Tata cara mubahalah​


Assalamualaikum ustadz… Apakah itu Muhaballah dan bagai mana tata caranya…
Jika ada suatu kasus yg mnimpa A kmudian smua org mnghujat… lalu si A ber muhaballah.. apakah yg mnghujat kena imbasnya? Makasi ustadz

Jawaban
~~~~~~~~~~~~~~~~

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh .

Bukan Muhaballah .. tapi Mubaahalah, Yaitu:

أَن يجتمع القوم إِذا اختلفوا في شيء فيقولوا : لَعْنَةُ الله على الظالم منا .

Berkumpulnya sekelompok rangka ketika mereka berbeda pendapat dalam suatu hal, lalu mereka berdoa: ​Semoga laknat Allah atas orang yang zalim di antara kita.​

​(Lihat Lisaanul ‘Arab, 11/71)​

Hal ini disyariatkan dalam rangka menerangkan yg hak dan membuktikan yang batil, setelah hujjah disampaikan kepada orang yang dianggap berada dalam kebatinan.

Dalilnya adalah:

فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (QS. Ali Imran: 61)

Mujahadah ini Sunnah dilakukan kepada orang yg keras kepala dan membangkang kepada Al Haq. Imam Ibnul Qayyim berkata:

السُّنَّة فى مجادلة أهل الباطل إذا قامت عليهم حُجَّةُ اللهِ ولم يرجعوا ، بل أصرُّوا على العناد أن يدعوَهم إلى المباهلة ، وقد أمر اللهُ سبحانه بذلك رسولَه

Adalah Sunnah mendebat orang-orang yg di atas kebatilan, jika sudah ditegakkan hujjah-hujjah agama Allah kepada mereka tp mereka belum rujuk dari kesalahannya, bahkan jika mereka melakukan pembangkangan maka hendaknya lakukan mubahalah kepada mereka, hal itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan RasulNya.

​(Zaadul Ma’ad, 3/643)​

Mubahalah ini berlaku umum, tidak hanya saat mendebat orang kafir. Tetapi jika kepada orang Islam yang menyimpang dan jahat.

Para ulama di ​Al Lajnah Ad Daimah​ mengatakan:

ليست المباهلة خاصة بالرسول صلى الله عليه وسلم مع النصارى ، بل حكمها عام له ولأمته مع النصارى وغيرهم ؛ لأن الأصل في التشريع العموم ، وإن كان الذي وقع منها في زمنه صلى الله عليه وسلم في طلبه المباهلة من نصارى نجران فهذه جزئية تطبيقية لمعنى الآية لا تدل على حصر الحكم فيه

Mubahalah bukan Kekhususan bagi Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ bersama Nasrani saja, tapi juga berlaku umum bagi umatnya baik dengan Nasrani atau selainnya.

Sebab, hukum asal dari tasyri’ (pensyariatan) adalah berlaku umum, walau pun kejadian nyatanya di zaman Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ merupakan ajakan kepada Nasrani Bani Najran secara khusus, tapi penerapan hukum yg ada tidaklah dibatasi.

​(Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 4/203-204)​

Syarat-syarat mubahalah adalah:

1. Ikhlas karena Allah Ta’ala, bukan untuk mencari ketenaran, tapi membuktikan kebenaran.

2. Sudah disampaikannya hujjah kepada pihak yang menyelisihi kebenaran.

3. Pihak yang menyelisihi memang membangkang dan melawan

4. Hanya dalam masalah agama yang urgen, bukan masalah perselisihan fiqih yang memang para ulama sdh sejak lama tidak sama pendapatnya. Atau masalah bukan pada masalah-masalah sepele dan tidak penting, misal mubahalah hanya karena perbedaan lebih dulu mana ayam atau telurnya.

Demikian. Wallahu a’lam

Menjual Tanah Wakaf dan Memalsukan Kwitansi


Assalamualaikum wr wb, Ustadz…

1. Di sekitar tempat tinggal ada bangunan sekolah+perumahan guru yg sudah bertahun2 lamanya,info nya lahan yg dipakai adalah hasil waqaf,kemudian belakangan,oleh si pemilik,lahan2 yg ada perumahan gurunya dijual,yg tersisa hanya lahan yg ada bangunan sekolah dan halamannya,. Bagaimana hukumnya status jual beli perumahan tsb?

2. Bila si fulan diminta oleh perusahaan/instansi tempat bekerja untuk membeli barang,misal harga barang 1jt,kmudian diadakan tawar menawar sehingga harga menjadi 900rb,namun di kwitansi si fulan meminta agar harga tetap ditulis 1jt (100rb nya untuk fulan),bagaimana hukumnya? Manis🅰2⃣8⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala rasulillah wa ba’d:

1⃣ Jika benar itu adalah tanah waqaf, maka penjualan tersebut tidak lepas dari dua kemungkinan:

📌 Dijual untuk kepentingan pribadi, maka ini haram, bahkan termasuk dosa besar. Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang beriman, janganlah kalian memakan harta kalian yang ada di antara kalian, dengan cara yang bathil.” (QS. An Nisa: 29)

📌 Dijual untuk dipindahkan, lalu dibelikan tanah waqaf baru, agar tetap terpelihara amanah waqafnya. Ini tidak apa-apa.

2⃣ Kasus seperti itu tidak boleh. Sebab:

📌 “Walaa ta’aaanuu ‘alal itsmi wal ‘udwaan” – Jangan saling bantu dalam dosa dan kejahatan. (QS. Al Maidah: 2)

📌 Nabi Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda: “Man ghasysyanaa falaisa minnaa” – barang siapa yang menipu kami maka bukan golongan kami.” (HR. Muslim No. 101)

Wallahu a’lam.

Awal Kerusakan Sebuah Negara, Hilangnya Nahi Munkar​


Syaikh Muhammad Al Ghazaliy Rahimahullah:

قال الشيخ محمد الغزالي:
إنما فسدت الرعية بفساد الملوك، وفساد الملوك بفساد العلماء، فلولا القضاة السوء والعلماء السوء لقلّ فساد الملوك خوفاً من إنكارهم.

Sesungguhnya rusaknya rakyat disebabkan oleh rusaknya para penguasa, dan rusaknya penguasa disebabkan rusaknya para ulama. Seandainya tidak ada para hakim dan ulama yang buruk, niscaya hanya sedikit penguasa yang rusak, karena mereka (hakim dan ulama yg buruk) takut mengingkari para penguasa.

📚 Aqwaal Asy Syaikh Muhammad Al Ghazaliy no. 10

Zaman Ini Tidak ada Jihad, Yang ada Fitnah?!​


Jihad akan terus ada sampai hari kiamat.

Sebagaimana hadits:

وَلَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Dan senantiasa ada sekelompok dari kaum Muslimin yang berperang di atas kebenaran dan selalu menang atas orang yang memusuhinya sampai hari Kiamat.” ​(HR. Muslim no. 1037)​

Rasulullah ​Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam​ bersabda:

لَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا

“Tidak ada lagi hijrah setelah kemenangan (Makkah) akan ​tetapi yang tetap ada adalah jihad dan niat.​ Maka jika kalian diperintahkan berangkat berjihad, berangkatlah”. (HR. Bukhari no. 2825)

Maka, ini menjadi koreksi siapa pun yg mengaggap jihad sdh tidak ada, yg ada adalah fitnah. Analisa buruk tersebut berangkat dari su’uzh Zhan kpd para Mujahidin.

Apa yang terjadi di Palestina, membebaskan Al Aqsha dari penjajahan Yahudi adalah jihad. Apa yang terjadi di Afghanistan mengusir pendudukan Amerika Serikat di negeri muslim adalah jihad. Jika ada yg mengatakan ini bukan jihad, maka .. entah buat kepentingan siapa mereka berkata seperti itu?

Syaikh Abdul Aziz bin Baaz berkata tentang jihad di Palestina (saya kutip sebagian):

لقد ثبت لدينا بشهادة العدول الثقات أن الانتفاضة الفلسطينية والقائمين بها من خواص المسلمين هناك وأن جهادهم إسلامي؛ لأنهم مظلومون من اليهود؛ ولأن الواجب عليهم الدفاع عن دينهم وأنفسهم وأهليهم وأولادهم وإخراج عدوهم من أرضهم بكل ما استطاعوا من قوة.

​Telah datang berita kepada kami dari orang-orang yang adil, tentang intifadhah di Palestina dan orang-orang yang berjuang dari kalangan khususnya di sana, bahwa jihad mereka adalah JIHAD ISLAMI.​

​Karena mereka telah dianiaya Yahudi, maka wajib bagi mereka melakukan perlawanan untuk melindungi agama, jiwa, negeri, keluarga, dan anak-anak mereka, serta mengusir musuh dari negeri mereka dengan segenap kekuatan yang mereka mampu.​

Sementara Syaikh Abdullah Al Faqih mengatakan:

فإن الجهاد في فلسطين فرض عين على كل مسلم قادر من أهل البلد، فإن لم يتأد الواجب ‏‏- وهو دفع العدو وطرده بهم كما هو حاصل الآن- دخل في حكم الوجوب من يليهم من المسلمين عربا أو عجماً ، ‏وهكذا حتى يتم التخلص من العدو، أو يعم جميع الأمة في مشارق الأرض ومغاربها، أجمع ‏على هذا أهل العلم.

Jihad di Palestina adalah fardhu ‘ain bagi muslim yg mampu di penduduk tersebut.

Seandainya mereka belum bisa menjalankan -melawan dan mengusir musuh seperti saat ini– maka kewajiban ini bagi negeri muslim lain diluarnya baik Arab dan bukan Arab. Terus begitu sampai musuh bersih dari sana.

Atau jihad ini menjadi umum bagi semua umat, baik Timur dan Barat, dan para ulama telah Ijma’ atas hal ini.

​(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 8509)​

Maka, hindari komentar-komentar yang melemahkan jihadnya para Mujahidin, yg menyakiti perasaan mereka. Jika memang tidak bisa ikut berjihad, minimal jangan mengganggu mereka dgn tuduhan khawarij, pemberontak, dst, yg sangat menguntungkan pihak musuh dan penjajah. Kecuali jika memang mereka2 ini bekerja untuk kepentingan musuh.

Demikian. Wallahu a’lam

Toleransi dengan Umat Non Muslim..


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
1. Apakah boleh menghadiri kebaktian utk orang yg meninggal, pada saat akan dikuburkan..?
(org yg mninggalnya itu papahnya sendiri)

2. Sejauhmana toleransi yg dibolehkan dlm Islam, utk menghormati peribadatan non Islam, posisi kita sbg anak/mantu nya, yg tdk enak kalau tdk menghadiri..
Syukron.
🅰0⃣9⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

1⃣ 🍁Boleh ta’ziyah kepada non muslim yang wafat apalagi keluarga sendiri , dan itu merupakan pendapat mayoritas ulama.

Demikian ini keterangannya:

يجوز للمسلم أن يعزي غير المسلم في ميته وهذا قول جمهور أهل العلم وذكر العلماء عدة عبارات تقال في هذه التعزية منها :

– أخلف الله عليك ولا نقص عددك .

– أعطاك الله على مصيبتك أفضل ما أعطى أحداً من أهل دينك . المغني 2/46 .

– ألهمك الله الصبر وأصلح بالك ، ومنها : أكثر الله مالك وأطال حياتك أو عمرك 

– ومنها لا يصيبك إلا خير . أحكام أهل الذمة 1/161 .

Boleh bagi seorang muslim berta’ziyah kepada mayat non muslim. Ini adalah pendapat jumhur ulama. Para ulama menyebutkan beberapa ucapan yang bisa diucapkan ketika berta’ziyah kepada mereka. Di antaranya:

🔸 Semoga Allah menggantikan untukmu dan tidak mengurangi jumlahmu (maksudnya supaya tetap ada harta untuk membayar jizyah, pen)

🔹 Semoga Allah memberikan kepadamu hal yang lebih baik dibanding pemberian seorang dari pemeluk agamamu. (Al Mughni, 2/46)

🔸 Semoga Allah memberikanmu kesabaran dan memperbaiki keadaanmu, dan di antaranya juga: semoga Allah memperbanyak hartamu dan memanjangkan hidup dan usiamu.

🔹 Juga: semoga tidak ada yang menimpamu kecuali kebaikan. (Ahkam Ahludz Dzimmah, 1/161).

📚 Lihat Al Khulashah fi Ahkam Ahli Adz Dzimmah, 3/149

Tapi, kebolehannya memiliki beberapa patokan:

1⃣ Tidak ikut pada acara ritualnya, maka ambil posisi yang selamat ketika kebaktian dimulai, seperti di luar area acara.

2⃣ Tidak mendoakan ampunan bagi mereka

3⃣ Tidak merendahkan diri di sana seakan mereka adalah kelompok yang benar

Jika kita tidak mampu menjaga hal-hal ini, maka sebaiknya tidak berta’ziyah, demi menjaga keselamatan aqidah kita.
2⃣🍁 Kita diperintah untuk berbuat baik dan adil kepada mereka, non muslim, yang bukan harbi (memerangi kaum muslimin).

Allah Ta’ala berfirman:
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. (QS. Al Mumtahanah: 8)

Silahkan kita menyapa, memberikan makan, dan kebaikan lainnya. Ada pun zona aqidah, seperti peribadatan, kita dibatasi oleh “Lakum Diinukum wa liyaddiin” ..

Keperluan ortu non muslim yang sedang sakit, pengobatannya, diantarkan ke RS, mendoakan kesembuhan, adalah al birr, kebaikan yang dianjurkan kepada mereka juga.

Wallahu a’lam.

Yahudi Akan Hancur Di Tangan Islam​


Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُود

“Kiamat tidak terjadi hingga kaum muslimin memerangi Yahudi lalu kaum muslimin membunuh mereka hingga orang Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon, batu atau pohon berkata, ‘Hai Muslim, hai hamba Allah, ini orang Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia, ‘ kecuali pohon gharqad, sebab ia adalah pohon Yahudi’.”

(HR. Muslim no. 2922)

Imam Hasan Al Banna Rahimahullah berkata:

“Israel (Negara Yahudi) akan berdiri dan tetap akan berdiri sampai Islam yang akan menghancurkannya, sebagaimana dia telah dihancurkan sebelum ini (di Khaibar).”

(Muqaddimah Piagam HAMAS)

Allahu Akbar wa Lillahi Hamd ..!!

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Al Aqsha Memanggil​


FATWA ULAMA INTERNASIONAL TENTANG HARAMNYA MELEPASKAN PALESTINA
(Diterjemahkan dan diedit oleh Farid Nu’man dari kitab Fatawa ‘Ulama al Muslimin bi tahrimi at Tanazul ‘an Ayyi Juz’in min Falisthin, hlm. 16-19. Cet.1. 1410H Jumadits Tsaniyah/ 1990M Januari.
Penerbit Jam’iyyah al Ishlah al Ijtima’iy, Kuwait)

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Segala puji bagi Allah yang mengisra’kan hambanya pada suatu malam dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha, shalawat dan salam kepada Rasulullah yang diisra’kan menuju negeri penuh berkah bagi alam semesta, kiblat pertama umat Islam, negeri para Nabi, tempat diturunkan risalah, bumi jihad dan ribath (yakni berjaga dimalam hari ketika jihad, pent), hingga hari kiamat. Juga kepada keluarganya dan sahabatnya yang telah mempersembahkan darahnya yang suci untuk bumi thayyibah (bumi penuh kebaikan), hingga Islam tegak di sana, meninggikan panjiNya, dan mengusir darinya musuh-musuh yang mengotori kesuciannya dari syirik dan kekafiran. Juga kepada orang-orang yang mewarisi negeri ini, lalu menjaga pusaka kaum muslimin ini, dan membelanya dengan harta dan jiwanya.

Wa ba’du,

Sesungguhnya adalah tugas ulama Islam dan cendikiawannya untuk menjaga kaum muslimin dan membimbing mereka dari jalan yang sempit, perkara-perkara yang menyulitkan, dan membahayakan.

Kami yang bertanda tangan, menegaskan kepada kaum muslimin di saat kondisi sulit seperti sekarang ini, bahwa Yahudi adalah manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman, mereka merampas Palestina, merusak kehormatan kaum muslimin, menyiksa penduduknya, dan menodai kesuciannya. Selamanya, mereka tidak boleh dibiarkan sampai kemerdekaan bagi kaum muslimin, tidak dibenarkan eksistensi dan penguasaan mereka atas kaum muslimin, di mana pun.

Kami meyakini, dengan apa-apa yang telah Allah tegaskan kepada kami, yaitu berupa janji dan ikrar dalam Al Qur’an yang haq, bahwa jihad adalah satu-satunya jalan untuk membebaskan Palestina. Tidak boleh mengakui keberadaan Yahudi di tanah Palestina atau menyerahkan sejengkal tanahnya, atau mengakui hak mereka walau sedikit.

Sesungguhnya mengakui mereka adalah bentuk khianat terhadap Allah, rasulNya, dan amanah kaum muslimin yang seharusnya dijaga. Allah berfirman: “Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu khianati Allah, RasulNya, dan jangan khianati amanah yang ada padamu, padahal kamu mengetahuinya.” Adakah khianat yang lebih besar daripada menjual tanah suci kaum muslimin dan menyerahkan negeri-negeri muslim kepada musuh-musuh Allah, Rasul dan orang-orang beriman?

Kami meyakini, Palestina adalah bumi Islam selamanya. Pasukan Islam akan membebaskannya dari cengkeraman Yahudi, sebagaimana pernah dibebaskan Shalahuddin al Ayyubi dari cengkeraman kaum salibis, kalian akan mengetahui kebenaran berita ini.

Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, dan para sahabatnya.

📌 Yang bertanda tangan:

– Syaikh Yusuf al Qaradhawy (Mesir/Qatar)
– Syaikh Muhammad Al Ghazali (Mesir)
– Syaikh Umar Sulaiman al Asyqar (Palestina)
– Syaikh Khalid al Madzkur (Kuwait)
– Syaikh Shadiq Abdullah Abdul Majid (Sudan)
– Syaikh Wahbah az Zuhaili (Syiria)
– Syaikh Aghuz Khan Ashil (Turki)
– Syaikh Thayyis Abdullah al Jamily (Irak)
– Syaikh Muhammad Amin Siraj (Turki)
– Syaikh ‘Isham basyir (Sudan)
– Syaikh Muh Atha Sayyid Ahmad (Sudan)
– Syaikh Hafizh Salamah (Mesir)
– Syaikh Ibrahim Zaid al Kailany (Jordania)
-,Syaikh Abdussalam al Hiras (Maroko)
– Syaikh Muh Na’im Yasin (Palestina)
– Syaikh Abdullaits an Nadwy (India)
– Syaikh Muh Utsman Syabir (Palestina)
– Syaikh Nur Muhammad (India)
– Syaikh Hamam Said (Palestina)
– Syaikh Abdul Halim Washi Ahmad (India)
– Syaikh Musthafa Muh ‘Arjawy (Mesir)
– Syaikh Mufti Syamsuddin (India)
– Syaikh Qadir an Naury (Kuwait)
– Syaikh Abdul Haq al Falahy (India)
– Syaikh Ahmad bin Hamd al Khalily (Oman)
– Syaikh Faishal al Maulawy (Libanon)
– Syaikh Abdurrahman bin Bah (Guinia)
– Syaikh Muh Abdurrahman (Jazrul Qamar)
– Syaikh Abdullah ‘Azzam (Palestina)`
– Syaikh Thaha Jabir al Ulwany (Irak)
– Syaikh Abdus Satar Fat-hullah Said (Mesir)
– Syaikh Musthafa Masyhur (Mesir)
– Syaikh Muh Zakiyuddin Muh Qasim (Mesir)
– Syaikh Ahmad Muh al ‘Asal (Mesir)
– Syaikh Fat-hi Yakan (Libanon)
– Syaikh Najmuddin Erbakan (Turki)
– Syaikh Ali as Salus (Mesir)
– Syaikh Qadhi Husein Ahmad (Pakistan)
– Syaikh ‘Isa Zaky Syaqrah (Palestina)
– Syaikh al Amin Muh Utsman (Sudan)
– Syaikh Taufiq al Wa’ie (Mesir)
– Syaikh Mahmud ‘Ied (Mesir)
– Syaikh Nazih Hamad (Siria)
– Syaikh Wahiuddin Khan (India)
– Syaikh Jasim al Muhalhil (Kuwait)
– Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq (Mesir/Kuwait)
– Syaikh Ahmad al Qathan (Kuwait)
– Syaikh Muhammad Syarif (Kuwait)
– Syaikh Abdullah Ma’tuq (Kuwait)
– Syaikh Ahmad Hasan Farhat (Siria)
– Syaikh Abdullah Ibrahim (Malaysia)
– Syaikh Hasan Muh Salim
– Syaikh Muharram ‘Arifi (Libanon)
– Syaikh Abdurrabbi Rasul Sayyaf (Afghanistan)
– Syaikh Hekmatyar (Afghanistan)
– Syaikh Burhanuddin Rabbani (Afghanistan)
– Syaikh Ahmad Syah Mas’ud (Afghanistan)
– Syaikh Muh Ahmad ar Rasyid (Irak)
– Syaikh Mahfuzh Nahnah (Al Jazair)
– Syaikh Rasyid al Ghanusyi (Tunisia)

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Nikah Lewat Video Call??


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….
ada teman saya tanya bagaimana hukumnya nikah by video call ?

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Ini diperselisihkan ulama. Pihak yang menyatakan boleh, yg penting wanita yg dinikahi benar-benar ada, dan dia tampil dalam video itu. Bukan sekedar suara. Kalau suara saja, seperti dgn telp saja, itu tidak boleh, sebab itu Gharar dalam pernikahan. Ini pendapat Syaikh Abdullah bin Abdirrahman Al Jibrin Rahimahullah.

Sementara Pihak lain melarang, dan tidak sah seperti itu.

Seperti yg disampaikan Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah:

وبخصوص إجراء عقد النكاح عبر الأنترنت أو نحوه من الوسائل فقد سبق لنا أن أصدرنا فتاوى في عدم صحة إجراء عقد النكاح عبر وسائل الاتصال الحديثة كالإنترنت والهاتف، وبينا أن مجمع الفقه الإسلامي لم يجز إجراء عقد النكاح بها

Terkhusus melangsungkan akad nikah melalui internet dan ​sarana-sarana lain semisalnya​, telah kami jelaskan dalam fatwa sebelumnya tentang tidak sahnya hal itu, yaitu dengan sarana modern seperti internet dan telepon. Ini juga disebutkan oleh ​Majma’ Fiqih Islamiy​ (Lembaga Fiqih Islam), yg menyatakan tidak sahnya akad dengan sarana itu.

​(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 186165)​

Saya pribadi ikut pendapat yang pertama, selama memang wanita itu hadir dalam penayangan, itu sama dengan hadirnya dalam majelis, sebagaimana live streaming yg biasa terjadi baik dalam persidangan, wawancara, dsb, jadi bukan sekedar suara. Dia ada dan dia bersuara, dan menyatakan kesediaannya, ​dan juga adanya syarat lainnya dalam pernikahan secara wajar.​
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Apa Status Mertua Bila Telah Cerai?


Assalamu’alaykum ustadz, ada yang titip pertanyaan untuk ustadz Farid Nu’man…
Kalau suami/istri meninggal, apakah ayah/ibu mertua kembali menjadi non mahram? Syukron, jazakumullohu khayron katsiroo atas jawabannya.
😊Soalnya kan kalau kasus cerai berarti suami/istri bukan mahrom atau kembali mnjadi non mahrom lagi, begitu pun dgn ayah/ibu mertua, nah gimana dgn kasus kematian, apakah sama hukumnya? Syukron..

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’d:

Status mertua adalah TETAP mahram, walau seseorg sudah tidak lagi bersama anak mertuanya, baik karena wafat atau cerai. Sebab orang tersebut sudah menggaulinya, maka mertuanya telah menjadi mahramnya.
Allah Ta’ala berfirman:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; IBU-IBU ISTRIMU(mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) ISTRI-ISTRI ANAK KANDUNGMU(menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nisa: 23)

Kecuali, jika dia bercerai atau istrinya wafat, dalam keadaan belum pernah jima’, maka mertuanya boleh dinikahinya, alias bukan mahram.

Berikut ini, tertera dalam Tafsir Al Quran Al ‘Azhim-nya Imam Ibnu Katsir Rahimahullah:

وقال ابن جرير: حدثنا ابن بشار، حدثنا ابن أبي عدي وعبد الأعلى، عن سعيد عن قتادة، عن خِلاس بن عَمْرو، عن علي، رضي الله عنه، في رجل تزوج امرأة فطلقها قبل أن يدخل بها، أيتزوج أمها؟ قال: هي بمنزلة الربيبة.
وحدثنا ابن بشار حدثنا يحيى بن سعيد، عن قتادة، عن سعيد بن المسيب، عن زيد بن ثابت قال: إذا طلق الرجل امرأته قبل أن يدخل بها فلا بأس أن يتزوج أمها.

Berkata Ibnu Jarir: berkata kepada kami Ibnu Basyar, berkata kepada kami Ibnu Abi ‘Adi, berkata kepada kami Abdul A’la, dari Sa’id, dari Qatadah, dari Khilas bin ‘Amr dari ‘Ali Radhiallahu ‘Anhu, tentang seorang yang menikahi wanita lalu dia menceraikamnya tapi belum menggaulinya, apakah dia boleh menikahi ibunya? ‘Ali menjawab: “Ibu mertua (dalam hal ini) kedudukannya sama dengan anak tiri.”

Berkata kepada kami Ibnu Basyar, berkata kepada kami Yahya bin Sa’id, dari Qatadah, dari Sa’id bin Al Musayyib, dari Zaid bin Tsabit, katanya:
“Jika seseorang menceraikan istrinya dan dia belum menggaulinya, maka tidak apa-apa dia menikahi ibunya (ibu dari istrinya).”
(Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 2/250)
Demikian.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Pandangan Kibarul 'Ulama Tentang Sayyid Quthb (Bag. 2)​


📚 Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah, 1/3185, Fatwa 09 Jumadi Tsaniyah 1428

4⃣ Syaikh Abdullah bin Hasan Al Qu’ud Rahimahullah tentang kitab Ma’alim fith Thariq: “Kitab yang telah dibayar mahal penulisnya dengan mati fisabilillah.”

Tentang kitab Syaikh Sayyid Quthb, Ma’alim fith Thariq (Petunjuk Jalan), berkatalah Syaikh Abdullah bin Hasan Al Qu’ud –anggota Hai’ah Kibaril Ulama kerajaan Saudi Arabia- dalam kitabnya, Majmu’ Ar Rasail wa Maqalat, beliau menasihati Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali yang berkali-kali mencela Syaikh Sayyid Quthb:

نقل لي غير واحد قولك في اجتماع أخيار نحسبهم كذلك قولك في كتاب: “معالم في الطريق”: هذا كتاب ملعون.
سبحان الله!! كتاب أخذ صاحبه ثمنه قتلاً نحسبه في سبيل الله بدافع من الروس الشيوعيين لجمال كما يعرف ذلك المعاصرون للقضية، وقامت بتوزيع هذا الكتاب جهات عديدة في المملكة، وخلال سنوات عديدة، وأهل هذه الجهات أهل علم ودعوة إلى الله، وكثير منهم مشايخ لمشايخك، وما سمعنا حوله منهم ما يستوجب ما قلت، لكنك – والله أعلم- لم تمعن النظر فيه قبل أن تغضب، وخاصة الموضوعات: جيل قرآني فريد، الجهاد، لا إله إلا الله منهج حياة، جنسية المسلم عقيدته، استعلاء الإيمان، هذا هو الطريق.. وغيرها مما تلتقي معانيه في الجملة مع ما تدين الله به، فكيف بك إذا وقفت بين يدي الله وحاجك هذا الشخص الذي وصفته الإذاعة السعودية خلال سنوات متوالية بشهيد الإسلام

“Telah berkata kepadaku lebih dari satu orang tentang ucapanmu dalam sebuah perkumpulan baik-baik – saya berharap memang demikian-, ucapanmu bahwa kitab Ma’alim fith Thariq adalah kitab terlaknat. Subhanallah! Kitab yang telah dibayar mahal oleh penulisnya dengan mati di jalan Allah karena menentang penguasa komunis Mesir Jamal Abdun Nashir, sebagaimana diketahui oleh orang-orang pada masa itu. Padahal buku tersebut telah disebarkan oleh banyak pihak dikerajaan Saudi sejak bertahun-tahun lamanya, dan mereka adalah para ahli ilmu dan para da’i ilallah, dan banyak di antara mereka adalah syaikh dari syaikh-syaikhmu sendiri. Dan tidak satu pun di antara mereka mengatakan seperti yang engkau katakan. Tetapi engkau ini – wallahu a’lam- tidak mau memahami lebih mendalam apa yang engkau bicarakan sebelum marah, khususnya pada tema-tema kitab itu seperti: Jil Qur’ani farid (Generasi Qurani Yang Istimewa), Al Jihad, Laa Ilaha Illallah Manhajul Hayah (Laa Ilaaha Illallah sebagai Konsep Hidup), Jinsiyyatul Muslim wa ‘Aqidatuhu (Identitas seorang Muslim dan Aqidahnya), Isti’la Al Iman (Ketinggian Iman), Hadza Huwa Thariq (Inilah Jalan Itu) … dan tema lain, dimana secara global adalah bermakna nilai keberagamaanmu kepada Allah. Bagaimana denganmu nanti jika di hadapan Allah, jika orang ini mendebatmu? Padahal orang ini telah bertahun-tahun lamanya oleh media massa Saudi sebagai syahidul Islam?”

📚 sumber: KLIK DISINI

Atau: KLIK DISINI

Sepertinya www.islamgold.com sdh lama off, buka link satunya lagi .

5⃣ Syaikh Umar Sulaiman al Asyqar. Seorang ulama Quwait, dosen Fakultas Syariah di Universitas Quwait

Dia berkata, “Sayyid Quthb -rahimahullah mendalami Islam secara orisinil sehingga beliau mencapai masalah secara mendasar seperti manhaj salaf, pemisahan total antara manhaj Al Qur’an dan filsafat, memurnikan sumber ajaran Islam dari lainnva. membatasi standar hukum hanya dengan Al Qur’an dan As Sunnah dan bukan pada pribadi atau tokoh tertentu. Sayyid Quthb menerapkan cara istimbath langsung dari nash seperti

yang dilakukan salaf. Akan tetapi, sayangnya beliau tidak memiliki kesempatan mempelajari manhaj Islam. Oleh karena itu, terkadang ada beberapa titik rancu dalam tulisannya meskipun beliau sudah berupaya mengkaji secara serius untuk berlepas dari kerancuan. Pastinya, Sayyid Quthb tidak melakukan hal tersebut karena hawa nafsunya.” (Jasim al Muhalhil, Ikhwanul Muslimin, Deskripsi, Jawaban, Tuduhan, dan Harapan, hal. 124)

‼️‼️‼️‼️‼️

Siapa pun bisa berbuat salah, termasuk Syaikh Sayyid Quthb Rahimahullah dan tokoh lainnya, sebab yang ma’shum hanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Tapi, kesalahan itu tidak boleh membuat mulut kita tidak terkontrol, dengan menikam mereka dengan sebutan yang buruk dan sangat tidak pantas.

Wallahul Musta’an

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA