Bab Larangan Orang Kota Menjual Kepada Orang Desa

Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šHadits #1

ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽุŒ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠู’ุนูŽ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆุงู„ู†ุณุงุฆูŠ)

Dari Ibnu Umar ra berkata, โ€˜bahwa Rasulullah SAW melarang orang kota menjual kepada orang desa.โ€™ (HR. Bukhari & Nasaโ€™i)

๐Ÿ“šHadits #2

ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุจูุนู’ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ุฏูŽุนููˆุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูŽุนู’ุถูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุถู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุฅู„ุง ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Jabir ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, โ€˜Janganlah orang kota menjual kepada orang desa. Biarkanlah manusia (melakukan usahanya masing-masing), Allah memberi rizki sebagian mereka dari sebagian yang lain.โ€™ (HR. Jamaโ€™ah, kecuali Imam Bukhari)

๐Ÿ“šHadits #3

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูู‡ููŠู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠุนูŽ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู ู„ุฃูŽุจููŠู’ู‡ู ูˆูŽุฃูู…ูู‘ู‡ู (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡)ุŒ ูˆูŽู„ุฃูŽุจููŠู’ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุณูŽุงุฆููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจููŠู’ุนูŽ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุจูŽุงู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู

Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa sesungguhnya kami orang kota dilarang menjual kepada orang desa, sekalipun ia saudaranya, baik saudara dari bapaknya maupun dari ibunya. (Muttafaqun Alaih).

Dan dari riwayat Abu Daud dan Nasaโ€™i, โ€˜Bahwa Nabi SAW melarang orang kota menjual kepada orang desa, meskipun ia adalah ayahnya atau saudaranya.โ€™

๐Ÿ“šHadits #4

ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ุงูŽ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ุง ุงู„ุฑู‘ููƒู’ุจูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุจูุนู’ ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ู„ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ู…ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุจููŠุนู ุญูŽุงุถูุฑูŒ ู„ูุจูŽุงุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒููˆู†ู ู„ูŽู‡ู ุณูู…ู’ุณูŽุงุฑู‹ุง (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุฅู„ุง ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ)

Dari Ibnu Abbas ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, โ€˜Janganlah kalian menghadang kafilah-kafilah dagang, dan janganlah orang kota menjual kepada orang desa.

Aku (Thawus) berkata kepada Ibnu Abbas, โ€˜Apakah arti sabda Nabi SAW jangalah orang kota menjual kepada orang desa?

Ibnu Abbas menjawab, โ€˜Jangalah ia menjadi perantara (makelar) baginya.โ€™ (Muttafaqun Alaih)

๐ŸŒทMakna Hadits Secara Umum

Secara umum, hadits ini menggambarkan tentang larangan bagi orang kota untuk menjual barang kepada orang desa.

Hal ini karena umumnya orang kota lebih maju, lebih lincah, lebih pintar dalam hal dagangan di bandingkan dengan orang desa.

Orang desa umumnya lebih kurang mengerti terkait transaksi, oleh karenanya tidak boleh memanfaatkan ketidaktahuan orang desa, dengan menjual barang-barang kepada mereka, sehingga dapat menimbulkan berbagai penipuan dan pengelabuan yang berakibat pada kerugian yang akan diderita oleh orang desa tersebut.

Perbuatan yang merugikan orang lain merupakan sifat yang buruk, dan oleh karenanya Nabi SAW melarangnya, karena merugikan dan menimbulkan mudharat.

๐ŸŒทMakna Orang Kota dan Orang Desa

๐Ÿ”บMakna (ุญุงุถุฑ) atau orang kota, adalah orang-orang yang secara tinggal di perkotaan, yang umumnya lebih mengerti dan memahami transaksi, harga barang-barang dan komoditi di pasaran.

Berasal dari kata (ุญุถุงุฑุฉ) yaitu peradaban.

๐Ÿ”บSedangkan (ุจุงุฏ) atau orang desa, adalah orang-orang yang tinggal di pedesaan, yang umumnya lebih terbelakang pengetahuannya tentang perdagangan, tidak terlalu memahami transaksi, harga barang-barang dan komoditi di pasaran.

Berasal dari kata (ุจุงุฏูŠุฉ) yang berarti kampung, udik. Menjadi akar kata dari orang baduy (ุจุฏูˆูŠ) yang umumnya sangat terbelakang tidak mengerti peradaban bahkan terkesan kurang akhlaknya.

๐ŸŒทMakna Larangan Orang Kota Menjual Kepada Orang Desa

Ulama berbeda pendapat berkenaan dengan makna larangan dalam hadits-hadits di atas :

๐Ÿ’ง Ibnu Abbas : bahwa yang dimaksud adalah menjadi simsar, atau perantara (makelar), bagi orang kota dalam menjual sesuatu kepada orang desa.

๐Ÿ’งImam Bukhari berpendapat menguatkan pendapat Ibnu Abbas, yaitu bahwa ย yang dimakud adalah orang-orang yang bertindak menguruskan jual beli untuk orang lain dengan upah.

๐Ÿ’ฆ Namun, apabila ia menjadi perantara dan tidak mengambil keuntungan dari situ, maka tidak termasuk dalam larangan di hadits di atas. Karena ia bertindak sebagai penasehat atau penolong.

๐Ÿ’ฆ Namun sebagian ulama lainnya memasukkan larangan ini kepada semua jenis makelar, baik yang mendapatkan upah maupun yang tidak mendapatkan upah.

๐Ÿ’งMenurut Syafiโ€™iyah dan Hanabilah : bahwa yang dimaksud adalah seperti seseorang datang ke suatu daerah dengan membawa barang dagangannya yang hendak di jual dengan harga pasar pada hari tersebut.

Lalu orang kota datang kepadanya dengan mengatakan, โ€˜berikan barangmu kepadaku, biar aku beli secara kredit dengan harga yang lebih tinggi.โ€™

๐Ÿ’งSebagaian ulama lainnya ada yang membatasi maknanya pada larangan menjadi makelar khusus untuk orang desa saja. Sedangkan menjadi makelar untuk orang kota, maka tidak termasuk dalam larangan tersebut. Kecuali jika orang kotanya juga tidak mengetahui transaksi dan harga pasaran sebagaimana orang desa, maka masih termasuk yang dilarang.

๐Ÿ’ฆKesimpulan dari pendapat ulama tentang larangan orang kota menjual kepada orang desa adalah bahwa orang kota yang mengerti transaksi jual beli, mengerti barang dan komoditi, dan mengerti segala hal terkait dengan pasar dan harga pasar, lantas memanfaatkan ketidaktahuan orang-orang desa atau orang-orang kampung dengan menjual barang-barang kepada mereka.

Karena hal ini dapat merugikan pihak orang-orang desa yang tidak terlalu mengerti tentang harga barang komoditi.

Akibatnya, orang desa bisa dirugikan dari beberapa sisi, diantaranya :
๐Ÿ”น Membeli barang-barang yang sesungguhnya sudah tidak update lagi, atau sudah ketinggalan .
๐Ÿ”น Membeli barang-barang dengan harga jauh di atas harga rata-rata, dsb.

๐ŸŒทLarangan Mencegat Kafilah Dagang

Termasuk yang dilarang dalam hadits-hadits di atas adalah larangan mencegat kafilah dagang di tengah jalan, yang bermaksud menjual barang dagangannya ke pasar dengan harga yang berlaku umum di pasaran.

Dalam hadits di atas disebutkan :

ู„ุงูŽ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽูˆู’ุง ุงู„ุฑู‘ููƒู’ุจูŽุงู†ูŽ

โ€˜Janganlah kalian menghadang kafilah-kafilah (dagang)โ€™ (HR. Jamaah)

Karena umumnya kafilah tersebut belum mengetahui berapa harga barangnya di pasaran, sehingga ketidaktahuan mereka dimanfaatkan dengan dicegat di tengah jalan, lantas diberikan informasi palsu bahwa harga pasar adalah sekian dan sekian, supaya mereka bisa melepaskan barangnya dengan harga di bawah harga pasar yang sebenarnya.

Contohnya adalah seperti para petani dari desa yang akan menjual barang dagangannya ke pasar di kota. Namun dicegat oleh para pengusaha atau tengkulak dan barang mereka dengan harga murah dengan memanfaatkan ketidaktahuan para pedagang tersebut.

Bentuk-bentuk lainnya adalah sebagai berikut :

๐Ÿ”น Memborong atau memonopoli barang yang dibawa oleh kafilah dagang.
๐Ÿ”นMengurangi keuntungan kafilah dagang.
๐Ÿ”นMenimbun dan memacetkan arus barang, sehingga tidak sega tiba di tangan konsumen yang membutuhkannya, dan berakibat pada tingginya harga barang dang menguntungkan pihak ketiga.
๐Ÿ”นMenipu harga kepada kafilah dagang, dengan memberitahu harga yang tidak benar.

Jika dianalisa, maka masuk dalam larangan tersebut adalah para tengkulak yang umumnya membeli barang dari petani sehingga petani menjadi merugi, karena menjualnya jauh di bawah harga pasaran.

Tengkulak umumnya sangat mengetahui fruktuasi harga pasar, dan ia memiliki alat transportasi yang memadai, dan umumnya memiliki akses besar ke para petani dan ke para pedangang di pasar. Nah, ketika ia memotong jalur para petani dengan membeli langsung dari para petani dengan harga yang tidak wajar, maka hukumnya haram.

Terlebih-lebih apabila disertai dengan monopoli, sehingga petani tidak bisa berbuat apa-apa atau tidak punya pilihan lain selain menjual dengan harga murah kepada para tengkulak tersebut. Maka hukumnya haram; karena monopoli dan juga karena terdapat unsur pendzaliman (aniaya) kepada para penjualnya.

Apabila terjadi pencegatan kafilah dagang, maka hukumnya adalah sebagaimana dalam hadits berikut :

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู„ูŽุจู ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽุงู‡ู ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŒ ููŽุงุจู’ุชูŽุงุนูŽู‡ู ููŽุตูŽุงุญูุจู ุงู„ุณู‘ูู„ู’ุนูŽุฉู ูููŠู‡ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุฑู ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุฑูŽุฏูŽ ุงู„ุณู‘ููˆู‚ูŽ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ)

๐Ÿ’งDari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi SAW melarang penghadangan barang yang dibawa (dari luar kota).
Apabila seseorang menghadang lalu membelinya, maka pemilik barang ada hak khiyar padanya, apabila datang ke pasar.โ€™ (HR. Turmudzi)

Jadi, apabila si pedagang sampai di pasar dan mengetahui harga pasar, lantas ia menginginkan pembatalan jual beli sebelumnya, maka si pembeli harus mengembalikannya kepada pedagang.

๐ŸŒทHikmah di Balik Larangan

Islam sangat melindungi kepentingan para pemeluknya; khususnya yang berposisi lebih lemah dan lebih rentan untuk menjadi objek penipuan dan kedzaliman dalam sisi harta.

Dalam hal ini dicontohkan adalah posisi orang desa yang jauh dari peradaban, yang umumnya tidak banyak mengetahui komoditi harga, dsb.

๐Ÿ’ฆMaka tidak boleh memanfaatkan ketidaktahuan mereka, dengan menjual barang-barang atau komoditi tertentu kepada mereka yang nantinya dapat merugikan mereka; baik merugikan dari sisi kemanfaatan barang tersebut maupun dari sisi harga yang lebih tinggi dari yang seharusnya.

Masuk dalam larangan di atas adalah menjadi makelar atau perantara, yang bisa merugikan pihak yang lemah. Dan dalam contoh kasus dari hadits di atas adalah menjadi makelar bagi orang desa yang ketidaktahuannya dapat dimanfaatkan menjadi celah bagi makelar untuk mendapatkan keuntungan berlimpah.

Masuk juga dalam larangan ini, menjadi makelar untuk pihak manapun yang tidak memiliki pengetahuan yang baik terkait objek barang yang ditransaksikan, termasuk kepada orang kota.

๐Ÿ’ฆAdapun apabila terhadap orang yang mengetahui harga, komoditi, pasar, dsb, maka diperbolehkan. Termasuk kepada orang desa, namun ia faham tentang harga pasar dan komoditi, maka boleh menjual atau menjadi makelar bagi mereka.

๐Ÿ’ฆSecara umum, menjadi perantara atau makelar dalam jual beli maupun dalam transaksi lainnya dimana tidak ada unsur tipuan, paksaan, pengelabuan, bersifat memberikan informasi yang benar dan jujur, namun pada akhirnya calon pembeli lah yang menentukan apakah jadi membeli atau tidak, maka hal tersebut adalah diperbolehkan.

๐Ÿ’ฆMasuk dalam kategori yang diperbolehkan adalah profesi agen, marketing, tenaga pemasaran, dsb. Namun dengan syarat sebgaiamana di atas; tidak boleh memanfaatkan ketidaktahuan client nya.

๐Ÿ’ฆSyarat lainnya adalah bahwa objek yang ditawarkannya bukanlah merupakan objek yang diharamkan secara syariah. Namun apabila yang ditawarkannya adalah sesuatu yang haram, maka hukumnya adalah haram.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู‰ ูˆุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *