Fiqih IbadahUstadz Menjawab

Bacaan Ruku’ dan Sujud

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة

Ustadz…
Izin bertanya.
Untuk bacaan saat ruku’:
Subhana robbiyal ‘adhiimi wa bihamdih

Dan bacaan sujud :
Subhana robbiyal a’laa wa bihamdih

Adakah dalil yang menunjukkan tentang bacaan ini?
Mohon penjelasannya Ustadz.

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃


Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاتة

Bacaan Ruku

Bacaan tasbih saat ruku’ ada beberapa versi. Di antaranya:

1. Subhana rabbiyal ‘azhim

Huzaifah bin al Yaman Radhiyallahu’ Anhu berkata:

ثُمَّ رَكَعَ فَجَعَلَ يَقُولُ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Kemudian Beliau ruku’, lalu membaca: “SUBHANA RABBIYAL ‘AZHIM”

(HR. Muslim no. 772)

Dalam hadits Abu Daud (no. 874), Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengulangnya sampai dua kali saja. Dalam hadits An Nasa’i (no. 1133) diulang sampai tiga kali.

Seandainya sekali, itu sudah sah dan tidak mengapa.

Imam At Tirmidzi Rahimahullah mengatakan:

وَرُوِيَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ أَنَّهُ قَالَ أَسْتَحِبُّ لِلْإِمَامِ أَنْ يُسَبِّحَ خَمْسَ تَسْبِيحَاتٍ لِكَيْ يُدْرِكَ مَنْ خَلْفَهُ ثَلَاثَ تَسْبِيحَاتٍ وَهَكَذَا قَالَ إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ

Diriwayatkan dari Abdullah bin al Mubarak bahwa dia berkata: “Saya menyukai jika imam bertasbih sebanyak lima kali, agar makmumnya bisa sempat membaca tiga kali.” Demikian ini juga dikatakan Ishaq bin Ibrahim. (Sunan At Tirmidzi, Hal. 59)

2. Subhana Rabbiyal ‘azhimi wa bihamdih

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiyallahu’ Anhu:

إِذَا رَكَعَ قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ ثَلَاثًا وَإِذَا سَجَدَ قَالَ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ ثَلَاثًا

Jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ruku’, Beliau membaca: Subhana Rabbiyal ‘azhimi wa bihamdih (3X), dan jika Beliau sujud membaca: Subhana Rabbiyal a’ la wa bihamdih (3X).

(HR. Abu Daud no. 870)

Hanya saja riwayat ini diperselisihkan keshahihannya. Sebagian mengatakan dhaif, sebagian lain mengatakan tidak masalah karena banyaknya jalur yang menyebut hadits ini.

Imam Abu Daud mengatakan:

وَهَذِهِ الزِّيَادَةُ نَخَافُ أَنْ لَا تَكُونَ مَحْفُوظَةً

Tambahan ini (yaitu wa bihamdih) kami khawatir tidak terjaga. (Sunan Abi Daud, Hal. 109)

Imam Ibnu Hajar Rahimahullah mengatakan – seperti dikutip oleh Imam Asy Syaukani:

إِسْنَادُهُ ضَعِيْفٌ وَقَدْ أَنْكَرَ هَذِهِ الزِّيَادَةَ ابْنُ الصَّلاَحِ وَغَيْرُهُ وَلَكِنْ هَذِهِ الطُّرُقُ تَتَعَاضَدُ فَيَرُدُّ بِهَا هَذَا اْلإِنْكَارُ وسئل أحمد عنها فقال: أما أنا فلا أقول وبحمده. إنتهى

Sanadnya dhaif. Ibnush Shalah dan lainnya mengingkari tambahan ini. Tetapi berbagai jalur ini menolak pengingkaran itu. Sementara Imam Ahmad ditanya tentang tambahan itu, dia menjawab: “Saya tidak membacanya.” (Nailul Authar, 1/844-845)

Syaikh al Albani menshahihkan dalam Shifatus Shalah, Hal. 146, tapi mendhaifkannya dalam Dhaif Sunan Abi Daud 2/388-340.

3. Subhanakallahumma Rabbana wa Bihamdika Allahummaghfirli

Aisyah Radhiallahu ‘Anha bercerita bahwa bacaan yang paling banyak dibaca Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sat ruku’ dan sujudnya adalah:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Subhanakallahumma Rabbana wa Bihamdika Allahummaghfirli. (Mahasuci Engkau ya Allah, Rabb kami, dan dengan memujiMu, ya Allah, ampunilah aku)

(HR. Bukhari no. 761, dan Muslim no. 484)

Bacaan Sujud

Ada beberapa versi dzikir dan doa sujud yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam contohkan, kita boleh memilihnya atau memakai semuanya.

Pertama

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Subhana Rabbiyal A’la (3x).

(HR. An Nasa’i no. 1133, shahih)

Kedua.

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ ثَلاثًا

Subhana Rabbiyal a’la wabihamdih (baca saat sujud 3x)

(HR. Abu Daud no. 870. Shahih. Lihat Shifah Ash Shalah, Hal. 133)

Ketiga

سبوح قدوس رب الملائكة والروح

Subbuuhun quddus rabbul malaaikati war ruuh (baca saat ruku dan sujud)

(HR. Muslim no. 487)

Keempat

سبحانك اللهم ربنا وبحمدك اللهم اغفر لي

Subhanaka Allahumma rabbana wa bihamdika Allahummaghfir liy (baca saat ruku’ dan sujud)

(HR. Muttafaq ‘Alaih)

Kelima

اللهم اغفر لي ذنبي كله. دقه وجله. وأوله وآخره. وعلانيته وسره

Allahummaghfirli Dzanbi Kullahu Diqqahu Wajullahu Wa Awwalahu Wa Akhirahu Wa ‘Alaniyatahu Wa Sirrahu

“Ya Allah ampunilah dosa-dosaku semua, baik yang halus atau yang jelas, yang awal dan yang akhir, dan yang nampak dan tersembunyi. (HR. Muslim no. 483)

Tentang doa-doa di atas, Imam An Nawawiy menjelaskan:

ولكن الأفضل أن يجمعَ بين هذه الأذكار كلها إن تمكن من ذلك بحيث لا يشقّ على غيره ، ويقدّم التسبيح منها ، فإن أراد الاقتصارَ فيستحبُّ التسبيح . وأدنى الكمال منه ثلاث تسبيحات ، ولو اقتصر على مرّة كان فاعلاً لأصل التسبيح . ويُستحبّ إذا اقتصر على البعض أن يفعل في بعض الأوقات بعضها ، وفي وقت آخر بعضاً آخر ، وهكذا يفعل في الأوقات حتى يكون فاعلاً لجميعها ” انتهى

Tetapi yang lebih utama adalah menggabungkan semua itu kalau memungkinkan, dan tidak membuat berat orang lain (makmum). Bacaan tasbih hendaknya didahulukan. Kalau hendak baca yang pendek maka disunnahkan yang tasbih. Kesempurnaan yang minimal adalah dia baca 3 kali tasbih itu.

Juga disukai jika dia membaca yang pendek adalah satu jenis, maka di waktu lain jenis yang lain. Begitulah yang dia lalukan diberbagai kesempatan, sehingga semuanya pernah dibaca.

(Al Adzkar, Hal. 86)

Demikian.
Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS :

IG : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D

FB: http://fb.com/majelismanis

TikTok https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

Related Posts

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *