Dilarangnya Meninggalkan Suatu Keahlian​

Dalam sebuah hadits yang cukup panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menguraikan tentang:

1. Tidak boleh merasa jenuh berlatih memanah atau keahlian kesamaptaan lainnya:

Khalid ibn Zaid dia berkata, ” Uqbah datang kepadaku dan berkata, “Keluarlah bersama kami untuk latihan memanah?” aku pun merasa berat enggan memenuhi ajakannya pada hari itu,

كَانَ عُقْبَةُ يَأْتِينِي فَيَقُولُ اخْرُجْ بِنَا نَرْمِي فَأَبْطَأْتُ عَلَيْهِ ذَاتَ يَوْمٍ أَوْ تَثَاقَلْتُ

2. Keutamaan dalam memanah dapat mengantar ke syurga; mereka itu adalah  pembuatnya, peluncurnya, dan yang menyiapkan:

ia lalu berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah.

فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلَاثَةً الْجَنَّةَ

Yaitu, orang yang membuatnya dengan mengharap kebaikan, orang yang meluncurkannya, dan orang yang menyiapkannya.

صَانِعَهُ الْمُحْتَسِبَ فِيهِ الْخَيْرَ وَالرَّامِيَ بِهِ وَمُنْبِلَهُ

3. Mengombinasikan antara memanah dan berkuda, paling minimal menjaga keahlian memanah:

Karena itu, memanah dan menunggang kudalah kalian. Jika kalian benar-benar memanah, maka itu lebih saya sukai dari pada kalian latihan berkuda.

فَارْمُوا وَارْكَبُوا وَلَأَنْ تَرْمُوا أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ تَرْكَبُوا

4. Menyeimbangkan antara latihan dasar serta perhatian pada keluarga:

Dan tidaklah termasuk sia-sia pada tiga hal ini; sendau gurau seseorang bersama isterinya, latihan berkuda dan melepaskan anak panah dari busurnya.

وَلَيْسَ مِنْ اللَّهْوِ إِلَّا ثَلَاثٌ مُلَاعَبَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَتَأْدِيبُهُ فَرَسَهُ وَرَمْيُهُ بِقَوْسِهِ

5. Dilarangnya meninggalkan latihan yang sudah terprogram:

Dan barangisapa diajarkan Allah cara memanah kemudian ia meninggalkannya karena enggan dan berpaling darinya, maka sungguh itu adalah nikmat yang telah dikufurinya.”

وَمَنْ عَلَّمَهُ اللَّهُ الرَّمْيَ فَتَرَكَهُ رَغْبَةً عَنْهُ فَنِعْمَةً كَفَرَهَا

Format lengkapnya:

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ أَنَّ أَبَا سَلَّامٍ حَدَّثَهُ قَالَ حَدَّثَنِي خَالِدُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ
كَانَ عُقْبَةُ يَأْتِينِي فَيَقُولُ اخْرُجْ بِنَا نَرْمِي فَأَبْطَأْتُ عَلَيْهِ ذَاتَ يَوْمٍ أَوْ تَثَاقَلْتُ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلَاثَةً الْجَنَّةَ صَانِعَهُ الْمُحْتَسِبَ فِيهِ الْخَيْرَ وَالرَّامِيَ بِهِ وَمُنْبِلَهُ فَارْمُوا وَارْكَبُوا وَلَأَنْ تَرْمُوا أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ تَرْكَبُوا وَلَيْسَ مِنْ اللَّهْوِ إِلَّا ثَلَاثٌ مُلَاعَبَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَتَأْدِيبُهُ فَرَسَهُ وَرَمْيُهُ بِقَوْسِهِ وَمَنْ عَلَّمَهُ اللَّهُ الرَّمْيَ فَتَرَكَهُ رَغْبَةً عَنْهُ فَنِعْمَةً كَفَرَهَا

Telah meneritakan kepada kami Ishaq bin Isa dia berkata, Telah meneritakan kepada kami Yahya bin Hamzah dari Abdurrahman bin Yazid bahwa Abu Sallam menceritakan kepadanya, ia berkata; telah menceritakan kepadaku Khalid bin Zaid: (lihat di atas)

HR Ahmad no. 16683

Foto lukisan era Kekhilafahan Turki Utsmani menggambarkan Sultan Murad II sedang berlatih memanah sambil mengendarai kuda, Hünername (Book of Skills, İstanbul, 1548).

Agung Waspodo, menasihati dirinya agar tidak meninggalkan kebiasaan baik walau berat.
Depok, 9 Januari 2018

Penggalan Kisah Pemberontakan Arab atas Kekhilafahan Turki Utsmani (2)​


​Jalur Kereta-api Penghubung Madinah-Damaskus​

Peresmian jalur kereta-api di kota al-‘Ula (العلا) tahun 1909 sekitar 250 km barat-laut Madinah atau sekitar setengah jalan Madinah-Tabuk. Jalur ini memfasilitasi jama’ah hajji sekaligus jalur logistik antara provinsi Syam dan Hijaz pada masa kekhilafahan Turki Utsmani.

Jalur kereta-api ini dipandang strategis oleh Inggris dan sekutunya pada Perang Dunia Pertama. Mereka mengirimkan sejumlah perwira intelijen, termasuk TE Lawrence, untuk menghasut pemberontakan Syarif Hussein ibn Ali al-Hasyimi.
Diantara operasi rahasia Lawrence adalah memotong jalur kereta-api Hijaz ini.

Foto-foto sisa jalur kereta-api Hijaz :






Penggalan Kisah Pemberontakan Arab atas Kekhilafahan Turki Utsmani (1)​


​​Peralatan Perang Inggris Diperbantukan dalam Mendukung Pemberontakan Arab​​

Kapal Induk Pesawat Amfibi pada Perang Dunia Pertama, karya Mark Lardas, Osprey Publishing, 2016.

Pada halaman 23-25 kapal angkatan laut Inggris, HMS Ben-My-Chree termasuk yang dikerahkan Inggris untuk mendukung Pemberontakan Arab atas Kekhilafahan Turki Utsmani. Tugasnya melakukan penyerbuan di pesisir Suriah serta beroperasi juga di Laut Merah.

Mereka mengganggu jalur logistik di belakang garis pertahanan Turki Utsmani, membom pelabuhan, merusak jembatan dan jalur kereta-api Hijaz, serta menghancurkan stasiun sinyal dan telegraf.

Alhamdulillah, pada tanggal 9 Januari 1917 kapal Ben-My-Chree secara serampangan dikerahkan terlalu dekat dengan garis pantai Anatolia. Ketika sudah masuk jarak tembak, maka artileri pantai Turki Utsmani menghujaninya hingga tenggelam. Kapal HMS Ben-My-Chree waktu itu sedang berfungsi sebagai kapal angkut logistik untuk membantu pendaratan pasukan Perancis menyerbu wilayah Turki Utsmani dari Kastellorizo.

Sebuah sejarah kelam bagi angkatan laut Inggris, dimana satu-satunya kapal angkut pesawat amfibi yang pernah ditenggelamkan lawan dalam Perang Dunia Pertama.

Agung Waspodo, merasa masih banyak sekali yang belum diketahui dan dibaca dari sejarah Kekhilafahan Turki Utsmani.

Depok, 17 Desember 2017

Terbentuknya Turki Muda, Awal Mula Kejatuhan Kekhilafahan Turki Utsmani


Pada masa pemerintahan Sultan Abdülaziz (1861-76), beliau sangat mendukung program pendidikan militer dan tidak menyukai oposisi politik serta pergerakan intelektual pada masa tersebut. Menurut sejarawan militer Turki terkemuka Mesut Uyar dan Edward J. Erickson, tanpa disadari khalifah, kebijakannya memunculkan nemesis yang berujung tumbangnya kekhilafahan (hal. 182).

Sebagian tokoh yang tidak disukai Sultan Abdülaziz dibuang ke luar negeri atau melarikan diri. Mereka berkumpul di kota-kota Eropa, khususnya Paris. Mereka ini membentuk persatuan Yeni Osmanlılar (Turki Utsmani Baru), namun lebih populer dengan istilah:

Jeune Turcs atau Young Turks alias Turki Muda

Kelompok ini berbeda dari organisasi serupa pada abad sebelumnya, utamanya karena mereka mendukung terbentuknya parlemen untuk membatasi kekuasaan sultan. Semacam reformasi serta pembentukan Constitutional Governance.

Walau mereka sendiri tidak memiliki kekuatan, namun idenya diserap oleh golongan perwira militer Mektebli melalui konsep Osmanlılık atau Turki-Utsmanisme. Konsep Osmanlılık ini menuntut loyalitas dengan imbalan kebebasan politik serta kesetaraan ekonomi. Hal ini dianggap wajar mengingat besarnya tuntutan seoaratisme dan revolusionis komunitas Nasrani di wilayah kekhilafahan Turki Utsmani.

Secara naif Turki Muda serta golongan perwira Mektebli percaya bahwa proklamasi berdasarkan konstitusi ini akan menghentikan seluruh gerakan nasionalisme begitu saja. Bahkan secara lugu mereka percaya bahwa agama dan dan etnisitas dapat diakomodasi melalui keterwakilan pada parlemen.

Ketika gerakan Turki Muda ini mulai terasa, bahkan Sultan Abdülaziz mulai menaruh curiga kepada seluruh perwira tinggi militernya. Pemecatan yang dilakukan beliau semakin menguatkan golongan ini sehingga terbentuklah upaya menggulingkan kekuasaan. Terkumpul dalam golongan dari berbagai kepentingan diwakili oleh Hüseyin Avni Paşa dari Mektebli, Mehmed Rüştü Paşa sang Sadrazam sendiri, Mithat Paşa tokoh politik penggagas reformasi, bahkan juga Süleyman Hüsnü Paşa sang penilik akademi militer juga.

Pada tanggal 30 Mei 1876 Sultan Abdülaziz diturunkan secara paksa.

Agung Waspodo, menarik nafas panjang melihat banyaknya kesamaan dalam perkembangan politik di berbagai negeri Kaum Muslimin sekarang ini.

The Military History of the Ottomans, Uyar & Erickson, 2009.

Foto kongres pertama Turki Muda di Paris pada tahun 1868.

Nasihat 'Umar ibn al Khattab radhiyallahu'anhu pasca Pembebasan Al Quds​


BismilLaahir Rahmanir Rahiim.

Menarik bahwasanya pidato ‘Umar ibn al-Khattab radhiyallahu’anhu setelah dibebaskannya al-Quds justru menasihati sisi ruhi/spiritual para komandan dan pasukannya:

🇵🇸 ​​Perbaiki ‘amalan yang tersembunyi, maka ‘amalan yang nampak pun ikut terangkat,​​

🇵🇸 ​​Ber’amal untuk akhirat, maka akan terpenuhi urusan dunia,​​

🇵🇸 ​​Barangsiapa yang ingin wajahnya ada di dalam surga hendaklah ia bersama jama’ah, karena syaithan selalu bersama orang yang menyendiri (lebih jauh dari orang yang berdua atau lebih),​​

🇵🇸 ​​Janganlah salah seorang diantara kalian berkhalwat dengan perempuan (yang bukan mahrom) karena syaithan menjadi yang ketiga.​​

Mungkin inilah nasihat terbaik untuk para mujahid fi sabililLaah.

Agung Waspodo

Persiapan menjelang khutbah Jum’at di Masjid as-Salam, Grha XL, Mega Kuningan dg topik ​Bagaimana al-Quds dan Palestina diduduki Inggris serta Peran Pemberontakan Arab!​

La Mezquita -Masjid-Katedral Kordova Jangan Menangis Jika Belum Berjuang​


Setelah jatuhnya Kordova (قرطبة), kini tinggal Granada (غرناطة) sebagai bastion terakhir Kaum Muslimin di Andalusia.

Emir Muhammad XII Abu Abdillah (Boabdil) pernah dicecar ibunya sendiri. Adalah Fatıma seorang perempuan tabah yang terpaksa ikut anaknya, sang emir terakhir, mundur meninggalkan Granada. Di sebuah celah pegunungan, sang ibu melihat basahnya janggut sang anak oleh air mata, beliau berujar:

​​”Engkau menangis seperti perempuan, karena engkau tidak berperang seperti laki-laki”​​

Tempat itu dikenal oleh orang Spanyol sebagai Puerto del Suspiro del Moro, Celah Tertahannya Nafas Bangsa Moro. Tanggal 2 Januari 1492 waktu itu, sekarang tiap 2 Januari sebagian Kaum Muslimin biasanya masih lelah habis merayakan “tahun baru” yang entah apa maknanya!

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Berlombalah (bahkan) dalam Doa, dalam Kebaikan doa Orang-orang Shalihin​


Jangan pernah lelah berdoa dan meminta didoakan, jangan sampai seperti orang yang datang setelah ‘Ukasyah ibn Mihshan (ra) meminta doa kepada Nabi, mendapat jawaban dari Nabi Muhammad ShalalLaahu’ alayhi wa Sallam sebagai berikut:

سبقك بها عكاشة وبردت الدعوة

‘Ukasyah telah mendahuluimu, telah dingin (ditetapkan) doanya

Shollu alan-Nabi

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Tawadhu Kelas 'Umar, Sifat Mulia yang Kini Mungkin sudah Punah​


Suatu hari Abdullah ibn ‘Umar (ra) mendatangi ayahnya Amirul Mu’minin ‘Umar ibn a-Khaththab (ra), yang sedang menyusun daftar nama dan suku dalam diwan, menyampaikan:

“Engkau memberi aku 3000 dirham sedangkan kepada Usamah ibn Zayd (ra) sebanyak 4000 dirham, padahal aku telah nampak (banyak berperan) sedangkan Usamah belum nampak (sedikit perannya)”

Apa jawaban Amirul Mu’minin yang juga ayahnya: “Aku lebihkan dia karena Usamah lebih dicintai Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam daripada engkau, dan ayahnya (Zayd ibn Haritsah ra) lebih dicintai Rasulullah Shallallahu’ alayhi wa Sallam daripada bapakmu (‘Umar ra sendiri)”

Begitu tawadhunya beliau padahal lima ayat al-Qur’an diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk membenarkan ‘Umar ibn al-Khaththab (ra) ketika beliau masih hidup.

​​Kesombongan kita perlu sering dikikis dan tawadhu kita perlu kerap diangkat..​​

📚 Kelima ayat tersebut adalah:

🔹1. Tentang maqam Ibrahim, Al-Baqarah: 125
🔸2. Ayat hijab, al-Ahzab: 59
🔹3. Isteri-isteri Nabi yang saling iri, at-Tahrim: 5
🔸4. Larangan menyalati orang munafiqin, at-Taubah: 84
🔹5. Tawanan perang Badr, al-Anfal: 67

​Agung Waspodo​, berusaha menukil dengan segenap kebodohannya dari al-Ahkam as-Sulthaniyyah karya Abil-Hasan Ali ibn Muhammad ibn Habib al-Basri al-Mawardi (374-450 Hijriyah), halaman 30

Depok yang cerah, 23 November 2017

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Ketika Seorang Kemal Mencoba Memutus Sejarah Seorang Durjana Berada Diatas Hukum​


📅 Revolusi Penggantian Huruf – 1 November 1928
🎩 1 Kasım 1928 – Harf İnkılâbı

Poster yang menggambarkan perubahan huruf resmi dari hijaiyyah (Arab-Turki) menjadi huruf latin (Latin-Turki).

Setelah kekhilafahan Turki Utsmani ditumbangkan oleh Mustafa Kemal pada tahun 1924, maka menyusul setelah itu penghapusan atas huruf Osmanlı. Tujuan jangka panjangnya adalah menjauhkan masyarakat dari sejarah kekhilafahan yang sudah berlangsung lebih dari 600 tahun; memutus mata rantai keterhubungan dengan al-Qur’an dan Islam.

Teşekkür ederim

Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

Mengusik Lawan,(apakah) Siap Perang?​


​Pertempuran Katia (Qatia/Qatiyah)​
🌐 Sinai, Sebelah Timur Terusan Suez
📆 23 April 1916, Perang Dunia Pertama

Pertempuran ini terjadi antara kekuatan Turki Utsmani dengan pasukan Inggris dan sekutunya di sebelah utara stasiun kereta-api el-Ferdan. Kekuatan militer Turki Utsmani dipimpin oleh Jenderal Friedrich Freiherr Kress von Kressenstein yang berkebangsaan Jerman. Serangan mendadak ini menyergap sebagian dari Brigade Berkuda ke-5 Inggris yang berkekuatan tiga setengah skuadron. Kebetulan, brigade ini tersebar kedudukannya sehingga tidak solid dalam bertahan.

Brigade ke-5 ini sejatinya ditugaskan untuk melindungi proyek pembuatan jalur kereta-api dari Kantara (Qantara) di Terusan Suez menuju perbatasan Palestina. Karena jalur pembangunan jalan kereta-api ini berada di luar lingkup zona pertahanan Terusan Suez maka diperlukan kekuatan yang bermobilitas tinggi. Target capaian pertama adalah kota Romani sebelum Inggris dan sekutunya dapat mengerahkan balatentaranya menyerbu pertahanan kekhilafahan di Palestina.

Sebenarnya, pasukan Kress von Kressenstein sudah lama aktif di wilayah tersebut sejak serangan Turki Utsmani terhadap Terusan Suez pertama kali tahun 1915. Serangan yang dikerahkan dalam 3 kolom tempur itu pernah berhasil melintasi Gurun Sinai. Namun, efek dari serangan atas Terusan Suez tidak terwujud; bangsa Mesir tidak bangkit melawan penjajahan.

Sejak serangan tahun 1915 itu Inggris dan sekutunya memperkuat pertahanan Terusan Suez dengan sumberdaya mereka. Serangan 23 April 1916 ini seolah ingin mengingatkan kembali bahwa kekhilafahan Turki Utsmani masih ada.

Serangan Kress von Kressenstein kali ini berhasil melumatkan kurang lebih satu resimen dari Brigade ke-5 Inggris. Walaupun, serangan serentak serupa di Duidar tidak berhasil karena terlalu dekat dengan Zona Pertahanan Kanal yang sudah diperkuat.

Reaksi Inggris atas kekalahan kecil ini adalah melipatgandakan kekuatan dengan mengirimkan Brigade Kuda Ringan ke-2 serta Brigade Senapan Berkuda Selandia Baru. Keduanya dikirim untuk memperkuat Katia dan Romani. Disusul kemudian oleh Brigade Kuda Ringan Australia serta Divisi Infanteri Lowland ke-52. Pada awal bulan Agustus 1916 kembali terjadi bentrok senjata di Romani. Tetapi itu kisah lainnya.

Agung Waspodo, kembali ke narasi Perang Dunia Pertama.

Lapangan Banteng, 16 November 2017