Masa Iddah

Assalamualaikum ustadz dan ustadzah.
Mau nanyak ni, bagaimana cara kita menjalankan masa iddah setelah suami kita meninggal dunia. Apakah kita tidak boleh keluar dari rumah walaupun itu ke rumah tetangga sebelah?
Terima kasih

JAWABAN
————

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Iddah (Arab: عدة; “waktu menunggu”) di dalam agama Islam adalah sebuah masa di mana seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, baik diceraikan karena suaminya mati atau karena dicerai ketika suaminya hidup, untuk menunggu dan menahan diri dari menikahi laki-laki lain.

Bagaimana menjalani masa iddah?

Seperti biasa ia boleh melakuksn apa saja kecuali  beberapa hal yang dilarang

Lalu, apa saja larangan bagi wanita yang sedang dalam masa iddah?

1. Larangan  khitbah (melamar) dan menikah pada wanita cerai hidup.

Dalilnya:
”Dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis iddahnya.” (QS Al-Baqarah [2] : 235).

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa para ulama telah sepakat bahwa akad nikah tidak sah jika dilakukan dalam masa iddah. (Tafsir Ibnu Katsir, I/509).

2. Larangan khitbah secara terang-terangan (tashrih )namun boleh dengan sindiran (ta’ridh) untuk wanita yang cerai mati.

Hal ini tertuang dalam:
“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu [yang ditinggal mati suaminya dalam masa iddahnya] dengan sindiran.” (QS Al-Baqarah [2] : 235)

3. Dilarang keluar rumah saat waktu iddah belum habis.

Sahabat Ummi yang baik, jika ada ayat larangan bagi wanita disaat iddah ini bukan tanpa sebab, hal ini karena untuk melindungi wanita yang tengah rapuh dari gangguan fitnah juga musibah atau sesuatu yang memberatkan ketika keluar rumah tanpa ada suami yang disampingnya.

Ayat ini sangat jelas tertuang dalam firman Allah SWT:
 “Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat iddahnya dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang…”(QS. At-Talak: 1)

Mengenai hal ini ulama sudah sepakat untuk tidak diperkenankan wanita keluar rumah, pada masa iddah. Namun ulama Malikiyah dan Hanabillah berpendapat lain mereka boleh keluar rumah ketika benar-benar dalam keadaan darurat, uzur atau kepentingan, misalnya saat gempa bumi, musibah, ada rampok dan lain sebagainya.

Dua aliran ulama ini juga mengatakan jika wanita pada siang hari tak boleh keluar rumah, boleh pada malam hari saat ada darurat. Menurut penulis, darurat ini termasuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jika tidak ada yang menafkahi mereka (wanita dan anak-anak), atau panggilan tugas (sebagai guru, sebagai pegawai atau dokter, perawat dan lain sebagainya).

Namun hal ini sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu tentang biaya kehidupan mereka saat  iddah, karena wanita tidak boleh keluar rumah, juga minta pengertian pada tempat kerja jika dalam Islam, masa iddah adalah penting untuk dipatuhi.

4. Larangan bagi wanita dalam masa iddah untuk menggunakan wangi-wangian atau sesuatu yang berbau wangi dan segala jenisnya, baik di badan.

Dalilnya sabda Nabi SAW,”Janganlah perempuan itu menyentuh wangi-wangian.” (wa laa tamassu thiiban). (HR Bukhari no 5342, Muslim no 938).

Tidak boleh berhias di badan misalnya mewarnai rambut atau anggota tubuh dengan inai (khidhab), menggunakan celak dan lain sebagainya. Kecuali semua perawatan itu memang diperlukan untuk pengobatan.

Dalilnya hadis Ummu Athiyah RA,”Kami tidak menggunakan celak, tidak menggunakan wewangian, tidak menggunakan baju yang dicelup…” (HR Bukhari no 5341; Muslim no 938).

Berhias dengan baju, maksudnya memakai baju yang bagus-bagus dan berwarna-warni dengan niatan berhias, hal ini dikatakan oleh Imam Syafi’I dan madzabnya (menurut Imam Syaukani, nailul Authar, halaman 1378).

5. Tidak boleh menggunakan perhiasan dan sejenisnya seperti kalung gelang juga cincin.

Dalilnya hadis Ummu Salamah RA bahwa wanita yang berkabung dilarang menggunakan perhiasan (al hulli) (HR Ahmad, 6/302; Abu Dawud no 2304, Nasa`i, 6/203).

Semoga hal ini bisa membantu para wanita dalam masa iddah untuk melewatinya dengan baik, dikuatkan dan tabahkan hatinya, dan semoga Allah memberikan kehidupan yang lebih baik setelahnya.

Wallahu a’lam.

Oleh: Nurdiana

Belajarlah dari Kegagalan

_Dengan keburukanlah kita akan tahu tentang kebaikan._
_Dengan kesesatanlah kita melihat nilai kebenaran._
_Dengan sakitlah kita bisa mengerti tentang kesehatan._

_Dengan ujian kita akan bisa merasakan kenikmatan._
_Dengan keruntuhanlah kita bisa membangun sebuah kejayaan._

_Dengan kegagalan kita bisa belajar meraih kesuksesan._

_Dan lembahlah yang menjadikan gunung nampak tinggi menjulang_

Banyak orang mundur teratur bila harus bertemu dengan kegagalan.

Mungkin akan berteriak, “Apa sebenarnya potensiku? Melakukan ini gagal, melakukan itu gagal.”

Kalimat ini mungkin akan terlontar dari siapa pun yang nyaris putus asa dalam menjalani hidupnya.
Setelah energi mereka telah habis. Seolah mereka tak percaya dengan jalan hidup yang telah ditakdirkan.

Kadang mereka enggan untuk mengembalikan semua urusan kepada yang memiliki kehidupan.

*Janganlah berputus asa!*

_Selama nafas masih ada kesempatan masih bisa diraih. Selama darah masih mengalir dalam raga kita dan tubuh ini masih mampu untuk bergerak, kesuksesan masih bisa kita dapatkan._

Memang, terkadang untuk mengerti dan memahami diri kita butuh waktu.
Apa sebenarnya potensiku? Apa pekerjaan yang bisa mengantarkan pada keberhasilanku?

Bila tak bertemu kegagalan tak tak kan pernah tahu jalan-jalan menuju kesuksesan.

      ☆☆☆☆☆

Kisah ini bagi kita tak asing.

Seorang anak yatim piatu yang sekolah di sebuah madrasah. Dia sebenarnya anak yang rajin tapi sering tertinggal pelajaran dengan teman-temannya.

Dia merasa malu dan minder dengan teman-temannya. Rasa putus asa menyelimuti dirinya.

Kemudian dia meminta ijin dengan gurunya untuk keluar dari madrasah tersebut.
Dalam perjalanannya meninggalkan madrasahnya, hujan tak kunjung reda. Dia mencari tempat berteduh.

Ditemukanlah sebuah gua yang cukup lapang untuk tempat istirahat sambil menunggu hujan reda.

Ketika di dalam gua pandangannya tertuju pada tetesan air hujan pada sebngkah batu. Tetesan demi tetesan itu ternyata mampu membuat batu itu berlubang.

Kemudian dia merenung. Batu yang keras saja bisa berlubang apalagi otak manusia. Setelah perenungannya dan semangat belajarnya pulih kembali dia akhirnya kembali ke madrasah itu.

Sekembalinya ke madrasah itu dia bersemangat belajar meski sering tertinggal. Namun semangat pantang menyerah dan tak putus asa menjadikan dia seorang anak yang cerdas.
Bahkan karya-karyanya yang cukup monumental bisa kita jadikan bacaan untuk menambah wawasan kita.

Inilah *Ibnu Hajar Asqalany.* Yang kisahnya memotivasi kita bahwa dalam setiap diri pasti memiliki potensi.

Jangan merasa lelah dan pantang menyerah.

Begitu pula laki-laki penemu hukum kekekalan energi ini memiliki kisah yang cukup unik.
Siapa yang tak kenal *Einstein*. Pastilah kita semua mengenalnya.

Dia enggan sekolah sejak kecil. Baginya bangku sekolah itu membosankan. Banyak hal yang akan mengganggu kesukaannya seperti banyak membaca dan bermain biola. Aturan yang sangat kaku di sekolah membuatnya selah bangku sekolah itu seperti penjara yang mengusik kebebasannya.

Sehingga label yang sejak kecil menempel pada Albert Einstein adalah “tidak terlalu pintar.” Meski demikian tak membuat dia merubah dari kebiasaannya.

Ketika masa remajanya pun secara akademis termasuk anak yang gagal. Dia tidak menyukai guru-gurunya kala itu. Ketika harus mengenyam pendidikan lebih tinggi, Einstein pernah mengalami kegagalan. Namun kegagalan tak membuatnya surut.

Dia tetap berusaha. Hingga dia sekolah di jenjang yang lebih tinggi. Waktu itu prestasinya mulai nampak. Dia pun lulus dengan gemilang.

Sayangnya cita-cita sebagai guru kandas. Dia bekerja di tempat pencatat penemuan-penemuan baru. Dia tidak kecewa justru dengan hal-hal yang baru membuat dia berpikir, mengkaji, serta menemukan sesuatu yang baru. Hasil kajiannya itulah dia menemukan rumus Relativitas Khusus.

Luar biasa. Banyak tokoh yang kita kenal, mereka tak melalui perjalanan hidupnya dengan mulus saja dan tanpa rintangan apa pun.

Mereka pernah gagal. Tak hanya satu kegagalan yang mereka lalui. Namun dengan kegagalan itu ia mampu menemukan kesuksesan. Dengan kegagalan itu ia mampu menemukan potensi dirinya untuk mampu lebih berkembang.

_*Kegagalan merupakan pengalaman yang paling berharga untuk sebuah keberhasilan.*_

Oleh: Rochma Yulika

Assalamu’alaikum…Bertanya Pada Ustadz/Ustadzah
1. Assalamu’ailaikum Mba. Mau tanya terkait makeup/kosmetik yang waterproof.  Kalau wudhu sebenarnya sah atau tidak?

2. Tanya Ustdz, Bagaimana dengan wudhunya orang yang memakai perhiasan cincin. Apakah Sah wudhunya?
Member A03..Jazakumullah

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
1.Bagi mereka yang ber make up pakai kosmetik yang waterproof kemudian mereka berwudhu maka wudhunya tidak sah kenapa? Karena bagian wajah yang seharusnya terkena air , terbasuh tapi hakekatnya air tidak bisa menyentuh kulit karena kosmetik waterproof.

Di dalam Islam terkait dengan bermake up  , Allah berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى، وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآَتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj (sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (istri-istri Nabi) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (QS al-Ahzaab:33).

Dan dalam hadits yang shahih Rasulullah  bersabda:
“Sesungguhnya wanita adalah aurat, maka jika dia keluar (rumah) setan akan mengikutinya (menghiasainya agar menjadi fitnah bagi laki-laki), dan keadaanya yang paling dekat dengan Rabbnya (Allah ) adalah ketika dia berada di dalam rumahnya.” (HR Ibnu Khuzaimah 1685), Ibnu Hibban 5599) dan dishahihkan al-Albani).

Menyimak qur’an dan hadits diatas. Kita lihat apa keperluan berhias.kalau keperluannya berhias untuk suami dalam batas batas kewajaran di bolehkan. Kalau untuk keluar rumah Islam tidak membolehkan wanita keluar dengan berhias karena akan jadi fitnah. Terlebih lagi kosmetik yang dipergunakan waterproof inikan maksudnya make up yang tidak luntur saat kena air.spt hujan ,keringat.dll.
Hindarilah kosmetik yang berlebihan karena bisa menimbulkan kemudharatan yang lebih besar.

2.Bagaimana dengan wudhunya orang yang memakai perhiasan cincin. Wudhu sah atau tidak tergantung rukun dan syarat wudhu nya.kalau semua terpenuhi maka sah wudhu nya

🌸Syarat sah Wudhu :
1. Islam
2. Mumayyiz (belum baligh tapi sudah bisa membedakan antara yang hak dan   batil)
3. Tidak sedang berhadats besar
 4. Memakai air yang suci dan menyucikan.
 5. Tidak ada yang menghalangi air sampainya  ke kulit, seperti cat, getah, kuteks,   tip ex dan  semacamnya.

🌸 Rukun Wudhu :
 1. Niat,  (yakni secara sadar sengaja untuk berwudhu);
2. Membasuh muka, (yaitu meratakan air daritempat  tumbuhnya rambut di bagian atas                                sampai ke dagu, dan dari daun telinga sebelah kanan hingga daun telinga sebelah kiri)
 3. Membasuh kedua tangan sampai siku.
4. Mengusap kepala.
5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.
6. Tertib
Apabila ia memakai cincin dan saat menyela jari-jari cincinnya ia putar putar shg air membasuh semua bagian tangannya maka sah wudhunya

Wallahu a’lam.

Oleh: Nurdiana

Salah Satu Cara Mendapatkan Pahala Jihad

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

   من دخل مسجدنا هذا ليتعلم خيرا أو يعلمه كان كالمجاهد فى سبيل الله
 ومن دخله لغير ذلك كان كالناظر إلى ما ليس له

Barang siapa yang masuk ke dalam masjid kami ini, tujuannya mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka dia seperti mujahid fisabilillah. Barang siapa memasukinya bukan untuk itu, maka dia seperti orang yang melihat sesuatu yang bujan kepunyaannya.

(HR. Ahmad No. 8587, Ibnu Hibban No. 78. Hadits ini hasan menurut Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam tahqiq Beliau terhadap Shahih Ibni Hibban)

Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr Hafizhahullah mengatakan:

فمن جاء إلى المسجد من أجل أن يصلي فيه، أو من أجل أن يشهد الجماعة التي هي واجبة، أو من أجل أن يُحصّل الأجر في المسجد بالذكر وقراءة القرآن، فهو حظه وله ما أراد، ومن لم يدخل المسجد لهذا العمل العظيم، وإنما دخله لأمر من الأمور التي لا علاقة لها بالدين والطاعة فهو حظه، وله ما أراد من العمل بلا أجر  

Barang siapa yang mendatangi masjid ingin shalat di dalamnya, atau ingin shalat berjamaah dan itu merupakan kewajiban, atau karena ingin mendapatkan pahala di masjid dengan berdzikir, membaca Al Quran, maka dia mendapatkan bagian sesuai yang diinginkan, barang siapa yang masuk ke masjid bukan untuk amal-amal agung ini, dia ke masjid tidak ada kaitan urusan agama dan ketaatan, maka dia akan mendapatkan sesuai apa yang diinginkan itu tapi tanpa pahala.

(Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr, Syarh Sunan Abi Daud, No. 066. Maktabah Al Misykah)

Oleh: Farid Nu’man Hasan, SS.

Amalan yang Mendekatkan Jodoh

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah …apa amalan2 yg mendekatkan jodoh? Lalu apa amalan yg kita lakukan untuk menyakinkan diri bahwa seorang itu yg terbaik buat kita ?
 A 43

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ، وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari 5641).

Terkait dengan doa dan amalan untuk mendekatkan jodoh ada bbrp hal:

1. Pada dasarnya tidak ada doa khusus untuk meminta jodoh. Sementara beberapa lafal doa minta jodoh yang tersebar di masyarakat, sama sekali tidak menyebutkan sumber dan dalilnya.

Demikian pula, tidak adanya amal tertentu untuk menyegerakan jodoh. Beberapa keterangan tentang amalan untuk mempercepat jodoh, sama sekali tidak memiliki sumber dari syariat.

2. sesungguhnya tidak ada satu pun manusia yang memahami nasib perjalanan hidupnya. Bahkan seorang nabi sekalipun. Karena hal itu bagian dari ilmu gaib (rahasia) yang hanya diketahui oleh Allah. Allah berfirman menceritakan tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ

“Andaikan aku tahu hal yang gaib, tentu aku akan berusaha memperbanyak mendapatkan hal-hal yang baik, dan aku tidak akan tertimpa kemiskinan…” (QS. Al-A’raf: 188).

Kaitanya dengan hal ini, tujuan sesungguhnya kita menikah adalah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup, bukan semata-mata menikah.Sehingga tidak selayaknya kita memaksakan diri harus mendapatkan jodoh saat ini, bahwa bila perlu menikah sekarang juga.

Untuk itu, doa yang baik adalah doa yang diistilahkan dengan jawami’ ad–dua (doa yang kalimatnya padat namun luas maknanya). Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الْجَوَامِعَ مِنَ الدُّعَاءِ، وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai jawami’ ad-dua (doa yang kalimatnya padat namun luas maknanya). Dan beliau tinggalkan yang lainnya. (HR. Ahmad, Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani).

Di antaranya adalah doa sapu jagad. Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

كَانَ أَكْثَرُ دَعْوَةٍ يَدْعُو بِهَا رَسُولُ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Doa yang paling sering dipanjatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ALLAHUMMA RABBANAA  AATINAA FID-DUNYAA HASANAH WA FIL AAKHIRATI HASANAH WA QINAA ADZAABAN NAAR” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan doa ini, menunjukkan kita pasrah kepada Allah, agar memberikan hal terbaik untuk kehidupan kita di dunia dan akirat.

3.  jika Anda menaruh harapan kepada seseorang, berdoalah kepada Allah dengan kalimat yang menunjukkan kepasrahan, seperti menggantungkan kepada kehendak Allah. Sebagai contoh misalnya, Ya Allah, jika dia baik untukku di dunia dan akhirat, jadikanlah dia pasangan hidupku dunia akhirat. Atau yang semakna dengan itu.

Permohonan semacam ini telah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bentuk shalat istikharah.

4. Allah memberikan jaminan bahwa lelaki yang baik, yang menjaga kehormatannya akan dipasangkan dengan wanita yang baik, yang menjaga kehormatannya. Sebaliknya, wanita yang buruk, yang tidak menjaga kehormatannya, akan dipasangkan dengan lelaki yang sama karakternya. Untuk itu perbanyak amal Sholeh karena wanita yang Sholeh akan mendapatkan laki-laki yang Sholeh atau sebaliknya.

 Allah berfirman:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…” (QS. An-Nur: 26)

Jadilah manusia yang baik, yang sholih, menjaga kehormatan, menjaga aturan-aturan yang sudah ditetapkan Allah Ta’ala.

Oleh: Novria Flaherti

Membaca Al Quran Memakai Mushaf Lebih Utama Dibanding Lewat Hapalan

Imam An Nawawi Rahimahullah berkata:

قراءة القرآن من المصحف أفضل من القراءة عن ظهر القلب لأن النظر في المصحف عبادة مطلوبة فتجتمع القراءة والنظر هكذا قاله القاضي حسين من أصحابنا وأبو حامد الغزالي وجماعات من السلف ونقل الغزالي في الإحياء أن كثيرين من الصحابة رضي الله عنهم كانوا يقرؤون من المصحف ويكرهون أن يخرج يوم ولم ينظروا في المصحف
وروى ابن أبي داود القراءة في المصحف عن كثيرين من السلف ولم أر فيه خلافا ولو قيل إنه يختلف باختلاف الأشخاص فيختار القراءة في المصحف لمن استوى خشوعه وتدبره في حالتي القراءة في المصحف وعن ظهر القلب ويختار القراءة عن ظهر القلب لمن لم يكمل بذلك خشوعه ويزيد على خشوعه وتدبره لو قرأ من المصحف لكان هذا قولا حسنا والظاهر أن كلام السلف وفعلهم محمول على هذا التفصيل

Membaca Al Quran melalui mushaf adalah lebih utama dibanding dari hapalan. Karena melihat mushaf sendiri adalah sebuah ibadah. Sehingga berpadulah keutamaan membaca dan melihat mushaf. Itulah yang dikatakan Al Qadhi Husein dari kalangan sahabat-sahabat kami (Syafi’iyyah), Abu Hamid Al Ghazali, dan jamaah para salaf. Al Ghazali telah menukil dalam Al Ihya’, bahwa kebanyakan para sahabat nabi Radhiallahu ‘Anhum membaca Al Quran melalui mushaf dan mereka membenci jika sehari mereka lalui tanpa melihat mushaf.

Ibnu Abi Daud meriwayatkan bahwa membaca lewat mushaf telah dilakukan oleh kebanyakan ulama salaf , “Dan Saya tidak melihat adanya perselisihan pendapat dalam hal ini.” Walau memang ada perbedaan yang sifatnya  personal,  mungkin ada orang yang memilih membaca lewat mushaf bagi bisa mencapai khusyu’ dan mampu memahaminya baik dengan cara melihat mushaf atau menghapal. Ada juga yang memilih lewat hapalan bagi yang bisa mendapatkan kekhusyuan dan pemahaman makna dengan cara itu. Tetapi, dia akan bertambah khusyu dan baik pemahamannya jika membacanya lewat mushaf. Maka, yang seperti ini adalah pendapat yang baik, Maka, yang ebnar adalah bahwa perkataan kaum salaf  dan perbuatan mereka, dimaknai sebagaimana penjelasan ini.

At Tibyan  fi Adab Hamalatil Quran, Hal. 100

Oleh: Farid Nu’man Hasan, SS.

Malas Bangun Pagi

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah….Bagaimana menghadapi orang yg malas bangun pagi, slalu tidur lg setelah subuh, padahal ada agenda di pagi hari yg insya Allah diridhoi Allah, ustadz?

Jawaban
———————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Cari sebab, kenapa dia seperti itu. Apa karena memang sangat lelah, atau karena memang habbit. Kalo sangat lelah, tentu kita maklum, dan anjurkan dia tidur jangan larut.

Kalau itu habbit, maka beri dia nasihat dan stimulus2 yg bisa menyemangati tetap on setelah subuh.  Seperti keutamaan subuh, berkah waktu pagi, dll. Terus begitu jgn bosan. Buat suasana rumah semarak pagi dgn tilawah misalnya.

Wallahu a’lam.

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Fenomena Ernes dan Ahok, Serta Kelemahan Umat Islam

📌  Semakin banyak orang yang mengolok-olok Islam dan kaum muslimin

📌 Mulai dari mengolok-olok Allah, Rasulullah, dan kitab suciNya

📌  Ada yang terang-terangan, ada yang sembunyi-sembunyi

📌  Dalam setahun bisa terjadi berkali-kali ..

📌  Berkali-kali pula umat Islam marah tapi tidak berdaya

📌  Apalagi ada komentar,  “santai bro, Islam itu damai .. Islam itu _Rahmatan lil ‘alamin_ .. Islam itu tidak mudah kepancing … hati-hati sumbu pendek” yang datangnya dari orang-orang yang sok menjadi begawan dan negarawan

📌  Akhirnya, lengkap sudah penderitaan umat Islam .. agama diolok-olok, selesaikan dengan diam saja, lalu simpan dihati,  dan bawa masuk ke lubang kubur ..

📌 Ernes tidak sendiri .. Ahok juga .. mereka masih satu puzzle besar  _“wa lan tardha ‘ankal yahuudu walan nashaara hatta tattabi’a millatahum …”_

📌 Sehingga umat Islam seharusnya sudah paham hal ini, tidak usah heran ..

📌  Masih banyak Ernes dan Ahok yang lain .., karena mereka tahu umat Islam hari ini adalah buih, mayoritas tapi tidak ada wibawa .., tunggu saja pasti ada lagi dan lagi

📌 Mereka tahu umat Islam sedang sibuk dengan urusan yang tidak penting .. sibuk mendebatkan bumi datar atau bulat ..

📌 Atau masih mengungkit perdebatan belasan abad lamanya tentang qunut shubuh, tawasul kepada nabi sesudah wafatnya, ushalli dan tidak ushalli, maulid dan anti maulid .. sampai berdarah-darah, memfasikkan, membid’ahkan, bahkan mengkafirkan .. puas rasanya jika sudah berhasil menyebut kafir kepada sesama muslim

📌  Lelah .. capek … bosan .. muak .. melihat sebagian da’i senang menguliti lagi luka lama yang telah mengering .. Luka yang dulu sempat membuat sebagian ulama dikafirkan, dipenjara, difitnah, oleh kelompok lainnya .. lalu fitnah itu dihidupkan lagi

📌  Akhirnya, manusia semodal Ernes dan Ahok, semakin berani .. semakin banyak .. karena mereka tahu bahwa umat Islam bagaikan nenek tua yang bersolek menghilangkan keriput tapi kamarnya sedang terbakar api besar ..

📌 Atau bagaikan dokter yang lebih sibuk menyembuhkan penyakit kulit yang diderita pasien, padahal pasien tersebut sedang terserang stroke

📌  Sibuk dengan urusan furu, tapi lupa yang ushul … padahal nyawamu terancam!

📌  Kami teringat dengan nasihat Syaikh Abdullah ‘Azzam, dalam salah satu seri Tarbiyah Jihadiyahnya

📌  Dia menasihati mujahidin yang berasal dari Arab Saudi, agar tidak memaksakan fiqih Hambali kepada mujahidin asli Afghanistan yang Hanafi. Sebab, “ Aku khawatir moncong senjata kalian bukan ke arah Uni Soviet tapi ke sesama mujahidin!”

📌  Maka, fokuslah terhadap makar musuh-musuh Islam,  mereka itu musuh kita .. , sementara yang ini saudara  ..

📌  Jangan sampai salah memetakan lawan dan kawan, sebab itu kekalahan awal perjuangan

Wallahu A’lam

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Hijrah dengan Kaffah

Assalamu’alaykum ustadz/ah…Jika seseorang rajin mlaksanakan salahsatu ato beberapa sunnah rasul saw, tp ia tetep sering janjian dgn lawan jenis karena saling cinta walau ga pegang2an. Bagaimana cara meluruskan yg baik terhadap hatinya itu agar hijrahnya total?

Jawaban

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
🔓 _Amal Sunnah akan dibalas dengan kebaikan, dan Amal Maksiat akan dibalas dengan keburukan, maka sanggupkah kita menakar mana yang paling berat kelak di antara kedua timbangan itu?_

📌 Cintanya manusia pada satu atau beberapa Sunnah adalah wujud ilmu yang telah melekat pada dirinya.

📌 Jatuhnya ia kepada perilaku yang membuka pintu kemaksiatan adalah perbuatan zhahir yang boleh jadi disebabkan belum lengkapnya ilmu, belum totalnya hijrah, atau masih adanya penyakit dalam jiwanya

✅ Mari kita raih ridha Allah ﷻ dengan mengerjakan SELURUH yang diperintahkan-Nya, dan meninggalkan SELURUH yang dilarang-Nya, karena letak ‘kāffah’ ada pada makna SELURUH.

Wallahu a’lam.

Pemateri: Dr. Wido Supraha

Bunga Bank

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah ….tolong tanya ke ustad soal status bunga bank, bisa dipake untuk apa saja?
Temen ada dana, bunga bank yg ga dia pake, apakah bisa dipake nolong individu? Jzkllh
A04

Jawaban
————–

و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillah..

Uang bunga bank konvensional adalah riba dan termasuk harta haram. Allah Ta’ala berfirman.

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Dan Allah  menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” [Al-Baqarah : 275]

Selain itu, ditegaskan dalam surah An-Nisa ayat 161:

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Dan disebabkan karena mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.” (Q.S. An-Nisa: 161)

Keharaman riba dijelaskan pula dalam kitab Al Musaqqah, Rasulullah bersabda :

عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

“Jabir berkata bahwa Rasulullah mengutuk orang yang menerima riba, orang yang membayarnya, dan orang yang mencatatnya, dan dua orang saksinya, kemudian beliau bersabda, “Mereka itu semuanya sama.”(H.R Muslim)

 Hukum mengambil bunga bank menurut Ustadz Ammi Nur Baits Beliau adalah Alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh.

Ulama sepakat bahwa bunga bank sejatinya adalah riba. Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang hukum mengambil bunga tabungan di bank, untuk kemudian disalurkan ke berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pendapat pertama, bunga bank wajib ditinggal dan sama sekali tidak boleh diambil. Di antara ulama yang menguatkan pendapat ini adalah Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin. Sebagaimana keterangan dalam banyak risalah beliau.

Pendapat kedua, dibolehkan mengambil bunga bank, untuk disalurkan ke kegiatan sosial kemasyarakatan. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah Syaikh Ibnu Jibrin, ketika ditanya tentang hukum menyalurkan bunga bank untuk para mujahid. Setelah menjelaskan larangan menabung di bank kecuali darurat, beliau menegaskan,

“….dia boleh mengambil keuntungan yang diberikan oleh bank, semacam bunga, namun jangan dimasukkan dan disimpan sebagai hartanya. Akan tetapi dia salurkan untuk kegiatan sosial, seperti diberikan kepada fakir miskin, mujahid, dan semacamnya. Tindakan ini lebih baik dari pada meninggalkannya di bank, yang nantinya akan dimanfaatkan untuk membangun gereja, menyokong misi kekafiran, dan menghalangi dakwah Islam…” (Fatawa Islamiyah, 2:884)

Bahkan Syaikh Muhammad Ali Farkus dalam keterangannya menjelaskan,
“Bunga yang diberikan bank, statusnya haram. Boleh disalurkan untuk kemaslahatan umum kaum muslimin dengan niat sedekah atas nama orang yang dizalimi (baca: nasabah). Demikian juga boleh disalurkan untuk semua kegiatan yang bermanfaat bagi kaum muslimin, termasuk diberikan kepada fakir miskin.”

Wallahu a’lam.

Pemateri: Ustadzah Nurdiana