Pandangan Kibarul 'Ulama Tentang Sayyid Quthb​


Telah beredar video, potongan ceramah yang menikam kehormatan salah satu pejuang muslim, Syaikh Sayyid Quthb Rahimahullah. Dia menyebut Syaikh Sayyid Quthb adalah Gembong Terorisme zaman ini. Bukan hanya itu, dia juga menuduh para pengagum Syaikh Sayyid Quthb orang yang bodoh tentang aqidah, dll.

Allah Ta’ala berfirman:

ۚكَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka. (QS. Al-Kahfi: 5)

1⃣ Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz Rahimahullah: “Kami harap Sayyid Quthb termasuk Syuhada yang mulia.”

Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz ​Rahimahullah​ berkata dalam kitab Beliau ​Tuhfatul Ikhwan,​ tentang Al Ustadz Sayyid Quthb ​Rahimahullah:​

سيد قطب رحمه الله :
نُفّذ في المذكور حكم الإعدام في يوم الاثنين 13/5/1386هـ فرحمة الله عليه وعلى سائر علماء المسلمين ونرجو أن يكون من الشهداء الأبرار .
وقد قُتل معه الشيخ عبدالفتاح إسماعيل ، والشيخ محمد إبراهيم هراس . غفر الله للجميع وكتب الشهادة لهم .
والمذكور له مؤلفات كثيرة مفيدة ، أشهرها وأهمها : تفسيره (( في ظلال القرآن ))

Sayyid Quthb Rahimahullah, dieksekusi dalam hukuman mati pada hari, Senin, 13-5-1386H.

Semoga Allah merahmatinya dan merahmati semua ulama kaum muslimin. ​Kami berharap semoga Sayyid Quthb termasuk dalam barisan para syuhada yang mulia.​

Dan telah dibunuh pula bersamanya, Syaikh Abdul Fattah Ismail, Syaikh Muhammad Ibrahim Hiras, ​semoga Allah memgampuni mereka semua dan mencatatnya sebagai syuhada.​

Disebutkan tentangnya, bahwa dia memiliki banyak karya yang bermanfaat, di antaranya yang terkenal dan penting adalah tafsir ​Fi Zhilalil Qur’an.​

​(Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz, ​Tuhfatul Ikhwan bitarajim Ba’dhil A’yaan,​ Hal. 39)​

2⃣ Syaikh Manna’ Al Qaththan -Ketua Mahkamah Syariah Mekkah Al Mukarramah: “Tafsir Fi Zhilalil Quran Kitab Tafsir Yang Sempurna Bagi Kehidupan”

💢💢💢💢💢💢💢

Beliau berkata:

“Syaikh Sayyid Quthb telah menjumpai Rabbnya dalam keadaan Syahid demi membela aqidahnya dengan meninggalkan warisan pemikirannya. Dan , yang paling terdepan adalah kitab tafsirnya yang berjudul Fi Zhilalil Quran. ​Ini adalah kitab tafsir yang sempurna bagi kehidupan di bawah naungan Al Quran dan petunjuk Islam.​ Penulisnya hidup di bawah naungan Al Quran yang penuh hikmah, sebagaimana yang dipahami dari judulnya. Beliau menikmati keindahan Al Quran dan mengungkapkannya dengan segala perasaannya yang jujur sehingga sampai pada kesimpulan bahwa umat manusia dewasa ini sedang berada dalam kesengsaraan yang disebabkan berbagai paham dan aliran yang merusak dan pertarungan berdarah yang tiada hentinya ” …dst.

Lalu Syaikh Manna’ juga berkata:

“Bertitik tolak dari pandangan inilah Sayyid Quthb menempuh metode tertentu bagi penulisan tafsirnya.

Pertama-tama dia datangkan satu naungan pada mukadimah setiap surat untuk mengkaitkan atau mempertemukan antara bagian-baiannya dan untuk menjelaskan tujuan serta maksudnya.

Setelah itu barulah dia menafsirkan ayat dengan mengetengahkan atsar-atsar shahih, lalu mengemukakan sebuah paragraf tentang kajian-kajian kebahasaan secara singkat.

Kemudian dia beralih ke masalah lain, yaitu membangkitkan kesadaran, membetulkan pemahaman, dan mengaitkan Islam dengan kehidupan.

Kitab ini terdiri dari 8 jilid besar dan telah mengalami cetak ulang beberapa kali dalam beberapa tahun saja, karena mendapat sambutan baik dari kalangan cendekiawan.”

​📚 Syaikh Manna’ Khalil Qaththan, ​Mabahits fi ‘Ulumil Quran,​ Hal. 362-363. Maktabah Wahbah, Kairo​

3⃣ Syaikh Dr. Abdullah Al Faqih Hafizhahullah: “Tidak benar Sayyid Quthb berfaham takfir.”

Beliau berkata:

وأما القول بأنه رمى المجتمعات الإسلامية شعوباً وحكاماً بالكفر فقول غير صحيح؛ بل رمى بالكفر من يستحقه إذا توفرت الشروط وانتفت الموانع، ونحن نعتقد أن سيد قطب ليس معصوماً بل هو بشر كغيره من الدعاة يؤخذ من قوله ويرد، فلا يجوز أن يغلو فيه أحد فيرفعه فوق منزلته، كما لا يجوز أن يهضمه آخر حقه ويسيء إليه بغير حق، فالعدل والإنصاف هو المطلوب من كل مسلم.

Ada pun pendapat yang menyebut bahwa dia (Sayyid Quthb) menuduh masyarakat Islam, baik rakyat dan pemerintahnya, telah kafir maka itu pendapat tidak benar.

Tetapi Beliau memvonis kafir kepada yang berhak menerimanya jika memang terpenuhi syarat-syaratnya dan tidak ada penghalangnya.

Kami meyakini bahwa Sayyid Quthb bukan seorang ma’shum (bebas dari salah) tapi dia adalah manusia seperti para da’i lainnya, pendapatnya bisa diambil dan bisa ditolak.

Maka tidak boleh seorang pun berlebihan meninggikannya di atas kedudukannya, sebagaimana yang lain tidak boleh pula menzalimi haknya dan berbuat buruk kepadanya tanpa hak. Maka bersikap adil dan bijak itulah yang dituntut pada tiap muslim.

📚 Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah, 1/3185, Fatwa 09 Jumadi Tsaniyah 1428

4⃣ Syaikh Abdullah bin Hasan Al Qu’ud Rahimahullah tentang kitab Ma’alim fith Thariq: “Kitab yang telah dibayar mahal penulisnya dengan mati fisabilillah.”

🔹bersambung in syaa Alloh🔹

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Menyebut Ciri Fisik Seseorang​


​Bismillah wal Hamdulillah ..​

Dalam kitab ​Riyadhushalihin,​ Imam An Nawawi mencatat ghibah-ghibah yang dibolehkan. Diantaranya menyebut seseorang dengan ciri fisiknya, dimana memang dia dikenal dengan itu.

Imam An Nawawi Rahimahullah mencontohkan seperti: Al A’masy (buram matanya), Al A’raj (Si Pincang), Al A’ma (Si Buta), Al ‘Asham (Si Tuli), Al Ahwal (si Juling), semua ini adalah gelar yang pernah disandang oleh sebagian ulama hadits. ​(Hal. 366-367, Maktabatul Iman, Al Manshurah)​

Di tambah lagi jika orang yang memiliki ciri fisik itu pun tidak mempersoalkan itu. Maka, itu lebih tidak masalah lagi.

Di Indonesia sendiri ada beberapa artis yang dikenal karena fisiknya; seperti pelawak Nur Tompel, Tukul Arwana (karena kumisnya seperti kumis ikan Arwana), Yati Pesek, … dll.

Hari ini, apa yang disebutkan oleh seorang Ustadz menyebut pesek kepada seorang artis, dan artis itu bangga dengan peseknya, sebagaimana yang dia katakan sendiri berkali-kali .. maka ini sama sekali bukan kesalahan.

Hanya saja memang ada yg suka bermain api dengan masalah-masalah seperti ini .., kemudian mereka tidak paham fiqihnya, dijadikanlah sebagai alat menyerang ustadz tersebut.

Ada pun menyebut ciri fisik dalam intonasi menghardik, seperti “Pesek lo ..!! Buta lo .. !!
Ini yang tidak boleh. Maka, mesti kita bedakan antara menyebut pesek dalam artian identitas yang menjadi ciri, dengan menghina dengan fisiknya.

Demikian. Wallahu a’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Pakaian yang Baik untuk Muslimah

Assalamu’alaikum ustadz/ah….
Saya ingin bertanya seputar ketentuan baju yg hrs dikenakan oleh seorang muslimah? .., syukron.., 🅰2⃣8⃣.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang sudah memberikan banyak nikmat dan anugerah Nya, semoga Allah senantiasa memberi kesempatan untuk kita belajar Islam dan kemauan serta kekuatan untuk mengamalkan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu diantaranya berpakaian yang islami.

🌸 Sebagai seorang muslimah tentunya tidak sama di dalam berpakaian dengan mereka yang non muslim atau wanita pada umum nya. Allah Swt, dalam firman-ya:

يبَنِيْ~ ادَمَ قَدْاَنْزَلْنَاعَلَيْكُمْ لِبَاثًايُوَارِيْ سَوْاتِكُمْ وَرِيْشًاوَلِبَاسُ التَّقْوى

ذلِكَ خَيْرٌ طْذلِكَ مِنْاايتِ الله لَعَلَّهُمْ يَذَّكَُّرُوْنَ ﴿ الأءاف : ٢٦﴾

“Wahai anak Adam! Susungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagaimu tetapi takwa itulah yang lebih baik.  Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalui ingat.” (Q.S. Al-A’raf:26)

Kriteria yang wajib dipenuhi oleh Muslimah dalam berpakaian . Didalam kitab Fiqh Wanita, karangan Ibrahim Muhammad Al-Jamal adalah :
1⃣ Menutupi seluruh badan selain wajah dan kedua telapak tangan.

“Hai Asma, sesungguhnya perempuan itu apabila telah sampai umur/dewasa, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini. Rasulullah berkata sambil menunjukkan kepada muka dan telapak tangan hingga peregelangannya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Aisyah)

2⃣ Tidak ketat sehingga masih menampakkan bentuk tubuh yang ditutupinya.

3⃣ Tidak tipis temaram sehingga warna kulit masih bisa dilihat.

4⃣ Tidak menyerupai pakaian laki-laki
“Nabi SAW melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu dawud dan Nasa’I)

5⃣ Tidak berwarna mencolok sehingga menarik perhatian orang

6⃣ Tidak menyerupai pakaian wanita kafir, di hadits dikatakan, “ Siapa saja yang meniru-niru perbuatan suatu kaum, berarti dia telah menjadi pengikutnya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

7⃣ Dipakai bukan dengan maksud memamerkannya atau sombong.

Selain kriteria di atas, perlu diingat bahwa pemakaian kerudung harus sampai menutup dada.
Hal ini disebutkan secara gamblang dalam surat An-Nuur : 31,

“… dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.”

Di ayat lain Allah berfirman :
“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang bagus setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A`râaf, (7):31).

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Barang Temuan..


Assalamu’alaikum ustadz…
Begini, saya suka bingung kalau sudah menemukan barang yang hilang. Seperti beberapa kasus di bawah ini:

1. Kasus satu, misal ayah saya menemukan hp yang jatuh di jalan. Misalnya ayah saya tidak terlalu paham hukumnya, tetapi saya takut kalau tidak dikembalikan, padahal kita bisa kembalikan dengan mencari informasi pemilik hp tsb. Saya sudah hubungin temennya pemilik hp tsb. Tetapi tidak ada balasan. Padahal saya ingin mengembalikan.Akhirnya dibiarkan aja hp tsb sampai sekarang. Terkadang digunakan oleh ayah saya. Yang saya tanyakan, bagamana sebaiknya yang saya lakukan?

2. Kasus 2, saya menemukan anting sebelah di tempat wudhu kampus, sepertinya punya anak kecil. Cukup sulit kalau anak tersebut bukan mahasiswa. Lalu saya simpan. Saya menulis pengumuman di papan informasi, tetapi tidak ada yg merasa kehilangan. Akhirnya saya berpikir tidak mungkin tunggu 1 tahun. Saya pikir dijual saja dan uangnya diinfaqkan. Apakah diperbolehkan tindakan saya seperti itu?

3. Kasus 3, misalnya ayah saya menemukan seperangkat plastik kiloan lumayan 2/3 pak dan 1/2 pack tusuk gigi yang jatuh di jalan. Itu kan tidak mungkin dilacak pemiliknya, karena bingung dan mubadzir kalau tidak dipakai. Akhirnya (saya/ayah saya) berpikir untuk dipakai sendiri (mencari keuntungan sendiri misalnya). Padahal bisa diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan, seperti penjual yang keliahatannya kurang mampu. Namun, ternyata tidak, malah digunakan sendri. Bagaimana hukumnya? Berdosakan saya/ayah saya?

4.Ada tman Saya yang mungut uang lalu dia pkai berbelanja🍫 dengan niat ingin mgemmbalikannya nanti saat dia punya uang ..nah pertanyaannya! haramkah uang itu?? Dan kalau mau d kembalikan mau di kembalikan kemana?? Apakah ke tempat yang d pungut itu??
Jazakumullah Ustadz…
A 03

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Bismillah wal Hamdulillah wash shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa Ba’d:

Apa yang ditanyakan itu, dalam fiqih namanya LUQATHAH yaitu barang temuan.

Ada dua jenis:

1⃣ Barang temuannya sesuatu yg dianggap sudah tidak berharga atau tidak diharapkan pemiliknya lagi, maka ini boleh dimiliki. Seperti sebutir kurma, kain usang, botol minuman, bangku reot, dll. Ini biasa kita saksikan dilakukan pemulung. Ini dibenarkan oleh syara’ dan tradisi manusia umumnya.

2⃣ Barangnya sesuatu yang diminati banyak orang, pemiliknya pun masih berharap, baik dia masih mencari atau pasif saja. Seperti jam, dompet dan isinya, perhiasan, dll.

Maka, ini mesti diumumkan selama 1 tahun, Jika yang punya datang, maka kembalikan, jika tidak maka boleh bagi penemunya memanfaatkannya sebagaimana perintah nabi dalam hadits riwayat Al Bukhari. Boleh juga menyedekahkannya, tapi jika suatu saat ada orang yang mengaku sebagai pemiliknya, maka tetap kita mengembalikannya.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Kwitansi Palsu..


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Ada guru yg kerja di yayasan pribadi milik seseorang, sekolah ngadain acara yg dpt uang dr yayasan, lalu guru2nya irit2 cari harga murah supaya​ dpt sisa lalu dimasukkan kas guru, lah di akhir laporan dibikin kwitansi palsu utk uang sisa itu. Alasannya cari sisa uang kegiatan untuk ngisi kas guru :
1. Setiap kegiatan yg berhub dg sekolah atau yayasan tdk ada uang transport atau makan utk guru2, katanya akan dimasukkan ke gaji tapi ternyata tdk ada jd pakai uang kas
2. Utk fasilitas sekolah pakai uang guru karena​ dr yayasan uang gak turun
3. Beli seragam guru yg baru dikasih yayasan 3 atau 5tahunan.
Intinya dana dr yayasan susah turunnya walaupn yg dilakukan guru2 utk kemajuan sekolah

Apakah yg mereka lakukan benar ? Minta dalilnya ya, terima kasih
dari member A01

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Bismillah wal Hamdulillah…

Terlepas dari yayasan tersebut yg nampaknya bakhil dan zalim, tetaplah jangan dibalas dengan kezaliman juga ..

Membuat kwitansi palsu jelas terlarang.

Itu adalah Al Ghisy (menipu), berbohong, dan termasuk memakan harta secara batil. Dan ini jelas keharamannya dan keras ancamannya.

Ibrahim Al Harbi Rahimahullah berkata:

فَالغِشُّ أَنْ يُظْهِرَ شَيْئَاً وَيُخْفِىَ خَلاَفَهُ أَوْ يَقُولَ قَوْلاً ويَخْفِىَ خِلاَفَهُ فَذَلَكَ الغِشُّ

Maka, Al Ghisy adalah menampakkan sesuatu dan menyembunyikan sesuatu yang berbeda dengannya, atau mengatakan perkataan dan menyembunyikan yang berbeda dengannya. Itulah Al Ghiys. (Gharibul Hadits, 2/658)

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (29) وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا (30

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil,kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuh dirimu; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. dan Barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, Maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. An Nisa: 29-30)

Nabi ﷺ bersabda:

ومن غشنا فليس منا

Dan barang siapa yang menipu kami maka dia bukan golongan kami.(HR. Muslim No. 101)
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Bapakku Masih Non Muslim..


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
Bagaimana hukum nya bila seorang anak perempuan muslim yg mempunyai bapak yg non muslim, apakah binti nya tetap memakai nama bapak ataukah memakai nama ibu
Dan bagaimana jika nanti si anak akan menikah
Krn sang bapak non muslim, siapa nanti yg akan menikah kan
Jika ada si anak di lamar oleh seseorang.. apakah si bapak yg non muslim itu turut ber peran?
Dan bagaimana bila si anak menikah.. waktu akad, bapak kandung yg non muslim ini di mana posisi nya

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal Hamdulillah …

Penyandaran nasab mesti ke ayah kandungnya yg sah, walau dia non muslim.

Sebagaimana dulu Zaid bin Haritsah, anak angkat Nabi ​Shallallahu’Alaihi wa Sallam​ dipanggil menjadi Zaid bin Muhammad.

Lalu turunlah ayat yg meluruskan itu:

ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَٰكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah. (Qs. Al-Ahzab: 5)

Untuk wali nikah, syarat sahnya adalah muslim. Maka, ayahnya tidak boleh menjadi wali. Tp ayahnya tentu bisa diposisikan sebagai sesepuh keluarga.

Maka, boleh diwalikan oleh pamannya yg muslim, kalau tidak ada maka saudara kandungnya yg muslim, kalau tidak ada maka wali hakim, yaitu wali yg ditunjuk oleh negara.

Ini sesuai hadits Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​:

السلطان ولي من لا ولي لها

​Sultan (negara) adalah wali bagi wanita yang tidak mempunyai wali.​ (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, dll. Hasan)
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Membaca Al Qur'an sambil Berbaring​


Boleh membaca Al Qur’an atau berdzikir baik duduk, berdiri, atau berbaring ..

Berdasarkan ayat berikut:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Qs. Ali ‘Imran: 191)

Imam An Nawawi ​Rahimahullah​ berkata tentang hadits yang ditanyakan:

فيه جواز قراءة القرآن مضطجعا ومتكئاً

​Pada hadits ini menunjukkan bolehnya membaca Al Qur’an secara berbaring dan bersandar.​ ​( ​Al Minhaj Syarh Shahih Muslim​ 3/211)​

Syaikh Shalih Al Fauzan menjelaskan:

قراءة القرآن من المضطجع لا بأس بها سواء كان مضطجعًا على السرير أو على الأرض . لا بأس بذلك فيتلو الإنسان القرآن على أي حال كان . قائمًا أو قاعدًا أو مضطجعًا

Membaca Al Qur’an bagi orang yang berbaring di atas kasur atau lantai tidak apa-apa. Tidak masalah manusia membaca Al Qur’an dalam posisi bagaimana pun. Berdiri, duduk, dan berbaring. ​( ​Al Muntaqa min Fatawa Al Fauzan​)​

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid ​Hafizhahullah​ menjelaskan:

لا حرج في قراءة القرآن من المصحف والإنسان مستلقي .

​Tidak apa-apa membaca Al Qur’an dari mushaf dan orang itu sambil berbaring.​ ​( ​Al Islam Su’aal wa Jawaab​ no. 124757)​

Demikian. Wallahu a’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Haruskah di Rayakan???


Assalamualaikum wr wb ustadz…. minta penjelasannya tentang :
1. hukum perayaan ulang tahun
2. hukum perayaan hari jadi pernikahan.

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Hukum merayakan milad.
Dalam hal ini, para ulama kontemporer berbeda pendapat.

📌 Pertama. HARAM.
Alasannya ini merupakan budaya kafir yg dilarang untuk diikuti. Jika diikuti maka tasyabbuh bil kuffar (menyerupai orang kafir). Apa pun cara dan wujudnya, maka tdk boleh, baik hari ultah manusia, lembaga, ormas, bahkan negara. Sehingga, jika yg pokoknya tidak boleh maka turunannya jg demikian, termasuk mengucapkan selamat, walau sdh dimodiv dengan doa-doa kebaikan. Bagi mereka itu merupakan mencampurkan haq dan batil.

Alasan lain karena Nabi, para sahabat, para imam madzhab tdk pernah menyontohkan bahkan tidak pernah membahasnya.

Ini dianut sebagian ulama Arab Saudi, dan yg mengikutinya, dan juga kelompok salafi.

📌 Kedua, BOLEH, dengan syarat. Mereka menolak cara pendalilan golongan pertama. Ini pendapat sebagian ulama Arab Saudi juga seperti Syaikh Salman Al Audah, atau Mufti Qathar seperti Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, dan lainnya.

Bagi mereka ini masalah duniawi, tidak terkait ibadah, yg hukum asalnya adalah mubah, kecuali ada dalil khusus yg melarang. Bagi mereka tidak ada dalil khusus yg melarangnya.
Lalu, alasan lainnya ayat:
wa basysyarnaahu bighulaamin haliim .. dan kami berikan kabar gembira kepada Ibrahim atas lahirnya anak yang penyabar.

Ayat ini menunjukkan bolehnya bergembira dengan kelahiran, dan tentunya berlaku juga dengan mengingat hari kelahiran.

Lalu, Nabi pernah ditanya tentang puasa hari senin, Beliau menjawab: itulah hari aku dilahirkan. (Hr. Muslim)

Jd, ini menunjukkan bolehnya mengingat hari kelahiran. Kalau pun, ini berasal dr Barat, mrk menganggap tidak apa-apa mengambil istilah dari luar Islam, tp isinya diganti dgn cara Islam. Hal ini pernah nabi lakukan, yaitu ketika nabi mengubah makna RUHBANIYAH/kependetaan yg telah dicela Allah dlm Al Quran. Jadi, walau istilah ini buruk, akhirnya oleh nabi istilah ini dipakai dgn isi yang diubah, sabdanya:
ar ruhbaniyatu fi ummati al jihad fisabilillah, kependetaan umatku adalah jihad fisabilillah.

Tp mereka memberi syarat: tidak boleh ada maksiat di dalamnya, meninggalkan yang wajib, hura-hura (nyanyi2), pemborosan, ikhtilat, tiup lilin, dan kejelekan lainnya.

Kalau isinya adalah mauizhah hasanah, atau hanya ucapan tahniah dan doa saja agar hidupnya berkah, sehat, dan semisalnya, tidak apa apa bagi mereka.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Tabi'in Penghapal Al Qur'an dan Mujahid, murtad gara-gara wanita Nasrani, benarkah​


Kisah tersebut memang terlanjur tersebar, bahwa seorang tabi’in, hapal Al Qur’an, Mujahid, murtad gara-gara wanita Nasrani.

Kisah tersebut awalnya, berasal dari penceritaan Imam Ibnu Katsir, sbb:

وفيها توفى عبده بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ قَبَّحَهُ اللَّهُ. ذَكَرَ ابْنُ الجوزي أن هذا الشقي كان من المجاهدين كثيرا في بلاد الروم، فلما كان في بعض الغزوات والمسلمون محاصرو بلدة مِنْ بِلَادِ الرُّومِ إِذْ نَظَرَ إِلَى امْرَأَةٍ من نساء الروم ..

Pada saat itu, Abdah bin Abdurrahim wafat, semoga Allah burukkan dia. Ibnul Jauzi bercerita bahwa orang celaka ini dulunya adalah Mujahidin, banyak perang di negara Romawi.

Pada sebagian peperangan kaum muslimin, saat mengepung Romawi, sat itu dia melihat seorang wanita Romawi …

​(Imam Ibnu Katsir, ​Al Bidayah wan Nihayah​, Jilid 11, Hal. 64. 1986M/1407H. Darul Fikr)​

Lalu .. kita dapati dalam karya Imam Ibnul Jauzi ​Rahimahullah​ ternyata isinya berbeda! Sepertinya dan bisa jadi, ada salah kutip dari Imam Ibnu Katsir ​Rahimahullah.​

Imam Ibnul Jauzi ​Rahimahullah​ menuliskan:

عبدة بن عبد الرحيم .كان من أهل الدين والجهاد.

​Abdah bin Abdurrahim, dia adalah ahli agama dan jihad.​

Kemudian Imam Ibnul Jauzi melanjutkan:

قَالَ عبدة بن عبد الرحيم: خرجنا في سرية إلى أرض الروم، فصحبنا شاب لم يكن فينا أقرأ للقرآن منه، ولا أفقه ولا أفرض، صائم النهار، قائم الليل، فمررنا بحصن فمال عنه العسكر، ونزل بقرب الحصن، فظننا أنه يبول، فنظر إلى امرأة من النصارى تنظر من وراء الحصن، فعشقها فقال لها بالرومية: كيف السبيل إليك؟

Abdah bin Abdurrahim bercerita: ​kami keluar bersama grup (Safiyah/pleton) ke negeri Romawi. Kami ditemani oleh ​seorang pemuda​ yang tidak ada bacaan Al Quran kami lebih baik darinya, tdk ada yang lebih faqih, tidak pula lebih baik menjalankan kewajiban darinya, dia puasa di siang hari, shalat di malam hari.​

​Kami melewati benteng Romawi, prajurit pun mendekatinya, dan dia turun mendekati benteng. Kami kira dia turun untuk kencing. Lalu dia melihat seorang wanita Nasrani dari belakang benteng, dia pun terpikat hatinya kepada wanita itu. Lalu dia bertanya dengan wanita Romawi itu: Bagaimana aku bisa sampai kepadamu? …​ Dst.

​(Imam Ibnul Jauzi, ​Al Muntazham fi Tarikhil Umam wal Muluk,​ Jilid. 12, Hal. 301. Cet. 1, 1992M/1412H. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah. Beirut. Tahqiq: Syaikh Muhammad Abdul Qadir ‘Atha dan Syaikh Mushthafa Abdul Qadir ‘Atha)​

Kemudian, yang serupa dengan Imam Ibnul Jauzi adalah apa yang ditulis oleh:

– Imam Adz Dzahabi dalam ​Tarikh Al Islam wa Wafayat Al Masyaahir wal A’laam,​ Jilid. 5, Hal. 1176. Cet. 1, 2003M. Darul Gharb Al Islamiy. Tahqiq: Dr. Basyar Awwad Ma’ruf

– Imam Ibnu Manshur dalam ​Mukhtashar Tarikh Dimasyq Libni ‘Asaakir,​ Jilid. 15, Hal. 296. Cet. 2. 1984M/1402H. Darul Fikr, Damaskus. Tahqiq: Ruhiyah An Nuhaas, Riyadh Abdul Hamid Murad, Muhammad Muthi’

📚 So, kesimpulannya, yg murtad itu adalah pemuda yang menemani Abdah bin Abdurrahim, bukannya Abdah bin Abdurrahim yang murtad.

Demikian. Wallahu a’lam

Puasa Ayyamul Bidh


Assalamualaikum wr wb.Ustadz/ustadzah…,
Mohon penjelasan dari materi di bawah ini yang saya dapat dari group sebelah…,
Apa hadistnya, apa manfaatnya selain yang di sebutkan di bawah ini?
Terima kasih
Wassalamualaikum wr wb.

​Jangan Lupa Besok Puasa Tiga Hari..​

​Disunnahkan puasa tiga hari setiap bulan, yaitu setiap tanggal 13, 14 dan 15 bulan-bulan Hijriyyah.​

​Namanya puasa Ayyaamul Bidl atau hari-hari terang ketika Bulan Purnama.​

​Niatnya, puasa sunnah Ayyaamul Bidl.​

​Keutamaannya banyak, diantaranya sebagai bekal akhirat, seperti puasa sebulan [kalau dikerjakan rutin setiap bulan, seperti puasa setahun] dan baik untuk kesehatan..​

​Diantara Dalil-Dalilnya:​

​Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam berwasiat kepada tiga orang Sahabat Beliau supaya puasa tiga hari setiap bulan, yaitu; Abu Hurairah, Abu Darda’ dan Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhum.​
​[HR. Bukhari, Muslim, dll]​

​Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda kepada Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘Anhuma,​
​”Dan berpuasalah tiga hari pada setiap bulan.​ ​Karena sesungguhnya kebaikan itu akan (dilipatkan) dengan sepuluh (kali) lipat.​ ​Oleh karenanya engkau seolah-olah berpuasa selama sebulan penuh.”​
​[HR. Bukhari dan Muslim]​

​Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda kepada Sahabat Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu​ ​tentang pelaksanaannya:​
​“Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam setiap bulannya maka berpuasalah pada (tanggal) 13, 14 dan 15 (maksudnya bulan hijriyyah).”​
​[HR. Tirmidzi dengan sanad hasan].​

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
🌻☘Puasa Ayyamul Bidh (Tgl 13,14,15 tiap bulannya di bulan-bulan Hijriyah)☘🌻

💦💥💦💥💦💥💦

Ayyamul bidh artinya hari-hari yang putih terang, karena saat itu hari di waktu bulan sedang purnama. Ini juga hari-hari istimewa dalam Islam.

1⃣ Saat itu dianjurkan bagi kita untuk berpuasa

Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata:

أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Kekasihku (Nabi) Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berwasiat kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dua rakaat ketika Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.(HR. Bukhari No. 1981, Muslim No. 721. Lafaz ini adalah milik Bukhari)

Kapankah tiga hari itu? Dari Abu Dzar Al Ghifari Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَصُومَ مِنْ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ الْبِيضَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami untuk berpuasa dalam satu bulannya sebanyak tiga hari, ayyamul bidh: tanggal 13, 14, dan 15.

(HR. An Nasa’i No. 2422, 2423, lihat juga dalam As Sunan Al Kubranya An Nasa’i No. 2730, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 3848, Ibnu Hibban No. 943, lihat Mawarid Azh Zham’an. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ No.673)

2⃣ Nilai puasanya jika dilakukan tiap bulan sama seperti puasa Ad Dahr (sepanjang tahun)

Dari Jarir bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Beliau bersabda:

صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ وَأَيَّامُ الْبِيضِ صَبِيحَةَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Berpuasa tiga hari setiap bulannya, adalah puasa sepanjang tahun, dan hari ayyamul bidh yang terang benderang itu adalah pada hari 13, 14, dan 15. (HR. An Nasa’i No. 2420. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam At Ta’liq Ar Raghib, 2/84)

Wallahu a’lam.