Pegang Teguh Tali Allah

Sama Dalam Penciptaan, Berbeda Dalam Sifat dan Karakter (Bag-1)

Pemateri: Ustadzah. EKO YULIARTI SIROJ,  M.Ag.

❃ Tentang nasib para tawanan Badar, keduanya berbeda pandangan.

Dengan kelembutan hatinya, sahabat mulia ini berpandangan bahwa mereka harus diberikan hak untuk hidup. Dilindungi dan dikasihi, sebesar apapun kesalahan dan kebencian mereka kepada Rasulullah SAW.

Sahabat mulia yang lain teguh dengan pandangannya bahwa mereka harus dibunuh karena kekafiran, penolakan dan kebenciannya kepada Rasulullah SAW.

Setelah mempertimbangkan kedua pandangan tersebut, Rasulullah SAW bersabda:

“Allah SWT melembutkan hati beberapa orang diantara kalian lebih lembut dari susu.
Dan Dia mengeraskan hati beberapa orang diantara kalian lebih keras dari batu.”

Kepada Abu Bakar RA, Rasulullah berkata :
“Engkau seperti Ibrahim AS yang mengatakan,
“Dia yang mengikutiku adalah salah satu dari kami, dan dia yang tidak mengikutiku, maka ya Allah, Engkau Maha Pemurah untuk memaafkannya”.

Kepada Umar bin Khattab RA, Rasulullah berkata :
“Engkau seperti Nuh AS yang mengatakan,
“Ya Allah, jangan tinggalkan satupun dari orang yang tidak beriman itu di bumi ini.”

Dan Rasulullah pun menerima saran Abu Bakar RA.

Namun keesokan harinya, Umar mendapati Rasululah dan Abu Bakar sedang menangis.

Umar bertanya:
“Wahai Rasulullah, apa yang membuatmu menangis? Katakan padaku sehingga aku ikut menangis bersamamu.”

Rasulullah menjawab :
“Wahai Umar, tidak ada yang perlu engkau tangisi karena seharusnya engkau berbahagia.
Allah telah menguatkan pandanganmu tentang tawanan Badar, dan menegur mereka yang mengambil pandangan yang bertentangan.”

Kemudian Rassulullah SAW membacakan ayat :

“Tidak patut bagi seorang nabi mempunyai tawanan
sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi.

Kalian menghendaki harta benda duniawiah,
sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untuk kalian).
Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. “(QS Al-Anfaal:67)

❆ Di kesempatan lain…..

Suatu hari, Umar mengawasi Abu Bakar di waktu fajar.
Sesuatu telah menarik perhatian Umar.

Saat itu Abu Bakar pergi ke pinggiran kota Madinah setelah shalat subuh. Abu Bakar mendatangi sebuah gubuk kecil beberapa saat, lalu dia pulang kembali ke rumahnya.

Umar tidak mengetahui apa yang ada di dalam gubuk itu dan apa yang dilakukan Abu Bakar di sana. Umar mengetahui segala kebaikan yang dilakukan Abu Bakar kecuali rahasia urusan gubuk tersebut.

Hari-hari terus berjalan, Abu Bakar tetap mengunjungi gubuk kecil di pinggiran kota itu. Umar masih belum mengetahui apa yang dilakukan Abu Bakar di sana.

Sampai akhirnya Umar memutuskan untuk masuk ke dalam gubuk itu sesaat setelah Abu Bakar meninggalkannya.

Umar ingin melihat apa yang ada di dalam gubuk itu dengan mata kepalanya sendiri. Dia ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh sahabatnya di situ.

Saat Umar masuk ke dalam gubuk kecil itu, Umar mendapatkan seorang nenek tua yang lemah tanpa bisa bergerak. Nenek itu juga buta kedua matanya. Tidak ada sesuatu pun di dalam gubuk kecil itu.

Umar tercengang dengan apa yang dilihatnya, dia ingin mengetahui ada hubungan apa nenek tua ini dengan Abu Bakar RA.

Umar bertanya:
“Apa yang dilakukan laki-laki itu di sini?”

Nenek menjawab:
“Demi Allah, aku tidak mengetahui, wahai anakku. Setiap pagi dia datang, membersihkan rumahku ini dan menyapunya.

Dia menyiapkan makanan untukku. Kemudian dia
pergi tanpa berbicara apapun denganku.”

Berlinang air mata Umar mendengarnya dan ia mengucapkan kalimatnya yang sangat masyhur,

“Sungguh, engkau telah membuat lelah khalifah sesudahmu wahai Abu Bakar.” (Ensiklopedi Kisah Generasi Salaf)
♢♢♢

❁ Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan penciptaan yang sama.
Dilahirkan sebagai seorang bayi merah, lemah tak berdaya, tanpa sehelai benang di tubuhnya, hanya berbekal tangis sebagai alat untuk berkomunikasi.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً  وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ  إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا  ﴿النساء:١﴾

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.

Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”(QS An-Nisaa:1)

Karena Allah menciptakan manusia berpasangan yaitu laki-laki dan perempuan, maka merekapun berkembang biak. Bertambah jumlahnya dan menjadi banyak.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.” (QS. Ar-Ruum:20)

Ayat-ayat diatas secara nyata menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan kondisi yang sama.

Lantas, dimana letak perbedaan manusia?

Bersambung ke bag-2


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *