Bolehkah Guru Ngaji Meminta Biaya Bulanan pada Muridnya?

0
17

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, ada sebuah hadist yang berbunyi,

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ، لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا؛ لَمْ يَجِدْ عَرْفَ اْلجَنَّةِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ

“Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlash, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya aroma Surga pada hari Kiamat.” (Shahih : HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim, Ibnu Hibban, Ibnu ‘Abdil Barr)

Yang ingin saya tanyakan, bagaimana kalau sekiranya guru ngaji menetapkan infaq/SPP bulanan kepada murid, untuk kebutuhan sehari-hari, operasional, dauroh, belajar lagi dll. Karena sebagai guru pun, harus meng-upgrade kapasitas keilmuannya. Apakah termasuk kedalam pengertian hadits tersebut?

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Fee (ujrah) dalam mengajar agama, Al-Qur’an dan semisalnya, tidak apa-apa menurut mayoritas ulama. Begitu pula penetapan biaya pendidikan yang Ada pada pesantren, kampus Islam, TPQ/TPA.

Itu tidak serta merta disebut “tidak ikhlas”, sebab ujrah (fee) adalah HAK, ada pun keikhlasan si tenaga pengajarnya adalah hal lain, urusan dia dengan Allah Ta’ala, dan semestinya dia senantiasa menjaga keikhlasannya dengan menjadikan ridha Allah Ta’ala adalah tujuan tertinggi.

Dari Abu Sa’id Al Khudriy Radhiallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ أَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللَّهِ

“Sesungguhnya yang paling berhak kalian ambil upahnya adalah dari (mengajar) Kitabullah.” (Hr. Muttafaq ‘Alaih)

Imam An Nawawi Rahimahullah berkata:

هذا تصريح بجواز أخذ الأجرة على الرقية ، بالفاتحة ، والذِّكر , وأنها حلال لا كراهة فيها , وكذا الأجرة على تعليم القرآن , وهذا مذهب الشافعي ، ومالك ، وأحمد ، وإسحاق ، وأبي ثور ، وآخرين من السلف , ومَن بعدهم

“Ini merupakan penjelasan atas kebolehan mengambil upah dari meruqyah dengan Al Fatihah, dzikir, hal itu halal tidak makruh, begitu pula mengambil upah dari mengajarkan Al Quran, inilah madzhab Syafi’iy, Malik, Ahmad, Ishaq,  Abu Tsaur, dan kalangan salaf lainnya setelah mereka.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 14/188)

Demikian. Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here