทBila kita mau sesungguhnya banyak hal yang bisa kita gunakan sebagai gurinda untuk menajamkannya.
Berziarahlah ke kubur bila tak ingin hidup kita semakin ngawur. 
Kunjungilah para ulama yang bertaqwa bila tak ingin hidup kita membawa petaka. 
๐ŸŒทSelamilah hidup kaum salaf bila kita tak mau terjebak dalam khilaf. 
Dan berkumpullah dengan orang-orang yang sabar bila tak mau kesalahan kita semakin mengakar. 
๐ŸŒทBergeraklah menebar kebaikan agar kelak sampai tujuan. Lakukan yang terbaik hanya untuk Allah. 
Dan akhir segalanya adalah kebersamaan kita dengan Allah Rabb orang-orang beriman.
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Kenanglah Aku Sebagai Ibuโ€ฆ

๐Ÿ“† Sabtu,  10 Jumadil Akhir 1437H / 19 Maret 2016

๐Ÿ“š KELUARGA

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Dra. Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

ูˆูŽุงุฎู’ููุถู’ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ุฌูŽู†ูŽุงุญูŽ ุงู„ุฐู‘ูู„ูู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุฑูŽุจูู‘ ุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽูŠูŽุงู†ููŠ ุตูŽุบููŠุฑู‹ุง (ูขูค)

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS Al Isra:24)

ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ูู…ูŽุงูƒูŽู…ูŽุงุฑูŽุจู‘ูŽูŠูŽุงู†ููŠู’ ุตูŽุบููŠู’ุฑูŽุง.

โ€œWahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka telah mendidik aku di waktu kecilโ€.

Ketika kita (baca saya) merenungi dengan sungguh-sungguh, doa yang sering kita lantunkan di atas, ada keterkejutan sekaligus kekhawatiran muncul. Itu adalah doa yang dilantunkan seorang anak  untuk orang tuanya. Sebagai bukti sayang dan perhatian seorang anak pada orang tuanya.

Mengapa terkejut? Mengapa khawatir?

Mari kita coba membayangkan, suatu saat nanti, anak-anak kita yang sudah tumbuh besar atau tumbuh dewasa, teringat kita, lalu mendoakan kita. Memohon kepada Allah agar menyayangi kita sebagaimana kita medidik mereka di waktu kecil.

Pertanyaannya, bagaimana kualitas pendidikan kita pada anak-anak kita di waktu mereka kecil? Karena sebesar itu pula kualitas sayang Allah pada kita…! Karena tercantum di dalam doa tersebut  โ€œsebagaimana atau sepertiโ€ mereka telah mendidik aku di waktu kecil.

Tentu saja sebagai orang tua, kita juga punya fungsi, tugas dan kewajiban lain. Apakah kita sudah mampu mengelola semuanya, hingga kewajiban yang hakiki kita sebagai orang tua (baca ibu) tertunaikan dengan optimal?

Seringkali kita berpikiran, sayang anak-anak adalah selalu melimpahkan materi, dan sarana, tanpa memperhatikan apa dampaknya buat mereka. Sayang adalah mengikuti semua keinginan dan permintaan mereka, tanpa menimbang baik tidaknya buat mereka dan seterusnya.

Menyayangi dan mendidik anak-anak kita, dimulai pada saat dengan penuh keikhlasan kita mengandung mereka dalam kondisi berat dan bertambah berat sejalan usia janin anak-anak kita dalam kandungan kita. Kemudian kita menjalani proses persalinan dengan kesiapan mengorbankan nyawa kita untuk calon anak-anak kita. Dilanjutkan, menyusui mereka dengan bahagia. Serta, tentu saja dengan lapang dan suka cita, kita mengoptimalkan waktu, tenaga, pikiran, doa dan air mata kita untuk menyayangi dan mendidik mereka.

๐Ÿ”†Menyayangi mereka terutama adalah mendidik mereka mengetahui hak-hak mereka yang utama, mengenal Tuhan mereka Allah swt, memahami agama mereka, mengajarkan dan membantu mereka mengamalkan perintah-perintah Allah swt sekaligus meninggalkan larangan-laranganNya.

Sebesar apa yang sudah kita lakukan pada mereka?

Apakah kita sudah mengoptimalkan sayang dan pendidikan kita pada mereka?

Anak-anakku, terlalu banyak kelemahanku, terlalu banyak kekuranganku, terlalu banyak yang belum aku tuntaskan dalam menyayangi dan mendidik kalian. Tapi, aku berharap kalian semua ridho dan memaafkan aku. Karena ridho dan maaf kalian, yang akan membuat kalian tergerak mendoakanku, sekaligus menjadi sarana Allah mengabulkan doa kalian hingga Allah melimpahkan sayang yang sangat besar padaku di hari tuaku, hingga Allah menganugerahi aku husnul khotimah, dan hingga Allah menolongku di waktu setelah kematianku. Di waktu, saat doa kalian begitu berarti untuk membuat kuburku nanti menjadi lapang dan terang, serta tentu saja hingga Allah memudahkan langkahku menuju surgaNya.

Kenanglah aku sebagai ibu kalian, ibu yang penyayang. Sampaikanlah itu pada Allah, berupa doa yang penuh cinta, tulus dan ikhlas.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

BERBAGI CERITA (seri tulisan AYAH PENGEMBARA bag.3)

๐Ÿ“† Sabtu, 10 Jumadil Akhir 1437H / 19 Maret 2016

๐Ÿ“š KELUARGA & PARENTING

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz BENDRI JAISYURRAHMAN @ajobendri

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ ๐ŸŒฟ

Pernah dengar ungkapan ini gak?

โ€œKedekatan hubungan antar pribadi ditandai dengan seberapa dalam seseorang mengetahui kondisi atau keadaan pihak lainโ€.

Ini kaedah sakti dari pakar Komunikasi Interpersonal, Joseph A. Devito buat yang ingin menjalin keakraban dengan orang lain. Biasa dipakai oleh anak belia labil alias ABABIL untuk deketin gebetan sebagai bagian dari mantra motivasi. Intinya, seberapa dalam kita kenal orang tersebut menunjukkan seberapa dekat hubungan kita dengannya. Jangan ngaku-ngaku akrab kalau yang diketahui dari orang tersebut cuma nama lengkap dan tanggal lahirnya aja. Masih kalah sama batu nisan yang sampai tertulis jelas tanggal wafatnya. Disebut akrab kalau lebih mengenal dalam dari itu. Mulai dari makanan favorit, – minuman juga, kalau gak, bisa keselek โ€“ nomorsepatu, merk shampoonya, kebiasaan di pagi hari sampai aroma badannya pun tau. Inilah asal mula kepo. Mau tau segalanya tentang dia. Andai dia dijadikan soal UN niscaya sang pelaku lulus dengan nilai tertinggi. Tau banget soalnya hehe..

Konsekuensi dari hal di atas juga membuat seseorang dapat dengan mudah menangkap suatu maksud yang tersirat lewat bahasa tubuh atau bahasa kiasan. Tanpa butuh penjelasan panjang, kita sudah paham maksud dari orang yang dekat dengan kita tersebut. Contohnya Nabiyullah Ibrahim dengan anaknya, Ismail. Disebutkan dalam kisah bahwa suatu hari Ibrahim hendak mengunjungi Ismail. Saat itu, Ismail sedang tak ada di rumah. Hanya istrinya saja yang ada. Begitu Ibrahim datang dan menyapa, istrinya spontan malah bercerita kalau hidupnya sengsara selama menikah dengan Ismail. Ibrahim hanya diam mendengarkan. Kemudian menitip pesan kepada Ismail via mantunya tersebut untuk mengganti palang pintu di depan rumah.

Begitu Ismail pulang, sang Istri pun menyampaikan pesan sang mertua yakni meminta ismail mengganti palang pintu depan rumahnya. Dan Ismail pun sontak menjawab

โ€œKetahuilah istriku, Ayah meminta aku menceraikanmu. Dan aku ikuti perintah Ayahkuโ€.

Jreng jreng. Cuma pakai istilah โ€˜palang pintuโ€™ aja ternyata Ismail sudah paham maksud ayahnya. Padahal sejarah menyebutkan antara Ibrahim dan Ismail jarang bertemu. Kok bisa Ismail paham bahasa kode-kodean dari sang AYAH? Padahal ia bukan anggota intelijen. Itu karena hubungan yang begitu kuat dan dekat hingga memahami bahasa yang tersirat.

Ayah pengembara memiliki tugas agar mampu mengikat hati anak meskipun terpisah jarak. Sehingga tak membutuhkan banyak bahasa agar mudah dipahami anak. Jika sebelumnya dibahas bagaimana ayah sebisa mungkin mengetahui keadaan anak, maka tugas ayah berikutnya membuat anak mengetahui keadaan ayahnya. Fresh dan Up to date. Layaknya berita, anak butuh informasi yang aktual, tajam dan terpercaya tentang ayahnya. Hal ini menjadikan mereka serasa dekat dengan ayah meski jarak memisahkan raga. Kondisi dimana anak mengetahui keadaan ayah secara up to date inilah yang mengikat hati mereka. Membuat mereka merasa istimewa. Sebab semua anak memiliki karakter yang sama : ingin menjadi penerima informasi pertama dalam segala hal. Terlebih mengenai ayahnya. Itulah kenapa permainan bisik-bisik begitu disuka. Sebab mereka merasa sebagai pihak yang lebih utama dapat info dibandingkan yang lainnya.

Cara agar anak mengetahui keadaan ayahnya yang jauh mengembara adalah dengan kebiasaan berbagi cerita yang diinisiasi oleh ayah. Bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi. Memanfaatkan media sosial atau messenger yang menjamur saat ini. Cukup rekam kejadian yang ayah alami dalam sebuah video singkat ditambah narasi yang indah plus suara berat layaknya penyiar TVRI tahun 80 an, lalu kirim via WA atau BBM, dapat menjadi sarana yang membuat anak mendapatkan berita spesial tentang ayahnya.

Jangan sering-sering kirim foto selfie ayah. Anak tidak butuh itu. Apalagi jika foto yang dikirim adalah pose ayah dengan mulut dimonyongin dan jari telunjuk di depan bibir. Percayalah, anak bisa trauma menerima kabar ayah. Bahkan suudzhon, jangan-jangan ayah selama ini pergi keluar jadi penonton acara dahsyat yang dikontrak setahun gak boleh pulang. Habis Ayah alay banget sih.

Sekali lagi, bukan gambar ayah yang dibutuhkan anak, namun cerita yang dialami ayah sehari-hari yang anak harapkan. Jika ayah tak bisa mengirim berita karena sedang fakir kuota, maka simpanlah video tersebut dan bisa ditonton bersama-sama saat ayah tiba di rumah. Ditambah cerita lainnya yang tak sempat terekam kamera.

Membagi cerita selama pengembaraan ayah akan menjadi hiburan seru bagi anak-anak melebihi kartun naruto atau upin ipin. Cerita ayah dengan segala pernak-perniknya menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Hal inilah yang dilakukan Rasulullah kepada anak-anak di Madinah selepas dari medan jihad. Menyisakan cerita yang bisa dibagi kepada setiap anak. Hingga setiap anak di Madinah merasa medan jihad yang diceritakan Rasulullah sebagai sesuatu yang dirindukan. Mereka ingin ikut juga merasakannya

Cerita yang dikemas dengan teknik penyampaian yang oke akan jadi oleh-oleh terbaik bagi anak. Hingga mereka pun membayangkan seandainya bisa ikut mengembara bersama Ayah. Sosok ayah menjadi teramat dirindukan bukan sekedar fisiknya. Namun cerita yang dialami ayah pun menjadi bagian yang dirindukan. Agar tak ada lagi anak yang menjawab saat ditanya tentang ayahnya dengan kalimat โ€œAu ah gelapโ€. Sebab cerita tentang ayah masih gelap dan samar bagi mereka. Kelak mereka akan menjawab dengan lugas ketika ditanya orang lain tentang ayahnya, โ€œmau episode yang mana?โ€. Sebab bagi mereka kisah ayah adalah untaian rindu yang tak pernah ada akhirnya #eaaa (Tamat)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Qodho Puasa Ramadhan Dengan Meniatkan Juga Puasa Sunnah

โœUst. Farid Nu’man Hasan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท
๐Ÿ“ŒAssalamualaikum warahmatulloh..
Maaf ustadz saya mau bertanya.
Apakah boleh seorang muslimah menqodho  puasa ramadhan kemaren.. tapi bersamaan niatnya dengan puasa ayyamul bidt atau puasa sunnah senin kamis??..
Mohon penjelsan n dalilnya member ๐Ÿ…ฐ1โƒฃ0โƒฃ

Jawaban:

Wa ‘alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa Ba’d:

Penggabungan niat puasa, dua atau lebih, pada hari yang sama, tidak kita temukan secara khusus dalam Al Quran dan As Sunnah. Oleh karena itu, pro kontra terhadap hal ini terjadi.

Dalam kumpulan fatwa Al Lajnah Ad Daimah, disebutkan:

ู‡ู„ ูŠุฌูˆุฒ ุตูŠุงู… ุงู„ุชุทูˆุน ุจู†ูŠุชูŠู†: ู†ูŠุฉ ู‚ุถุงุกุŒ ูˆู†ูŠุฉ ุณู†ุฉ ….

Apakah boleh berpuasa sunah dengan dua niat: niat qadha dan niat sunah sekaligus ..?

Jawab:
ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุตูŠุงู… ุงู„ุชุทูˆุน ุจู†ูŠุชูŠู†ุŒ ู†ูŠุฉ ุงู„ู‚ุถุงุก ูˆู†ูŠุฉ ุงู„ุณู†ุฉ

Tidak boleh puasa sunnah dengan dua niat baik niat qadha dan niat sunah .. (Al Lajnah Ad Daimah, Fatwa No. 6497)

  Perlu diketahui, bahwa puasa qadha itu wajib, dia mesti didahulukan dibanding puasa sunnah. Tapi kadang, ada orang berpuasa qadha โ€“misal qadha Ramadhan- bertepatan di hari Senin atau Kamis, bisa jadi dia juga mendapatkan pahala sunah Senin-Kamis. Semoga demikian. Jadi niatkan saja puasa Qadha-nya, kalau pun dilakukan di hari Senin atau Kamis, atau bertepatan di hari Ayyamul bidh (tgl 13,14,15), semoga Allah ๏ทป memberikan pahala kepadanya.

  Ulama lain mengatakan SAH alias boleh saja menggabungkan itu, Syaikh Abdullah Al Faqih ditanya tentang seseorang yang shaum โ€˜arafah plus juga shaum qadha, Beliau menjwab -diantaranya:

ูˆุงู„ุธุงู‡ุฑ ุฃู†ู‡ ูŠุฌุฒุฆูƒ ุงู„ุชุดุฑูŠูƒ ุจูŠู† ู†ูŠุฉ ุงู„ู‚ุถุงุก ูˆู†ูŠุฉ ุตูˆู… ูŠูˆู… ุนุฑูุฉุ› ู„ุฃู† ู…ู‚ุตูˆุฏ ุงู„ุดุฑุน ูŠุชุญู‚ู‚ุŒ ุฅุฐ ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุฃู† ูŠุญุตู„ ุตูˆู… ูŠูˆู… ุนุฑูุฉุŒ ูˆู‚ุฏ ุญุตู„ุŒ ูƒู…ุง ุฃู†ู‡ ู„ูˆ ุงุบุชุณู„ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู„ู„ุฌู†ุงุจุฉ ุฃุฌุฒุฃู‡ ุนู† ุบุณู„ ุงู„ุฌู†ุงุจุฉ ูˆุงู„ุฌู…ุนุฉ ุนู†ุฏ ุงู„ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ุฃุฑุจุนุฉ. ู‚ุงู„ ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุงู„ุนุซูŠู…ูŠู† ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ูุชุงูˆู‰ ุงู„ุตูŠุงู…: ู…ู† ุตุงู… ูŠูˆู… ุนุฑูุฉุŒ ุฃูˆ ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ูˆุนู„ูŠู‡ ู‚ุถุงุก ู…ู† ุฑู…ุถุงู† ูุตูŠุงู…ู‡ ุตุญูŠุญุŒ ู„ูƒู† ู„ูˆ ู†ูˆู‰ ุฃู† ูŠุตูˆู… ู‡ุฐุง ุงู„ูŠูˆู… ุนู† ู‚ุถุงุก ุฑู…ุถุงู† ุญุตู„ ู„ู‡ ุงู„ุฃุฌุฑุงู†: ุฃุฌุฑ ูŠูˆู… ุนุฑูุฉุŒ ูˆุฃุฌุฑ ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ู…ุน ุฃุฌุฑ ุงู„ู‚ุถุงุกุŒ ู‡ุฐุง ุจุงู„ู†ุณุจุฉ ู„ุตูˆู… ุงู„ุชุทูˆุน ุงู„ู…ุทู„ู‚ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ูŠุฑุชุจุท ุจุฑู…ุถุงู†. ุงู†ุชู‡ู‰.

  Yang benar adalah bahwa cukup bagi Anda mencampur antara niat qadha dan niat shaum โ€˜arafah, karena hal itu sudah mengcover maksud syariat, maksudnya target shaum โ€˜arafahnya sudah tercapai. Sebagaimana seseorang yang mandi di hari Jumat, maka itu sudah cukup bagi mandi junub dan mandi Jumatnya menurut imam yang empat. Al โ€˜Allamah Utsaimin Rahimahullah berkata dalam Fatawa Ash Shiyam: โ€œBarangsiapa yang melakukan puasa pada hari โ€˜Arafah, atau shaum hari โ€˜Asyura, sedangkan dia masih ada hutang puasa Ramadhan, maka puasa sunnahnya itu  tetap sah. Tetapi apabila niatnya melakukan puasa pada hari โ€˜Arafah atau pada hari โ€˜Asyura DENGAN NIAT SHAUM QADHA  RAMADHAN JUGA, maka ia akan mendapati dua pahala. Yaitu   ganjaran puasa โ€˜Arafah danโ€˜Asyura, disertai dengan ganjaran qadhanya itu. Penjelasan ini untuk puasa muthlaq, yaitu yang tidak ada  hubungan apa-apa dengan puasa Ramadhan. (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah, 11/16431)

  Nah, kalau mau tidak mengundang kontroversi atau perdebatan memang lebih baik jalankan sesuai  waktunya saja. Kalau pun mau menjalankan qadha yang pas dengan hari shaum sunnah, niatkan saja qadha-nya, sambil berharap mendapatkan pahala sunnahnya.

Wallahu Aโ€™lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

Non Muslim Ikut Pemilu, Apa Sikap Kita?

โœUstadz Dr. Wido Supraha

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿ€๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

โœ Pertanyaan dari member A13

Assalaamu ‘alaikum Wr.Wb.

Terkait surat Ali ‘Imran ayat 28 : “Janganlah orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dst…”
Bagaimana bila ada pemilu, dan kita merasa calon pemimpin adalah orang yang tidak taat agama, bahkan berbeda agama.

Apa yanh harus kita lakukan?

Apa lebih baik golput saja?

Jawaban:

Wa ‘alaikumussalaam warahmatullah,

Jika ada pemimpin yang tidak taat agama namun dia memiliki kekuatan dan manajemen yang baik, maka kekuatannya untuk umat dan ketidaktaatannya adalah untuk dirinya sendiri.
Adapun jika pemimpin itu berbeda agama, dan tidak ada pilihan lain selain seluruhnya beda agama, maka diserahkan kepada para ulama yang otoritatif di masanya, kepada pihak yang mana yang paling membawa maslahah kepada umat secara keseluruhan di atas komunikasi yang telah dibangun dan komitmen tertulis yang telah dibuat.

Wallaahu a’lam,
supraha.com
qudwatuna.com

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿ€๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Arisan Emas

โœUstadz Farid Nu’man, S.S.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ€๐ŸŒผ๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Assalamu’alaikum mau tanya.

1. Bagaimana hukum shalat, bila bacaan imam tidak/kurang fashih dalam membaca bacaan rukun shalat, surat alfatihah?

2. Bagaimana dengan hukumnya ARISAN logam mulia atau emas?

[A14 & A15] —————-
Jawaban:

Wa ‘alaikumussalam wa rahmatullah wabarakatuh.

Bismillah wal hamdulilllah .., saya jawab ringkas aja ya ..

1. Hal ini sdh dibahas di MANIS .. silahkan dibuka arsipnya
http://is.gd/OyQ2we

2. Arisan emas, sama dengan membeli emas dgn cicil.  Ini khilafiyah para ulama kontemporer.

A. Kelompok yang melarang. Mereka beralasan bahwa emas adalah barang ribawi (yg harganya berkembang) dan tidak boleh dicicil. Disisi lain, perintah nabi pun tentang transaksi emas mesti yadan biyadin (tunai). Maka, ini dalil yang tegas atas keharaman beli emas dengan cara cicil/kredit.

B. Pihak yang membolehkan, seperti Syaikh Ali Jum’ah, bahwa emas saat ini sudah seperti barang-barang biasa, seperti barang-barang lainnya yanh bisa dijual beli, bukan lagi alat pembayaran sperti zaman dulu. Oleh karena itu, kenyataan di zaman ini mesti memposisikan emas seperti barang lainnya, bukan lagi alat pembayaran. Sehingga dia boleh dicicil sebagaimana cicilan barang lainnya.

Lebih baik memang kepemilikan emas  menggunakan cara2 yang tidak mengundang dan memgandung kontroversi.

Wallahu a’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Mengurus Ibu Atau Dampingi Suami?

โœUstadzah Dra Indra Asih
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
                                                                       
๐Ÿ“Œ Assalamuallaikum…                
Ibu  saya sedang sakit,sudah sembuh tapi masih ada rasa waswas, selama ini saya yang merawat,padahal saya sudah punya suami,Alhamdulillah suami saya mengizinkan saya mengurus ibu saya,tp saya merasa tidak enak dengan suami saya,malah saya punya adik laki2 sudah menikah juga,tapi malah sibuk dengan karier dan keluarganya,padahal kan anak laki2 yg utama dan surga nya jika mengurus ibu jika sedang sakit atau sudah tua,tapi kenyataannya zaman sekarang malah anak perempuan yg lebih banyak mengurus orangtuanya terutama ibu dibanding anak laki2,anak perempuan surganya pada suami.bukannya saya tidak ridho,tapi apakah saya berdosa jika saya lebih mengurus ibu saya dibanding suami dan rela jauh dari suami,dan suami pulang ke Bandung seminggu sekali,walaupun suami mengizinkan.syukron, wassalam,member ๐Ÿ…ฐ1โƒฃ0โƒฃ.                                   
_________________
Jawaban nya 
Wa alaikumsalam wr wb.                                                           Alhamdulillah ala kuli hal, dalam mengaplikasikan nilai2 dalam Islam, dibutuhkan komunikasi dan saling paham di antara orang yg terkait dg permasalahan.
1. Perlu mengkomunikasikan secara baik dg adik laki2 masalah kewajibannya thd orang tua.
2. Perlu mengkomunikasikan dan hati2 dan jika memungkinkan dg ibu, usulan agar ibu mau pindah ke rumah anak perempuannya utk memudahkan anak perempuannya juga bs optimal dg keluarganya.
3. Alhamdulillah sdh ada komunikasi dg suami yg lalu mengizinkan istri merawat ibunya.
4. Semoga dg kelapangan hati ukhty dan suami, Allah mudahkan dan berkahi kehidupan keluarga ukhty.
In shaa Allah ketika yakin dg apa yg sudah dilakukan, Allah akan berikan solusi yg terbaik, misalnya adik turut bergantian merawat ibu atau ibu berkenan pindah atau solusi yg lain yg terbaik yg Allah putuskan.
Wallahu Aโ€™lam
Wash Shallallahu โ€˜ala Sayyidina Muhammadin wa โ€˜ala Aalihi wa Ashhabihi ajmaโ€™in. 
                  
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

Larangan Talaqqi Ruqban (Mencegat Kafilah Dagang)

๐Ÿ“† Jumat,  9 Jumadil Akhir 1437H / 18 Maret 2016
๐Ÿ“š Muamalah
๐Ÿ“ Ustadz Rikza Maulan, Lc,. M.Ag
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ 
Materi sebelumnya bisa dilihat di tautan berikut
๐Ÿ“šDampak Talaqqi Rukban Pada Jual Beli
Ulama berbeda pendapat, apakah jual beli dalam kasus talaqqi rukban berkonsek wensi pada rusak (fasad) nya jual beli tersebut, ataukah jual beli tersebut tetap sah?
Sebagian ulama berpenda pat bahwa apabila dilihat dari dzahir haditsnya, maka jual beli tersebut tetap sah dan tidak rusak (fasad).
Karena larangan tersebut merupakan hal yang berada di luar substansi jual belinya, yaitu di luar rukun dan syarat jual beli. Oleh karenanya, tidak mengganggu keabsahan akad jual belinya.
Juga karena dalam hadits kedua disabdakan oleh Nabi SAW, bahwa pemilik barang (kafilah) boleh melakukan khiyar (meneruskan atau membatalkan jual beli), apabila ia sudah sampai di pasar dan mengetahui harga pasar.
Sedangkan sebagian ulama Malikiyah dan madzhab Hambali berpendapat bahwa jual belinya tidak sah dan batal. Karena larangan menunjukkan haram, dan sesuatu yang haram tidak boleh dilakukan.
๐Ÿ“šPenyebab Larangan Talaqqi Rukban
Sebab larangan talaqqi rukban atau menghadang kafilah dagang ini adalah sebagai berikut :
๐Ÿ”นPotensi adanya khidaโ€™ (tipuan) atau pengelabuan harga pasar. 
Karena penjual belum mengetahui berapa harga pasar, dan bisa jadi si pembeli sudah mengetahuinya, namun ia memanfaatkan ketidaktahuan penjual dengan memberikan informasi palsu.
๐Ÿ”นPotensi adanya dzulm (aniaya) terhadap penjual. 
Karena bisa jadi, atas adanya informasi yang tidak benar berkenaan dengan harga yang sesungguhnya, maka penjual melepas harga yang jauh lebih rendah dari harga yang seharusnya.
๐Ÿ”นPotensi hilangnya โ€œan taradhinโ€ (saling ridha), baik dari salah satu pihak, maupun kedua belah pihak, oleh karena adanya manipulasi informasi. Sementara saling ridha merupakan salah satu syarat sahnya jual beli.
๐Ÿ“šBagaimana apabila terjadi kasus, si penjual di tawar dagangannya di tengah perjalanan sebelum ia sampai ke pasar, dan si penjual benar-benar telah mengetahui harga pasaran?
Dalam hal, si penjual mengetahui harga pasar lalu dagangannya dibeli orang di tengah-tengah perjalanannya, dan ia rela serta ridha dengan harga yang ditawar oleh si pembeli, maka jual belinya sah, dan tidak termasuk dalam kategori jual beli yang dilarang.
Karena seluruh illat atau sebab larangannya menjadi tidak ada. Dan dalam hal larangannya sudah tidak ada, maka jual belinya berlaku seperti jual beli yang standar, yaitu sah nya transaksi.
๐Ÿ“šBerlaku Bagi Pedagang Yang Berkendara Atau Berjalan Kaki?
Para ulama mengemukakan, bahwa secara dzahir larangan dalam hadits di atas adalah untuk kafilah dagang yang menggunakan kendaraan. 
Karena dalam hadits disebutkan ( ุงู„ุฑูƒุจุงู† ) yang secara bahasa berarti para pengendara, atau yang mengendarai kendaraan.
Namun ulama sepakat bahwa yang dimaksud adalah bukan hanya pedagang yang mengendarai kendaraan, namun juga semua pedagang termasuk yang berjalan kaki.
Menguatkan pendapat tersebut, adalah hadits kedua riwayat Abu Hurairah ra, dimana nabi bersabda yang redaksinya (ูŠุชู„ู‚ู‰ ุงู„ุฌู„ุจ ) yang berarti menghadang barang dagangan. Tanpa menyebutkan apakah dengan berkendaraaan, atau berjalan kaki.
Sehingga kesimpulannya, menghadang atau mencegat kafilah dagang tersebut adalah haram, baik pedagangnya berkendaraan atau berjalan kaki.
๐Ÿ“šMakna Khiyar
Hadits di atas menjelaskan bahwa โ€œpemilik barang boleh melakukan khiyar, apabila ia sudah sampai ke pasar.โ€
Khiyar adalah hak pilih bagi salah satu pihak (dalam hal ini adalah bagi pedagang atau bagi pemilik barang), untuk meneruskan atau membatalkan transaksi, yang dikaitkan dengan syarat atau peristiwa tertentu.
Dalam konteks hadits di atas, pedagang atau kafilah dagang apabila telah terlanjur melepas barang dagangannya di tengah perjalanan, kepada pembeli yang membeli barangnya di tengah perjalanannya, maka ia memiliki hak khiyar yaitu hak pilih; apakah akan meneruskan transaksinya atau membatalkannya, apabila ia telah sampai di pasar dan mengetahui berapa harga pasar.
Jika penjual berkeinginan membatalkan transaksi, maka si pembeli harus mengembalikan barangnya secara keseluruhan, dan pedagang juga harus mengembalikan uangnya secara keseluruhan.
Hanya saja ulama berbeda pendapat berkenaan dengan khiyar dalam talaqqi rukban ini, apakah khiyar terjadi langsung pada saat jual beli dengan penghadang kafilah dagang tanpa di syarakatkan pada akad, ataukah ia terjadi khiyar apabila diyaratkan khiyar pada saat akad?
Jumhur ulama berpendapat bahwa khiyar langsung terjadi meskipun tidak disyaratkan sebelumnya. Karena khiyar dimaksudkan untuk menjaga kepentingan penjual dari adanya unsur tipuan dalam harga (karena ia belum mengetahui harga pasar), dan agar ia tidak merugi.
Sementara ulama lainnya berpendapat bahwa hal tersebut harus disepakati di awal akad, akan adanya khiyar.
๐Ÿ“šLarangan Berlaku Baik Bagi Pembeli Maupun Bagi Penjual
Secara dzahir, hadits di atas melarang untuk menghadang kafilah dagang lalu membeli barang dagangan mereka sementara mereka belum sampai di pasar dan atau belum mengetahui harga pasar.
Namun para ulama sepakat, bahwa larangan tersebut berlaku bukan hanya bagi calon pembeli yang menghadang para kafilah untuk membeli barang mereka, namun juga berlaku bagi penjual yang menghadang pembeli yang akan ke pasar, sebelum pembeli mengetahui harga pasar.
Karena illat (sebab) larangannya adalah untuk menjaga kemasalahatan jual beli bagi semua pihak, termasuk untuk pasar agar tercipta suasana jual beli yang baik dan saling ridha.
๐Ÿ“šHikmah Larangan Talaqqi Rukban
Islam merupakan agama yang universlal, yang ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Dan diantara cakupan ajaran Islam adalah mencakup sisi muamalah, khususnya jual beli. Sehingga Islam demikian memperhatikan sisi kemaslahatan pada jual beli, dan memberikan aturan untuk melindungi kemaslahatan umat manusia.
Dalam jual beli pun, Islam tidak hanya memperhatikan pada sisi objek akad dalam jual beli semata, akan tetapi juga sangat memperhatikan pada tatacara dan proses dalam jual belinya. Sehinga tata cara dan proses yang berpotensi menimbulkan kerugian salah satu pihak atau bahkan kedua belaih pihak menjadi dilarang.
Pentingnya kesetaraan posisi antara penjual dan pembeli, dimana keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama. Dan oleh karenanya, ketika melakukan transaksi mereka harus saling ridha satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya, Islam melarang jual beli yang tidak didasari dengan an taradhin. Maka Ijab dan Qabul merupakan representatif dari tanda keridhaan kedua belah pihak.
Informasi merupakan sesuatu yang sangat penting dalam transaksi. Karena apabila transaksi yang diterima adalah salah, maka akan berdampak bisa merugikan salah satu pihak. Oleh karenanya, tidak bolehnya mencegat kafilah dagang adalah karena potensi mendapatkan informasi yang tidak tepat atau bahkan palsu, lalu merugikan pihak penjual.
Islam mengharamkan manipulasi dalam segala transaksi, apapun bentuknya. Terlebih-lebih apabila manipulasi itu dimaksudkan untuk menguntungkan diri sendiri yang sekaligus merugikan pihak lain. Itulah sebabnya dilarangnya berbagai bentuk jual beli yang mengandung hal-hal yang manipulatif, seperti larangan jual beli najsyi, jual beli habalil habalah, jual beli urbun, dsb.
Keabsahan jual beli dan transaksi akan mendatangkan keberkahan. Keberkahan dalam rizki, insya Allah akan mendatangkan manfaat yang besar. 
Karena rizki yang halal, kecenderungannya akan mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal yang baik. Sebaliknya rizki yang haram, kecenderungannya akan mendorong pada perbuatan buruk dan dosa.
ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู‰ ูˆุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…